Klasifikasi berdasarkan fasa
diam
• Padat : Gas, Cair (Plat, kolom)
• Pertukaran ion : cair (anion,kation)
• Gel : Cair
Jenis Kromatografi

• Berdasarkan fasa geraknya :
• Gas chromatography
• Liquid chromatography
dari bentuk tempat
• Kromatografi kolomtempat stasioner
didalam tabung
• Kromatografi planar  kromatografi kertas,
kromatografi lapisan tipis
Kromatografi gas – cairan
(gas liquid chromatography-glc)

• Konsep pemisahan dengan partisi
• Penyangga padatnya dilapisi oleh cairan
yang disebut sebagai fasa stasioner
• Sistemnya tertutup; komponennya tangki
gas pembawa,pengatur aliran gas/tekanan,
injektor,kolom,detektor,oven pemanas,
amplifier, dan rekorder
• Skema gambar
Proses kerja
• Gas pembawa dialirkan ketangki bertekanan
tinggi melalui alat pengatur tekanan , sampel
disiapkan terlebih dahulu sesuai syaratnya
• Sampel dimasukkan kedalam injektor yang
telah dipanaskan  berubah fasa gas
• Mengalir bersama gas pembawa ke kolom
mengalami pemisahan secara partisi
• Sampel terpisah mengalir ke detektor
• Detektor mengirim sinyal kerekorder setelah
mengalami amplifikasi
• Gas pembawa :Helium,Nitrogen,Hidrogen, Argon
• Injektor; jumlah sampel ditentukan oleh;jmlh yg
tersedia,kapasitas kolom,kepekaan detektor
• Kolom:Kolom isian (packed column) dan kolom pipa
terbuka (open tubular column)
• Penyangga padat:agar fase cair terdistribusi luas, 
tdk reaktif,ukuran seragam,tdk mudah pecah karena
tekanan,tahan suhu tinggi,permukan luas misal tanah
diatomae (senyawa silikat porous)
• Fase stasioner; polar untuk sampel polar (like
dissolves like)
• Detektor out put berupa kromatogram. Contoh
(TCD,FID,ECD,phosphorus detector)
Modifikasi senyawa untuk
analisis

• Protein; dihidrolisis dahulu dengan 6 N HCl
pada 1100 C dengan penangas minyak 20
jam
• Lemak;trigliserida dapat langsung
• Karbohidrat; hidrolisis menjadi gula
sederhana senyawa derivat TMS(trimetil
silil asetamida) standard internasional; α-Dglukopiranosida
Kromatografi cair
•
•
•
•
•

Fasa geraknya zat cair
Proses distribusi fasanya :
Adsorbsi,
Partisi cair-cair
Pertukaran Ion
• Adsorben
• Jenis adsorben; urutan adsorbsi besar-kecil
1.Alumina
2.Arang (Charcoal)
3.Silika gel
4.Magnesia
5.Kalium Karbonat
6.Sukrosa
7.Starch (serbuk Pati)
8.Serbuk Selulosa
• Zat Pelarut (solvent)
• Jenis Zat Pelarut; urutan kenaikan
adsorbilitas pada kolom alumina besar-kecil
1.Perfluorokarbon
2.Hidrokarbon jenuh
3. Hidrokarbon tidak jenuh
4. eter
5.Aldehid dan keton
6.Alkohol
7.Asam dan Basa
• Kromatografi Partisi cair-cair
- Fase stasionernya cair, fase geraknya
:cair,gas
- Misal HPLC (high performance liquid
Chromatography) keunggulannya:
- 1.untuk senyawa yg stabilitas terhadap suhu
terbatas
- 2.Pemisahan relatif singkat (5-10 menit)
- 3.Dapat digunakan utk analisa kuantitatif dg
presisi yg tinggi
Peralatan HPLC
1. Reservoir Pelarut
(dilengkapi pemanasan,perlakuan vakum,atau
mengalirkan gas inert)
2. Pompa tekanan tergantung ukuran kolom dan
viskositas dari pelarut (misal: untuk kolom diameter 5
mm,kec.aliran 1-2 ml/menit, P= 400 bar)
3. Injektor
4.Kolom umumnya Panjang 10-25 cm diameter 4,5-5
mm yg diisi fase stasioner ukuran 5-10µm dari bahan
stainless steel
5.Detektor detektor
ultraviolet,fluorosensi,konduktivitas,indeks
refraksi,detektor FID
6.Rekorder
• Kromatografi Pertukaran Ion
• Proses substitusi satu jenis senyawa ionik dengan yang
lain yang terjadi pada permukaan fasa stasioner
• Fasa stasioner merupakan matriks yang
kuat,permukaannya mempunyai muatan(+-) jika matriks
gugus Sulfonat (SO3- ) fungsi:Penukar kation
• Bila muatan + (misal amin kuartener N(CH)3- ) fungsi
sebagai penukar anion
• Ion solut meggantikan satu atau lebih ion lawan yang
terikat pada fase stasioner (matriks)
• Matriks : jenis resin sintetik seperti
polistiren,polidektran,sellulosa,silika
• Perhatian dan preparasi kolom
1.Pemilihan dan preparasi resin;ukuran (mesh),kualitas,
tingkat ikatan silang. Regenerasi resin
2.Pembengkakan (swelling)karenaresin tersulfonasi
didalam air
3.Kapasitas kolom
4.Cara deteksi; absorpsi sinar, indeks
refraksi,pH,radioaktifitas,pengukuran polarografik
Aplikasi Kromatografi penukar ion:
1.Untuk menghilangkan ionmenghilangkan kesadahan
air (ion Ca,Mg,Fe)
2.Mengkonsentrasikan komponen berkadar kecil; misal
trace elemen
3.Pemisahan asam-asam amino
• Analisis Kuantitatif
• Analisis Kualitatif
• Analisa Kualitatif waktu retensi dan
volume retensi suatu senyawa
• Membandingkan t dan v senyawa sampel
dengan t dan v senyawa standard yg
sudah diketahui
• Analisa Kuantitatif metode pengukuran
tinggi puncak, pengukuran luas puncak
• Tinggi puncak sebanding dengan kadar
senyawa pembentuk kromatogram
• Menghitung luas segitiga
• Luas puncak kromatogram :1/2x alasx
tinggi
• Kromatografi Filtrasi Gel
• Untuk pemisahan campuran senyawa berdasarkan
berat molekul. Berdasarkan besar molekul karena
melalui kolom isian berisi ayakan atau filtrasi
• Tipe Gel:
• 1.Sephadex untuk pemisahan protein dan senyawa
molekul besar. Dari bahan polisakarida dextran.
• 2.Bio Gelmatriks polimer tidak larut air dan pelarut
organik
• 3.Agaroseuntuk senyawa berat molekul>500000
• 4.Porous Glass untuk Tekanan tinggi
• 5.Styrageluntuk pemisahan tanpa air
• Aplikasi;menghilangkan garam,pemekatan,
fraksinasi
Kromatografi lapis tipis
• TLC (thin layer chromatography)
• Kategori kromatografi adsorbsi
• Adsorben sebagai fasa stasioner misal: silika
gel,alumina,selulosa, yang paling banyak
dipakai  silika gel
•
•
•
•
•

Pembuatan Plat
Plat TLC dapat dibuat sendiri atau dibeli dari pasaran
Preparasi larutan adsorben terlebih dahulu
Ukuran plat 5x20,10x20,20x20 cm
Misal : plat kacaplat kaca dicuci,dibilas,keringkan.
Suspensi adsorben yang telah dibuat dilapisi apada
permukaan plat kaca dengan aplikator
1.Plat yang sudah dilapisi didiamkan dulu 30 menit suhu
kamar
2.Meneteskan sampel
3.Pengembangan
4.Visualisasi dan identifikasi (dengan reagensia spesifik)
•
•
•
•

Jenis Kromatografi lapis tipis
1.TLC Preparatif
2.TLC Kuantitatif
3.TLC dengan argentasi untuk pemisahan
senyawa dengan ikatan rangkap yang
berbeda

Contoh metode TLC untuk deteksi antioksidan
Yang terdapat makanan awetan
• Contoh-contoh metoda analisa
• Contoh 1,2,8,12,20
Jenis Kromatografi

• Berdasarkan fasa geraknya :
• Gas chromatography
• Liquid chromatography
• Tugas individu analisis as.organik senyawa
susu dgn HPLC dikumpul minggu depan THP
B (dikumpul Pertemuan 11)
• Tugas Individu mengukur as.laktat dlm
daging giling dgn hplc dan GLC THP A
(dikumpul Pertemuan ke 11)

Klasifikasi Kromatografi

  • 1.
    Klasifikasi berdasarkan fasa diam •Padat : Gas, Cair (Plat, kolom) • Pertukaran ion : cair (anion,kation) • Gel : Cair
  • 2.
    Jenis Kromatografi • Berdasarkanfasa geraknya : • Gas chromatography • Liquid chromatography
  • 3.
    dari bentuk tempat •Kromatografi kolomtempat stasioner didalam tabung • Kromatografi planar  kromatografi kertas, kromatografi lapisan tipis
  • 4.
    Kromatografi gas –cairan (gas liquid chromatography-glc) • Konsep pemisahan dengan partisi • Penyangga padatnya dilapisi oleh cairan yang disebut sebagai fasa stasioner • Sistemnya tertutup; komponennya tangki gas pembawa,pengatur aliran gas/tekanan, injektor,kolom,detektor,oven pemanas, amplifier, dan rekorder • Skema gambar
  • 5.
    Proses kerja • Gaspembawa dialirkan ketangki bertekanan tinggi melalui alat pengatur tekanan , sampel disiapkan terlebih dahulu sesuai syaratnya • Sampel dimasukkan kedalam injektor yang telah dipanaskan  berubah fasa gas • Mengalir bersama gas pembawa ke kolom mengalami pemisahan secara partisi • Sampel terpisah mengalir ke detektor • Detektor mengirim sinyal kerekorder setelah mengalami amplifikasi
  • 6.
    • Gas pembawa:Helium,Nitrogen,Hidrogen, Argon • Injektor; jumlah sampel ditentukan oleh;jmlh yg tersedia,kapasitas kolom,kepekaan detektor • Kolom:Kolom isian (packed column) dan kolom pipa terbuka (open tubular column) • Penyangga padat:agar fase cair terdistribusi luas,  tdk reaktif,ukuran seragam,tdk mudah pecah karena tekanan,tahan suhu tinggi,permukan luas misal tanah diatomae (senyawa silikat porous) • Fase stasioner; polar untuk sampel polar (like dissolves like) • Detektor out put berupa kromatogram. Contoh (TCD,FID,ECD,phosphorus detector)
  • 7.
    Modifikasi senyawa untuk analisis •Protein; dihidrolisis dahulu dengan 6 N HCl pada 1100 C dengan penangas minyak 20 jam • Lemak;trigliserida dapat langsung • Karbohidrat; hidrolisis menjadi gula sederhana senyawa derivat TMS(trimetil silil asetamida) standard internasional; α-Dglukopiranosida
  • 8.
    Kromatografi cair • • • • • Fasa geraknyazat cair Proses distribusi fasanya : Adsorbsi, Partisi cair-cair Pertukaran Ion
  • 9.
    • Adsorben • Jenisadsorben; urutan adsorbsi besar-kecil 1.Alumina 2.Arang (Charcoal) 3.Silika gel 4.Magnesia 5.Kalium Karbonat 6.Sukrosa 7.Starch (serbuk Pati) 8.Serbuk Selulosa
  • 10.
    • Zat Pelarut(solvent) • Jenis Zat Pelarut; urutan kenaikan adsorbilitas pada kolom alumina besar-kecil 1.Perfluorokarbon 2.Hidrokarbon jenuh 3. Hidrokarbon tidak jenuh 4. eter 5.Aldehid dan keton 6.Alkohol 7.Asam dan Basa
  • 11.
    • Kromatografi Partisicair-cair - Fase stasionernya cair, fase geraknya :cair,gas - Misal HPLC (high performance liquid Chromatography) keunggulannya: - 1.untuk senyawa yg stabilitas terhadap suhu terbatas - 2.Pemisahan relatif singkat (5-10 menit) - 3.Dapat digunakan utk analisa kuantitatif dg presisi yg tinggi
  • 12.
    Peralatan HPLC 1. ReservoirPelarut (dilengkapi pemanasan,perlakuan vakum,atau mengalirkan gas inert) 2. Pompa tekanan tergantung ukuran kolom dan viskositas dari pelarut (misal: untuk kolom diameter 5 mm,kec.aliran 1-2 ml/menit, P= 400 bar) 3. Injektor 4.Kolom umumnya Panjang 10-25 cm diameter 4,5-5 mm yg diisi fase stasioner ukuran 5-10µm dari bahan stainless steel 5.Detektor detektor ultraviolet,fluorosensi,konduktivitas,indeks refraksi,detektor FID 6.Rekorder
  • 13.
    • Kromatografi PertukaranIon • Proses substitusi satu jenis senyawa ionik dengan yang lain yang terjadi pada permukaan fasa stasioner • Fasa stasioner merupakan matriks yang kuat,permukaannya mempunyai muatan(+-) jika matriks gugus Sulfonat (SO3- ) fungsi:Penukar kation • Bila muatan + (misal amin kuartener N(CH)3- ) fungsi sebagai penukar anion • Ion solut meggantikan satu atau lebih ion lawan yang terikat pada fase stasioner (matriks) • Matriks : jenis resin sintetik seperti polistiren,polidektran,sellulosa,silika
  • 14.
    • Perhatian danpreparasi kolom 1.Pemilihan dan preparasi resin;ukuran (mesh),kualitas, tingkat ikatan silang. Regenerasi resin 2.Pembengkakan (swelling)karenaresin tersulfonasi didalam air 3.Kapasitas kolom 4.Cara deteksi; absorpsi sinar, indeks refraksi,pH,radioaktifitas,pengukuran polarografik Aplikasi Kromatografi penukar ion: 1.Untuk menghilangkan ionmenghilangkan kesadahan air (ion Ca,Mg,Fe) 2.Mengkonsentrasikan komponen berkadar kecil; misal trace elemen 3.Pemisahan asam-asam amino
  • 15.
    • Analisis Kuantitatif •Analisis Kualitatif
  • 16.
    • Analisa Kualitatifwaktu retensi dan volume retensi suatu senyawa • Membandingkan t dan v senyawa sampel dengan t dan v senyawa standard yg sudah diketahui • Analisa Kuantitatif metode pengukuran tinggi puncak, pengukuran luas puncak • Tinggi puncak sebanding dengan kadar senyawa pembentuk kromatogram • Menghitung luas segitiga • Luas puncak kromatogram :1/2x alasx tinggi
  • 17.
    • Kromatografi FiltrasiGel • Untuk pemisahan campuran senyawa berdasarkan berat molekul. Berdasarkan besar molekul karena melalui kolom isian berisi ayakan atau filtrasi • Tipe Gel: • 1.Sephadex untuk pemisahan protein dan senyawa molekul besar. Dari bahan polisakarida dextran. • 2.Bio Gelmatriks polimer tidak larut air dan pelarut organik • 3.Agaroseuntuk senyawa berat molekul>500000 • 4.Porous Glass untuk Tekanan tinggi • 5.Styrageluntuk pemisahan tanpa air • Aplikasi;menghilangkan garam,pemekatan, fraksinasi
  • 18.
    Kromatografi lapis tipis •TLC (thin layer chromatography) • Kategori kromatografi adsorbsi • Adsorben sebagai fasa stasioner misal: silika gel,alumina,selulosa, yang paling banyak dipakai  silika gel
  • 19.
    • • • • • Pembuatan Plat Plat TLCdapat dibuat sendiri atau dibeli dari pasaran Preparasi larutan adsorben terlebih dahulu Ukuran plat 5x20,10x20,20x20 cm Misal : plat kacaplat kaca dicuci,dibilas,keringkan. Suspensi adsorben yang telah dibuat dilapisi apada permukaan plat kaca dengan aplikator 1.Plat yang sudah dilapisi didiamkan dulu 30 menit suhu kamar 2.Meneteskan sampel 3.Pengembangan 4.Visualisasi dan identifikasi (dengan reagensia spesifik)
  • 20.
    • • • • Jenis Kromatografi lapistipis 1.TLC Preparatif 2.TLC Kuantitatif 3.TLC dengan argentasi untuk pemisahan senyawa dengan ikatan rangkap yang berbeda Contoh metode TLC untuk deteksi antioksidan Yang terdapat makanan awetan
  • 21.
    • Contoh-contoh metodaanalisa • Contoh 1,2,8,12,20
  • 22.
    Jenis Kromatografi • Berdasarkanfasa geraknya : • Gas chromatography • Liquid chromatography
  • 24.
    • Tugas individuanalisis as.organik senyawa susu dgn HPLC dikumpul minggu depan THP B (dikumpul Pertemuan 11) • Tugas Individu mengukur as.laktat dlm daging giling dgn hplc dan GLC THP A (dikumpul Pertemuan ke 11)