PASCASARJANA AGRONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2016
Josua Crystovel
150320160005
MIKOLOGI TANAMAN
Penicillium
Paecilomyces
Aspergillus
PENICILLIUM
Penicillium sp. adalah genus fungi dari ordo Hypomycetes, filum Ascomycota.
Penicillium sp. memiliki ciri hifa bersepta dan membentuk badan spora yang disebut
konidium. Konidium berbeda dengan sporangim, karena tidak memiliki selubung
pelindung seperti sporangium.
Morfologi
Tangkai konidium disebut konidiofor,
dan spora yang dihasilkannya disebut
konidia. Konidium ini memiliki cabang-
cabang yang disebut phialides sehingga
tampak membentuk gerumbul. Lapisan
dari phialides yang merupakan tempat
pembentukan dan pematangan spora
disebut sterigma.
Beberapa jenis Penicillium sp. yang
terkenal antara lain P. notatum yang
digunakan sebagai produsen antibiotik
dan P. camembertii yang digunakan
untuk membuat keju biru (Purves dan
Sadava, 2003).
Penicillium expansum
menyerang buah apel
Penicillium glaucum
menyerang buah jeruk
Penicillium digitatum
menyerang keju.
Mikotoksin
Beberapa spesies Penicillium memproduksi racun pada makanan/pakan ternak yang menyebabkan
keracunan pada manusia dan binatang. Konidia Penicillium menyerupai manik-manik kaca jika
dilihat dengan mikroskop (Dube, 1990). Banyaknya konidia yang berwarna hijau, biru, atau kuning
sangat berpengaruh pada warna dari berbagai spesies Penicillium.
Parasit Tanaman
Mold biru pada tanaman jeruk (P. italicum), mold hijau pada tanaman jeruk (P. digitatum), dan
kebusukan pada apel (P. expansum) merupakan beberapa penyakit yang disebabkan oleh
Penicillium. Beberapa spesies Penicillium dapat mengakibatkan produksi cacat pada makanan,
produk kulit, dan pakaian.
Penicillium sp. merupakan jamur yang
berkembang biak secara aseksual
dengan membentuk konidium yang
berada di ujung hifa. Setiap konidium
akan tumbuh menjadi jamur baru.
Konidium berwarna kehijauan dan
dapat hidup di makanan, roti, buah-
buahan busuk, kain, atau kulit.
Penicillin juga banyak tersebar di
alam secara alami dan penting dalam
mikrobiologi pangan. Kapang ini
sering menyebabkan kerusakan pada
sayuran, buah-buahan dan serealia.
Penicillium juga digunakan dalam
industri untuk memproduksi
antibiotik.
Fase Reproduksi Seksual dan Aseksual
Peran mikroba Penicillium
Mikroba penicillium banyak memiliki peran dalam
kehidupan terutama pada pembuatan atau sebagai
penghasil zat antibiotik yang dikenal dengan nama
penisillin, dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas
keju. Penisilin tidak akan bertahan cukup lama di
dalam tubuh manusia ( in vivo), untuk membunuh
bakteri secara efektif. Banyaknya penelitian yang
tidak bisa di simpulkan, mungkin karena penisilin
lebih banyak digunakan sebagai antiseptik. Mikroba
penicillium memiliki peran dibidan industri yaitu
untuk memproduksi susu, dan bisa juga untuk
pengawetan jus buah.
Penicillin memiliki keunggulan yang sangat
menonjol dalam mengeluarkan tindakan mematikan
pada organisme yang rentan dengan menghambat
sintesis peptidoglikan dinding sel mikroorganisme
sehingga dinding sel bakteri yang terbentuk akan
melemah yang akhirnya dapat mematikan bakteri
tersebut.
Mikroba penicillium cylopium dalam kehidupan
menyebabkan kerusakan pada bahan bakar dan
mesin.
PAECILOMYCES
Paecilomyces adalah jamur filamen kosmopolitan yang diisolasi dari bahan tanah dan
tanaman membusuk dan sering dikaitkan dalam pembusukan produk makanan dan
kosmetik. Spesies tertentu dari Paecilomyces parasit serangga. Paecilomyces biasanya
dianggap sebagai kontaminan serta jamur patogen jarang terjadi pada manusia.
Morfologi mikroskopis
Paecilomyces sp. adalah genus fungi dari ordo
Eurotiales, filum Ascomycota. Genus
Paecilomyces dapat dibedakan dari genus
Penicillium walaupun memiliki hubungan erat
satu phylum, perbedaannya yaitu dengan
memiliki panjang dan ramping phialides yang
berbeda dan koloni yang biasanya tidak pernah
bewarna hijau.
Morfologi mikroskopis Paecilomyces variotii
menunjukkan rantai phialoconidia bersel tunggal
(ameroconidia) diproduksi dalam suksesi
basipetal dari phialide a. Konidia terbentuk
dalam rantai dengan termuda di dasar yang
disebut basocatenate. Catatan phialides bengkak
di pangkalan mereka, secara bertahap meruncing
ke arah apeks mereka dan dapat membentuk kuas
- seperti penicillus.
Perkembangan koloni cepat tumbuh, seperti bubuk atau tepung, bewarna seperti
emas, hijau sedikit seperti emas, terkadang berwarna kuning-coklat, ungu atau cokelat,
tidak pernah hijau atau biru-hijau seperti pada Penicillium.
Memiliki bengkak pada phialides pangkal koloni, berbentuk secara bertahap meruncing
ke leher agak panjang dan sedikit ramping, dan terjadi solitarily koloni berpasangan,
sebagai verticils di kepala penicillate. Panjang, rantai kering bersel tunggal, hialin gelap,
halus atau kasar, bulat telur untuk fusoid konidia yang diproduksi dalam suksesi
basipetal dari phialides.
Genus Paecilomyces memiliki beberapa
spesies. Yang paling umum adalah spesies
Paecilomyces lilacinus dan Paecilomyces
variotii. Koloni morfologi dan fitur mikroskopis
spesies Paecilomyces dalam membedakan
spesies dari satu sama lain. Thermophilicity
adalah fitur lain yang bermanfaat yang
membantu dalam identifikasi spesies.
Paecilomyces crustaceus dan Paecilomyces
variotii keduanya termofilik yang mirip dan
berkembang dengan baik pada suhu 50 ° C
hingga 60 ° C.
Fase Reproduksi Seksual dan Aseksual
Nematoda (N) menempel pada bagisan sel sel tanaman kemudian menjadi Sel
Raksasa (GC) melalui proses yang kompleks. Floem (Ph) dan Xylem (Xy) yang
diserang disekitar sel raksasa (GC) oleh karena itu memungkinkan transfer nutrisi dan
air ke dalam sel raksasa (GC). Nematoda (N) pada gilirannya terhubung melalui bagian
mulut Nematoda kemudian menyerang sel raksasa sehingga mengambi persediaan
makanan dan air. Akhirnya struktur ini membengkak dan terlihat oleh mata telanjang
sebagai galls pada akar. Serangan menempel di dasar tanaman sistem vaskular dekat
ujung akar karena mereka (Nematoda) makan dari tanaman dan membengkak.
ASPERGILLUS
Aspergillus adalah suatu jamur yang termasuk dalam kelas Ascomycetes yang dapat
ditemukan dimana–mana di alam ini. Ia tumbuh sebagai saprofit pada tumbuh-tumbuhan
yang membusuk dan terdapat pula pada tanah, debu organik, makanan dan merupakan
kontaminan yang lazim ditemukan di rumah sakit dan Laboratorium.Aspergillus adalah
jamur yang membentuk filamen-filamen panjang bercabang, dan dalam media biakan
membentuk miselia dan konidiospora.
Morfologi:
Cici–ciri Aspergillus adalah mempunyai
hifa berseptat dan miselium bercabang,
sedangkan hifa yang muncul diatas
permukaan merupakan hifa fertil,
koloninya berkelompok, konidiofora
berseptat atau nonseptat yang muncul
dari sel kaki, pada ujung hifa muncul
sebuah gelembung, keluar dari
gelembung ini muncul sterigma, pada
sterigma muncul konidium–konidium
yang tersusun berurutan mirip bentuk
untaian mutiara, konidium–konidium ini
berwarna (hitam, coklat, kuning tua,
hijau) yang memberi warna tertentu
pada jamur. (Schlegel, 1994)
Reproduksi
- Vegetatif dengan cara konidia (spora besar) yang membesar dan
membentuk miselia haploid baru.
- Generatif pada miselia.
Aspergillus berkembang biak dengan pembentukan hifa atau tunas
dan menghasilkan konidiofora pembentuk spora. Sporanya tersebar
bebas di udara terbuka sehingga inhalasinya tidak dapat dihindarkan
dan masuk melalui saluran pernapasan ke dalam paru. (Tarigan,
1991)
Fase perkembangbiakan aseksual
Aspergillus menghasilkan konidium
yang disangga konodiofor. Ujung
konidiofornya berbentuk seperti
bola dengan sejumlah cabang yang
masing- masing menyangga ranting
konidium. Aspergillus sp
merupakan saprofit dan parasit.
Aspergillus mempunyai konidium
di bagian ujungnya dan mempunyai
hifa bersekat serta bersepta.
Aspergillus bersifat aerobik dan ditemukan di hampir semua lingkungan yang
kaya oksigen, dimana mereka umumnya tumbuh sebagai jamur pada permukaan
substrat, sebagai akibat dari ketegangan oksigen tinggi. habitatnya adalah di
daerah yang lembab dan dapat hidup pada buku, kayu dan pakaian, dapat hidup
di daerah tropis dan subtropis tergantung pada kondisi lingkungan. Jamur ini
tumbuh sebagai saproba pada berbagai macam bahan organik, seperti roti, olahan
daging, butiran padi, kacang-kacangan, makanan dari beras atau ketan, dan kayu.
Fase Reproduksi Seksual dan Aseksual
Penicillium Paecilomyces Aspergillus
Penicillium Paecilomyces Aspergillus

Penicillium Paecilomyces Aspergillus

  • 1.
    PASCASARJANA AGRONOMI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITASPADJADJARAN SUMEDANG 2016 Josua Crystovel 150320160005 MIKOLOGI TANAMAN Penicillium Paecilomyces Aspergillus
  • 2.
    PENICILLIUM Penicillium sp. adalahgenus fungi dari ordo Hypomycetes, filum Ascomycota. Penicillium sp. memiliki ciri hifa bersepta dan membentuk badan spora yang disebut konidium. Konidium berbeda dengan sporangim, karena tidak memiliki selubung pelindung seperti sporangium.
  • 3.
    Morfologi Tangkai konidium disebutkonidiofor, dan spora yang dihasilkannya disebut konidia. Konidium ini memiliki cabang- cabang yang disebut phialides sehingga tampak membentuk gerumbul. Lapisan dari phialides yang merupakan tempat pembentukan dan pematangan spora disebut sterigma. Beberapa jenis Penicillium sp. yang terkenal antara lain P. notatum yang digunakan sebagai produsen antibiotik dan P. camembertii yang digunakan untuk membuat keju biru (Purves dan Sadava, 2003).
  • 4.
    Penicillium expansum menyerang buahapel Penicillium glaucum menyerang buah jeruk Penicillium digitatum menyerang keju. Mikotoksin Beberapa spesies Penicillium memproduksi racun pada makanan/pakan ternak yang menyebabkan keracunan pada manusia dan binatang. Konidia Penicillium menyerupai manik-manik kaca jika dilihat dengan mikroskop (Dube, 1990). Banyaknya konidia yang berwarna hijau, biru, atau kuning sangat berpengaruh pada warna dari berbagai spesies Penicillium. Parasit Tanaman Mold biru pada tanaman jeruk (P. italicum), mold hijau pada tanaman jeruk (P. digitatum), dan kebusukan pada apel (P. expansum) merupakan beberapa penyakit yang disebabkan oleh Penicillium. Beberapa spesies Penicillium dapat mengakibatkan produksi cacat pada makanan, produk kulit, dan pakaian.
  • 5.
    Penicillium sp. merupakanjamur yang berkembang biak secara aseksual dengan membentuk konidium yang berada di ujung hifa. Setiap konidium akan tumbuh menjadi jamur baru. Konidium berwarna kehijauan dan dapat hidup di makanan, roti, buah- buahan busuk, kain, atau kulit. Penicillin juga banyak tersebar di alam secara alami dan penting dalam mikrobiologi pangan. Kapang ini sering menyebabkan kerusakan pada sayuran, buah-buahan dan serealia. Penicillium juga digunakan dalam industri untuk memproduksi antibiotik.
  • 6.
  • 7.
    Peran mikroba Penicillium Mikrobapenicillium banyak memiliki peran dalam kehidupan terutama pada pembuatan atau sebagai penghasil zat antibiotik yang dikenal dengan nama penisillin, dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keju. Penisilin tidak akan bertahan cukup lama di dalam tubuh manusia ( in vivo), untuk membunuh bakteri secara efektif. Banyaknya penelitian yang tidak bisa di simpulkan, mungkin karena penisilin lebih banyak digunakan sebagai antiseptik. Mikroba penicillium memiliki peran dibidan industri yaitu untuk memproduksi susu, dan bisa juga untuk pengawetan jus buah. Penicillin memiliki keunggulan yang sangat menonjol dalam mengeluarkan tindakan mematikan pada organisme yang rentan dengan menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel mikroorganisme sehingga dinding sel bakteri yang terbentuk akan melemah yang akhirnya dapat mematikan bakteri tersebut. Mikroba penicillium cylopium dalam kehidupan menyebabkan kerusakan pada bahan bakar dan mesin.
  • 8.
    PAECILOMYCES Paecilomyces adalah jamurfilamen kosmopolitan yang diisolasi dari bahan tanah dan tanaman membusuk dan sering dikaitkan dalam pembusukan produk makanan dan kosmetik. Spesies tertentu dari Paecilomyces parasit serangga. Paecilomyces biasanya dianggap sebagai kontaminan serta jamur patogen jarang terjadi pada manusia.
  • 9.
    Morfologi mikroskopis Paecilomyces sp.adalah genus fungi dari ordo Eurotiales, filum Ascomycota. Genus Paecilomyces dapat dibedakan dari genus Penicillium walaupun memiliki hubungan erat satu phylum, perbedaannya yaitu dengan memiliki panjang dan ramping phialides yang berbeda dan koloni yang biasanya tidak pernah bewarna hijau. Morfologi mikroskopis Paecilomyces variotii menunjukkan rantai phialoconidia bersel tunggal (ameroconidia) diproduksi dalam suksesi basipetal dari phialide a. Konidia terbentuk dalam rantai dengan termuda di dasar yang disebut basocatenate. Catatan phialides bengkak di pangkalan mereka, secara bertahap meruncing ke arah apeks mereka dan dapat membentuk kuas - seperti penicillus.
  • 10.
    Perkembangan koloni cepattumbuh, seperti bubuk atau tepung, bewarna seperti emas, hijau sedikit seperti emas, terkadang berwarna kuning-coklat, ungu atau cokelat, tidak pernah hijau atau biru-hijau seperti pada Penicillium. Memiliki bengkak pada phialides pangkal koloni, berbentuk secara bertahap meruncing ke leher agak panjang dan sedikit ramping, dan terjadi solitarily koloni berpasangan, sebagai verticils di kepala penicillate. Panjang, rantai kering bersel tunggal, hialin gelap, halus atau kasar, bulat telur untuk fusoid konidia yang diproduksi dalam suksesi basipetal dari phialides.
  • 11.
    Genus Paecilomyces memilikibeberapa spesies. Yang paling umum adalah spesies Paecilomyces lilacinus dan Paecilomyces variotii. Koloni morfologi dan fitur mikroskopis spesies Paecilomyces dalam membedakan spesies dari satu sama lain. Thermophilicity adalah fitur lain yang bermanfaat yang membantu dalam identifikasi spesies. Paecilomyces crustaceus dan Paecilomyces variotii keduanya termofilik yang mirip dan berkembang dengan baik pada suhu 50 ° C hingga 60 ° C.
  • 13.
  • 14.
    Nematoda (N) menempelpada bagisan sel sel tanaman kemudian menjadi Sel Raksasa (GC) melalui proses yang kompleks. Floem (Ph) dan Xylem (Xy) yang diserang disekitar sel raksasa (GC) oleh karena itu memungkinkan transfer nutrisi dan air ke dalam sel raksasa (GC). Nematoda (N) pada gilirannya terhubung melalui bagian mulut Nematoda kemudian menyerang sel raksasa sehingga mengambi persediaan makanan dan air. Akhirnya struktur ini membengkak dan terlihat oleh mata telanjang sebagai galls pada akar. Serangan menempel di dasar tanaman sistem vaskular dekat ujung akar karena mereka (Nematoda) makan dari tanaman dan membengkak.
  • 15.
    ASPERGILLUS Aspergillus adalah suatujamur yang termasuk dalam kelas Ascomycetes yang dapat ditemukan dimana–mana di alam ini. Ia tumbuh sebagai saprofit pada tumbuh-tumbuhan yang membusuk dan terdapat pula pada tanah, debu organik, makanan dan merupakan kontaminan yang lazim ditemukan di rumah sakit dan Laboratorium.Aspergillus adalah jamur yang membentuk filamen-filamen panjang bercabang, dan dalam media biakan membentuk miselia dan konidiospora.
  • 16.
    Morfologi: Cici–ciri Aspergillus adalahmempunyai hifa berseptat dan miselium bercabang, sedangkan hifa yang muncul diatas permukaan merupakan hifa fertil, koloninya berkelompok, konidiofora berseptat atau nonseptat yang muncul dari sel kaki, pada ujung hifa muncul sebuah gelembung, keluar dari gelembung ini muncul sterigma, pada sterigma muncul konidium–konidium yang tersusun berurutan mirip bentuk untaian mutiara, konidium–konidium ini berwarna (hitam, coklat, kuning tua, hijau) yang memberi warna tertentu pada jamur. (Schlegel, 1994)
  • 17.
    Reproduksi - Vegetatif dengancara konidia (spora besar) yang membesar dan membentuk miselia haploid baru. - Generatif pada miselia. Aspergillus berkembang biak dengan pembentukan hifa atau tunas dan menghasilkan konidiofora pembentuk spora. Sporanya tersebar bebas di udara terbuka sehingga inhalasinya tidak dapat dihindarkan dan masuk melalui saluran pernapasan ke dalam paru. (Tarigan, 1991)
  • 18.
    Fase perkembangbiakan aseksual Aspergillusmenghasilkan konidium yang disangga konodiofor. Ujung konidiofornya berbentuk seperti bola dengan sejumlah cabang yang masing- masing menyangga ranting konidium. Aspergillus sp merupakan saprofit dan parasit. Aspergillus mempunyai konidium di bagian ujungnya dan mempunyai hifa bersekat serta bersepta.
  • 19.
    Aspergillus bersifat aerobikdan ditemukan di hampir semua lingkungan yang kaya oksigen, dimana mereka umumnya tumbuh sebagai jamur pada permukaan substrat, sebagai akibat dari ketegangan oksigen tinggi. habitatnya adalah di daerah yang lembab dan dapat hidup pada buku, kayu dan pakaian, dapat hidup di daerah tropis dan subtropis tergantung pada kondisi lingkungan. Jamur ini tumbuh sebagai saproba pada berbagai macam bahan organik, seperti roti, olahan daging, butiran padi, kacang-kacangan, makanan dari beras atau ketan, dan kayu.
  • 20.