TEKNIK NEGOSIASI &
MEDIASI
(Condensed)
Bambang Supriyanto
Cer tified Mediator & Coach - PMN

Pelatihan HIK Lini-Serikat Pekerja
BPMIGAS & KKKS

Jakarta, 2-4 April 2008

1
TEKNIK
TEKNIK
NEGOSIASI
NEGOSIASI
Harvard Business Essentials

2
Persiapan Negosiasi (1)
• Good preparation is essential in
negotiation. A poorly prepared
negotiator demonstrates sooner or
later that she/he does not know what
she/he is talking about
(Jean-M Hiltrop & Sheila Udall, “The Essence of Negotiation”)

3
Persiapan Negosiasi (2)
• Apapun bentuk atau jenis
negosiasi yang akan
dilakukan, persiapan yang
maksimal merupakan
syarat utama keberhasilan
negosiasi
• Five P’s: Poor Preparation
Preparing Poor
Performance
• Preparation does take
time-but it probably saves
more time than it takes
4
Negosiasi – Daily Affairs (1)
• Negosiasi merupakan fenomena keseharian
setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat
• Dalam dunia bisnis, secara individu, semakin
tinggi jabatan dan semakin luas lingkup
tanggung jawab seseorang semakin sering
negosiasi dilakukan
• Negosiasi tentang: bisnis, dead line selesainya
pekerjaan, pembagian peran dalam team work,
penyelesaian perselisihan hubungan industrial:
pemutusan hubungan kerja, pembuatan
perjanjian kerja bersama, rekrutmen, mutasi
5
Negosiasi – Daily Affairs (2)
• Kenyataannya, tidak banyak
individu, management, atau
pengurus organisasi yang
menguasai dengan baik teknik
negosiasi
• Perbedaan pendapat karena
perbedaan kepentingan sering
diselesaikan dengan cara yang
menjurus pada paksaan, saling
menyalahkan, bahkan sampai
terjadi konflik/perselisihan
• Negosiasi sering hanya sebagai
formalitas untuk berlanjut ke
tahap penyelesaian sengketa
berikutnya
6
Kapan Negosiasi Tidak Perlu Dilakukan ?
Bila salah satu atau para pihak:
1. Tidak mempunyai kewenangan memutuskan
2. Mempunyai power sangat kuat untuk memaksakan
kehendak*
3. Tidak ada waktu cukup untuk mempersiapkan
negosiasi
4. Tidak bersedia melakukan gain-gain solution atau
sharing the pain
5. Tidak mengetahui teknik bernegosiasi
* If you are at an antique store to buy a silver George IV tea set worth thousands
of dollars and all you have is one hundred-dollar bill, you should not expect
skillful negotiation to overcome a difference
7
Kasus Laura dan Bill (1)
• Laura, anak buah Bill perlu ketemu dengan Bill untuk
membicarakan permintaan Laura mengambil LWOP 6
bulan.
• Pada saat pertemuan, Laura sudah siap dengan jadwal
LWOP yang ia kehendaki, Laura sudah check dengan
HR tentang LWOP Policy, Laura juga sudah siap bila
Bill menanyakan siapa penggantinya, bagaimana
dengan dead line project yang masih under process.
• Laura bahkan sudah siap pada keadaan terburuk bila
Bill tidak menyetujui.
• Pikiran Bill terfokus pada ketentuan dalam Company
Policy. LWOP hanya maksimal 1 (satu) bulan
• Karena Bill tidak mau kehilangan Laura, tiada pilihan
lain bagi Bill. Akhirnya Bill terpaksa menyetujui
kemauan Laura
8
Jenis Negosasi (Materi Negosiasi)

Position based

Interest based

9
Position Based vs Interest Based
• Negotiation for a Position: saya
harus menjadi Production
Manager dalam waktu paling
lambat 5 tahun dari saat ini
• Negotiation for an Interest:
anda menghendaki karier anda
meningkat dan menjalankan
tugas yang lebih menantang
dalam waktu paling lambat 5
tahun dari saat ini
• Kasus “Buah Jeruk”
10
Pikirkan Tentang Interest (1)
• Membuat daftar berisikan interest kita
sendiri: perlu
• Mencoba memahami interest pihak lain:
juga perlu
• Membuat inventory tentang interest kita
dan kemungkinan interest pihak lain
secara semaksimal mungkin akurat akan
sangat membantu untuk dapat
memunculkan opsi-opsi untuk suksesnya
negosiasi
11
Pikirkan Tentang Interest (2)
Interets
• Banyak negosiasi dengan tuntutan
positional dapat diselesaikan setelah para
pihak dapat mengembangkan negosiasi
berdasarkan interest masing-masing
pihak.
• Semakin banyak alternatif interest yang
disiapkan oleh masing-masing pihak, lebih
dimungkinkan mereka menyukseskan
negosiasi
12
Jenis Negosiasi (Perolehan Para Pihak)

DISTRIBUTIVE
apa yang didapatkan
pihak yang satu merupakan
pengeluaran bagi pihak lain

NEGOTIATION

INTEGRATIVE
kedua pihak bekerja sama
secara maksimal dengan
memadukan kepentingan
mereka dalam kesepakatan

13
Distributive Negotiation
• Target si penjual mendapatkan
harga setinggi mungkin. Target
pembeli sebaliknya.
• Masing-masing pihak dengan
secara ketat berkompetisi untuk
mendapatkan yang terbanyak.
Ada tarik tambang di sini.
• Dapat disebut sebagai gain-loose
negotiation
• Relationship dan reputasi tidak
menjadi soal
• Penawaran pertama akan sangat
menentukan dalam proses
negosiasi selanjutnya
14
Integrative Negotiation
• Kedua pihak bersama-sama
untuk mendapatkan manfaat
maksimal dengan memadukan
kepentingan masing-masing
• Masing-masing pihak berusaha
untuk mengemukakan creative
options untuk mendapatkan
manfaat bersama
• Perlu adanya sharing informasi di
antara kedua pihak untuk
membuka peluang kemungkinan
membuat deal yang saling
menguntungkan
• Negosiasi model ini
menghasilkan gain-gain solution

gap
15
Elemen Kunci Dalam Negosiasi
• BATNA (best alternative to a negotiated
agreement)
• Reservation price
• ZOPA (zone of possible agreement)
• Value creation through trades
(Harvard Business Essentials)

16
B.A.T.N.A
BATNA
(Best Alternative to a Negotiated
Agreement)
Roger Fisher & William Ury – Harvard Negotiation Project

17
BATNA (1)
• BATNA= Best alternative to a
negotiated agreement
• Mengetahui BATNA anda, berarti
mengetahui tentang apa yang anda
lakukan, konsekuensi apa yang akan
terjadi pada anda bila negosiasi gagal
mencapai kesepakatan
18
BATNA (2)
Seandainya
negosiasi ini gagal,
kemungkinan apa
yang akan terjadi
terhadap saya ?

Seandainya
negosiasi
Seandainyaini gagal,
kemungkinan apa
negosiasi ini gagal,
yang akan terjadi
kemungkinan apa
terhadap terjadi
yang akan saya ?
terhadap saya ?

19
BATNA (3)
A:

Jadwal kerja 14-14, tanpa cuti

P:

Jadwal kerja 14-14, cuti tetap ada

Q
A

D

P

C

R

Labor union

Company

B

A;P
Posisi yang dikehendaki, saat mulai negosiasi
B,C,D dan Q,R
Hal yang akan terjadi bila negosiasi gagal (BATNA)
20
Trading-Off
• Dalam perundingan negosiasi

Perjanjian Kerja Bersama antara
Pengusaha dengan Serikat Pekerja
• Dilakukan trading off atas
kepentingan kedua pihak

21
Trading Off
TUNTUTAN SP

KEHENDAK
PENGUSAHA

Maksimum pesangon dari 2 X
Upah, dinaikkan menjadi
maksimum 2.5 X Upah

Jadwal kerja di field 14-14
dengan tanpa hari cuti

Kenaikan Upah tahun 2008
sebesar 20%

Restructuring C & B

Diberikan bonus produksi 2 X Medical coverage
upah (saat ini 1 X upah)
diasuransikan
Offshore Allowance naikkan
20%

Crew change transport
dirubah pesawat ke jalan
darat

Bonus ulang tahun dinas
sebesar 2 X Upah (saat ini
non cash)

Pembatasan fasilitas
handphone
22
TIGA (3) LANGKAH NEGOSIASI
TIGA (3) LANGKAH NEGOSIASI
(Harvard Business Essentials)
(Harvard Business Essentials)

23
Langkah Kesatu
• What would be a good
outcome for me and for
the other side ?
• Pikirkan hasil terbaik bagi
anda dan pihak lain
• Negosiasi akan mudah
menemui kegagalan bila
masing-masing pihak
hanya berfikir tentang
apa yang ia kehendaki.
24
Langkah Kedua
• Identify potential value
creation opportunities
• Usahakan untuk
menemukan kemungkinankemungkinan untuk
menciptakan kreativitas
• Negosiasi yang hanya
terfokus terhadap
bagaimana cara
mendapatkan apa yang
dikehendaki hanya akan
menghasilkan kegagalan
25
Kasus Laura dan Bill (2)
Permasalahan Laura (sesungguhnya):
Laura perlu waktu khusus buat anaknya, Steve (15 th).
Prestasi Steve di sekolah memburuk. Laura perlu
memberikan perhatian/pendampingan khusus dalam saat
Steve menghadapi ujian akhir. Suami Laura sebagai
Marketing Manager sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Setiap hari kerja Laura tiba di rumah sekitar jam 20:00.
Seandainya Bill menyiapkan diri dengan baik sebelum
melakukan dengan Laura, Bill bisa menciptakan kreativitas
untuk mendapatkan berbagai opsi untuk mengatur jadwal
kerja Laura ………

26
Langkah Ketiga
• Identify your BATNA and
Reservation Price. Do the
same for the other side.
• Perkirakan BATNA anda
dan Harga Terakhir.
Lakukan hal yang sama
untuk pihak lain.
• Perkirakan BATNA secara
lebih realistis baik terhadap
diri sendiri maupun pihak
lain

BATNA
BATNA
Apa yang akan terjadi bila
Apa yang akan terjadi bila
negosiasi gagal mencapai
negosiasi gagal mencapai
Kesepakatan ?
Kesepakatan ?
Reservation Price
Reservation Price
suatu harga merupakan
suatu harga --merupakan
batas akhir yang tidak
batas akhir yang tidak
dapat dirubah/ diturunkan
dapat dirubah/ diturunkan
lagi
lagi

27
Kasus Perundingan PKB
Proposal Pengusaha:
Medical coverage dirubah menjadi outsourced,
dilaksanakan oleh asuransi, dengan konsekuensi
ada batas maksimal coverage untuk rawat inap
dan rawat jalan
BATNA
Saya ….

BATNA
Saya ……

28
TEKNIK
TEKNIK
MEDIASI
MEDIASI
Pusat Mediasi Nasional (PMN)

29
Tahapan Mediasi

Tahap pendefinisian masalah

Segitiga Mediasi
Persiapan
Sambutan mediator
Presentasi para pihak
Identifikasi kesepahaman
Mendefinisikan & mengagendakan masalah

Negosiasi Para Pihak
Pertemuan Terpisah (bila perlu)
Keputusan Para Pihak
Pencatatan Keputusan (Mediator)
Closing
Pembuatan Dokumen

Tahap penyelesaian masalah

Boulle, Mediation:
Principles, Process, Practice
(Bitterworths 1966)
30
Tahap Persiapan (1)
•
•
•
•
•

Persiapan pelaksanaan mediasi
Jadwal, tempat, jam
Para pihak yang akan hadir
Aturan tempat duduk
Mediator tunggal atau ada comediator

31
Sambutan Mediator (critical) (2)
•
•
•
•
•
•

Proses yang mendahului
sebelum para pihak berada di
ruang mediasi
Meyakinkan kembali manfaat
penyelesaian sengketa melalui
mediasi
Peran mediator (netral) dan
para pihak dalam mediasi
Penegasan, para pihak yang
membuat keputusan
Menyusun aturan dasar
mediasi (ground rule)
Mengkonfirmasi ulang atas
komitmen para pihak untuk
secara maksimal
menyelesaian sengketa melalui
mediasi
32
Presentasi Para Pihak (3)
• Masing-masing pihak diberi kesempatan untuk
menjelaskan permasalahannya kepada mediator
• Tujuan presentasi: untuk mengkonfirmasi apa
yang menjadi permasalahan dan apa yang
diharapkan oleh masing-masing pihak
• Mediator mendengarkan dengan seksama, dan
melakukan “reframing” pernyataan-pernyataan
para pihak yang terlalu keras, tidak akurat, tidak
relevan, tidak jelas, tidak konkrit
• Waspadai bila terjadi pertengkaran dalam
presentasi ini. Mediator harus mampu
mengendalikan suasana (tetap under control)
33
Identifikasi Kesepahaman (4)
• Meski ada perbedaan/persengketaan,
para pihak mempunyai sejumlah
kesamaan
• Mediator menggali points yang merupakan
kesamaan tujuan para pihak
• Memunculkan kesamaan para pihak
merupakan bagian awal untuk meyakinkan
mereka bahwa mereka bisa mencapai
kesepakatan
34
Mendefinisikan dan Mengagendakan
Masalah (5)
• Dari presentasi para pihak, didefinisikan
masalah oleh Mediator
• Pendefinisian masalah harus dikonfirmasikan ke
pihak ybs
• Diurutkan masalah (mudah ke sulit atau sulit ke
mudah)
• Urutan masalah menjadi agenda yang disepakati
untuk diselesaikan satu persatu

35
Negosiasi Para Pihak dan
Pengambilan Keputusan (6)
• Bagian dari proses mediasi yang memerlukan waktu
paling banyak
• Model klasik (Directing the Traffic), mediator
berperan menjaga urutan agenda, mencatat
kesepemahaman, reframe, meringkas, dan
mengintervensi bila perlu, melancarkan proses
bargaining
• Model lain (Driving the Bus), mediator mengatur arah
pembicaraan (sekaligus menjadi moderator), terlibat
langsung tanya jawab dengan para pihak untuk
klarifikasi, mengarahkan (allignment) ke
penyelesaian
36
Kaukus (Pertemuan Terpisah) (7)
•

•

Bila negosiasi para pihak mulai alot
(tough), Mediator perlu melakukan
kaukus – pertemuan dengan masingmasing pihak tanpa hadirnya pihak lain
Tujuan kaukus:
– Membantu mengeksplorasi opsi-opsi
menuju pada kesepakatan, tampilkan
interest based negotiation
– Reality check (membuat ybs tidak
terlalu confident)
– Mengingatkan pada komitmen semula
(gain-gain, sharing the pain,
maksimalkan usaha untuk capai
kesepakatan)
– Mengingatkan konsekuensi bila mediasi
gagal

37
Negosiasi Tahap Akhir (Pembuatan
Keputusan Bersama) (8)
• Setelah kaukus dianggap cukup, mediasi
dibuka lagi
• Negosiasi tahap akhir dilaksanakan, bila
perlu mediator lebih aktif “mengarahkan”
• Yakinkan bahwa semua permasalahan
sudah dibicarakan
• Banyak kemungkinan terjadi tentang
kesepakatan para pihak

38
Pencatatan Keputusan Para Pihak
Dua cara:
A. Hanya pokok-pokok
kesepakatan yang ditulis,
semacam perjanjian awal yang
kemudian akan disempurnakan
dalam perjanjian yang lebih
lengkap formatnya dengan
bantuan lawyer, bila perlu.
B. Kerangka perjanjian sudah
disiapkan sebelumnya, pokokpokok kesepakatan tinggal
dimasukkan sesuai
kesepakatan yang dicapai.
Langsung jadi pada saat
selesainya mediasi
39
Reframing
Statement Pihak

Reframed Oleh Mediator

Perusahaan hanya memikirkan
kepentingannya sendiri

Perusahaan perlu juga
memperhatikan kesulitan pekerja ?

Bila terpaksa, kami akan
melakukan mogok kerja

Mogok kerja hanya akan dilakukan
setelah upaya maksimal dalam
negosiasi tidak mencapai
kesepakatan ? (negosiasi buntu)

Kami berikan dead line 3 bulan
sejak dari sekarang

Pihak anda memerlukan kepastian
waktu ?

Pembicaraan kita rasanya hanya
berputar-putar dan tidak ada
kemajuan

Coba kita lebih fokus pada
permasalahan yang kita
agendakan
40
sekian

Bambang Supriyanto
Sr.Consultant/ Sr Trainer Industrial Relations
Certified Mediator – Pusat Mediasi Nasonal
0816 1880 613
bambang.supriyanto@atmajaya.ac.id
41

Teknik negosiasi & mediasi

  • 1.
    TEKNIK NEGOSIASI & MEDIASI (Condensed) BambangSupriyanto Cer tified Mediator & Coach - PMN Pelatihan HIK Lini-Serikat Pekerja BPMIGAS & KKKS Jakarta, 2-4 April 2008 1
  • 2.
  • 3.
    Persiapan Negosiasi (1) •Good preparation is essential in negotiation. A poorly prepared negotiator demonstrates sooner or later that she/he does not know what she/he is talking about (Jean-M Hiltrop & Sheila Udall, “The Essence of Negotiation”) 3
  • 4.
    Persiapan Negosiasi (2) •Apapun bentuk atau jenis negosiasi yang akan dilakukan, persiapan yang maksimal merupakan syarat utama keberhasilan negosiasi • Five P’s: Poor Preparation Preparing Poor Performance • Preparation does take time-but it probably saves more time than it takes 4
  • 5.
    Negosiasi – DailyAffairs (1) • Negosiasi merupakan fenomena keseharian setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat • Dalam dunia bisnis, secara individu, semakin tinggi jabatan dan semakin luas lingkup tanggung jawab seseorang semakin sering negosiasi dilakukan • Negosiasi tentang: bisnis, dead line selesainya pekerjaan, pembagian peran dalam team work, penyelesaian perselisihan hubungan industrial: pemutusan hubungan kerja, pembuatan perjanjian kerja bersama, rekrutmen, mutasi 5
  • 6.
    Negosiasi – DailyAffairs (2) • Kenyataannya, tidak banyak individu, management, atau pengurus organisasi yang menguasai dengan baik teknik negosiasi • Perbedaan pendapat karena perbedaan kepentingan sering diselesaikan dengan cara yang menjurus pada paksaan, saling menyalahkan, bahkan sampai terjadi konflik/perselisihan • Negosiasi sering hanya sebagai formalitas untuk berlanjut ke tahap penyelesaian sengketa berikutnya 6
  • 7.
    Kapan Negosiasi TidakPerlu Dilakukan ? Bila salah satu atau para pihak: 1. Tidak mempunyai kewenangan memutuskan 2. Mempunyai power sangat kuat untuk memaksakan kehendak* 3. Tidak ada waktu cukup untuk mempersiapkan negosiasi 4. Tidak bersedia melakukan gain-gain solution atau sharing the pain 5. Tidak mengetahui teknik bernegosiasi * If you are at an antique store to buy a silver George IV tea set worth thousands of dollars and all you have is one hundred-dollar bill, you should not expect skillful negotiation to overcome a difference 7
  • 8.
    Kasus Laura danBill (1) • Laura, anak buah Bill perlu ketemu dengan Bill untuk membicarakan permintaan Laura mengambil LWOP 6 bulan. • Pada saat pertemuan, Laura sudah siap dengan jadwal LWOP yang ia kehendaki, Laura sudah check dengan HR tentang LWOP Policy, Laura juga sudah siap bila Bill menanyakan siapa penggantinya, bagaimana dengan dead line project yang masih under process. • Laura bahkan sudah siap pada keadaan terburuk bila Bill tidak menyetujui. • Pikiran Bill terfokus pada ketentuan dalam Company Policy. LWOP hanya maksimal 1 (satu) bulan • Karena Bill tidak mau kehilangan Laura, tiada pilihan lain bagi Bill. Akhirnya Bill terpaksa menyetujui kemauan Laura 8
  • 9.
    Jenis Negosasi (MateriNegosiasi) Position based Interest based 9
  • 10.
    Position Based vsInterest Based • Negotiation for a Position: saya harus menjadi Production Manager dalam waktu paling lambat 5 tahun dari saat ini • Negotiation for an Interest: anda menghendaki karier anda meningkat dan menjalankan tugas yang lebih menantang dalam waktu paling lambat 5 tahun dari saat ini • Kasus “Buah Jeruk” 10
  • 11.
    Pikirkan Tentang Interest(1) • Membuat daftar berisikan interest kita sendiri: perlu • Mencoba memahami interest pihak lain: juga perlu • Membuat inventory tentang interest kita dan kemungkinan interest pihak lain secara semaksimal mungkin akurat akan sangat membantu untuk dapat memunculkan opsi-opsi untuk suksesnya negosiasi 11
  • 12.
    Pikirkan Tentang Interest(2) Interets • Banyak negosiasi dengan tuntutan positional dapat diselesaikan setelah para pihak dapat mengembangkan negosiasi berdasarkan interest masing-masing pihak. • Semakin banyak alternatif interest yang disiapkan oleh masing-masing pihak, lebih dimungkinkan mereka menyukseskan negosiasi 12
  • 13.
    Jenis Negosiasi (PerolehanPara Pihak) DISTRIBUTIVE apa yang didapatkan pihak yang satu merupakan pengeluaran bagi pihak lain NEGOTIATION INTEGRATIVE kedua pihak bekerja sama secara maksimal dengan memadukan kepentingan mereka dalam kesepakatan 13
  • 14.
    Distributive Negotiation • Targetsi penjual mendapatkan harga setinggi mungkin. Target pembeli sebaliknya. • Masing-masing pihak dengan secara ketat berkompetisi untuk mendapatkan yang terbanyak. Ada tarik tambang di sini. • Dapat disebut sebagai gain-loose negotiation • Relationship dan reputasi tidak menjadi soal • Penawaran pertama akan sangat menentukan dalam proses negosiasi selanjutnya 14
  • 15.
    Integrative Negotiation • Keduapihak bersama-sama untuk mendapatkan manfaat maksimal dengan memadukan kepentingan masing-masing • Masing-masing pihak berusaha untuk mengemukakan creative options untuk mendapatkan manfaat bersama • Perlu adanya sharing informasi di antara kedua pihak untuk membuka peluang kemungkinan membuat deal yang saling menguntungkan • Negosiasi model ini menghasilkan gain-gain solution gap 15
  • 16.
    Elemen Kunci DalamNegosiasi • BATNA (best alternative to a negotiated agreement) • Reservation price • ZOPA (zone of possible agreement) • Value creation through trades (Harvard Business Essentials) 16
  • 17.
    B.A.T.N.A BATNA (Best Alternative toa Negotiated Agreement) Roger Fisher & William Ury – Harvard Negotiation Project 17
  • 18.
    BATNA (1) • BATNA=Best alternative to a negotiated agreement • Mengetahui BATNA anda, berarti mengetahui tentang apa yang anda lakukan, konsekuensi apa yang akan terjadi pada anda bila negosiasi gagal mencapai kesepakatan 18
  • 19.
    BATNA (2) Seandainya negosiasi inigagal, kemungkinan apa yang akan terjadi terhadap saya ? Seandainya negosiasi Seandainyaini gagal, kemungkinan apa negosiasi ini gagal, yang akan terjadi kemungkinan apa terhadap terjadi yang akan saya ? terhadap saya ? 19
  • 20.
    BATNA (3) A: Jadwal kerja14-14, tanpa cuti P: Jadwal kerja 14-14, cuti tetap ada Q A D P C R Labor union Company B A;P Posisi yang dikehendaki, saat mulai negosiasi B,C,D dan Q,R Hal yang akan terjadi bila negosiasi gagal (BATNA) 20
  • 21.
    Trading-Off • Dalam perundingannegosiasi Perjanjian Kerja Bersama antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja • Dilakukan trading off atas kepentingan kedua pihak 21
  • 22.
    Trading Off TUNTUTAN SP KEHENDAK PENGUSAHA Maksimumpesangon dari 2 X Upah, dinaikkan menjadi maksimum 2.5 X Upah Jadwal kerja di field 14-14 dengan tanpa hari cuti Kenaikan Upah tahun 2008 sebesar 20% Restructuring C & B Diberikan bonus produksi 2 X Medical coverage upah (saat ini 1 X upah) diasuransikan Offshore Allowance naikkan 20% Crew change transport dirubah pesawat ke jalan darat Bonus ulang tahun dinas sebesar 2 X Upah (saat ini non cash) Pembatasan fasilitas handphone 22
  • 23.
    TIGA (3) LANGKAHNEGOSIASI TIGA (3) LANGKAH NEGOSIASI (Harvard Business Essentials) (Harvard Business Essentials) 23
  • 24.
    Langkah Kesatu • Whatwould be a good outcome for me and for the other side ? • Pikirkan hasil terbaik bagi anda dan pihak lain • Negosiasi akan mudah menemui kegagalan bila masing-masing pihak hanya berfikir tentang apa yang ia kehendaki. 24
  • 25.
    Langkah Kedua • Identifypotential value creation opportunities • Usahakan untuk menemukan kemungkinankemungkinan untuk menciptakan kreativitas • Negosiasi yang hanya terfokus terhadap bagaimana cara mendapatkan apa yang dikehendaki hanya akan menghasilkan kegagalan 25
  • 26.
    Kasus Laura danBill (2) Permasalahan Laura (sesungguhnya): Laura perlu waktu khusus buat anaknya, Steve (15 th). Prestasi Steve di sekolah memburuk. Laura perlu memberikan perhatian/pendampingan khusus dalam saat Steve menghadapi ujian akhir. Suami Laura sebagai Marketing Manager sangat sibuk dengan pekerjaannya. Setiap hari kerja Laura tiba di rumah sekitar jam 20:00. Seandainya Bill menyiapkan diri dengan baik sebelum melakukan dengan Laura, Bill bisa menciptakan kreativitas untuk mendapatkan berbagai opsi untuk mengatur jadwal kerja Laura ……… 26
  • 27.
    Langkah Ketiga • Identifyyour BATNA and Reservation Price. Do the same for the other side. • Perkirakan BATNA anda dan Harga Terakhir. Lakukan hal yang sama untuk pihak lain. • Perkirakan BATNA secara lebih realistis baik terhadap diri sendiri maupun pihak lain BATNA BATNA Apa yang akan terjadi bila Apa yang akan terjadi bila negosiasi gagal mencapai negosiasi gagal mencapai Kesepakatan ? Kesepakatan ? Reservation Price Reservation Price suatu harga merupakan suatu harga --merupakan batas akhir yang tidak batas akhir yang tidak dapat dirubah/ diturunkan dapat dirubah/ diturunkan lagi lagi 27
  • 28.
    Kasus Perundingan PKB ProposalPengusaha: Medical coverage dirubah menjadi outsourced, dilaksanakan oleh asuransi, dengan konsekuensi ada batas maksimal coverage untuk rawat inap dan rawat jalan BATNA Saya …. BATNA Saya …… 28
  • 29.
  • 30.
    Tahapan Mediasi Tahap pendefinisianmasalah Segitiga Mediasi Persiapan Sambutan mediator Presentasi para pihak Identifikasi kesepahaman Mendefinisikan & mengagendakan masalah Negosiasi Para Pihak Pertemuan Terpisah (bila perlu) Keputusan Para Pihak Pencatatan Keputusan (Mediator) Closing Pembuatan Dokumen Tahap penyelesaian masalah Boulle, Mediation: Principles, Process, Practice (Bitterworths 1966) 30
  • 31.
    Tahap Persiapan (1) • • • • • Persiapanpelaksanaan mediasi Jadwal, tempat, jam Para pihak yang akan hadir Aturan tempat duduk Mediator tunggal atau ada comediator 31
  • 32.
    Sambutan Mediator (critical)(2) • • • • • • Proses yang mendahului sebelum para pihak berada di ruang mediasi Meyakinkan kembali manfaat penyelesaian sengketa melalui mediasi Peran mediator (netral) dan para pihak dalam mediasi Penegasan, para pihak yang membuat keputusan Menyusun aturan dasar mediasi (ground rule) Mengkonfirmasi ulang atas komitmen para pihak untuk secara maksimal menyelesaian sengketa melalui mediasi 32
  • 33.
    Presentasi Para Pihak(3) • Masing-masing pihak diberi kesempatan untuk menjelaskan permasalahannya kepada mediator • Tujuan presentasi: untuk mengkonfirmasi apa yang menjadi permasalahan dan apa yang diharapkan oleh masing-masing pihak • Mediator mendengarkan dengan seksama, dan melakukan “reframing” pernyataan-pernyataan para pihak yang terlalu keras, tidak akurat, tidak relevan, tidak jelas, tidak konkrit • Waspadai bila terjadi pertengkaran dalam presentasi ini. Mediator harus mampu mengendalikan suasana (tetap under control) 33
  • 34.
    Identifikasi Kesepahaman (4) •Meski ada perbedaan/persengketaan, para pihak mempunyai sejumlah kesamaan • Mediator menggali points yang merupakan kesamaan tujuan para pihak • Memunculkan kesamaan para pihak merupakan bagian awal untuk meyakinkan mereka bahwa mereka bisa mencapai kesepakatan 34
  • 35.
    Mendefinisikan dan Mengagendakan Masalah(5) • Dari presentasi para pihak, didefinisikan masalah oleh Mediator • Pendefinisian masalah harus dikonfirmasikan ke pihak ybs • Diurutkan masalah (mudah ke sulit atau sulit ke mudah) • Urutan masalah menjadi agenda yang disepakati untuk diselesaikan satu persatu 35
  • 36.
    Negosiasi Para Pihakdan Pengambilan Keputusan (6) • Bagian dari proses mediasi yang memerlukan waktu paling banyak • Model klasik (Directing the Traffic), mediator berperan menjaga urutan agenda, mencatat kesepemahaman, reframe, meringkas, dan mengintervensi bila perlu, melancarkan proses bargaining • Model lain (Driving the Bus), mediator mengatur arah pembicaraan (sekaligus menjadi moderator), terlibat langsung tanya jawab dengan para pihak untuk klarifikasi, mengarahkan (allignment) ke penyelesaian 36
  • 37.
    Kaukus (Pertemuan Terpisah)(7) • • Bila negosiasi para pihak mulai alot (tough), Mediator perlu melakukan kaukus – pertemuan dengan masingmasing pihak tanpa hadirnya pihak lain Tujuan kaukus: – Membantu mengeksplorasi opsi-opsi menuju pada kesepakatan, tampilkan interest based negotiation – Reality check (membuat ybs tidak terlalu confident) – Mengingatkan pada komitmen semula (gain-gain, sharing the pain, maksimalkan usaha untuk capai kesepakatan) – Mengingatkan konsekuensi bila mediasi gagal 37
  • 38.
    Negosiasi Tahap Akhir(Pembuatan Keputusan Bersama) (8) • Setelah kaukus dianggap cukup, mediasi dibuka lagi • Negosiasi tahap akhir dilaksanakan, bila perlu mediator lebih aktif “mengarahkan” • Yakinkan bahwa semua permasalahan sudah dibicarakan • Banyak kemungkinan terjadi tentang kesepakatan para pihak 38
  • 39.
    Pencatatan Keputusan ParaPihak Dua cara: A. Hanya pokok-pokok kesepakatan yang ditulis, semacam perjanjian awal yang kemudian akan disempurnakan dalam perjanjian yang lebih lengkap formatnya dengan bantuan lawyer, bila perlu. B. Kerangka perjanjian sudah disiapkan sebelumnya, pokokpokok kesepakatan tinggal dimasukkan sesuai kesepakatan yang dicapai. Langsung jadi pada saat selesainya mediasi 39
  • 40.
    Reframing Statement Pihak Reframed OlehMediator Perusahaan hanya memikirkan kepentingannya sendiri Perusahaan perlu juga memperhatikan kesulitan pekerja ? Bila terpaksa, kami akan melakukan mogok kerja Mogok kerja hanya akan dilakukan setelah upaya maksimal dalam negosiasi tidak mencapai kesepakatan ? (negosiasi buntu) Kami berikan dead line 3 bulan sejak dari sekarang Pihak anda memerlukan kepastian waktu ? Pembicaraan kita rasanya hanya berputar-putar dan tidak ada kemajuan Coba kita lebih fokus pada permasalahan yang kita agendakan 40
  • 41.
    sekian Bambang Supriyanto Sr.Consultant/ SrTrainer Industrial Relations Certified Mediator – Pusat Mediasi Nasonal 0816 1880 613 bambang.supriyanto@atmajaya.ac.id 41