Kelompok 1
Adistya Hilga I0517002
A’laa Izuddin Alhaq I0517015
Deandra Ramadhana I0517016
Farida Saptiani I0517028
• Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan
molekul berdasarkan perbedaan pola
pergerakan antara fase gerak dan fase diam
untuk memisahkan komponen (berupa molekul)
yang berada pada larutan.
• Dalam fase gerak, teknik kromatografi terbagi
menjadi dua yaitu, Kromatografi gas dan
Kromatografi cair.
Kromatografi Cair atau Liquid Chromatography (LC)
adalah kromatografi dengan fasa gerak berupa zat cair,
Kromatografi cair merupakan teknik yang tepat untuk
memisahkan ion atau molekul yang terlarut dalam suatu
larutan.
- Kromatografi Kolom
- Kromatografi Kertas (Partisi)
- Kromatografi Lapis Tipis (Absorbsi)
- High Performance Liquid Chromatography (HPLC)
Kromatografi gas atau Gas Chromatography (GC) adalah
proses pemisahan campuran menjadi komponen-
komponennya dengan menggunakan gas sebagai fase
bergerak yang melewati suatu lapisan serapan yang diam.
-Gas Liquid Chromatography ( GLC )
- Gas Solid Chromatography ( GSC )
• Fase Mobil (Gas Pembawa).
Dipasok dari tanki melalui pengaturan pengurangan
tekanan. Kemudian membawa cuplikan langsung ke dalam
kolom.
• Sistem Injeksi Sampel
Sampel dimasukkan ke dalam aliran gas, jika sampel
berupa cairan harus diencerkan terlebih dahulu dalam bentuk
larutan.
• Kolom
Terjadi pemisahan komponen-komponen cuplikan kolom
terbuat dari baja tahan karat, nikel, kaca dan berwujud puncak-
puncak yang disebut kromatogram.
• Detektor
Untuk memonitor gas pembawa yang keluar dari kolom dan
merespon perubahan komposisi yang terelusi.
• Pencatat (Recorder)
Untuk mencetak hasil percobaan pada sebuah kertas yang
hasilnya disebut kromatogram
1.Kromatografi liquid sederhana (LPLC/ Low Performance Liquid
Chromatography)
Misalnya, kita ingin memisahkan sebuah campuran yang jika
ditambahkan pelarut akan menghasilkan warna berbeda. Warna
larutan awal adalah hijau. Pertama, penutup kran dibuka untuk
membiarkan pelarut yang berada di kolom mengering sehingga
material terpadatkan rata pada bagian atas.
Kemudian, campuran dimasukkan dengan hati-hati dari bagian atas
kolom. Setelah itu, kran dibuka lagi agar campuran berwarna diserap
pada bagian atas material terpadatkan. Karena pelarut mengalir secara
terus-menerus, pelarut baru perlu ditambahkan melalui bagian atas
kolom dengan tidak merusak material terpadatkan dalam kolom,
sehingga kolom tidak pernah kering. Pelarut yang mengalir
dikumpulkan dalam satu gelas kimia
2. Kromatografi Kertas
Cuplikan yang mengandung campuran yang akan
dipisahkan diteteskan pada daerah yang diberi tanda di
atas sepotong kertas saring dimana ia akan meluas
membentuk noda yang bulat. Bila noda telah kering kertas
dimasukkan dalam bejana tertutup yang sesuai dengan
satu ujung, dimana tetesan cuplikan ditempatkan, tercelup
dalam pelarut yang dipilih sebagai fase gerak (jangan
sampai noda tercelup karena berarti senyawa yang akan
dipisahkan akan terlarut dari kertas).
Pelarut bergerak melalui serat dari kertas oleh gaya kapiler dan
menggerakkan komponen dari campuran cuplikan pada
perbedaan jarak dalam arah aliran pelarut. Bila permukaan
pelarut telah bergerak sampai jarak yang cukup jauhnya atau
setelah waktu yang telah ditentukan, kertas diambil dari bejana
dan kedudukan dari permukaan pelarut diberi tanda dan
lembaran kertas dibiarkan kering.
Jika senyawa-senyawa berwarna maka mereka akan terlihat
sebagai pita atau noda yang terpisah. Jika senyawa tidak
berwarna harus dideteksi dengan cara fisika dan kimia yaitu
dengan menggunakan suatu pereaksi–pereaksi yang
memberikan sebuah warna terhadap beberapa atau semua dari
senyawa-senyawa.
Bila daerah dari noda yang terpisah telah dideteksi, maka perlu
mengidentifikasi tiap individu dari senyawa. Metode identifikasi
yang paling mudah adalah berdasarkan pada kedudukan dari
noda relatif terhadap permukaan pelarut, menggunakan harga
RF
3. High Performance Liquid Chromatography (HPLC)
• Sampel dimasukkan ke dalam aliran fase gerak
dengan cara penyuntikan.
• Di dalam kolom terjadi pemisahan senyawa-
senyawa dalam kolom akan keluar atas dasar
kepolaran yang berbeda
• Senyawa yang keluar dari kolom akan dideteksi
oleh detektor kemudian direkam dalam bentuk
kromatogram. Dari kromatogram tersebut akan
dapat diidentifikasikan waktu retensi (tR) dan luas
area/tinggi puncak. Informasi tR digunakan untuk
analisis kualitatif, sedangkan informasi luas area
atau tinggi puncak untuk analisis kuantitatif.
• Bidang Bioteknologi
• Bidang Klinik
• Bidang Forensik
• Bidang lingkungan
• Polusi udara
• Bahan pelapis
• Minyak atsiri
• Bahan makanan
• Bidang farmasi dan obat-obatan
• Kolom (tabung gelas) diisi dengan bahan seperti alumina,
silika gel atau pati yang dicampur dengan adsorben, dan
pastanya diisikan ke dalam kolom. Larutan sampel
kemudian diisikan ke dalam kolom dari atas sehingga
sampel diabsorbsi oleh adsorben. Kemudian pelarut (fase
mobil; pembawa) ditambahkan tetes demi tetes dari atas
kolom.
• Partisi zat terlarut berlangsung di pelarut yang turun ke
bawah (fase mobil) dan pelarut yang ter adsorbsi oleh
adsorben (fase stasioner). Selama perjalanan turun, zat
terlarut akan mengalami proses adsorpsi dan partisi
berulang-ulang. Laju penurunan berbeda untuk masing-
masing zat terlarut dan bergantung pada koefisien partisi
masing-masing zat terlarut. Akhirnya, zat terlarut akan
terpisahkan membentuk beberapa lapisan.

Kromatografi gas dan cair

  • 1.
    Kelompok 1 Adistya HilgaI0517002 A’laa Izuddin Alhaq I0517015 Deandra Ramadhana I0517016 Farida Saptiani I0517028
  • 3.
    • Kromatografi adalahsuatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan. • Dalam fase gerak, teknik kromatografi terbagi menjadi dua yaitu, Kromatografi gas dan Kromatografi cair.
  • 4.
    Kromatografi Cair atauLiquid Chromatography (LC) adalah kromatografi dengan fasa gerak berupa zat cair, Kromatografi cair merupakan teknik yang tepat untuk memisahkan ion atau molekul yang terlarut dalam suatu larutan. - Kromatografi Kolom - Kromatografi Kertas (Partisi) - Kromatografi Lapis Tipis (Absorbsi) - High Performance Liquid Chromatography (HPLC)
  • 5.
    Kromatografi gas atauGas Chromatography (GC) adalah proses pemisahan campuran menjadi komponen- komponennya dengan menggunakan gas sebagai fase bergerak yang melewati suatu lapisan serapan yang diam. -Gas Liquid Chromatography ( GLC ) - Gas Solid Chromatography ( GSC )
  • 8.
    • Fase Mobil(Gas Pembawa). Dipasok dari tanki melalui pengaturan pengurangan tekanan. Kemudian membawa cuplikan langsung ke dalam kolom. • Sistem Injeksi Sampel Sampel dimasukkan ke dalam aliran gas, jika sampel berupa cairan harus diencerkan terlebih dahulu dalam bentuk larutan. • Kolom Terjadi pemisahan komponen-komponen cuplikan kolom terbuat dari baja tahan karat, nikel, kaca dan berwujud puncak- puncak yang disebut kromatogram. • Detektor Untuk memonitor gas pembawa yang keluar dari kolom dan merespon perubahan komposisi yang terelusi. • Pencatat (Recorder) Untuk mencetak hasil percobaan pada sebuah kertas yang hasilnya disebut kromatogram
  • 9.
    1.Kromatografi liquid sederhana(LPLC/ Low Performance Liquid Chromatography) Misalnya, kita ingin memisahkan sebuah campuran yang jika ditambahkan pelarut akan menghasilkan warna berbeda. Warna larutan awal adalah hijau. Pertama, penutup kran dibuka untuk membiarkan pelarut yang berada di kolom mengering sehingga material terpadatkan rata pada bagian atas. Kemudian, campuran dimasukkan dengan hati-hati dari bagian atas kolom. Setelah itu, kran dibuka lagi agar campuran berwarna diserap pada bagian atas material terpadatkan. Karena pelarut mengalir secara terus-menerus, pelarut baru perlu ditambahkan melalui bagian atas kolom dengan tidak merusak material terpadatkan dalam kolom, sehingga kolom tidak pernah kering. Pelarut yang mengalir dikumpulkan dalam satu gelas kimia
  • 10.
    2. Kromatografi Kertas Cuplikanyang mengandung campuran yang akan dipisahkan diteteskan pada daerah yang diberi tanda di atas sepotong kertas saring dimana ia akan meluas membentuk noda yang bulat. Bila noda telah kering kertas dimasukkan dalam bejana tertutup yang sesuai dengan satu ujung, dimana tetesan cuplikan ditempatkan, tercelup dalam pelarut yang dipilih sebagai fase gerak (jangan sampai noda tercelup karena berarti senyawa yang akan dipisahkan akan terlarut dari kertas).
  • 11.
    Pelarut bergerak melaluiserat dari kertas oleh gaya kapiler dan menggerakkan komponen dari campuran cuplikan pada perbedaan jarak dalam arah aliran pelarut. Bila permukaan pelarut telah bergerak sampai jarak yang cukup jauhnya atau setelah waktu yang telah ditentukan, kertas diambil dari bejana dan kedudukan dari permukaan pelarut diberi tanda dan lembaran kertas dibiarkan kering. Jika senyawa-senyawa berwarna maka mereka akan terlihat sebagai pita atau noda yang terpisah. Jika senyawa tidak berwarna harus dideteksi dengan cara fisika dan kimia yaitu dengan menggunakan suatu pereaksi–pereaksi yang memberikan sebuah warna terhadap beberapa atau semua dari senyawa-senyawa. Bila daerah dari noda yang terpisah telah dideteksi, maka perlu mengidentifikasi tiap individu dari senyawa. Metode identifikasi yang paling mudah adalah berdasarkan pada kedudukan dari noda relatif terhadap permukaan pelarut, menggunakan harga RF
  • 12.
    3. High PerformanceLiquid Chromatography (HPLC)
  • 13.
    • Sampel dimasukkanke dalam aliran fase gerak dengan cara penyuntikan. • Di dalam kolom terjadi pemisahan senyawa- senyawa dalam kolom akan keluar atas dasar kepolaran yang berbeda • Senyawa yang keluar dari kolom akan dideteksi oleh detektor kemudian direkam dalam bentuk kromatogram. Dari kromatogram tersebut akan dapat diidentifikasikan waktu retensi (tR) dan luas area/tinggi puncak. Informasi tR digunakan untuk analisis kualitatif, sedangkan informasi luas area atau tinggi puncak untuk analisis kuantitatif.
  • 15.
    • Bidang Bioteknologi •Bidang Klinik • Bidang Forensik • Bidang lingkungan • Polusi udara • Bahan pelapis • Minyak atsiri • Bahan makanan • Bidang farmasi dan obat-obatan
  • 17.
    • Kolom (tabunggelas) diisi dengan bahan seperti alumina, silika gel atau pati yang dicampur dengan adsorben, dan pastanya diisikan ke dalam kolom. Larutan sampel kemudian diisikan ke dalam kolom dari atas sehingga sampel diabsorbsi oleh adsorben. Kemudian pelarut (fase mobil; pembawa) ditambahkan tetes demi tetes dari atas kolom. • Partisi zat terlarut berlangsung di pelarut yang turun ke bawah (fase mobil) dan pelarut yang ter adsorbsi oleh adsorben (fase stasioner). Selama perjalanan turun, zat terlarut akan mengalami proses adsorpsi dan partisi berulang-ulang. Laju penurunan berbeda untuk masing- masing zat terlarut dan bergantung pada koefisien partisi masing-masing zat terlarut. Akhirnya, zat terlarut akan terpisahkan membentuk beberapa lapisan.