Bahan Ajar 
’’VEKTOR’’ 
1. Pengertian vektor 
a. Besaran skalar dan besaran vektor 
Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai 
(tidak memiliki arah ) contohnya massa, waktu, volume, kelajuan, massa 
jenis, daya.energi,suhu, panjang pensil 20 cm, dan volume bak mandi 1.000 
liter. 
Besaran skalar selalu bernilai positif. 
Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah Misalnya Ama 
menempuh perjalanan sejauh 3 km kea rah timur 
Mengambar vektor 
Sebuah vector digambarkan dengan sebuah anah panah yang terdiri atas 
pangkal vector,panjang vector danarah vector. Arah anak panah menunjukan 
nilai dan harga vector, semakin panjang gambar vector semakin besar 
nilainya 
Pangkal 
vektor 
Panjang 
vektor 
b. Penulisan notasi vektor 
Arah 
vektor 
Notasi besaran vektor dapat berupa huruf capital atau huruf kecil. Berupa 
huruf yang bertanda panah diatas misalnya A  
 
untuk tulisan cetak 
atau a 
notasi tersebut biasanya dicetak tebal, misalnya A atau a 
Dua buah vektor dikatakan sama besar apabila nilai dan arahnya sama 
perhatikan gambar dibawah vektor A sama dengan vektor B karena dua 
c. Dua vector sama 
4 m 
A 
4 m 
B 
vector A dan B memiliki besar dan arah sama. dua vector dikatakan sama 
jika besar dan arah kedua vector sama meskipnpangkal vektornya berbeda.
d. Dua vector berlawanan 
A 
B 
3m 
3m 
Vector A dan B memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah, dua 
vector dikatkan berlawanan jika arahnya berlawanan meskipun besar 
kedua vector sama. 
2. Penjumlahan dan selisi vektor 
Dua buah vector atau lebih dapat dijumlahkan atau dikurangkan, hail 
penjumlahan dan pengurangan di sebut resultan vektor untuk menghitung 
resultan vector dapat digunakan tiga metode yaitu, segitiga, jajargenjang dan 
poligon 
a. Melukis penjumlahan dua vector yang segaris dan searah 
5N 
A 
3N 
B 
A B 
C 
Misalkan dua buah vector A=5N dan vector B = 3N kedua vektor tersebut 
searah dan kita dapat menjumlahkan dengan cara melukisnya. 
Cara melukis penjumlahan vector tersebut adalah dengan meletakan pangkal 
vector B pada ujung vector A. selanjutnya pangkal vector A ditarik garis 
lurus sampai ujung vector B hasil penjumlahan vektor tersebut adalah vektor 
C. arah vektor C searah dengan vektor A dan vektor B mka C=A+B 
b. Melukis penjumlahan dua vector yang segaris dan berlawanan arah 
A 
B 
5N 
-3N 
B A 
C=A+B
Melukis penjumlahan dua vector yang segaris dan berlawaan arah sama 
dengan cara melukis penjumlahan dua vector yang segaris dan searah. 
Pangkal vector kedua diletakan pada ujung vector pertama besar vector hasil 
penjumlahan adalah panjang garis dari pangkal vekto pertama sampai ujung 
vector kedua 
Misalnya dua vector A= 5N dan vector B =-3N. (seperti gambar diatas) hasil 
penjumlahan vector A dan B adalah vector C . Jadi vector C=A+(-B) 
c. Penjumlahan dan selisih vector dengan metode segitiga 
Untuk mengetahui jumlah dua buah vektor Anda dapat menggunakanmetode 
segitiga. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 
1) Lukislah vektor pertama sesuai dengan nilai dan arahnya, misalnya A 
2) Lukislah vektor kedua, misalnya B, sesuai nilai dan arahnya dengan titik 
tangkapnya berimpit pada ujung vektor pertama! 
3) Hubungkan titik tangkap vektor pertama (A) dengan ujung vektorkedua 
(B)! 
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut! 
Selisih dua buah vektor dapat diketahui dengan cara seperti penjumlahan 
vektor. Misalnya, selisih dua buah vektor A dan B adalah C, juga dapat 
dinyatakan C = A – B atau C = A + (-B). Hal ini menunjukan bahwa selisih 
antara vektor A dan B adalah hasil penjumlahan vektor A dan -B, dengan -B 
adalah vektor yang berlawanan arah dengan B tetapi nilainya sama dengan B. 
Perhatikan gambar berikut! 
d. Metode jajargenjang 
Anda dapat memperoleh resultan dua buah vektor dengan metode. Pada
metode jajargenjang terdapat beberapa langkah, yaitusebagai berikut. 
1) Lukis vektor pertama dan vektor kedua dengan titik pangkal berimpit 
2) Lukis sebuah jajargenjang dengan kedua vektor tersebut sebagai sisi- 
3) Resultan kedua vektor adalah diagonal jajargenjang yang titik 
pangkalnya sama dengan titik pangkal kedua vektor. Perhatikan (Gam-e. 
Metode poligon 
Metode poligon dapat digunakan untuk menjumlahkan dua buah vektoratau 
lebih, metode ini merupakan pengembangan dari metode segitiga. 
Langkah-langkah menentukan resultan beberapa vektor dengan metode 
1) poligon adalah sebagai berikut. 
2) Lukis vektor pertama 
3) Lukis vektor kedua, dengan pangkalnya berimpit di ujung vektor pertama 
4) Lukis vektor ketiga, dengan pangkalnya berimpit di ujung vektor 
keduadan seterusnya hingga semua vektor yang akan dicari resultannya 
telah dilukis 
5) Vektor resultan atau vektor hasil penjumlahannya diperoleh dengan 
menghubungkan pangkal vektor pertama dengan ujung dari vektor yang 
terakhir dilukis 
3. Metode analitis 
1) Menentukan resultan vector dengan mengunakan rumus kosinus 
Untuk menentukan vektor resultan secara matematis dapat Anda gunakan 
rumus kosinus, yaitu sebagai berikut. 
2 . cos 1 2 1 2 R  F F  F F 
Keterangan:
R = Resultan 
F1 = Vektor pertama 
F2 = vector kedua 
α = sudut apit 
contoh soal 
Diketahui dua buah vektor, masing-masing besarnya 8 N dan 6 N.Tentukan 
nilai resultan kedua α vektor tersebut, jika titik pangkalnya berimpit dan 
membentuk sudut 600! 
Diketahui : F1 = 8 N, F2 = 6 N, α = 60 
Ditanyakan : R = ...? 
Penyelesaian 
    
R F F F F 
1 2 1 2 
   
8 6 2.8.6cos 60 
   
64 36 48 
N 
148 
2 . cos 
2 2 0 
 
Jadi resultanya adalah 148 N 
2) Menentukan arah resultan vector dengan rumus sinus 
Anda ketahui bahwa vektor merupakan besaran yang mempunyai nilai dan 
arah. Untuk menentukan arah dari vektor resultan terhadap salah sa-tu 
vektor komponennya dapat digunakan persamaan sinus. 
PerhatikanGambar dibawah ini 
Diketahui dua buah vektor, F1 dan F2 membentuk sudut α. Sudut antara 
vektor resultan (R) dengan vektor F1 adalah β, sedangkan sudut antara 
resultan (R) dan vektor F2 adalah α-β. Secara matematis persamaan ini dapat 
ditulis sebagai berikut: 
R F F  
1 2 
    
sin sin 
 
 
α 
α-β 
β 
R 
F2 
F2
Contoh Soal : 
Diketahui dua buah vektor masing-masing panjangnya 8 cm dan 6 
cm.Jika kedua vektor berimpit dan saling tegak lurus, maka tentukan 
arah resultan vektor tersebut terhadap kedua vektor tersebut! 
Diketahui : 
F1 = 8 cm 
F2 = 6 cm 
α = 90° (tegak lurus) 
Ditanya: 
a. β 
b. α 
cari terlebihdahulu resultan kedua vector 
    
R F F F F 
1 2 1 2 
   
8 6 2.8.6cos90 
   
64 36 0 
100 
N 
10 
2 . cos 
2 2 0 
 
 
a. Arah vektor resultan (R) terhadap vektor F1. 
R F 
  
sin sin 
 
sin sin 
sin 
R F 
8 sin 90 
 
 
 
sin 0,8 
0 
0 
2 
2 
2 
53 
10 
sin 
 
 
 
 
 
 
 
  
R 
F 
b. Arah resultan vektor (R) terhadap vektor F1. 
  
   
0 0 
37 
90 53 
 
0 
 
 
4. Mengurai Vektor 
Setelah memahami cara menjumlahkan vektor, Anda akanmempelajari cara 
menguraikan sebuah vektor. Sebuah vektor dapatdiuraikan menjadi dua buah 
vektor atau lebih. Pada materi ini, Anda 
hanya akan mempelajari cara menguraikan sebuah vektor menjadi duabuah 
vektor yang saling tegak lurus, yaitu pada sumbu X dan sumbu Y. 
1) Menentukan komponen vektor yang besar dan arahnya diketahui 
Vektor komponen adalah dua buah vektor atau lebih yang menyusun sebuah 
vektor. Setiap vektor dapat diuraikan menjadi dua buah vektoryang saling 
tegak lurus. Perhatikan Gambar dibawah 
y 
F 
Misalkan, diketahui sebuah vektor F yang dapat diuraikan menjadi vektor 
komponen pada sumbu X, yaitu Fx dan vector komponen pada sumbu Y, 
yaitu Fy. Jika sudut antara vektor F dengan sumbu X positif adalah α , 
maka besar vektor komponen Fx dan Fy dapat Anda peroleh dengan 
menggunakan persamaan sinusdan kosinus. 
 
cos 
 
sin 
F F 
x 
 
F F 
y 
 
Contoh soal : 
Tentukan besar komponen-komponen vektor dari sebuah vector gaya 
sebesar 20 N pada arah 60° terhadap sumbu X positif! 
Diketahui : F = 20 N 
α = 60° 
Ditanyakan : 
a. Fx = ...? 
b. Fy = ...? 
Jawab : 
x 
Fy 
Fx 
α
 cos 
 
20cos60 
N 
F F x 
10 
2 
20. 1 
0 
 
 
 
 sin 
 
20cos 60 
2 3 
N 
F F y 
20. 1 
10 3 
0 
 
 
 
2) Menentukan besar dan arah sebuah vector jika kedua vector komponennya 
diketahui 
Misalkan, jika komponen-komponen vektor F adalah Fx dan Fy, maka besar 
vektor F dapat ditentukan dengan menggunakan dalil Phytagoras pada 
segitiga siku-siku. Arah vektor tersebut dapat ditentukan dengan 
menggunakan perbandingan trigonometri tangen. 
Besar vektor F adalah sebagai berikut : 
2 2 
x y F  F F 
Arah vektor F adalah sebagai berikut : 
y 
F 
x 
F 
tan  
Untuk menentukan arah vektor (sudut yang dibentuk terhadap sumbu X 
positif) kamu harus memperhatikan tanda Fx dan Fy, tanda tersebut akan 
membantu Anda dalam menentukan kuadran dalam vektor koordinat. 
Perhatikan tabel dan gambar berikut! 
Kuadran I II III IV 
Fx + - - + 
Fy + + - - 
Kuadran II 
900≤θ≤1800 
Kuadran III 
1800≤θ≤2700 
Kuadran I 
00 ≤θ≤900 
Kuadran I 
2700 ≤θ≤900
Contoh soal 
Tentukan resultan dan arah vector gaya F, jika diketahui vector komponenya 
sebesar 8N dan 6N 
Diketahui : Fx = 8 N 
Fy = 6 N 
Ditanyakan: 
a. F = ...? 
b. tanα = ...? 
Jawab : 
a. 
  
F F Fx y 
  
82 62 
100 
N 
10 
2 2 
 
 
b. 
y 
F 
8 
6 
36,980 
tan 
 
 
 
 
 
x 
F 
3) Menjumlahkan vektor melalui vektor-vektor komponennya 
Menjumahkan sejumlah vektor dapat dilakukan dengan menguraikan 
setiap vektor menjadi komponen-komponennya ke sumbu x dan sumbu y 
pda koordinat kartesius, metode seperti ini disebut meted uraian 
Berikut ini adalah tahap-tahap untuk mencari besra dan arah vektor 
resultan dengan metode uraian 
1. Buat koordinat ksrtesius x-y 
2. Letakan titik tangkap semua vektor terhadap titik asal (0,0). Ingat arah 
vektor tidak boleh diubah 
3. Uraikan setiap vektor, yang tidak berimpit dengan sumbu x dan sumbu 
ymenjadi komponen- komponenya pada sumbu x dan sumbu y 
4. Tentukan komponen resultan vektor pada setiap sumbu misalnya: 
a. ΣRx= resultan vektor-vektor komponen pada sumbu x 
b. ΣRy= resultan vektor-vektor komponen pada sumbu y 
5. Besar resultan vektornya 
 2  2     X Y R R R 
Dan arahnya terhadap sumbu X positif
  
 
X 
R 
Y 
R 
tan 
contoh soal 
Tiga buah vektor gaya masing-masing besarnya F1= 10 N, F2 = 30 N, dan 
F3 = 20 N. 
Arah ketiga vektor tersebut ditunjukkan pada gambar. Tentukanlah 
resultan ketiga 
vektor tersebut (besar dan arahnya). 
Diketahui : F1= 10 N, F2 = 30 N, dan F3 = 20 N. 
Ditanya : Resultan dan arah vektor dengan menguraikan vektor 
berdasarkan komponennya? 
Besaran komponen- komponen setiap vektor adalah 
F F N N X cos370 10 0,8 8 
1 1     
F F c N N Y Y sin 370 10 0,6 6 
1     
F F N N X cos 530 30 0,6 18 
2 2    
F F N N y sin 530 30 0,8 24 
2 2     
F F N N X cos 370 20 0,8 12 
3 3     
F F N N y sin370 20 0,8 16 
3 3     
Resultan pada sumbu X dan Y 
R F F F N X X X X 8 18 12 22 1 2 3          
R F F F N Y Y Y Y 6 18 12 18 1 2 3         
maka besarnya resultan 3 buah vektor adalah… 
    
    
    
R R RX Y 
22 18 2 2 
   
  
484 324 
N N 
N 
808 
N 
28,4 
2 2 
 
 
Arah Terhadap Sumbu X Positif 
 R 
 X 
N 
 
tan     
0,82 2190 
18 
22 
 
   
N 
R 
Y 
Soal Latihan 
1. Diketahui vektor M lukislah vektor-vektor berikut 
a. –M 
b. 3M 
c. -2M 
2. Dua buah vektor gaya F1 dan F2 masing-masing besarnya 3N dan 4N dan bekerja 
pada suatu benda dengan titik angkap berimpit, jika sudut apit antara jkedua buah 
vektor itu 600 tentukan resultan vektor dan arah vektor 
3. Tentukan besar dan arah vektor serta gambarkan jika komponenya sebagai berikut 
a. Vx =4cm dan Vy =6cm 
b. Fx =6N dan Fx =-8 N 
4. Tiga vektor masing-masing F1= 10 N, F2= 16 N, dan F3= 12 N, disusun seperti 
pada gambar. Jikaα=370 ,hitunglah besar resultan dan arah ketiga vektor tersebut 
RANGKUMAN 
2cm
1. Besaran scalar adalah bearan yang hanya memiliki besar atau nilai dan tidak 
memiliki arah contohnya massa waktu,suhu, jarak, massa jenis, dan lain-lain 
2. Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah contohnya 
perpindahan,kecepatan, percepatan,momentum dan momen 
3. Resultan vektor merupakan jumlah dari dua atau lebih vektor. 
4. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, antar lain, metode, 
poligon, jajar genjang dan analitis. 
5. Menentukan resultan dan arah vektor dengan mengunakan rumus kosinus dan 
sinus 
2 . cos 1 2 1 2 R  F F  F F 
R F F  
1 2 
    
sin sin 
 
 
6. Sebuah vektor f dapat diuraikan kedalam komponennya misalya vektor Fx dan Fy 
pada bidang koordinad kartesian Fx adalah kompnen vektor F pada sumu x dan Fx 
adaah komponen vektor F pada sumbu y 
7. komponen vektor adalah dua buah vektor atau lebih yang menyusun sebuh vector 
8. Rumus mencari resultan vektor dan arah vektor berdasarkan omponennya adalah 
2 2 
X Y F  F  F 
Arah vektor F adalah sebagai berikut : 
y 
F 
x 
F 
tan 

BAHAN AJAR VEKTOR

  • 1.
    Bahan Ajar ’’VEKTOR’’ 1. Pengertian vektor a. Besaran skalar dan besaran vektor Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai (tidak memiliki arah ) contohnya massa, waktu, volume, kelajuan, massa jenis, daya.energi,suhu, panjang pensil 20 cm, dan volume bak mandi 1.000 liter. Besaran skalar selalu bernilai positif. Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah Misalnya Ama menempuh perjalanan sejauh 3 km kea rah timur Mengambar vektor Sebuah vector digambarkan dengan sebuah anah panah yang terdiri atas pangkal vector,panjang vector danarah vector. Arah anak panah menunjukan nilai dan harga vector, semakin panjang gambar vector semakin besar nilainya Pangkal vektor Panjang vektor b. Penulisan notasi vektor Arah vektor Notasi besaran vektor dapat berupa huruf capital atau huruf kecil. Berupa huruf yang bertanda panah diatas misalnya A   untuk tulisan cetak atau a notasi tersebut biasanya dicetak tebal, misalnya A atau a Dua buah vektor dikatakan sama besar apabila nilai dan arahnya sama perhatikan gambar dibawah vektor A sama dengan vektor B karena dua c. Dua vector sama 4 m A 4 m B vector A dan B memiliki besar dan arah sama. dua vector dikatakan sama jika besar dan arah kedua vector sama meskipnpangkal vektornya berbeda.
  • 2.
    d. Dua vectorberlawanan A B 3m 3m Vector A dan B memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah, dua vector dikatkan berlawanan jika arahnya berlawanan meskipun besar kedua vector sama. 2. Penjumlahan dan selisi vektor Dua buah vector atau lebih dapat dijumlahkan atau dikurangkan, hail penjumlahan dan pengurangan di sebut resultan vektor untuk menghitung resultan vector dapat digunakan tiga metode yaitu, segitiga, jajargenjang dan poligon a. Melukis penjumlahan dua vector yang segaris dan searah 5N A 3N B A B C Misalkan dua buah vector A=5N dan vector B = 3N kedua vektor tersebut searah dan kita dapat menjumlahkan dengan cara melukisnya. Cara melukis penjumlahan vector tersebut adalah dengan meletakan pangkal vector B pada ujung vector A. selanjutnya pangkal vector A ditarik garis lurus sampai ujung vector B hasil penjumlahan vektor tersebut adalah vektor C. arah vektor C searah dengan vektor A dan vektor B mka C=A+B b. Melukis penjumlahan dua vector yang segaris dan berlawanan arah A B 5N -3N B A C=A+B
  • 3.
    Melukis penjumlahan duavector yang segaris dan berlawaan arah sama dengan cara melukis penjumlahan dua vector yang segaris dan searah. Pangkal vector kedua diletakan pada ujung vector pertama besar vector hasil penjumlahan adalah panjang garis dari pangkal vekto pertama sampai ujung vector kedua Misalnya dua vector A= 5N dan vector B =-3N. (seperti gambar diatas) hasil penjumlahan vector A dan B adalah vector C . Jadi vector C=A+(-B) c. Penjumlahan dan selisih vector dengan metode segitiga Untuk mengetahui jumlah dua buah vektor Anda dapat menggunakanmetode segitiga. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 1) Lukislah vektor pertama sesuai dengan nilai dan arahnya, misalnya A 2) Lukislah vektor kedua, misalnya B, sesuai nilai dan arahnya dengan titik tangkapnya berimpit pada ujung vektor pertama! 3) Hubungkan titik tangkap vektor pertama (A) dengan ujung vektorkedua (B)! Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut! Selisih dua buah vektor dapat diketahui dengan cara seperti penjumlahan vektor. Misalnya, selisih dua buah vektor A dan B adalah C, juga dapat dinyatakan C = A – B atau C = A + (-B). Hal ini menunjukan bahwa selisih antara vektor A dan B adalah hasil penjumlahan vektor A dan -B, dengan -B adalah vektor yang berlawanan arah dengan B tetapi nilainya sama dengan B. Perhatikan gambar berikut! d. Metode jajargenjang Anda dapat memperoleh resultan dua buah vektor dengan metode. Pada
  • 4.
    metode jajargenjang terdapatbeberapa langkah, yaitusebagai berikut. 1) Lukis vektor pertama dan vektor kedua dengan titik pangkal berimpit 2) Lukis sebuah jajargenjang dengan kedua vektor tersebut sebagai sisi- 3) Resultan kedua vektor adalah diagonal jajargenjang yang titik pangkalnya sama dengan titik pangkal kedua vektor. Perhatikan (Gam-e. Metode poligon Metode poligon dapat digunakan untuk menjumlahkan dua buah vektoratau lebih, metode ini merupakan pengembangan dari metode segitiga. Langkah-langkah menentukan resultan beberapa vektor dengan metode 1) poligon adalah sebagai berikut. 2) Lukis vektor pertama 3) Lukis vektor kedua, dengan pangkalnya berimpit di ujung vektor pertama 4) Lukis vektor ketiga, dengan pangkalnya berimpit di ujung vektor keduadan seterusnya hingga semua vektor yang akan dicari resultannya telah dilukis 5) Vektor resultan atau vektor hasil penjumlahannya diperoleh dengan menghubungkan pangkal vektor pertama dengan ujung dari vektor yang terakhir dilukis 3. Metode analitis 1) Menentukan resultan vector dengan mengunakan rumus kosinus Untuk menentukan vektor resultan secara matematis dapat Anda gunakan rumus kosinus, yaitu sebagai berikut. 2 . cos 1 2 1 2 R  F F  F F Keterangan:
  • 5.
    R = Resultan F1 = Vektor pertama F2 = vector kedua α = sudut apit contoh soal Diketahui dua buah vektor, masing-masing besarnya 8 N dan 6 N.Tentukan nilai resultan kedua α vektor tersebut, jika titik pangkalnya berimpit dan membentuk sudut 600! Diketahui : F1 = 8 N, F2 = 6 N, α = 60 Ditanyakan : R = ...? Penyelesaian     R F F F F 1 2 1 2    8 6 2.8.6cos 60    64 36 48 N 148 2 . cos 2 2 0  Jadi resultanya adalah 148 N 2) Menentukan arah resultan vector dengan rumus sinus Anda ketahui bahwa vektor merupakan besaran yang mempunyai nilai dan arah. Untuk menentukan arah dari vektor resultan terhadap salah sa-tu vektor komponennya dapat digunakan persamaan sinus. PerhatikanGambar dibawah ini Diketahui dua buah vektor, F1 dan F2 membentuk sudut α. Sudut antara vektor resultan (R) dengan vektor F1 adalah β, sedangkan sudut antara resultan (R) dan vektor F2 adalah α-β. Secara matematis persamaan ini dapat ditulis sebagai berikut: R F F  1 2     sin sin   α α-β β R F2 F2
  • 6.
    Contoh Soal : Diketahui dua buah vektor masing-masing panjangnya 8 cm dan 6 cm.Jika kedua vektor berimpit dan saling tegak lurus, maka tentukan arah resultan vektor tersebut terhadap kedua vektor tersebut! Diketahui : F1 = 8 cm F2 = 6 cm α = 90° (tegak lurus) Ditanya: a. β b. α cari terlebihdahulu resultan kedua vector     R F F F F 1 2 1 2    8 6 2.8.6cos90    64 36 0 100 N 10 2 . cos 2 2 0   a. Arah vektor resultan (R) terhadap vektor F1. R F   sin sin  sin sin sin R F 8 sin 90    sin 0,8 0 0 2 2 2 53 10 sin          R F b. Arah resultan vektor (R) terhadap vektor F1.      0 0 37 90 53  0   
  • 7.
    4. Mengurai Vektor Setelah memahami cara menjumlahkan vektor, Anda akanmempelajari cara menguraikan sebuah vektor. Sebuah vektor dapatdiuraikan menjadi dua buah vektor atau lebih. Pada materi ini, Anda hanya akan mempelajari cara menguraikan sebuah vektor menjadi duabuah vektor yang saling tegak lurus, yaitu pada sumbu X dan sumbu Y. 1) Menentukan komponen vektor yang besar dan arahnya diketahui Vektor komponen adalah dua buah vektor atau lebih yang menyusun sebuah vektor. Setiap vektor dapat diuraikan menjadi dua buah vektoryang saling tegak lurus. Perhatikan Gambar dibawah y F Misalkan, diketahui sebuah vektor F yang dapat diuraikan menjadi vektor komponen pada sumbu X, yaitu Fx dan vector komponen pada sumbu Y, yaitu Fy. Jika sudut antara vektor F dengan sumbu X positif adalah α , maka besar vektor komponen Fx dan Fy dapat Anda peroleh dengan menggunakan persamaan sinusdan kosinus.  cos  sin F F x  F F y  Contoh soal : Tentukan besar komponen-komponen vektor dari sebuah vector gaya sebesar 20 N pada arah 60° terhadap sumbu X positif! Diketahui : F = 20 N α = 60° Ditanyakan : a. Fx = ...? b. Fy = ...? Jawab : x Fy Fx α
  • 8.
     cos  20cos60 N F F x 10 2 20. 1 0     sin  20cos 60 2 3 N F F y 20. 1 10 3 0    2) Menentukan besar dan arah sebuah vector jika kedua vector komponennya diketahui Misalkan, jika komponen-komponen vektor F adalah Fx dan Fy, maka besar vektor F dapat ditentukan dengan menggunakan dalil Phytagoras pada segitiga siku-siku. Arah vektor tersebut dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan trigonometri tangen. Besar vektor F adalah sebagai berikut : 2 2 x y F  F F Arah vektor F adalah sebagai berikut : y F x F tan  Untuk menentukan arah vektor (sudut yang dibentuk terhadap sumbu X positif) kamu harus memperhatikan tanda Fx dan Fy, tanda tersebut akan membantu Anda dalam menentukan kuadran dalam vektor koordinat. Perhatikan tabel dan gambar berikut! Kuadran I II III IV Fx + - - + Fy + + - - Kuadran II 900≤θ≤1800 Kuadran III 1800≤θ≤2700 Kuadran I 00 ≤θ≤900 Kuadran I 2700 ≤θ≤900
  • 9.
    Contoh soal Tentukanresultan dan arah vector gaya F, jika diketahui vector komponenya sebesar 8N dan 6N Diketahui : Fx = 8 N Fy = 6 N Ditanyakan: a. F = ...? b. tanα = ...? Jawab : a.   F F Fx y   82 62 100 N 10 2 2   b. y F 8 6 36,980 tan      x F 3) Menjumlahkan vektor melalui vektor-vektor komponennya Menjumahkan sejumlah vektor dapat dilakukan dengan menguraikan setiap vektor menjadi komponen-komponennya ke sumbu x dan sumbu y pda koordinat kartesius, metode seperti ini disebut meted uraian Berikut ini adalah tahap-tahap untuk mencari besra dan arah vektor resultan dengan metode uraian 1. Buat koordinat ksrtesius x-y 2. Letakan titik tangkap semua vektor terhadap titik asal (0,0). Ingat arah vektor tidak boleh diubah 3. Uraikan setiap vektor, yang tidak berimpit dengan sumbu x dan sumbu ymenjadi komponen- komponenya pada sumbu x dan sumbu y 4. Tentukan komponen resultan vektor pada setiap sumbu misalnya: a. ΣRx= resultan vektor-vektor komponen pada sumbu x b. ΣRy= resultan vektor-vektor komponen pada sumbu y 5. Besar resultan vektornya  2  2     X Y R R R Dan arahnya terhadap sumbu X positif
  • 10.
       X R Y R tan contoh soal Tiga buah vektor gaya masing-masing besarnya F1= 10 N, F2 = 30 N, dan F3 = 20 N. Arah ketiga vektor tersebut ditunjukkan pada gambar. Tentukanlah resultan ketiga vektor tersebut (besar dan arahnya). Diketahui : F1= 10 N, F2 = 30 N, dan F3 = 20 N. Ditanya : Resultan dan arah vektor dengan menguraikan vektor berdasarkan komponennya? Besaran komponen- komponen setiap vektor adalah F F N N X cos370 10 0,8 8 1 1     F F c N N Y Y sin 370 10 0,6 6 1     F F N N X cos 530 30 0,6 18 2 2    
  • 11.
    F F NN y sin 530 30 0,8 24 2 2     F F N N X cos 370 20 0,8 12 3 3     F F N N y sin370 20 0,8 16 3 3     Resultan pada sumbu X dan Y R F F F N X X X X 8 18 12 22 1 2 3          R F F F N Y Y Y Y 6 18 12 18 1 2 3         maka besarnya resultan 3 buah vektor adalah…             R R RX Y 22 18 2 2      484 324 N N N 808 N 28,4 2 2   Arah Terhadap Sumbu X Positif  R  X N  tan     0,82 2190 18 22     N R Y Soal Latihan 1. Diketahui vektor M lukislah vektor-vektor berikut a. –M b. 3M c. -2M 2. Dua buah vektor gaya F1 dan F2 masing-masing besarnya 3N dan 4N dan bekerja pada suatu benda dengan titik angkap berimpit, jika sudut apit antara jkedua buah vektor itu 600 tentukan resultan vektor dan arah vektor 3. Tentukan besar dan arah vektor serta gambarkan jika komponenya sebagai berikut a. Vx =4cm dan Vy =6cm b. Fx =6N dan Fx =-8 N 4. Tiga vektor masing-masing F1= 10 N, F2= 16 N, dan F3= 12 N, disusun seperti pada gambar. Jikaα=370 ,hitunglah besar resultan dan arah ketiga vektor tersebut RANGKUMAN 2cm
  • 12.
    1. Besaran scalaradalah bearan yang hanya memiliki besar atau nilai dan tidak memiliki arah contohnya massa waktu,suhu, jarak, massa jenis, dan lain-lain 2. Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah contohnya perpindahan,kecepatan, percepatan,momentum dan momen 3. Resultan vektor merupakan jumlah dari dua atau lebih vektor. 4. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, antar lain, metode, poligon, jajar genjang dan analitis. 5. Menentukan resultan dan arah vektor dengan mengunakan rumus kosinus dan sinus 2 . cos 1 2 1 2 R  F F  F F R F F  1 2     sin sin   6. Sebuah vektor f dapat diuraikan kedalam komponennya misalya vektor Fx dan Fy pada bidang koordinad kartesian Fx adalah kompnen vektor F pada sumu x dan Fx adaah komponen vektor F pada sumbu y 7. komponen vektor adalah dua buah vektor atau lebih yang menyusun sebuh vector 8. Rumus mencari resultan vektor dan arah vektor berdasarkan omponennya adalah 2 2 X Y F  F  F Arah vektor F adalah sebagai berikut : y F x F tan 