PERANGKAT TERMINAL TELEKOMUNIKASI




                                  Ir. Roedi Goernida, MT.
                                      (roedig@yahoo.com)


         Program Studi Sistem Informasi – Departemen Teknik Industri
                           Institut Teknologi Telkom
                                    Bandung
                                                                              1

                                            2009




                            Terminal Telekomunikasi

     ●   Terminal merupakan perangkat yang menjadi end-user dalam suatu
         sistem telekomunikasi, atau biasa disebut pesawat yang berfungsi
         sebagai antarmuka antara sumber informasi di pengguna dengan
         sistem.
     ●   Fungsinya untuk:
               –   Memanggil dan menerima secara bergantian.
               –   Memanggil saja
               –   Menerima saja

     ●   Sinyal yang berasal dari sumber terlebih dahulu diubah ke dalam
         bentuk sinyal yang sesuai dengan karakteristik saluran transmisi,
         dengan kata lain bahwa pesawat biasanya bekerja sebagai transducer
         (alat yang mampu mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk
         energi lainnya)


                                                                              2
Hand-out: Sistem Telekomunikasi             MK-02                         Hal. 1
Terminal Telekomunikasi

       Terminal telekomunikasi dikelompokan berdasarkan jenis sumber
       informasi berupa:

             1. Sinyal-sinyal suara:
                    ●   Pesawat radio penerima
                    ●   Pesawat telepon

             2. Sinyal-sinyal tulisan:
                    ●   Pesawat telegrafi
                    ●   Pesawat teleprinter

             3. Sinyal-sinyal gambar:
                    ●   Pesawat faximili
                    ●   Pesawat televisi

             4. Sinyal-sinyal data:
                    ●   Modem

             5. Sinyal-sinyal multimedia:
                    ●   Komputer
                                                                                         3
Hand-out: Sistem Telekomunikasi               MK-02                                  Hal. 2




                  Terminal Suara – Radio Penerima

       Kualitas radio penerima ditentukan oleh 3 karakteristik:

       1.    Sensitivitas.
                – kemampuan dari suatu radio penerima untuk menangkap sinyal-
                    sinyal yang dipancarkan oleh pengirim, baik yang kuat maupun
                    yang lemah sampai diperoleh daya tertentu di output radio
                    tersebut.
                – Sensisfitas diperbaiki dengan amplifier

       2.    Selektivitas.
                 – kemampuan radio penerima untuk membedakan antara sinyal
                    yang diinginkan dengan sinyal-sinyal lain disekitarnya yang
                    berdekatan, sehingga hanya menerima sinyal dengan frekuensi
                    band yang tertentu saja.
                 – Selektivitas ini dapat diperbaiki dengan Band Pass Filter

       3.    Fidelitas
                 – kemampuan untuk menjaga keaslian informasi yang dikirimkan
                     oleh pengirim sinyal, termasuk menghilangkan distorsi yang timbul
                     pada saat perambatannya.
                 – Tujuan untuk dapat menerima sinyal dengan jelas dan dimengerti
                     melainkan serta dapat menerima sinyal-sinyal dengan frekuensi
                     informasi yang bermacam-macam yang dikirimkan oleh pengirim.
                                                                                         4
Hand-out: Sistem Telekomunikasi               MK-02                                  Hal. 3
Jenis Radio Penerima


         ●   Dikelompokan menjadi 2 (dua) pesawat radio penerima, yaitu:
                   1. Straight Amplification Receiver.
                   2. Superheterodyne Receiver.

         ●   Bandwidth baseband: 40 Hz – 15 kHz

         ●   Frekuensi :
                       –   AM/MW        : 530 – 1600 kHz
                       –   SW           : 2.3 – 22MHz
                       –   FM           : 88 – 108 MHz


                                                                                                    5
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                       MK-02                                     Hal. 4




                Straight-Amplification Receiver (1/2)

              Antena



                            Tuning         Radio                       Audio
                                         Frequency        Detector   Frequency
                            Circuit
                                          Amplifier                   Amplifier

                                                                                  Loudspeaker

     ●       Antena.
               Untuk menerima gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh
               antena pemancar.

     ●       Tuning circuit.
               Rangkaian filter yang frekuensi resonansinya sama dengan frekuensi yang
               diterima, sehingga memungkinkan untuk menseleksi dan memisahkan
               gelombang yang diperlukan dari gelombang-gelombang lainnya yang tidak
               diperlukan.

     ●       Radio Frequency Amplifier.
               Memperkuat gelombang yang diterima dan meredam gelombang-
               gelombang lain dari pemancar lain yang bercampur dengan gelombang
               dimaksud.
                                                                                                    6
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                       MK-02                                     Hal. 5
Straight-Amplification Receiver (2/2)

                 Antena



                                    Tuning              Radio                                Audio
                                                      Frequency             Detector       Frequency
                                    Circuit
                                                       Amplifier                            Amplifier

                                                                                                         Loudspeaker
        ●
                Detector.
                      melakukan proses demodulasi, yaitu memisahkan sinyal informasi
                      yang dikirim dari gelombang pembawanya. Sinyal yang sudah
                      didemodulasi sudah mempunyai frekuensi sebesar audio

        ●       Audio Frequency Amplifier.
                      memperkuat sinyal keluran dari detector yang berfrekuensi audio yang
                      kemudian disalurkan ke Loudspekaer.

        ●       Loudspeaker.
                      mengubah sinyal elektrik untuk menjadi gelombang suara/ akustik.

        → Kelemahan: banyak timbulnya gangguan-gangguan yang tidak diinginkan,
        tidak stabil, sehingga outputnya sering terdistorsi
                                                                                                                                     7
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                                         MK-02                                                    Hal. 6




                               Superheterodyne Receiver (1/2)

            Antena


                                           Radio        FR                  Intermediate                  Audio
                          Tuning
                                         Frequency             Mixer         Frequency     Detector     Frequency
                          Circuit
                                          Amplifier                           Amplifier                  Amplifier
                                                                   FO
                                                                                                                       Loudspeaker
                                                             Oscillator




    ●         Frekuensi sinyal keluaran RFA (fr) akan dicampur dengan suatu frekuensi
              sinyal terrtentu dari Oscillator (fo) pada Mixer, sehingga menghasilkan
              frekuensi superposisi fr dengan fo yang disebut superheterodyne.
    ●        Frekuensi baru tersebut berupa (fr + fo) & (fr – fo).
    ●        Frekuensi (fr – fo) → intermediate frequency (IF)



                                                                                                                                     8
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                                         MK-02                                                    Hal. 7
Superheterodyne Receiver (1/2)

Antena


                             Radio      FR                Intermediate                          Audio
             Tuning
                           Frequency          Mixer        Frequency     Limiter   Detector   Frequency
             Circuit
                            Amplifier                       Amplifier                          Amplifier
                                                   FO
                                                                                                           Loudspeaker
                                             Oscillator




         ●
              Untuk FM memiliki tambahan:
                       ●    Limitter → membatasi perubahan tegangan yang timbul yang
                                  diakibatkan oleh bermacam-macam hal misalnya interference
                                  dan internal receiver noise
                       ●    Discriminator amplituda.




                                                                                                                     9
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                                MK-02                                           Hal. 8




                                         Spektrum Frekuensi




                                                                                                                   10
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                                MK-02                                           Hal. 9
Alokasi frekuensi pembawa




      Carrier frequency assignments for different methods of information transmission

                                                                                          11
Hand-out: Sistem Telekomunikasi            MK-02                                    Hal. 10




                            Terminal Suara - Telepon


     ●      Merupakan suatu bentuk terminal yang digunakan untuk menerima &
            mengirimkan sinyal suara, dimana pada sisi pengirim (source) gelombang
            suara tesebut diubah menjadi gelombang listrik yang selanjutnya
            dikirim/ditransmisikan melalu suatu media transmisi, dan pada sisi penerima
            sinyal listrik tersebut diubah kembali menjadi gelombang suara.

     ●    Jenis terminal telepon tediri dari:
              - Telepon Individu
              - Telepon Umum
              - Telepon tanpa kabel (cordless)
              - PBX/PABX (Private Branch Exchange/Automatix Branch Exchange)

     ●    Komponen pada terminal telepon terdiri dari
             - Microphone: arang & kondensator.
             - Speaker / earphone
             - Ringing
             - Dial button


                                                                                          12
Hand-out: Sistem Telekomunikasi            MK-02                                    Hal. 11
Komponen & cara kerja telepon (1/5)




                                                                                  13
Hand-out: Sistem Telekomunikasi               MK-02                          Hal. 12




                 Komponen & cara kerja telepon (2/5)

     ●    Transducer:
            - Mikropon.
              ● Arang → bekerja pada frekuensi 30 – 5000 Hz.

              ● Kondensator


            - Loudspeaker
               ● Electro-magnetis

               ● Electro-dinamis



     ●    Karakteristik kinerja Transducer:
            ●   Karakteristik kerja merupakan fungsi dari arah rambatan gelombang
            ●   Karakterikstik frekuensi
     ●    Dialing
            ●   Rotary system → 1 bit = 100 ms
            ●   Push button
                  ● Pulse mode

                  ● DTMF mode




                                                                                  14
Hand-out: Sistem Telekomunikasi               MK-02                          Hal. 13
Komponen & cara kerja telepon (3/5)

         Mikropon Arang

                                                                      Serbuk arang
                       Tekanan
                        suara


                                        Membran
                                                                                            RL
                                                                              E


                                                                           baterei




         Kelemahan:
         • Hissing effect disebabkan oleh adanya arus, sehingga timbul panas yang
            menyebabkan serbuk arang berserakan.
         • Packing effect juga karena arus Arustimbul panas sehingga Elastisitas
            serbuk menurun (serbuk melekat)
         • Serbuk arang turun yang menyebabkan efek tekanan membran berkurang,
            sehingga gelombang suara tidak sempurna

                                                                                                           15
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                              MK-02                                    Hal. 14




                Komponen & cara kerja telepon (4/5)

         Mikropon Kondensator




                    Tekanan
                     suara                                                Membran tetap/dalam

                                                                                                 RL
                                 Membran Getar                                       E


                                                 Bahan antara dua membran (bisa
                                                 udara bebas)
                                                                                  baterei




                                                                                                           16
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                              MK-02                                    Hal. 15
Komponen & cara kerja telepon (5/5)


      Loudspeaker elektro-magnetis                      Loudspeaker elektro-dinamis


                                                                              Moving coil
                              U


                                      Magnet            Magnet
       Membran                       Permanen           permanen              Membran




                              S


                        Kumparan




                                                                                                 17
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                 MK-02                                       Hal. 16




                  Terminal Suara - Besaran & Level

      Gelombang suara dipengaruhi oleh suatu besaran yaitu:
           1. Amplitudo → kekerasan suara (loudness)
                 - Satuan:
                      - sone ( kekerasan suara dari tone dengan frekuensi 1000 Hz pada
                           level intensitas suara 40 dB).
                      - phone (level kekerasan suara untuk suatu tone dengan frekuensi
                          1000 Hz pada level intensitas suara 1 dB)

                 - Level kekerasan suara (Loudness Level)

                                       LL = 10 log        I
                                                         10-12
                      I = intensitas suara (watt/m2)

                 - Batas ambang pendengaran manusia = 0.0001 sone / 1 milisone

           2. Frekuensi → tinggi-rendah suara
                 Interval frekuensi suara manusia → 300 – 3400 Hz
                                                                                                 18
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                 MK-02                                       Hal. 17
Terminal Tulisan – Telegrafi / Teleprinter


   ●     Merupakan suatu terminal tulisan dimana informasi yang dikirimkan
         dan yang diterima berupa tulisan atau huruf-huruf yang diwakili oleh
         kombinasi dari kode-kode tertentu.

   ●     Klasifikasi kode telegrafi:
            1. Morse → titik & garis
            2. Undulator → plus, minus & nol
            3. Telegraf printing
            4. Lima satuan (Boudut) → tiap karakter memiliki 5 elemen sinyal
            5. Enam satuan → digunakan di Jepang
            6. Tujuh satuan → setiap karakter: 3 arus (+) & 4 tidak ada arus (-).

   ●     Pada prinsipnya: kodefikasi huruf

                              Huruf   Kodefikasi      Pengirim



                                                                                    19
Hand-out: Sistem Telekomunikasi               MK-02                           Hal. 18




          Contoh terminal tulisan – Telegrafi / Teleprinter




                                                                                    20
Hand-out: Sistem Telekomunikasi               MK-02                           Hal. 19
Kode Morse




                                                                                                 21
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                   MK-02                                     Hal. 20




             Terminal Gambar Diam – Facsimile (1/2)

                      mesin fax pengirim                         mesin fax penerima

                                                    Saluran                     Fax
   Informasi         Scanner      Modulator
                                                    telepon
                                                                 Demodulator
                                                                               printer   Informasi

                                               300 – 14400 bps

                                                  sinkronisasi



    ●    Merupakan terminal untuk mengirim informasi berupa gambar diam secara
         point-to-point.

    ●    Prinsip kerjanya: informasi berupa gambar terlebih dahulu di-scan dengan
         intensitas cahaya tertentu kemudian hasilnya di ubah kedalam sinyal elektrik
         kemudian dikirim via saluran transmisi dan di penerima sinyal tadi diubah
         kembali untuk kemudian dicetak kedalam lembar kertas.

    ●    Proses scanning menjadi sinyal elektrik 2 bentuk:
           1. Menggerakkan seberkas sinar pada gambar yang diam.
           2. Menggerakkan gambar melewati seberkas sinar yang diam.
                                                                                                 22
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                   MK-02                                     Hal. 21
Terminal Gambar Diam – Facsimile (2/2)

        Proses scanning menjadi sinyal elektrik 2 bentuk:
              1. Menggerakkan seberkas sinar pada gambar yang diam.
              2. Menggerakkan gambar melewati seberkas sinar yang diam.




                                   D
                                                                                                                Lensa
                                                                                                                              Lampu




                                                                 PEC
                                                           Photo Electric Cell
                                                                                                                                           23
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                                                MK-02                                                  Hal. 22




           Terminal Gambar Bergerak – Televisi (1/2)
    ●    Prinsip dasar dari facsimile dikembangkan menjadi prinsip dasar dari sistem
         televisi, dimana perbedaan pada pengiriman informasi berupa gambar bergerak.

    ●    Sinyal TV: Luminace (B/W), Chrominance (color) & sound.
    ●    Untuk menimbulkan kesan “gambar hidup”, maka diperlukan pergantian gambar
         sebanyak 25 gambar perdetik → satu gambar = 1/25 detik.

    ●    Sinkronisasi diperlukan untuk mensinkronisasikan waktu kecepatan dan fasa dari
         perabaan.
                              A                                      C                        C             A
                          1
                                                                                   2
                          3
                                                                                   4
                          5
                                                                                   6


                                          B                          B                            B
                                                                                    D                      D
                                  Odd lines in             Inactive lines in             Even lines in          Inactive lines in
                                  first vertical             first vertical             second vertical         second vertical
                                      trace                     retrace                     trace                   retrace




                                               first field = 312.5                            second field = 312.5
                                                       lines                                         lines


                                                                         Frame = 625 lines

                                                                                                                                           24
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                                                MK-02                                                  Hal. 23
Terminal Gambar Bergerak – Televisi (2/2)

   Standar televisi berwarna:

   ●     NTSC (National Television System Committee).
          ● Dikembangkan di US & dipergunakan di US, Canada, Mexico & Jepang.

          ● Horizontal Scanning gambar: 525 line/frame, 30 frame/detik.




   ●     PAL (Phase-alternating line)
          ● Dikembangkan di Jerman & dipergunakan di Asia, Eropa kecuali Perancis,

            Australia & Afrika.
          ● Horizontal Scanning gambar: 625 line/frame, 25 frame/detik.




   ●     SECAM (Sequentiel Couleur A Memoire)
          ● Dikembang Perancis & dipergunakan di Perancis, Rusia, Timteng & Afrika.




                                                                                                        25
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                     MK-02                                          Hal. 24




         Terminal Gambar Bergerak – Pemancar Televisi



           Camera                                           RF Oscill
                        Sync. Pulse
            Scan                             Composite       (video
                         Generator
          Generator                         video Signal     carrier)


                          Video       Sync. Pulse
        Camera tube                                         Modulator   RF Amplifier
                         Amplifier     Generator
                                                                                       Combining
                                                                                         Unit
                                        Audio
                          Audio         Signal
            Mic          Amplifier
                                                            Modulator   RF Amplifier



                                                            RF Oscill
                                                             (audio
                                                             carrier)


                                                                                                        26
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                     MK-02                                          Hal. 25
Terminal Gambar Bergerak – Penerima Televisi



                                                                               Line and field
                                                                              scan generator




                            RF Filters            Demodulator &                                 Cathode ray
                                                                             Video amplifier
                            & amplifier            sync. pulse                                  tube system




                                                                             Audio Amplifier    Loudspeaker




                                                                                                                   27
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                           MK-02                                               Hal. 26




                         Terminal Data & Multimedia

    ●    Multimedia information → gambar diam (tulisan & grafik), gambar bergerak,
         suara, dan data sekaligus.

    ●   Data diolah oleh komputer yang terdiri dari:
        1. Input: keyboard, mouse, pointer dll
        2. Pengolah data: CPU, storage (memory, hardisk dll) & control unit.
        3. Output: layar monitor, printer, modem
        4. External storage: disket, flash-disk, hard-disk, memory card dll

                                                    Auxiliary storage




                              Input                     Main                       Output
                             Terminal                  Storage                    Terminal




                                                                            Central
                                        Control
                                                                        Processing Unit
                                         Unit
                                                                            (CPU)
                                                                                                                   28
Hand-out: Sistem Telekomunikasi                           MK-02                                               Hal. 27
End of slide




               29

IS1313 02-Terminal Devices

  • 1.
    PERANGKAT TERMINAL TELEKOMUNIKASI Ir. Roedi Goernida, MT. (roedig@yahoo.com) Program Studi Sistem Informasi – Departemen Teknik Industri Institut Teknologi Telkom Bandung 1 2009 Terminal Telekomunikasi ● Terminal merupakan perangkat yang menjadi end-user dalam suatu sistem telekomunikasi, atau biasa disebut pesawat yang berfungsi sebagai antarmuka antara sumber informasi di pengguna dengan sistem. ● Fungsinya untuk: – Memanggil dan menerima secara bergantian. – Memanggil saja – Menerima saja ● Sinyal yang berasal dari sumber terlebih dahulu diubah ke dalam bentuk sinyal yang sesuai dengan karakteristik saluran transmisi, dengan kata lain bahwa pesawat biasanya bekerja sebagai transducer (alat yang mampu mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi lainnya) 2 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 1
  • 2.
    Terminal Telekomunikasi Terminal telekomunikasi dikelompokan berdasarkan jenis sumber informasi berupa: 1. Sinyal-sinyal suara: ● Pesawat radio penerima ● Pesawat telepon 2. Sinyal-sinyal tulisan: ● Pesawat telegrafi ● Pesawat teleprinter 3. Sinyal-sinyal gambar: ● Pesawat faximili ● Pesawat televisi 4. Sinyal-sinyal data: ● Modem 5. Sinyal-sinyal multimedia: ● Komputer 3 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 2 Terminal Suara – Radio Penerima Kualitas radio penerima ditentukan oleh 3 karakteristik: 1. Sensitivitas. – kemampuan dari suatu radio penerima untuk menangkap sinyal- sinyal yang dipancarkan oleh pengirim, baik yang kuat maupun yang lemah sampai diperoleh daya tertentu di output radio tersebut. – Sensisfitas diperbaiki dengan amplifier 2. Selektivitas. – kemampuan radio penerima untuk membedakan antara sinyal yang diinginkan dengan sinyal-sinyal lain disekitarnya yang berdekatan, sehingga hanya menerima sinyal dengan frekuensi band yang tertentu saja. – Selektivitas ini dapat diperbaiki dengan Band Pass Filter 3. Fidelitas – kemampuan untuk menjaga keaslian informasi yang dikirimkan oleh pengirim sinyal, termasuk menghilangkan distorsi yang timbul pada saat perambatannya. – Tujuan untuk dapat menerima sinyal dengan jelas dan dimengerti melainkan serta dapat menerima sinyal-sinyal dengan frekuensi informasi yang bermacam-macam yang dikirimkan oleh pengirim. 4 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 3
  • 3.
    Jenis Radio Penerima ● Dikelompokan menjadi 2 (dua) pesawat radio penerima, yaitu: 1. Straight Amplification Receiver. 2. Superheterodyne Receiver. ● Bandwidth baseband: 40 Hz – 15 kHz ● Frekuensi : – AM/MW : 530 – 1600 kHz – SW : 2.3 – 22MHz – FM : 88 – 108 MHz 5 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 4 Straight-Amplification Receiver (1/2) Antena Tuning Radio Audio Frequency Detector Frequency Circuit Amplifier Amplifier Loudspeaker ● Antena. Untuk menerima gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh antena pemancar. ● Tuning circuit. Rangkaian filter yang frekuensi resonansinya sama dengan frekuensi yang diterima, sehingga memungkinkan untuk menseleksi dan memisahkan gelombang yang diperlukan dari gelombang-gelombang lainnya yang tidak diperlukan. ● Radio Frequency Amplifier. Memperkuat gelombang yang diterima dan meredam gelombang- gelombang lain dari pemancar lain yang bercampur dengan gelombang dimaksud. 6 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 5
  • 4.
    Straight-Amplification Receiver (2/2) Antena Tuning Radio Audio Frequency Detector Frequency Circuit Amplifier Amplifier Loudspeaker ● Detector. melakukan proses demodulasi, yaitu memisahkan sinyal informasi yang dikirim dari gelombang pembawanya. Sinyal yang sudah didemodulasi sudah mempunyai frekuensi sebesar audio ● Audio Frequency Amplifier. memperkuat sinyal keluran dari detector yang berfrekuensi audio yang kemudian disalurkan ke Loudspekaer. ● Loudspeaker. mengubah sinyal elektrik untuk menjadi gelombang suara/ akustik. → Kelemahan: banyak timbulnya gangguan-gangguan yang tidak diinginkan, tidak stabil, sehingga outputnya sering terdistorsi 7 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 6 Superheterodyne Receiver (1/2) Antena Radio FR Intermediate Audio Tuning Frequency Mixer Frequency Detector Frequency Circuit Amplifier Amplifier Amplifier FO Loudspeaker Oscillator ● Frekuensi sinyal keluaran RFA (fr) akan dicampur dengan suatu frekuensi sinyal terrtentu dari Oscillator (fo) pada Mixer, sehingga menghasilkan frekuensi superposisi fr dengan fo yang disebut superheterodyne. ● Frekuensi baru tersebut berupa (fr + fo) & (fr – fo). ● Frekuensi (fr – fo) → intermediate frequency (IF) 8 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 7
  • 5.
    Superheterodyne Receiver (1/2) Antena Radio FR Intermediate Audio Tuning Frequency Mixer Frequency Limiter Detector Frequency Circuit Amplifier Amplifier Amplifier FO Loudspeaker Oscillator ● Untuk FM memiliki tambahan: ● Limitter → membatasi perubahan tegangan yang timbul yang diakibatkan oleh bermacam-macam hal misalnya interference dan internal receiver noise ● Discriminator amplituda. 9 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 8 Spektrum Frekuensi 10 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 9
  • 6.
    Alokasi frekuensi pembawa Carrier frequency assignments for different methods of information transmission 11 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 10 Terminal Suara - Telepon ● Merupakan suatu bentuk terminal yang digunakan untuk menerima & mengirimkan sinyal suara, dimana pada sisi pengirim (source) gelombang suara tesebut diubah menjadi gelombang listrik yang selanjutnya dikirim/ditransmisikan melalu suatu media transmisi, dan pada sisi penerima sinyal listrik tersebut diubah kembali menjadi gelombang suara. ● Jenis terminal telepon tediri dari: - Telepon Individu - Telepon Umum - Telepon tanpa kabel (cordless) - PBX/PABX (Private Branch Exchange/Automatix Branch Exchange) ● Komponen pada terminal telepon terdiri dari - Microphone: arang & kondensator. - Speaker / earphone - Ringing - Dial button 12 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 11
  • 7.
    Komponen & carakerja telepon (1/5) 13 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 12 Komponen & cara kerja telepon (2/5) ● Transducer: - Mikropon. ● Arang → bekerja pada frekuensi 30 – 5000 Hz. ● Kondensator - Loudspeaker ● Electro-magnetis ● Electro-dinamis ● Karakteristik kinerja Transducer: ● Karakteristik kerja merupakan fungsi dari arah rambatan gelombang ● Karakterikstik frekuensi ● Dialing ● Rotary system → 1 bit = 100 ms ● Push button ● Pulse mode ● DTMF mode 14 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 13
  • 8.
    Komponen & carakerja telepon (3/5) Mikropon Arang Serbuk arang Tekanan suara Membran RL E baterei Kelemahan: • Hissing effect disebabkan oleh adanya arus, sehingga timbul panas yang menyebabkan serbuk arang berserakan. • Packing effect juga karena arus Arustimbul panas sehingga Elastisitas serbuk menurun (serbuk melekat) • Serbuk arang turun yang menyebabkan efek tekanan membran berkurang, sehingga gelombang suara tidak sempurna 15 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 14 Komponen & cara kerja telepon (4/5) Mikropon Kondensator Tekanan suara Membran tetap/dalam RL Membran Getar E Bahan antara dua membran (bisa udara bebas) baterei 16 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 15
  • 9.
    Komponen & carakerja telepon (5/5) Loudspeaker elektro-magnetis Loudspeaker elektro-dinamis Moving coil U Magnet Magnet Membran Permanen permanen Membran S Kumparan 17 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 16 Terminal Suara - Besaran & Level Gelombang suara dipengaruhi oleh suatu besaran yaitu: 1. Amplitudo → kekerasan suara (loudness) - Satuan: - sone ( kekerasan suara dari tone dengan frekuensi 1000 Hz pada level intensitas suara 40 dB). - phone (level kekerasan suara untuk suatu tone dengan frekuensi 1000 Hz pada level intensitas suara 1 dB) - Level kekerasan suara (Loudness Level) LL = 10 log I 10-12 I = intensitas suara (watt/m2) - Batas ambang pendengaran manusia = 0.0001 sone / 1 milisone 2. Frekuensi → tinggi-rendah suara Interval frekuensi suara manusia → 300 – 3400 Hz 18 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 17
  • 10.
    Terminal Tulisan –Telegrafi / Teleprinter ● Merupakan suatu terminal tulisan dimana informasi yang dikirimkan dan yang diterima berupa tulisan atau huruf-huruf yang diwakili oleh kombinasi dari kode-kode tertentu. ● Klasifikasi kode telegrafi: 1. Morse → titik & garis 2. Undulator → plus, minus & nol 3. Telegraf printing 4. Lima satuan (Boudut) → tiap karakter memiliki 5 elemen sinyal 5. Enam satuan → digunakan di Jepang 6. Tujuh satuan → setiap karakter: 3 arus (+) & 4 tidak ada arus (-). ● Pada prinsipnya: kodefikasi huruf Huruf Kodefikasi Pengirim 19 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 18 Contoh terminal tulisan – Telegrafi / Teleprinter 20 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 19
  • 11.
    Kode Morse 21 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 20 Terminal Gambar Diam – Facsimile (1/2) mesin fax pengirim mesin fax penerima Saluran Fax Informasi Scanner Modulator telepon Demodulator printer Informasi 300 – 14400 bps sinkronisasi ● Merupakan terminal untuk mengirim informasi berupa gambar diam secara point-to-point. ● Prinsip kerjanya: informasi berupa gambar terlebih dahulu di-scan dengan intensitas cahaya tertentu kemudian hasilnya di ubah kedalam sinyal elektrik kemudian dikirim via saluran transmisi dan di penerima sinyal tadi diubah kembali untuk kemudian dicetak kedalam lembar kertas. ● Proses scanning menjadi sinyal elektrik 2 bentuk: 1. Menggerakkan seberkas sinar pada gambar yang diam. 2. Menggerakkan gambar melewati seberkas sinar yang diam. 22 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 21
  • 12.
    Terminal Gambar Diam– Facsimile (2/2) Proses scanning menjadi sinyal elektrik 2 bentuk: 1. Menggerakkan seberkas sinar pada gambar yang diam. 2. Menggerakkan gambar melewati seberkas sinar yang diam. D Lensa Lampu PEC Photo Electric Cell 23 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 22 Terminal Gambar Bergerak – Televisi (1/2) ● Prinsip dasar dari facsimile dikembangkan menjadi prinsip dasar dari sistem televisi, dimana perbedaan pada pengiriman informasi berupa gambar bergerak. ● Sinyal TV: Luminace (B/W), Chrominance (color) & sound. ● Untuk menimbulkan kesan “gambar hidup”, maka diperlukan pergantian gambar sebanyak 25 gambar perdetik → satu gambar = 1/25 detik. ● Sinkronisasi diperlukan untuk mensinkronisasikan waktu kecepatan dan fasa dari perabaan. A C C A 1 2 3 4 5 6 B B B D D Odd lines in Inactive lines in Even lines in Inactive lines in first vertical first vertical second vertical second vertical trace retrace trace retrace first field = 312.5 second field = 312.5 lines lines Frame = 625 lines 24 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 23
  • 13.
    Terminal Gambar Bergerak– Televisi (2/2) Standar televisi berwarna: ● NTSC (National Television System Committee). ● Dikembangkan di US & dipergunakan di US, Canada, Mexico & Jepang. ● Horizontal Scanning gambar: 525 line/frame, 30 frame/detik. ● PAL (Phase-alternating line) ● Dikembangkan di Jerman & dipergunakan di Asia, Eropa kecuali Perancis, Australia & Afrika. ● Horizontal Scanning gambar: 625 line/frame, 25 frame/detik. ● SECAM (Sequentiel Couleur A Memoire) ● Dikembang Perancis & dipergunakan di Perancis, Rusia, Timteng & Afrika. 25 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 24 Terminal Gambar Bergerak – Pemancar Televisi Camera RF Oscill Sync. Pulse Scan Composite (video Generator Generator video Signal carrier) Video Sync. Pulse Camera tube Modulator RF Amplifier Amplifier Generator Combining Unit Audio Audio Signal Mic Amplifier Modulator RF Amplifier RF Oscill (audio carrier) 26 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 25
  • 14.
    Terminal Gambar Bergerak– Penerima Televisi Line and field scan generator RF Filters Demodulator & Cathode ray Video amplifier & amplifier sync. pulse tube system Audio Amplifier Loudspeaker 27 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 26 Terminal Data & Multimedia ● Multimedia information → gambar diam (tulisan & grafik), gambar bergerak, suara, dan data sekaligus. ● Data diolah oleh komputer yang terdiri dari: 1. Input: keyboard, mouse, pointer dll 2. Pengolah data: CPU, storage (memory, hardisk dll) & control unit. 3. Output: layar monitor, printer, modem 4. External storage: disket, flash-disk, hard-disk, memory card dll Auxiliary storage Input Main Output Terminal Storage Terminal Central Control Processing Unit Unit (CPU) 28 Hand-out: Sistem Telekomunikasi MK-02 Hal. 27
  • 15.