Transformasi Laplace
(Bag 2)
Mata Kuliah
Persamaan Diferensial Biasa
Rabu, 7 November 2018
Fungsi Tangga Satuan
DEFINISI 1.
Fungsi Tangga satuan (unit step function) didefinisikan sebagai
𝑢 𝑎 𝑡 = 𝑢 𝑡 − 𝑎 =
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 < 𝑎
1, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 ≥ 𝑎
Fungsi 𝑢 𝑡 − 𝑎 seolah-olah seperti tombol switch on yang mulai
dinyalakan saat 𝑡 = 𝑎.
Perhatikan bahwa
𝑢 𝑎 𝑡 ℎ 𝑡 = 𝑢 𝑡 − 𝑎 ℎ 𝑡 =
0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 < 𝑎
ℎ(𝑡), 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 ≥ 𝑎
Grafik beberapa fungsi tangga
𝐜𝐨𝐬 𝟐𝒕 (𝒖 𝒕 − 𝝅 − 𝒖(𝒕 − 𝟑𝝅))
𝑢(𝑡)𝑢(𝑡 − 𝜋)𝒕𝒖 𝒕 − 𝝅
𝒔𝒊𝒏(𝒕) 𝟏 − 𝒖(𝒕 − 𝝅)
1. Tunjukkan bahwa
ℒ 𝑢0 𝑡 =
1
𝑠
untuk 𝑠 > 0
2. Tunjukkan bahwa
ℒ 𝑢 𝑎 𝑡 =
𝑒−𝑎𝑠
𝑠
, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑠 > 0 𝑑𝑎𝑛 𝑎 > 0
Contoh soal (1)
PROPOSISI 2 (Translasi sepanjang sumbu-𝑡)
Jika 𝐹 𝑠 = ℒ(𝑓(𝑡)) untuk 𝑠 > 𝑐, maka
ℒ 𝑢 𝑡 − 𝑎 𝑓 𝑡 − 𝑎 = 𝑒−𝑎𝑠 𝐹 𝑠 , untuk 𝑠 > 𝑐 + 𝑎
BUKTI :
𝑒−𝑎𝑠 𝐹 𝑠 = 𝑒−𝑎𝑠
0
∞
𝑒−𝑠𝑡 𝑓 𝑡 𝑑𝑡 =
0
∞
𝑒−𝑠 𝑡+𝑎 𝑓(𝑡) 𝑑𝑡
Substitusi 𝜏 = 𝑡 + 𝑎 menghasilkan
𝑒−𝑎𝑠
𝐹 𝑠 =
𝑎
∞
𝑒−𝑠𝜏
𝑓 𝜏 − 𝑎 𝑑𝜏 =
𝑎
∞
𝑒−𝑠𝜏
𝑢(𝜏 − 𝑎)𝑓 𝜏 − 𝑎 𝑑𝜏
LATIHAN SOAL
1. Tentukan ℒ−1 𝑒−𝑎𝑠
𝑠3 !
2. Tentukan ℒ{𝑔(𝑡)} jika diketahui
𝑔 𝑡 =
0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 < 3
𝑡2, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≥ 3
3. Tunjukkan bahwa jika
𝑓 𝑡 =
cos 2𝑡, 𝑗𝑖𝑘𝑎 0 ≤ 𝑡 < 2𝜋
0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≥ 2𝜋
maka 𝐹 𝑠 =
𝑠(1−𝑒−2𝜋𝑠)
𝑠2+4
4. Sebuah sistem yang terdiri dari pegas (𝑘 = 4 𝑙𝑏/𝑓𝑡) dan massa (𝑚 = 32 𝑙𝑏)
mula-mula berada dalam kondisi diam. Pada saat awal 𝑡 = 0, massa dikenai
gaya luar sebesar 𝑓 𝑡 = cos 2𝑡 dan pada 𝑡 = 2𝜋 gaya seketika dihentikan.
Jika 𝑥(𝑡) menyatakan simpangan massa dari posisi setimbang saat 𝑡,
tentukan 𝑥(𝑡). Bagaimanakah gerak sistem untuk 𝑡 → ∞?
TEOREMA 3 : (Translasi sepanjang sumbu-𝑠)
Jika 𝐹 𝑠 = ℒ{𝑓(𝑡)} untuk 𝑠 > 𝑐, maka
ℒ 𝑒 𝑎𝑡
𝑓 𝑡 = 𝐹(𝑠 − 𝑎), untuk 𝑠 > 𝑎 + 𝑐
Dengan menggunakan teorema di atas diperoleh rumus berikut
1. ℒ 𝑒 𝑎𝑡 𝑡 𝑛 =
𝑛!
(𝑠−𝑎) 𝑛+1 , 𝑠 > 𝑎
2. ℒ 𝑒 𝑎𝑡 cos 𝑘𝑡 =
𝑠−𝑎
(𝑠−𝑎)2+𝑘2 , 𝑠 > 𝑎
3. ℒ 𝑒 𝑎𝑡 sin 𝑘𝑡 =
𝑘
(𝑠−𝑎)2+𝑘2 , 𝑠 > 𝑎
CONTOH SOAL
Tunjukkan bahwa
1. ℒ−1 3𝑠+19
𝑠2+6𝑠+34
= 3𝑒−3𝑡 cos 5𝑡 + 2𝑒−3𝑡 sin 5𝑡
2. ℒ−1 𝑠2+1
𝑠3−2𝑠2−8𝑠
= −
1
8
+
5
12
𝑒−2𝑡 +
17
24
𝑒4𝑡
LATIHAN SOAL
1. Tentukan transformasi Laplace dari fungsi berikut
a. 𝑢1 𝑡 + 2𝑢3 𝑡 − 6𝑢4(𝑡) b. 𝑡4
𝑒 𝜋𝑡
c. 𝑡3/2
𝑒−4𝑡
d. 𝑒−2𝑡
sin 3𝜋𝑡 e. 𝑒−𝑡/2
cos 2(𝑡 − 𝜋/4)
2. Tentukan invers transformasi Laplace dari fungsi berikut
a.
2
𝑠𝑒3𝑠 b.
3𝑠+5
𝑠2−6𝑠+25
c.
𝑠2−2𝑠
𝑠4+5𝑠2+4
3. Tentukan solusi masalah nilai awal berikut
a. 𝑥′′ + 6𝑥′ + 25𝑥 = 0, 𝑥 0 = 2, 𝑥′ 0 = 3
b. 𝑥′′
+ 4𝑥′
+ 8𝑥 = 𝑒−𝑡
, 𝑥 0 = 𝑥′
0 = 0
c. 𝑥′′
+ 6𝑥′
+ 18𝑥 = cos 2𝑡 , 𝑥 0 = 1, 𝑥′
0 = −1
Perkalian, turunan, dan integral dari
transformasi
DEFINISI 4 .
Konvolusi dari fungsi f dan g yang kontinu bagian demi bagian, didefinisikan sebagai
𝑓 ∗ 𝑔 𝑡 =
0
𝑡
𝑓 𝜏 𝑔 𝑡 − 𝜏 𝑑𝜏 , 𝑡 ≥ 0
PROPOSISI 5.
Beberapa sifat konvolusi yakni
1. 𝑓 ∗ 𝑔 = 𝑔 ∗ 𝑓
2. 𝑓 ∗ 𝑔1 + 𝑔2 = 𝑓 ∗ 𝑔1 + 𝑓 ∗ 𝑔2
3. 𝑓 ∗ 𝑔 ∗ ℎ = 𝑓 ∗ 𝑔 ∗ ℎ
4. 𝑓 ∗ 0 = 0 ∗ 𝑓 = 0
PROPOSISI 6. (Transformasi Lamplace dari Konvolusi)
ℒ 𝑓 𝑡 ∗ 𝑔 𝑡 = ℒ 𝑓 𝑡 ℒ 𝑔 𝑡
⟺ ℒ−1 𝐹 𝑠 𝐺 𝑠 = 𝑓 𝑡 ∗ 𝑔(𝑡)
PROPOSISI 7. (Diferensial dari transformasi)
ℒ 𝑡𝑓 𝑡 = −𝐹′(𝑠)
⟺ 𝑡𝑓 𝑡 = −ℒ−1{𝐹′ 𝑠)}
Jika sifat pada Proposisi 7 diterapkan berulang-ulang akan diperoleh
ℒ 𝑡 𝑛 𝑓 𝑡 = −1 𝑛 𝐹 𝑛 (𝑠), untuk 𝑛 = 1,2,3, …
PROPOSISI 8. (Integral dari transformasi)
Jika lim
𝑡→0
𝑓(𝑡)
𝑡
ada dan transformasi Laplace dari 𝑓(𝑡) ada untuk 𝑠 > 𝑐,
maka
ℒ
𝑓(𝑡)
𝑡
= 0
∞
𝐹(𝜎) 𝑑𝜎, untuk 𝑠 > 𝑐
LATIHAN SOAL
1. Tunjukkan bahwa
a. ℒ 𝑡 cos 𝑘𝑡 =
𝑠2−𝑘2
(𝑠2+𝑘2)2 c. ℒ−1 1
(𝑠2+𝑘2)2 =
1
2𝑘3 sin 𝑘𝑡 − 𝑘𝑡 cos 𝑘𝑡
b. ℒ 𝑡 sinh 𝑘𝑡 =
2𝑘𝑠
(𝑠2−𝑘2)2
2. Buktikan ℒ 𝑡 sinh 𝑡 =
2𝑠
(𝑠2−1)2 dan ℒ
sin 𝑡
𝑡
= arctan
1
𝑠
!
3. Tentukan invers transformasi Laplace dari
a.
𝑒−𝜋𝑠
𝑠2+1
b. 𝐹 𝑠 =
𝑒−𝑠−𝑒−3𝑠
𝑠2 c. 𝐹 𝑠 =
𝑠𝑒−𝑠
𝑠2+𝜋2
4. Tentukan transformasi Laplace dari
a. 𝑓 𝑡 =
2, 𝑗𝑖𝑘𝑎 0 ≤ 𝑡 < 3
0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≥ 3
b. 𝑓 𝑡 =
sin 𝑡, 𝑗𝑖𝑘𝑎 0 ≤ 𝑡 < 3𝜋
0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≥ 3𝜋
c. 𝑓 𝑡 =
cos
𝜋𝑡
2
, 𝑗𝑖𝑘𝑎 3 ≤ 𝑡 ≤ 5
0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 < 3 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑡 > 5
5. Hitunglah ℒ−1 ln
𝑠+1
𝑠
dengan menggunakan rumus diferensial
dan rumus integral dari transformasi !
Gaya luar berupa fungsi periodik
PROPOSISI 9. (Transformasi dari fungsi periodik)
Misalkan f(t) fungsi periodic dengan periode 𝑝 dan kontinu bagian demi
bagian untuk 𝑡 ≥ 0, maka transformasi 𝐹(𝑠) ada dan rumusannya
𝐹 𝑠 =
1
1 − 𝑒−𝑝𝑠
0
𝑝
𝑒−𝑠𝑡 𝑓(𝑡) 𝑑𝑡, 𝑠 > 0
Perhatikan fungsi gelombang persegi
berperiode 2𝑎 dengan formula
𝑓 𝑡 = (−1) 𝑡/𝑎
Transformasi Laplace dari fungsi f(t) tersebut diperoleh menggunakan
rumus transformasi fungsi periodik, sebagai berikut
𝐹 𝑠 =
1
1 − 𝑒−2𝑎𝑠
0
2𝑎
𝑒−𝑠𝑡
𝑓(𝑡) 𝑑𝑡 =
1
1 − 𝑒−2𝑎𝑠
0
𝑎
𝑒−𝑠𝑡
𝑓(𝑡) 𝑑𝑡 +
𝑎
2𝑎
−1 𝑒−𝑠𝑡
𝑑𝑡
=
1
1 − 𝑒−2𝑎𝑠
−
1
𝑠
𝑒−𝑠𝑡
0
𝑎
− −
1
𝑠
𝑒−𝑠𝑡
𝑎
2𝑎
=
1 − 𝑒−𝑎𝑠
𝑠(1 + 𝑒−𝑎𝑠)
=
1
𝑠
tanh
𝑎𝑠
2
𝑓 𝑡 = (−1) 𝑡/2
Perhatikan fungsi gelombang segitiga g(t) seperti pada gambar berikut.
Jelas bahwa 𝑔′(𝑡) tak lain adalah fungsi gelombang persegi f(t),
sehingga kita dapat memanfaatkan sifat transformasi dari turunan ,
ℒ 𝑔′ 𝑡 = 𝑠𝐺 𝑠 − 𝑔 0
1
𝑠
tanh
𝑎𝑠
2
= 𝑠𝐺 𝑠 − 0
𝐺 𝑠 =
1
𝑠2
tanh
𝑎𝑠
2
CONTOH SOAL
Tentukan transformasi Laplace dari fungsi berikut
IMPULS
Andaikan gaya 𝑓(𝑡) bekerja hanya untuk selang waktu yang singkat,
misal 𝑎 ≤ 𝑡 ≤ 𝑏 dan 𝑓 𝑡 = 0 di luar selang itu. Contoh khan dari
masalah tersebut adalah : lemparan bola pada tembok, kejut voltase
listrik pada pasien dan lain sebagainya. Dalam situasi itu, pengaruh dari
gaya tersebut lebih tepat diwakili oleh nilai dari integralnya
𝑝 =
𝑎
𝑏
𝑓(𝑡) 𝑑𝑡
dibanding dengan fungsi 𝑓(𝑡) itu sendiri. Nilai 𝑝 dari integral di atas
disebut 𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙𝑠 dari gaya 𝑓(𝑡) pada selang waktu [𝑎, 𝑏].
Delta Dirac
Suatu gaya dengan impuls 1 bekerja selama waktu 𝜀, gaya tersebut dapat
diformulasikan sebagai
𝑑 𝑎,𝜀 =
1
𝜀
, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑎 −
𝜀
2
≤ 𝑡 < 𝑎 +
𝜀
2
0, 𝑡 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎
Untuk 𝑎 > 0 dan 𝜀 > 0. Jelas bahwa impuls dari 𝑑 𝑎,𝜀(𝑡) adalah 1.
Selanjutnya, delta Dirac diperkenalkan sebagai limit dari 𝑑 𝑎,𝜀(t) atau
𝛿 𝑎(𝑡) ≡ lim
𝜀→0
𝑑 𝑎,𝜀(𝑡)
Jelas bahwa impuls dari 𝛿 𝑎 𝑡 tetap bernilai 1, atau
0
∞
𝛿 𝑎 𝑡 𝑑𝑡 = 1
Dengan demikian fungsi delta Dirac bernilai 0 untuk 𝑡 ≠ 𝑎 dan bernilai +∞ untuk
𝑡 = 𝑎, atau
𝛿 𝑎 𝑡 =
+∞, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 = 𝑎
0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≠ 𝑎
PROPOSISI 10. Jika 𝑎 ∈ [0, ∞), maka
0
∞
𝑔 𝑡 𝛿 𝑎 𝑡 𝑑𝑡 = 𝑔(𝑎)
Transformasi Laplace dari delta Dirac langsung dapat diperoleh dengan
menerapkan Proposisi 10, sehingga diperoleh
ℒ 𝛿 𝑎 𝑡 = 𝑒−𝑎𝑠, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑎 ≥ 0
Notasi lain bagi fungsi delta Dirac :
𝛿 𝑡 = 𝛿0(𝑡), 𝛿 𝑡 − 𝑎 = 𝛿 𝑎(𝑡)
Jadi, ℒ 𝛿 𝑡 = 1.
Implementasi
Sebuah system pegas-massa yang terdiri dari pegas 𝑘 = 4 dan massa 𝑚 = 1. Saat awal,
massa dilepaskan dari posisi 𝑥 0 = 3 dan mulai bergerak. Saat 𝑡 = 2𝜋 massa dipukul palu
dengan impuls 𝑝 = 8. Gerakan massa pada sistem tersebut diberikan oleh solusi masalah
nilai awal
𝑥′′
+ 4𝑥 = 8𝛿2𝜋 𝑡 , 𝑥 0 = 3, 𝑥′
0 = 0
Transformasi Laplace dari masalah nilai awal tersebut menghasilkan
𝑠2
𝑋 𝑠 − 3𝑠 + 4𝑋 𝑠 = 8𝑒−2𝜋𝑠
𝑋 𝑠 =
3𝑠
𝑠2 + 4
+
8𝑒−2𝜋𝑠
𝑠2 + 4
Penerapan invers transformasi Laplace menghasilkan
𝑥 𝑡 = 3 cos 2𝑡 + 4𝑢 𝑡 − 2𝜋 sin 2(𝑡 − 2𝜋)
atau
𝑥 𝑡 =
3 cos 2𝑡 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 0 ≤ 𝑡 < 2𝜋
3 cos 2𝑡 + 4 sin 2𝑡 , 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 ≥ 2
Latihan Soal
1. Buktikan bahwa solusi dari kedua masalah nilai awal berikut adalah
sama
a. 𝑚𝑥′′
+ 𝑘𝑥 = 0, 𝑥(0) = 0, 𝑥′(0) = 𝑣0
b. 𝑚𝑥′′
+ 𝑘𝑥 = 𝑚𝑣0 𝛿 𝑡 , 𝑥 0 = 0, 𝑥′
0 = 0
2. Tentukan solusi masalah nilai awal berikur dan amati gerakan massa
setelah waktu cukup lama
a. 𝑥′′ + 4𝑥 = 𝛿 𝑡 + 𝛿 𝑡 − 𝜋 , 𝑥 0 = 𝑥′ 0 = 0
b. 𝑥′′ + 9𝑥 = 𝛿 𝑡 − 3𝜋 + cos 3𝑡 , 𝑥 0 = 𝑥′ 0 = 0
c. 𝑥′′ + 2𝑥′ + 𝑥 = 𝑡 + 𝛿 𝑡 , 𝑥 0 = 0, 𝑥′ 0 = 1

Transformasi laplace (bag. kedua)

  • 1.
    Transformasi Laplace (Bag 2) MataKuliah Persamaan Diferensial Biasa Rabu, 7 November 2018
  • 2.
    Fungsi Tangga Satuan DEFINISI1. Fungsi Tangga satuan (unit step function) didefinisikan sebagai 𝑢 𝑎 𝑡 = 𝑢 𝑡 − 𝑎 = 0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 < 𝑎 1, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 ≥ 𝑎 Fungsi 𝑢 𝑡 − 𝑎 seolah-olah seperti tombol switch on yang mulai dinyalakan saat 𝑡 = 𝑎. Perhatikan bahwa 𝑢 𝑎 𝑡 ℎ 𝑡 = 𝑢 𝑡 − 𝑎 ℎ 𝑡 = 0, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 < 𝑎 ℎ(𝑡), 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 ≥ 𝑎
  • 3.
    Grafik beberapa fungsitangga 𝐜𝐨𝐬 𝟐𝒕 (𝒖 𝒕 − 𝝅 − 𝒖(𝒕 − 𝟑𝝅)) 𝑢(𝑡)𝑢(𝑡 − 𝜋)𝒕𝒖 𝒕 − 𝝅 𝒔𝒊𝒏(𝒕) 𝟏 − 𝒖(𝒕 − 𝝅)
  • 4.
    1. Tunjukkan bahwa ℒ𝑢0 𝑡 = 1 𝑠 untuk 𝑠 > 0 2. Tunjukkan bahwa ℒ 𝑢 𝑎 𝑡 = 𝑒−𝑎𝑠 𝑠 , 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑠 > 0 𝑑𝑎𝑛 𝑎 > 0 Contoh soal (1)
  • 5.
    PROPOSISI 2 (Translasisepanjang sumbu-𝑡) Jika 𝐹 𝑠 = ℒ(𝑓(𝑡)) untuk 𝑠 > 𝑐, maka ℒ 𝑢 𝑡 − 𝑎 𝑓 𝑡 − 𝑎 = 𝑒−𝑎𝑠 𝐹 𝑠 , untuk 𝑠 > 𝑐 + 𝑎 BUKTI : 𝑒−𝑎𝑠 𝐹 𝑠 = 𝑒−𝑎𝑠 0 ∞ 𝑒−𝑠𝑡 𝑓 𝑡 𝑑𝑡 = 0 ∞ 𝑒−𝑠 𝑡+𝑎 𝑓(𝑡) 𝑑𝑡 Substitusi 𝜏 = 𝑡 + 𝑎 menghasilkan 𝑒−𝑎𝑠 𝐹 𝑠 = 𝑎 ∞ 𝑒−𝑠𝜏 𝑓 𝜏 − 𝑎 𝑑𝜏 = 𝑎 ∞ 𝑒−𝑠𝜏 𝑢(𝜏 − 𝑎)𝑓 𝜏 − 𝑎 𝑑𝜏
  • 6.
    LATIHAN SOAL 1. Tentukanℒ−1 𝑒−𝑎𝑠 𝑠3 ! 2. Tentukan ℒ{𝑔(𝑡)} jika diketahui 𝑔 𝑡 = 0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 < 3 𝑡2, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≥ 3 3. Tunjukkan bahwa jika 𝑓 𝑡 = cos 2𝑡, 𝑗𝑖𝑘𝑎 0 ≤ 𝑡 < 2𝜋 0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≥ 2𝜋 maka 𝐹 𝑠 = 𝑠(1−𝑒−2𝜋𝑠) 𝑠2+4 4. Sebuah sistem yang terdiri dari pegas (𝑘 = 4 𝑙𝑏/𝑓𝑡) dan massa (𝑚 = 32 𝑙𝑏) mula-mula berada dalam kondisi diam. Pada saat awal 𝑡 = 0, massa dikenai gaya luar sebesar 𝑓 𝑡 = cos 2𝑡 dan pada 𝑡 = 2𝜋 gaya seketika dihentikan. Jika 𝑥(𝑡) menyatakan simpangan massa dari posisi setimbang saat 𝑡, tentukan 𝑥(𝑡). Bagaimanakah gerak sistem untuk 𝑡 → ∞?
  • 7.
    TEOREMA 3 :(Translasi sepanjang sumbu-𝑠) Jika 𝐹 𝑠 = ℒ{𝑓(𝑡)} untuk 𝑠 > 𝑐, maka ℒ 𝑒 𝑎𝑡 𝑓 𝑡 = 𝐹(𝑠 − 𝑎), untuk 𝑠 > 𝑎 + 𝑐 Dengan menggunakan teorema di atas diperoleh rumus berikut 1. ℒ 𝑒 𝑎𝑡 𝑡 𝑛 = 𝑛! (𝑠−𝑎) 𝑛+1 , 𝑠 > 𝑎 2. ℒ 𝑒 𝑎𝑡 cos 𝑘𝑡 = 𝑠−𝑎 (𝑠−𝑎)2+𝑘2 , 𝑠 > 𝑎 3. ℒ 𝑒 𝑎𝑡 sin 𝑘𝑡 = 𝑘 (𝑠−𝑎)2+𝑘2 , 𝑠 > 𝑎
  • 8.
    CONTOH SOAL Tunjukkan bahwa 1.ℒ−1 3𝑠+19 𝑠2+6𝑠+34 = 3𝑒−3𝑡 cos 5𝑡 + 2𝑒−3𝑡 sin 5𝑡 2. ℒ−1 𝑠2+1 𝑠3−2𝑠2−8𝑠 = − 1 8 + 5 12 𝑒−2𝑡 + 17 24 𝑒4𝑡
  • 9.
    LATIHAN SOAL 1. Tentukantransformasi Laplace dari fungsi berikut a. 𝑢1 𝑡 + 2𝑢3 𝑡 − 6𝑢4(𝑡) b. 𝑡4 𝑒 𝜋𝑡 c. 𝑡3/2 𝑒−4𝑡 d. 𝑒−2𝑡 sin 3𝜋𝑡 e. 𝑒−𝑡/2 cos 2(𝑡 − 𝜋/4) 2. Tentukan invers transformasi Laplace dari fungsi berikut a. 2 𝑠𝑒3𝑠 b. 3𝑠+5 𝑠2−6𝑠+25 c. 𝑠2−2𝑠 𝑠4+5𝑠2+4 3. Tentukan solusi masalah nilai awal berikut a. 𝑥′′ + 6𝑥′ + 25𝑥 = 0, 𝑥 0 = 2, 𝑥′ 0 = 3 b. 𝑥′′ + 4𝑥′ + 8𝑥 = 𝑒−𝑡 , 𝑥 0 = 𝑥′ 0 = 0 c. 𝑥′′ + 6𝑥′ + 18𝑥 = cos 2𝑡 , 𝑥 0 = 1, 𝑥′ 0 = −1
  • 10.
    Perkalian, turunan, danintegral dari transformasi DEFINISI 4 . Konvolusi dari fungsi f dan g yang kontinu bagian demi bagian, didefinisikan sebagai 𝑓 ∗ 𝑔 𝑡 = 0 𝑡 𝑓 𝜏 𝑔 𝑡 − 𝜏 𝑑𝜏 , 𝑡 ≥ 0 PROPOSISI 5. Beberapa sifat konvolusi yakni 1. 𝑓 ∗ 𝑔 = 𝑔 ∗ 𝑓 2. 𝑓 ∗ 𝑔1 + 𝑔2 = 𝑓 ∗ 𝑔1 + 𝑓 ∗ 𝑔2 3. 𝑓 ∗ 𝑔 ∗ ℎ = 𝑓 ∗ 𝑔 ∗ ℎ 4. 𝑓 ∗ 0 = 0 ∗ 𝑓 = 0
  • 11.
    PROPOSISI 6. (TransformasiLamplace dari Konvolusi) ℒ 𝑓 𝑡 ∗ 𝑔 𝑡 = ℒ 𝑓 𝑡 ℒ 𝑔 𝑡 ⟺ ℒ−1 𝐹 𝑠 𝐺 𝑠 = 𝑓 𝑡 ∗ 𝑔(𝑡) PROPOSISI 7. (Diferensial dari transformasi) ℒ 𝑡𝑓 𝑡 = −𝐹′(𝑠) ⟺ 𝑡𝑓 𝑡 = −ℒ−1{𝐹′ 𝑠)} Jika sifat pada Proposisi 7 diterapkan berulang-ulang akan diperoleh ℒ 𝑡 𝑛 𝑓 𝑡 = −1 𝑛 𝐹 𝑛 (𝑠), untuk 𝑛 = 1,2,3, …
  • 12.
    PROPOSISI 8. (Integraldari transformasi) Jika lim 𝑡→0 𝑓(𝑡) 𝑡 ada dan transformasi Laplace dari 𝑓(𝑡) ada untuk 𝑠 > 𝑐, maka ℒ 𝑓(𝑡) 𝑡 = 0 ∞ 𝐹(𝜎) 𝑑𝜎, untuk 𝑠 > 𝑐
  • 13.
    LATIHAN SOAL 1. Tunjukkanbahwa a. ℒ 𝑡 cos 𝑘𝑡 = 𝑠2−𝑘2 (𝑠2+𝑘2)2 c. ℒ−1 1 (𝑠2+𝑘2)2 = 1 2𝑘3 sin 𝑘𝑡 − 𝑘𝑡 cos 𝑘𝑡 b. ℒ 𝑡 sinh 𝑘𝑡 = 2𝑘𝑠 (𝑠2−𝑘2)2 2. Buktikan ℒ 𝑡 sinh 𝑡 = 2𝑠 (𝑠2−1)2 dan ℒ sin 𝑡 𝑡 = arctan 1 𝑠 ! 3. Tentukan invers transformasi Laplace dari a. 𝑒−𝜋𝑠 𝑠2+1 b. 𝐹 𝑠 = 𝑒−𝑠−𝑒−3𝑠 𝑠2 c. 𝐹 𝑠 = 𝑠𝑒−𝑠 𝑠2+𝜋2
  • 14.
    4. Tentukan transformasiLaplace dari a. 𝑓 𝑡 = 2, 𝑗𝑖𝑘𝑎 0 ≤ 𝑡 < 3 0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≥ 3 b. 𝑓 𝑡 = sin 𝑡, 𝑗𝑖𝑘𝑎 0 ≤ 𝑡 < 3𝜋 0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≥ 3𝜋 c. 𝑓 𝑡 = cos 𝜋𝑡 2 , 𝑗𝑖𝑘𝑎 3 ≤ 𝑡 ≤ 5 0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 < 3 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑡 > 5 5. Hitunglah ℒ−1 ln 𝑠+1 𝑠 dengan menggunakan rumus diferensial dan rumus integral dari transformasi !
  • 15.
    Gaya luar berupafungsi periodik PROPOSISI 9. (Transformasi dari fungsi periodik) Misalkan f(t) fungsi periodic dengan periode 𝑝 dan kontinu bagian demi bagian untuk 𝑡 ≥ 0, maka transformasi 𝐹(𝑠) ada dan rumusannya 𝐹 𝑠 = 1 1 − 𝑒−𝑝𝑠 0 𝑝 𝑒−𝑠𝑡 𝑓(𝑡) 𝑑𝑡, 𝑠 > 0
  • 16.
    Perhatikan fungsi gelombangpersegi berperiode 2𝑎 dengan formula 𝑓 𝑡 = (−1) 𝑡/𝑎 Transformasi Laplace dari fungsi f(t) tersebut diperoleh menggunakan rumus transformasi fungsi periodik, sebagai berikut 𝐹 𝑠 = 1 1 − 𝑒−2𝑎𝑠 0 2𝑎 𝑒−𝑠𝑡 𝑓(𝑡) 𝑑𝑡 = 1 1 − 𝑒−2𝑎𝑠 0 𝑎 𝑒−𝑠𝑡 𝑓(𝑡) 𝑑𝑡 + 𝑎 2𝑎 −1 𝑒−𝑠𝑡 𝑑𝑡 = 1 1 − 𝑒−2𝑎𝑠 − 1 𝑠 𝑒−𝑠𝑡 0 𝑎 − − 1 𝑠 𝑒−𝑠𝑡 𝑎 2𝑎 = 1 − 𝑒−𝑎𝑠 𝑠(1 + 𝑒−𝑎𝑠) = 1 𝑠 tanh 𝑎𝑠 2 𝑓 𝑡 = (−1) 𝑡/2
  • 17.
    Perhatikan fungsi gelombangsegitiga g(t) seperti pada gambar berikut. Jelas bahwa 𝑔′(𝑡) tak lain adalah fungsi gelombang persegi f(t), sehingga kita dapat memanfaatkan sifat transformasi dari turunan , ℒ 𝑔′ 𝑡 = 𝑠𝐺 𝑠 − 𝑔 0 1 𝑠 tanh 𝑎𝑠 2 = 𝑠𝐺 𝑠 − 0 𝐺 𝑠 = 1 𝑠2 tanh 𝑎𝑠 2
  • 18.
    CONTOH SOAL Tentukan transformasiLaplace dari fungsi berikut
  • 19.
    IMPULS Andaikan gaya 𝑓(𝑡)bekerja hanya untuk selang waktu yang singkat, misal 𝑎 ≤ 𝑡 ≤ 𝑏 dan 𝑓 𝑡 = 0 di luar selang itu. Contoh khan dari masalah tersebut adalah : lemparan bola pada tembok, kejut voltase listrik pada pasien dan lain sebagainya. Dalam situasi itu, pengaruh dari gaya tersebut lebih tepat diwakili oleh nilai dari integralnya 𝑝 = 𝑎 𝑏 𝑓(𝑡) 𝑑𝑡 dibanding dengan fungsi 𝑓(𝑡) itu sendiri. Nilai 𝑝 dari integral di atas disebut 𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙𝑠 dari gaya 𝑓(𝑡) pada selang waktu [𝑎, 𝑏].
  • 20.
    Delta Dirac Suatu gayadengan impuls 1 bekerja selama waktu 𝜀, gaya tersebut dapat diformulasikan sebagai 𝑑 𝑎,𝜀 = 1 𝜀 , 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑎 − 𝜀 2 ≤ 𝑡 < 𝑎 + 𝜀 2 0, 𝑡 𝑙𝑎𝑖𝑛𝑛𝑦𝑎 Untuk 𝑎 > 0 dan 𝜀 > 0. Jelas bahwa impuls dari 𝑑 𝑎,𝜀(𝑡) adalah 1. Selanjutnya, delta Dirac diperkenalkan sebagai limit dari 𝑑 𝑎,𝜀(t) atau 𝛿 𝑎(𝑡) ≡ lim 𝜀→0 𝑑 𝑎,𝜀(𝑡) Jelas bahwa impuls dari 𝛿 𝑎 𝑡 tetap bernilai 1, atau 0 ∞ 𝛿 𝑎 𝑡 𝑑𝑡 = 1 Dengan demikian fungsi delta Dirac bernilai 0 untuk 𝑡 ≠ 𝑎 dan bernilai +∞ untuk 𝑡 = 𝑎, atau 𝛿 𝑎 𝑡 = +∞, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 = 𝑎 0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑡 ≠ 𝑎
  • 21.
    PROPOSISI 10. Jika𝑎 ∈ [0, ∞), maka 0 ∞ 𝑔 𝑡 𝛿 𝑎 𝑡 𝑑𝑡 = 𝑔(𝑎) Transformasi Laplace dari delta Dirac langsung dapat diperoleh dengan menerapkan Proposisi 10, sehingga diperoleh ℒ 𝛿 𝑎 𝑡 = 𝑒−𝑎𝑠, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑎 ≥ 0 Notasi lain bagi fungsi delta Dirac : 𝛿 𝑡 = 𝛿0(𝑡), 𝛿 𝑡 − 𝑎 = 𝛿 𝑎(𝑡) Jadi, ℒ 𝛿 𝑡 = 1.
  • 22.
    Implementasi Sebuah system pegas-massayang terdiri dari pegas 𝑘 = 4 dan massa 𝑚 = 1. Saat awal, massa dilepaskan dari posisi 𝑥 0 = 3 dan mulai bergerak. Saat 𝑡 = 2𝜋 massa dipukul palu dengan impuls 𝑝 = 8. Gerakan massa pada sistem tersebut diberikan oleh solusi masalah nilai awal 𝑥′′ + 4𝑥 = 8𝛿2𝜋 𝑡 , 𝑥 0 = 3, 𝑥′ 0 = 0 Transformasi Laplace dari masalah nilai awal tersebut menghasilkan 𝑠2 𝑋 𝑠 − 3𝑠 + 4𝑋 𝑠 = 8𝑒−2𝜋𝑠 𝑋 𝑠 = 3𝑠 𝑠2 + 4 + 8𝑒−2𝜋𝑠 𝑠2 + 4 Penerapan invers transformasi Laplace menghasilkan 𝑥 𝑡 = 3 cos 2𝑡 + 4𝑢 𝑡 − 2𝜋 sin 2(𝑡 − 2𝜋) atau 𝑥 𝑡 = 3 cos 2𝑡 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 0 ≤ 𝑡 < 2𝜋 3 cos 2𝑡 + 4 sin 2𝑡 , 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡 ≥ 2
  • 23.
    Latihan Soal 1. Buktikanbahwa solusi dari kedua masalah nilai awal berikut adalah sama a. 𝑚𝑥′′ + 𝑘𝑥 = 0, 𝑥(0) = 0, 𝑥′(0) = 𝑣0 b. 𝑚𝑥′′ + 𝑘𝑥 = 𝑚𝑣0 𝛿 𝑡 , 𝑥 0 = 0, 𝑥′ 0 = 0 2. Tentukan solusi masalah nilai awal berikur dan amati gerakan massa setelah waktu cukup lama a. 𝑥′′ + 4𝑥 = 𝛿 𝑡 + 𝛿 𝑡 − 𝜋 , 𝑥 0 = 𝑥′ 0 = 0 b. 𝑥′′ + 9𝑥 = 𝛿 𝑡 − 3𝜋 + cos 3𝑡 , 𝑥 0 = 𝑥′ 0 = 0 c. 𝑥′′ + 2𝑥′ + 𝑥 = 𝑡 + 𝛿 𝑡 , 𝑥 0 = 0, 𝑥′ 0 = 1