Aliran Maturidiyah
Oleh:
Dizky Anindya Syaka
Utami Rahmawati
Nining Zahrotul Uyyun
1. Pengertian Aliran Maturidiyah
Berdasarkan buku Pengantar Teologi Islam,
aliran Maturidiyah diambil dari nama
pendirinya, yaitu Abu Manshur Muhammad
ibnu Mahmud Al- Maturidi. Di samping itu,
dalam buku terjemahan oleh Abdu Rahman
Dahlan dan Ahmad Qarib menjelaskan bahwa
pendiri aliran maturidiyah yakni Abu Manshur
al-Maturidi, kemudian namanya dijadikan
sebagai nama aliran ini.
Selain itu, definisi dari aliran Maturidiyah
adalah aliran kalam yang dinisbatkan kepada
Abu Mansur al-Maturidi yang berpijak
kepada penggunaan argumentasi dan
dalil aqli kalami. Sejalan dengan itu juga,
aliran Maturidiyah merupakan aliran teologi
dalam Islam yang didirikan oleh Abu Mansur
Muhammad al-Maturidiyah dalam kelompok
Ahli Sunnah Wal Jamaah yang merupakan
ajaran teknologi yang bercorak rasional.
2. Sejarah Aliran Maturidiyah
Aliran Maturidiyah lahir di Maturid, Samarkand diawakan oleh
seorang bernama Abu Mansur Muhammad Ibnu Mahmud al- Maturidi. Al-
Maturidi dibesarkan ditengah-tengah pertentangan yang sangat tajam
antara pengikut mazhab hanafi dan mazhab Syafi’i dibidang fikih. Kelahiran
aliran ini hampir sama dengan al- Asyariyah, bermula dari
ketidaksepahaman dan ketidakpuasan dengan aliran Muktazilah, yang
dianggap mengunggulkan akal. Pada saat itu, Samarkand berada pada masa
kemunduran berakidah. Maturidiyah sama halnya dengan al- Asy’ariyah,
datang untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang mengajak masyarakat
untuk meninggalkan kaum rasionalis (Muktazilah) dan kaum tekstualis
Hanabilah(pengikutImam ibnuHanbal).
3. Tokoh - Tokoh Maturidiyah
• Beliau dilahirkan di Maturid ( Samarkand, sekarang Uzbekistan), sekitar abad
ke- 3 h. Dan wafat pada tahun 333H/ 944 M. Karir pendidikannya lebih
dikonsentrasikan untuk menekuni bidang teologi. Hal ini diakukan untuk
memperkuat pengetahuan dalam menghadapi paham-paham teologi yang
banyak berkembang dalam masyarakat islam pada masa itu.gurunya dalam
bidang fikih dan teologi adalah Nasyr bin Yahya al- Balakhi dan Muhammad bin
Muqattil ar- Razi.
Abu Mansur Muhammad Ibnu Mahmud
al- Maturidi
Beliau adalah cucu dari salah satu murid al- Maturidi. Ia mempelajari
aliran Maturidiyah dari orangtuanya sendiri. Berikutnya, ia dikenal
sebagai tokoh maturidiyah Bukhara
Abu Al- Yusr Muhammad Al- Bazdawi
4. Doktrin- Doktrin Maturidiyah
1. Akal dan Wahyu.pemikiran teologi al- Maturidi berpedoman kepada al-
qur’an dan akal karena pengaruh dari mazhab Imam Hanafi yang ia anut.
2. Penentu baik dan buruk sesuatu terletak pada diri sendiri. Perintah dan
larangan syariatnya hanya mengikutibkemampuan akal
3. Perbuatan manusia adalah ciptaan Allah
4. Kehendak tuhan tidak sewenang – wenang (absolute) tetapi perbuatan dan
kehendak- Nya berlangsung dengan hikmah dan keadilan yang sudah
ditetapkannya sendiri
5. Sifat- sifat Tuhan itu mulzamah ( ada bersama zat) tanpa terpisah.
6. Tuhan hanya dapat dilihat di akhiratdengan mata
karena tuhan memiliki wujud walaupun immaterial
7. Setiap perbuatan Tuhan yang bersifat mencipta atau
kewajiban- kewajiban yang dibebankan kepada
manusia tidak lepas dari hikmah dan keadilan yang
dikehendaki-Nya
8. Nafsi adalah sifat qadim bagi Allah, sedangkan kalam
yang tersusun dari suara adalah baru (hadis)
9. Pengutusan rasul bertujuan sebagai sumber informasi

Aliran maturidiyah

  • 1.
    Aliran Maturidiyah Oleh: Dizky AnindyaSyaka Utami Rahmawati Nining Zahrotul Uyyun
  • 2.
    1. Pengertian AliranMaturidiyah Berdasarkan buku Pengantar Teologi Islam, aliran Maturidiyah diambil dari nama pendirinya, yaitu Abu Manshur Muhammad ibnu Mahmud Al- Maturidi. Di samping itu, dalam buku terjemahan oleh Abdu Rahman Dahlan dan Ahmad Qarib menjelaskan bahwa pendiri aliran maturidiyah yakni Abu Manshur al-Maturidi, kemudian namanya dijadikan sebagai nama aliran ini.
  • 3.
    Selain itu, definisidari aliran Maturidiyah adalah aliran kalam yang dinisbatkan kepada Abu Mansur al-Maturidi yang berpijak kepada penggunaan argumentasi dan dalil aqli kalami. Sejalan dengan itu juga, aliran Maturidiyah merupakan aliran teologi dalam Islam yang didirikan oleh Abu Mansur Muhammad al-Maturidiyah dalam kelompok Ahli Sunnah Wal Jamaah yang merupakan ajaran teknologi yang bercorak rasional.
  • 4.
    2. Sejarah AliranMaturidiyah Aliran Maturidiyah lahir di Maturid, Samarkand diawakan oleh seorang bernama Abu Mansur Muhammad Ibnu Mahmud al- Maturidi. Al- Maturidi dibesarkan ditengah-tengah pertentangan yang sangat tajam antara pengikut mazhab hanafi dan mazhab Syafi’i dibidang fikih. Kelahiran aliran ini hampir sama dengan al- Asyariyah, bermula dari ketidaksepahaman dan ketidakpuasan dengan aliran Muktazilah, yang dianggap mengunggulkan akal. Pada saat itu, Samarkand berada pada masa kemunduran berakidah. Maturidiyah sama halnya dengan al- Asy’ariyah, datang untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang mengajak masyarakat untuk meninggalkan kaum rasionalis (Muktazilah) dan kaum tekstualis Hanabilah(pengikutImam ibnuHanbal).
  • 5.
    3. Tokoh -Tokoh Maturidiyah • Beliau dilahirkan di Maturid ( Samarkand, sekarang Uzbekistan), sekitar abad ke- 3 h. Dan wafat pada tahun 333H/ 944 M. Karir pendidikannya lebih dikonsentrasikan untuk menekuni bidang teologi. Hal ini diakukan untuk memperkuat pengetahuan dalam menghadapi paham-paham teologi yang banyak berkembang dalam masyarakat islam pada masa itu.gurunya dalam bidang fikih dan teologi adalah Nasyr bin Yahya al- Balakhi dan Muhammad bin Muqattil ar- Razi. Abu Mansur Muhammad Ibnu Mahmud al- Maturidi Beliau adalah cucu dari salah satu murid al- Maturidi. Ia mempelajari aliran Maturidiyah dari orangtuanya sendiri. Berikutnya, ia dikenal sebagai tokoh maturidiyah Bukhara Abu Al- Yusr Muhammad Al- Bazdawi
  • 6.
    4. Doktrin- DoktrinMaturidiyah 1. Akal dan Wahyu.pemikiran teologi al- Maturidi berpedoman kepada al- qur’an dan akal karena pengaruh dari mazhab Imam Hanafi yang ia anut. 2. Penentu baik dan buruk sesuatu terletak pada diri sendiri. Perintah dan larangan syariatnya hanya mengikutibkemampuan akal 3. Perbuatan manusia adalah ciptaan Allah 4. Kehendak tuhan tidak sewenang – wenang (absolute) tetapi perbuatan dan kehendak- Nya berlangsung dengan hikmah dan keadilan yang sudah ditetapkannya sendiri 5. Sifat- sifat Tuhan itu mulzamah ( ada bersama zat) tanpa terpisah.
  • 7.
    6. Tuhan hanyadapat dilihat di akhiratdengan mata karena tuhan memiliki wujud walaupun immaterial 7. Setiap perbuatan Tuhan yang bersifat mencipta atau kewajiban- kewajiban yang dibebankan kepada manusia tidak lepas dari hikmah dan keadilan yang dikehendaki-Nya 8. Nafsi adalah sifat qadim bagi Allah, sedangkan kalam yang tersusun dari suara adalah baru (hadis) 9. Pengutusan rasul bertujuan sebagai sumber informasi