Analisis Varians
1

PENDAHULUAN

Kita tahu bahwa kumpulan hasil pengamatan mengenai sesuatu hal, skor hasil
belajar para siswa, berat bayi yang baru lahir, gaji pegawai di suatu perusahaan
misalnya, nilai datanya bervariasi dari yang satu dengan yang lain. Karena adanya
variasi atau ragam ini untuk sekumpulan data, telah dihitung alat ukurnya, utamanya
varians. Kita lihat juga bahwa varians bersama-sama rata-rata telah banyak digunakan
untuk membuat kesimpulan mengenai populasi , baik secara deskriptif maupun secara
induktif melalui penaksiran dan pengujian hipotesis mengenai parameter.
Dalam bab ini, varians akan dibahas lebih lanjut dengan terlebih dahulu melihat
berbagai jenis varians kemudian menggunakannya untuk pengujian hipotesis melalui
teknik analisis varians, disingkat ANAVA (ANA dari analisis dan VA dari varians).
2. JENIS VARIANS
Secara umum varians dapat digolongkan kedalam varians sistematik dan varians
galat. Varians sistimatik adalah variasi pengukuran karena adanya pengaruh yang
menyebabkan skor atau nilai data lebih condong ke satu arah tertentu dibandingkan
kea rah lain. Setiap pengaruh alami atau buatan manusia yang menyebabkan
terjadinya peristiwa dapat diduga atau diramalkan dalam arah tertentu, merupakan
pengaruh sistematik sehingga menyebabkan terjadinya varians sistematik. Cara
mengajar yang dilakukan seorang ahli secara sistematik mempengaruhi kemajuan
anak didik lebih baik bila dibandingkan dengan kemajuan anak yang diajar
sembarangan, hasil skor ujiannya menggambarkan adanya varians sistematik.
Salah satu jenis varians sistematik dalam kumpulan data hasil penelitian adalah
varians antar kelompok atau kadang-kadang disebut pula varians eksperimental.
Varians ini menggambarkan adanya perbedaan atau variasi sistematik antara
kelompok-kelompok hasil pengukuran. Dengan demikian varians ini terjadi karena
adanya perbedaan antara kelompok-kelompok individu.
Contoh : Misalkan ada empat kelas siswa, tiap kelas banyak muridnya sama, sedang
belajar Inggris, masing-masing kelas diajar oleh seorang guru dan tiap guru
menggunakan metoda mengajar yang berbeda, sebut A, B, C dan D. Nilai
hasil ujian akhir proses belajar untuk tiap metoda, rata-rata seperti berikut :

Metoda

A

B

C

D

Rata-rata

67,3

76,5

56,9

63,7

RAHMA SISKA UTARI

1
aggap rata-rata ini sebagai data biasa lalu hitung variansnya; diperoleh
varians antar kelompok A, B, C, dan D. Besarnya dihitung sebagai berikut.
Karena tiap kelas banyak muridnya sama, maka :
Rata –rata untuk keempat rata-rata itu :

1
67,3  76,5  56,9  63,7 = 66,1
4
Jumlah kuadrat-kuadrat (JK) dikoreksi, yaitu setiap data dikurangi rataratanya lalu dikuadratkan, dan kemudian dijumlahkan, adalah :
(67,3 – 66,1) 2 + (76,5 – 66,1) 2 + (56,9 – 66,1) 2 + (63,7 + 66,1) 2 = 200.
Bagi oleh derajat kebebasannya, ialah banyak kelompok dikurangi satu, jadi
4 – 1 = 3, diperoleh varians antar kelompok A, B, dan D sebesar 66,67.

Contoh : Misalkan dua jenis makanan ayam, (sebut A dan B) dicobakan ; A terhadap
5 ekor ayam dan B terhadap 4 ekor ayam. Segala karakteristik ke-9 ekor
ayam itu (misalnya besarnya, jenisnya, umurnya dan lain-lain) sama. Setelah
20 hari percobaan pertambahan berat dagingnya (dalam ons) ditimbang dan
dicatat. Hasilnya seperti berikut :

Makanan A

3,2

3,7

3,9

3,6

3,5

Makanan B

2,2

2,9

2,5

2,4

-

Pertambahan berat daging karena kedua jenis makanan itu, rata-ratanya
masing-masing x A = 3,58 dan x B = 2,50. Rata-rata ini berbeda, bervariasi
sehingga kita katakan ada varians antar kelompok.
Kita hitung dulu varians ini sebagai berikut.
Karena ukuran sample berbeda, maka rata-rata untuk kedua rata-rata di atas
53,58  4(2,50)
adalah :
= 3,1
9
RAHMA SISKA UTARI

2
Jumlah kuadrat (JK) dikoreksi untuk makanan A adalah 5(3,58 – 3,1) 2 =
1,152 dan JK dikoreksi untuk makanan B adalah 4(2,50 – 3,1) 2 = 1,44. JK
dikoreksi untuk kedua rata-rata antar kelompok ini adalah 1,152 + 1,44 =
2,592. Jika JK dikoreksi ini dibagi oleh derajat kebebasan kedua rata-rata,
ialah (2-1) = 1, diperoleh varians antar kelompok 2,592.
Sekarang gabungkan ke-9 buah data itu lalu hitung variansnya. Dengan
jalan ini kita peroleh varians lain yang dinamakan varians total. Untuk
menghitung varians total, seperti biasa digunakan rumus yang untuk itu
diperlukan rata-rata ke-9 data, setelah dihitung besarnya 3,1. JK koreksi
total untuk ke-9 data itu adalah
(3,2 - 3,1) 2 + (3,7 – 3,1) 2 + . . . + (2,4 – 3,1) 2 = 31,2. Setelah dibagi oleh
derajat kebebasannya, ialah (9 – 1) = 8 diperoleh varians total sebesar 0,39.
Varians total ini berisikan semua sumber variasi dalam skor yang sudah
diketahui satu diantaranya adalah varians antar kelompok.
Mari kita cari jenis varians lainnya.
Untuk ini kita hitung varians makanan A dan varians makanan B lalu dicari
rata-ratanya. Yang diperoleh adalah varians lain yang dinamakan varians
dalam kelompok atau kadang-kadang disebut juga varians galat.
Perhitungannya adalah sebagai berikut :
JK dikoreksi untuk data makanan A adalah :
(3,2 – 3,58)2 + . . . + (3,5 – 3,58)2 = 0,268 sedangkan
JK dikoreksi untuk data makanan B adalah :
(2,2 – 2,50) 2 + . . . + (2,4 – 2,50) 2 = 0,26.
Kedua JK ini jumlahnya = 0,528. Bagi oleh derajat kebebasannya, ialah
7 (=9 – 2) menghasilkan varians dalam kelompok 0,0754.

Dari contoh di atas diperoleh kenyataan berikut :
JK koreksi antar kelompok = 2,592 dan
JK koreksi dalam kelompok = 0,528 yang jika dijumlahkan menghasilkan 3,12.
Jumlah ini sama dengan JK koreksi total. Memang demikian bahwa untuk jumlah
koreksi ini berlaku aturan :
JK total = JK antar kelompok + JK dalam kelompok.........................XIV(1)
RAHMA SISKA UTARI

3
A. ANALISIS VARIANS SATU ARAH
Dalam bagian ini akan dibahas perluasan, yaitu menguji kesamaan k, (k > 2),
buah rata-rata populasi. Tepatnya, misalkan kita mempunyai k, (k > 2), buah populasi
yang masing-masing berdistribusi independent dan normal dengan rata-rata 1 ,
2 , . . . , k dan simpangan baku berturut-turut  1 ,  2 , . . . ,  k . Akan diuji
hipotesis nol H 0 dengan tandingan H 1 :



H0 :1 2 ...K
H1:palingsedikit satu tandasama dengan tid berlaku
ak

Selain daripada asumsi kenormalan tentang populasi, untuk pengujian ini juga
2
akan dimisalkan bahwa populasi bersifat homogen ialah bahwa 12   2  ...   k2 .
Dari tiap populasi secara independent kita ambil sebuah sample acak, berukuran
n 1 dari populasi kesatu, n 2 dari populasi ke dua dan seterusnya berukuran n k dari
populasi ke k.
Data sample akan dinyatakan dengan Y ij yang berarti data ke-j dalam sample
yang diambil dari populasi ke-i. Untuk memudahkan, sebaiknya data sample disusun
seperti dalam Daftar XIV (1).

DAFTAR XIV(1)
DATA SAMPEL DARI k BUAH POPULASI BERDISTRIBUSI NORMAL
DARI POPULASI KE
1

Pengamatan

.

.

.

.

k

Y 21

Y 31

.

.

.

.

Y k1

Y 12

Y 22

Y 32

.

.

.

.

Y k2

Y 13

Hasil

3

Y 11
Data

2

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

RAHMA SISKA UTARI

4
Y 1n1

Y 2n2

Y 3n3

Jumlah

J1

J2

J3

Rata-rata

Y1

Y2

Y3

.

.

.

.

Y knk

.

.

.

.

Jk

.

.

.

.

Yk

Untuk menguji H 0 melawan H 1 yang kita bicarakan, varians-varians inilah
yang akan digunakan, tepatnya varians antar kelompok dan varians dalam kelompok.
Dengan persyaratan tentang populasi seperti tersebut di atas, ternyata bahwa rasio
varians antar kelompok terhadap varians dalam kelompok membentuk statistic F,
tepatnya

F=

varians antar kelompok
…………………………………XIV(2)
varians dalam kelompok

Statistik inilah yang digunakan untuk menguji H 0 .
Jika kedua varians dalam statistic F di atas dituliskan menggunakan jumlah
kuadrat, maka rumus XIV(2) untuk menguji H 0 berubah menjadi

n Y  Y  /K  1
k

F=

i 1
n1

2

1

i

  Y
k

i 1

i 1

ij

 Yi  /  n1  1
2

k

…………..…………………XIV(3)

i 1

Dengan
Y ij = data ke-j dalam sample ke-i
i = 1, 2, 3, . . , k dan j = 1, 2, . . . , n i
RAHMA SISKA UTARI

5
(n i = ukuran sample dari populasi ke-i).
ni

YI =

Y

IJ

j 1

/ ni  rata - rata untuk sample ke - i

k

ni

i 1

j 1

 

Y=

k

Yij  n1  rata - rata untuk semua data
i 1

Ternyata bahwa statisitik di atas berdistribusi F dengan dk pembilang
v 1 = (k - 1) dan dk penyebut v 2 = (n 1 + . . . + n k - k). Kriteria pengujian adalah :
tolak H 0 jika F  F (1 )(V1 .V2 ) , di mana F (1 )(V1 .V2 ) dapat dilihat dari daftar distribusi F
dengan peluang 1    dan dk = v1.v2  . Di sini  = taraf nyata untuk pengujian.

Untuk memudahkan perhitungan, rumus XIV(3) diubah seperlunya dan akan
digunakan simbul-simbul berikut :
R y = J 2 /  ni dengan J = J 1 + J 2 + . . . + J k
Ay =



( J

2
i

/ ni )  Ry

Y 2 = jumlah kuadrat-kuadrat (JK) dari semua nilai pengamatan

Dy =



Y2 - R y - A y

R y , A y , D y , dan  Y 2 merupakan jumlah kuadrat-kuadrat (JK) yang berturutturut berdasarkan sumber-sumber variasi rata-rata, antar kelompok, dalam kelompok,
dan total. Setiap JK sumber variasi didampingi oleh derajat kebebasan (dk). Untuk
rata-rata dk = 1 , untuk antar kelompok dk = (k - 1), untuk dalam kelompok dk =
 (n i - 1) dan untuk total dk =  ni .
Jika tiap JK dibagi derajat kebebasannya masing-masing, diperoleh varians
untuk masing-masing sumber variasi yang di sini akan disebut kuadrat tengah (KT).
Dengan jalan membagi KT antar kelompok oleh KT dalam kelompok, maka
diperoleh harga :

F=

Ay / k  1

Dy /  ni  1

………………………………………….XIV(4)

RAHMA SISKA UTARI

6
yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis kesamaan beberapa rata-rata populasi.
Jika harga F ini lebih besar dari F daftar dengan dk pembilang (k – 1) dan dk
penyebut  (n i - 1) untuk  yang dipilih, maka hipotesis nol H 0 kita tolak.
Analisis untuk menguji kesamaan k buah rata-rata populasi yang dibicarakan di
sini dikenal dengan analisis varians satu arah. Dinamakan demikian karena
analisisnya menggunakan varians dan data hasil pengamatan merupakan pengaruh
satu factor.
Untuk memudahkan analisis, satuan-satuan JK ialah : R y , A y , D y , dan  Y 2 ,
sebaiknya disusun dalam daftar analisis varians, daftar ANAVA, seperti dapat dilihat
dalam Daftar XIV(2).
DAFTAR XIV(2)
DAFTAR ANALISIS VARIANS UNTUK MENGUJI
H 0 : 1 = 2 = . . . = k
(POPULASI NORMAL HOMOGEN)
Sumber Variasi

Antar Kelompok

Dlam Kelompok

JK

KT

Ry

R=Ry/1

Ay

A = A y / (k – 1)

n 1

Dy

D=Dy/

n

Rata-rata

dk

Y

1

k-1

i

Total

i

2

---

F

A/D

n 1
i

---

Contoh : Empat macam campuran makanan diberikan kepada kambing dalam rangka
percobaan untuk meningkatkan pertambahan berat dagingnya.
Setelah percobaan selesai, pertambahan berat dagingnya dicatat dan
hasilnya sebagai berikut.

RAHMA SISKA UTARI

7
DAFTAR XIV(3)
PERTAMBAHAN BERAT DAGING KAMBING (DALAM KG)
SETELAH PERCOBAAN SELESAI

PERTAMBAHAN BERAT KARENA MAKANAN KE
1

2

3

4

12

14

6

9

Data

20

15

16

14

Hasil

23

10

16

18

Pengamatan

10

19

20

19

17

22

Jumlah

82

80

58

60

Rata-rata

16,4

16,0

14,5

15,0

Kita misalkan , bahwa pertambahan berat berdistribusi normal dan dalam
bagian Bagian
16, Bab XII, dalam contoh untuk data yang sama tidak diuji
2
2
bahwa populasinya mempunyai varians yang homogen, yaitu :  12 =  2 =  32 =  4 .
Untuk memperoleh daftar analisis varians, diperlukan harga-harga berikut.

Ry =

82  80  58  602 78400
5544

18

 4.355,56

Ay =

822 802 582 602



4.355,56 = 10,24
5
5
4
4

Y

= 12 2 + 20 2 + . . . + 18 2 + 19 2 = 4.738

2

RAHMA SISKA UTARI

8
D y = 4.738 – 4.355,56 – 10,24 = 372,20
Dengan k = 4,  ni = 18 dan  ni 1 = 14 maka daftar analisis varians atau
ANAVA untuk soal di atas nampak seperti dalam Daftar XIV(4) berikut.

DAFTAR XIV(4)
DAFTAR ANALISIS VARIANS PERTAMBAHAN BERAT DAGING
KAMBING KARENA 4 MACAM MAKANAN
Sumber Variasi

dk

JK

KT

1

4355,56

4355,56

3

10,24

3,41

14

372,20

26,59

18

4738

-

F

Rata-rata

Antar Kelompok
0,128

Dalam Kelompok

Total

-

Dengan Rumus XIV(4) didapat harga F = 0,128.

Dari daftar distribusi F dengan dk pembilang 3 dan dk penyebut 14 dan peluang
0,95 (jadi  = 0,05) didapat F = 3,34. Ternyata bahwa F = 0,128 lebih kecil dari
3,34 ; jadi hipotesis H 0 : 1 = 2 = 3 = 4 diterima dalam taraf nyata 0,05.
Keempat macam campuran makanan itu menyebabkan pertambahan berat badan
kambing yang tidak berbeda secara nyata. Dengan kata lain, keempat macam
makanan itu sama efektifnya sehingga campuran mana saja yang digunakan akan
memberikan hasil yang secara nyata tidak berbeda.

RAHMA SISKA UTARI

9
Daftar Pustaka

Sudjana.2002.Metoda Statistika.Tarsito : Bandung.

RAHMA SISKA UTARI

10

Makalah Analisis varians

  • 1.
    Analisis Varians 1 PENDAHULUAN Kita tahubahwa kumpulan hasil pengamatan mengenai sesuatu hal, skor hasil belajar para siswa, berat bayi yang baru lahir, gaji pegawai di suatu perusahaan misalnya, nilai datanya bervariasi dari yang satu dengan yang lain. Karena adanya variasi atau ragam ini untuk sekumpulan data, telah dihitung alat ukurnya, utamanya varians. Kita lihat juga bahwa varians bersama-sama rata-rata telah banyak digunakan untuk membuat kesimpulan mengenai populasi , baik secara deskriptif maupun secara induktif melalui penaksiran dan pengujian hipotesis mengenai parameter. Dalam bab ini, varians akan dibahas lebih lanjut dengan terlebih dahulu melihat berbagai jenis varians kemudian menggunakannya untuk pengujian hipotesis melalui teknik analisis varians, disingkat ANAVA (ANA dari analisis dan VA dari varians). 2. JENIS VARIANS Secara umum varians dapat digolongkan kedalam varians sistematik dan varians galat. Varians sistimatik adalah variasi pengukuran karena adanya pengaruh yang menyebabkan skor atau nilai data lebih condong ke satu arah tertentu dibandingkan kea rah lain. Setiap pengaruh alami atau buatan manusia yang menyebabkan terjadinya peristiwa dapat diduga atau diramalkan dalam arah tertentu, merupakan pengaruh sistematik sehingga menyebabkan terjadinya varians sistematik. Cara mengajar yang dilakukan seorang ahli secara sistematik mempengaruhi kemajuan anak didik lebih baik bila dibandingkan dengan kemajuan anak yang diajar sembarangan, hasil skor ujiannya menggambarkan adanya varians sistematik. Salah satu jenis varians sistematik dalam kumpulan data hasil penelitian adalah varians antar kelompok atau kadang-kadang disebut pula varians eksperimental. Varians ini menggambarkan adanya perbedaan atau variasi sistematik antara kelompok-kelompok hasil pengukuran. Dengan demikian varians ini terjadi karena adanya perbedaan antara kelompok-kelompok individu. Contoh : Misalkan ada empat kelas siswa, tiap kelas banyak muridnya sama, sedang belajar Inggris, masing-masing kelas diajar oleh seorang guru dan tiap guru menggunakan metoda mengajar yang berbeda, sebut A, B, C dan D. Nilai hasil ujian akhir proses belajar untuk tiap metoda, rata-rata seperti berikut : Metoda A B C D Rata-rata 67,3 76,5 56,9 63,7 RAHMA SISKA UTARI 1
  • 2.
    aggap rata-rata inisebagai data biasa lalu hitung variansnya; diperoleh varians antar kelompok A, B, C, dan D. Besarnya dihitung sebagai berikut. Karena tiap kelas banyak muridnya sama, maka : Rata –rata untuk keempat rata-rata itu : 1 67,3  76,5  56,9  63,7 = 66,1 4 Jumlah kuadrat-kuadrat (JK) dikoreksi, yaitu setiap data dikurangi rataratanya lalu dikuadratkan, dan kemudian dijumlahkan, adalah : (67,3 – 66,1) 2 + (76,5 – 66,1) 2 + (56,9 – 66,1) 2 + (63,7 + 66,1) 2 = 200. Bagi oleh derajat kebebasannya, ialah banyak kelompok dikurangi satu, jadi 4 – 1 = 3, diperoleh varians antar kelompok A, B, dan D sebesar 66,67. Contoh : Misalkan dua jenis makanan ayam, (sebut A dan B) dicobakan ; A terhadap 5 ekor ayam dan B terhadap 4 ekor ayam. Segala karakteristik ke-9 ekor ayam itu (misalnya besarnya, jenisnya, umurnya dan lain-lain) sama. Setelah 20 hari percobaan pertambahan berat dagingnya (dalam ons) ditimbang dan dicatat. Hasilnya seperti berikut : Makanan A 3,2 3,7 3,9 3,6 3,5 Makanan B 2,2 2,9 2,5 2,4 - Pertambahan berat daging karena kedua jenis makanan itu, rata-ratanya masing-masing x A = 3,58 dan x B = 2,50. Rata-rata ini berbeda, bervariasi sehingga kita katakan ada varians antar kelompok. Kita hitung dulu varians ini sebagai berikut. Karena ukuran sample berbeda, maka rata-rata untuk kedua rata-rata di atas 53,58  4(2,50) adalah : = 3,1 9 RAHMA SISKA UTARI 2
  • 3.
    Jumlah kuadrat (JK)dikoreksi untuk makanan A adalah 5(3,58 – 3,1) 2 = 1,152 dan JK dikoreksi untuk makanan B adalah 4(2,50 – 3,1) 2 = 1,44. JK dikoreksi untuk kedua rata-rata antar kelompok ini adalah 1,152 + 1,44 = 2,592. Jika JK dikoreksi ini dibagi oleh derajat kebebasan kedua rata-rata, ialah (2-1) = 1, diperoleh varians antar kelompok 2,592. Sekarang gabungkan ke-9 buah data itu lalu hitung variansnya. Dengan jalan ini kita peroleh varians lain yang dinamakan varians total. Untuk menghitung varians total, seperti biasa digunakan rumus yang untuk itu diperlukan rata-rata ke-9 data, setelah dihitung besarnya 3,1. JK koreksi total untuk ke-9 data itu adalah (3,2 - 3,1) 2 + (3,7 – 3,1) 2 + . . . + (2,4 – 3,1) 2 = 31,2. Setelah dibagi oleh derajat kebebasannya, ialah (9 – 1) = 8 diperoleh varians total sebesar 0,39. Varians total ini berisikan semua sumber variasi dalam skor yang sudah diketahui satu diantaranya adalah varians antar kelompok. Mari kita cari jenis varians lainnya. Untuk ini kita hitung varians makanan A dan varians makanan B lalu dicari rata-ratanya. Yang diperoleh adalah varians lain yang dinamakan varians dalam kelompok atau kadang-kadang disebut juga varians galat. Perhitungannya adalah sebagai berikut : JK dikoreksi untuk data makanan A adalah : (3,2 – 3,58)2 + . . . + (3,5 – 3,58)2 = 0,268 sedangkan JK dikoreksi untuk data makanan B adalah : (2,2 – 2,50) 2 + . . . + (2,4 – 2,50) 2 = 0,26. Kedua JK ini jumlahnya = 0,528. Bagi oleh derajat kebebasannya, ialah 7 (=9 – 2) menghasilkan varians dalam kelompok 0,0754. Dari contoh di atas diperoleh kenyataan berikut : JK koreksi antar kelompok = 2,592 dan JK koreksi dalam kelompok = 0,528 yang jika dijumlahkan menghasilkan 3,12. Jumlah ini sama dengan JK koreksi total. Memang demikian bahwa untuk jumlah koreksi ini berlaku aturan : JK total = JK antar kelompok + JK dalam kelompok.........................XIV(1) RAHMA SISKA UTARI 3
  • 4.
    A. ANALISIS VARIANSSATU ARAH Dalam bagian ini akan dibahas perluasan, yaitu menguji kesamaan k, (k > 2), buah rata-rata populasi. Tepatnya, misalkan kita mempunyai k, (k > 2), buah populasi yang masing-masing berdistribusi independent dan normal dengan rata-rata 1 , 2 , . . . , k dan simpangan baku berturut-turut  1 ,  2 , . . . ,  k . Akan diuji hipotesis nol H 0 dengan tandingan H 1 :  H0 :1 2 ...K H1:palingsedikit satu tandasama dengan tid berlaku ak Selain daripada asumsi kenormalan tentang populasi, untuk pengujian ini juga 2 akan dimisalkan bahwa populasi bersifat homogen ialah bahwa 12   2  ...   k2 . Dari tiap populasi secara independent kita ambil sebuah sample acak, berukuran n 1 dari populasi kesatu, n 2 dari populasi ke dua dan seterusnya berukuran n k dari populasi ke k. Data sample akan dinyatakan dengan Y ij yang berarti data ke-j dalam sample yang diambil dari populasi ke-i. Untuk memudahkan, sebaiknya data sample disusun seperti dalam Daftar XIV (1). DAFTAR XIV(1) DATA SAMPEL DARI k BUAH POPULASI BERDISTRIBUSI NORMAL DARI POPULASI KE 1 Pengamatan . . . . k Y 21 Y 31 . . . . Y k1 Y 12 Y 22 Y 32 . . . . Y k2 Y 13 Hasil 3 Y 11 Data 2 . . . . . . . . . . . RAHMA SISKA UTARI 4
  • 5.
    Y 1n1 Y 2n2 Y3n3 Jumlah J1 J2 J3 Rata-rata Y1 Y2 Y3 . . . . Y knk . . . . Jk . . . . Yk Untuk menguji H 0 melawan H 1 yang kita bicarakan, varians-varians inilah yang akan digunakan, tepatnya varians antar kelompok dan varians dalam kelompok. Dengan persyaratan tentang populasi seperti tersebut di atas, ternyata bahwa rasio varians antar kelompok terhadap varians dalam kelompok membentuk statistic F, tepatnya F= varians antar kelompok …………………………………XIV(2) varians dalam kelompok Statistik inilah yang digunakan untuk menguji H 0 . Jika kedua varians dalam statistic F di atas dituliskan menggunakan jumlah kuadrat, maka rumus XIV(2) untuk menguji H 0 berubah menjadi n Y  Y  /K  1 k F= i 1 n1 2 1 i   Y k i 1 i 1 ij  Yi  /  n1  1 2 k …………..…………………XIV(3) i 1 Dengan Y ij = data ke-j dalam sample ke-i i = 1, 2, 3, . . , k dan j = 1, 2, . . . , n i RAHMA SISKA UTARI 5
  • 6.
    (n i =ukuran sample dari populasi ke-i). ni YI = Y IJ j 1 / ni  rata - rata untuk sample ke - i k ni i 1 j 1   Y= k Yij  n1  rata - rata untuk semua data i 1 Ternyata bahwa statisitik di atas berdistribusi F dengan dk pembilang v 1 = (k - 1) dan dk penyebut v 2 = (n 1 + . . . + n k - k). Kriteria pengujian adalah : tolak H 0 jika F  F (1 )(V1 .V2 ) , di mana F (1 )(V1 .V2 ) dapat dilihat dari daftar distribusi F dengan peluang 1    dan dk = v1.v2  . Di sini  = taraf nyata untuk pengujian. Untuk memudahkan perhitungan, rumus XIV(3) diubah seperlunya dan akan digunakan simbul-simbul berikut : R y = J 2 /  ni dengan J = J 1 + J 2 + . . . + J k Ay =  ( J 2 i / ni )  Ry Y 2 = jumlah kuadrat-kuadrat (JK) dari semua nilai pengamatan Dy =  Y2 - R y - A y R y , A y , D y , dan  Y 2 merupakan jumlah kuadrat-kuadrat (JK) yang berturutturut berdasarkan sumber-sumber variasi rata-rata, antar kelompok, dalam kelompok, dan total. Setiap JK sumber variasi didampingi oleh derajat kebebasan (dk). Untuk rata-rata dk = 1 , untuk antar kelompok dk = (k - 1), untuk dalam kelompok dk =  (n i - 1) dan untuk total dk =  ni . Jika tiap JK dibagi derajat kebebasannya masing-masing, diperoleh varians untuk masing-masing sumber variasi yang di sini akan disebut kuadrat tengah (KT). Dengan jalan membagi KT antar kelompok oleh KT dalam kelompok, maka diperoleh harga : F= Ay / k  1 Dy /  ni  1 ………………………………………….XIV(4) RAHMA SISKA UTARI 6
  • 7.
    yang dapat digunakanuntuk menguji hipotesis kesamaan beberapa rata-rata populasi. Jika harga F ini lebih besar dari F daftar dengan dk pembilang (k – 1) dan dk penyebut  (n i - 1) untuk  yang dipilih, maka hipotesis nol H 0 kita tolak. Analisis untuk menguji kesamaan k buah rata-rata populasi yang dibicarakan di sini dikenal dengan analisis varians satu arah. Dinamakan demikian karena analisisnya menggunakan varians dan data hasil pengamatan merupakan pengaruh satu factor. Untuk memudahkan analisis, satuan-satuan JK ialah : R y , A y , D y , dan  Y 2 , sebaiknya disusun dalam daftar analisis varians, daftar ANAVA, seperti dapat dilihat dalam Daftar XIV(2). DAFTAR XIV(2) DAFTAR ANALISIS VARIANS UNTUK MENGUJI H 0 : 1 = 2 = . . . = k (POPULASI NORMAL HOMOGEN) Sumber Variasi Antar Kelompok Dlam Kelompok JK KT Ry R=Ry/1 Ay A = A y / (k – 1) n 1 Dy D=Dy/ n Rata-rata dk Y 1 k-1 i Total i 2 --- F A/D n 1 i --- Contoh : Empat macam campuran makanan diberikan kepada kambing dalam rangka percobaan untuk meningkatkan pertambahan berat dagingnya. Setelah percobaan selesai, pertambahan berat dagingnya dicatat dan hasilnya sebagai berikut. RAHMA SISKA UTARI 7
  • 8.
    DAFTAR XIV(3) PERTAMBAHAN BERATDAGING KAMBING (DALAM KG) SETELAH PERCOBAAN SELESAI PERTAMBAHAN BERAT KARENA MAKANAN KE 1 2 3 4 12 14 6 9 Data 20 15 16 14 Hasil 23 10 16 18 Pengamatan 10 19 20 19 17 22 Jumlah 82 80 58 60 Rata-rata 16,4 16,0 14,5 15,0 Kita misalkan , bahwa pertambahan berat berdistribusi normal dan dalam bagian Bagian 16, Bab XII, dalam contoh untuk data yang sama tidak diuji 2 2 bahwa populasinya mempunyai varians yang homogen, yaitu :  12 =  2 =  32 =  4 . Untuk memperoleh daftar analisis varians, diperlukan harga-harga berikut. Ry = 82  80  58  602 78400 5544 18  4.355,56 Ay = 822 802 582 602    4.355,56 = 10,24 5 5 4 4 Y = 12 2 + 20 2 + . . . + 18 2 + 19 2 = 4.738 2 RAHMA SISKA UTARI 8
  • 9.
    D y =4.738 – 4.355,56 – 10,24 = 372,20 Dengan k = 4,  ni = 18 dan  ni 1 = 14 maka daftar analisis varians atau ANAVA untuk soal di atas nampak seperti dalam Daftar XIV(4) berikut. DAFTAR XIV(4) DAFTAR ANALISIS VARIANS PERTAMBAHAN BERAT DAGING KAMBING KARENA 4 MACAM MAKANAN Sumber Variasi dk JK KT 1 4355,56 4355,56 3 10,24 3,41 14 372,20 26,59 18 4738 - F Rata-rata Antar Kelompok 0,128 Dalam Kelompok Total - Dengan Rumus XIV(4) didapat harga F = 0,128. Dari daftar distribusi F dengan dk pembilang 3 dan dk penyebut 14 dan peluang 0,95 (jadi  = 0,05) didapat F = 3,34. Ternyata bahwa F = 0,128 lebih kecil dari 3,34 ; jadi hipotesis H 0 : 1 = 2 = 3 = 4 diterima dalam taraf nyata 0,05. Keempat macam campuran makanan itu menyebabkan pertambahan berat badan kambing yang tidak berbeda secara nyata. Dengan kata lain, keempat macam makanan itu sama efektifnya sehingga campuran mana saja yang digunakan akan memberikan hasil yang secara nyata tidak berbeda. RAHMA SISKA UTARI 9
  • 10.