ASSALAMUALAIKUM
HADITS DHA’IF DAN HADITS
MAUDHU

• Maulani Cahyati
• Muhammad
Khairuman Azam
• Nisfiatul Lailah
• Nurohmah
HADITS DHA’IF
Pengertian Hadits Dha’if
• Menurut lughat, dha‟if adalah yang
lemah, lawan „Qawi‟ yang kuat.
• sedangkan menurut istilah Hadits dha‟if
adalah :

“Hadits yang tidak sampai pada derajat
hasan”
Macam-macam Hadits
Dha’if
Dari segi rawi
 Matruk
 Munkar
 Mu’allal
 Mudraj
 Maqlub
 Mudhtharib
 Syadz

Dari segi
sanad
Mu’allaq
Mursal
Mu’dhal
Munqathi’
Mudallas

Dari segi
matan
Mauquf
Maqthu
Hadis Mursal
Hadits mursal yaitu hadits yang
dimarfu’kan oleh seoarng tabi’iy kepada
Rasul SAW. baik berupa sabda, perbuatan
maupun taqrir, dengan tidak
menyebutkan orang yang menceritakan
kepadanya. Hadits mursal ada tiga
macam yaitu mursal jali, mursal shahabi
dan mursal khafi’.
Hadis Munqathi’
Setiap hadits yang sanadnya gugur satu
orang perawi baik awal, ditengah
ataupun diakhir (tidak berturut-turut).
Hadits Mu’dhal
yaitu hadits dari sanadnya gugur dua
atau lebih perawinya secara berturutturut
Hadits Mu’allaq
Yaitu hadits yang gugur pada sanad
pertama (guru mudawin) , yakni rawi yang
menyampaikan hadits kepada mudawin
Hadits Syadz
ialah hadits yang diriwayatkan oleh perawi
maqbul dalam keadaan menyimpang dari
perawi lain yang lebih kuat darinya.
Hadits Munkar
Hadits munkar ialah hadits yang
diriwayatkan oleh perawi daif yang banyak
kesalahannya, banyak kelengahannya, atau
jelas kefasikannya
Fatchur Rahman mengutip pendapat al‘Iraqi, bahwa hadits da’if bisa dibagi
menjadi 42 bagian dan sebagian ulama
mengatakan bahwa hadits da’if terdiri atas
129 macam, bahkan bisa lebih dari itu.
Kehujjaan Hadits Daif
M.Syuhudi Ismail mengemukakan bahwa ada
dua pendapat tentang boleh tidaknya
diamalkan atau dijadikan hujjah hadits
dha’if, yaitu :
• Imam al-Bukhari, Muslim, Ibn Hazm dan AbBakr ibn al-‘Arabi, menyatakan bahwa hadits
dha’if sama sekali tidak boleh diamalkan
atau dijadikan hujjah, baik untuk masalah
yang berhubungan dengan hukum maupun
untuk keutamaan amal.
Imam Ahmad bin Hanbal, ‘Abd al-Rahman dan
Ibn Hajar al-‘Asqalani, menyatakan bahwa hadits
dha’if dapat dijadikan hujjah atau diamalkan
hanya untuk dasar keutamaan amal
Dengan syarat :
• Para periwayat yang meriwayatkan hadits
tersebut tidak terlalu lemah
• Masalah yang dikemukakan oleh hadits itu
mempunyai dasar pokok yang ditetapkan oleh
Alquran dan hadits sahih;
• Tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat.
•
•
•
•
•

Ciri-Ciri Hadits Dha’if
Menurut ulama kedhaifan suatu hadits
disebabkan karna beberapa faktor
diantaranya:
Apabila sanad tersebut tidak bersambung
periwayatnya
Rawi yang tidak adil dan dhabit
Terdapat syadz pada sanad
Terdapat illat pada sanad.
Terdapat kejanggalan pada matan
HADITS MAUDHU
Pengertian Hadits Maudhu
• Maudhu secara bahasa artinya yang dusta, dan
menurut keterangan lain maudhu memiliki beberapa
arti diantaranya menggugurkan ,meninggalkan,
mengada-ada, membuat-buat dan sebagainya.
Sedangkan menurut istilah hadit maudhu adalah:

“Hadits yang diciptakan serta dibuat oleh seseorang
(pendusta) yang iptaannya itu dinisbatkan kepada
Rasulullah SAW. Secara palsu dan dusta, baik hal itu
disengaja atau tidak.”
Munculnya Hadits Maudhu
Menurut jumhur al muhaditsin, pemalsuan
hadits sudah terjadi pada masa Khalifah Ali bin
Abi Thalib. Alasannya adalah keadaan hadits
sejak zaman Nabi saw hingga sebelum
terjadinya pertentangan antara Ali dengan
Muawiyah masih terhindar dari pemalsuan.
Demikian pula pada masa Khalifah Abu Bakar,
Umar dan Utsman. Pemalsuan hadits pada
masa Khalifah Ali bin Abi Thalib terjadi sebagai
akibat dari perpecahan politik antara
pendukung Ali dan pendukung Muawiyah
•
•
•

•
•
•

Motif membuat hadits palsu
diantanya sebagai berikut:
Pertentangan politik
Fanatisme suku, negara dan
lainnya
Mempengaruhi masyarakat awam
dengan isah dan nasihat
Perbeaan madzhab dan theologi
Menganjurkan kebaikan tanpa
pengetahuan agama yang cukup
Menjilat kepada penguasa.
Ciri-Ciri Hadits Maudhu
• Pengakuan
perawi
atas
kedustaannya.
Seperti
yang
dilakukan oleh Abd al-Karim alWadhdha’.
• Adanya indikasi yang hampir sama
dengan pengakuan.
• Masih kecil dan tidak mungkin
mengambil haditas dari guru itu
• Perawi
yang
dikenal
sebagai
pendusta
dalam
meriwayatkan
suatu hadits seorang diri dan tidak
ada perawi lain yang tsiqoh yang
meriwayatkannya
• Susunan kalimatnya tidak luwes
dan tidak teratur
• Bertentangan dengan ketentuan AlQur’an dan tidak dapat ditakwilkan.
Upaya Ulama Melawan Hadits
Maudhu
• Berpegang pada kesahihan sanad.
• Meningkatkan semangat ilmiah dan
ketelitian
dalam
meriwayatkan
hadits
• Memerangi para pendusta dan
tukang cerita
• Menjelaskan hal-ihwal para perawi
• Meletakan
kaidah-kaidah
untuk
mengetahui hadits maudhu
•
•
•
•
•
•
•

Tokoh-Tokoh Hadits Maudhu
Dibawah ini adalah beberapa dari
sekian banyak nama-nama
pemalsu hadit:
Ahmad Bin Abdillah Al-Juwaibari
Abbas Bin Dlahhak
Ali Bin ‘Urwah Ad-Damisyqi
Abu Sawud Al-Nakh’i
Al-Mughirah Bin Syu’bah Al-Kufi
Al-Waqidi
Ghiast Bin Ibrahim An-Nakh’i
Syukran...

Hadits Dha'if dan Hadits Maudhu

  • 1.
  • 2.
    HADITS DHA’IF DANHADITS MAUDHU • Maulani Cahyati • Muhammad Khairuman Azam • Nisfiatul Lailah • Nurohmah
  • 3.
    HADITS DHA’IF Pengertian HaditsDha’if • Menurut lughat, dha‟if adalah yang lemah, lawan „Qawi‟ yang kuat. • sedangkan menurut istilah Hadits dha‟if adalah : “Hadits yang tidak sampai pada derajat hasan”
  • 4.
    Macam-macam Hadits Dha’if Dari segirawi  Matruk  Munkar  Mu’allal  Mudraj  Maqlub  Mudhtharib  Syadz Dari segi sanad Mu’allaq Mursal Mu’dhal Munqathi’ Mudallas Dari segi matan Mauquf Maqthu
  • 5.
    Hadis Mursal Hadits mursalyaitu hadits yang dimarfu’kan oleh seoarng tabi’iy kepada Rasul SAW. baik berupa sabda, perbuatan maupun taqrir, dengan tidak menyebutkan orang yang menceritakan kepadanya. Hadits mursal ada tiga macam yaitu mursal jali, mursal shahabi dan mursal khafi’.
  • 6.
    Hadis Munqathi’ Setiap haditsyang sanadnya gugur satu orang perawi baik awal, ditengah ataupun diakhir (tidak berturut-turut). Hadits Mu’dhal yaitu hadits dari sanadnya gugur dua atau lebih perawinya secara berturutturut
  • 7.
    Hadits Mu’allaq Yaitu haditsyang gugur pada sanad pertama (guru mudawin) , yakni rawi yang menyampaikan hadits kepada mudawin Hadits Syadz ialah hadits yang diriwayatkan oleh perawi maqbul dalam keadaan menyimpang dari perawi lain yang lebih kuat darinya.
  • 8.
    Hadits Munkar Hadits munkarialah hadits yang diriwayatkan oleh perawi daif yang banyak kesalahannya, banyak kelengahannya, atau jelas kefasikannya Fatchur Rahman mengutip pendapat al‘Iraqi, bahwa hadits da’if bisa dibagi menjadi 42 bagian dan sebagian ulama mengatakan bahwa hadits da’if terdiri atas 129 macam, bahkan bisa lebih dari itu.
  • 9.
    Kehujjaan Hadits Daif M.SyuhudiIsmail mengemukakan bahwa ada dua pendapat tentang boleh tidaknya diamalkan atau dijadikan hujjah hadits dha’if, yaitu : • Imam al-Bukhari, Muslim, Ibn Hazm dan AbBakr ibn al-‘Arabi, menyatakan bahwa hadits dha’if sama sekali tidak boleh diamalkan atau dijadikan hujjah, baik untuk masalah yang berhubungan dengan hukum maupun untuk keutamaan amal.
  • 10.
    Imam Ahmad binHanbal, ‘Abd al-Rahman dan Ibn Hajar al-‘Asqalani, menyatakan bahwa hadits dha’if dapat dijadikan hujjah atau diamalkan hanya untuk dasar keutamaan amal Dengan syarat : • Para periwayat yang meriwayatkan hadits tersebut tidak terlalu lemah • Masalah yang dikemukakan oleh hadits itu mempunyai dasar pokok yang ditetapkan oleh Alquran dan hadits sahih; • Tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat.
  • 11.
    • • • • • Ciri-Ciri Hadits Dha’if Menurutulama kedhaifan suatu hadits disebabkan karna beberapa faktor diantaranya: Apabila sanad tersebut tidak bersambung periwayatnya Rawi yang tidak adil dan dhabit Terdapat syadz pada sanad Terdapat illat pada sanad. Terdapat kejanggalan pada matan
  • 12.
    HADITS MAUDHU Pengertian HaditsMaudhu • Maudhu secara bahasa artinya yang dusta, dan menurut keterangan lain maudhu memiliki beberapa arti diantaranya menggugurkan ,meninggalkan, mengada-ada, membuat-buat dan sebagainya. Sedangkan menurut istilah hadit maudhu adalah: “Hadits yang diciptakan serta dibuat oleh seseorang (pendusta) yang iptaannya itu dinisbatkan kepada Rasulullah SAW. Secara palsu dan dusta, baik hal itu disengaja atau tidak.”
  • 13.
    Munculnya Hadits Maudhu Menurutjumhur al muhaditsin, pemalsuan hadits sudah terjadi pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib. Alasannya adalah keadaan hadits sejak zaman Nabi saw hingga sebelum terjadinya pertentangan antara Ali dengan Muawiyah masih terhindar dari pemalsuan. Demikian pula pada masa Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman. Pemalsuan hadits pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib terjadi sebagai akibat dari perpecahan politik antara pendukung Ali dan pendukung Muawiyah
  • 14.
    • • • • • • Motif membuat haditspalsu diantanya sebagai berikut: Pertentangan politik Fanatisme suku, negara dan lainnya Mempengaruhi masyarakat awam dengan isah dan nasihat Perbeaan madzhab dan theologi Menganjurkan kebaikan tanpa pengetahuan agama yang cukup Menjilat kepada penguasa.
  • 15.
    Ciri-Ciri Hadits Maudhu •Pengakuan perawi atas kedustaannya. Seperti yang dilakukan oleh Abd al-Karim alWadhdha’. • Adanya indikasi yang hampir sama dengan pengakuan. • Masih kecil dan tidak mungkin mengambil haditas dari guru itu
  • 16.
    • Perawi yang dikenal sebagai pendusta dalam meriwayatkan suatu haditsseorang diri dan tidak ada perawi lain yang tsiqoh yang meriwayatkannya • Susunan kalimatnya tidak luwes dan tidak teratur • Bertentangan dengan ketentuan AlQur’an dan tidak dapat ditakwilkan.
  • 17.
    Upaya Ulama MelawanHadits Maudhu • Berpegang pada kesahihan sanad. • Meningkatkan semangat ilmiah dan ketelitian dalam meriwayatkan hadits • Memerangi para pendusta dan tukang cerita • Menjelaskan hal-ihwal para perawi • Meletakan kaidah-kaidah untuk mengetahui hadits maudhu
  • 18.
    • • • • • • • Tokoh-Tokoh Hadits Maudhu Dibawahini adalah beberapa dari sekian banyak nama-nama pemalsu hadit: Ahmad Bin Abdillah Al-Juwaibari Abbas Bin Dlahhak Ali Bin ‘Urwah Ad-Damisyqi Abu Sawud Al-Nakh’i Al-Mughirah Bin Syu’bah Al-Kufi Al-Waqidi Ghiast Bin Ibrahim An-Nakh’i
  • 19.