SlideShare a Scribd company logo
KONFLIK DAN
NEGOSIASI
ADITYA BAYU SAPUTRA 2320318310055
ISKANDAR ZULKARNAIN 2320318310019
Konflik berasal dari bahasa Latin ‘Confligo’, yang terdiri dari dua kata, yakni
‘con’, yang berarti bersama-sama dan ‘fligo’, yang berarti pemogokan,
penghancuran atau peremukan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia kata
"konflik" berarti "pertentangan" atau "percekcokan". Konflik atau pertentangan
bisa terjadi pada diri seseorang (konflik internal) ataupun di dalam kalangan
yang lebih luas. Dalam organisasi istilahnya menjadi "konflik organisasi"
KONFLIK
Konflik menurut Robbins, adalah suatu proses yang dimulai apabila satu
pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau
akan segera mempengaruhi secara negatif pihak lain, dan Alabenes dalam
Nimran (1996) mengartikan konflik sebagai kondisi yang dipersepsikan ada
diantara pihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian antara
tujuan dan peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain.
Menurut Nawawi (2010), konflik kerja adalah ketidaksesuaian dua orang
atau lebih anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul
karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya-
sumber daya yang terbatas atau kegiatan kerja atau karena kenyataan
bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan nilai dan persepsi.
KONFLIK KERJA
Menurut Tommy (2010), konflik kerja adalah adanya pertentangan antara
seseorang dengan orang lain atau ketidakcocokan kondisi yang dirasakan
pegawai karena adanya hambatan komunikasi, perbedaan tujuan dan
sikap serta ketergantungan aktivitas kerja.
TRANSISI PANDANGAN
TENTANG KONFLIK
Pandangan Hubungan Manusia
Pandangan Tradisional Pandangan Interaksionis
Pandangan trandisional (traditional) ini sejalan dengan
sikap yang dianut banyak orang menyangkut perilaku
kelompok pada tahun 1930-an dan 1940-an.
Konflik dipandang sebagai akibat disfungsional
darikomunikasi yang buruk, tidak adanya keterbukaan
dan kepercayaan antar anggota serta ketidak mampuan
para manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan
aspirasi karyawan mereka. Pandangan ini meyakini
bahwa semua konflik membahayakan dan harus
dihindari.
Pandangan hubungan manusia
berpendapat bahwa konflik adalah kejadian
alamiah dalam semua kelompok dan
organisasi.
Karena konflik tak terhindarkan, mahzab
hubungan manusia mendorong kita untuk
menerima keberadaan konflik.
Pandangan interaksionis yang menyatakan
bahwa konflik bukan sekedar sesuatu
kekuatan positif dalam suatu kelompok,
melainkan juga mutlak perlu untuk suatu
kelompok agar dapat berkinerja positif. Oleh
karena itu konflik harus diciptakan.
Bentuk - bentuk Konflik
Konflik yang mendukung tujuan kolompok
dan meningkatkan kinerjanya.
Konflik Fungsional
Konflik Disfungsional
Konflik yang menghambat kinerja kelompok.
Konflik atas muatan dan tujuan pekerjaan.
Konflik Tugas
Konflik Hubungan
Konflik berdasarkan hubungan interpersonal. Berdasarkan
penelitian konflik hubungan hampir selalu menghasilkan
konflik disfungsional
Yang membedakan konflik fungsional dan
disfungsional dengan menunjukan dan
memperhatikan jenis konfliknya secara spesifik,
ada tiga tipe konflik, yaitu:
Konflik Proses
Konflik tentang bagaimana pekerjaan
dilaksanakan.
Konflik dilihat dari posisi seseorang dalam struktur
organisasi:
Konflik vertikal (atasan dengan bawahan)
Konflik horizontal (kedudukannya sama)
Konflik garis dan staf (karyawan lini dengan
penasehat/middle management)
Konflik peran (seseorang mengemban lebih
dari satu peran)
Winardi (1992:174)
01
02
03
04
05
06
01
02
03
04
05
06
Jenis Konflik
1. Konflik Intrapersonal
Konflik ini dialami oleh individu dengan dirinya sendiri karena adanya tekanan peran dan dorongan
diluar dengan keinginan.
2. Konflik Interpersonal
Konflik yang terjadi antarindividu yang berbeda dalam suatu kelompok pada kelompok yang berbeda.
3. Konflik Antarkelompok
Konflik ini bersifat kolektif. Konflik Organisasi, konflik yang terjadi antar unit organisasi yang
bersifat struktural maupun fungsional. Contoh, konflik antara bagian pemasaran dengan bagian
produksi.
Penyebab Konflik
1. Saling bergantungan
Dalam sebuah organisasi saling bergantungan dalam pekerjaan terjadi jika dua kelompok organisasi atau
lebih saling membutuhkan satu sama lain guna menyelesaikan tugas.
2. Perbedaan Tujuan
Perbedaan tujuan dari masing-masing sub unit atau kelompok mempengaruhi secara dari masing-masing
sub unit atau kelompok mengejar tujuannya, dan seringkali tujuan dari masing-masing subunit atau
kelompok tersebut saling bertentangan.
3. Perbedaan Persepsi
Perbedaan persepsi tentang kenyataan yang terjadi dalam suatu organisasi merupakan penyebab konflik
yang cukup potensial. Perbedaan persepsi ini menyebabkan perbedaan pandangan dan pendapat tentang
suatu kenyataan (atau kejadian) antara kelompok satu dengan lainnya sehingga terjadi suatu konflik.
Perbedaan persepsi ini bisa disebabkan karena perbedaan tujuan, horizon waktu, ketidakpastian status,
maupun persepsi yang tidak akurat.
TINGKAT KESULITAN
KONFLIK
Dimensi Sulit di pecahkan Mudah dipecahkan
Masalah yang menjadi pertanyaan Masalah prinsip Masalah yang dapat dibagi-bagi
Ukuran taruhan Besar Kecil
Kontinuitas interaksi Transaksi tunggal Hubungan jangka panjang
Struktur pihak-pihak yang terlibat Tak berbentuk atau terpecah-pecah,
dengan kepemimpinan yang lemah
Terpadu, dengan kepemimpinan yang kuat
Keterlibatan pihak ketiga Tidak ada pihak ketiga yang netral Pihak ketiga dipercaya, kuat, dihormati
dan netral
Kemajuan konflik yang dipandang Tidak seimbang, satu pihak merasa lebih
dirugikan
Pihak-pihak telah saling merugikan satu
sama lain
Pengertian negosiasi
Negosiasi menurut Ivancevich (2007) sebuah proses di mana dua pihak (atau lebih) yang
berbeda pendapat berusaha mencapai kesepakatan. Menurut Sopiah (2008), negosiasi
merupakan suatu proses tawar-menawar antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Sedangkan Robbins (2008) menyimpulkan negosiasi adalah sebuah proses di mana dua
pihak atau lebih melakukan pertukaran barang atau jasa dan berupaya untuk menyepakati
nilai tukarnya.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa negosiasi adalah suatu upaya
yang dilakukan antara pihak-pihak yang berkonflik dengan maksud untuk mencari jalan
keluar untuk menyelesaikan pertentangan yang sesuai kesepakatan bersama.
Hal-hal yang harus dihindari dalam
Negosiasi
• Profit Motive, di mana masing-masing pihak harus mendapatkan sesuatu yang lebih dibanding
pihak yang lain.
• Concern for Justice, di mana masing-masing pihak menterjemahkan "fairness" hanya dari kaca
mata masing-masing individu.
Jenis-Jenis Negosiasi
Kompetitif atau Distributif
Yaitu suatu negosiasi yang menghasilkan ada
pihak yang kalah dan ada pihak yang menang.
Kooperatif atau Integratif
Yaitu suatu negosiasi yang menghasilkan
kemenangan untuk pihak-pihak yang
bernegosiasi.
1.Karakteristik Negosiasi Distributif:
1. Terdapat dua sisi: pihak yang menang dan pihak yang kalah.
2. Kepentingan yang bertentangan antara pihak yang bernegosiasi.
3. Mendominasi dan memanipulasi menjadi strategi yang cukup
penting.
2.Strategi Negosiasi Distributif:
1. Negosiasi distributif merupakan negosiasi kompetitif yang
menimbulkan persaingan. Untuk memenangkan negosiasi ini,
diperlukan strategi atau taktik yang tepat. Menurut Lewicki, strategi
yang dapat digunakan adalah dengan mendorong penyelesaian dekat
titik resisten lawan dan berusaha untuk membuat pihak lawan
mengubah titik resistennya.
3.Kelebihan Negosiasi Distributif:
1. Pihak yang menang akan mendapatkan keuntungan.
2. Menumbuhkan jiwa kompetitif.
3. Mengembangkan kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain.
Manfaat negosiasi integratif meliputi:
•Semua orang merasa menang.
•Hubungan antar pihak tetap kuat.
•Memperluas nilai dan pilihan yang tersedia.
Strategi Umum dalam Negosiasi
1
Karakteristik
Negosiasi Distributif (Kalah Menang) dan
Negosiasi Integratif (Saling Menguntungkan)
2
Sumber daya Yang Tersedia
Negosiasi Distributif: Jumlah Sumber daya
untuk dibagi tetap. Negosiasi Integratif:
Jumlah sumber daya untuk dibagi merupakan
variabel.
3
Motivasi Primer
Negosiasi Distributif: Saya Menang; Anda
Kalah. Negosiasi Integratif: Saya menang;
Anda Menang.
Strategi Umum dalam Negosiasi R.J.
Lewicki & J.A. Litner dalam Robbins
(2001 :155)
Karakteristik
Negosiasi Distributif (Kalah
Menang)
Negosiasi Integratif (Saling
Menguntungkan)
Sumber daya Yang Tersedia Jumlah Sumber daya untuk
dibagi tetap
Jumlah sumber daya untuk
dibagi merupakan variabel
Motivasi Primer Saya Menang;Anda Kalah Saya menang; Anda Menang
Kepentingan Primer Saling Berlawanan Saling Cocok atau sama dan
sebangun
Fokus Pada Hubungan Jangka Pendek Jangka Panjang
Syarat-syarat Negosiasi Berjalan Efektif
Kualitas
Proses negosiasi
menghasilkan sebuah
kesepakatan yang
berkualitas dan
memberikan kepuasan dari
semua pihak.
Efisiensi
Proses negosiasi tidak
menghabiskan waktu dan
biaya yang tinggi.
Harmoni
Proses negosiasi harus
tetap bisa mempertahankan
hubungan yang baik di
antara individu yang
sedang melakukan
negosiasi.
Strategi Negosiasi
Ada beberapa Strategi Negosiasi atau strategi manajemen konflik antara
lain:
Pandangan klasik menyatakan bahwa negosiasi terjadi dalam bentuk
sebuah permainan yang nilai totalnya adalah nol (zero sum game). Artinya
apapun yang terjadi dalam negosiasi pastilah salah satu pihak akan
menang, sedangkan pihak yang lainnya kalah, atau biasa dikenal dengan
pendekatan distributif (ivancevich, 2007).
Pendekatan yang sama-sama menguntungkan, atau pendekatan integratif,
dalam bernegosiasi memberikan cara pandang yang berbeda dalam proses
negosiasi. Negosiasi menang-menang adalah pendekatan penjumlahan
positif. Situasi–situasi penjumlahan positif adalah pendekatan di mana
setiap pihak mendapatkan keuntungan tanpa harus merugikan pihak lain
(Ivancevich, 2007).
1. Negosiasi Menang-Kalah (Win-Lose)
2. Negosiasi Menang-Menang (Win-Win)
Negosiasi Kalah-Kalah
Pandangan Konflik
Pandangan Konflik dimana konflik ini bersifat
saling kompromi dan mengambil keputusan
bersama untuk mengorbankan hal yang
dipermasalahkan untuk kepentingan bersama.
Contoh Konflik
Contoh dari konflik ini adalah sengketa lahan
yang akan dibangun untuk lapangan dimana
pihak yang berkonflik tidak mau mengalah untuk
pembuatan lapangan tersebut untuk itu kedua
belah pihak perlu melakukan kompromi untuk
mengatasi akar permasalahan ini dengan kedua-
duanya berkorban untuk kepentingan bersama.
Proses Negosiasi
Persiapan dan Perencanaan
Sebelum bernegosiasi perlu mengetahui apa tujuan dari Anda bernegosiasi dan
memprediksi rentangan hasil yang mungkin diperoleh dari "paling baik" hingga "paling
minimum bisa diterima".
Penentuan Aturan Dasar
Begitu selesai melakukan perencanaan dan menyusun strategi, selanjutnya mulai
menentukan aturan-aturan dan prosedur dasar dengan pihak lain untuk negosiasi itu
sendiri.
Klarifikasi dan Justifikasi
Ketika posisis awal sudah saling dipertukarkan, baik pihak pertama maupun kedua akan
memaparkan, menguatkan, mengklarifikasi, mempertahankan, dan menjustifikasi tuntutan
awal.
Penutupan dan Implementasi
Tahap akhir dalam negosiasi adalah memformalkan kesepakatan yang telah dibuat serta
menyusun prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan pengawasan pelaksanaan.
Ada lima metode untuk menangani konflik yang terjadi di dalam organisasi, yaitu:
1. Competition
Metode ini digunakan untuk mencapai tujuan tanpa menghiraukan dampak terhadap pihak-pihak lain.
Biasanya, jika konflik terjadi di dalam suatu organisasi/kelompok yang formal, maka pihak yang
dominan/berkuasa akan berusaha untuk menyelesaikan konflik dengan memanfaatkan kekuasaan yang ada di
pihaknya.
2. Avoidance
Salah satu pihak yang berselisih menyadari bahwa konflik tersebut ada dan pihak ini menarik diri
ataupun berusaha menekan konflik dengan memaksanya ‘tenggelam’ ke bawah permukaan. Dengan metode ini,
pihak-pihak yang berselisih dapat juga mengambil keputusan untuk berpisah secara fisik. Tetapi jika perpisahan
secara fisik tidak memungkinkan/tidak diinginkan, maka pihak-pihak yang berselisih akan berusaha untuk
menekan konflik.
Metode Penyelesaian dari Konflik
3. Accommodation
Metode ini dilakukan dengan cara salah satu pihak berusaha untuk mengalah, dalam memenuhi tuntutan pihak oposisinya. Jadi dalam rangka
untuk memelihara hubungan, salah satu pihak bersedia untuk berkorban.
4. Compromise
Metode ini berusaha untuk menjelaskan konflik dengan menemukan dasar di tengah dari dua pihak yang beroposisi. Jika pihak-pihak yang
berselisih sama-sama bersedia berkorban, maka hasil kompromi akan tercapai. Cara ini bisa saja memperkecil kemungkinan untuk menimbulkan
permusuhan yang terpendam.
5. Collaboration
Pendekatan ini berusaha untuk memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Jadi, pihak-pihak yang bertentangan bersama-sama
mencoba memecahkan masalahnya dan bukan hanya mencoba menekan konflik atau berkompromi.
KEGAGALAN MENANGANI KONFLIK
 Berbagai aspek pencegahan dan pengendalian konflik yang perlu di cermati pada tingkat individu dan organisasi.
1. Pengendalian diri
 Pertimbangkan dan pilih reaksi anda, jangan emosional
 Kembangkan kemampuan bertenggang rasa, dan menerima org lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya
 Setiap rangsangan yang kita terima, lakukan analisa rasional terlebih dahulu sehingga bisa memilih tanggapan yang tepat
2. Hidup “sehat”
 Menciptakan hubungan yang sehat dengan orang lain, pelihara iklim emosional yang bersih
 Mencoba untuk tidak mendominasi, mengancam, menjelekkan, atau selalu menilai orang lain
 Berlatih untuk mendengar secara efektif dan beritahu orang lain apa yang sebenarnya anda butuhkan atau harapkan. Daripada
membiarkan orang menduga-duga
4. Kepribadian pemimpin  seorang pemimpin yang terbuka dan memberikan dukungan kepada bawahannya, cenderung akan mengurangi
konflik
3. Struktur organisasi  organisasi yang terpusat dan birokratis punya potensi lebih besar melahirkan konflik
5. Iklim dan Suasana kelompok  persaingan yang berlebihan dalam klpk atau antar kelompok terutama jika persaingan itu berakibat
adanya pihak yang menang dan kalah cenderung untuk melahirkan konflik yang tidak sehat
6. Kebijakan dan prosedur yang memadai dan jelas  ketidakjelasan kebijakan dan prosedur dapat menyebabkan interpretasi yang berbeda
dikalangan karyawan atau unit kerja; pada gilirannya kondisi ini akan memicu konflik

More Related Content

What's hot

Frank B. Gilberth, Lillian M. Gilberth dan Perkembangan Ilmu Manajemen
Frank B. Gilberth, Lillian M. Gilberth dan Perkembangan Ilmu ManajemenFrank B. Gilberth, Lillian M. Gilberth dan Perkembangan Ilmu Manajemen
Frank B. Gilberth, Lillian M. Gilberth dan Perkembangan Ilmu Manajemen
ermawidiana
 
Badan usaha
Badan usahaBadan usaha
Badan usaha
Wisnu Dewobroto
 
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUILatihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Farah Fauziah Hilman
 
Sistem dan Strategi Operasi
Sistem dan Strategi OperasiSistem dan Strategi Operasi
Sistem dan Strategi Operasi
Abu Tholib
 
Kelompok dan team
Kelompok dan teamKelompok dan team
Kelompok dan team
Firly Zulkifli
 
Perilaku Organisasi "Konflik dan Negosiasi 2024".pptx
Perilaku Organisasi "Konflik dan Negosiasi 2024".pptxPerilaku Organisasi "Konflik dan Negosiasi 2024".pptx
Perilaku Organisasi "Konflik dan Negosiasi 2024".pptx
muhammadmasyhuri9
 
Teori motivasi dalam manajemen
Teori motivasi dalam manajemenTeori motivasi dalam manajemen
Teori motivasi dalam manajemen
nasutionnasril
 
Konsumsi dan Pengeluaran Konsumen
Konsumsi dan Pengeluaran KonsumenKonsumsi dan Pengeluaran Konsumen
Konsumsi dan Pengeluaran Konsumen
Trisnadi Wijaya
 
Contoh kasus dalam perusahaan
Contoh kasus dalam perusahaanContoh kasus dalam perusahaan
Contoh kasus dalam perusahaan
Putrii Wiidya
 
(Pert. 2) teori konsumsi dan investasi
(Pert. 2) teori konsumsi dan investasi(Pert. 2) teori konsumsi dan investasi
(Pert. 2) teori konsumsi dan investasimanajemenmagister
 
Manajemen Operasi - Pemeliharaan
Manajemen Operasi - PemeliharaanManajemen Operasi - Pemeliharaan
Manajemen Operasi - PemeliharaanResty Wahyu Pertiwi
 
Ringkasan makro ekonomi
Ringkasan makro ekonomiRingkasan makro ekonomi
Ringkasan makro ekonomi
om makplus
 
Pertemuan 3 (analisis lingkungan eksternal) MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIK
Pertemuan 3 (analisis lingkungan eksternal) MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIKPertemuan 3 (analisis lingkungan eksternal) MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIK
Pertemuan 3 (analisis lingkungan eksternal) MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIK
nurul khaiva
 
ETIKA BISNIS DAN BUDAYA
ETIKA BISNIS DAN BUDAYAETIKA BISNIS DAN BUDAYA
ETIKA BISNIS DAN BUDAYA
fathiyahfenny
 
4.proses perencanaan
4.proses perencanaan4.proses perencanaan
4.proses perencanaan
Yosie Andre Victora
 
Dampak Lingkungan pada Organisasi (Kuliah 5 OMPI)
Dampak Lingkungan pada Organisasi (Kuliah 5 OMPI)Dampak Lingkungan pada Organisasi (Kuliah 5 OMPI)
Dampak Lingkungan pada Organisasi (Kuliah 5 OMPI)
Wisnu Dewobroto
 
Management Perubahan (DISERTASI)
Management Perubahan (DISERTASI)Management Perubahan (DISERTASI)
Management Perubahan (DISERTASI)
padlah1984
 
Organisasi Pembelajar dalam Manajemen Perubahan Pendidikan
Organisasi Pembelajar dalam Manajemen Perubahan PendidikanOrganisasi Pembelajar dalam Manajemen Perubahan Pendidikan
Organisasi Pembelajar dalam Manajemen Perubahan Pendidikan
Ady Setiawan
 
Bab1 c - Matematika Bisnis
Bab1 c - Matematika BisnisBab1 c - Matematika Bisnis
Bab1 c - Matematika Bisnis
Fergieta Prahasdhika
 

What's hot (20)

Frank B. Gilberth, Lillian M. Gilberth dan Perkembangan Ilmu Manajemen
Frank B. Gilberth, Lillian M. Gilberth dan Perkembangan Ilmu ManajemenFrank B. Gilberth, Lillian M. Gilberth dan Perkembangan Ilmu Manajemen
Frank B. Gilberth, Lillian M. Gilberth dan Perkembangan Ilmu Manajemen
 
Badan usaha
Badan usahaBadan usaha
Badan usaha
 
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUILatihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
 
Sistem dan Strategi Operasi
Sistem dan Strategi OperasiSistem dan Strategi Operasi
Sistem dan Strategi Operasi
 
Kelompok dan team
Kelompok dan teamKelompok dan team
Kelompok dan team
 
Perilaku Organisasi "Konflik dan Negosiasi 2024".pptx
Perilaku Organisasi "Konflik dan Negosiasi 2024".pptxPerilaku Organisasi "Konflik dan Negosiasi 2024".pptx
Perilaku Organisasi "Konflik dan Negosiasi 2024".pptx
 
Teori motivasi dalam manajemen
Teori motivasi dalam manajemenTeori motivasi dalam manajemen
Teori motivasi dalam manajemen
 
Konsumsi dan Pengeluaran Konsumen
Konsumsi dan Pengeluaran KonsumenKonsumsi dan Pengeluaran Konsumen
Konsumsi dan Pengeluaran Konsumen
 
Contoh kasus dalam perusahaan
Contoh kasus dalam perusahaanContoh kasus dalam perusahaan
Contoh kasus dalam perusahaan
 
(Pert. 2) teori konsumsi dan investasi
(Pert. 2) teori konsumsi dan investasi(Pert. 2) teori konsumsi dan investasi
(Pert. 2) teori konsumsi dan investasi
 
Manajemen Operasi - Pemeliharaan
Manajemen Operasi - PemeliharaanManajemen Operasi - Pemeliharaan
Manajemen Operasi - Pemeliharaan
 
Kewirausahaan Koperasi (Bab 9) - (Ekonomi Koperasi)
Kewirausahaan Koperasi (Bab 9) - (Ekonomi Koperasi)Kewirausahaan Koperasi (Bab 9) - (Ekonomi Koperasi)
Kewirausahaan Koperasi (Bab 9) - (Ekonomi Koperasi)
 
Ringkasan makro ekonomi
Ringkasan makro ekonomiRingkasan makro ekonomi
Ringkasan makro ekonomi
 
Pertemuan 3 (analisis lingkungan eksternal) MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIK
Pertemuan 3 (analisis lingkungan eksternal) MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIKPertemuan 3 (analisis lingkungan eksternal) MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIK
Pertemuan 3 (analisis lingkungan eksternal) MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIK
 
ETIKA BISNIS DAN BUDAYA
ETIKA BISNIS DAN BUDAYAETIKA BISNIS DAN BUDAYA
ETIKA BISNIS DAN BUDAYA
 
4.proses perencanaan
4.proses perencanaan4.proses perencanaan
4.proses perencanaan
 
Dampak Lingkungan pada Organisasi (Kuliah 5 OMPI)
Dampak Lingkungan pada Organisasi (Kuliah 5 OMPI)Dampak Lingkungan pada Organisasi (Kuliah 5 OMPI)
Dampak Lingkungan pada Organisasi (Kuliah 5 OMPI)
 
Management Perubahan (DISERTASI)
Management Perubahan (DISERTASI)Management Perubahan (DISERTASI)
Management Perubahan (DISERTASI)
 
Organisasi Pembelajar dalam Manajemen Perubahan Pendidikan
Organisasi Pembelajar dalam Manajemen Perubahan PendidikanOrganisasi Pembelajar dalam Manajemen Perubahan Pendidikan
Organisasi Pembelajar dalam Manajemen Perubahan Pendidikan
 
Bab1 c - Matematika Bisnis
Bab1 c - Matematika BisnisBab1 c - Matematika Bisnis
Bab1 c - Matematika Bisnis
 

Similar to Konflik dan Negosiasi dalam perilaku organisai

Bab 14
Bab 14Bab 14
Change Management and Handling Conflict
Change Management and Handling ConflictChange Management and Handling Conflict
Change Management and Handling Conflict
DianKurniawatii
 
Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi
Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi
Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi
Aqsathya Chan
 
Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI
Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI
Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI
musniumar
 
manajemen konflik
manajemen konflikmanajemen konflik
manajemen konflik
vika
 
Manajemen Konflik (dalam organisasi)
Manajemen Konflik (dalam organisasi)Manajemen Konflik (dalam organisasi)
Manajemen Konflik (dalam organisasi)
afnianisa
 
Hana Yulia/Mulawarman University (perilaku organisasi) Kelompok 3
Hana Yulia/Mulawarman University (perilaku organisasi) Kelompok 3Hana Yulia/Mulawarman University (perilaku organisasi) Kelompok 3
Hana Yulia/Mulawarman University (perilaku organisasi) Kelompok 3
HanaYulia4
 
4. Manajemen_Konflik.ppt
4. Manajemen_Konflik.ppt4. Manajemen_Konflik.ppt
4. Manajemen_Konflik.ppt
DahliaAnnissa
 
Conflict management
Conflict managementConflict management
Conflict management
DyanSihysamastajati
 
Konflik dalam organisasi
Konflik dalam organisasiKonflik dalam organisasi
Konflik dalam organisasi
sukardikrtr
 
Management conflict
Management conflictManagement conflict
Management conflict
IchlasIbrahiem
 
Conflict and negotiation
Conflict and negotiation Conflict and negotiation
Conflict and negotiation
NCPA Advisory
 
Manajemen_Konflik_PPT.pptx
Manajemen_Konflik_PPT.pptxManajemen_Konflik_PPT.pptx
Manajemen_Konflik_PPT.pptx
MuhammadIkhsanAmar1
 
ppt.management tentang menagement konfilik pptx
ppt.management tentang menagement konfilik  pptxppt.management tentang menagement konfilik  pptx
ppt.management tentang menagement konfilik pptx
WahyudiSelan
 
Manajemen konflik organisasi
Manajemen konflik organisasiManajemen konflik organisasi
Manajemen konflik organisasi
EDUCATIONAL TECHNOLOGY
 
Manajemen Konflik
Manajemen KonflikManajemen Konflik
Manajemen Konflik
Budi Eko Siswoyo
 
KLP 4_REV. KONSEP KONFLIK DAN MANAJEMEN KONFLIK.pptx
KLP 4_REV. KONSEP KONFLIK DAN MANAJEMEN KONFLIK.pptxKLP 4_REV. KONSEP KONFLIK DAN MANAJEMEN KONFLIK.pptx
KLP 4_REV. KONSEP KONFLIK DAN MANAJEMEN KONFLIK.pptx
agusindrawirawan
 
Manajemen Konflik
Manajemen Konflik Manajemen Konflik
Manajemen Konflik
Nina Amalia Zaidan
 
Manajemen Konflik, Kepemimpinan dan Motivasi
Manajemen Konflik, Kepemimpinan dan MotivasiManajemen Konflik, Kepemimpinan dan Motivasi
Manajemen Konflik, Kepemimpinan dan Motivasi
Widhiss
 
Mengatasi Konflik tentang Aset
Mengatasi Konflik tentang AsetMengatasi Konflik tentang Aset
Mengatasi Konflik tentang Aset
Kanaidi ken
 

Similar to Konflik dan Negosiasi dalam perilaku organisai (20)

Bab 14
Bab 14Bab 14
Bab 14
 
Change Management and Handling Conflict
Change Management and Handling ConflictChange Management and Handling Conflict
Change Management and Handling Conflict
 
Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi
Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi
Perilaku Organisasi Konflik dan negosiasi
 
Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI
Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI
Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI
 
manajemen konflik
manajemen konflikmanajemen konflik
manajemen konflik
 
Manajemen Konflik (dalam organisasi)
Manajemen Konflik (dalam organisasi)Manajemen Konflik (dalam organisasi)
Manajemen Konflik (dalam organisasi)
 
Hana Yulia/Mulawarman University (perilaku organisasi) Kelompok 3
Hana Yulia/Mulawarman University (perilaku organisasi) Kelompok 3Hana Yulia/Mulawarman University (perilaku organisasi) Kelompok 3
Hana Yulia/Mulawarman University (perilaku organisasi) Kelompok 3
 
4. Manajemen_Konflik.ppt
4. Manajemen_Konflik.ppt4. Manajemen_Konflik.ppt
4. Manajemen_Konflik.ppt
 
Conflict management
Conflict managementConflict management
Conflict management
 
Konflik dalam organisasi
Konflik dalam organisasiKonflik dalam organisasi
Konflik dalam organisasi
 
Management conflict
Management conflictManagement conflict
Management conflict
 
Conflict and negotiation
Conflict and negotiation Conflict and negotiation
Conflict and negotiation
 
Manajemen_Konflik_PPT.pptx
Manajemen_Konflik_PPT.pptxManajemen_Konflik_PPT.pptx
Manajemen_Konflik_PPT.pptx
 
ppt.management tentang menagement konfilik pptx
ppt.management tentang menagement konfilik  pptxppt.management tentang menagement konfilik  pptx
ppt.management tentang menagement konfilik pptx
 
Manajemen konflik organisasi
Manajemen konflik organisasiManajemen konflik organisasi
Manajemen konflik organisasi
 
Manajemen Konflik
Manajemen KonflikManajemen Konflik
Manajemen Konflik
 
KLP 4_REV. KONSEP KONFLIK DAN MANAJEMEN KONFLIK.pptx
KLP 4_REV. KONSEP KONFLIK DAN MANAJEMEN KONFLIK.pptxKLP 4_REV. KONSEP KONFLIK DAN MANAJEMEN KONFLIK.pptx
KLP 4_REV. KONSEP KONFLIK DAN MANAJEMEN KONFLIK.pptx
 
Manajemen Konflik
Manajemen Konflik Manajemen Konflik
Manajemen Konflik
 
Manajemen Konflik, Kepemimpinan dan Motivasi
Manajemen Konflik, Kepemimpinan dan MotivasiManajemen Konflik, Kepemimpinan dan Motivasi
Manajemen Konflik, Kepemimpinan dan Motivasi
 
Mengatasi Konflik tentang Aset
Mengatasi Konflik tentang AsetMengatasi Konflik tentang Aset
Mengatasi Konflik tentang Aset
 

More from muhammadmasyhuri9

02-Sistem-Ekonomi-Indonesia dalam perspektif ekonomi manajerial
02-Sistem-Ekonomi-Indonesia dalam perspektif ekonomi manajerial02-Sistem-Ekonomi-Indonesia dalam perspektif ekonomi manajerial
02-Sistem-Ekonomi-Indonesia dalam perspektif ekonomi manajerial
muhammadmasyhuri9
 
2.Konsep-Dasar-Ekonomi pada perspektif ekonomi manajerial
2.Konsep-Dasar-Ekonomi pada perspektif ekonomi manajerial2.Konsep-Dasar-Ekonomi pada perspektif ekonomi manajerial
2.Konsep-Dasar-Ekonomi pada perspektif ekonomi manajerial
muhammadmasyhuri9
 
Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah campuran dari berbagai pendekatan, n...
Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah campuran dari berbagai pendekatan, n...Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah campuran dari berbagai pendekatan, n...
Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah campuran dari berbagai pendekatan, n...
muhammadmasyhuri9
 
Muhammad Masyhuri - Global Strategies.pdf
Muhammad Masyhuri - Global Strategies.pdfMuhammad Masyhuri - Global Strategies.pdf
Muhammad Masyhuri - Global Strategies.pdf
muhammadmasyhuri9
 
Tugas Individu_Muhammad Masyhuri_Uji Normalitas.pdf
Tugas Individu_Muhammad Masyhuri_Uji Normalitas.pdfTugas Individu_Muhammad Masyhuri_Uji Normalitas.pdf
Tugas Individu_Muhammad Masyhuri_Uji Normalitas.pdf
muhammadmasyhuri9
 
PPT Sumber Jangka Panjang Kelompok 1.pdf
PPT Sumber Jangka Panjang Kelompok 1.pdfPPT Sumber Jangka Panjang Kelompok 1.pdf
PPT Sumber Jangka Panjang Kelompok 1.pdf
muhammadmasyhuri9
 
299915680-JOHN-A-PEARCE-II-RICHARD-B-ROBINSON-Jr.pptx
299915680-JOHN-A-PEARCE-II-RICHARD-B-ROBINSON-Jr.pptx299915680-JOHN-A-PEARCE-II-RICHARD-B-ROBINSON-Jr.pptx
299915680-JOHN-A-PEARCE-II-RICHARD-B-ROBINSON-Jr.pptx
muhammadmasyhuri9
 

More from muhammadmasyhuri9 (7)

02-Sistem-Ekonomi-Indonesia dalam perspektif ekonomi manajerial
02-Sistem-Ekonomi-Indonesia dalam perspektif ekonomi manajerial02-Sistem-Ekonomi-Indonesia dalam perspektif ekonomi manajerial
02-Sistem-Ekonomi-Indonesia dalam perspektif ekonomi manajerial
 
2.Konsep-Dasar-Ekonomi pada perspektif ekonomi manajerial
2.Konsep-Dasar-Ekonomi pada perspektif ekonomi manajerial2.Konsep-Dasar-Ekonomi pada perspektif ekonomi manajerial
2.Konsep-Dasar-Ekonomi pada perspektif ekonomi manajerial
 
Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah campuran dari berbagai pendekatan, n...
Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah campuran dari berbagai pendekatan, n...Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah campuran dari berbagai pendekatan, n...
Sistem ekonomi Indonesia saat ini adalah campuran dari berbagai pendekatan, n...
 
Muhammad Masyhuri - Global Strategies.pdf
Muhammad Masyhuri - Global Strategies.pdfMuhammad Masyhuri - Global Strategies.pdf
Muhammad Masyhuri - Global Strategies.pdf
 
Tugas Individu_Muhammad Masyhuri_Uji Normalitas.pdf
Tugas Individu_Muhammad Masyhuri_Uji Normalitas.pdfTugas Individu_Muhammad Masyhuri_Uji Normalitas.pdf
Tugas Individu_Muhammad Masyhuri_Uji Normalitas.pdf
 
PPT Sumber Jangka Panjang Kelompok 1.pdf
PPT Sumber Jangka Panjang Kelompok 1.pdfPPT Sumber Jangka Panjang Kelompok 1.pdf
PPT Sumber Jangka Panjang Kelompok 1.pdf
 
299915680-JOHN-A-PEARCE-II-RICHARD-B-ROBINSON-Jr.pptx
299915680-JOHN-A-PEARCE-II-RICHARD-B-ROBINSON-Jr.pptx299915680-JOHN-A-PEARCE-II-RICHARD-B-ROBINSON-Jr.pptx
299915680-JOHN-A-PEARCE-II-RICHARD-B-ROBINSON-Jr.pptx
 

Recently uploaded

BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAKBAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
HUMAH KUMARASAMY
 
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
Kanaidi ken
 
Modul Ajar Informatika Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Informatika Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Informatika Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Informatika Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Fathan Emran
 
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Herry Prasetyo
 
Modul Projek Kearifan Lokal - Warung Pasundan - Fase B (1).pdf
Modul Projek Kearifan Lokal - Warung Pasundan - Fase B (1).pdfModul Projek Kearifan Lokal - Warung Pasundan - Fase B (1).pdf
Modul Projek Kearifan Lokal - Warung Pasundan - Fase B (1).pdf
AdeSutisna19
 
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum MerdekaModul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptxpdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
vivi211570
 
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdfSRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SriWahyuni58535
 
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docxMODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
AtikIstikhomatin
 
Materi MATSAMA Pengenalan Kurikulum.pptx
Materi MATSAMA  Pengenalan Kurikulum.pptxMateri MATSAMA  Pengenalan Kurikulum.pptx
Materi MATSAMA Pengenalan Kurikulum.pptx
ssuseraf5f2e
 
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
JawaluddinJawaluddin
 
SOSIALISASI PENULISAN IJAZAH Dua Ribu Dua Puluh Empat Semester 2.pptx
SOSIALISASI PENULISAN IJAZAH Dua Ribu Dua Puluh Empat Semester 2.pptxSOSIALISASI PENULISAN IJAZAH Dua Ribu Dua Puluh Empat Semester 2.pptx
SOSIALISASI PENULISAN IJAZAH Dua Ribu Dua Puluh Empat Semester 2.pptx
gusprima
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
SriWahyuni58535
 
Free Handout 200 Soal UKMPPAI Ed. Giveaway XV.pdf
Free Handout 200 Soal UKMPPAI Ed. Giveaway XV.pdfFree Handout 200 Soal UKMPPAI Ed. Giveaway XV.pdf
Free Handout 200 Soal UKMPPAI Ed. Giveaway XV.pdf
Roni Setiawan
 
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Fathan Emran
 
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
nengenok23
 
Tugas 3.1_BAB II_Kelompok 2 Tahap Inquiry .pdf
Tugas 3.1_BAB II_Kelompok 2 Tahap Inquiry .pdfTugas 3.1_BAB II_Kelompok 2 Tahap Inquiry .pdf
Tugas 3.1_BAB II_Kelompok 2 Tahap Inquiry .pdf
SafaAgrita1
 
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptxREVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
adityanoor64
 
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa IndonesiaPengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
sucibrooks86
 

Recently uploaded (20)

BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAKBAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
BAHAN MENGAJAR MATEMATIK KEPADA KANAK - KANAK
 
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
RENCANA + Link2 Materi BimTek _"Ketentuan TERBARU_PTK 007 Rev-5 Tahun 2023 & ...
 
Modul Ajar Informatika Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Informatika Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Informatika Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Informatika Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
Modul AJar Rekayasa Perangkat Lunak 2024
 
Modul Projek Kearifan Lokal - Warung Pasundan - Fase B (1).pdf
Modul Projek Kearifan Lokal - Warung Pasundan - Fase B (1).pdfModul Projek Kearifan Lokal - Warung Pasundan - Fase B (1).pdf
Modul Projek Kearifan Lokal - Warung Pasundan - Fase B (1).pdf
 
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum MerdekaModul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
 
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptxpdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
pdf-powerpoint-kesehatan-reproduksi-remaja-ppt-kespro-remaja-_compress (1).pptx
 
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdfSRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
SRI WAHYUNI KONEKSI MATERI MODUL 1.4.pdf
 
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docxMODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA  KELAS 4 FASE B.docx
MODUL AJAR BAB 1 - B. INDONESIA KELAS 4 FASE B.docx
 
Materi MATSAMA Pengenalan Kurikulum.pptx
Materi MATSAMA  Pengenalan Kurikulum.pptxMateri MATSAMA  Pengenalan Kurikulum.pptx
Materi MATSAMA Pengenalan Kurikulum.pptx
 
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
Tujuan pembelajaran kelas 4 SD Kurikulum Merdeka semester 1
 
SOSIALISASI PENULISAN IJAZAH Dua Ribu Dua Puluh Empat Semester 2.pptx
SOSIALISASI PENULISAN IJAZAH Dua Ribu Dua Puluh Empat Semester 2.pptxSOSIALISASI PENULISAN IJAZAH Dua Ribu Dua Puluh Empat Semester 2.pptx
SOSIALISASI PENULISAN IJAZAH Dua Ribu Dua Puluh Empat Semester 2.pptx
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN 5 SRI WAHYUNI.pdf
 
Free Handout 200 Soal UKMPPAI Ed. Giveaway XV.pdf
Free Handout 200 Soal UKMPPAI Ed. Giveaway XV.pdfFree Handout 200 Soal UKMPPAI Ed. Giveaway XV.pdf
Free Handout 200 Soal UKMPPAI Ed. Giveaway XV.pdf
 
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PJOK Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
 
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Fisika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docxUNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
UNIT 3 PB 2 MODUL AJAR PPKn KELAS 5 - modulguruku.com.docx
 
Tugas 3.1_BAB II_Kelompok 2 Tahap Inquiry .pdf
Tugas 3.1_BAB II_Kelompok 2 Tahap Inquiry .pdfTugas 3.1_BAB II_Kelompok 2 Tahap Inquiry .pdf
Tugas 3.1_BAB II_Kelompok 2 Tahap Inquiry .pdf
 
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptxREVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
REVIEW KSP PERMENDIKBUDRISTEK 12 TH 2024.pptx
 
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa IndonesiaPengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
Pengenalan Morfologi & Tata Bahasa Indonesia
 

Konflik dan Negosiasi dalam perilaku organisai

  • 1. KONFLIK DAN NEGOSIASI ADITYA BAYU SAPUTRA 2320318310055 ISKANDAR ZULKARNAIN 2320318310019
  • 2. Konflik berasal dari bahasa Latin ‘Confligo’, yang terdiri dari dua kata, yakni ‘con’, yang berarti bersama-sama dan ‘fligo’, yang berarti pemogokan, penghancuran atau peremukan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia kata "konflik" berarti "pertentangan" atau "percekcokan". Konflik atau pertentangan bisa terjadi pada diri seseorang (konflik internal) ataupun di dalam kalangan yang lebih luas. Dalam organisasi istilahnya menjadi "konflik organisasi" KONFLIK Konflik menurut Robbins, adalah suatu proses yang dimulai apabila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau akan segera mempengaruhi secara negatif pihak lain, dan Alabenes dalam Nimran (1996) mengartikan konflik sebagai kondisi yang dipersepsikan ada diantara pihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian antara tujuan dan peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain.
  • 3. Menurut Nawawi (2010), konflik kerja adalah ketidaksesuaian dua orang atau lebih anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas atau kegiatan kerja atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan nilai dan persepsi. KONFLIK KERJA Menurut Tommy (2010), konflik kerja adalah adanya pertentangan antara seseorang dengan orang lain atau ketidakcocokan kondisi yang dirasakan pegawai karena adanya hambatan komunikasi, perbedaan tujuan dan sikap serta ketergantungan aktivitas kerja.
  • 4. TRANSISI PANDANGAN TENTANG KONFLIK Pandangan Hubungan Manusia Pandangan Tradisional Pandangan Interaksionis Pandangan trandisional (traditional) ini sejalan dengan sikap yang dianut banyak orang menyangkut perilaku kelompok pada tahun 1930-an dan 1940-an. Konflik dipandang sebagai akibat disfungsional darikomunikasi yang buruk, tidak adanya keterbukaan dan kepercayaan antar anggota serta ketidak mampuan para manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan mereka. Pandangan ini meyakini bahwa semua konflik membahayakan dan harus dihindari. Pandangan hubungan manusia berpendapat bahwa konflik adalah kejadian alamiah dalam semua kelompok dan organisasi. Karena konflik tak terhindarkan, mahzab hubungan manusia mendorong kita untuk menerima keberadaan konflik. Pandangan interaksionis yang menyatakan bahwa konflik bukan sekedar sesuatu kekuatan positif dalam suatu kelompok, melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja positif. Oleh karena itu konflik harus diciptakan.
  • 5. Bentuk - bentuk Konflik Konflik yang mendukung tujuan kolompok dan meningkatkan kinerjanya. Konflik Fungsional Konflik Disfungsional Konflik yang menghambat kinerja kelompok.
  • 6. Konflik atas muatan dan tujuan pekerjaan. Konflik Tugas Konflik Hubungan Konflik berdasarkan hubungan interpersonal. Berdasarkan penelitian konflik hubungan hampir selalu menghasilkan konflik disfungsional Yang membedakan konflik fungsional dan disfungsional dengan menunjukan dan memperhatikan jenis konfliknya secara spesifik, ada tiga tipe konflik, yaitu: Konflik Proses Konflik tentang bagaimana pekerjaan dilaksanakan.
  • 7. Konflik dilihat dari posisi seseorang dalam struktur organisasi: Konflik vertikal (atasan dengan bawahan) Konflik horizontal (kedudukannya sama) Konflik garis dan staf (karyawan lini dengan penasehat/middle management) Konflik peran (seseorang mengemban lebih dari satu peran) Winardi (1992:174)
  • 10. Jenis Konflik 1. Konflik Intrapersonal Konflik ini dialami oleh individu dengan dirinya sendiri karena adanya tekanan peran dan dorongan diluar dengan keinginan. 2. Konflik Interpersonal Konflik yang terjadi antarindividu yang berbeda dalam suatu kelompok pada kelompok yang berbeda. 3. Konflik Antarkelompok Konflik ini bersifat kolektif. Konflik Organisasi, konflik yang terjadi antar unit organisasi yang bersifat struktural maupun fungsional. Contoh, konflik antara bagian pemasaran dengan bagian produksi.
  • 11. Penyebab Konflik 1. Saling bergantungan Dalam sebuah organisasi saling bergantungan dalam pekerjaan terjadi jika dua kelompok organisasi atau lebih saling membutuhkan satu sama lain guna menyelesaikan tugas. 2. Perbedaan Tujuan Perbedaan tujuan dari masing-masing sub unit atau kelompok mempengaruhi secara dari masing-masing sub unit atau kelompok mengejar tujuannya, dan seringkali tujuan dari masing-masing subunit atau kelompok tersebut saling bertentangan. 3. Perbedaan Persepsi Perbedaan persepsi tentang kenyataan yang terjadi dalam suatu organisasi merupakan penyebab konflik yang cukup potensial. Perbedaan persepsi ini menyebabkan perbedaan pandangan dan pendapat tentang suatu kenyataan (atau kejadian) antara kelompok satu dengan lainnya sehingga terjadi suatu konflik. Perbedaan persepsi ini bisa disebabkan karena perbedaan tujuan, horizon waktu, ketidakpastian status, maupun persepsi yang tidak akurat.
  • 12. TINGKAT KESULITAN KONFLIK Dimensi Sulit di pecahkan Mudah dipecahkan Masalah yang menjadi pertanyaan Masalah prinsip Masalah yang dapat dibagi-bagi Ukuran taruhan Besar Kecil Kontinuitas interaksi Transaksi tunggal Hubungan jangka panjang Struktur pihak-pihak yang terlibat Tak berbentuk atau terpecah-pecah, dengan kepemimpinan yang lemah Terpadu, dengan kepemimpinan yang kuat Keterlibatan pihak ketiga Tidak ada pihak ketiga yang netral Pihak ketiga dipercaya, kuat, dihormati dan netral Kemajuan konflik yang dipandang Tidak seimbang, satu pihak merasa lebih dirugikan Pihak-pihak telah saling merugikan satu sama lain
  • 13. Pengertian negosiasi Negosiasi menurut Ivancevich (2007) sebuah proses di mana dua pihak (atau lebih) yang berbeda pendapat berusaha mencapai kesepakatan. Menurut Sopiah (2008), negosiasi merupakan suatu proses tawar-menawar antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Sedangkan Robbins (2008) menyimpulkan negosiasi adalah sebuah proses di mana dua pihak atau lebih melakukan pertukaran barang atau jasa dan berupaya untuk menyepakati nilai tukarnya. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa negosiasi adalah suatu upaya yang dilakukan antara pihak-pihak yang berkonflik dengan maksud untuk mencari jalan keluar untuk menyelesaikan pertentangan yang sesuai kesepakatan bersama.
  • 14. Hal-hal yang harus dihindari dalam Negosiasi • Profit Motive, di mana masing-masing pihak harus mendapatkan sesuatu yang lebih dibanding pihak yang lain. • Concern for Justice, di mana masing-masing pihak menterjemahkan "fairness" hanya dari kaca mata masing-masing individu.
  • 15. Jenis-Jenis Negosiasi Kompetitif atau Distributif Yaitu suatu negosiasi yang menghasilkan ada pihak yang kalah dan ada pihak yang menang. Kooperatif atau Integratif Yaitu suatu negosiasi yang menghasilkan kemenangan untuk pihak-pihak yang bernegosiasi. 1.Karakteristik Negosiasi Distributif: 1. Terdapat dua sisi: pihak yang menang dan pihak yang kalah. 2. Kepentingan yang bertentangan antara pihak yang bernegosiasi. 3. Mendominasi dan memanipulasi menjadi strategi yang cukup penting. 2.Strategi Negosiasi Distributif: 1. Negosiasi distributif merupakan negosiasi kompetitif yang menimbulkan persaingan. Untuk memenangkan negosiasi ini, diperlukan strategi atau taktik yang tepat. Menurut Lewicki, strategi yang dapat digunakan adalah dengan mendorong penyelesaian dekat titik resisten lawan dan berusaha untuk membuat pihak lawan mengubah titik resistennya. 3.Kelebihan Negosiasi Distributif: 1. Pihak yang menang akan mendapatkan keuntungan. 2. Menumbuhkan jiwa kompetitif. 3. Mengembangkan kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain. Manfaat negosiasi integratif meliputi: •Semua orang merasa menang. •Hubungan antar pihak tetap kuat. •Memperluas nilai dan pilihan yang tersedia.
  • 16. Strategi Umum dalam Negosiasi 1 Karakteristik Negosiasi Distributif (Kalah Menang) dan Negosiasi Integratif (Saling Menguntungkan) 2 Sumber daya Yang Tersedia Negosiasi Distributif: Jumlah Sumber daya untuk dibagi tetap. Negosiasi Integratif: Jumlah sumber daya untuk dibagi merupakan variabel. 3 Motivasi Primer Negosiasi Distributif: Saya Menang; Anda Kalah. Negosiasi Integratif: Saya menang; Anda Menang.
  • 17. Strategi Umum dalam Negosiasi R.J. Lewicki & J.A. Litner dalam Robbins (2001 :155) Karakteristik Negosiasi Distributif (Kalah Menang) Negosiasi Integratif (Saling Menguntungkan) Sumber daya Yang Tersedia Jumlah Sumber daya untuk dibagi tetap Jumlah sumber daya untuk dibagi merupakan variabel Motivasi Primer Saya Menang;Anda Kalah Saya menang; Anda Menang Kepentingan Primer Saling Berlawanan Saling Cocok atau sama dan sebangun Fokus Pada Hubungan Jangka Pendek Jangka Panjang
  • 18. Syarat-syarat Negosiasi Berjalan Efektif Kualitas Proses negosiasi menghasilkan sebuah kesepakatan yang berkualitas dan memberikan kepuasan dari semua pihak. Efisiensi Proses negosiasi tidak menghabiskan waktu dan biaya yang tinggi. Harmoni Proses negosiasi harus tetap bisa mempertahankan hubungan yang baik di antara individu yang sedang melakukan negosiasi.
  • 19. Strategi Negosiasi Ada beberapa Strategi Negosiasi atau strategi manajemen konflik antara lain: Pandangan klasik menyatakan bahwa negosiasi terjadi dalam bentuk sebuah permainan yang nilai totalnya adalah nol (zero sum game). Artinya apapun yang terjadi dalam negosiasi pastilah salah satu pihak akan menang, sedangkan pihak yang lainnya kalah, atau biasa dikenal dengan pendekatan distributif (ivancevich, 2007). Pendekatan yang sama-sama menguntungkan, atau pendekatan integratif, dalam bernegosiasi memberikan cara pandang yang berbeda dalam proses negosiasi. Negosiasi menang-menang adalah pendekatan penjumlahan positif. Situasi–situasi penjumlahan positif adalah pendekatan di mana setiap pihak mendapatkan keuntungan tanpa harus merugikan pihak lain (Ivancevich, 2007). 1. Negosiasi Menang-Kalah (Win-Lose) 2. Negosiasi Menang-Menang (Win-Win)
  • 20. Negosiasi Kalah-Kalah Pandangan Konflik Pandangan Konflik dimana konflik ini bersifat saling kompromi dan mengambil keputusan bersama untuk mengorbankan hal yang dipermasalahkan untuk kepentingan bersama. Contoh Konflik Contoh dari konflik ini adalah sengketa lahan yang akan dibangun untuk lapangan dimana pihak yang berkonflik tidak mau mengalah untuk pembuatan lapangan tersebut untuk itu kedua belah pihak perlu melakukan kompromi untuk mengatasi akar permasalahan ini dengan kedua- duanya berkorban untuk kepentingan bersama.
  • 21. Proses Negosiasi Persiapan dan Perencanaan Sebelum bernegosiasi perlu mengetahui apa tujuan dari Anda bernegosiasi dan memprediksi rentangan hasil yang mungkin diperoleh dari "paling baik" hingga "paling minimum bisa diterima". Penentuan Aturan Dasar Begitu selesai melakukan perencanaan dan menyusun strategi, selanjutnya mulai menentukan aturan-aturan dan prosedur dasar dengan pihak lain untuk negosiasi itu sendiri. Klarifikasi dan Justifikasi Ketika posisis awal sudah saling dipertukarkan, baik pihak pertama maupun kedua akan memaparkan, menguatkan, mengklarifikasi, mempertahankan, dan menjustifikasi tuntutan awal. Penutupan dan Implementasi Tahap akhir dalam negosiasi adalah memformalkan kesepakatan yang telah dibuat serta menyusun prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan pengawasan pelaksanaan.
  • 22.
  • 23. Ada lima metode untuk menangani konflik yang terjadi di dalam organisasi, yaitu: 1. Competition Metode ini digunakan untuk mencapai tujuan tanpa menghiraukan dampak terhadap pihak-pihak lain. Biasanya, jika konflik terjadi di dalam suatu organisasi/kelompok yang formal, maka pihak yang dominan/berkuasa akan berusaha untuk menyelesaikan konflik dengan memanfaatkan kekuasaan yang ada di pihaknya. 2. Avoidance Salah satu pihak yang berselisih menyadari bahwa konflik tersebut ada dan pihak ini menarik diri ataupun berusaha menekan konflik dengan memaksanya ‘tenggelam’ ke bawah permukaan. Dengan metode ini, pihak-pihak yang berselisih dapat juga mengambil keputusan untuk berpisah secara fisik. Tetapi jika perpisahan secara fisik tidak memungkinkan/tidak diinginkan, maka pihak-pihak yang berselisih akan berusaha untuk menekan konflik. Metode Penyelesaian dari Konflik
  • 24. 3. Accommodation Metode ini dilakukan dengan cara salah satu pihak berusaha untuk mengalah, dalam memenuhi tuntutan pihak oposisinya. Jadi dalam rangka untuk memelihara hubungan, salah satu pihak bersedia untuk berkorban. 4. Compromise Metode ini berusaha untuk menjelaskan konflik dengan menemukan dasar di tengah dari dua pihak yang beroposisi. Jika pihak-pihak yang berselisih sama-sama bersedia berkorban, maka hasil kompromi akan tercapai. Cara ini bisa saja memperkecil kemungkinan untuk menimbulkan permusuhan yang terpendam. 5. Collaboration Pendekatan ini berusaha untuk memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Jadi, pihak-pihak yang bertentangan bersama-sama mencoba memecahkan masalahnya dan bukan hanya mencoba menekan konflik atau berkompromi.
  • 26.  Berbagai aspek pencegahan dan pengendalian konflik yang perlu di cermati pada tingkat individu dan organisasi. 1. Pengendalian diri  Pertimbangkan dan pilih reaksi anda, jangan emosional  Kembangkan kemampuan bertenggang rasa, dan menerima org lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya  Setiap rangsangan yang kita terima, lakukan analisa rasional terlebih dahulu sehingga bisa memilih tanggapan yang tepat 2. Hidup “sehat”  Menciptakan hubungan yang sehat dengan orang lain, pelihara iklim emosional yang bersih  Mencoba untuk tidak mendominasi, mengancam, menjelekkan, atau selalu menilai orang lain  Berlatih untuk mendengar secara efektif dan beritahu orang lain apa yang sebenarnya anda butuhkan atau harapkan. Daripada membiarkan orang menduga-duga 4. Kepribadian pemimpin  seorang pemimpin yang terbuka dan memberikan dukungan kepada bawahannya, cenderung akan mengurangi konflik 3. Struktur organisasi  organisasi yang terpusat dan birokratis punya potensi lebih besar melahirkan konflik 5. Iklim dan Suasana kelompok  persaingan yang berlebihan dalam klpk atau antar kelompok terutama jika persaingan itu berakibat adanya pihak yang menang dan kalah cenderung untuk melahirkan konflik yang tidak sehat 6. Kebijakan dan prosedur yang memadai dan jelas  ketidakjelasan kebijakan dan prosedur dapat menyebabkan interpretasi yang berbeda dikalangan karyawan atau unit kerja; pada gilirannya kondisi ini akan memicu konflik