Geometri Analitik 
BAB XI 
LINGKARAN 
61. Definisi dan persamaan dari lingkaran. Lingkaran adalah tempat kedudukan yang tetap 
dari titik P yang berpindah, oleh karena itu jarak dari sebuah titik tetap adalah konstan/tidak 
berubah. Titik tetap itu disebut pusat dan jarak 
tetapnya disebut jari-jari. 
Koordinat dari perpindahan titik P kita bisa 
menyebutnya (푥, 푦) . Koordinat dari titik pusat 
(훼, 훽) dan jari-jari r, seperti yang ditunjukkan 
pada Gambar 61. Kita ingin mencari persamaan 
lingkaranya. 
Lingkaran 
r 
Selama jarak dari (훼, 훽) ke (x,y) =r 
Karena itu : 
X 
√(푥 − 훼)2 + (푦 − 훽)2 = 푟 
Atau : 
Persamaan ini adalah persamaan lingkaran dengan pusat (훼, 훽) dan dengan jari-jari r 
Itu akan berbeda apabila pusatnya adalah titik pangkalnya (0,0), persamaanya menjadi : 
푥 2 + 푦2 = 푟2 
Contoh 
Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran dengan persamaan sebagai berikut : 
푥 2 + 푦2 − 2푥 + 4푦 − 3 = 0 
Kita ingin merubah persamaan ini menjadi bentuk : 
(푥 − 훼)2 + (푦 − 훽)2 = 푟2 
Lengkapi persamaan kuadratnya,kita peroleh : 
푥 2 − 2푥 + 1 + 푦2 + 4푦 + 4 = 3 + 1 + 4 
Atau : 
(푥 − 1)2 + (푦 + 2)2 = 8 
Oleh karena it kita peroleh : 
(푥 − 훼)2 + (푦 − 훽)2 = 푟2 
Y 
푃(푥, 푦) 
퐶(훼, 훽)
Geometri Analitik 
Lingkaran 
훼 = 1, 
훽 = −2, 
푟 = √8, 
Atau : 
pusat ∶ (1, −2), 
jari − jari: √8 
Soal 
1. Tentukan pusat dan jari-jari dari beberapa lingkaran, dengan persamaan sebagai berikut : 
a) 푥 2 + 푦2 − 4푥 + 2푦 − 3 = 0 
b) 푥 2 + 푦2 + 6푥 − 8푦 − 5 = 0 
c) 푥 2 + 푦2 + 푥 − 2푦 − 1 = 0 
d) 3푥 2 + 3푦2 + 6푥 − 4푦 + 2 = 0 
e) 5푥 2 + 5푦2 − 6푥 − 2푦 + 7 = 0 
2. Tentukan persamaan lingkaran sebagai berikut : 
a) dengan pusat (2,-1) dan jari-jari = 4 
b) dengan pusat (-3,4) dan jari-jari √6 
3. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (2 ,-1) , dan menyinggung sumbu y 
4. Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai pusat (-1,4) dan melalui titik (3,5) 
5. Tentukan persamaan lingkaran yang diameternya merupakan garis penghubung dari titik 
(3,-1) dan (2,5) 
6. Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai pusat (-1,3) dan melalui titik (2,7) 
7. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (5,5) dan menyinggung sumbu x 
8. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (1,3) dan menyinggung garis 3푥 − 4푦 − 
10 = 0 
9. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (1,-2) dan menyinggung garis 푥 + 푦 − 6 = 0 
10. Tentukan persamaan lingkaran dengan jari - jari 5, dan menyinggung garis푥 − 2푦 + 6 = 
0 pada (-4,1). 
11. Buktikan dengan koordinat bahwa sudut yang tertulis dalam setengah lingkaran adalah 
sudut siku-siku. 
62. Bentuk umun persamaan lingkaran. Pada bagian 57, kita membuktikan bahwa garis 
lurus selalu diwakili oleh sebuah persamaan x dan y, bahwa kebalikan dari teorema ini juga 
benar. Kita sekarang akan membahas teorema yang sesuai dengan lingkaran.
Geometri Analitik 
x2 + y2 +Dx +Ey + F + 0 
Lingkaran 
Pengembangan 
(1) (푥 − 푎)2 + (푦 − ß)2 = 푟2 
Dan mengambil hubungan ,kita dapatkan: 
푥 2 + 푦2 − 2훼푥 − 2 ß푦 + 훼2 + 훽2 − 푟2 = 0 
Persamaan ini mungkin dapat ditulis: 
(2) 푥2 + 푦2 + 퐷푥 + 퐸푦 + 퐹 = 0 
Selain itu, D,E, and F adalah konstanta bilangan bulat tetapi bukan bilangan bulat yang perlu. 
Dari contoh, berikut ini adalah persamaan dari lingkaran dengan pusat di ( 
1 
2 
, −1 ) dan dengan 
jari - jari 2: 
(푥 − 1 
2 
) 
2 
+ (푦 + 1)2 = 4, 
Atau 
푥 2 + 푦2 − 푥 + 2푦 − 11 
4 
= 0 
Di sini 
D = -1 
E = 2, 
F = − 11 
4 
Karena setiap lingkaran mempunyai pusat dan jari -jari dan karena lingkaran dengan 
memberikan pusat dan memberikan jari - jari yang memiliki setiap persamaan khusus (1) atau 
persamaan yang sama pada sebuah bentuk yang berbeda (2) hal ini mengikuti bahwa setiap 
lingkaran diwakili oleh persamaan dalam bentuk 
Dengan demikian, setiap lingkaran diwakili oleh persamaan tingakt kedua pada x dan y, 
dengan koefesien kesatuan x2 dan y2 dan bukan dengan hubungan xy.
Geometri Analitik 
Sebaliknya, setiap bentuk persamaan 
x2 +y2+Dx+Ey+F=0 
diwakili sebuah lingkaran. Maka, dengan mengkuadratkan, kita mempunyai : 
Lingkaran 
푥 2 + 퐷푥 + (퐷 
2 
) 
2 
+ 푦2 + 퐸푦 + (퐸 
2 
) 
2 
= (퐷 
2 
) 
2 
+ (퐸 
2 
) 
2 
− 퐹, 
Atau 
(푥 + 
퐷 
2 
) 
2 
+ (푦 + 
퐸 
2 
) 
2 
= 
퐷2 + 퐸2 − 4퐹 
4 
. 
Persamaan terakhir ini adalah bentuknya 
(퐱 − 퐚)ퟐ + (퐲 − ß)ퟐ = 퐫ퟐ 
Amatilah, bahawa jika hasilnya menjadi lingkaran yang benar, maka jumlahnya 
퐷2+퐸2−4퐹 
4 
= 푟2 
haruslah positif. Jika jumlahnya negatif, r adalah bilangan imajiner- yaitu r adalah 
akar kuadrat dari angka negatif, dan jika jumlahnya nol, r adalah nol. Karena itu, sebagai 
konsekuensinya, kita mengatakan bahwa persamaan dengan imaginari r mewakili lingkaran 
imajiner; dan persamaan dengan r sama dengan nol mewakili lingkaran titik. 
Contoh berikut menggambarkan prinsip-prinsip yang diberikan di atas. 
Contoh 
Tentukan persamaan lingkaran yang melalui tiga titik (0,2),(3,3) dan (-1,1). 
Persamaan yang ditetapkan akan menjadi bentuk 
(2)푥 2 + 푦2 + 퐷푥 + 퐸푥 + 퐹 = 0 
Karena itu, karena tiga titik terletak pada lingkaran, koordinat nya harus memenuhi 
persamaan lingkaran. Sehingga kita memiliki: 
(3)0 + 4 + 0 . 퐷 + 2퐸 + 퐹 = 0 
(4)9 + ( +3퐷 + 3퐸 + 퐹 = 0
Geometri Analitik 
(5)1 + 1 − 퐷 + 퐸 + 퐹 = 0 
Penyelesaian tiga persamaan – persamaan tersebut untuk D, E, dan F, kita mendapatkan: 
퐷 = −6, 
퐸 = 4, 
퐹 = −12. 
Oleh karena itu persamaan yang ditetapkan adalah: 
푥 2 + 푦2 − 6푥 + 4푦 − 12 = 0. 
Ada cara penyelesaian lain, yang tidak bergantung pada bentuk (2). Cara ini diilustrasikan 
seperti berikut ini: 
Contoh 
Kita perrtama kali harus mengetahui pusatnya. Dari ilmu ukur bidang, pusatnya adalah titik 
potong pembagi dua ruas garis yang tegak lurus yang menghubungkan satu atau beberapa 
pasang titik. Dengan cara Bagian 51, persamaan pembagi dua ruas garis yang tegak lurus 
yang menghubungkan (0,2) dan (3,3) adalah : 
√푥 2 + (푦 − 2)2 = √(푥 − 3)2 + (푦 − 3)2, 
Lingkaran 
atau: 
(6)3푥 + 푦 − 7 = 0. 
Dengan cara yang sama, persamaan pembagi dua ruas garis yang tegak lurus yang 
menghubungkan (0,2) dan (-1,1) adalah : 
√푥 2 + (푦 − 2)2 = √(푥 + 1)2 + (푦 − 1)2, 
(7)푥 + 푦 − 1 = 0. 
Penyelesaian dari (6) dan (7), kita mendapatkan: 
푥 = 3 
푥 = −2
Geometri Analitik 
Karena itu pusatnya pada titik (3, -2). Jarak dari pusat ke satu atau beberapa dari tiga titik 
diketahui adalah 5. Oleh karena itu persamaan yang ditetapkan adalah : 
(푥 − 3)2 + (푦 + 2)2 = 25, 
Lingkaran 
Atau: 
푥 2 + 푦2 − 6푥 + 4푦 − 12 = 0. 
Permasalahan – permasalahan 
1. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik – titik berikut ini: 
a) (2,1), (-1,3), (3,-2). 
b) (1,10, (0,6), (2,-3). 
c) (-2,1), (1,-4), (3,-1). 
2. Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai pusat pada garis 푥 − 2푦 + 3 0, dan 
melalui titik (1,1) dan (0,-3). 
3. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat pada (-3,2), dan menyinggung garis 3푥 − 
4푦 − 3 = 0. 
4. Tentukan persamaan lingkaran dangan jari – jari 5, dan menyinggung garis 2푥 − 푦 + 
4 = 0 pada (1,6). 
5. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinggung garis 푥 + 푦 + 2 = 0 pada (1,1), 
dan melalui (2,4). 
6. Tentukan persamaan lingakran yang menyinggung 2푥 + 푦 − 4 = 0 pada (2,0), dan 
melalui (3,-4). 
7. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui (2,4) dan (-1,3) dan memiliki pusat pada 
garis 푥 − 3푦 + 6 = 0. 
8. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinngung 2푥 − 푦 + 6 = 0 dan 2푥 − 푦 + 
10 = 0, dan memiliki pusat pada garis 푥 − 3푦 + 4 = 0. 
9. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinggung 푥 + 푦 − 3 = 0 dan 푥 = 푌 + 7 = 
0, dan memiliki pusat pada garis 2푥 + 푦 − 4 = 0. 
10. Tentukan persamaaan lingkaran dengan pusat pada sumbu x, dan menyinggung garis 
푦 = 4 dan 푥 = 2. 
11. Tentukan persamaan lingkaran yang pusatnya 푦 = 2 dan menyinggung garis 2푥 − 
3푦 − 4 = 0 dan 푥 − 푦 − 6 = 0. 
12. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinggung di titik 푥 = 0, 푦 = 0 dan 푥 = 5.
Geometri Analitik 
13. Tentukan persamaan lingkaran di dalam sebuah segitiga yang menyinggung garis 
3푥 − 4푦 − 19 = 0, 4푥 + 3푦 − 17 = 0, 푑푎푛 푥 − 7 = 0. 
14. Tentukan persamaan lingkaran d dalam sebuah segitiga dengan titik puncak 
Lingkaran 
(0,6),(8,6), dan (0,0). 
15. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui (1,7) dan (8,8) dan menyinggung garis 
3푥 + 4푦 − 6 = 0. 
63. Lingkaran-lingkaran melalui titik-titik potong dua lingkaran; sumbu radikal. 
Pada bagain 60, kita menentukan persamaan lingkaran dari garis yang melalui titik-titik 
potong dua lingkaran. Kita dapat menggunakan hal yang sama pada lingkaran dengan 
persamaan: 
(1)푥 2 + 푦2 + 퐴1푥 + 퐵1푦 + 퐶1 = 0 
(2) 푥 2 + 푦2 + 퐴2푥 + 퐵2푦 + 퐶2 = 0 
Kita ingin menunjukkan bahwa persamaan di atas menjadi 
(3) 푥 2 + 푦2 + 퐴1푥 + 퐵1푦 + 퐶1 + 푘(푥 2 + 푦2 + 퐴2푥 + 퐵2푦 + 퐶2) = 0 
Untuk semua nilai k (tak terkecuali), baik lingkaran yang melalui titik-titik potong 
(real atau imajiner) dari dua buah lingkaran. 
Jika dihubungkan, maka kita akan mendapatkan persamaan: 
(4)(푥 2 + 푦2)(1 + 푘) + 푥(퐴1 + 푘퐴2) + 푦(퐵1 + 푘퐵2) + 퐶1 + 푘퐶2 = 0. 
Persamaan ini di dapat dari penggabungan kedua persamaan, untuk semua 푘 kecuali - 
1, bentuk dari persamaan lingkaran (bagian 62). Akan kita bahas kemudian.selanjutnya, jika 
(푥1, 푦1) adalah titik potong dari dua buah lingkaran, maka titik tersebut berada pada kedua 
lingkaran, dan persamaan (3) menjadi: 
0 + 푘 ∙ 0 ≡ 0 
Karena (푥1, 푦1 ) berada pada lingkaran maka diwakili oleh persamaan (3). 
Jika diberikan lingkaran-lingkaran non konsentris tetapi tidak berpotongan di titik real, 
dengan angka tidak real (푥, 푦) yang memenuhi semua persamaan kemungkinan bernilai 
imajiner, karena, persamaan (3) akan mewakili sebuah lingkaran yang berpotingan di titik 
imajiner . 
Jika diberikan lingakaran-lingkaran konsentris, dengan nilai-nilai (푥, 푦) tidak real atau 
imajiner, memenuhi semua persamaan; karena, persamaan (3) akan mewakili sebuah 
lingkaran konsentris. 
Yang menarik adalah ketika 푘 = −1. Akan terbentuk persamaan (4), menjadi: 
푥(퐴1 − 퐴2) + 푦(퐵1 − 퐵2) + 퐶1 − 퐶2 = 0.
Geometri Analitik 
Ini adalah bentuk persamaan sebuah garis lurus, yang biasa disebut sumbu radikal dari 
Lingkaran 
dua buah lingkaran. 
Hal itu sudah sangat jelas bahwa, jika persamaan-persamaan lingkaran-lingkaran 
dibentuk dari persamaan (1) dan (2), persamaan dari sumbu radikal diperoleh dengan 
mengurangi satu persamaan dengan persamaan yang lain. 
Misal, persamaan (1) diwakili oleh 푆1 = 0, 
dan persamaan (2), diwakili oleh 푆2 = 0, 
maka persamaan sumbu radikalnya adalah : 푆1 − 푆2 = 0, 
atau: 푆1 = 푆2. 
Untuk lebih jelasnya lagi bahwa, jika titik dua lingkaran berbeda dipotongkan, maka 
sumbu radikalnya adalah common chord. 
Sekarang ditentukan 3 lingkaran: 푆1 = 0, 푆2 = 0, 푑푎푛 푆3 = 0. Kita akan menentukan 
sumbu radikal dari tiga lingkaran (taken in pairs)bertemu pada satu titik disebut titik tengah. 
Persamaan sumbu radikal lingkaran S1 = 0 dan S2 = 0 adalah : 
(5) S1 – S2 = 0. 
Persamaan sumbu radikal lingkaran S2 = 0 dan S3 = 0 adalah : 
(6) S2 – S3 = 0. 
Persamaan sumbu radikal lingkaran S1 = 0 dan S3 = 0 adalah : 
(7) S1 – S3 = 0. 
Akan tetapi, jika kita menjumlahkan persamaan (5) dan (6), kita peroleh, dengan 60 
bagian, sebuah garis yang melalui titik potong dari (5) dan (6). Dari sini, dengan 
menggabungkan (5) dan (6), kita peroleh : 
S1 – S3 = 0. 
Tetapi hasilnya sama dengan persamaan (7). 
Oleh sebab itu, yang mewakili (7) – yaitu, S1 – S3 = 0, yang mana sumbu radikal yang 
ketiga – melalui titik potong dari dua lainnya. Atau, dengan kata lain, ketiga sumbu radikal 
bertemu di sebuah titik utama.
Geometri Analitik 
Permasalahan - permasalahan 
1. Carilah persamaan lingkaran berikut : 
a. Melalui titik potong lingkaran x2 + y2 = 2x dan x2 + y2 = 2y, dan (3, -4). 
b. Melalui titik potong x2 + y2 = 25 dan x2 + y2 – 2x + 4y – 6 = 0, dan (1, 2). 
c. Melalui titik potong lingkaran x2 + y2 = 16 dan garis x + y = 2, dan (4, -3). 
2. Carilah sumbu radikal dari lingkaran x2 + y2 – 4x + 6y – 12 = 0 dan x2 + y2 + 2x - y + 3 
Lingkaran 
= 0. 
3. Carilah sumbu radikal dari lingkaran x2 + y2 – x + y – 2 = 0 dan 3x2 + 3y2 + 2x - 3y + 6 
= 0. 
4. Carilah sumbu radikal dari lingkaran x2 + y2 – 6x - 4y + 9 = 0 dan x2 + y2 = 1. 
5. Carilah pusat radikal dari lingkaran x2 + y2 + 2x - y = 0, x2 + y2 + x - y - 1 = 0, dan x2 + 
y2 - 4x + 6y - 3 = 0. 
6. Carilah pusat radikal dari lingkaran x2 + y2 - x + 3y – 2 = 0, x2 + y2 + 4x - 2y - 3 = 0, 
dan x2 + y2 - 2x - 4y - 6 = 0. 
7. Dalam kasus apa dua lingkaran tidak mempunyai sumbu radikal? 
8. Dalam kasus apa tiga lingkaran tidak mempunyai pusat radikal? 
9. Berilah cntoh susunan geometri dari sumbu radikal dua lingkaran yang tidak 
berpotongan. 
10. Buktikan analisa bahwa sumbu radikal dari dua lingkaran adalah tegak lurus dengan 
garis tengahnya. 
11. Buktikan analisa bahwa sumbu radikal dari dua lingkaran yang sama adalah garis bagi 
tegak lurus dari garis tengahnya. 
12. Apakah sumbu radikal dari dua lingkaran yang berjari – jari nol? 
13. Dengan menggunakan materi soal nomer 12, buktikan bahwa garis bagi tegak lurus 
dari dua sisi segitiga bertebu pada satu titik. 
14. Jika P (x1, y1) adalah sebuah titik di luar lingkaran 
(x - )2 + (y - )2 – r2 = 0, 
Tunjukkan bahwa panjang tangent dari P ke lingkaran dapat dirumuskan 
t = (x1 - )2 + (y1 - )2 – r2 
15. Dengan menggunakan jawaban dari soal 14, tunjukkan bahwa sumbu radikal dari dua 
lingkaran, S1 = 0 dan S2 = 0, diartikan sama dengan tempat sebuah titik P berpindah 
sehingga tangent yang digambarkan dari P ke lingkaran, S1 = 0 dan S2 = 0, selalu 
sama.

Lingkaran

  • 1.
    Geometri Analitik BABXI LINGKARAN 61. Definisi dan persamaan dari lingkaran. Lingkaran adalah tempat kedudukan yang tetap dari titik P yang berpindah, oleh karena itu jarak dari sebuah titik tetap adalah konstan/tidak berubah. Titik tetap itu disebut pusat dan jarak tetapnya disebut jari-jari. Koordinat dari perpindahan titik P kita bisa menyebutnya (푥, 푦) . Koordinat dari titik pusat (훼, 훽) dan jari-jari r, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 61. Kita ingin mencari persamaan lingkaranya. Lingkaran r Selama jarak dari (훼, 훽) ke (x,y) =r Karena itu : X √(푥 − 훼)2 + (푦 − 훽)2 = 푟 Atau : Persamaan ini adalah persamaan lingkaran dengan pusat (훼, 훽) dan dengan jari-jari r Itu akan berbeda apabila pusatnya adalah titik pangkalnya (0,0), persamaanya menjadi : 푥 2 + 푦2 = 푟2 Contoh Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran dengan persamaan sebagai berikut : 푥 2 + 푦2 − 2푥 + 4푦 − 3 = 0 Kita ingin merubah persamaan ini menjadi bentuk : (푥 − 훼)2 + (푦 − 훽)2 = 푟2 Lengkapi persamaan kuadratnya,kita peroleh : 푥 2 − 2푥 + 1 + 푦2 + 4푦 + 4 = 3 + 1 + 4 Atau : (푥 − 1)2 + (푦 + 2)2 = 8 Oleh karena it kita peroleh : (푥 − 훼)2 + (푦 − 훽)2 = 푟2 Y 푃(푥, 푦) 퐶(훼, 훽)
  • 2.
    Geometri Analitik Lingkaran 훼 = 1, 훽 = −2, 푟 = √8, Atau : pusat ∶ (1, −2), jari − jari: √8 Soal 1. Tentukan pusat dan jari-jari dari beberapa lingkaran, dengan persamaan sebagai berikut : a) 푥 2 + 푦2 − 4푥 + 2푦 − 3 = 0 b) 푥 2 + 푦2 + 6푥 − 8푦 − 5 = 0 c) 푥 2 + 푦2 + 푥 − 2푦 − 1 = 0 d) 3푥 2 + 3푦2 + 6푥 − 4푦 + 2 = 0 e) 5푥 2 + 5푦2 − 6푥 − 2푦 + 7 = 0 2. Tentukan persamaan lingkaran sebagai berikut : a) dengan pusat (2,-1) dan jari-jari = 4 b) dengan pusat (-3,4) dan jari-jari √6 3. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (2 ,-1) , dan menyinggung sumbu y 4. Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai pusat (-1,4) dan melalui titik (3,5) 5. Tentukan persamaan lingkaran yang diameternya merupakan garis penghubung dari titik (3,-1) dan (2,5) 6. Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai pusat (-1,3) dan melalui titik (2,7) 7. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (5,5) dan menyinggung sumbu x 8. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (1,3) dan menyinggung garis 3푥 − 4푦 − 10 = 0 9. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (1,-2) dan menyinggung garis 푥 + 푦 − 6 = 0 10. Tentukan persamaan lingkaran dengan jari - jari 5, dan menyinggung garis푥 − 2푦 + 6 = 0 pada (-4,1). 11. Buktikan dengan koordinat bahwa sudut yang tertulis dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku. 62. Bentuk umun persamaan lingkaran. Pada bagian 57, kita membuktikan bahwa garis lurus selalu diwakili oleh sebuah persamaan x dan y, bahwa kebalikan dari teorema ini juga benar. Kita sekarang akan membahas teorema yang sesuai dengan lingkaran.
  • 3.
    Geometri Analitik x2+ y2 +Dx +Ey + F + 0 Lingkaran Pengembangan (1) (푥 − 푎)2 + (푦 − ß)2 = 푟2 Dan mengambil hubungan ,kita dapatkan: 푥 2 + 푦2 − 2훼푥 − 2 ß푦 + 훼2 + 훽2 − 푟2 = 0 Persamaan ini mungkin dapat ditulis: (2) 푥2 + 푦2 + 퐷푥 + 퐸푦 + 퐹 = 0 Selain itu, D,E, and F adalah konstanta bilangan bulat tetapi bukan bilangan bulat yang perlu. Dari contoh, berikut ini adalah persamaan dari lingkaran dengan pusat di ( 1 2 , −1 ) dan dengan jari - jari 2: (푥 − 1 2 ) 2 + (푦 + 1)2 = 4, Atau 푥 2 + 푦2 − 푥 + 2푦 − 11 4 = 0 Di sini D = -1 E = 2, F = − 11 4 Karena setiap lingkaran mempunyai pusat dan jari -jari dan karena lingkaran dengan memberikan pusat dan memberikan jari - jari yang memiliki setiap persamaan khusus (1) atau persamaan yang sama pada sebuah bentuk yang berbeda (2) hal ini mengikuti bahwa setiap lingkaran diwakili oleh persamaan dalam bentuk Dengan demikian, setiap lingkaran diwakili oleh persamaan tingakt kedua pada x dan y, dengan koefesien kesatuan x2 dan y2 dan bukan dengan hubungan xy.
  • 4.
    Geometri Analitik Sebaliknya,setiap bentuk persamaan x2 +y2+Dx+Ey+F=0 diwakili sebuah lingkaran. Maka, dengan mengkuadratkan, kita mempunyai : Lingkaran 푥 2 + 퐷푥 + (퐷 2 ) 2 + 푦2 + 퐸푦 + (퐸 2 ) 2 = (퐷 2 ) 2 + (퐸 2 ) 2 − 퐹, Atau (푥 + 퐷 2 ) 2 + (푦 + 퐸 2 ) 2 = 퐷2 + 퐸2 − 4퐹 4 . Persamaan terakhir ini adalah bentuknya (퐱 − 퐚)ퟐ + (퐲 − ß)ퟐ = 퐫ퟐ Amatilah, bahawa jika hasilnya menjadi lingkaran yang benar, maka jumlahnya 퐷2+퐸2−4퐹 4 = 푟2 haruslah positif. Jika jumlahnya negatif, r adalah bilangan imajiner- yaitu r adalah akar kuadrat dari angka negatif, dan jika jumlahnya nol, r adalah nol. Karena itu, sebagai konsekuensinya, kita mengatakan bahwa persamaan dengan imaginari r mewakili lingkaran imajiner; dan persamaan dengan r sama dengan nol mewakili lingkaran titik. Contoh berikut menggambarkan prinsip-prinsip yang diberikan di atas. Contoh Tentukan persamaan lingkaran yang melalui tiga titik (0,2),(3,3) dan (-1,1). Persamaan yang ditetapkan akan menjadi bentuk (2)푥 2 + 푦2 + 퐷푥 + 퐸푥 + 퐹 = 0 Karena itu, karena tiga titik terletak pada lingkaran, koordinat nya harus memenuhi persamaan lingkaran. Sehingga kita memiliki: (3)0 + 4 + 0 . 퐷 + 2퐸 + 퐹 = 0 (4)9 + ( +3퐷 + 3퐸 + 퐹 = 0
  • 5.
    Geometri Analitik (5)1+ 1 − 퐷 + 퐸 + 퐹 = 0 Penyelesaian tiga persamaan – persamaan tersebut untuk D, E, dan F, kita mendapatkan: 퐷 = −6, 퐸 = 4, 퐹 = −12. Oleh karena itu persamaan yang ditetapkan adalah: 푥 2 + 푦2 − 6푥 + 4푦 − 12 = 0. Ada cara penyelesaian lain, yang tidak bergantung pada bentuk (2). Cara ini diilustrasikan seperti berikut ini: Contoh Kita perrtama kali harus mengetahui pusatnya. Dari ilmu ukur bidang, pusatnya adalah titik potong pembagi dua ruas garis yang tegak lurus yang menghubungkan satu atau beberapa pasang titik. Dengan cara Bagian 51, persamaan pembagi dua ruas garis yang tegak lurus yang menghubungkan (0,2) dan (3,3) adalah : √푥 2 + (푦 − 2)2 = √(푥 − 3)2 + (푦 − 3)2, Lingkaran atau: (6)3푥 + 푦 − 7 = 0. Dengan cara yang sama, persamaan pembagi dua ruas garis yang tegak lurus yang menghubungkan (0,2) dan (-1,1) adalah : √푥 2 + (푦 − 2)2 = √(푥 + 1)2 + (푦 − 1)2, (7)푥 + 푦 − 1 = 0. Penyelesaian dari (6) dan (7), kita mendapatkan: 푥 = 3 푥 = −2
  • 6.
    Geometri Analitik Karenaitu pusatnya pada titik (3, -2). Jarak dari pusat ke satu atau beberapa dari tiga titik diketahui adalah 5. Oleh karena itu persamaan yang ditetapkan adalah : (푥 − 3)2 + (푦 + 2)2 = 25, Lingkaran Atau: 푥 2 + 푦2 − 6푥 + 4푦 − 12 = 0. Permasalahan – permasalahan 1. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik – titik berikut ini: a) (2,1), (-1,3), (3,-2). b) (1,10, (0,6), (2,-3). c) (-2,1), (1,-4), (3,-1). 2. Tentukan persamaan lingkaran yang mempunyai pusat pada garis 푥 − 2푦 + 3 0, dan melalui titik (1,1) dan (0,-3). 3. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat pada (-3,2), dan menyinggung garis 3푥 − 4푦 − 3 = 0. 4. Tentukan persamaan lingkaran dangan jari – jari 5, dan menyinggung garis 2푥 − 푦 + 4 = 0 pada (1,6). 5. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinggung garis 푥 + 푦 + 2 = 0 pada (1,1), dan melalui (2,4). 6. Tentukan persamaan lingakran yang menyinggung 2푥 + 푦 − 4 = 0 pada (2,0), dan melalui (3,-4). 7. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui (2,4) dan (-1,3) dan memiliki pusat pada garis 푥 − 3푦 + 6 = 0. 8. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinngung 2푥 − 푦 + 6 = 0 dan 2푥 − 푦 + 10 = 0, dan memiliki pusat pada garis 푥 − 3푦 + 4 = 0. 9. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinggung 푥 + 푦 − 3 = 0 dan 푥 = 푌 + 7 = 0, dan memiliki pusat pada garis 2푥 + 푦 − 4 = 0. 10. Tentukan persamaaan lingkaran dengan pusat pada sumbu x, dan menyinggung garis 푦 = 4 dan 푥 = 2. 11. Tentukan persamaan lingkaran yang pusatnya 푦 = 2 dan menyinggung garis 2푥 − 3푦 − 4 = 0 dan 푥 − 푦 − 6 = 0. 12. Tentukan persamaan lingkaran yang menyinggung di titik 푥 = 0, 푦 = 0 dan 푥 = 5.
  • 7.
    Geometri Analitik 13.Tentukan persamaan lingkaran di dalam sebuah segitiga yang menyinggung garis 3푥 − 4푦 − 19 = 0, 4푥 + 3푦 − 17 = 0, 푑푎푛 푥 − 7 = 0. 14. Tentukan persamaan lingkaran d dalam sebuah segitiga dengan titik puncak Lingkaran (0,6),(8,6), dan (0,0). 15. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui (1,7) dan (8,8) dan menyinggung garis 3푥 + 4푦 − 6 = 0. 63. Lingkaran-lingkaran melalui titik-titik potong dua lingkaran; sumbu radikal. Pada bagain 60, kita menentukan persamaan lingkaran dari garis yang melalui titik-titik potong dua lingkaran. Kita dapat menggunakan hal yang sama pada lingkaran dengan persamaan: (1)푥 2 + 푦2 + 퐴1푥 + 퐵1푦 + 퐶1 = 0 (2) 푥 2 + 푦2 + 퐴2푥 + 퐵2푦 + 퐶2 = 0 Kita ingin menunjukkan bahwa persamaan di atas menjadi (3) 푥 2 + 푦2 + 퐴1푥 + 퐵1푦 + 퐶1 + 푘(푥 2 + 푦2 + 퐴2푥 + 퐵2푦 + 퐶2) = 0 Untuk semua nilai k (tak terkecuali), baik lingkaran yang melalui titik-titik potong (real atau imajiner) dari dua buah lingkaran. Jika dihubungkan, maka kita akan mendapatkan persamaan: (4)(푥 2 + 푦2)(1 + 푘) + 푥(퐴1 + 푘퐴2) + 푦(퐵1 + 푘퐵2) + 퐶1 + 푘퐶2 = 0. Persamaan ini di dapat dari penggabungan kedua persamaan, untuk semua 푘 kecuali - 1, bentuk dari persamaan lingkaran (bagian 62). Akan kita bahas kemudian.selanjutnya, jika (푥1, 푦1) adalah titik potong dari dua buah lingkaran, maka titik tersebut berada pada kedua lingkaran, dan persamaan (3) menjadi: 0 + 푘 ∙ 0 ≡ 0 Karena (푥1, 푦1 ) berada pada lingkaran maka diwakili oleh persamaan (3). Jika diberikan lingkaran-lingkaran non konsentris tetapi tidak berpotongan di titik real, dengan angka tidak real (푥, 푦) yang memenuhi semua persamaan kemungkinan bernilai imajiner, karena, persamaan (3) akan mewakili sebuah lingkaran yang berpotingan di titik imajiner . Jika diberikan lingakaran-lingkaran konsentris, dengan nilai-nilai (푥, 푦) tidak real atau imajiner, memenuhi semua persamaan; karena, persamaan (3) akan mewakili sebuah lingkaran konsentris. Yang menarik adalah ketika 푘 = −1. Akan terbentuk persamaan (4), menjadi: 푥(퐴1 − 퐴2) + 푦(퐵1 − 퐵2) + 퐶1 − 퐶2 = 0.
  • 8.
    Geometri Analitik Iniadalah bentuk persamaan sebuah garis lurus, yang biasa disebut sumbu radikal dari Lingkaran dua buah lingkaran. Hal itu sudah sangat jelas bahwa, jika persamaan-persamaan lingkaran-lingkaran dibentuk dari persamaan (1) dan (2), persamaan dari sumbu radikal diperoleh dengan mengurangi satu persamaan dengan persamaan yang lain. Misal, persamaan (1) diwakili oleh 푆1 = 0, dan persamaan (2), diwakili oleh 푆2 = 0, maka persamaan sumbu radikalnya adalah : 푆1 − 푆2 = 0, atau: 푆1 = 푆2. Untuk lebih jelasnya lagi bahwa, jika titik dua lingkaran berbeda dipotongkan, maka sumbu radikalnya adalah common chord. Sekarang ditentukan 3 lingkaran: 푆1 = 0, 푆2 = 0, 푑푎푛 푆3 = 0. Kita akan menentukan sumbu radikal dari tiga lingkaran (taken in pairs)bertemu pada satu titik disebut titik tengah. Persamaan sumbu radikal lingkaran S1 = 0 dan S2 = 0 adalah : (5) S1 – S2 = 0. Persamaan sumbu radikal lingkaran S2 = 0 dan S3 = 0 adalah : (6) S2 – S3 = 0. Persamaan sumbu radikal lingkaran S1 = 0 dan S3 = 0 adalah : (7) S1 – S3 = 0. Akan tetapi, jika kita menjumlahkan persamaan (5) dan (6), kita peroleh, dengan 60 bagian, sebuah garis yang melalui titik potong dari (5) dan (6). Dari sini, dengan menggabungkan (5) dan (6), kita peroleh : S1 – S3 = 0. Tetapi hasilnya sama dengan persamaan (7). Oleh sebab itu, yang mewakili (7) – yaitu, S1 – S3 = 0, yang mana sumbu radikal yang ketiga – melalui titik potong dari dua lainnya. Atau, dengan kata lain, ketiga sumbu radikal bertemu di sebuah titik utama.
  • 9.
    Geometri Analitik Permasalahan- permasalahan 1. Carilah persamaan lingkaran berikut : a. Melalui titik potong lingkaran x2 + y2 = 2x dan x2 + y2 = 2y, dan (3, -4). b. Melalui titik potong x2 + y2 = 25 dan x2 + y2 – 2x + 4y – 6 = 0, dan (1, 2). c. Melalui titik potong lingkaran x2 + y2 = 16 dan garis x + y = 2, dan (4, -3). 2. Carilah sumbu radikal dari lingkaran x2 + y2 – 4x + 6y – 12 = 0 dan x2 + y2 + 2x - y + 3 Lingkaran = 0. 3. Carilah sumbu radikal dari lingkaran x2 + y2 – x + y – 2 = 0 dan 3x2 + 3y2 + 2x - 3y + 6 = 0. 4. Carilah sumbu radikal dari lingkaran x2 + y2 – 6x - 4y + 9 = 0 dan x2 + y2 = 1. 5. Carilah pusat radikal dari lingkaran x2 + y2 + 2x - y = 0, x2 + y2 + x - y - 1 = 0, dan x2 + y2 - 4x + 6y - 3 = 0. 6. Carilah pusat radikal dari lingkaran x2 + y2 - x + 3y – 2 = 0, x2 + y2 + 4x - 2y - 3 = 0, dan x2 + y2 - 2x - 4y - 6 = 0. 7. Dalam kasus apa dua lingkaran tidak mempunyai sumbu radikal? 8. Dalam kasus apa tiga lingkaran tidak mempunyai pusat radikal? 9. Berilah cntoh susunan geometri dari sumbu radikal dua lingkaran yang tidak berpotongan. 10. Buktikan analisa bahwa sumbu radikal dari dua lingkaran adalah tegak lurus dengan garis tengahnya. 11. Buktikan analisa bahwa sumbu radikal dari dua lingkaran yang sama adalah garis bagi tegak lurus dari garis tengahnya. 12. Apakah sumbu radikal dari dua lingkaran yang berjari – jari nol? 13. Dengan menggunakan materi soal nomer 12, buktikan bahwa garis bagi tegak lurus dari dua sisi segitiga bertebu pada satu titik. 14. Jika P (x1, y1) adalah sebuah titik di luar lingkaran (x - )2 + (y - )2 – r2 = 0, Tunjukkan bahwa panjang tangent dari P ke lingkaran dapat dirumuskan t = (x1 - )2 + (y1 - )2 – r2 15. Dengan menggunakan jawaban dari soal 14, tunjukkan bahwa sumbu radikal dari dua lingkaran, S1 = 0 dan S2 = 0, diartikan sama dengan tempat sebuah titik P berpindah sehingga tangent yang digambarkan dari P ke lingkaran, S1 = 0 dan S2 = 0, selalu sama.