Film badge sebagai alat ukur radiasi (proteksi

2,571 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,571
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
82
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Film badge sebagai alat ukur radiasi (proteksi

  1. 1. FILM BADGESEBAGAI ALAT UKUR RADIASI (PROTEKSI RADIASI) OLEH : AGUNG NUGROHO . O
  2. 2. Dalam bidang proteksi radiasi berkaitan dengannilai batas dosis (NBD), alat ukur radiasi – proteksiradiasi dibagi menjadi dua:1. Alat Ukur Pasif. Alat ukur yang mana pembacaan hasil pengukurannya tidak dapat dibaca langsung melainkan harus melalui proses terlebih dahulu. Contoh: Film badge, TLD badge.2. Alat Ukur Aktif. Alat ukur yang dapat menunjukkan secara langsung hasil pengukuran radiasi yang diterima. Contoh: survey meter, dosimeter saku.
  3. 3. Karakteristik Film Badge :Film Badge merupakan salah satu alatukur radiasi yang digunakan untukmencatat dosis radiasi yang terakumulasiselama periode tertentu. Film badge iniringan, mudah dibawa dan mudahpenggunaannya. Disamping itu juga kuat ,dapat mengukur radiasi dari 10 mRemsampai dengan 20 Rem ( dan dapatdibaca ulang (Meredith, 1977).
  4. 4. Film badge dan holder
  5. 5. Kalibrasi Film Badgedengan phantom PMMA
  6. 6. Prosesing film badge
  7. 7. Proses pembentukan gambaranEmulsi terdiri dari kristal ionik Ag+ dan Br- dalam kisi kubus. Kehadiranimpuritas mengganggu permukaan kubus yang membentuk sensitivityspeck (bintik sensitif). Br- + hf → Br + e-Atom Br diserap oleh gelatin yang mengakibatkan emulsi melekat padadasar film. Elektron terperangkap oleh sensitivity speck dan menarikmuatan positif ion Ag+ sehingga menjadi atom Ag .Kristal dengan atom Agpada permukaannya disebut latent image. Proses pengembangan filmdengan cairan alkaline mengurangi Ag+ dan meninggalkan Ag yangmembentuk noda grain pada film. Film difiksasi dan diperkuat denganlarutan asam lemah. Kristal yang tidak mengandung latent image dicuci danmenghasilkan daerah terang dalam film.Bila waktu antara pembentukan latent image dengan pengembangan terlalulama, maka beberapa kristal kembali ke kondisi semula, mengakibatkancitra “faded” (meluruh). Bila developer sangat kuat, kristal tanpa latentimage ikut dikembangkan. Film yang tidak terkena paparan biladikembangkan, beberapa kristal menimbulkan kehitaman disebut fog(kabut). Tingkat fog meningkat dengan kondisi pengembangan yang tidaksesuai (suhu, developer terlalu kuat).
  8. 8. Control table pesawat 137Cs dan Farmer Dosemeter 2570
  9. 9. PENGUKURAN OUTPUT Cs 137
  10. 10. Pengukuran output pesawat 137CsP : 1013 mbarT : 21.9 oC X dosis Hp(10) Waktu waktu sinarCf : 1 (p) (q) ( r) ( p/q x r )Set time : 60 s 0.1 0.209966944 60 28.5759 0.2 0.209966944 60 57.1519 1.3.376 nC 0.3 0.209966944 60 85.7278 2.3.376 nC 3.3.376 nC 0.5 0.209966944 60 142.88 4.3.376 nC 0.75 0.209966944 60 214.319 5.3.376 nC 1 0.209966944 60 285.759 1.5 0.209966944 60 428.639 2 0.209966944 60 571.519rerata bacaan = 3.376 nC 5 0.209966944 60 1428.8 7.5 0.209966944 60 2143.19 = 51.4 µGy/nC x 3.376 nC 10 0.209966944 60 2857.59 = 173.5264 µGy 15 0.209966944 60 4286.39 = 0.1735264 mGy 20 0.209966944 60 5715.19 ≈ 0.1735264 mSv 30 0.209966944 60 8572.78Hp(10) = B x 1.21 = 0.1735264 mSv x 1.21 = 0.209966944 mSv
  11. 11. Kurvakalibrasifilmbadge
  12. 12. Rumus perhitungan nilai dosis film bade : dosis _ dural= (Dosis Sn/Pb) + + 50 dosis _ plastik 300mg − dosis _ dural 10
  13. 13. Hasil Interkomparasi Pemantauan Personal Dose EquivalentHp(10), Tahun 2008(Dianalisa berdasarkan Guide 43-1, ISO / IEC) Lab. 1 Lab. 2A Lab. 2B Lab. 3A BPFK JKT ∆ En ∆ En ∆ En ∆ EnDosis LMR -0,72 0,42 -1,13 0,72 2,08 1,33 1,62 0,79 3,89 mSv -0,53 0,30 -0,34 0,21 2,42 1,54 1,48 0,73±1,56 mSv 0,09 0,05 -0,66 0,42 2,24 1,39 1,48 0,73 -0,81 0,47 0,06 0,04 2,32 1,48 1,35 0,67Dosis LMR -0,05 0,06 0,10 0,18 0,07 0,09 -0,22 0,24 1,50 mSv -0,05 0,06 0,06 0,08 0,07 0,09 -0,20 0,21±0,74 mSv -0,05 0,06 -0,05 0,07 0,12 0,16 -0,22 0,24 -0,06 0,07 -0,03 0,04 0,11 0,15 -0,20 0,21Dosis LMR 1,63 0,43 -0,13 0,04 -0,29 0,09 -1,02 0,29 8,50 mSv 1,74 0,46 0,52 0,17 -0,39 0,13 -1,04 0,30±3,06 mSv 1,24 0,33 0,26 0,08 -0,15 0,05 -1,13 0,32 1,82 0,48 0,03 0,01 -0,26 0,08 -0,95 0,27
  14. 14. Kesimpulan :Dengan tahap-tahap tersebut diatas, maka hasil perhitungan film badge masih dapat digunakan sebagai indikator penerimaan dosis radiasi pada pekerja radiasi.Film Badge dengan segala keterbatasannya sampai saat ini masih dipakai dan diakui sebagai salah satu alat ukur radiasi (proteksi radiasi) oleh lembaga regulator (BAPETEN).

×