BY : BILLY MILENIA JOANG
PENGERTIAN
 Distilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan
  menggunakan panas sebagai pemisah atau “separating
  agent”. Jika larutan yang terdiri dari dua buah komponen
  yang cukup mudah menguap, misalnya larutan benzena-
  toluena, larutan n-Heptan dan n-Heksan dan larutan lain
  yang sejenis didihkan, maka fase uap yang terbentuk akan
  mengandung komponen yang lebih menguap dalam jumlah
  yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan fase cair.
Proses pemisahan
 Proses pemisahan secara distilasi dengan mudah dapat dilakukan terhadap
  campuran, dimana antara komponen satu dengan komponen yang lain terdapat dalam
  campuran :
  a. Dalam keadaan standar berupa cairan, saling melarutkan menjadi campuran
  homogen.
  b. Mempunyai sifat penguapan relatif (α) cukup besar.
  c. Tidak membentuk cairan azeotrop.


 Pada proses pemisahan secara distilasi, fase uap akan segera terbentuk setelah sejumlah
  cairan dipanaskan. Uap dipertahankan kontak dengan sisa cairannya (dalam waktu
  relatif cukup) dengan harapan pada suhu dan tekanan tertentu, antara uap dan sisa
  cairan akan berada dalam keseimbangan, sebelum campuran dipisahkan menjadi distilat
  dan residu.
   Fase uap yang mengandung lebih banyak komponen yang lebih mudah menguap relatif
   terhadap fase cair, berarti menunjukkan adanya suatu pemisahan. Sehingga kalau uap
   yang terbentuk selanjutnya diembunkan dan dipanaskan secara berulang-ulang, maka
   akhirnya akan diperoleh komponen-komponen dalam keadaan yang relatif murni.
Langkah-langkah
 Susun Alat Distilasi dengan baik dan tepat
 Masukan campuran pada labu destilasi (isi zat dalam labu paling banyak 2/3
  bagian labu) lalu masukan batu didih.
 Isi kaleng penangas dengan zat penangas yang disesuaikan dengan titikdidih
  sampel, juga masukan batu didih pada penangas tersebut. Panaskan penangas
  secara bertahap, mulai dengan api kecil hingga api besar.
 Alirkan air pendingin.
 Amati termometer, apabila ada cairan yang keluar sebelum
  mencapai titikdidihnya, pisahkan cairan tersebut, sedangkan apabila
  termometer menunjukan titik didih sampel, tahan supaya suhu tersebut
  konstan dan tampung destilat yang dihasilkan.
 Hentikan destilasi pada saat sampel hampir habis (jangan sampai kering)
  jika titik didih zat sampel lebih besar dari titik didih zat pencemar. Sedangkan
  jika titik didih zat sampel lebih kecil dari titik didih zat pencemar, maka
  destilasi dihentikan pada saat suhu melebihi titik didihnya sebesar ± 50C.
  Pindahkan penangas.
 Tentukan indeks bias zat yang diperoleh dan bandingkan dengan harga dari
  buku panduan.
Distilasi

Distilasi

  • 1.
    BY : BILLYMILENIA JOANG
  • 2.
    PENGERTIAN  Distilasi adalahsuatu cara pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah atau “separating agent”. Jika larutan yang terdiri dari dua buah komponen yang cukup mudah menguap, misalnya larutan benzena- toluena, larutan n-Heptan dan n-Heksan dan larutan lain yang sejenis didihkan, maka fase uap yang terbentuk akan mengandung komponen yang lebih menguap dalam jumlah yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan fase cair.
  • 3.
    Proses pemisahan  Prosespemisahan secara distilasi dengan mudah dapat dilakukan terhadap campuran, dimana antara komponen satu dengan komponen yang lain terdapat dalam campuran : a. Dalam keadaan standar berupa cairan, saling melarutkan menjadi campuran homogen. b. Mempunyai sifat penguapan relatif (α) cukup besar. c. Tidak membentuk cairan azeotrop.   Pada proses pemisahan secara distilasi, fase uap akan segera terbentuk setelah sejumlah cairan dipanaskan. Uap dipertahankan kontak dengan sisa cairannya (dalam waktu relatif cukup) dengan harapan pada suhu dan tekanan tertentu, antara uap dan sisa cairan akan berada dalam keseimbangan, sebelum campuran dipisahkan menjadi distilat dan residu. Fase uap yang mengandung lebih banyak komponen yang lebih mudah menguap relatif terhadap fase cair, berarti menunjukkan adanya suatu pemisahan. Sehingga kalau uap yang terbentuk selanjutnya diembunkan dan dipanaskan secara berulang-ulang, maka akhirnya akan diperoleh komponen-komponen dalam keadaan yang relatif murni.
  • 4.
  • 5.
     Susun AlatDistilasi dengan baik dan tepat  Masukan campuran pada labu destilasi (isi zat dalam labu paling banyak 2/3 bagian labu) lalu masukan batu didih.  Isi kaleng penangas dengan zat penangas yang disesuaikan dengan titikdidih sampel, juga masukan batu didih pada penangas tersebut. Panaskan penangas secara bertahap, mulai dengan api kecil hingga api besar.  Alirkan air pendingin.  Amati termometer, apabila ada cairan yang keluar sebelum mencapai titikdidihnya, pisahkan cairan tersebut, sedangkan apabila termometer menunjukan titik didih sampel, tahan supaya suhu tersebut konstan dan tampung destilat yang dihasilkan.  Hentikan destilasi pada saat sampel hampir habis (jangan sampai kering) jika titik didih zat sampel lebih besar dari titik didih zat pencemar. Sedangkan jika titik didih zat sampel lebih kecil dari titik didih zat pencemar, maka destilasi dihentikan pada saat suhu melebihi titik didihnya sebesar ± 50C. Pindahkan penangas.  Tentukan indeks bias zat yang diperoleh dan bandingkan dengan harga dari buku panduan.