10 Desember 2014
Persamaan Diferensial
Teorema Translasi Pertama
Jika L {𝑓 𝑑 } = 𝐹 𝑠 dan π‘Ž adalah sebuah bilangann riil, maka L {𝑒 π‘Žπ‘‘
𝑓 𝑑 } = 𝐹 𝑠 βˆ’ π‘Ž
Teorema 1
Pembuktian
L 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 = 0
∞
π‘’βˆ’π‘ π‘‘ 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 𝑑𝑑 = 0
∞
π‘’βˆ’ π‘ βˆ’π‘Ž 𝑑 𝑓 𝑑 𝑑𝑑 = 𝐹 𝑠 βˆ’ π‘Ž ∎
T r a n s l a s i p a d a s u m b u - s
T r a n s l a s i p a d a s u m b u - s
Jika kita misalkan 𝑠 adalah bilangan riil, maka grafik
dari 𝐹(𝑠 βˆ’ π‘Ž) adalah grafik dari 𝐹(𝑠) yang bergeser
pada sumbu 𝑠 sepanjang |π‘Ž|. Jika π‘Ž > 0, grafik dari
𝐹(𝑠) bergeser sepanjang π‘Ž satuan ke kanan,
kemudian jika π‘Ž < 0 grafik bergeser sepanjang π‘Ž
satuan ke kiri. Lihat gambar disamping.
Lebih jelasnya dapat dituliskan dalam bentuk seperti dibawah ini.
L 𝑒 π‘Žπ‘‘
𝑓 𝑑 = L 𝑓 𝑑 | π‘ β†’π‘ βˆ’π‘Ž
Dimana 𝑠 β†’ 𝑠 βˆ’ π‘Ž berarti transformasi laplace 𝐹(𝑠) dari 𝑓(𝑑) dengan mengganti
simbol 𝑠 menjadi 𝑠 βˆ’ π‘Ž.
T r a n s l a s i p a d a s u m b u - s
Contoh
Tentukan : π‘Ž L {𝑒5𝑑
𝑑3
} (𝑏) L {π‘’βˆ’2𝑑
cos 4 𝑑}.
Penyelesaian
π‘Ž L 𝑒 π‘Žπ‘‘
𝑓 𝑑 = L 𝑓 𝑑 π‘ β†’π‘ βˆ’π‘Ž
L 𝑒5𝑑
𝑑3
= L 𝑑3
| π‘ β†’π‘ βˆ’5
=
3!
𝑠3+1 | π‘ β†’π‘ βˆ’5
=
3!
𝑠4 | π‘ β†’π‘ βˆ’5
=
6
π‘ βˆ’5 4
(𝑏) L 𝑒 π‘Žπ‘‘
𝑓 𝑑 = L 𝑓 𝑑 π‘ β†’π‘ βˆ’π‘Ž
L π‘’βˆ’2𝑑
cos 4 𝑑 = L {cos 4𝑑}| π‘ β†’π‘ βˆ’ βˆ’2
=
𝑠
𝑠2 + 42
| 𝑠→𝑠+2
=
𝑠
𝑠2 + 16
| 𝑠→𝑠+2
=
𝑠 + 2
(𝑠 + 2)2+16
T r a n s l a s i p a d a s u m b u - t
Unit step function (fungsi tangga satuan)
didefinisikan sebagai
𝑒 π‘Ž 𝑑 = 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž =
0, 0 ≀ 𝑑 < π‘Ž
1, 𝑑 β‰₯ π‘Ž
Perhatikan bahwa fungsi tangga satuan
𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž ini dapat diinterpretasikan
sebagai kondisi menekan tombol switch
on dari suatu alat elektronik pada waktu
𝑑 = π‘Ž . Saat 𝑑 < π‘Ž fungsi tersebut
bernilai 0 , sehingga merepresentasikan
kondisi alat belum dinyalakan, saat 𝑑 β‰₯
π‘Ž fungsi bernilai 1 , dan
merepresentasikan kondisi alat sudah
menyala.
Gambar fungsi tangga satuan
T r a n s l a s i p a d a s u m b u - t
Teorema Translasi Kedua
Jika 𝐹(𝑠) = L {𝑓(𝑑)} dan π‘Ž > 0, maka L { 𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž } = π‘’βˆ’π‘Žπ‘ 
𝐹(𝑠)
Teorema 2
Pembuktian
Dengan menggunakan sifat penjumlahan dalam integral
0
∞
π‘’βˆ’π‘ π‘‘
f t βˆ’ a 𝑒(𝑑 βˆ’ π‘Ž)𝑑𝑑, dapat ditulis menjadi 2 integral:
L 𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž = 0
∞
π‘’βˆ’π‘ π‘‘
𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑑𝑑 + 0
∞
π‘’βˆ’π‘ π‘‘
𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑑𝑑
=
0
∞
π‘’βˆ’π‘ π‘‘ 𝑓(𝑑 βˆ’ π‘Ž) 𝑑𝑑
Sekarang kita misalkan 𝑣 = 𝑑 βˆ’ π‘Ž, 𝑑𝑣 = 𝑑𝑑 pada integral terakhir, maka
L {𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž } = 0
∞
π‘’βˆ’π‘  𝑣+π‘Ž f 𝑣 𝑑𝑣 = π‘’βˆ’π‘Žπ‘ 
0
∞
π‘’βˆ’π‘ π‘£ 𝑓(𝑣)π‘‘π‘£π‘’βˆ’π‘Žπ‘ L 𝑓 𝑑 ∎
T r a n s l a s i p a d a s u m b u - t
Contoh
Tentukan L {cos 𝑑 𝑒 (𝑑 βˆ’ πœ‹)}
Penyelesaian : dengan 𝑔(𝑑) = π‘π‘œπ‘  𝑑 dan π‘Ž = πœ‹, maka 𝑔(𝑑 +
πœ‹) = π‘π‘œπ‘  (𝑑 + πœ‹) = βˆ’π‘π‘œπ‘  𝑑
dengan menggunakan rumus penjumlahan untuk fungsi cos.
(bentuk alternatif teorema translasi kedua)
L {cos 𝑑 𝑒(𝑑 βˆ’ πœ‹)} = βˆ’π‘’βˆ’π‘Žπ‘  L cos 𝑑 = βˆ’
𝑠
𝑠2+1
π‘’βˆ’πœ‹π‘  ∎
Invers teorema Translasi pertama
Jika L 𝑒 π‘Žπ‘‘
𝑓 𝑑 = 𝐹 𝑠 βˆ’ π‘Ž maka, L -1{𝐹(𝑠 βˆ’ π‘Ž)} = 𝑒 π‘Žπ‘‘
L -1 𝐹 𝑠 = 𝑒 π‘Žπ‘‘
𝑓(𝑑)
Contoh
Tentukan invers dari transformasi laplace :
1
π‘ βˆ’π‘Ž 2
Penyelasaian
𝐹 𝑠 βˆ’ π‘Ž =
1
𝑠 βˆ’ π‘Ž 2
, 𝐹 𝑠 =
1
𝑠2
Sehingga , L -1{𝐹(𝑠 βˆ’ π‘Ž)} = 𝑒 π‘Žπ‘‘
L -1 𝐹 𝑠
L -1 1
π‘ βˆ’π‘Ž 2 = 𝑒 π‘Žπ‘‘ L -1 1
𝑠2
L -1 1
π‘ βˆ’π‘Ž 2 = 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑑
Invers teorema Translasi kedua
Jika 𝑓 𝑑 = L 𝐹 𝑠 , π‘Ž > 0 maka L -1 π‘’βˆ’π‘Žπ‘ 
𝐹 𝑠 = 𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž
Contoh
Tentukan : (π‘Ž) L -1 1
π‘ βˆ’4
π‘’βˆ’2𝑠
(𝑏) L -1 𝑠
𝑠2+9
π‘’βˆ’ πœ‹π‘ 
2
Penyelesaian:
(π‘Ž) dengan mengidentifikasi π‘Ž = 2, 𝐹 𝑠 =
1
(π‘ βˆ’4)
dan L -1 𝐹 𝑠 = 𝑒4𝑑
maka L -1 1
π‘ βˆ’4
π‘’βˆ’2𝑠
= 𝑒4 π‘‘βˆ’2
𝑒(𝑑 βˆ’ 2)
(b) dengan π‘Ž =
πœ‹
2
𝐹 𝑠 =
2
(𝑠2+9)
dan L -1 𝐹 𝑠 = cos 3𝑑 maka
L -1 𝑠
𝑠2+9
π‘’βˆ’ πœ‹π‘ 
2 = cos 3 𝑑 βˆ’
πœ‹
2
𝑒 𝑑 βˆ’
πœ‹
2
Pernyataan terakhir dapat di sederhanakan dengan menggunakan rumus
penjumlahan cos.
Diperoleh hasil yang sama dengan –𝑠𝑖𝑛3𝑑 𝑒 𝑑 βˆ’
πœ‹
2
∎
Transformasi Laplace

Transformasi Laplace

  • 1.
  • 2.
    Teorema Translasi Pertama JikaL {𝑓 𝑑 } = 𝐹 𝑠 dan π‘Ž adalah sebuah bilangann riil, maka L {𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 } = 𝐹 𝑠 βˆ’ π‘Ž Teorema 1 Pembuktian L 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 = 0 ∞ π‘’βˆ’π‘ π‘‘ 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 𝑑𝑑 = 0 ∞ π‘’βˆ’ π‘ βˆ’π‘Ž 𝑑 𝑓 𝑑 𝑑𝑑 = 𝐹 𝑠 βˆ’ π‘Ž ∎ T r a n s l a s i p a d a s u m b u - s
  • 3.
    T r an s l a s i p a d a s u m b u - s Jika kita misalkan 𝑠 adalah bilangan riil, maka grafik dari 𝐹(𝑠 βˆ’ π‘Ž) adalah grafik dari 𝐹(𝑠) yang bergeser pada sumbu 𝑠 sepanjang |π‘Ž|. Jika π‘Ž > 0, grafik dari 𝐹(𝑠) bergeser sepanjang π‘Ž satuan ke kanan, kemudian jika π‘Ž < 0 grafik bergeser sepanjang π‘Ž satuan ke kiri. Lihat gambar disamping. Lebih jelasnya dapat dituliskan dalam bentuk seperti dibawah ini. L 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 = L 𝑓 𝑑 | π‘ β†’π‘ βˆ’π‘Ž Dimana 𝑠 β†’ 𝑠 βˆ’ π‘Ž berarti transformasi laplace 𝐹(𝑠) dari 𝑓(𝑑) dengan mengganti simbol 𝑠 menjadi 𝑠 βˆ’ π‘Ž.
  • 4.
    T r an s l a s i p a d a s u m b u - s Contoh Tentukan : π‘Ž L {𝑒5𝑑 𝑑3 } (𝑏) L {π‘’βˆ’2𝑑 cos 4 𝑑}. Penyelesaian π‘Ž L 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 = L 𝑓 𝑑 π‘ β†’π‘ βˆ’π‘Ž L 𝑒5𝑑 𝑑3 = L 𝑑3 | π‘ β†’π‘ βˆ’5 = 3! 𝑠3+1 | π‘ β†’π‘ βˆ’5 = 3! 𝑠4 | π‘ β†’π‘ βˆ’5 = 6 π‘ βˆ’5 4 (𝑏) L 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 = L 𝑓 𝑑 π‘ β†’π‘ βˆ’π‘Ž L π‘’βˆ’2𝑑 cos 4 𝑑 = L {cos 4𝑑}| π‘ β†’π‘ βˆ’ βˆ’2 = 𝑠 𝑠2 + 42 | 𝑠→𝑠+2 = 𝑠 𝑠2 + 16 | 𝑠→𝑠+2 = 𝑠 + 2 (𝑠 + 2)2+16
  • 5.
    T r an s l a s i p a d a s u m b u - t Unit step function (fungsi tangga satuan) didefinisikan sebagai 𝑒 π‘Ž 𝑑 = 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž = 0, 0 ≀ 𝑑 < π‘Ž 1, 𝑑 β‰₯ π‘Ž Perhatikan bahwa fungsi tangga satuan 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž ini dapat diinterpretasikan sebagai kondisi menekan tombol switch on dari suatu alat elektronik pada waktu 𝑑 = π‘Ž . Saat 𝑑 < π‘Ž fungsi tersebut bernilai 0 , sehingga merepresentasikan kondisi alat belum dinyalakan, saat 𝑑 β‰₯ π‘Ž fungsi bernilai 1 , dan merepresentasikan kondisi alat sudah menyala. Gambar fungsi tangga satuan
  • 6.
    T r an s l a s i p a d a s u m b u - t Teorema Translasi Kedua Jika 𝐹(𝑠) = L {𝑓(𝑑)} dan π‘Ž > 0, maka L { 𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž } = π‘’βˆ’π‘Žπ‘  𝐹(𝑠) Teorema 2 Pembuktian Dengan menggunakan sifat penjumlahan dalam integral 0 ∞ π‘’βˆ’π‘ π‘‘ f t βˆ’ a 𝑒(𝑑 βˆ’ π‘Ž)𝑑𝑑, dapat ditulis menjadi 2 integral: L 𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž = 0 ∞ π‘’βˆ’π‘ π‘‘ 𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑑𝑑 + 0 ∞ π‘’βˆ’π‘ π‘‘ 𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑑𝑑 = 0 ∞ π‘’βˆ’π‘ π‘‘ 𝑓(𝑑 βˆ’ π‘Ž) 𝑑𝑑 Sekarang kita misalkan 𝑣 = 𝑑 βˆ’ π‘Ž, 𝑑𝑣 = 𝑑𝑑 pada integral terakhir, maka L {𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž } = 0 ∞ π‘’βˆ’π‘  𝑣+π‘Ž f 𝑣 𝑑𝑣 = π‘’βˆ’π‘Žπ‘  0 ∞ π‘’βˆ’π‘ π‘£ 𝑓(𝑣)π‘‘π‘£π‘’βˆ’π‘Žπ‘ L 𝑓 𝑑 ∎
  • 7.
    T r an s l a s i p a d a s u m b u - t Contoh Tentukan L {cos 𝑑 𝑒 (𝑑 βˆ’ πœ‹)} Penyelesaian : dengan 𝑔(𝑑) = π‘π‘œπ‘  𝑑 dan π‘Ž = πœ‹, maka 𝑔(𝑑 + πœ‹) = π‘π‘œπ‘  (𝑑 + πœ‹) = βˆ’π‘π‘œπ‘  𝑑 dengan menggunakan rumus penjumlahan untuk fungsi cos. (bentuk alternatif teorema translasi kedua) L {cos 𝑑 𝑒(𝑑 βˆ’ πœ‹)} = βˆ’π‘’βˆ’π‘Žπ‘  L cos 𝑑 = βˆ’ 𝑠 𝑠2+1 π‘’βˆ’πœ‹π‘  ∎
  • 8.
    Invers teorema Translasipertama Jika L 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓 𝑑 = 𝐹 𝑠 βˆ’ π‘Ž maka, L -1{𝐹(𝑠 βˆ’ π‘Ž)} = 𝑒 π‘Žπ‘‘ L -1 𝐹 𝑠 = 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑓(𝑑) Contoh Tentukan invers dari transformasi laplace : 1 π‘ βˆ’π‘Ž 2 Penyelasaian 𝐹 𝑠 βˆ’ π‘Ž = 1 𝑠 βˆ’ π‘Ž 2 , 𝐹 𝑠 = 1 𝑠2 Sehingga , L -1{𝐹(𝑠 βˆ’ π‘Ž)} = 𝑒 π‘Žπ‘‘ L -1 𝐹 𝑠 L -1 1 π‘ βˆ’π‘Ž 2 = 𝑒 π‘Žπ‘‘ L -1 1 𝑠2 L -1 1 π‘ βˆ’π‘Ž 2 = 𝑒 π‘Žπ‘‘ 𝑑
  • 9.
    Invers teorema Translasikedua Jika 𝑓 𝑑 = L 𝐹 𝑠 , π‘Ž > 0 maka L -1 π‘’βˆ’π‘Žπ‘  𝐹 𝑠 = 𝑓 𝑑 βˆ’ π‘Ž 𝑒 𝑑 βˆ’ π‘Ž Contoh Tentukan : (π‘Ž) L -1 1 π‘ βˆ’4 π‘’βˆ’2𝑠 (𝑏) L -1 𝑠 𝑠2+9 π‘’βˆ’ πœ‹π‘  2 Penyelesaian: (π‘Ž) dengan mengidentifikasi π‘Ž = 2, 𝐹 𝑠 = 1 (π‘ βˆ’4) dan L -1 𝐹 𝑠 = 𝑒4𝑑 maka L -1 1 π‘ βˆ’4 π‘’βˆ’2𝑠 = 𝑒4 π‘‘βˆ’2 𝑒(𝑑 βˆ’ 2) (b) dengan π‘Ž = πœ‹ 2 𝐹 𝑠 = 2 (𝑠2+9) dan L -1 𝐹 𝑠 = cos 3𝑑 maka L -1 𝑠 𝑠2+9 π‘’βˆ’ πœ‹π‘  2 = cos 3 𝑑 βˆ’ πœ‹ 2 𝑒 𝑑 βˆ’ πœ‹ 2 Pernyataan terakhir dapat di sederhanakan dengan menggunakan rumus penjumlahan cos. Diperoleh hasil yang sama dengan –𝑠𝑖𝑛3𝑑 𝑒 𝑑 βˆ’ πœ‹ 2 ∎