PENGANTAR SISTEM
Definisi Sistem
 Hukum
  Kumpulan aturan-aturan yang membatasi, baik oleh kapasitas
  sistem itu sendiri maupun lingkungan di mana sistem itu berada,
  untuk menjamin keserasian dan keadilan.

 Rekayasa
  Proses masukan (input) yang ditransformasikan menjadi keluaran
  (output) tertentu.

 Awam
  Cara atau metode untuk mencapai suatu tujuan.

 Matematika
  Set persamaan-persamaan simbolik dengan karakteristik tertentu.
Definisi Sistem (2)
 Geoffrey Gordon (1987)
   Suatu agregasi atau kumpulan obyek-obyek yang terangkai dalam interaksi
   dan saling ketergantungan yang teratur

 Ludwig Von Bertalanffy (1940)
   Suatu set elemen-elemen yang berada dalam keadaan yang saling
   berhubungan

 Schmidt dan Taylor (1970)
   Suatu kumpulan komponen/entiti yang berinteraksi dan bereaksi antar
   atribut komponen/entitinya untuk mencapai suatu akhir yang logis.

 Kamus Webster (Webster Third New International Dictionary)
   Suatu kesatuan yang kompleks yang dibentuk oleh bagian-bagian yang
   berbeda-beda yang masing-masing terikat pada rencana yang sama atau
   berkontribusi untuk mencapai tujuan yang sama.
Definisi Sistem (3)
 Hick
  Sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan beroperasi di dalam
  suatu batasan. Pembatas akan menyaring setiap jenis dan tingkat aliran
  masukan dan keluaran antara sistem dan lingkungannya.

 John Burch
  Suatu kumpulan dari objek-objek dan ide-ide yang saling berhubungan dan
  diperintahkan untuk mencapai sasaran/tujuan bersama.

 Murdick, Ross, dan Claget (1984)
  Suatu susunan elemen-elemen yang berinteraksi dan membentuk satu
  kesatuan yang terintegrasi.

 Russel L. Ackof (1968)
  “… a system is any entity, conceptual or physical, which consists of
  interdependent parts …”
Definisi Sistem (4)

 Willian A. Shrode & Dan Voich Jr. (1974)
   Kesatuan yang terdiri atas jaringan kerja kausal
    dari bagian-bagian yang saling bergantungan.
   Pilihan terhadap hubungan antar tiap bagian akan
    ditentukan oleh tujuan spesifik sistem.


      Kumpulan obyek-obyek yang saling
     berinteraksi dan bekerja bersama-sama
    untuk mencapai tujuan dalam lingkungan
                 yang kompleks
Definisi Sistem (5)

 Obyek
   Bagian-bagian dari sistem (input, proses, output,
    pengedalian, umpan balik, dan batasan).
   Setiap bagian memiliki beberapa nilai/harga yang
    bersama-sama menggambarkan keadaan sistem pada
    suatu saat tertentu

 Interaksi
   Suatu ikatan antar obyek-obyek dalam proses sistem,
    sehingga dihasilkan suatu perilaku sistem.
   Setiap perilaku mengarah pada performansi.
Definisi Sistem (6)

 Lima unsur utama dalam sistem:
  1. Elemen-elemen atau bagian-bagian.
  2. Adanya interaksi atau hubungan antar
     elemen/bagian.
  3. Adanya sesuatu yang mengikat elemen-elemen
     atau bagian-bagian menjadi satu kesatuan.
  4. Terdapat tujuan bersama, sebagai hasil akhir.
  5. Berada dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Definisi Sistem (7)

 Elemen yang saling berinteraksi disebut juga
  subsistem.
 Tiap subsistem memiliki input dan output yang
  berdiri sendiri, dan responnya dapat dijelaskan
  dengan melihat hubungan yang ada.

 Komponen dikatakan mempunyai arti jika terdapat
  satu atau lebih atribut pada saat tertentu
 Komponen yang sama dapat mempunya arti
  berbeda jika komponen itu ada pada sistem yang
  lain dan/atau atribut lain padanya yg turut
  diperhatikan.
Definisi Sistem (8)

 Aktivitas : Setiap proses yang menyebabkan
  terjadinya perubahan dalam sistem.

 Keadaan aktivitas, atribut, dan komponen
  pada suatu saat tertentu disebuat keadaan
  sistem (state of system/level of system), yang
  bisa saja berubah-ubah atau tetap
  tergantung pada sistem.
Definisi Sistem (9)

 Sinergi (synergy): kondisi di mana efek
  terpada dua macam tindakan melebihi
  jumlah dari bagian-bagian individualnya.
 Sinergi menjadi dasar penggerak pendekatan
  sistem . “The whole is greater than the sum of
  its parts”
 Sinergi bermanfaat untuk menjawab
  kebutuhan akan kesatuan entiti-entiti yang
  terpisah menjadi suatu sistem.
Konsepsi Sistem

 Konsepsi  abstraksi mengenai suatu
  fenomena yang dirumuskan atas dasar
  generalisasi dari sejumlah karakterisitik
  kejadian, keadaan mengenai obyek tertentu

 Konsepsi Sistem  penyajian komponen-
  komponen pembentuk sistem ke dalam suatu
  definisi yang mantap. Konsep sistem
  memiliki beberapa aspek yang mempunyai
  makna untuk suatu tujuan tertentu
Konsepsi Sistem (2)

 Aspek konsepsi sistem banyak dipengaruhi
  Murdick, Ross, dan Claggett (1984), yang
  digunakan untuk menjelaskan suatu realita.
 Aspek-aspek tersebut dipergunakan untuk
  menjawab pertanyaan:
     Apa sajakah unsur-unsur sistem itu?
     Apakah tujuan sistem itu
     Apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu?
     Apa sajakah yang diproses sistem itu?
     Apa yang dihasilkan (output) proses itu?
     Apa ukuran keberhasilan proses itu?
Kerangka Dasar Sistem
Kerangka Sistem
Kerangka Sistem (2)

 Tujuan, standar performansi dan konstrain
  merupakan restriksi bagi sistem.
 Peran restriksi:
   Mengarahkan pemasukan input ke dalam proses
    yang sesuai dengan kebutuhan sistem.
   Merupakan acuan untuk mengendalikan proses.
   Merupakan komponen untuk membangun kontrol
    model. Apabila di antara model dan keluaran
    terdapat kesenjangan (tidak sesuai keinginan)
    dapat diambil tindakan.
Hubungan Subsistem Seri
Hubungan Subsistem Paralel
Elemen Sistem

 Jika sebuah sistem cukup besar yang terdiri
  dari subsistem-subsistem, maka elemen
  sistem terdapat pada tingkat yang paling
  rendah.
 Elemen sistem adalah bagian terkecil sistem
  yang dapat diidentifikasikan.
Atribut dan Elemen Sistem

 Elemen-elemen dari sistem dalam aspek struktural
  sangat dipengaruhi oleh tujuan. Pengertian elemen
  dalam hal ini:
   Bagian penyusun dari sistem (bergantung pada tujuan)
   Unit dari sistem yang terkecil (sejauh
    interest/tujuan/keinginan)
   Mempunya perilaku tertentu

 Atribut
   Atribut: ukuran dari elemen atau konsepsi kongkrit dari
    elemen.
   Atribut dari elemen harus sesuai dengan tujuan
    mempelajari sistem, dan pengukuran atribut harus benar.
Atribut dan Elemen Sistem (2)
Atribut dan Elemen Sistem (3)

 Elemen: energi, tenaga kerja, mesin/peralatan,
  bahan baku, barang/produk.

 Atribut:
   Energi: jumlah dan ongkos energi
   Tenaga Kerja: jumlah tenaga kerja dan upah
   Mesin/peralatan: jumlah, jenis, dan kapasistas
   Bahan baku: harga bahan baku, jumlah bahan baku
   Barang/produk: jumlah permintaan, jumlah produksi,
    harga jual.
Proses Sistem

 Proses total: jumlah bersih semua kegiatan
  berjalan yang melaksanan konversi input
  menjadi output.
 Proses total: terdiri dari banyak proses kecil.

 Hubungan fungsional input-output: fungsi
  pengalihan (transfer function).
 Digunakan dalam membuat desain dan
  evaluasi dari sistem umpan balik (feedback
  systems).
Batas Sistem [3]

 Operasional sebuah sistem sehubungan dengan
  batas-batas:
   Buatlah daftar dari semua elemen yang membentuk
    sistem tersebut dan buatlah batas-batasnya. Segala
    sesuatu yang berada dalam ruang disebut sistem,
    yang berada diluarnya disebut lingkungan.
   Buatlah semua arus yang melewati batas. Arus dari
    lingkungan ke dalam sistem disebut input, dan arus
    dari dalam batas ke luar disebut output.
   Identifikasi semua elemen yang memberikan
    kontribusi dalam mencapai sasaran yang ditentukan
    bagi sistem, masukkan kedalam lingkaran batasnya.
Batas Sistem

 Pemisah antara sistem dan daerah diluar
  sistem (lingkungan)
 Menentukan konfigurasi, ruang lingkup, dan
  kemampuan sistem
 Modifikasi terhadap batas dapat mengubah
  perilaku sistem
Batas Sistem [2]

          Pelanggan                              Pelanggan
                       konfirmasi
Pesanan
                          Pemrosesan                Ketersediaan
    Penerimaan Surat
                          Pesanan                   Produk


                         Produk
                         Pesanan
                                       Pesanan

     Inventory                                   Inventory
                        Ketersediaan
                        Produk
Kontrol

 Murdick, Ross, dan Clagget (1994)  kontrol
  adalah konsepsi inti dari sistem, karena faktor
  inilah yang menjiwai ide pokok dari
  pengadaan sebuah sistem.
 Kontrol menyebabkan segala sesuatu
  terlaksana sesuai dengan keinginan/rencana
  pihak pengendali (controller).
Kontrol (2)

 Kontrol dapat dirumuskan dengan tahapan:
   Menetapkan standar prestasi
   Membandingkan prestasi aktual dengan standar.
   Mengambil tindakan korektif untuk mengurangi
      penyimpangan dari standar

 Konsepsi kontrol:
     Lup terbuka dan tertutup
     Input-prosesor-output
     Prosesor sebagai kotak hitam
     Kontrol dan umpan balik (feedback)
     Kontrol umpan ke depan (feedforward)
Sistem Lup Terbuka
Sistem Lup Terbuka [2]

 Sistem yang berhubungan dan terpengaruh
  dengan lingkungan.
 Ditandai oleh keluaran yg dipengaruhi
  masukan, tetapi keluaran terisolasi (tdk
  memiliki pengaruh terhadap
  masukan/proses)
 Tidak peka, tidak memiliki kontrol terhadap
  keadaannya sendiri.
 Kontrol tergantung pada kebenaran input
  dan proses.
Sistem Lup Terbuka [3]
Sistem Lup Terbuka [4]

 Sistem perlu memiliki pengendalian yang
  baik, sehingga perlu dirancang sedemikian
  rupa .
 Sistem relatif tertutup merupakan sistem
  yang paling baik, bekerja secara otomatis,
  dan terbuka untuk pengaruh yang baik.
Sistem Lup Tertutup
Sistem Lup Tertutup [2]

 Informasi tentang proses dan/atau outputnya
  diumpan balik ke kontroler, bila perlu dengan
  menyesuaikan input dan sistemnya.
Sistem Lup Tertutup [3]
Input-Prosesor-Output

 Input bisa berasal dari output sistem lain.
 Output merupakan hasil suatu operasi.
 Prosesor meliputi kegiatan untuk mengubah
  inputoutput.

 Ada baiknya analis meneliti output dari
  sistem sebelum mengidentifikasi unsur
  lainnya.
Prosesor sebagai kotak hitam
 Konsepsi kotak hitam mencerminkan suatu karakteristik
  yang mendasar dari sistem umpan balik yang kompleks.
 Penyebab:
   Kerincian sistem yang sangat beragam dan sulit dipelajari.
   Kesulitan untuk menentukan kendala/batas;

 Salah satu tugas pertama Analis  menentukan batas
  sistem. Manfaat:
   Membatasi jumlah subsistem yang harus dipelajari.
   Menekankan betapa pentingnya pengintegrasian semua
    subsistem itu.
   Memusatkan semua upaya dalam bidang-bidang yang paling
    menguntungkan.
   Menciutkan masalah menjadi proporsi yang dapat dikendalikan.
Kontrol dan Umpan Balik

 Tujuan umpan balik adalah kontrol.
   Kontrol: fungsi sistem yang membandingkan output
    dengan sebuah standar yang ditetapkan sebelumnya.
   Umpan Balik: fungsi yang memberikan informasi atas
    penyimpangan dari output, dan memasukan informasi
    ini sebagai input sehingga semua penyimpangan
    dapat dikoreksi.

 Sistem lup tertutup/umpan balik memiliki
  kemampuan untuk mengendalikan dirinya
  dalam mencapai tujuan tertentu yang
  didefinisikan sendiri.
Lup Umpan Balik
Sistem Umpan Balik

 Sistem umpan balik positif
   Menciptakan proses pertumbuhan di mana suatu
    kejadian menimbulkan akibat yang memperbesar
    kejadian berikutknya secara terus-menerus.
   Ciri umpan balik positif: ketidakstabilan,
    ketidakseimbangan, pertumbahan, atau memperkuat.

 Sistem umpan balik negatif
  Selalu berusaha mencapai tujuan tertentu atau
  keseimbangan, dan berusaha memberikan koreksi
  sebagai tindakan mengatasi kegagalan mencapai tujuan
  atau keseimbangan tersebut.
Kontrol Umpan ke Depan

 Kontrol dilakukan sebelum terjadi
  penyimpangan dari prestasi kerja yang
  diharapkan.
 Membutuhkan kontrol dari input dan output.
 Kontrol bersifat antisipatif.

2.1 Pengantar Sistem

  • 1.
  • 2.
    Definisi Sistem  Hukum Kumpulan aturan-aturan yang membatasi, baik oleh kapasitas sistem itu sendiri maupun lingkungan di mana sistem itu berada, untuk menjamin keserasian dan keadilan.  Rekayasa Proses masukan (input) yang ditransformasikan menjadi keluaran (output) tertentu.  Awam Cara atau metode untuk mencapai suatu tujuan.  Matematika Set persamaan-persamaan simbolik dengan karakteristik tertentu.
  • 3.
    Definisi Sistem (2) Geoffrey Gordon (1987) Suatu agregasi atau kumpulan obyek-obyek yang terangkai dalam interaksi dan saling ketergantungan yang teratur  Ludwig Von Bertalanffy (1940) Suatu set elemen-elemen yang berada dalam keadaan yang saling berhubungan  Schmidt dan Taylor (1970) Suatu kumpulan komponen/entiti yang berinteraksi dan bereaksi antar atribut komponen/entitinya untuk mencapai suatu akhir yang logis.  Kamus Webster (Webster Third New International Dictionary) Suatu kesatuan yang kompleks yang dibentuk oleh bagian-bagian yang berbeda-beda yang masing-masing terikat pada rencana yang sama atau berkontribusi untuk mencapai tujuan yang sama.
  • 4.
    Definisi Sistem (3) Hick Sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan beroperasi di dalam suatu batasan. Pembatas akan menyaring setiap jenis dan tingkat aliran masukan dan keluaran antara sistem dan lingkungannya.  John Burch Suatu kumpulan dari objek-objek dan ide-ide yang saling berhubungan dan diperintahkan untuk mencapai sasaran/tujuan bersama.  Murdick, Ross, dan Claget (1984) Suatu susunan elemen-elemen yang berinteraksi dan membentuk satu kesatuan yang terintegrasi.  Russel L. Ackof (1968) “… a system is any entity, conceptual or physical, which consists of interdependent parts …”
  • 5.
    Definisi Sistem (4) Willian A. Shrode & Dan Voich Jr. (1974)  Kesatuan yang terdiri atas jaringan kerja kausal dari bagian-bagian yang saling bergantungan.  Pilihan terhadap hubungan antar tiap bagian akan ditentukan oleh tujuan spesifik sistem. Kumpulan obyek-obyek yang saling berinteraksi dan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dalam lingkungan yang kompleks
  • 6.
    Definisi Sistem (5) Obyek  Bagian-bagian dari sistem (input, proses, output, pengedalian, umpan balik, dan batasan).  Setiap bagian memiliki beberapa nilai/harga yang bersama-sama menggambarkan keadaan sistem pada suatu saat tertentu  Interaksi  Suatu ikatan antar obyek-obyek dalam proses sistem, sehingga dihasilkan suatu perilaku sistem.  Setiap perilaku mengarah pada performansi.
  • 7.
    Definisi Sistem (6) Lima unsur utama dalam sistem: 1. Elemen-elemen atau bagian-bagian. 2. Adanya interaksi atau hubungan antar elemen/bagian. 3. Adanya sesuatu yang mengikat elemen-elemen atau bagian-bagian menjadi satu kesatuan. 4. Terdapat tujuan bersama, sebagai hasil akhir. 5. Berada dalam suatu lingkungan yang kompleks.
  • 8.
    Definisi Sistem (7) Elemen yang saling berinteraksi disebut juga subsistem.  Tiap subsistem memiliki input dan output yang berdiri sendiri, dan responnya dapat dijelaskan dengan melihat hubungan yang ada.  Komponen dikatakan mempunyai arti jika terdapat satu atau lebih atribut pada saat tertentu  Komponen yang sama dapat mempunya arti berbeda jika komponen itu ada pada sistem yang lain dan/atau atribut lain padanya yg turut diperhatikan.
  • 9.
    Definisi Sistem (8) Aktivitas : Setiap proses yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam sistem.  Keadaan aktivitas, atribut, dan komponen pada suatu saat tertentu disebuat keadaan sistem (state of system/level of system), yang bisa saja berubah-ubah atau tetap tergantung pada sistem.
  • 10.
    Definisi Sistem (9) Sinergi (synergy): kondisi di mana efek terpada dua macam tindakan melebihi jumlah dari bagian-bagian individualnya.  Sinergi menjadi dasar penggerak pendekatan sistem . “The whole is greater than the sum of its parts”  Sinergi bermanfaat untuk menjawab kebutuhan akan kesatuan entiti-entiti yang terpisah menjadi suatu sistem.
  • 11.
    Konsepsi Sistem  Konsepsi abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakterisitik kejadian, keadaan mengenai obyek tertentu  Konsepsi Sistem  penyajian komponen- komponen pembentuk sistem ke dalam suatu definisi yang mantap. Konsep sistem memiliki beberapa aspek yang mempunyai makna untuk suatu tujuan tertentu
  • 12.
    Konsepsi Sistem (2) Aspek konsepsi sistem banyak dipengaruhi Murdick, Ross, dan Claggett (1984), yang digunakan untuk menjelaskan suatu realita.  Aspek-aspek tersebut dipergunakan untuk menjawab pertanyaan:  Apa sajakah unsur-unsur sistem itu?  Apakah tujuan sistem itu  Apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu?  Apa sajakah yang diproses sistem itu?  Apa yang dihasilkan (output) proses itu?  Apa ukuran keberhasilan proses itu?
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    Kerangka Sistem (2) Tujuan, standar performansi dan konstrain merupakan restriksi bagi sistem.  Peran restriksi:  Mengarahkan pemasukan input ke dalam proses yang sesuai dengan kebutuhan sistem.  Merupakan acuan untuk mengendalikan proses.  Merupakan komponen untuk membangun kontrol model. Apabila di antara model dan keluaran terdapat kesenjangan (tidak sesuai keinginan) dapat diambil tindakan.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    Elemen Sistem  Jikasebuah sistem cukup besar yang terdiri dari subsistem-subsistem, maka elemen sistem terdapat pada tingkat yang paling rendah.  Elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang dapat diidentifikasikan.
  • 19.
    Atribut dan ElemenSistem  Elemen-elemen dari sistem dalam aspek struktural sangat dipengaruhi oleh tujuan. Pengertian elemen dalam hal ini:  Bagian penyusun dari sistem (bergantung pada tujuan)  Unit dari sistem yang terkecil (sejauh interest/tujuan/keinginan)  Mempunya perilaku tertentu  Atribut  Atribut: ukuran dari elemen atau konsepsi kongkrit dari elemen.  Atribut dari elemen harus sesuai dengan tujuan mempelajari sistem, dan pengukuran atribut harus benar.
  • 20.
  • 21.
    Atribut dan ElemenSistem (3)  Elemen: energi, tenaga kerja, mesin/peralatan, bahan baku, barang/produk.  Atribut:  Energi: jumlah dan ongkos energi  Tenaga Kerja: jumlah tenaga kerja dan upah  Mesin/peralatan: jumlah, jenis, dan kapasistas  Bahan baku: harga bahan baku, jumlah bahan baku  Barang/produk: jumlah permintaan, jumlah produksi, harga jual.
  • 22.
    Proses Sistem  Prosestotal: jumlah bersih semua kegiatan berjalan yang melaksanan konversi input menjadi output.  Proses total: terdiri dari banyak proses kecil.  Hubungan fungsional input-output: fungsi pengalihan (transfer function).  Digunakan dalam membuat desain dan evaluasi dari sistem umpan balik (feedback systems).
  • 23.
    Batas Sistem [3] Operasional sebuah sistem sehubungan dengan batas-batas:  Buatlah daftar dari semua elemen yang membentuk sistem tersebut dan buatlah batas-batasnya. Segala sesuatu yang berada dalam ruang disebut sistem, yang berada diluarnya disebut lingkungan.  Buatlah semua arus yang melewati batas. Arus dari lingkungan ke dalam sistem disebut input, dan arus dari dalam batas ke luar disebut output.  Identifikasi semua elemen yang memberikan kontribusi dalam mencapai sasaran yang ditentukan bagi sistem, masukkan kedalam lingkaran batasnya.
  • 24.
    Batas Sistem  Pemisahantara sistem dan daerah diluar sistem (lingkungan)  Menentukan konfigurasi, ruang lingkup, dan kemampuan sistem  Modifikasi terhadap batas dapat mengubah perilaku sistem
  • 25.
    Batas Sistem [2] Pelanggan Pelanggan konfirmasi Pesanan Pemrosesan Ketersediaan Penerimaan Surat Pesanan Produk Produk Pesanan Pesanan Inventory Inventory Ketersediaan Produk
  • 26.
    Kontrol  Murdick, Ross,dan Clagget (1994)  kontrol adalah konsepsi inti dari sistem, karena faktor inilah yang menjiwai ide pokok dari pengadaan sebuah sistem.  Kontrol menyebabkan segala sesuatu terlaksana sesuai dengan keinginan/rencana pihak pengendali (controller).
  • 27.
    Kontrol (2)  Kontroldapat dirumuskan dengan tahapan:  Menetapkan standar prestasi  Membandingkan prestasi aktual dengan standar.  Mengambil tindakan korektif untuk mengurangi penyimpangan dari standar  Konsepsi kontrol:  Lup terbuka dan tertutup  Input-prosesor-output  Prosesor sebagai kotak hitam  Kontrol dan umpan balik (feedback)  Kontrol umpan ke depan (feedforward)
  • 28.
  • 29.
    Sistem Lup Terbuka[2]  Sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan.  Ditandai oleh keluaran yg dipengaruhi masukan, tetapi keluaran terisolasi (tdk memiliki pengaruh terhadap masukan/proses)  Tidak peka, tidak memiliki kontrol terhadap keadaannya sendiri.  Kontrol tergantung pada kebenaran input dan proses.
  • 30.
  • 31.
    Sistem Lup Terbuka[4]  Sistem perlu memiliki pengendalian yang baik, sehingga perlu dirancang sedemikian rupa .  Sistem relatif tertutup merupakan sistem yang paling baik, bekerja secara otomatis, dan terbuka untuk pengaruh yang baik.
  • 32.
  • 33.
    Sistem Lup Tertutup[2]  Informasi tentang proses dan/atau outputnya diumpan balik ke kontroler, bila perlu dengan menyesuaikan input dan sistemnya.
  • 34.
  • 35.
    Input-Prosesor-Output  Input bisaberasal dari output sistem lain.  Output merupakan hasil suatu operasi.  Prosesor meliputi kegiatan untuk mengubah inputoutput.  Ada baiknya analis meneliti output dari sistem sebelum mengidentifikasi unsur lainnya.
  • 36.
    Prosesor sebagai kotakhitam  Konsepsi kotak hitam mencerminkan suatu karakteristik yang mendasar dari sistem umpan balik yang kompleks.  Penyebab:  Kerincian sistem yang sangat beragam dan sulit dipelajari.  Kesulitan untuk menentukan kendala/batas;  Salah satu tugas pertama Analis  menentukan batas sistem. Manfaat:  Membatasi jumlah subsistem yang harus dipelajari.  Menekankan betapa pentingnya pengintegrasian semua subsistem itu.  Memusatkan semua upaya dalam bidang-bidang yang paling menguntungkan.  Menciutkan masalah menjadi proporsi yang dapat dikendalikan.
  • 37.
    Kontrol dan UmpanBalik  Tujuan umpan balik adalah kontrol.  Kontrol: fungsi sistem yang membandingkan output dengan sebuah standar yang ditetapkan sebelumnya.  Umpan Balik: fungsi yang memberikan informasi atas penyimpangan dari output, dan memasukan informasi ini sebagai input sehingga semua penyimpangan dapat dikoreksi.  Sistem lup tertutup/umpan balik memiliki kemampuan untuk mengendalikan dirinya dalam mencapai tujuan tertentu yang didefinisikan sendiri.
  • 38.
  • 39.
    Sistem Umpan Balik Sistem umpan balik positif  Menciptakan proses pertumbuhan di mana suatu kejadian menimbulkan akibat yang memperbesar kejadian berikutknya secara terus-menerus.  Ciri umpan balik positif: ketidakstabilan, ketidakseimbangan, pertumbahan, atau memperkuat.  Sistem umpan balik negatif Selalu berusaha mencapai tujuan tertentu atau keseimbangan, dan berusaha memberikan koreksi sebagai tindakan mengatasi kegagalan mencapai tujuan atau keseimbangan tersebut.
  • 40.
    Kontrol Umpan keDepan  Kontrol dilakukan sebelum terjadi penyimpangan dari prestasi kerja yang diharapkan.  Membutuhkan kontrol dari input dan output.  Kontrol bersifat antisipatif.