TRANSFORMA 
SI 
LINIER
 Lilik Widiastuti (3513100009) 
 Irma’atus Solihah (3512100004) 
 Aulia Rachmawati (3513100035) 
 Syaiful Budianto (3512100099) 
 Achmad Rizal Al-amin 
(3513100081)
Pengantar Kepada 
Transformasi LInier
Fungsi yang berbentuk w=F(v),dimana 
variable bebas v dan variable bebas w 
kedua-duanya adalah vektor yang 
dinamakan transformasi linier
Jika V dan W adalah ruang vektor dan F adalah suatu fungsi 
yang mengasosiasikan vektor unik di W dengan setiap vektor yang 
terletak di dalam V, maka dikatakan F memetakan V ke dalam W. 
Ditulis F: V  W. Jika F mengasosiasikan vektor w dengan vektor v, 
maka w = F(v). w adalah bayangan dari v dibawah F. Ruang vektor V 
dikatakan domain F. 
jika v = (x, y) adalah suatu vektor di dalam R2,maka rumus 
F(v) = (x, x + y, x - y) (5.1) 
Contoh: 
Mendefinisikan sebuah fungsi yang memetakan R2 ke dalam R3. 
Khususnya, jika v = (1,1)
Definisi jika F: V  W adalah suatu fungsi dari ruang vektor V ke dalam ruang 
vektor W, maka F dikatakan transformasi linier jika: 
F(u + v) = F(u) + F(v) untuk semua vektor u dan v di dalam V. 
F(ku) = k F(u) untuk semua vektor u di dalam V dan semua skalar k. 
Untuk melukiskannya, misalkan F : R2  R3 adalah fungsi yang didefinisikan oleh 
(5.1). Jika u = (x1,y1) dan v = (x2,y2), maka u+v = ( x1 + x2,y1 + y2 ), sehingga 
F(u+v) = ( x1 + x2, [x1+x2] + [y1 + y2], [x1+x2] - [y1 + y2]) 
=( x1, x1 + y1, x1 - y1) + (x2, x2 + y2, x2 - y2) 
F(u+v) = F(u) + F(v) 
jika k adalah sebuah scalar, ku = (kx1,ky1), sehingga 
F(ku) = (kx1, kx1 + ky1, kx1 – ky1) 
= k(x1, x1 + y1, x1 - y1) 
F(ku) = kF(u) 
Jadi F adalah sebuah tranformasi 
linier.
Jika F: V  W adalah sebuah transformasi linier, maka untuk sebarang 
v1 dan v2 di dalam V dan sebarang skalar k1 dan k2, kita memperoleh 
F(k1v1 + k2v2) = F(k1v1) + F(k2v2) = k1F(v1) + k2F(v2) 
Demikian juga, jika v1 , v2, . . . . . ,vn adalah vektor-vektor di dalam V dan 
k1, k2, . . . . . ,kn adalah scalar, maka 
F(k (5.2) 1v1 + k2v2 + . . . +knvn) = k1F(v1) + k2F(v2) 
+ . . . + knF(vn)
Cotoh: 
Misalkan F:R2R3 adalah fungsi yang didefinisikan oleh F(v) = 
(2x, y) dengan v = (x, y) di R2. buktikan bahwa F merupakan 
transformasi linier. Misalkan u = (x1, y1) dan v = (x2, y2)
Bukti pertama: 
F(u + v) = F((x1, y1) + (x2, y2)) 
= F(x1+x2, y1+y2) 
= (2(x1+x2), (y1+y2)) 
= ((2x1, y1) + (2x2, y2)) 
F(u + v) = F(u) + F(v) => terbukti 
Bukti kedua: 
F(ku) = F(kx1, ky1) 
= (2kx1, ky1) 
= k (2x1, y1) 
Jadi F adalah sebuah tranformasi 
F(ku) = k F(u) => terbukti 
linier.
Sifat Transformasi Linier, 
Kernel dan Jangkauan
KERNEL adalah ruang nol dari T : 
himpunan vector yang didalam V yang 
dipetakan T kedalam 0,dan dinotasikan 
dengan Ker(T) 
JANGKAUAN adalah Himpunan semua 
vector didalam W yang merupakan 
bayangan dibawah T paling sedikit satu 
vector didalam V.dinotasikan dengan R(T).
Teorema 1 
Jika 
푇 ∶ 푉 → 푊 푎푑푎푙푎ℎ 푇푟푎푛푠푓표푟푚푎푠푖 퐿푖푛푖푒푟, 푚푎푘푎: 
푎 푇 0 = 0 
푏 푇 −푣 = −푇 푣 , 푢푛푡푢푘 푠푒푚푢푎 푢 푑푖 푑푎푙푎푚 푉 
푐 푇 푣 − 푤 = 푇 푣 − 푇 푤 , 푢푛푡푢푘 푠푒푚푢푎 푣푒푘푡표푟 푣 푑푎푛 푤 푑푖 푑푎푙푎푚 푉 
BUKTI 
Misal v adalah sembarang vektor di dalam V.dan 0v = 0, 
maka : 
푇 0 = 푇 0푣 = 0푇 푣 = 0 … … … … … 푎 
푇 −푣 = 푇 −1 푣 = −1 푇 푣 = −푇 푣 … … … … … … … (푏) 
푣 − 푤 = 푣 + −1 푤 
푚푎푘푎 
푇 푣 − 푤 = 푇 푣 + −1 푤 
= 푇 푣 + −1 푇(푤) 
= 푇 푣 − 푇 푤 … … … … … … … . 푐
CONTOH 
Misal 푇 ∶ 푉 → 푊 adalah Transformasi nol dan T memetakan tiap-tiap vector kedalam 
0,maka Ker(T) = V dan 0 adalah satu-satunya bayangan yang mungkin dibawah T, maka 
R(T) terdiri dari vector Nol.Misalkan 
푇: 푅푛 → 푅푚 adalah perkalian oleh 
푎11 푎12 푎1푛 
푎21 푎22 푎2푛 
푎푚1 푎푚2 푎푚푛 
Ker(T) terdiri dari semua 
푥 = 
푥1 
푥2 
푥푛 
Vektor pemecahan dari system homogen 
퐴 
푥1 
푥2 
푥푛 
= 
0 
0 
0 
R(T) terdiri dari vector 
푏 = 
푏1 
푏2 
푏푚
Teorema 2 
Jika 푇 ∶ 푉 → 푊 adalah transformasi Linier, maka : 
a) Kernel dari T adalah subruang dari V 
Ker(T) tertutup dibawah penjumlahan dan perkalian skalar. 
Misalkan v1 dan v2 adalah vector didalam Ker(T), dan k adalah 
sembarang skalar. 
Maka 
푇 푣1 + 푣2 = 푇 푣1 + 푇 푣2 
= 0 + 0 = 0 
Sehingga v1 + v2 berada didalam ker(T) 
푇 푘푣1 = 푘푇 푣1 = 푘0 = 0 
Sehingga kv1 berada didalam ker(T).
b) Jangkauan dari T adalah subruang dariW 
Misal w1 dan w2 adalah vector di dalam jangkauan T atau R(T). 
Harus dicari vector a dan b di dalam V sehingga didapat: 
푇 푎 = 푤1 + 푤2 푑푎푛 푇 푏 = 푘푤1 , 
푢푛푡푢푘 푘 푎푑푎푙푎ℎ 푠푒푚푏푎푟푎푛푔 푠푘푎푙푎푟. 
푘푎푟푒푛푎 푤1 푑푎푛 푤2 푏푒푟푎푑푎 푑푎푙푎푚 푗푎푛푔푘푎푢푎푛 푇, 
푚푎푘푎 푎푑푎 푣푒푘푡표푟 푎1 푑푎푛 푎2 
Di dalam V sehingga 푇 푎1 = 푤1 푑푎푛 푇 푎2 = 푤2. 
푚푖푠푎푙푘푎푛 푎 = 푎1 + 푎2 푑푎푛 푏 = 푘푎1. 
푚푎푘푎: 
푇 푎 = 푇 푎1 + 푎2 = 푇 푎1 + 푇 푎2 = 푤1 + 푤2 
푇 푏 = 푇 푘푎1 = 푘푇 푎1 = 푘푤1 
Sebuah Transformasi linier ditentukan secara lengkap oleh 
“nilainya” pada sebuah basis.
Contoh: 
Tinjau basis 푆 = 푣1, 푣2, 푣3 untuk R3 , dimana v1 = 1, 1, 1 , 푣2 = 1, 1, 0 , 푣3 = 
1, 0, 0 , 푑푎푛 푚푖푠푎푙푘푎푛 푇: 푅3 → 푅2 푎푑푎푙푎ℎ 푇푟푎푛푠푓표푟푚푎푠푖 퐿푖푛푖푒푟 푚푎푘푎: 
푇 푣1 = 1, 0 푇 푣2 = 2, −1 푇 푣3 = 4, 3 Carilah T(2, -3, 5). 
Pemecahan: 
Nyatakan 푣 = 2, −3, 5 푠푒푏푎푔푎푖 푘표푚푏푖푛푎푠푖 푑푎푟푖 푣1 = 1, 1, 1 , 푣2 = 1, 1, 0 , 푑푎푛 푣3 = 1, 0, 0 . 
Jadi 푣 = 푘푣1 + 푘푣2 + 푘푣3 
2, −3, 5 = 푘 1, 1, 1 + 푘 1, 1, 0 + 푘(1, 0, 0) 
Komponen yang didapat yaitu: 
푘1 + 푘2 + 푘3 = 2 
푘1 + 푘2 = −3 
푘1 = 5 
Yang menghasilkan k1 = 5,k2= -8,k3= 5,sehingga didapat: 2, −3, 5 = 5푣1 − 8푣2 + 5푣3 
Jadi 
푇 2, −3, 5 = 5푇 푣1 − 8푇 푣2 + 5푇 푣3 
= 5 1, 0 − 8 2, −1 + 5 4,3 
= (9,23)
Jika 푇 ∶ 푉 → 푊 adalah transformasi Linier, maka : 
Dimensi dari jangkauan atau R(T) dinamakan rank dari T ,dan dimensi dari kernel 
dinamakan nulitas dari T. 
Contoh: 
Misal T:R2 
→ 
R2 adalah rotasi dari R2 melalui sudut 휋/4. 
Jelas secara geometric jangkauan dari T adalah semua R2 dan kernel dari T adalah 
(0).maka T memiliki rank 2 dan nulitas = 0 . 
Contoh: 
Misal T:Rn 
→ 
Rm adalah perkalian oleh sebuah matriks A yang berukuran m x n. 
Rank dari T adalah dimensi ruang kolom dari A,yang sama persis dengan rank dari 
A.maka: 
Rank (T) = Rank(A) 
Kernel dari T adalah ruang pemecahan dari AX = 0,jadi nulitas dari T adalah dimensi 
ruang pemecahan.
Teorema 3 
Jika 푇 ∶ 푉 → 푊 adalah transformasi Linier dari sebuah ruang vector V yang 
berdimensi n kepada sebuah ruang VektorW, 
maka : 
(Rank dari T) + (nulitas dari T) = n 
Untuk kasus V = Rn , W = Rm ,dan T:Rn 
→ 
Rm adalah perkalian matriks A berukuran 
m x n maka berlaku: 
Nulitas dari T = n – (rank dari T) = banyak kolom dari A – (rank dari T) 
Teorema 4 
Jika A adalah matriks m x n ,Maka dimensi ruang pemecahan dari Ax = 0 adalah N 
– Rank(A)
Contoh: 
2x1 + 2x2 – x3 + x5 = 0 
-x1 - x2 + 2x3 – 3x4 + x5 = 0 
x1+ x2 – 2x3-x5 = 0 
x3 + x4 + x5 = 0 
Maka harus memenuhi 
2 = 5 – rank(A) 
Rank(A) = 3
Transformasi Linier 
dari 푹풏 ke 푹풎 ,Geometri 
Transformasi Linier dari 푹ퟐ ke 푹ퟐ
Dalam bagian ini akan membahas 
mengenai Transformasi linear dari 푅푛 ke 
푅푚 dan mendapatkan sifat-sifat 
geomatrik dari transformasi linier dari 
푹ퟐ ke 푹ퟐ.
Jika 푇: 푅푛 → 푅푚 adalah sebarang transformasi linear, maka ada matriks 
퐴 berukuran 푚 × 푛 sehingga 푇 adalah perkalian oleh 퐴. 
Misalkan 푒1, 푒2, … , 푒푛 adalah basis baku untuk 푅푛 dan misalkan 퐴 adalah 
matriks 푚 × 푛 yang mempunyai 푇 푒1 , 푇 푒2 , … , 푇 푒푛 sebagai vektor-vektor 
kolomnya. 
Jika 푇: 푅2 → 푅2 diberikan oleh 푇 
푥1 
푥2 
= 
푥1 + 2푥2 
푥1 − 푥2 
, maka: 
푇 푒1 = 푇 
1 
0 
= 
1 
1 
dan 푇 푒2 = 푇 
0 
1 
= 
2 
−1 
퐴 = 
1 2 
1 −1 
푇 푒1 푇 푒2
Secara lebih umum, jika : 
푇 푒1 = 
푎11 
푎21 
⋮ 
푎푚1 
, 푇 푒2 = 
푎12 
푎22 
⋮ 
푎푚2 
, ⋯ , 푇 푒푛 = 
푎1푛 
푎2푛 
⋮ 
푎푚푛 
Maka: 
퐴 = 
푎11 
푎21 
⋮ 
푎12 
푎22 
⋮ 
푎푚1 푎푚2 
⋯ 
⋯ 
푎1푛 
푎2푛 
⋮ 
… 푎푚푛 
푇 푒1 푇 푒2 푇 푒푛 
Matriks ini dinamakan matriks bentuk baku untuk 푇. Akan ditunjukkan bahwa 
transformasi linear 푇: 푅푛 → 푅푚 adalah perkalian 퐴.
Perhatikan bahwa : 
푥 = 
푥1 
푥2 
⋮ 
푥푛 
= 푥1푒1 + 푥2푒2 + ⋯ ⋯ + 푥푛푒푛 
Maka, karena linieritas dari 푇, 
푇(푥) = 푥1푇 푒1 + 푥2푇 푒2 + ⋯ + 푥푛푇 푒푛 
Sebaliknya, 
퐴푥 = 
푎11 
푎21 
⋮ 
푎12 
푎22 
⋮ 
푎푚1 푎푚2 
⋯ 
⋯ 
푎1푛 
푎2푛 
⋮ 
… 푎푚푛 
푥1 
푥2 
⋮ 
푥푛 
= 
푎11푥1 + 푎12푥2 + ⋯ + 푎1푛푥푛 
푎21푥1 + 푎22푥2 + ⋯ + 푎2푛푥푛 
⋮ 
푎푚1푥1 + 푎푚2푥2 + ⋯ + 푎푚푛푥푛
= 푥1 
푎11 
푎21 
⋮ 
푎푚1 
+ 푥2 
푎12 
푎22 
⋮ 
푎푚2 
+ ⋯ + 푥푛 
푎1푛 
푎2푛 
⋮ 
푎푚푛 
= 푥1푇 푒1 + 푥2푇 푒2 + ⋯ + 푥푛푇 푒푛 
dihasilkan 푻 풙 = 푨풙 yakni 푇 adalah perkalian oleh 퐴. Sehingga didapat: 
Teorema 5 
Jika 푇: 푅푛 → 푅푚 adalah transformasi linear dan jika 푒1, 푒2, ⋯ , 푒푛 adalah basis baku 
untuk 푅푛, maka 푇 adalah perkalian oleh 퐴, di mana 퐴 matriks yang menghasilkan 
vektor kolom 푇 푒1 , 푇 푒2 , ⋯ , 푇 푒푛 .
Contoh: 
Carilah matriks baku untuk transformasi 푇: 푅3 → 푅4 yang didefinisikan oleh 푇 
푥1 
푥2 
푥3 
= 
푥1 + 푥2 
푥1 − 푥2 
푥3 
푥1 
Penyelesaian: 
푇 푒1 = 푇 
1 
0 
0 
= 
11 
0 
1 
, 푇 푒2 = 푇 
0 
1 
0 
= 
1 
−1 
0 
0 
, 푇 푒3 = 푇 
0 
0 
1 
= 
0 
0 
1 
0 
Dengan menggunakan 푇 푒1 , 푇 푒2 dan 푇 푒3 sebagai vektor-vektor kolom, maka diperoleh 
퐴 = 
1 1 0 
1 −1 0 
0 0 1 
1 0 0 
Sebagai pemeriksaan, perhatikanlah bahwa: 
퐴 
푥1 
푥2 
푥3 
= 
1 1 0 
1 −1 0 
0 0 1 
1 0 0 
푥1 
푥2 
푥3 
= 
푥1 + 푥2 
푥1 − 푥2 
푥3 
푥1
Terdapat lima jenis transformasi linier bidang (Transformasi Geometri) yaitu : 
perputaran (rotasi), refleksi, ekspansi dan kompresi, serta geseran. 
1. Perputaran (rotasi) 
Jika 푇: 푅2 → 푅2 untuk masing-masing titik dalam bidang terhadap titik asal 
atau O(0,0) melalui sudut 휃, kita dapatkan bahwa matriks baku untuk 푇 adalah 
퐜퐨퐬 휽 −퐬퐢퐧 휽 
퐬퐢퐧 휽 퐜퐨퐬 휽 
2. Refleksi 
−푥, 푦 푥, 푦 Reflexi terhadap 
sumbu 푦 
−1 0 
0 1
푥, 푦 Reflexi terhadap 
−푥, 푦 
3. ekspansi dan kompresi 
sumbu 푦 
1 0 
0 −1 
푦, 푥 
푥, 푦 
Reflexi terhadap 
garis 푦 = 푥 
0 1 
1 0 
Jika koordinat x dari setiap titik di dalam bidang dikalikan dengan konstanta k yang 
positif, maka efeknya adalah mengekspansi atau mengkompresi setiap bidang 
dalam arah x 
Jika : 
a. 0 <k< 1, maka hasilnya adalah kompresi, 
b. k > 1, maka hasilnya adalah ekspansi.
Jika 푇: 푅2 → 푅2 adalah ekspansi atau kompresi dalam arah 푥 dengan factor 푘, 
Maka 
푇 푒1 = 푇 
1 
0 
= 
푘 
0 
, 푇 푒2 = 푇 
0 
1 
= 
0 
1 
Sehingga matriks baku untuk T adalah 
푘 0 
0 1 
Demikian juga matriks baku untuk ekspansi atau kompresi untuk arah y adalah 
1 0 
0 푘 
kondisi awal 
2푥, 푦 
ekspansi 푘 = 2 
1 
2 
푥, 푦 
kompresi 푘 = 
1 
2 
푥, 푦
4. Geseran
 Sebuah geseran dalam arah x dengan faktor k adalah transformasi yang 
menggerakkan masing-masing titik 푥, 푦 sejajar dengan sumbu x sebanyak ky 
menuju kedudukan yang baru (x + ky, y). Dengan transformasi seperti itu, maka 
sumbu x sendiri tidak bergeser, karena y=0 
 Sebuah geseran dengan arah y dengan faktor k adalah sebuah transformasi 
yang menggerakkan setiap titik (x,y) sejajar sumbu y sebanyak kx ke kedudukan 
yang baru (x, y+kx). 
 Jika 푇: 푅2 → 푅2 adalah sebuah geseran yang faktornya k didalam arah x, maka: 
Sehingga matriks standar untuk T adalah 
 Demikian juga, matriks baku untuk geseran dalam arah y 
dengan faktor k adalah: 
1 0 
푘 1
matriks 
Transformasi LInier
Transformasi linier 푇: 푉 → 푊 dapat dipandang sebagai TRANSFORMASI 
MATRIKS. Jika dipilih basis B dan B’ untuk V dan W , maka untuk setiap x di dalam V, 
matriks kordinat [x]B akan merupakan sebuah vektor didalam Rn dan matriks kordiat 
[T(x)]B, akan merupakan vector di dalam Rm . jadi di dalam proses pemetaan x ke 
dalam T(x), transformasi linier T menghasilkan sebuah pemetaan Rn ke Rm dengan 
mengirimkan [x]B ke dalam [T(x)]B’. Maka mariks A standar untuk transformasi ini 
adalah 
A[x]B = [T(x)]B 
Untuk mencari matriks A dapat dihitung dalam 3 langkah dengan metode tak 
langsung berikut: 
1) Hitung matriks kordinat [x]B 
2) Kalikan [x]B di sebelah kiri dengan A untuk menghasilkan [T(x)]B’ 
3) Bangun kembali T(x) dari matriks kordinatnya [T(x)]B’
Contoh 1: 
Misalkan 푇: 푃1 → 푃2 adalah transformasi linier yang didefinisikan oleh T(p()x)=xp(x) 
Carilah matriks untuk T terhadap basis B={u1,u2} dan B’= {u’1,u’2, u’3} Dimana u1=1, u2= 
x, u’1 =1, u’2= x, u’3 = x2 
Pemecahan: 
Dari rumus T didapat 
T(u1) = T(1) = (x)(1) = x T(u2) = T(x) = (x)(x) = x2 
Maka matriks kordinat untuk T(u1) dan T(u2) relative kepada B’ yakni: 
[T(u1)]B = 
0 
1 
0 
, [T(u2)]B’ = 
0 
0 
1 
Jadi matriks T terhadap baris B dan B’ adalah 
A=[ [T(u1)]B [T(u2)]B’] = 
0 0 
1 0 
0 1
Contoh 2: 
Misalkan 푇: 푃1 → 푃2, 퐵, 퐵′ adalah basis di dalam contoh sebelumnya dan dimisalkan 
x= 1-2x 
Gunakan hasil matriks contoh sebelumya untuk menghitung T(x) menurut prosedut 
tak langsung ! 
Pemecahan: 
Matriks kordinat x terhadap B adalah [x]B= 
1 
−2 
Maka [T(x)]B’ = A[x]B = 
0 0 
1 0 
0 1 
1 
−2 
= 
0 
1 
−2 
Jadi 
T(x)= 0 u’1 + 1u’2 + 2u’3 =0(1) + 1(x)- 2(x2) = x-2x2 
Jika dihitung dengan metode langsung 
T(x)= T (1-2x) = x(1-2x) = x-2x2 
Jadi untuk 
pemeriksaan, hasil 
perhitungan dengan 
metode langsung 
dan tak langsung 
harus sama
Keserupaan
Jika T : V->V adalah sebuah 
operator linier pada suatu ruang 
vektor berdimensi terhingga V, 
dan jika B dan B’ adalah basis 
basis untuk V, maka 
[T]B’= P-1 [T]BP 
Dimana P adalah matriks transisi 
dari B’ ke B
DEFINISI KESERUPAAN 
Jika A dan B adalah matriks bujur sangkar, kita mengatakan 
bahwa B serupa dengan A jika terdapat matriks P yang dapat di balik 
sedemikian rupa sehingga 
B=P-1AP 
Invarian Keserupaan 
 Determinan 
 Keterbalikan 
 Rank 
 Nulitas 
 Polinomial karakteristik 
 Nilai Eigen 
 Dimensi Ruang Eigen
Contoh: 
Misalkan T : R2->R2 
T x1 = x1 + x2 
x2 -2x1 + 4x2 
Tentukan matriks untuk T berkenaan dengan basis standart B 
={e1,e2}untuk R2. Kemudian gunakan teorema yang tadi untuk 
menentukan matriks T berkenaan dengan basis B’={u1’,u2’} dimana 
u1’ = 1 u2’ = 1 
1 2
matematika geodesi-transformasi linier

matematika geodesi-transformasi linier

  • 1.
  • 2.
     Lilik Widiastuti(3513100009)  Irma’atus Solihah (3512100004)  Aulia Rachmawati (3513100035)  Syaiful Budianto (3512100099)  Achmad Rizal Al-amin (3513100081)
  • 3.
  • 4.
    Fungsi yang berbentukw=F(v),dimana variable bebas v dan variable bebas w kedua-duanya adalah vektor yang dinamakan transformasi linier
  • 5.
    Jika V danW adalah ruang vektor dan F adalah suatu fungsi yang mengasosiasikan vektor unik di W dengan setiap vektor yang terletak di dalam V, maka dikatakan F memetakan V ke dalam W. Ditulis F: V  W. Jika F mengasosiasikan vektor w dengan vektor v, maka w = F(v). w adalah bayangan dari v dibawah F. Ruang vektor V dikatakan domain F. jika v = (x, y) adalah suatu vektor di dalam R2,maka rumus F(v) = (x, x + y, x - y) (5.1) Contoh: Mendefinisikan sebuah fungsi yang memetakan R2 ke dalam R3. Khususnya, jika v = (1,1)
  • 6.
    Definisi jika F:V  W adalah suatu fungsi dari ruang vektor V ke dalam ruang vektor W, maka F dikatakan transformasi linier jika: F(u + v) = F(u) + F(v) untuk semua vektor u dan v di dalam V. F(ku) = k F(u) untuk semua vektor u di dalam V dan semua skalar k. Untuk melukiskannya, misalkan F : R2  R3 adalah fungsi yang didefinisikan oleh (5.1). Jika u = (x1,y1) dan v = (x2,y2), maka u+v = ( x1 + x2,y1 + y2 ), sehingga F(u+v) = ( x1 + x2, [x1+x2] + [y1 + y2], [x1+x2] - [y1 + y2]) =( x1, x1 + y1, x1 - y1) + (x2, x2 + y2, x2 - y2) F(u+v) = F(u) + F(v) jika k adalah sebuah scalar, ku = (kx1,ky1), sehingga F(ku) = (kx1, kx1 + ky1, kx1 – ky1) = k(x1, x1 + y1, x1 - y1) F(ku) = kF(u) Jadi F adalah sebuah tranformasi linier.
  • 7.
    Jika F: V W adalah sebuah transformasi linier, maka untuk sebarang v1 dan v2 di dalam V dan sebarang skalar k1 dan k2, kita memperoleh F(k1v1 + k2v2) = F(k1v1) + F(k2v2) = k1F(v1) + k2F(v2) Demikian juga, jika v1 , v2, . . . . . ,vn adalah vektor-vektor di dalam V dan k1, k2, . . . . . ,kn adalah scalar, maka F(k (5.2) 1v1 + k2v2 + . . . +knvn) = k1F(v1) + k2F(v2) + . . . + knF(vn)
  • 8.
    Cotoh: Misalkan F:R2R3adalah fungsi yang didefinisikan oleh F(v) = (2x, y) dengan v = (x, y) di R2. buktikan bahwa F merupakan transformasi linier. Misalkan u = (x1, y1) dan v = (x2, y2)
  • 9.
    Bukti pertama: F(u+ v) = F((x1, y1) + (x2, y2)) = F(x1+x2, y1+y2) = (2(x1+x2), (y1+y2)) = ((2x1, y1) + (2x2, y2)) F(u + v) = F(u) + F(v) => terbukti Bukti kedua: F(ku) = F(kx1, ky1) = (2kx1, ky1) = k (2x1, y1) Jadi F adalah sebuah tranformasi F(ku) = k F(u) => terbukti linier.
  • 10.
    Sifat Transformasi Linier, Kernel dan Jangkauan
  • 11.
    KERNEL adalah ruangnol dari T : himpunan vector yang didalam V yang dipetakan T kedalam 0,dan dinotasikan dengan Ker(T) JANGKAUAN adalah Himpunan semua vector didalam W yang merupakan bayangan dibawah T paling sedikit satu vector didalam V.dinotasikan dengan R(T).
  • 12.
    Teorema 1 Jika 푇 ∶ 푉 → 푊 푎푑푎푙푎ℎ 푇푟푎푛푠푓표푟푚푎푠푖 퐿푖푛푖푒푟, 푚푎푘푎: 푎 푇 0 = 0 푏 푇 −푣 = −푇 푣 , 푢푛푡푢푘 푠푒푚푢푎 푢 푑푖 푑푎푙푎푚 푉 푐 푇 푣 − 푤 = 푇 푣 − 푇 푤 , 푢푛푡푢푘 푠푒푚푢푎 푣푒푘푡표푟 푣 푑푎푛 푤 푑푖 푑푎푙푎푚 푉 BUKTI Misal v adalah sembarang vektor di dalam V.dan 0v = 0, maka : 푇 0 = 푇 0푣 = 0푇 푣 = 0 … … … … … 푎 푇 −푣 = 푇 −1 푣 = −1 푇 푣 = −푇 푣 … … … … … … … (푏) 푣 − 푤 = 푣 + −1 푤 푚푎푘푎 푇 푣 − 푤 = 푇 푣 + −1 푤 = 푇 푣 + −1 푇(푤) = 푇 푣 − 푇 푤 … … … … … … … . 푐
  • 13.
    CONTOH Misal 푇∶ 푉 → 푊 adalah Transformasi nol dan T memetakan tiap-tiap vector kedalam 0,maka Ker(T) = V dan 0 adalah satu-satunya bayangan yang mungkin dibawah T, maka R(T) terdiri dari vector Nol.Misalkan 푇: 푅푛 → 푅푚 adalah perkalian oleh 푎11 푎12 푎1푛 푎21 푎22 푎2푛 푎푚1 푎푚2 푎푚푛 Ker(T) terdiri dari semua 푥 = 푥1 푥2 푥푛 Vektor pemecahan dari system homogen 퐴 푥1 푥2 푥푛 = 0 0 0 R(T) terdiri dari vector 푏 = 푏1 푏2 푏푚
  • 14.
    Teorema 2 Jika푇 ∶ 푉 → 푊 adalah transformasi Linier, maka : a) Kernel dari T adalah subruang dari V Ker(T) tertutup dibawah penjumlahan dan perkalian skalar. Misalkan v1 dan v2 adalah vector didalam Ker(T), dan k adalah sembarang skalar. Maka 푇 푣1 + 푣2 = 푇 푣1 + 푇 푣2 = 0 + 0 = 0 Sehingga v1 + v2 berada didalam ker(T) 푇 푘푣1 = 푘푇 푣1 = 푘0 = 0 Sehingga kv1 berada didalam ker(T).
  • 15.
    b) Jangkauan dariT adalah subruang dariW Misal w1 dan w2 adalah vector di dalam jangkauan T atau R(T). Harus dicari vector a dan b di dalam V sehingga didapat: 푇 푎 = 푤1 + 푤2 푑푎푛 푇 푏 = 푘푤1 , 푢푛푡푢푘 푘 푎푑푎푙푎ℎ 푠푒푚푏푎푟푎푛푔 푠푘푎푙푎푟. 푘푎푟푒푛푎 푤1 푑푎푛 푤2 푏푒푟푎푑푎 푑푎푙푎푚 푗푎푛푔푘푎푢푎푛 푇, 푚푎푘푎 푎푑푎 푣푒푘푡표푟 푎1 푑푎푛 푎2 Di dalam V sehingga 푇 푎1 = 푤1 푑푎푛 푇 푎2 = 푤2. 푚푖푠푎푙푘푎푛 푎 = 푎1 + 푎2 푑푎푛 푏 = 푘푎1. 푚푎푘푎: 푇 푎 = 푇 푎1 + 푎2 = 푇 푎1 + 푇 푎2 = 푤1 + 푤2 푇 푏 = 푇 푘푎1 = 푘푇 푎1 = 푘푤1 Sebuah Transformasi linier ditentukan secara lengkap oleh “nilainya” pada sebuah basis.
  • 16.
    Contoh: Tinjau basis푆 = 푣1, 푣2, 푣3 untuk R3 , dimana v1 = 1, 1, 1 , 푣2 = 1, 1, 0 , 푣3 = 1, 0, 0 , 푑푎푛 푚푖푠푎푙푘푎푛 푇: 푅3 → 푅2 푎푑푎푙푎ℎ 푇푟푎푛푠푓표푟푚푎푠푖 퐿푖푛푖푒푟 푚푎푘푎: 푇 푣1 = 1, 0 푇 푣2 = 2, −1 푇 푣3 = 4, 3 Carilah T(2, -3, 5). Pemecahan: Nyatakan 푣 = 2, −3, 5 푠푒푏푎푔푎푖 푘표푚푏푖푛푎푠푖 푑푎푟푖 푣1 = 1, 1, 1 , 푣2 = 1, 1, 0 , 푑푎푛 푣3 = 1, 0, 0 . Jadi 푣 = 푘푣1 + 푘푣2 + 푘푣3 2, −3, 5 = 푘 1, 1, 1 + 푘 1, 1, 0 + 푘(1, 0, 0) Komponen yang didapat yaitu: 푘1 + 푘2 + 푘3 = 2 푘1 + 푘2 = −3 푘1 = 5 Yang menghasilkan k1 = 5,k2= -8,k3= 5,sehingga didapat: 2, −3, 5 = 5푣1 − 8푣2 + 5푣3 Jadi 푇 2, −3, 5 = 5푇 푣1 − 8푇 푣2 + 5푇 푣3 = 5 1, 0 − 8 2, −1 + 5 4,3 = (9,23)
  • 17.
    Jika 푇 ∶푉 → 푊 adalah transformasi Linier, maka : Dimensi dari jangkauan atau R(T) dinamakan rank dari T ,dan dimensi dari kernel dinamakan nulitas dari T. Contoh: Misal T:R2 → R2 adalah rotasi dari R2 melalui sudut 휋/4. Jelas secara geometric jangkauan dari T adalah semua R2 dan kernel dari T adalah (0).maka T memiliki rank 2 dan nulitas = 0 . Contoh: Misal T:Rn → Rm adalah perkalian oleh sebuah matriks A yang berukuran m x n. Rank dari T adalah dimensi ruang kolom dari A,yang sama persis dengan rank dari A.maka: Rank (T) = Rank(A) Kernel dari T adalah ruang pemecahan dari AX = 0,jadi nulitas dari T adalah dimensi ruang pemecahan.
  • 18.
    Teorema 3 Jika푇 ∶ 푉 → 푊 adalah transformasi Linier dari sebuah ruang vector V yang berdimensi n kepada sebuah ruang VektorW, maka : (Rank dari T) + (nulitas dari T) = n Untuk kasus V = Rn , W = Rm ,dan T:Rn → Rm adalah perkalian matriks A berukuran m x n maka berlaku: Nulitas dari T = n – (rank dari T) = banyak kolom dari A – (rank dari T) Teorema 4 Jika A adalah matriks m x n ,Maka dimensi ruang pemecahan dari Ax = 0 adalah N – Rank(A)
  • 19.
    Contoh: 2x1 +2x2 – x3 + x5 = 0 -x1 - x2 + 2x3 – 3x4 + x5 = 0 x1+ x2 – 2x3-x5 = 0 x3 + x4 + x5 = 0 Maka harus memenuhi 2 = 5 – rank(A) Rank(A) = 3
  • 20.
    Transformasi Linier dari푹풏 ke 푹풎 ,Geometri Transformasi Linier dari 푹ퟐ ke 푹ퟐ
  • 21.
    Dalam bagian iniakan membahas mengenai Transformasi linear dari 푅푛 ke 푅푚 dan mendapatkan sifat-sifat geomatrik dari transformasi linier dari 푹ퟐ ke 푹ퟐ.
  • 22.
    Jika 푇: 푅푛→ 푅푚 adalah sebarang transformasi linear, maka ada matriks 퐴 berukuran 푚 × 푛 sehingga 푇 adalah perkalian oleh 퐴. Misalkan 푒1, 푒2, … , 푒푛 adalah basis baku untuk 푅푛 dan misalkan 퐴 adalah matriks 푚 × 푛 yang mempunyai 푇 푒1 , 푇 푒2 , … , 푇 푒푛 sebagai vektor-vektor kolomnya. Jika 푇: 푅2 → 푅2 diberikan oleh 푇 푥1 푥2 = 푥1 + 2푥2 푥1 − 푥2 , maka: 푇 푒1 = 푇 1 0 = 1 1 dan 푇 푒2 = 푇 0 1 = 2 −1 퐴 = 1 2 1 −1 푇 푒1 푇 푒2
  • 23.
    Secara lebih umum,jika : 푇 푒1 = 푎11 푎21 ⋮ 푎푚1 , 푇 푒2 = 푎12 푎22 ⋮ 푎푚2 , ⋯ , 푇 푒푛 = 푎1푛 푎2푛 ⋮ 푎푚푛 Maka: 퐴 = 푎11 푎21 ⋮ 푎12 푎22 ⋮ 푎푚1 푎푚2 ⋯ ⋯ 푎1푛 푎2푛 ⋮ … 푎푚푛 푇 푒1 푇 푒2 푇 푒푛 Matriks ini dinamakan matriks bentuk baku untuk 푇. Akan ditunjukkan bahwa transformasi linear 푇: 푅푛 → 푅푚 adalah perkalian 퐴.
  • 24.
    Perhatikan bahwa : 푥 = 푥1 푥2 ⋮ 푥푛 = 푥1푒1 + 푥2푒2 + ⋯ ⋯ + 푥푛푒푛 Maka, karena linieritas dari 푇, 푇(푥) = 푥1푇 푒1 + 푥2푇 푒2 + ⋯ + 푥푛푇 푒푛 Sebaliknya, 퐴푥 = 푎11 푎21 ⋮ 푎12 푎22 ⋮ 푎푚1 푎푚2 ⋯ ⋯ 푎1푛 푎2푛 ⋮ … 푎푚푛 푥1 푥2 ⋮ 푥푛 = 푎11푥1 + 푎12푥2 + ⋯ + 푎1푛푥푛 푎21푥1 + 푎22푥2 + ⋯ + 푎2푛푥푛 ⋮ 푎푚1푥1 + 푎푚2푥2 + ⋯ + 푎푚푛푥푛
  • 25.
    = 푥1 푎11 푎21 ⋮ 푎푚1 + 푥2 푎12 푎22 ⋮ 푎푚2 + ⋯ + 푥푛 푎1푛 푎2푛 ⋮ 푎푚푛 = 푥1푇 푒1 + 푥2푇 푒2 + ⋯ + 푥푛푇 푒푛 dihasilkan 푻 풙 = 푨풙 yakni 푇 adalah perkalian oleh 퐴. Sehingga didapat: Teorema 5 Jika 푇: 푅푛 → 푅푚 adalah transformasi linear dan jika 푒1, 푒2, ⋯ , 푒푛 adalah basis baku untuk 푅푛, maka 푇 adalah perkalian oleh 퐴, di mana 퐴 matriks yang menghasilkan vektor kolom 푇 푒1 , 푇 푒2 , ⋯ , 푇 푒푛 .
  • 26.
    Contoh: Carilah matriksbaku untuk transformasi 푇: 푅3 → 푅4 yang didefinisikan oleh 푇 푥1 푥2 푥3 = 푥1 + 푥2 푥1 − 푥2 푥3 푥1 Penyelesaian: 푇 푒1 = 푇 1 0 0 = 11 0 1 , 푇 푒2 = 푇 0 1 0 = 1 −1 0 0 , 푇 푒3 = 푇 0 0 1 = 0 0 1 0 Dengan menggunakan 푇 푒1 , 푇 푒2 dan 푇 푒3 sebagai vektor-vektor kolom, maka diperoleh 퐴 = 1 1 0 1 −1 0 0 0 1 1 0 0 Sebagai pemeriksaan, perhatikanlah bahwa: 퐴 푥1 푥2 푥3 = 1 1 0 1 −1 0 0 0 1 1 0 0 푥1 푥2 푥3 = 푥1 + 푥2 푥1 − 푥2 푥3 푥1
  • 27.
    Terdapat lima jenistransformasi linier bidang (Transformasi Geometri) yaitu : perputaran (rotasi), refleksi, ekspansi dan kompresi, serta geseran. 1. Perputaran (rotasi) Jika 푇: 푅2 → 푅2 untuk masing-masing titik dalam bidang terhadap titik asal atau O(0,0) melalui sudut 휃, kita dapatkan bahwa matriks baku untuk 푇 adalah 퐜퐨퐬 휽 −퐬퐢퐧 휽 퐬퐢퐧 휽 퐜퐨퐬 휽 2. Refleksi −푥, 푦 푥, 푦 Reflexi terhadap sumbu 푦 −1 0 0 1
  • 28.
    푥, 푦 Reflexiterhadap −푥, 푦 3. ekspansi dan kompresi sumbu 푦 1 0 0 −1 푦, 푥 푥, 푦 Reflexi terhadap garis 푦 = 푥 0 1 1 0 Jika koordinat x dari setiap titik di dalam bidang dikalikan dengan konstanta k yang positif, maka efeknya adalah mengekspansi atau mengkompresi setiap bidang dalam arah x Jika : a. 0 <k< 1, maka hasilnya adalah kompresi, b. k > 1, maka hasilnya adalah ekspansi.
  • 29.
    Jika 푇: 푅2→ 푅2 adalah ekspansi atau kompresi dalam arah 푥 dengan factor 푘, Maka 푇 푒1 = 푇 1 0 = 푘 0 , 푇 푒2 = 푇 0 1 = 0 1 Sehingga matriks baku untuk T adalah 푘 0 0 1 Demikian juga matriks baku untuk ekspansi atau kompresi untuk arah y adalah 1 0 0 푘 kondisi awal 2푥, 푦 ekspansi 푘 = 2 1 2 푥, 푦 kompresi 푘 = 1 2 푥, 푦
  • 30.
  • 31.
     Sebuah geserandalam arah x dengan faktor k adalah transformasi yang menggerakkan masing-masing titik 푥, 푦 sejajar dengan sumbu x sebanyak ky menuju kedudukan yang baru (x + ky, y). Dengan transformasi seperti itu, maka sumbu x sendiri tidak bergeser, karena y=0  Sebuah geseran dengan arah y dengan faktor k adalah sebuah transformasi yang menggerakkan setiap titik (x,y) sejajar sumbu y sebanyak kx ke kedudukan yang baru (x, y+kx).  Jika 푇: 푅2 → 푅2 adalah sebuah geseran yang faktornya k didalam arah x, maka: Sehingga matriks standar untuk T adalah  Demikian juga, matriks baku untuk geseran dalam arah y dengan faktor k adalah: 1 0 푘 1
  • 32.
  • 33.
    Transformasi linier 푇:푉 → 푊 dapat dipandang sebagai TRANSFORMASI MATRIKS. Jika dipilih basis B dan B’ untuk V dan W , maka untuk setiap x di dalam V, matriks kordinat [x]B akan merupakan sebuah vektor didalam Rn dan matriks kordiat [T(x)]B, akan merupakan vector di dalam Rm . jadi di dalam proses pemetaan x ke dalam T(x), transformasi linier T menghasilkan sebuah pemetaan Rn ke Rm dengan mengirimkan [x]B ke dalam [T(x)]B’. Maka mariks A standar untuk transformasi ini adalah A[x]B = [T(x)]B Untuk mencari matriks A dapat dihitung dalam 3 langkah dengan metode tak langsung berikut: 1) Hitung matriks kordinat [x]B 2) Kalikan [x]B di sebelah kiri dengan A untuk menghasilkan [T(x)]B’ 3) Bangun kembali T(x) dari matriks kordinatnya [T(x)]B’
  • 34.
    Contoh 1: Misalkan푇: 푃1 → 푃2 adalah transformasi linier yang didefinisikan oleh T(p()x)=xp(x) Carilah matriks untuk T terhadap basis B={u1,u2} dan B’= {u’1,u’2, u’3} Dimana u1=1, u2= x, u’1 =1, u’2= x, u’3 = x2 Pemecahan: Dari rumus T didapat T(u1) = T(1) = (x)(1) = x T(u2) = T(x) = (x)(x) = x2 Maka matriks kordinat untuk T(u1) dan T(u2) relative kepada B’ yakni: [T(u1)]B = 0 1 0 , [T(u2)]B’ = 0 0 1 Jadi matriks T terhadap baris B dan B’ adalah A=[ [T(u1)]B [T(u2)]B’] = 0 0 1 0 0 1
  • 35.
    Contoh 2: Misalkan푇: 푃1 → 푃2, 퐵, 퐵′ adalah basis di dalam contoh sebelumnya dan dimisalkan x= 1-2x Gunakan hasil matriks contoh sebelumya untuk menghitung T(x) menurut prosedut tak langsung ! Pemecahan: Matriks kordinat x terhadap B adalah [x]B= 1 −2 Maka [T(x)]B’ = A[x]B = 0 0 1 0 0 1 1 −2 = 0 1 −2 Jadi T(x)= 0 u’1 + 1u’2 + 2u’3 =0(1) + 1(x)- 2(x2) = x-2x2 Jika dihitung dengan metode langsung T(x)= T (1-2x) = x(1-2x) = x-2x2 Jadi untuk pemeriksaan, hasil perhitungan dengan metode langsung dan tak langsung harus sama
  • 36.
  • 37.
    Jika T :V->V adalah sebuah operator linier pada suatu ruang vektor berdimensi terhingga V, dan jika B dan B’ adalah basis basis untuk V, maka [T]B’= P-1 [T]BP Dimana P adalah matriks transisi dari B’ ke B
  • 38.
    DEFINISI KESERUPAAN JikaA dan B adalah matriks bujur sangkar, kita mengatakan bahwa B serupa dengan A jika terdapat matriks P yang dapat di balik sedemikian rupa sehingga B=P-1AP Invarian Keserupaan  Determinan  Keterbalikan  Rank  Nulitas  Polinomial karakteristik  Nilai Eigen  Dimensi Ruang Eigen
  • 39.
    Contoh: Misalkan T: R2->R2 T x1 = x1 + x2 x2 -2x1 + 4x2 Tentukan matriks untuk T berkenaan dengan basis standart B ={e1,e2}untuk R2. Kemudian gunakan teorema yang tadi untuk menentukan matriks T berkenaan dengan basis B’={u1’,u2’} dimana u1’ = 1 u2’ = 1 1 2