Distribusi Normal
dan
Distribusi Sampling
BAB 5
Topik Pembahasan
• Distribusi normal
• Standar distribusi
normal
• Mengevaluasi asumsi
normalitas
• Eksponensial distribusi
• Pengantar distribusi
sampling
• Distribusi sampling dari
mean
• Distribusi sampling dari
proporsi
• Sampling dari populasi
terbatas
Distribusi Probabilitas Kontinu
• Variabel acak kontinu
– Nilai dari nomor interval
– Tidak adanya jarak
• Distribusi probabilitas kontinu
– Distribusi variabel acak kontinu
• Kebanyakan distribusi probabilitas
kontinu penting
– Distribusi normal
Mean Median Modus
X
f(X)

• “Bell berbentuk”
• Simetris
• Mean, median dan modus yang sama
• kisaran interkuartil sama 1,33 s
• variabel acak memiliki jangkauan tak
terbatas
Distribusi Normal
Distribusi Normal merupakan
distribusi probabilitas kontinu yang
paling penting dalam segala bidang
Statistika. Distribusi ini memiliki
karakteristik dari fungsi kepadatan-nya
yang berbentuk kurva simetris
menyerupai suatu lonceng, sehingga
kurva Normal ini disebut sebagai kurva
berbentuk lonceng (bell-shaped
curve).
Distribusi Normal memiliki kurva yang
simetris membentuk suatu lonceng. Hal
ini terjadi ketika nilai mean, median,
dan modus dari data bernilai sama,
namun ketika kondisi ini tidak
terpenuhi, distribusi data yang
terbentuk akan miring kanan atau
miring kiri.
Kurva Distribusi Normal
Grafik distribusi normal tergantung pada dua
faktor mean dan standart deviasi. Mean dari
distribusi menentukan lokasi pusat grafik, dan
standard deviasi menentukan tinggi dan lebar
grafik. Ketika standard deviasi besar, kurva
pendek dan lebar, ketika standard deviasi
kecil, maka kurva kecil dan sempit.
Model Kurva Distribusi Normal
• 𝑓(X)= 1
√2πσ²
• 𝑓(X) : kepadatan variabel acak X
• π : nilai konstan yang ditulis hingga empat desimal
(3.14159).
• 𝑒 : bilangan konstan, bila ditulis hingga empat desimal
(2.71828).
• µ : parameter, merupakan rata –rata untuk
distribusi (Mean populasi)
• σ : parameter, merupakan simpangan baku
untuk distribusi (standar deviasi populasi)
X : nilai variabel random ( – ∞ < X < ∞ )
𝑒
_ 1 (x- µ) ²
2σ²
Distribusi Normal
Tak Terbatas
Ada jumlah tak terbatas
distribusi normal
Dengan memvariasikan
parameter s dan , kita
memperoleh distribusi
normal yang berbeda
Temuan Probabilitas
Probabilitas
adalah area di
bawah kurva!
c d
X
f(X)
  ?P c X d  
Solusi: Kumulatif Standar Distribusi
Normal
Tabel Kumulatif Standar
Distribusi Normal (Bagian)
0 1Z Z s 
.5478
Probabilitas
Berbayang di
Area
berlebihan
Hanya Satu Tabel Dibutuhkan
0 1Z Z s 
Z = 0.12
0
Z .00 .01 .02
0.0 .5000 .5040 .5080
0.1 .5398 .5438 .5478
0.2 .5793 .5832 .5871
0.3 .6179 .6217 .6255
Contoh Standarisasi
6.2 5
0.12
10
X
Z

s
 
  
6.2 5
0.12
10
X
Z

s
 
  
Distribusi normal Standar
Distribusi normal
Berbayang di Area berlebihan
10s 
1Zs 
5 
6.2 X Z0Z 
0.12
Contoh:
Distribusi normal Standar
Distribusi normal
Berbayang di Area berlebihan
10s 
1Zs 
5 
7.1 X Z0Z 
0.21
2.9 5 7.1 5
.21 .21
10 10
X X
Z Z
 
s s
   
      
2.9 0.21
.0832
 2.9 7.1 .1664P X  
.0832
.5832
.02
Tabel Kumulatif Standar
Distribusi Normal (Bagian)
Berbayang di
Area berlebihan
0 1Z Z s 
Z = 0.21
 2.9 7.1 .1664P X  
0
Z .00 .01 .02
0.0 .5000 .5040 .5080
0.1 .5398 .5438 .5478
0.2 .5793 .5832 .5871
0.3 .6179 .6217 .6255
.4168
Tabel Kumulatif Standar
Distribusi Normal (Bagian)
Berbayang di
Area
berlebihan
0 1Z Z s 
Z = -0.21
 2.9 7.1 .1664P X  
(Lanjutan)
0
Z .00 .01 .02
-03 .3821 .3783 .3745
-02 .4207 .4168 .4129
-0.1 .4602 .4562 .4522
0.0 .5000 .4960 .4920
• PHStat | probabilitas &
prob. distribusi | biasa ...
• Misalnya di excel
spreadsheet
 8 .3821P X  
Distribusi normal Standar
Distribusi normal
Berbayang di Area berlebihan
10s 
1Zs 
5 
8 X Z0Z 
0.30
8 5
.30
10
X
Z

s
 
  
.3821
 8 .3821P X  
.6179
Tabel Kumulatif Standar Distribusi
Normal (Bagian)
Berbayang di
Area berlebihan
0 1Z Z s 
Z = 0.30
0
Z .00 .01 .02
0.0 .5000 .5040 .5080
0.1 .5398 .5438 .5478
0.2 .5793 .5832 .5871
0.3 .6179 .6217 .6255
.6217
Menemukan Nilai Z untuk
Probabilitas
Z .00 0.2
0.0 .5000 .5040 .5080
0.1 .5398 .5438 .5478
0.2 .5793 .5832 .5871
.6179 .6255
.01
0.3
Tabel Kumulatif Standar
Distribusi Normal (Bagian)
Apa terdapat nilai Z pada
Probabilitas = 0,1217?
Berbayang di
Area berlebihan
.6217
0 1Z Z s 
.31Z 
0
  5 .30 10 8X Z s    
Distribusi normal Standar
Distribusi normal
10s 
1Zs 
5  ? X Z0Z 
0.30
.3821
.1179
Menilai Normalitas
• Tidak semua variabel acak kontinu
yang terdistribusi normal
• Hal ini penting untuk mengevaluasi
seberapa baik data set tampaknya
cukup didekati dengan distribusi
normal
• Membangun grafik
– Untuk set data yang berukuran
kecil atau sedang, apakah batang
dan tampilan daun dan kotak serta
kumis yang petak terlihat simetris?
– Untuk set data yang besar, apakah
histogram atau poligon muncul
berbentuk lonceng?
• Menghitung langkah-langkah
Ringkasan deskriptif
– Apakah mean, median dan modus
memiliki nilai yang sama?
– Adalah rentang interkuartil sekitar
1,33σ?
– Apakah rentang sekitar 6σ?
• Mengamati distribusi kumpulan data
– Apakah kira-kira 2/3 dari pengamatan
terletak di antara rata-rata ± 1 standar
deviasi?
– Apakah kira-kira 4/5 dari pengamatan
terletak di antara rata-rata ± 1,28
standar deviasi?
– Apakah kira-kira 19/20 pengamatan
terletak di antara rata-rata ± 2 standar
deviasi?
• Mengevaluasi plot probabilitas yang normal
– Apakah poin berbaring di atau dekat
dengan garis lurus dengan kemiringan
positif?
• Plot probabilitas normal
– Mengatur data ke dalam array
memerintahkan
– Cari yang sesuai nilai-nilai kuantil yang
normal standar
– Plot pasang poin dengan nilai data yang
diamati pada sumbu vertikal dan nilai-nilai
kuantil yang normal standar pada sumbu
horisontal
– Mengevaluasi plot untuk bukti linearitas
Plot Probabilitas normal
untuk Distribusi Normal
Carilah Garis Lurus!
30
60
90
-2 -1 0 1 2
Z
X
Plot Probabilitas Normal
Plot Probabilitas Normal
kanan-miring
berbentuk persegi panjang Berbentuk-U
30
60
90
-2 -1 0 1 2
Z
X
30
60
90
-2 -1 0 1 2
Z
X
30
60
90
-2 -1 0 1 2
Z
X
30
60
90
-2 -1 0 1 2
Z
X
Kiri-miring
P ( jam kedatangan <
X ) = 1 – 𝑒
X : setiap nilai
variabel acak
kontinu
𝜆 : populasi rata-rata
jumlah kedatangan
per unit waktu
1/𝜆 : Rata-rata waktu
antara kedatangan
Misalnya: Driver Tiba di
Jembatan Tol; Pelanggan Tiba
di sebuah mesin ATM
-𝜆X
• Menjelaskan waktu atau jarak
antara peristiwa
– Digunakan untuk antrian
• fungsi kepadatan
–
• Parameter
f(X)
X
 = 0.5
 = 2.0
 
1 x
f x e 



  s  
Contoh
• Misalnya : Pelanggan tiba di
kasir supermarket dengan
laju 30 per jam. Berapa
probabilitas perkiraan waktu
kedatangan antara pelanggan
berturut-turut lebih besar
dari lima menit?
𝜆 =30 X=5/60 jam
P(jam kedatangan > X)
= 1 – P(jam kedatangan ≤ X)
= 1 – 〔 1 - 𝑒 〕
= .0821
-30(5/60)
Distribusi Eksponensial
Pada Phstat
• PHStat | probabilitas
& prob. distribusi |
eksponensial
• Misalnya di excel
spreadsheet
• Statistik sampel yang digunakan untuk
memperkirakan parameter populasi
– misalnya: X = 50 Perkiraan rata-rata
populasi µ
• Masalah: sampel yang berbeda memberikan
perkiraan yang berbeda
– Sampel besar memberikan perkiraan yang
lebih baik; Sampel besar biaya lebih
– Seberapa baik estimasi?
• Pendekatan untuk solusi: secara teoritis adalah
distribusi sampling
Distribusi Sampling
• Teoritis distribusi probabilitas
dari sampel statistik
• Sampel Statistik adalah variabel
random
– Distribusi sampling biasanya
diberi nama tergantung pada
nama statistik yang digunakan.
*Misalnya distribusi sampling
rata-rata, distribusi sampling
proporsi, distribusi simpangan
baku dan sebagainya.
• Hasil dari mengambil semua
sampel yang mungkin dari
ukuran yang sama
Distribusi Sampling adalah distribusi
probabilita dengan statistik
sampel sebagai variabel acaknya.
• Populasi
• Populasi dan sampel
Contoh:DISTRIBUSI SAMPLING
RATA-RATA
DISTRIBUSI
SAMPLING PROPORSI
DISTRIBUSI SAMPLING BEDA 2
PROPORSI
• Menganggap ada populasi …
• Ukuran populasi N = 4
• Variabel acak, X, adalah usia individu
• Nilai-nilai X: 18, 20, 22, 24 diukur dalam
tahun.
Mengembangkan Distribusi Sampling
Mengembangkan Distribusi Sampling
(Lanjutan)
 
1
2
1
18 20 22 24
21
4
2.236
N
i
i
N
i
i
X
N
X
N


s



  
 

 


.3
.2
.1
0
A B C D
(18) (20) (22) (24)
Distribusi Merata
P(X)
X
Mengukur Ringkasan untuk Distribusi Populasi
Ukuran Semua Sampel Kemungkinan, n = 2
16 Sampel diambil dengan
Penggantian
16 Sampel Mean
Mengembangkan Distribusi Sampling
(Lanjutan)
1st 2nd Observation
Obs 18 20 22 24
18 18 19 20 21
20 19 20 21 22
22 20 21 22 23
24 21 22 23 24
1st 2nd Observation
Obs 18 20 22 24
18 18,18 18,20 18,22 18,24
20 20,18 20,20 20,22 20,24
22 22,18 22,20 22,22 22,24
24 24,18 24,20 24,22 24,24
Pengambilan sampel Distribusi Semua sampel Mean
18 19 20 21 22 23 24
0
.1
.2
.3
P(X)
X
Sampel Distribution
Mean
16 Sampel Mean
_
Mengembangkan Distribusi Sampling
(Lanjutan)
1st 2nd Observation
Obs 18 20 22 24
18 18 19 20 21
20 19 20 21 22
22 20 21 22 23
24 21 22 23 24
Mengembangkan Distribusi Sampling
• Mengukur Ringkasan Pengambilan sampel
Distribusi
 
     
1
2
1
2 2 2
18 19 19 24
21
16
18 21 19 21 24 21
1.58
16
N
i
i
X
N
i X
i
X
X
N
X
N


s


   
  


     
 


L
L
(Lanjutan)
Membandingkan Populasi dengan
Distribusi Pengambilan Sampelnya
21 2.236 s 
18 19 20 21 22 23 24
0
.1
.2
.3
P(X)
X
Sampel Distribusi Mean
n = 2
A B C D
(18) (20) (22) (24)
0
.1
.2
.3
Populasi
N = 4
P(X)
X
_
21 1.58X X
 s 
Sifat Mengukur
Ringkasan
•
- I.E. Apakah objektif
• Standard error (standar
deviasi) dari distribusi
sampling untuk kurang
dari standard error objektif
penduga lainnya
• Untuk sampling dengan
penggantinya:
- Seperti n meningkat,
menurun
X
 
X
X
s
X
n
s
s 
X
s
Berat
sebelah
Objektif
P(X)
X

X
Sampling
Distribusi
Median Sampling
Distribusi
Mean
P(X)
 X
Ukuran sampel
yang lebih besar
Ukuran
sampel yang
lebih kecil
P(X)
X
Tendensi sentral
Variasi
Sampling
dengan
Penggantian
Distribusi Populasi
Distribusi Sampling
X
 
X
n
s
s 
X
50X
 
4
5X
n
s


16
2.5X
n
s


50 
10s 
Tendensi sentral
Variasi
Sampling dengan
Penggantian
Distribusi Populasi
Distribusi Sampling
X
 
X
n
s
s 
X
4
5X
n
s


30
1.8X
n
s


50 
10s 
Sebagai contoh
mendapat
ukuran cukup
besar ...
Distribusi
sampling
menjadi hampir
normal tanpa
melihat bentuk
populasi
X
Bagaimana cara
yang besar sudah
cukup besar?
• Untuk sebagian besar
distribusi, n> 30
• Untuk distribusi yang
cukup simetris, n> 15
• Untuk distribusi
normal, distribusi
sampling dari mean
selalu terdistribusi
secara normal
 
8 =2 25
7.8 8.2 ?
n
P X
 s 
  
Distribusi Sampling Standar
Distribusi normal2
.4
25
X
s  
1Zs 
8X
 
8.2 Z
0Z 
0.5
 
 
7.8 8 8.2 8
7.8 8.2
2 / 25 2 / 25
.5 .5 .3830
X
X
X
P X P
P Z

s
  
     
 
    
7.8 0.5
.1915
X
Proporsi Populasi (P)
• Variabel kategori
– misalnya: Jenis kelamin, sebagai untuk Bush, gelar
sarjana
• Proporsi penduduk yang memiliki karakteristik (P)
• Proporsi sampel memberikan perkiraan
– P𝑠 = = jumlah keberhasilan
ukuran sampel
• Jika dua hasil, X memiliki distribusi binomial
• Memiliki atau tidak memiliki karakteristik
X
n
Distribusi Sampling
Proporsi Sampel
• Didekati dengan
distribusi normal
–
– Mean:
•
– Standard error:
•
p = proporsi populasi
Distribusi SamplingP(ps)
.3
.2
.1
0
0 . 2 .4 .6 8 1
ps
5np 
 1 5n p 
Sp p 
 1
Sp
p p
n
s


 1
S
S
S p S
p
p p p
Z
p p
n

s
 
 

Distribusi
Sampling
Standar
Distribusi
normal
Sps 1Zs 
Sp Sp
Z0Z 
 200 .4 .43 ?Sn p P p   
 
 
 
.43 .4
.43 .87 .8078
.4 1 .4
200
S
S
S p
S
p
p
P p P P Z

s
 
        
 
  
 
Distribusi Sampling
Standar
Distribusi normal
Sps 1Zs 
Sp Sp Z0.43 .87
• Memodifikasi standard error jika ukuran
sampel (n) relatif besar untuk ukuran
populasi (N)
– n > .05N atau n/N > .05
– Gunakan faktor koreksi populasi terbatas
(fpc)
• Standard error dengan FPC
–
–
1X
N n
Nn
s
s



 1
1SP
p p N n
n N
s
 


• Dibahas distribusi normal
• Menggambarkan distribusi standar normal
• Dievaluasi asumsi normalitas
• Ditetapkan distribusi eksponensial
• Distribusi sampling diperkenalkan
• Distribusi sampling dibahas mean sampel
• Distribusi sampling dijelaskan dari proporsi
sampel
• Dibahas pengambilan sampel dari populasi
terbatas
BAB 5. Distribusi Normal dan Distribusi Sampling

BAB 5. Distribusi Normal dan Distribusi Sampling

  • 1.
  • 2.
    Topik Pembahasan • Distribusinormal • Standar distribusi normal • Mengevaluasi asumsi normalitas • Eksponensial distribusi • Pengantar distribusi sampling • Distribusi sampling dari mean • Distribusi sampling dari proporsi • Sampling dari populasi terbatas
  • 3.
    Distribusi Probabilitas Kontinu •Variabel acak kontinu – Nilai dari nomor interval – Tidak adanya jarak • Distribusi probabilitas kontinu – Distribusi variabel acak kontinu • Kebanyakan distribusi probabilitas kontinu penting – Distribusi normal
  • 4.
    Mean Median Modus X f(X)  •“Bell berbentuk” • Simetris • Mean, median dan modus yang sama • kisaran interkuartil sama 1,33 s • variabel acak memiliki jangkauan tak terbatas Distribusi Normal Distribusi Normal merupakan distribusi probabilitas kontinu yang paling penting dalam segala bidang Statistika. Distribusi ini memiliki karakteristik dari fungsi kepadatan-nya yang berbentuk kurva simetris menyerupai suatu lonceng, sehingga kurva Normal ini disebut sebagai kurva berbentuk lonceng (bell-shaped curve). Distribusi Normal memiliki kurva yang simetris membentuk suatu lonceng. Hal ini terjadi ketika nilai mean, median, dan modus dari data bernilai sama, namun ketika kondisi ini tidak terpenuhi, distribusi data yang terbentuk akan miring kanan atau miring kiri.
  • 5.
    Kurva Distribusi Normal Grafikdistribusi normal tergantung pada dua faktor mean dan standart deviasi. Mean dari distribusi menentukan lokasi pusat grafik, dan standard deviasi menentukan tinggi dan lebar grafik. Ketika standard deviasi besar, kurva pendek dan lebar, ketika standard deviasi kecil, maka kurva kecil dan sempit.
  • 6.
    Model Kurva DistribusiNormal • 𝑓(X)= 1 √2πσ² • 𝑓(X) : kepadatan variabel acak X • π : nilai konstan yang ditulis hingga empat desimal (3.14159). • 𝑒 : bilangan konstan, bila ditulis hingga empat desimal (2.71828). • µ : parameter, merupakan rata –rata untuk distribusi (Mean populasi) • σ : parameter, merupakan simpangan baku untuk distribusi (standar deviasi populasi) X : nilai variabel random ( – ∞ < X < ∞ ) 𝑒 _ 1 (x- µ) ² 2σ²
  • 7.
    Distribusi Normal Tak Terbatas Adajumlah tak terbatas distribusi normal Dengan memvariasikan parameter s dan , kita memperoleh distribusi normal yang berbeda Temuan Probabilitas Probabilitas adalah area di bawah kurva! c d X f(X)   ?P c X d  
  • 8.
    Solusi: Kumulatif StandarDistribusi Normal Tabel Kumulatif Standar Distribusi Normal (Bagian) 0 1Z Z s  .5478 Probabilitas Berbayang di Area berlebihan Hanya Satu Tabel Dibutuhkan 0 1Z Z s  Z = 0.12 0 Z .00 .01 .02 0.0 .5000 .5040 .5080 0.1 .5398 .5438 .5478 0.2 .5793 .5832 .5871 0.3 .6179 .6217 .6255
  • 9.
    Contoh Standarisasi 6.2 5 0.12 10 X Z  s     6.2 5 0.12 10 X Z  s      Distribusi normal Standar Distribusi normal Berbayang di Area berlebihan 10s  1Zs  5  6.2 X Z0Z  0.12
  • 10.
    Contoh: Distribusi normal Standar Distribusinormal Berbayang di Area berlebihan 10s  1Zs  5  7.1 X Z0Z  0.21 2.9 5 7.1 5 .21 .21 10 10 X X Z Z   s s            2.9 0.21 .0832  2.9 7.1 .1664P X   .0832
  • 11.
    .5832 .02 Tabel Kumulatif Standar DistribusiNormal (Bagian) Berbayang di Area berlebihan 0 1Z Z s  Z = 0.21  2.9 7.1 .1664P X   0 Z .00 .01 .02 0.0 .5000 .5040 .5080 0.1 .5398 .5438 .5478 0.2 .5793 .5832 .5871 0.3 .6179 .6217 .6255
  • 12.
    .4168 Tabel Kumulatif Standar DistribusiNormal (Bagian) Berbayang di Area berlebihan 0 1Z Z s  Z = -0.21  2.9 7.1 .1664P X   (Lanjutan) 0 Z .00 .01 .02 -03 .3821 .3783 .3745 -02 .4207 .4168 .4129 -0.1 .4602 .4562 .4522 0.0 .5000 .4960 .4920
  • 13.
    • PHStat |probabilitas & prob. distribusi | biasa ... • Misalnya di excel spreadsheet
  • 14.
     8 .3821PX   Distribusi normal Standar Distribusi normal Berbayang di Area berlebihan 10s  1Zs  5  8 X Z0Z  0.30 8 5 .30 10 X Z  s      .3821
  • 15.
     8 .3821PX   .6179 Tabel Kumulatif Standar Distribusi Normal (Bagian) Berbayang di Area berlebihan 0 1Z Z s  Z = 0.30 0 Z .00 .01 .02 0.0 .5000 .5040 .5080 0.1 .5398 .5438 .5478 0.2 .5793 .5832 .5871 0.3 .6179 .6217 .6255
  • 16.
    .6217 Menemukan Nilai Zuntuk Probabilitas Z .00 0.2 0.0 .5000 .5040 .5080 0.1 .5398 .5438 .5478 0.2 .5793 .5832 .5871 .6179 .6255 .01 0.3 Tabel Kumulatif Standar Distribusi Normal (Bagian) Apa terdapat nilai Z pada Probabilitas = 0,1217? Berbayang di Area berlebihan .6217 0 1Z Z s  .31Z  0
  • 17.
      5.30 10 8X Z s     Distribusi normal Standar Distribusi normal 10s  1Zs  5  ? X Z0Z  0.30 .3821 .1179
  • 18.
    Menilai Normalitas • Tidaksemua variabel acak kontinu yang terdistribusi normal • Hal ini penting untuk mengevaluasi seberapa baik data set tampaknya cukup didekati dengan distribusi normal • Membangun grafik – Untuk set data yang berukuran kecil atau sedang, apakah batang dan tampilan daun dan kotak serta kumis yang petak terlihat simetris? – Untuk set data yang besar, apakah histogram atau poligon muncul berbentuk lonceng? • Menghitung langkah-langkah Ringkasan deskriptif – Apakah mean, median dan modus memiliki nilai yang sama? – Adalah rentang interkuartil sekitar 1,33σ? – Apakah rentang sekitar 6σ? • Mengamati distribusi kumpulan data – Apakah kira-kira 2/3 dari pengamatan terletak di antara rata-rata ± 1 standar deviasi? – Apakah kira-kira 4/5 dari pengamatan terletak di antara rata-rata ± 1,28 standar deviasi? – Apakah kira-kira 19/20 pengamatan terletak di antara rata-rata ± 2 standar deviasi? • Mengevaluasi plot probabilitas yang normal – Apakah poin berbaring di atau dekat dengan garis lurus dengan kemiringan positif? • Plot probabilitas normal – Mengatur data ke dalam array memerintahkan – Cari yang sesuai nilai-nilai kuantil yang normal standar – Plot pasang poin dengan nilai data yang diamati pada sumbu vertikal dan nilai-nilai kuantil yang normal standar pada sumbu horisontal – Mengevaluasi plot untuk bukti linearitas
  • 19.
    Plot Probabilitas normal untukDistribusi Normal Carilah Garis Lurus! 30 60 90 -2 -1 0 1 2 Z X Plot Probabilitas Normal
  • 20.
    Plot Probabilitas Normal kanan-miring berbentukpersegi panjang Berbentuk-U 30 60 90 -2 -1 0 1 2 Z X 30 60 90 -2 -1 0 1 2 Z X 30 60 90 -2 -1 0 1 2 Z X 30 60 90 -2 -1 0 1 2 Z X Kiri-miring
  • 21.
    P ( jamkedatangan < X ) = 1 – 𝑒 X : setiap nilai variabel acak kontinu 𝜆 : populasi rata-rata jumlah kedatangan per unit waktu 1/𝜆 : Rata-rata waktu antara kedatangan Misalnya: Driver Tiba di Jembatan Tol; Pelanggan Tiba di sebuah mesin ATM -𝜆X • Menjelaskan waktu atau jarak antara peristiwa – Digunakan untuk antrian • fungsi kepadatan – • Parameter f(X) X  = 0.5  = 2.0   1 x f x e       s  
  • 22.
    Contoh • Misalnya :Pelanggan tiba di kasir supermarket dengan laju 30 per jam. Berapa probabilitas perkiraan waktu kedatangan antara pelanggan berturut-turut lebih besar dari lima menit? 𝜆 =30 X=5/60 jam P(jam kedatangan > X) = 1 – P(jam kedatangan ≤ X) = 1 – 〔 1 - 𝑒 〕 = .0821 -30(5/60) Distribusi Eksponensial Pada Phstat • PHStat | probabilitas & prob. distribusi | eksponensial • Misalnya di excel spreadsheet
  • 23.
    • Statistik sampelyang digunakan untuk memperkirakan parameter populasi – misalnya: X = 50 Perkiraan rata-rata populasi µ • Masalah: sampel yang berbeda memberikan perkiraan yang berbeda – Sampel besar memberikan perkiraan yang lebih baik; Sampel besar biaya lebih – Seberapa baik estimasi? • Pendekatan untuk solusi: secara teoritis adalah distribusi sampling
  • 24.
    Distribusi Sampling • Teoritisdistribusi probabilitas dari sampel statistik • Sampel Statistik adalah variabel random – Distribusi sampling biasanya diberi nama tergantung pada nama statistik yang digunakan. *Misalnya distribusi sampling rata-rata, distribusi sampling proporsi, distribusi simpangan baku dan sebagainya. • Hasil dari mengambil semua sampel yang mungkin dari ukuran yang sama Distribusi Sampling adalah distribusi probabilita dengan statistik sampel sebagai variabel acaknya. • Populasi • Populasi dan sampel
  • 25.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
    • Menganggap adapopulasi … • Ukuran populasi N = 4 • Variabel acak, X, adalah usia individu • Nilai-nilai X: 18, 20, 22, 24 diukur dalam tahun. Mengembangkan Distribusi Sampling
  • 29.
    Mengembangkan Distribusi Sampling (Lanjutan)  1 2 1 18 20 22 24 21 4 2.236 N i i N i i X N X N   s              .3 .2 .1 0 A B C D (18) (20) (22) (24) Distribusi Merata P(X) X Mengukur Ringkasan untuk Distribusi Populasi
  • 30.
    Ukuran Semua SampelKemungkinan, n = 2 16 Sampel diambil dengan Penggantian 16 Sampel Mean Mengembangkan Distribusi Sampling (Lanjutan) 1st 2nd Observation Obs 18 20 22 24 18 18 19 20 21 20 19 20 21 22 22 20 21 22 23 24 21 22 23 24 1st 2nd Observation Obs 18 20 22 24 18 18,18 18,20 18,22 18,24 20 20,18 20,20 20,22 20,24 22 22,18 22,20 22,22 22,24 24 24,18 24,20 24,22 24,24
  • 31.
    Pengambilan sampel DistribusiSemua sampel Mean 18 19 20 21 22 23 24 0 .1 .2 .3 P(X) X Sampel Distribution Mean 16 Sampel Mean _ Mengembangkan Distribusi Sampling (Lanjutan) 1st 2nd Observation Obs 18 20 22 24 18 18 19 20 21 20 19 20 21 22 22 20 21 22 23 24 21 22 23 24
  • 32.
    Mengembangkan Distribusi Sampling •Mengukur Ringkasan Pengambilan sampel Distribusi         1 2 1 2 2 2 18 19 19 24 21 16 18 21 19 21 24 21 1.58 16 N i i X N i X i X X N X N   s                      L L (Lanjutan)
  • 33.
    Membandingkan Populasi dengan DistribusiPengambilan Sampelnya 21 2.236 s  18 19 20 21 22 23 24 0 .1 .2 .3 P(X) X Sampel Distribusi Mean n = 2 A B C D (18) (20) (22) (24) 0 .1 .2 .3 Populasi N = 4 P(X) X _ 21 1.58X X  s 
  • 34.
    Sifat Mengukur Ringkasan • - I.E.Apakah objektif • Standard error (standar deviasi) dari distribusi sampling untuk kurang dari standard error objektif penduga lainnya • Untuk sampling dengan penggantinya: - Seperti n meningkat, menurun X   X X s X n s s  X s Berat sebelah Objektif P(X) X  X
  • 35.
    Sampling Distribusi Median Sampling Distribusi Mean P(X)  X Ukuransampel yang lebih besar Ukuran sampel yang lebih kecil P(X) X
  • 36.
    Tendensi sentral Variasi Sampling dengan Penggantian Distribusi Populasi DistribusiSampling X   X n s s  X 50X   4 5X n s   16 2.5X n s   50  10s  Tendensi sentral Variasi Sampling dengan Penggantian Distribusi Populasi Distribusi Sampling X   X n s s  X 4 5X n s   30 1.8X n s   50  10s 
  • 37.
    Sebagai contoh mendapat ukuran cukup besar... Distribusi sampling menjadi hampir normal tanpa melihat bentuk populasi X Bagaimana cara yang besar sudah cukup besar? • Untuk sebagian besar distribusi, n> 30 • Untuk distribusi yang cukup simetris, n> 15 • Untuk distribusi normal, distribusi sampling dari mean selalu terdistribusi secara normal
  • 38.
      8 =225 7.8 8.2 ? n P X  s     Distribusi Sampling Standar Distribusi normal2 .4 25 X s   1Zs  8X   8.2 Z 0Z  0.5     7.8 8 8.2 8 7.8 8.2 2 / 25 2 / 25 .5 .5 .3830 X X X P X P P Z  s                 7.8 0.5 .1915 X
  • 39.
    Proporsi Populasi (P) •Variabel kategori – misalnya: Jenis kelamin, sebagai untuk Bush, gelar sarjana • Proporsi penduduk yang memiliki karakteristik (P) • Proporsi sampel memberikan perkiraan – P𝑠 = = jumlah keberhasilan ukuran sampel • Jika dua hasil, X memiliki distribusi binomial • Memiliki atau tidak memiliki karakteristik X n
  • 40.
    Distribusi Sampling Proporsi Sampel •Didekati dengan distribusi normal – – Mean: • – Standard error: • p = proporsi populasi Distribusi SamplingP(ps) .3 .2 .1 0 0 . 2 .4 .6 8 1 ps 5np   1 5n p  Sp p   1 Sp p p n s    1 S S S p S p p p p Z p p n  s      Distribusi Sampling Standar Distribusi normal Sps 1Zs  Sp Sp Z0Z 
  • 41.
     200 .4.43 ?Sn p P p          .43 .4 .43 .87 .8078 .4 1 .4 200 S S S p S p p P p P P Z  s                   Distribusi Sampling Standar Distribusi normal Sps 1Zs  Sp Sp Z0.43 .87
  • 42.
    • Memodifikasi standarderror jika ukuran sampel (n) relatif besar untuk ukuran populasi (N) – n > .05N atau n/N > .05 – Gunakan faktor koreksi populasi terbatas (fpc) • Standard error dengan FPC – – 1X N n Nn s s     1 1SP p p N n n N s    
  • 43.
    • Dibahas distribusinormal • Menggambarkan distribusi standar normal • Dievaluasi asumsi normalitas • Ditetapkan distribusi eksponensial • Distribusi sampling diperkenalkan • Distribusi sampling dibahas mean sampel • Distribusi sampling dijelaskan dari proporsi sampel • Dibahas pengambilan sampel dari populasi terbatas