Modul 1
Elektronika Analog
KB4. Penerapan Rangkaian
Elektronika
Oleh: Drs. Almasri, MT
Konfigurasi
Penguat Transistor
Ada tiga jenis konfigurasi penguat transistor
yaitu :
 Penguat Emiter Bersama (Common
Emitter)
 Penguat Kolektor Bersama (Common
Collector)
 Penguat Basis Bersama (Common Base)
Rangkaian Penguat
Transistor Common Emitter
 Rangkaian Common Emitter adalah rangkaian
Bipolar Junction Transistor yang menggunakan
terminal Emitter sebagai terminal bersama yang
terhubung ke Ground, sedangkan terminal masukan
dan keluarannya masing-masing terletak pada
terminal Basis dan terminal Collector.
 Rangkaian yang paling banyak digunakan karena
memiliki sifat menguatkan tegangan puncak
amplitude dari sinyal masukkan.
 Faktor penguatan dari Transistor dilambangkan
dengan simbol beta (β).
Penguat Transistor
Common Emitter
Penguat transistor dengan konfigurasi emitter bersama
(common emitter)
Penguat Transistor
Common Emitter
Untai ekuivalen transistor terdiri atas tiga
komponen:
 Resistor re’ yang menyatakan resistansi ac
emitter
 Diode yang menyatakan sambungan basis
emitter
 Sumber arus yang menyatakan arus yang
diberikan ke R'L dan kolektor transistor (R'L
=Rc//RL)
Penguat Transistor
Common Emitter
Tegangan masukan: 𝑉𝑖 = 𝑖 𝑒 𝑟𝑒’
Tegangan keluaran 𝑉𝑜 = 𝑖 𝑐 𝑅 𝐿
′
Gain tegangan (voltage gain) 𝐴 𝑣 =
𝑉𝑜
𝑉 𝑖
=
𝑖 𝑐 𝑅 𝐿
′
𝑖 𝑒 𝑟𝑒
′
Karena 𝑖 𝑐 ≈ 𝑖 𝑒
maka gain tegangan 𝑨 𝒗 =
𝑹 𝑳
′
𝒓 𝒆
′
Model Transistor Sinyal Kecil
dengan parameter hibrid(h)
Model parameter hibrid (h) dari transistor
ℎ𝑖𝑒 =
𝑉 𝑏
𝑖 𝑏
𝑉𝑐 = 0 : resistansi masukan dengan keluaran
dihubung singkat (ohm)
Model Transistor Sinyal Kecil
dengan parameter hibrid (h)
ℎ 𝑟𝑒 =
𝑉 𝑏
𝑉𝑐
𝑖 𝑏 = 0 : Bagian tegangan keluaran yang diumpan
balikkan ke masukan dengan masukan
dibuka (tanpa dimensi )
ℎ 𝑓𝑒 =
𝑖 𝑐
𝑖 𝑏
𝑉𝑐 = 0 : Peroleh arus dengan keluaran dihubung
singkat (tanpa dimensi
ℎ 𝑜𝑒 =
𝑖 𝑐
𝑉𝑐
𝑖 𝑏 = 0 : Konduktans keluaran dengan masukan
dibuka (mho atau A/V)
Penguat Emiter Bersama
(Common Emitter)
peroleh arus (Ai); Resistansi masukan (Ri);
peroleh tegangan (Av); dan
Resistansi keluaran (Ro).
 𝐴𝑖 =
𝐴𝑟𝑢𝑠 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛
𝐴𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘𝑎𝑛
=
𝐼 𝑜
𝐼 𝑖
=
−𝐼 𝑐
𝐼 𝑏
Karena 𝐼𝑐 = ℎ𝑓𝑒 𝐼 𝑏
 𝐴𝑖 = −ℎ𝑓𝑒
 𝑅𝑖 =
𝑉 𝑖
𝐼 𝑖
= ℎ𝑖𝑒
 𝐴 𝑣 =
𝑉𝑜
𝑉 𝑖
=
𝐼 𝑜 𝑅 𝑐
𝐼 𝑏ℎ𝑖𝑒
= 𝐴𝑖
𝑅 𝑐
𝑅 𝑖
=
ℎ𝑓𝑒 𝑅 𝑐
ℎ𝑖𝑒
 𝐴 𝑣𝑠 =
𝑉𝑜
𝑉𝑠
=
𝑉𝑜
𝑉 𝑏
𝑉 𝑏
𝑉𝑠
=
𝑉𝑜
𝑉 𝑖
𝑉 𝑖
𝑉𝑠
= 𝐴 𝑣
𝑉 𝑖
𝑉𝑠
Peroleh tegangan dengan memperhitungkan
Resistansi sumber (Rs) adalah Avs.
𝐴 𝑣𝑠 = 𝐴 𝑣
𝑉 𝑖
𝑉𝑠
Karena 𝑉𝑖 = 𝑉𝑠
ℎ𝑖𝑒
ℎ𝑖𝑒+𝑅 𝑠
;
𝐴 𝑣𝑠 = 𝐴 𝑣
ℎ𝑖𝑒
ℎ𝑖𝑒 + 𝑅 𝑠
= 𝐴𝑖
𝑅 𝑐
ℎ𝑖𝑒 + 𝑅 𝑠
maka 𝑅 𝑜
′ = 𝑅 𝑐
Penguat Kolektor Bersama
(Common Collector)
Penguat Kolektor Bersama
(Common Collector)
 𝐴𝑖 =
𝐼 𝐿
𝐼 𝑖
=
−𝐼 𝑒
𝐼 𝑏
Karena 𝐼𝑒 = −(1 + ℎ𝑓𝑒)𝐼 𝑏
Maka 𝐴𝑖 = 1 + ℎ𝑓𝑒
 𝑅𝑖 =
𝑉 𝑖
𝐼 𝑖
=
𝑉 𝑏
𝐼 𝑏
 𝐴 𝑣 =
𝑉𝑜
𝑉 𝑖
= 𝐴𝑖
𝑅 𝐿
𝑅 𝑖
=
(1+ℎ𝑓𝑒)𝑅 𝐿
𝑅 𝑖
 𝐴 𝑣 = 1 −
ℎ𝑖𝑒
𝑅 𝑖
Penguat Basis Bersama
(Common Base)
Untai penguat basis bersama Untai ekivalen ac-nya
Penguat Basis Bersama
(Common Base)
 𝐴𝑖 =
ℎ𝑓𝑒
1+ℎ𝑓𝑒
 𝑅𝑖 =
ℎ𝑖𝑒
1+ℎ𝑓𝑒
dan 𝑅𝑖
′
= 𝑅𝑖 𝑅 𝐸
 𝐴 𝑣 = ℎ𝑓𝑒
𝑅 𝑐
ℎ𝑖𝑒
Karena 𝑅 𝑜 = ∞
Maka 𝑅0
′
= 𝑅 𝑐
Penguat Emiter Bersama
dengan Resistor Emiter
Untai ekivalen ac penguat
emitter
bersama dengan RE
Penguat Emiter Bersama
dengan Resistor Emiter
 𝐴𝑖 =
−𝐼 𝑐
𝐼 𝑏
=
ℎ𝑓𝑒 𝐼 𝑏
𝐼 𝑏
= −ℎ𝑓𝑒
 𝑅𝑖 =
𝑉 𝑖
𝐼 𝑏
= ℎ𝑖𝑒 + (1 + ℎ𝑓𝑒) 𝑅 𝐸
 𝐴 𝑣 =
𝐴 𝑖 𝑅 𝑐
𝑅 𝑖
=
−ℎ𝑓𝑒 𝑅 𝑐
ℎ𝑖𝑒+(1+ℎ𝑓𝑒)𝑅 𝐸
Dan 𝑅0
′
= 𝑅 𝑐
Maka 𝐴 𝑣 =
−ℎ𝑓𝑒
1+ℎ𝑓𝑒
𝑅 𝑐
𝑅 𝐸
≈
𝑅 𝑐
𝑅 𝐸
Perbandingan Antar
Konfigurasi Penguat Transistor
 Konfigurasi CE, peroleh tegangan dan peroleh arus
tinggi (Av>1, Ai >1)
 Konfigurasi CC, peroleh tegangan mendekati satu
(Av<1), sedangkan peroleh arus tinggi seperti CE
(Ai >1)
 Konfigurasi CB, peroleh tegangan tinggi seperti
pada CE, peroleh arus kurang dari satu (Ai <1).
Resistansi masukan paling rendah, sedangkan
resistansi keluaran paling tinggi di antara ketiga
konfigurasi
Penguat FET
(Field-Effect Transistor)
 Operasi penguat FET menyerupai
penguat BJT
Bedanya:
 BJT merupakan komponen terkendali
arus
 FET adalah komponen terkendali
tegangan
 Impedansi masukan penguat FET jauh
lebih tinggi dibandingkan penguat BJT
Penguat FET
(Field-Effect Transistor)
 Penguat BJT dibedakan dalam tiga
konfigurasi (Common Emitter/CE,
Common Colector/CC dan Common
Base/CB),
 Penguat FET juga dibedakan dalam tiga
konfigurasi, yaitu penguat source
bersama (Common Source/CS), penguat
drain bersama (Common Drain/CD), dan
penguat gate bersama (Common Gate
/CG)
Model Sinyal Kecil untuk
JFET/MOSFET
Model sinyal kecil FET
Arus drain Id ditentukan oleh nilai tegangan gate-source
Vgs dan tegangan drain-sorce Vds
Penguat Source Bersama
(Common Source/CS)
Untai penguat source bersama
Penguat Source Bersama
(Common Source/CS)
Untai ekivalen ac nya
Penguat Source Bersama
(Common Source/CS)
 Tegangan keluaran Vo = - gm Vgs. R’
 Peroleh tegangan
 Resistansi keluaran
Penguat Drain Bersama
(Common Drain/CD)
Penguat Drain Bersama
(Common Drain/CD)
Penguat Drain Bersama
(Common Drain/CD)
 Tegangan keluaran adalah:
Vo = gm Vgs Rs'
Vo = gm Rs' (Vi –Vo
 Peroleh tegangan adalah:
𝐴 𝑣 =
𝑉𝑜
𝑉𝑖
=
𝑔𝑚 𝑅 𝑠
′
1 + 𝑔𝑚 𝑅 𝑠
′ =
𝑅 𝑠
′
𝑅 𝑠
′
+
1
𝑔𝑚
Penguat Drain Bersama
(Common Drain/CD)
Resistansi keluaran dihitung dengan membuat Vi =
0 dan menghubungkan keluaran penguat dengan
sumber tegangan V2
𝑅 𝑜 =
𝑉2
𝐼2
=
1
1
𝑅 𝑠
′ + 𝑔𝑚
=
𝑅 𝑠
′ 1
𝑔𝑚
𝑅 𝑠
′
+
1
𝑔𝑚
= 𝑅 𝑠
′
1
𝑔𝑚
Penguat Gate Bersama
(Common Gate /CG)
Penguat gate bersama
Penguat Gate Bersama
(Common Gate /CG)
Untai ekuivalen ac dengan
sumber arus terkendali
tegangan
Penguat Gate Bersama
(Common Gate /CG)
 Peroleh tegangan Av adalah:
𝐴 𝑣 =
𝑉𝑜
𝑉𝑖
=
(𝑔𝑚 +
1
𝑟𝑑
)
(
1
𝑅 𝐷
′ +
1
𝑟𝑑
)
 Resistansi masukan dihitung dengan
mengganti sumber arus (gm Vgs) antara
drain-source dengan sumber tegangan
(gm rd Vgs) dan resistansi rd yang
terhubung seri dengan sumber tegangan
tersebut
Penguat Gate Bersama
(Common Gate /CG)
Sumber arus gm Vgs diganti dengan sumber
tegangan gm rd Vgs untuk memudahkan analisis
Penguat Gate Bersama
(Common Gate /CG)
 𝐼𝑖 =
𝑉 𝑖
𝑅 𝑠
+
𝑉 𝑖+𝑔𝑚 𝑟𝑑 𝑉 𝑖
rd+𝑅 𝐷
′
 Resistansi masukan dapat dihitung
sebagai berikut:
 𝑅𝑖 =
𝑉 𝑖
𝐼 𝑖
=
𝑅 𝑠( 𝑟𝑑+ 𝑅 𝐷
′
)
rd+𝑅 𝐷
′ +𝑅 𝑠+𝑔𝑚 𝑟𝑑 𝑅 𝑠
Jika rd >> maka:
 𝑅𝑖 ≫
𝑅 𝑠
1+𝑔𝑚 𝑅 𝑠
=
𝑅 𝑠
1
𝑔𝑚
𝑅 𝑠+
1
𝑔𝑚
= 𝑅 𝑠
1
𝑔𝑚
Penguat Gate Bersama
(Common Gate /CG)
Resistansi keluaran dihitung dengan membuat Vi = -
Vgs = 0 , RL dibuka , dan kemudian diberikan
sumber tegangan V, pada keluaran
𝑅 𝑜 =
𝑉2
𝐼2
=
𝑟𝑑 𝑅 𝐷
rd+𝑅 𝐷
=
𝑟𝑑 𝑅 𝐷
Penguat dengan
Operational Amplifier
Op-amp ini memiliki dua jenis masukan, yaitu V1
yang merupakan masukan nonpembalik (non-
inverting input) (+) dan V2 yang merupakan masukan
pembalik (inverting input) (-), serta sebuah keluaran
Vo
Penguat dengan
Operational Amplifier
Karakteristik standar sebuah Op-Amp yang
secara umum telah ditetapkan oleh pabrik
pembuatnya
Keterangan gambar:
 Zin yang ideal nilainya ∞ (tak berhingga)
 Zout yang ideal nilainya 0 (nol)
 AOL yang ideal nilainya ∞ (tak berhingga)
Penguat dengan
Operational Amplifier
 Penguat Inverting
Penguat inverting adalah ekuivalen dengan penguat
emiter bersama atau penguat source bersama
Penguat Inverting
Karena Vo pada resistor umpan-balik Rf, maka:
 Vo= -I2R2
Karena Vi pada resistor masukan Ri, maka:
 Vi = I1 RI
Karena Op-Amp mempunyai R in sangat tinggi,
maka I in mendekati nol. Karena itu II = 12 dan
dapat ditulis
 Vo = -I1R2
Penguat Inverting
Gain tegangan loop tertutup (ACL )
CMRR (Common Mode Rejection Ratio)
Penguat Inverting
Penguat Inverting
 CMRR penguat:
 Tampak bahwa CMRR penguat jauh lebih
kecil dari pada CMRROp-Amp
Penguat dengan
Operational Amplifier
 Penguat Non Inverting
Sinyal masukan dihubungkan ke masukan non
inverting, sehingga sinyal keluaran mempunyai fase
yang sama dengan sinyal masukan
Penguat Non Inverting
Diasumsikan untai masukan diferensial ideal,
 maka V in inverting = V in non inverting.
 Karena itu V in inverting = V sinyal masukan Vi.
R in Op- Amp sangat tinggi
 maka I in Op- Amp mendekati nol.
 Sehingga I pada R1 = I pada R2 yaitu:
 𝐼1 = 𝐼2 atau
𝑉 𝑖
𝑅1
=
𝑉𝑜−𝑉 𝑖
𝑅2
Peroleh tegangan kalang tertutup adalah:
 𝐴 𝐶𝐿 =
𝑉𝑜
𝑉1
= 1 +
𝑅2
𝑅1
 𝐴 𝐶𝐿 ≥ 1
Penguat Non Inverting
 Resistansi masukan dan resistansi keluaran
Resistansi masukan penguat non inverting sangat
tinggi karena sinyal masukan diberikan langsung ke
Op- Amp. Resistansi keluaran penguat non inverting
mendekati sama dengan resistansi keluaran Op-
Amp atau rendah.
Maka penguat non inverting dapat digunakan untuk
untai penyangga (buffer)
Penguat Non Inverting
 Pengikut Tegangan/Penguat Penyangga (Voltage
Follower)
Peroleh tegangan untuk pengikut tegangan:
𝐴 𝐶𝐿 = 1 +
𝑅2
𝑅1
= 1 +
0
∞
= 1
𝐶𝑀𝑅𝑅 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡 𝑡𝑒𝑔 =
𝐴 𝐶𝐿
𝐴 𝐶
=
1
𝐴 𝐶
Penguat Penjumlah
(Summing Amplifier)
Penguat penjumlah mempunyai keluaran yang
sebanding dengan jumlah masukan
Penguat Penjumlah
(Summing Amplifier)
Tegangan keluaran penguat penjumlah dapat
ditulis:
 𝑉𝑜 = −𝐼𝑓 𝑅𝑓
 𝑉𝑜 = −
𝑅 𝑓
𝑅1
𝑉1 +
𝑅 𝑓
𝑅2
𝑉2 +
𝑅 𝑓
𝑅3
𝑉3
Jika R1 = R2 = R3 = R
maka: 𝑉𝑜= −
𝑅 𝑓
𝑅
𝑉1 + 𝑉2 + 𝑉3
Karena itu keluaran akan sebanding dengan
jumlah masukan
Penguat Differensial
(Difference Amplifier)
Penguat differensial atau penguat bedaan
mempunyai keluaran yang sebanding dengan
bedaan sinyal masukan
Penguat Differensial
(Difference Amplifier)
Tegangan keluaran Vo diperoleh:
 𝑉𝑜= −
𝑅2
𝑅1
𝑉1 + 1 +
𝑅2
𝑅1
𝑅4
𝑅3+𝑅4
𝑉2
Jika
𝑅1
𝑅2
=
𝑅3
𝑅4
;
Maka 𝑉𝑜 =
𝑅2
𝑅1
𝑉2 − 𝑉1
Terlihat bahwa tegangan keluaran
sebanding dengan bedaan tegangan
masukan
Integrator
Integrator adalah untai yang dapat melakukan
operasi integrasi matematis pada sinyal
masukan
Integrator
 𝑖 (𝑡) =
𝑉 𝑖(𝑡)
𝑅
Dan 𝑉𝑜 𝑡 = −
1
𝐶 𝑓
𝑖 𝑑𝑡 = −
1
𝑅𝐶 𝑓
𝑣𝑖 𝑡 𝑑𝑡
Terlihat bahwa tegangan keluaran integrator
sebanding dengan integral tegangan masukan.
Karena masukan integrator diberikan ke masukan
inverting op-amp, maka keluaran integrator
berbeda fase 180° terhadap masukan
Diferensiator
Diferensiator adalah untai yang keluarannya
sebanding dengan laju perubahan sinyal masukan
Diferensiator
 𝑖 𝐶 = 𝑖 𝑅
Atau 𝐶𝑖
𝑑 𝑣 𝑖(𝑑𝑡)
𝑑𝑡
= −
𝑣𝑜(𝑡)
𝑅 𝑓
maka 𝑣𝑜 𝑡 = −𝑅𝑓 𝐶𝑖
𝑑 𝑣𝑖(𝑡)
𝑑𝑡
Sehingga keluaran diferensiator sebanding dengan
derivatif masukan.
Untai diferensiator dapat distabilkan dengan
memasang resistor Ri yang seri terhadap kapasitor
Ci
Komparator
(rangkaian pembanding)
Pada umumnya penguat operasional digunakan
sebagai komparator untuk membandingkan
amplitudo suatu tegangan dengan amplitudo
tegangan yang lain.
 Komparator open loop
Bila tegangan pada input inverting (V1) lebih positif
dari pada input non inverting (V2), maka outputnya
akan sama dengan (-Vsat). Bila tegangan pada
input inverting (V1) lebih negatif dari pada input
non inverting (V2), maka outputnya akan sama
dengan (+Vsat).
Komparator
(rangkaian pembanding)
Komparator
(rangkaian pembanding)
 Komparator close loop
Jika V2=V1 ,maka Vo=0
Jika V2<V1 ,maka Vo<0
Jika V2>V1 ,maka Vo>0
 𝑉𝑜𝑢𝑡 = −
𝑅 𝑜1
𝑅 𝑖1
𝑉1 +
𝑅 𝑜2
𝑅 𝑖2+𝑅 𝑜2
𝑅 𝑖1+𝑅 𝑜1
𝑅 𝑖1
𝑉2
Komparator close loop
Jika Ro1= Ro2 = Ri1= Ri2; maka 𝑉𝑜𝑢𝑡 = 𝑉2 −
𝑉1
sehingga tegangan outputnya adalah:
 𝑉𝑜𝑢𝑡= −
𝑅 𝑜1
𝑅 𝑖1
(𝑉2−𝑉1)
Penyearah (Rectifier)
 Penyearah setengah gelombang
Penyearah (Rectifier)
 Penyearah Gelombang Penuh
 Penyearah dengan pembalik fasa
Penyearah (Rectifier)
 Penyearah Jembatan
Penyearah gelombang penuh dengan
jembatan dioda (dioda bridge). Pada dioda
bridge, hanya ada 2 dioda saja yang
menghantarkan arus untuk setiap siklus
tegangan AC sedangkan 2 dioda lainnya
bersifat sebagai isolator pada saat siklus
yang sama.
Penyearah Jembatan
TERIMA KASIH
Mudah – Mudahan Anda
Sukses

M1 kb4 teknik elektronika

  • 1.
    Modul 1 Elektronika Analog KB4.Penerapan Rangkaian Elektronika Oleh: Drs. Almasri, MT
  • 2.
    Konfigurasi Penguat Transistor Ada tigajenis konfigurasi penguat transistor yaitu :  Penguat Emiter Bersama (Common Emitter)  Penguat Kolektor Bersama (Common Collector)  Penguat Basis Bersama (Common Base)
  • 3.
    Rangkaian Penguat Transistor CommonEmitter  Rangkaian Common Emitter adalah rangkaian Bipolar Junction Transistor yang menggunakan terminal Emitter sebagai terminal bersama yang terhubung ke Ground, sedangkan terminal masukan dan keluarannya masing-masing terletak pada terminal Basis dan terminal Collector.  Rangkaian yang paling banyak digunakan karena memiliki sifat menguatkan tegangan puncak amplitude dari sinyal masukkan.  Faktor penguatan dari Transistor dilambangkan dengan simbol beta (β).
  • 4.
    Penguat Transistor Common Emitter Penguattransistor dengan konfigurasi emitter bersama (common emitter)
  • 5.
    Penguat Transistor Common Emitter Untaiekuivalen transistor terdiri atas tiga komponen:  Resistor re’ yang menyatakan resistansi ac emitter  Diode yang menyatakan sambungan basis emitter  Sumber arus yang menyatakan arus yang diberikan ke R'L dan kolektor transistor (R'L =Rc//RL)
  • 6.
    Penguat Transistor Common Emitter Teganganmasukan: 𝑉𝑖 = 𝑖 𝑒 𝑟𝑒’ Tegangan keluaran 𝑉𝑜 = 𝑖 𝑐 𝑅 𝐿 ′ Gain tegangan (voltage gain) 𝐴 𝑣 = 𝑉𝑜 𝑉 𝑖 = 𝑖 𝑐 𝑅 𝐿 ′ 𝑖 𝑒 𝑟𝑒 ′ Karena 𝑖 𝑐 ≈ 𝑖 𝑒 maka gain tegangan 𝑨 𝒗 = 𝑹 𝑳 ′ 𝒓 𝒆 ′
  • 7.
    Model Transistor SinyalKecil dengan parameter hibrid(h) Model parameter hibrid (h) dari transistor ℎ𝑖𝑒 = 𝑉 𝑏 𝑖 𝑏 𝑉𝑐 = 0 : resistansi masukan dengan keluaran dihubung singkat (ohm)
  • 8.
    Model Transistor SinyalKecil dengan parameter hibrid (h) ℎ 𝑟𝑒 = 𝑉 𝑏 𝑉𝑐 𝑖 𝑏 = 0 : Bagian tegangan keluaran yang diumpan balikkan ke masukan dengan masukan dibuka (tanpa dimensi ) ℎ 𝑓𝑒 = 𝑖 𝑐 𝑖 𝑏 𝑉𝑐 = 0 : Peroleh arus dengan keluaran dihubung singkat (tanpa dimensi ℎ 𝑜𝑒 = 𝑖 𝑐 𝑉𝑐 𝑖 𝑏 = 0 : Konduktans keluaran dengan masukan dibuka (mho atau A/V)
  • 9.
  • 10.
    peroleh arus (Ai);Resistansi masukan (Ri); peroleh tegangan (Av); dan Resistansi keluaran (Ro).  𝐴𝑖 = 𝐴𝑟𝑢𝑠 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛 𝐴𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘𝑎𝑛 = 𝐼 𝑜 𝐼 𝑖 = −𝐼 𝑐 𝐼 𝑏 Karena 𝐼𝑐 = ℎ𝑓𝑒 𝐼 𝑏  𝐴𝑖 = −ℎ𝑓𝑒  𝑅𝑖 = 𝑉 𝑖 𝐼 𝑖 = ℎ𝑖𝑒  𝐴 𝑣 = 𝑉𝑜 𝑉 𝑖 = 𝐼 𝑜 𝑅 𝑐 𝐼 𝑏ℎ𝑖𝑒 = 𝐴𝑖 𝑅 𝑐 𝑅 𝑖 = ℎ𝑓𝑒 𝑅 𝑐 ℎ𝑖𝑒  𝐴 𝑣𝑠 = 𝑉𝑜 𝑉𝑠 = 𝑉𝑜 𝑉 𝑏 𝑉 𝑏 𝑉𝑠 = 𝑉𝑜 𝑉 𝑖 𝑉 𝑖 𝑉𝑠 = 𝐴 𝑣 𝑉 𝑖 𝑉𝑠
  • 11.
    Peroleh tegangan denganmemperhitungkan Resistansi sumber (Rs) adalah Avs. 𝐴 𝑣𝑠 = 𝐴 𝑣 𝑉 𝑖 𝑉𝑠 Karena 𝑉𝑖 = 𝑉𝑠 ℎ𝑖𝑒 ℎ𝑖𝑒+𝑅 𝑠 ; 𝐴 𝑣𝑠 = 𝐴 𝑣 ℎ𝑖𝑒 ℎ𝑖𝑒 + 𝑅 𝑠 = 𝐴𝑖 𝑅 𝑐 ℎ𝑖𝑒 + 𝑅 𝑠 maka 𝑅 𝑜 ′ = 𝑅 𝑐
  • 12.
  • 13.
    Penguat Kolektor Bersama (CommonCollector)  𝐴𝑖 = 𝐼 𝐿 𝐼 𝑖 = −𝐼 𝑒 𝐼 𝑏 Karena 𝐼𝑒 = −(1 + ℎ𝑓𝑒)𝐼 𝑏 Maka 𝐴𝑖 = 1 + ℎ𝑓𝑒  𝑅𝑖 = 𝑉 𝑖 𝐼 𝑖 = 𝑉 𝑏 𝐼 𝑏  𝐴 𝑣 = 𝑉𝑜 𝑉 𝑖 = 𝐴𝑖 𝑅 𝐿 𝑅 𝑖 = (1+ℎ𝑓𝑒)𝑅 𝐿 𝑅 𝑖  𝐴 𝑣 = 1 − ℎ𝑖𝑒 𝑅 𝑖
  • 14.
    Penguat Basis Bersama (CommonBase) Untai penguat basis bersama Untai ekivalen ac-nya
  • 15.
    Penguat Basis Bersama (CommonBase)  𝐴𝑖 = ℎ𝑓𝑒 1+ℎ𝑓𝑒  𝑅𝑖 = ℎ𝑖𝑒 1+ℎ𝑓𝑒 dan 𝑅𝑖 ′ = 𝑅𝑖 𝑅 𝐸  𝐴 𝑣 = ℎ𝑓𝑒 𝑅 𝑐 ℎ𝑖𝑒 Karena 𝑅 𝑜 = ∞ Maka 𝑅0 ′ = 𝑅 𝑐
  • 16.
    Penguat Emiter Bersama denganResistor Emiter Untai ekivalen ac penguat emitter bersama dengan RE
  • 17.
    Penguat Emiter Bersama denganResistor Emiter  𝐴𝑖 = −𝐼 𝑐 𝐼 𝑏 = ℎ𝑓𝑒 𝐼 𝑏 𝐼 𝑏 = −ℎ𝑓𝑒  𝑅𝑖 = 𝑉 𝑖 𝐼 𝑏 = ℎ𝑖𝑒 + (1 + ℎ𝑓𝑒) 𝑅 𝐸  𝐴 𝑣 = 𝐴 𝑖 𝑅 𝑐 𝑅 𝑖 = −ℎ𝑓𝑒 𝑅 𝑐 ℎ𝑖𝑒+(1+ℎ𝑓𝑒)𝑅 𝐸 Dan 𝑅0 ′ = 𝑅 𝑐 Maka 𝐴 𝑣 = −ℎ𝑓𝑒 1+ℎ𝑓𝑒 𝑅 𝑐 𝑅 𝐸 ≈ 𝑅 𝑐 𝑅 𝐸
  • 18.
    Perbandingan Antar Konfigurasi PenguatTransistor  Konfigurasi CE, peroleh tegangan dan peroleh arus tinggi (Av>1, Ai >1)  Konfigurasi CC, peroleh tegangan mendekati satu (Av<1), sedangkan peroleh arus tinggi seperti CE (Ai >1)  Konfigurasi CB, peroleh tegangan tinggi seperti pada CE, peroleh arus kurang dari satu (Ai <1). Resistansi masukan paling rendah, sedangkan resistansi keluaran paling tinggi di antara ketiga konfigurasi
  • 19.
    Penguat FET (Field-Effect Transistor) Operasi penguat FET menyerupai penguat BJT Bedanya:  BJT merupakan komponen terkendali arus  FET adalah komponen terkendali tegangan  Impedansi masukan penguat FET jauh lebih tinggi dibandingkan penguat BJT
  • 20.
    Penguat FET (Field-Effect Transistor) Penguat BJT dibedakan dalam tiga konfigurasi (Common Emitter/CE, Common Colector/CC dan Common Base/CB),  Penguat FET juga dibedakan dalam tiga konfigurasi, yaitu penguat source bersama (Common Source/CS), penguat drain bersama (Common Drain/CD), dan penguat gate bersama (Common Gate /CG)
  • 21.
    Model Sinyal Keciluntuk JFET/MOSFET Model sinyal kecil FET Arus drain Id ditentukan oleh nilai tegangan gate-source Vgs dan tegangan drain-sorce Vds
  • 22.
    Penguat Source Bersama (CommonSource/CS) Untai penguat source bersama
  • 23.
    Penguat Source Bersama (CommonSource/CS) Untai ekivalen ac nya
  • 24.
    Penguat Source Bersama (CommonSource/CS)  Tegangan keluaran Vo = - gm Vgs. R’  Peroleh tegangan  Resistansi keluaran
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    Penguat Drain Bersama (CommonDrain/CD)  Tegangan keluaran adalah: Vo = gm Vgs Rs' Vo = gm Rs' (Vi –Vo  Peroleh tegangan adalah: 𝐴 𝑣 = 𝑉𝑜 𝑉𝑖 = 𝑔𝑚 𝑅 𝑠 ′ 1 + 𝑔𝑚 𝑅 𝑠 ′ = 𝑅 𝑠 ′ 𝑅 𝑠 ′ + 1 𝑔𝑚
  • 28.
    Penguat Drain Bersama (CommonDrain/CD) Resistansi keluaran dihitung dengan membuat Vi = 0 dan menghubungkan keluaran penguat dengan sumber tegangan V2 𝑅 𝑜 = 𝑉2 𝐼2 = 1 1 𝑅 𝑠 ′ + 𝑔𝑚 = 𝑅 𝑠 ′ 1 𝑔𝑚 𝑅 𝑠 ′ + 1 𝑔𝑚 = 𝑅 𝑠 ′ 1 𝑔𝑚
  • 29.
    Penguat Gate Bersama (CommonGate /CG) Penguat gate bersama
  • 30.
    Penguat Gate Bersama (CommonGate /CG) Untai ekuivalen ac dengan sumber arus terkendali tegangan
  • 31.
    Penguat Gate Bersama (CommonGate /CG)  Peroleh tegangan Av adalah: 𝐴 𝑣 = 𝑉𝑜 𝑉𝑖 = (𝑔𝑚 + 1 𝑟𝑑 ) ( 1 𝑅 𝐷 ′ + 1 𝑟𝑑 )  Resistansi masukan dihitung dengan mengganti sumber arus (gm Vgs) antara drain-source dengan sumber tegangan (gm rd Vgs) dan resistansi rd yang terhubung seri dengan sumber tegangan tersebut
  • 32.
    Penguat Gate Bersama (CommonGate /CG) Sumber arus gm Vgs diganti dengan sumber tegangan gm rd Vgs untuk memudahkan analisis
  • 33.
    Penguat Gate Bersama (CommonGate /CG)  𝐼𝑖 = 𝑉 𝑖 𝑅 𝑠 + 𝑉 𝑖+𝑔𝑚 𝑟𝑑 𝑉 𝑖 rd+𝑅 𝐷 ′  Resistansi masukan dapat dihitung sebagai berikut:  𝑅𝑖 = 𝑉 𝑖 𝐼 𝑖 = 𝑅 𝑠( 𝑟𝑑+ 𝑅 𝐷 ′ ) rd+𝑅 𝐷 ′ +𝑅 𝑠+𝑔𝑚 𝑟𝑑 𝑅 𝑠 Jika rd >> maka:  𝑅𝑖 ≫ 𝑅 𝑠 1+𝑔𝑚 𝑅 𝑠 = 𝑅 𝑠 1 𝑔𝑚 𝑅 𝑠+ 1 𝑔𝑚 = 𝑅 𝑠 1 𝑔𝑚
  • 34.
    Penguat Gate Bersama (CommonGate /CG) Resistansi keluaran dihitung dengan membuat Vi = - Vgs = 0 , RL dibuka , dan kemudian diberikan sumber tegangan V, pada keluaran 𝑅 𝑜 = 𝑉2 𝐼2 = 𝑟𝑑 𝑅 𝐷 rd+𝑅 𝐷 = 𝑟𝑑 𝑅 𝐷
  • 35.
    Penguat dengan Operational Amplifier Op-ampini memiliki dua jenis masukan, yaitu V1 yang merupakan masukan nonpembalik (non- inverting input) (+) dan V2 yang merupakan masukan pembalik (inverting input) (-), serta sebuah keluaran Vo
  • 36.
    Penguat dengan Operational Amplifier Karakteristikstandar sebuah Op-Amp yang secara umum telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya Keterangan gambar:  Zin yang ideal nilainya ∞ (tak berhingga)  Zout yang ideal nilainya 0 (nol)  AOL yang ideal nilainya ∞ (tak berhingga)
  • 37.
    Penguat dengan Operational Amplifier Penguat Inverting Penguat inverting adalah ekuivalen dengan penguat emiter bersama atau penguat source bersama
  • 38.
    Penguat Inverting Karena Vopada resistor umpan-balik Rf, maka:  Vo= -I2R2 Karena Vi pada resistor masukan Ri, maka:  Vi = I1 RI Karena Op-Amp mempunyai R in sangat tinggi, maka I in mendekati nol. Karena itu II = 12 dan dapat ditulis  Vo = -I1R2
  • 39.
    Penguat Inverting Gain teganganloop tertutup (ACL ) CMRR (Common Mode Rejection Ratio) Penguat Inverting
  • 40.
    Penguat Inverting  CMRRpenguat:  Tampak bahwa CMRR penguat jauh lebih kecil dari pada CMRROp-Amp
  • 41.
    Penguat dengan Operational Amplifier Penguat Non Inverting Sinyal masukan dihubungkan ke masukan non inverting, sehingga sinyal keluaran mempunyai fase yang sama dengan sinyal masukan
  • 42.
    Penguat Non Inverting Diasumsikanuntai masukan diferensial ideal,  maka V in inverting = V in non inverting.  Karena itu V in inverting = V sinyal masukan Vi. R in Op- Amp sangat tinggi  maka I in Op- Amp mendekati nol.  Sehingga I pada R1 = I pada R2 yaitu:  𝐼1 = 𝐼2 atau 𝑉 𝑖 𝑅1 = 𝑉𝑜−𝑉 𝑖 𝑅2 Peroleh tegangan kalang tertutup adalah:  𝐴 𝐶𝐿 = 𝑉𝑜 𝑉1 = 1 + 𝑅2 𝑅1  𝐴 𝐶𝐿 ≥ 1
  • 43.
    Penguat Non Inverting Resistansi masukan dan resistansi keluaran Resistansi masukan penguat non inverting sangat tinggi karena sinyal masukan diberikan langsung ke Op- Amp. Resistansi keluaran penguat non inverting mendekati sama dengan resistansi keluaran Op- Amp atau rendah. Maka penguat non inverting dapat digunakan untuk untai penyangga (buffer)
  • 44.
    Penguat Non Inverting Pengikut Tegangan/Penguat Penyangga (Voltage Follower) Peroleh tegangan untuk pengikut tegangan: 𝐴 𝐶𝐿 = 1 + 𝑅2 𝑅1 = 1 + 0 ∞ = 1 𝐶𝑀𝑅𝑅 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡 𝑡𝑒𝑔 = 𝐴 𝐶𝐿 𝐴 𝐶 = 1 𝐴 𝐶
  • 45.
    Penguat Penjumlah (Summing Amplifier) Penguatpenjumlah mempunyai keluaran yang sebanding dengan jumlah masukan
  • 46.
    Penguat Penjumlah (Summing Amplifier) Tegangankeluaran penguat penjumlah dapat ditulis:  𝑉𝑜 = −𝐼𝑓 𝑅𝑓  𝑉𝑜 = − 𝑅 𝑓 𝑅1 𝑉1 + 𝑅 𝑓 𝑅2 𝑉2 + 𝑅 𝑓 𝑅3 𝑉3 Jika R1 = R2 = R3 = R maka: 𝑉𝑜= − 𝑅 𝑓 𝑅 𝑉1 + 𝑉2 + 𝑉3 Karena itu keluaran akan sebanding dengan jumlah masukan
  • 47.
    Penguat Differensial (Difference Amplifier) Penguatdifferensial atau penguat bedaan mempunyai keluaran yang sebanding dengan bedaan sinyal masukan
  • 48.
    Penguat Differensial (Difference Amplifier) Tegangankeluaran Vo diperoleh:  𝑉𝑜= − 𝑅2 𝑅1 𝑉1 + 1 + 𝑅2 𝑅1 𝑅4 𝑅3+𝑅4 𝑉2 Jika 𝑅1 𝑅2 = 𝑅3 𝑅4 ; Maka 𝑉𝑜 = 𝑅2 𝑅1 𝑉2 − 𝑉1 Terlihat bahwa tegangan keluaran sebanding dengan bedaan tegangan masukan
  • 49.
    Integrator Integrator adalah untaiyang dapat melakukan operasi integrasi matematis pada sinyal masukan
  • 50.
    Integrator  𝑖 (𝑡)= 𝑉 𝑖(𝑡) 𝑅 Dan 𝑉𝑜 𝑡 = − 1 𝐶 𝑓 𝑖 𝑑𝑡 = − 1 𝑅𝐶 𝑓 𝑣𝑖 𝑡 𝑑𝑡 Terlihat bahwa tegangan keluaran integrator sebanding dengan integral tegangan masukan. Karena masukan integrator diberikan ke masukan inverting op-amp, maka keluaran integrator berbeda fase 180° terhadap masukan
  • 51.
    Diferensiator Diferensiator adalah untaiyang keluarannya sebanding dengan laju perubahan sinyal masukan
  • 52.
    Diferensiator  𝑖 𝐶= 𝑖 𝑅 Atau 𝐶𝑖 𝑑 𝑣 𝑖(𝑑𝑡) 𝑑𝑡 = − 𝑣𝑜(𝑡) 𝑅 𝑓 maka 𝑣𝑜 𝑡 = −𝑅𝑓 𝐶𝑖 𝑑 𝑣𝑖(𝑡) 𝑑𝑡 Sehingga keluaran diferensiator sebanding dengan derivatif masukan. Untai diferensiator dapat distabilkan dengan memasang resistor Ri yang seri terhadap kapasitor Ci
  • 53.
    Komparator (rangkaian pembanding) Pada umumnyapenguat operasional digunakan sebagai komparator untuk membandingkan amplitudo suatu tegangan dengan amplitudo tegangan yang lain.  Komparator open loop Bila tegangan pada input inverting (V1) lebih positif dari pada input non inverting (V2), maka outputnya akan sama dengan (-Vsat). Bila tegangan pada input inverting (V1) lebih negatif dari pada input non inverting (V2), maka outputnya akan sama dengan (+Vsat).
  • 54.
  • 55.
    Komparator (rangkaian pembanding)  Komparatorclose loop Jika V2=V1 ,maka Vo=0 Jika V2<V1 ,maka Vo<0 Jika V2>V1 ,maka Vo>0  𝑉𝑜𝑢𝑡 = − 𝑅 𝑜1 𝑅 𝑖1 𝑉1 + 𝑅 𝑜2 𝑅 𝑖2+𝑅 𝑜2 𝑅 𝑖1+𝑅 𝑜1 𝑅 𝑖1 𝑉2
  • 56.
    Komparator close loop JikaRo1= Ro2 = Ri1= Ri2; maka 𝑉𝑜𝑢𝑡 = 𝑉2 − 𝑉1 sehingga tegangan outputnya adalah:  𝑉𝑜𝑢𝑡= − 𝑅 𝑜1 𝑅 𝑖1 (𝑉2−𝑉1)
  • 57.
  • 58.
    Penyearah (Rectifier)  PenyearahGelombang Penuh  Penyearah dengan pembalik fasa
  • 59.
    Penyearah (Rectifier)  PenyearahJembatan Penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge). Pada dioda bridge, hanya ada 2 dioda saja yang menghantarkan arus untuk setiap siklus tegangan AC sedangkan 2 dioda lainnya bersifat sebagai isolator pada saat siklus yang sama.
  • 60.
  • 61.
    TERIMA KASIH Mudah –Mudahan Anda Sukses