INKARUSSUNNAH
Dadan F. Ramdhan, M.Ag
PENGERTIAN INKARUSSUNNAH


Ingkarussunnah berarti mengingkari sunnah nabi,
dimaksudkan untuk menunjuk paham yang timbul dalam
komunitas masyarakat muslim yang menolak hadits
atau sunnah sebagai sumber ajaran Islam kedua
SEJARAH TIMBULNYA ALIRAN INKARUSSUNNAH
Secara paradigma pemikiran dan pemahaman, sejarah
inkarussunnah memang sangat erat dengan golongan
khawarij, mu’tazilah dan syi’ah
 apabila kelompok inkarussunnah benar-benar ada
wujudnya dalam perjalanan sejarah Islam, tentu akan
mudah ditemui kisahnya dalam kitab-kitab tarikh yang
besar semacam: Tarikh Al-Umam wa Al-Mulk (Imam
Ibnu Jarir Ath-Thabari), Tarikh Islam (Imam AdzDzahabi), Al-Badayah wa An-Nihayah (Imam Ibnu
Katsir).





Aliran inkarussunnah ini bermula timbul dari aspek politik
yakni ketika terjadi konfrontasi antara Ali bin Abi Thalib
dengan Mu’awiyah bin Abi Sofyan yang membawa akibat
meletusnya perang Shiffin pada tahun 37H yang berakhir
dengan tahkim
Kelompok seperti ini banyak diikuti orang-orang al-Badiyah
(orang Badwi). Kaum ini memisahkan diri serta mengambil
tempat di desa Harura dekat Kufah. Mereka membaiat Abdul
Wahab al Rasibi sebagai imam (pemimpin) mereka yang
dibantu oleh Yazid bin Ashim, Abdullah bin Kawwa dan
’Urwah bin Jarir dengan pengikut lebih kurang 12.000 orang.
Mereka juga mempunyai semboyan: Tidak ada hukum
melainkan hukum Allah S.W.T. Sejak itulah timbul kelompok
yang kemudian dikenal dengan sebutan Khawarij.
Aliran inkarussunnah dapat digolongkan pada dua
kategori yaitu:
 inkar sunnah pada masa klasik dan
 inkar sunnah pada masa modern



Inkar sunnah pada masa klasik kebanyakan masih
merupakan pendapat individu dimana hal itu muncul
akibat ketidaktahuan mereka tentang fungsi dan
keberadaan sunnah dalam Islam. Setelah mereka diberi
tahu tentang urgensi sunnah, mereka akhirnya
menerima. Sementara itu wilayah inkar sunnah klasik
umumnya berada di Iraq, khususnya di Basrah.


inkarussunnah pada masa modern mempunyai
karakteristik yang berbeda dengan inkarussunnah pada
masa klasik, baik dari sebab-sebab kemunculannya,
wilayahnya, bentuknya, maupun sikap personalnya
setelah kepada mereka dijelaskan fungsi dan
keberadaan sunnah tersebut.




Jika pada jaman Mutaqaddimin, aliran inkarussunnah ini
muncul karena latar belakang dan situasi politik maka pada
jaman Mutaakhirin istilah itu lebih merupakan sebuah
gerakan yang terorganisir dalam rangka pengingkarannya
terhadap Al-Sunnah yang di dalamnya termasuk golongan
orientalis dan golongan cendekiawan muslim yang
terpengaruh kepada pemikiran kaum orientalis itu.
Golongan orientalis seperti Ignas Goldzieher, J. Schact, A.J.
Winsink, Robson Mourice Bucaille dan Cristian Snouck
Hurgronye adalah tokoh-tokoh orientalis yang sangat gigih
dalam menghancurkan sendi-sendi Islam dengan cara yang
lebih halus yakni dengan menggunakan kedok penalaran dan
dalih penelitian ilmiahnya
KLASIFIKASI INKAR SUNNAH
Inkar terhadap sebagian Sunnah
 Mereka hanya menerima hadits yang berhubungan
dengan ibadah saja seperti salat, haji, puasa, zakat dan
lainnya dan persoalan yang berhubungan dengan
kehidupan sehari-hari seperti makan, minum, menikah,
menghormati orang tua dan lainnya. Tapi mereka tidak
mau menggunakan al-sunnah dalam hal berita gaib
yang disampaikan oleh rasul yang menurut mereka
tidak masuk akal.

Inkar Sunnah secara Mutlak
Inkar Sunnah secara Mutlak adalah menolak al-sunnah
secara keseluruhannya sebagai dasar dan sumber ajaran
Islam


13. inkarussunnah.pptx baru

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN INKARUSSUNNAH  Ingkarussunnah berartimengingkari sunnah nabi, dimaksudkan untuk menunjuk paham yang timbul dalam komunitas masyarakat muslim yang menolak hadits atau sunnah sebagai sumber ajaran Islam kedua
  • 3.
    SEJARAH TIMBULNYA ALIRANINKARUSSUNNAH Secara paradigma pemikiran dan pemahaman, sejarah inkarussunnah memang sangat erat dengan golongan khawarij, mu’tazilah dan syi’ah  apabila kelompok inkarussunnah benar-benar ada wujudnya dalam perjalanan sejarah Islam, tentu akan mudah ditemui kisahnya dalam kitab-kitab tarikh yang besar semacam: Tarikh Al-Umam wa Al-Mulk (Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari), Tarikh Islam (Imam AdzDzahabi), Al-Badayah wa An-Nihayah (Imam Ibnu Katsir). 
  • 4.
      Aliran inkarussunnah inibermula timbul dari aspek politik yakni ketika terjadi konfrontasi antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin Abi Sofyan yang membawa akibat meletusnya perang Shiffin pada tahun 37H yang berakhir dengan tahkim Kelompok seperti ini banyak diikuti orang-orang al-Badiyah (orang Badwi). Kaum ini memisahkan diri serta mengambil tempat di desa Harura dekat Kufah. Mereka membaiat Abdul Wahab al Rasibi sebagai imam (pemimpin) mereka yang dibantu oleh Yazid bin Ashim, Abdullah bin Kawwa dan ’Urwah bin Jarir dengan pengikut lebih kurang 12.000 orang. Mereka juga mempunyai semboyan: Tidak ada hukum melainkan hukum Allah S.W.T. Sejak itulah timbul kelompok yang kemudian dikenal dengan sebutan Khawarij.
  • 5.
    Aliran inkarussunnah dapatdigolongkan pada dua kategori yaitu:  inkar sunnah pada masa klasik dan  inkar sunnah pada masa modern 
  • 6.
     Inkar sunnah padamasa klasik kebanyakan masih merupakan pendapat individu dimana hal itu muncul akibat ketidaktahuan mereka tentang fungsi dan keberadaan sunnah dalam Islam. Setelah mereka diberi tahu tentang urgensi sunnah, mereka akhirnya menerima. Sementara itu wilayah inkar sunnah klasik umumnya berada di Iraq, khususnya di Basrah.
  • 7.
     inkarussunnah pada masamodern mempunyai karakteristik yang berbeda dengan inkarussunnah pada masa klasik, baik dari sebab-sebab kemunculannya, wilayahnya, bentuknya, maupun sikap personalnya setelah kepada mereka dijelaskan fungsi dan keberadaan sunnah tersebut.
  • 8.
      Jika pada jamanMutaqaddimin, aliran inkarussunnah ini muncul karena latar belakang dan situasi politik maka pada jaman Mutaakhirin istilah itu lebih merupakan sebuah gerakan yang terorganisir dalam rangka pengingkarannya terhadap Al-Sunnah yang di dalamnya termasuk golongan orientalis dan golongan cendekiawan muslim yang terpengaruh kepada pemikiran kaum orientalis itu. Golongan orientalis seperti Ignas Goldzieher, J. Schact, A.J. Winsink, Robson Mourice Bucaille dan Cristian Snouck Hurgronye adalah tokoh-tokoh orientalis yang sangat gigih dalam menghancurkan sendi-sendi Islam dengan cara yang lebih halus yakni dengan menggunakan kedok penalaran dan dalih penelitian ilmiahnya
  • 9.
    KLASIFIKASI INKAR SUNNAH Inkarterhadap sebagian Sunnah  Mereka hanya menerima hadits yang berhubungan dengan ibadah saja seperti salat, haji, puasa, zakat dan lainnya dan persoalan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti makan, minum, menikah, menghormati orang tua dan lainnya. Tapi mereka tidak mau menggunakan al-sunnah dalam hal berita gaib yang disampaikan oleh rasul yang menurut mereka tidak masuk akal. 
  • 10.
    Inkar Sunnah secaraMutlak Inkar Sunnah secara Mutlak adalah menolak al-sunnah secara keseluruhannya sebagai dasar dan sumber ajaran Islam 