MATAKULIAH RANGKAIAN
DIGITAL PERTEMUAN III
OLEH :
AHMAD HAIDAROH
STIKO ARTHA BUANA
ARITMATIKA BINER
DAFTAR ISI
•Penjumlahan
•Pengurangan
•Perkalian
•Pembagian
•Komplemen
•Bilangan Bertanda
•Floating Point
0
0
1
1
+
+
+
+
0
1
0
1
=
=
=
=
0
1
1
10
(
(
(
(
Hasil
Hasil
Hasil
Hasil
0
1
1
0
Simpan
Simpan
Simpan
Simpan
0
0
0
1
)
)
)
)
1 1 1 0 0
1 0 1 1 0
1 0
1 1
1 1 1 1 0 1
1 1 0 0 0 1
1 1 1
1 0 1
-----------------
11 0 0 1 1 0 1
+ ---------------------- +
1 1 0 1 1 1 1 1 0 0
PENJUMLAHAN
0
1
1
10
–
–
–
–
0
1
0
1
=
=
=
=
0
0
1
1
1 1 1 0 0 0
1 0 0 1 0
1
1
1 1 0
1 1
------- -
0 1 1
-----------------
1 0 0 1 1 0 0
-
PENGURANGAN
1 0 1
1 1
----------
1 0 1
1 0 1
----------
1 1 1 1
0
0
1
1
x
x
x
x
0
1
0
1
=
=
=
=
0
0
1
1
1 0
1
0
0
x----------
0 0 0
1 0 0
----------
1 0 0 0
x
++
PERKALIAN
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1 1
1 1 0
0
1 1 1 0
0
--------
0 1 1
1 0
-----------
0 1 0
1 0
-----------
0 0
--------
0 0 0
PEMBAGIAN
Ada dua cara dalam membuat bilangan
negatif, yaitu dengan cara :
1. Komplemen 1
2. Komplemen 2
KOMPLEMEN
Dengan mengubah setiap bit biner 0 menjadi 1
atau dari 1 menjadi 0 :
1 0 1 1 0 0 1 Bilangan Biner
0 1 0 0 1 1 0 Komplemen
KOMPLEMEN 1
Complement 2 = Complement 1 + 1
1 0 1 1 0 0 1 0  Bilangan Biner
0 1 0 0 1 1 0 1  Komplemen 1
1  Ditambah 1+
-------------------------
0 1 0 0 1 1 1 0  Komplemen 2
KOMPLEMEN 2
• Sistem digital harus mampu
menangani bilangan positif dan
bilangan negatif.
• Tanda (Sign) bilangan biner ditentukan
oleh sign dan magnitude Sign
menentukan tanda positif dan negatif
• Magnitude menentukan nilai dari
bilangan.
BILANGAN BERTANDA (SIGNED
NUMBER)
Ada tiga bentuk sign integer yang
dapat direpresentasikan :
1. Sign-magnitude
2. Komplemen 1
3. Komplemen 2
• Yang paling penting adalah complement 2
sedangkan Sign-Magnitude yang paling sering
digunakan.
• Yang bukan integer dan angka yang sangat
besar atau bilangan yang kecil diexpresikan
dengan Floating-point format.
Sign Bit ditentukan oleh bit yang
paling kiri, dimana nilainya 0 berarti
positif dan 1 adalah bilangan
negatif
SIGN BIT
Magnitude merupakan nilai dari
angka biner yang direpresentasikan
dalam 8 bit
Bit
Sign
Magnitude
Bit
0 0 0 1 1 0 0 1
SIGN – MAGNITUDE FORM
25
↓
 Bilangan Desimal
0 0 0 1
↓
0 1
1 0 0 1 Bilangan Biner
0 0 1 0 0 1
00011001
10011001
+25
-25
Magnitude bitsSign
bit
SIGN – MAGNITUDE
Bilangan Desimal 25
↓
Bilangan Biner 0 0 0 1 1 0 0 1 = +25
Komplemen 1 1 1 1 0 0 1 1 0 = -25
KOMPLEMEN 1
Bilangan Desimal 25
↓
Bilangan biner 0 0 0 1 1 0 0 1 : +25
Komplemen 1 1 1 1 0 0 1 1 0
+ 1
-----------------------
1 1 1 0 0 1 1 1Komplemen 2 : -25
KOMPLEMEN 2
27
1
26
0
25
0
24
1
23
0
22
1
21
0
20
1
- 21
10010101
-21
NILAI DESIMAL DARI BILANGAN
BERTANDA
Bilangan 8 bit sebagai ilustrasi, karena 8
bit digunakan paling umum dalam
komputer dengan nama BYTE.
Maka 1 byte dapat direpresentasikan
dalam 256 angka yang berbeda, 16 bit
didapat 65536 angka yang berbeda dan
32 bit kita nyatakan dengan 4295 x 109
jumlah angka yang berbeda.
RANGE BILANGAN INTEGER
BERTANDA
Formula dari kombinasi n bits, maka
total kombinasi adalah 2n untuk
bilangan bertanda komplemen 2,
maka range dari nilai kombinasi n bit
adalah :
-(2n-1) s/d +(2n-1-1)
RANGE BILANGAN INTEGER
BERTANDA
Bilangan Floating point (bilangan real) terdiri dari
dua bagian, yaitu bagian :
1. Mantissa yang merupakan bilangan floating
point yang menjelaskan mengenai bilangan
magnitude dan
2. Eksponent yang merupakan bagian bilangan
floating point yang menjelaskan angka tempat
dari point decimal/biner yang dipindahkan.
BILANGAN FLOATING POINT
Contoh :
241.506.800 
Mantisnya adalah 0,2415068
Eksponennya adalah 9
Maka floating point bilangan
tersebut : 0,2415068 x 109
BILANGAN FLOATING POINT
Bilangan Biner Floating Point Presisi Tunggal
dengan format standard dimana tanda (sign) bit(S)
yang merupakan bit paling kiri dan eksponen (E )
adalah 8 bit berikutnya dan bagian mantisa (F)
dalam 23 bit berikutnya.
BILANGAN BINER FLOATING POINT
PRESISI TUNGGAL

Aritmatika Biner - Pertemuan 3

  • 1.
    MATAKULIAH RANGKAIAN DIGITAL PERTEMUANIII OLEH : AHMAD HAIDAROH STIKO ARTHA BUANA ARITMATIKA BINER
  • 2.
  • 3.
    0 0 1 1 + + + + 0 1 0 1 = = = = 0 1 1 10 ( ( ( ( Hasil Hasil Hasil Hasil 0 1 1 0 Simpan Simpan Simpan Simpan 0 0 0 1 ) ) ) ) 1 1 10 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 ----------------- 11 0 0 1 1 0 1 + ---------------------- + 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 PENJUMLAHAN
  • 4.
    0 1 1 10 – – – – 0 1 0 1 = = = = 0 0 1 1 1 1 10 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 ------- - 0 1 1 ----------------- 1 0 0 1 1 0 0 - PENGURANGAN
  • 5.
    1 0 1 11 ---------- 1 0 1 1 0 1 ---------- 1 1 1 1 0 0 1 1 x x x x 0 1 0 1 = = = = 0 0 1 1 1 0 1 0 0 x---------- 0 0 0 1 0 0 ---------- 1 0 0 0 x ++ PERKALIAN
  • 6.
    1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 10 0 1 1 1 0 0 -------- 0 1 1 1 0 ----------- 0 1 0 1 0 ----------- 0 0 -------- 0 0 0 PEMBAGIAN
  • 7.
    Ada dua caradalam membuat bilangan negatif, yaitu dengan cara : 1. Komplemen 1 2. Komplemen 2 KOMPLEMEN
  • 8.
    Dengan mengubah setiapbit biner 0 menjadi 1 atau dari 1 menjadi 0 : 1 0 1 1 0 0 1 Bilangan Biner 0 1 0 0 1 1 0 Komplemen KOMPLEMEN 1
  • 9.
    Complement 2 =Complement 1 + 1 1 0 1 1 0 0 1 0  Bilangan Biner 0 1 0 0 1 1 0 1  Komplemen 1 1  Ditambah 1+ ------------------------- 0 1 0 0 1 1 1 0  Komplemen 2 KOMPLEMEN 2
  • 10.
    • Sistem digitalharus mampu menangani bilangan positif dan bilangan negatif. • Tanda (Sign) bilangan biner ditentukan oleh sign dan magnitude Sign menentukan tanda positif dan negatif • Magnitude menentukan nilai dari bilangan. BILANGAN BERTANDA (SIGNED NUMBER)
  • 11.
    Ada tiga bentuksign integer yang dapat direpresentasikan : 1. Sign-magnitude 2. Komplemen 1 3. Komplemen 2 • Yang paling penting adalah complement 2 sedangkan Sign-Magnitude yang paling sering digunakan. • Yang bukan integer dan angka yang sangat besar atau bilangan yang kecil diexpresikan dengan Floating-point format.
  • 12.
    Sign Bit ditentukanoleh bit yang paling kiri, dimana nilainya 0 berarti positif dan 1 adalah bilangan negatif SIGN BIT
  • 13.
    Magnitude merupakan nilaidari angka biner yang direpresentasikan dalam 8 bit Bit Sign Magnitude Bit 0 0 0 1 1 0 0 1 SIGN – MAGNITUDE FORM
  • 14.
    25 ↓  Bilangan Desimal 00 0 1 ↓ 0 1 1 0 0 1 Bilangan Biner 0 0 1 0 0 1 00011001 10011001 +25 -25 Magnitude bitsSign bit SIGN – MAGNITUDE
  • 15.
    Bilangan Desimal 25 ↓ BilanganBiner 0 0 0 1 1 0 0 1 = +25 Komplemen 1 1 1 1 0 0 1 1 0 = -25 KOMPLEMEN 1
  • 16.
    Bilangan Desimal 25 ↓ Bilanganbiner 0 0 0 1 1 0 0 1 : +25 Komplemen 1 1 1 1 0 0 1 1 0 + 1 ----------------------- 1 1 1 0 0 1 1 1Komplemen 2 : -25 KOMPLEMEN 2
  • 17.
  • 18.
    Bilangan 8 bitsebagai ilustrasi, karena 8 bit digunakan paling umum dalam komputer dengan nama BYTE. Maka 1 byte dapat direpresentasikan dalam 256 angka yang berbeda, 16 bit didapat 65536 angka yang berbeda dan 32 bit kita nyatakan dengan 4295 x 109 jumlah angka yang berbeda. RANGE BILANGAN INTEGER BERTANDA
  • 19.
    Formula dari kombinasin bits, maka total kombinasi adalah 2n untuk bilangan bertanda komplemen 2, maka range dari nilai kombinasi n bit adalah : -(2n-1) s/d +(2n-1-1) RANGE BILANGAN INTEGER BERTANDA
  • 20.
    Bilangan Floating point(bilangan real) terdiri dari dua bagian, yaitu bagian : 1. Mantissa yang merupakan bilangan floating point yang menjelaskan mengenai bilangan magnitude dan 2. Eksponent yang merupakan bagian bilangan floating point yang menjelaskan angka tempat dari point decimal/biner yang dipindahkan. BILANGAN FLOATING POINT
  • 21.
    Contoh : 241.506.800  Mantisnyaadalah 0,2415068 Eksponennya adalah 9 Maka floating point bilangan tersebut : 0,2415068 x 109 BILANGAN FLOATING POINT
  • 22.
    Bilangan Biner FloatingPoint Presisi Tunggal dengan format standard dimana tanda (sign) bit(S) yang merupakan bit paling kiri dan eksponen (E ) adalah 8 bit berikutnya dan bagian mantisa (F) dalam 23 bit berikutnya. BILANGAN BINER FLOATING POINT PRESISI TUNGGAL