Bom Waktu Penyelenggaraan Program Pensiun PNS di Indonesia (Kajian Pusat KKSDA Tahun 2011-2012) 
Disajikan oleh : 
Agustinus Sulistyo Tri P. 
Peneliti Muda 
Pusat Kajian Kinerja Sumber Daya Aparatur 
Lembaga Administrasi Negara
Memberikan awareness bahwa ada permasalahan besar dalam penyelenggaraan program pensiun PNS; 
Apabila tidak dikelola dengan baik maka permasalahan tersebut akan berpotensi menjadi bom waktu yang dapat menghancurkan negara, khususnya dari aspek keuangan; 
Memberikan tawaran alternatif solusi; 
Apabila permasalahan tersebut terlambat ditangani maka akan terjadi ledakan masalah pensiun. 
Tujuan Paparan
PNS tidak nyaman begitu masuk usia pensiun; 
Banyak PNS yang kena 3 S (jatuh sakit, stress, stroke) setelah masuk masa pensiun; 
Manfaat pensiun dirasakan sangat kecil (75% dari gaji pokok terakhir); 
Ada permasalahan mendasar dalam penyelenggaraan pensiun PNS. 
Latar Belakang
Mengapa....? 
Gaji Pokok Tunj istri/suami 
Tunj anak 
Tunjangan Jabatan 
Lain-lain 
75% dr Gaji pokok + Tunj anak, istri/suami 
Aktif 
Purna Tugas
Peta Permasalahan 
Pembiayaan 
Pengelolaan 
Lembaga 
Pengelola 
Peserta 
Manfaat 
Program 
Pensiun
Dengan sistem pay as you go, dibebankan pada APBN; 
Iuran PNS (4,75%) belum dimanfaatkan untuk membiayai manfaat pensiun; 
Pemerintah belum memberikan iuran dalam pembentukan dana pensiun; 
Dana pensiun belum terbentuk secara maksimal. 
Pembiayaan Program Pensiun
Data 
0 
1.000 
2.000 
3.000 
4.000 
5.000 
6.000 
7.000 
8.000 
Trillions 
Beban APBN dg Sistem Pay as You Go
Dana terbatas, jumlahnya kecil; 
Bentuk investasi terbatas (low risk), antara lain deposito, obligasi, surat berharga pemerintah, sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan investasi lainnya sesuai peraturan; 
Karena investasinya low risk maka return of investment-nya juga kecil shg dana tidak berkembang secara maksimal. 
Pengelolaan Dana Pensiun
Data 
Hasil Investasi Dana Pensiun PNS (%) 
•Dana pensiun awal (1985) Rp 594,08 M, 
•Dana pensiun per Des 2011 Rp 56,11 T, 
•Kebutuhan dana pensiun utk fully funded per 2011 Rp 2003 T, 
•Kekurangan dana Rp 1946,89 T.
PT Taspen mengelola dana tapi tidak bisa mengembangkannya secara leluasa. Kewenangannya hanya sebatas administrasi (juru bayar) program pensiun; 
Kewenangan kebijakan pengelolaan (investasi) ada di Kementerian Keuangan; 
Dana terbatas, bentuk investasi terbatas, dana pensiun tidak berkembang maksimal. 
Lembaga Pengelola Dana Pensiun
Bertambah secara signifikan; 
Rasio peserta pensiun dengan PNS aktif semakin besar; 
Bertambahnya peserta dengan masa mengiur pendek (pengangkatan pegawai honorer & Sekdes menjadi PNS); 
Peserta menerima lebih dari dua jenis manfaat pensiun. 
Peserta Pensiun
Data 
54,4% 62,2% 78,8% 83,2% 
Rasio PNS dg Peserta
Sangat kecil, 75% dari gaji pokok terakhir; 
Ada gap antara jumlah iuran peserta dengan manfaat yang diterima peserta; 
Gap ini menjadi beban APBN. 
Manfaat Program Pensiun
Data 
3,4 
4,3 5,2 5,8 6,6 
26,7 
33,4 
40,4 
44,5 
52,4 
- 
10,0 
20,0 
30,0 
40,0 
50,0 
60,0 
2007 2008 2009 2010 2011 
Rp triliun 
Iuran Peserta Manfaat 
Perbandingan antara Manfaat & Iuran Pensiun
Tawaran Solusi
Ilustrasi 
Pemerintah 
PNS 
Investasi 
Peserta 
Iuran 
Manfaat 
Dana cadangan
Reformasi Penyelenggaraan Sistem Pensiun PNS 
Sistem Pensiun PNS 
1. Peserta 
2. Program Pensiun 
3. Lembaga Pengelola 
a. Pembiayaan 
b. Investasi 
c. Manfaat
BUP peserta 
RUU ASN (administrasi 56 th, JF sesuai kebijakan masing-masing, Pejabat Pimpinan Tinggi Utama 60 th, Madya 58 th, Pratama 58 th). 
Peserta sambungan 
Suami/istri dan dua anak. 
Suami/istri yg dinikahi pada saat masih aktif, anak yg lahir pada saat masih aktif. 
Masa kerja 
Minimal 20 th, dibawah 20 th menerima akumulasi iuran + pengembangan. 
Peserta Program Pensiun PNS
Pembiayaan 
Pay as you go (pegawai lama) dan fully funded (pegawai baru) perlu cut off, sharing contribution, nominal iuran pegawai dan pemerintah. 
Investasi 
Lembaga pengelola adl BPJS Ketenagakerjaan sbg koordinator, operator pada PT Taspen (peserta PNS). Bentuk investasi lebih beragam tetapi tetap dg prinsip kehati-hatian (prudent), dengan resiko yg dpt di-manage. Resiko investasi ditanggung Pemerintah. 
Manfaat 
Penerima manfaat adl peserta, atau suami/istri dan dua anak (sbg penerima manfaat sambungan). Peserta yg menerima manfaat lebih dari dua, diminta memilih yg paling menguntungkan. 
Jenis manfaat (uang pensiun per bulan dan pemberian discount utk pelayanan pemerintah). 
Besar manfaat (dikaitkan dg dasar perhitungannya), dasar perhitungan pada gaji pokok (perlu ada perubahan struktur gaji PNS). 
Program Pensiun
Data 
Beban APBN dg Cut Off Tahun 2013
Lembaga 
BPJS Ketenagakerjaan sbg koordinator, PT Taspen sbg operator utk peserta PNS. 
Posisi 
Independen, profesional, BUMN/profit motive (keuntungan dikembalikan ke peserta), tetapi resiko investasi ditanggung Pemerintah. 
Kewenangan 
Kewenangan dari hulu ke hilir terkait pengelolaan dana pensiun (pendataan peserta, pengumpulan iuran, investasi, pelaporan neraca, pembayaran manfaat) diserahkan ke operator (PT Taspen). 
Lembaga Pengelola
Bom waktu dalam penyelenggaraan program pensiun PNS tinggal menunggu waktu kapan meledaknya; 
Data dan fakta semakin mempertegas adanya permasalahan mendasar dalam penyelenggaraan program pensiun PNS; 
Solusi yang ditawarkan memerlukan kemauan dan komitmen kuat dari semua stakeholders yang terkait dengan penyelenggaraan sistem pensiun PNS; 
Dukungan teknis, politis dan anggaran sangat diperlukan untuk menjinakkan bom waktu yang secara tidak sengaja telah dipasang. 
Semoga pembahasan dan diskusi di Forum Kelitbangan ini bisa menjadi langkah awal reformasi penyelenggaraan sistem pensiun PNS di Indonesia. 
Penutup
Agustinus Sulistyo Tri P. 
0812.841 770 53 
agoes_tinoes@yahoo.com

Bom waktu penyelenggaraan program pensiun pns (forum kelitbangan bandung mei 2013)

  • 1.
    Bom Waktu PenyelenggaraanProgram Pensiun PNS di Indonesia (Kajian Pusat KKSDA Tahun 2011-2012) Disajikan oleh : Agustinus Sulistyo Tri P. Peneliti Muda Pusat Kajian Kinerja Sumber Daya Aparatur Lembaga Administrasi Negara
  • 2.
    Memberikan awareness bahwaada permasalahan besar dalam penyelenggaraan program pensiun PNS; Apabila tidak dikelola dengan baik maka permasalahan tersebut akan berpotensi menjadi bom waktu yang dapat menghancurkan negara, khususnya dari aspek keuangan; Memberikan tawaran alternatif solusi; Apabila permasalahan tersebut terlambat ditangani maka akan terjadi ledakan masalah pensiun. Tujuan Paparan
  • 3.
    PNS tidak nyamanbegitu masuk usia pensiun; Banyak PNS yang kena 3 S (jatuh sakit, stress, stroke) setelah masuk masa pensiun; Manfaat pensiun dirasakan sangat kecil (75% dari gaji pokok terakhir); Ada permasalahan mendasar dalam penyelenggaraan pensiun PNS. Latar Belakang
  • 4.
    Mengapa....? Gaji PokokTunj istri/suami Tunj anak Tunjangan Jabatan Lain-lain 75% dr Gaji pokok + Tunj anak, istri/suami Aktif Purna Tugas
  • 5.
    Peta Permasalahan Pembiayaan Pengelolaan Lembaga Pengelola Peserta Manfaat Program Pensiun
  • 6.
    Dengan sistem payas you go, dibebankan pada APBN; Iuran PNS (4,75%) belum dimanfaatkan untuk membiayai manfaat pensiun; Pemerintah belum memberikan iuran dalam pembentukan dana pensiun; Dana pensiun belum terbentuk secara maksimal. Pembiayaan Program Pensiun
  • 7.
    Data 0 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 Trillions Beban APBN dg Sistem Pay as You Go
  • 8.
    Dana terbatas, jumlahnyakecil; Bentuk investasi terbatas (low risk), antara lain deposito, obligasi, surat berharga pemerintah, sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan investasi lainnya sesuai peraturan; Karena investasinya low risk maka return of investment-nya juga kecil shg dana tidak berkembang secara maksimal. Pengelolaan Dana Pensiun
  • 9.
    Data Hasil InvestasiDana Pensiun PNS (%) •Dana pensiun awal (1985) Rp 594,08 M, •Dana pensiun per Des 2011 Rp 56,11 T, •Kebutuhan dana pensiun utk fully funded per 2011 Rp 2003 T, •Kekurangan dana Rp 1946,89 T.
  • 10.
    PT Taspen mengeloladana tapi tidak bisa mengembangkannya secara leluasa. Kewenangannya hanya sebatas administrasi (juru bayar) program pensiun; Kewenangan kebijakan pengelolaan (investasi) ada di Kementerian Keuangan; Dana terbatas, bentuk investasi terbatas, dana pensiun tidak berkembang maksimal. Lembaga Pengelola Dana Pensiun
  • 11.
    Bertambah secara signifikan; Rasio peserta pensiun dengan PNS aktif semakin besar; Bertambahnya peserta dengan masa mengiur pendek (pengangkatan pegawai honorer & Sekdes menjadi PNS); Peserta menerima lebih dari dua jenis manfaat pensiun. Peserta Pensiun
  • 12.
    Data 54,4% 62,2%78,8% 83,2% Rasio PNS dg Peserta
  • 13.
    Sangat kecil, 75%dari gaji pokok terakhir; Ada gap antara jumlah iuran peserta dengan manfaat yang diterima peserta; Gap ini menjadi beban APBN. Manfaat Program Pensiun
  • 14.
    Data 3,4 4,35,2 5,8 6,6 26,7 33,4 40,4 44,5 52,4 - 10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 60,0 2007 2008 2009 2010 2011 Rp triliun Iuran Peserta Manfaat Perbandingan antara Manfaat & Iuran Pensiun
  • 15.
  • 16.
    Ilustrasi Pemerintah PNS Investasi Peserta Iuran Manfaat Dana cadangan
  • 17.
    Reformasi Penyelenggaraan SistemPensiun PNS Sistem Pensiun PNS 1. Peserta 2. Program Pensiun 3. Lembaga Pengelola a. Pembiayaan b. Investasi c. Manfaat
  • 18.
    BUP peserta RUUASN (administrasi 56 th, JF sesuai kebijakan masing-masing, Pejabat Pimpinan Tinggi Utama 60 th, Madya 58 th, Pratama 58 th). Peserta sambungan Suami/istri dan dua anak. Suami/istri yg dinikahi pada saat masih aktif, anak yg lahir pada saat masih aktif. Masa kerja Minimal 20 th, dibawah 20 th menerima akumulasi iuran + pengembangan. Peserta Program Pensiun PNS
  • 19.
    Pembiayaan Pay asyou go (pegawai lama) dan fully funded (pegawai baru) perlu cut off, sharing contribution, nominal iuran pegawai dan pemerintah. Investasi Lembaga pengelola adl BPJS Ketenagakerjaan sbg koordinator, operator pada PT Taspen (peserta PNS). Bentuk investasi lebih beragam tetapi tetap dg prinsip kehati-hatian (prudent), dengan resiko yg dpt di-manage. Resiko investasi ditanggung Pemerintah. Manfaat Penerima manfaat adl peserta, atau suami/istri dan dua anak (sbg penerima manfaat sambungan). Peserta yg menerima manfaat lebih dari dua, diminta memilih yg paling menguntungkan. Jenis manfaat (uang pensiun per bulan dan pemberian discount utk pelayanan pemerintah). Besar manfaat (dikaitkan dg dasar perhitungannya), dasar perhitungan pada gaji pokok (perlu ada perubahan struktur gaji PNS). Program Pensiun
  • 20.
    Data Beban APBNdg Cut Off Tahun 2013
  • 21.
    Lembaga BPJS Ketenagakerjaansbg koordinator, PT Taspen sbg operator utk peserta PNS. Posisi Independen, profesional, BUMN/profit motive (keuntungan dikembalikan ke peserta), tetapi resiko investasi ditanggung Pemerintah. Kewenangan Kewenangan dari hulu ke hilir terkait pengelolaan dana pensiun (pendataan peserta, pengumpulan iuran, investasi, pelaporan neraca, pembayaran manfaat) diserahkan ke operator (PT Taspen). Lembaga Pengelola
  • 22.
    Bom waktu dalampenyelenggaraan program pensiun PNS tinggal menunggu waktu kapan meledaknya; Data dan fakta semakin mempertegas adanya permasalahan mendasar dalam penyelenggaraan program pensiun PNS; Solusi yang ditawarkan memerlukan kemauan dan komitmen kuat dari semua stakeholders yang terkait dengan penyelenggaraan sistem pensiun PNS; Dukungan teknis, politis dan anggaran sangat diperlukan untuk menjinakkan bom waktu yang secara tidak sengaja telah dipasang. Semoga pembahasan dan diskusi di Forum Kelitbangan ini bisa menjadi langkah awal reformasi penyelenggaraan sistem pensiun PNS di Indonesia. Penutup
  • 23.
    Agustinus Sulistyo TriP. 0812.841 770 53 agoes_tinoes@yahoo.com