ROM
By Yeni Yulianti
Latihan
 Latihan adalah Aktivitas fisik untuk
meningkatkan kesehatan tubuh, dan
mempertahankan kesehatan jasmani
 Digunakan :
1. Sebagai terapi memperbaiki deformitas
2. Mengembalikan seluruh tubuh ke status
kesehatan maksimal.
3. Jika seseorang latihan maka akan
terjadi perubahan fisiologis dalam sistem
tubuh
PENGARUH LATIHAN
 SISTEM KARDIOVASKULER :
1. Meningkatkan curah jantung
2. Memperbaiki kontraksi miokardial,
kemudian menguatkan otot jantung
3. Menurunkan tekanan darah istirahat
4. Memperbaiki aluran balik vena
SISTEM RESPIRATORI
 Meningkatkan frek dan kedalaman
pernafasan diikuti oleh laju istirahat –
kembali lebih cepat
 Meningkatkan ventilasi alveolar
 Menurunkan kerja pernafasan
 Meningkatkan pengembangan
diafragma
SISTEM METABOLIK
 Meningkatkan laju metabolisme basal
 Meningkatkan penggunaan glukosa dan
asam laktat
 Meningkatkan pemecahan trigliserida
 Meningkatkan motilitas lambung
 Meningkatkan produksi panas tubuh
SISTEM MUSKULOSKELETAL
 Memperbaiki tonus otot
 Meningkatkan mobilitas sendi
 Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
 Mungkin meningkatkan massa otot
 Mengurangi kehilangan tulang
TOLERANSI AKTIVITAS
 Meningkatkan toleransi
 Mengurangi kelemahan
FAKTOR PSIKOSOSIAL
 Meningkatkan toleransi terhadap stress
 Perasaan menjadi lebih baik
 Meningkatkan kekebalan terhadap
penyakit
MACAM-MACAM LATIHAN
 Latihan isotonik dan isometrik dilakukan untuk
melatih kekuatan dan ketahanan otot .
1. Latihan isotonik (dynamic exercise) :
rentang gerak (ROM: Range Of Motion)
secara aktif ataupun pasif.
2. Latihan isometrik (static exercise) :
meningkatkan curah jantung ringan dan
nadi
Latihan ROM dilakukan untuk mengurangi kekakuan
pada sendi dan kelemahan pada otot.
LATIHAN RENTANG GERAK
 Klien yang mengalami keterbatasan
mobilisasi tidak mampu melakukan
beberapa atau semua latihan rentang
gerak dengan mandiri.
 Salah satu intervensi keperawatan bagi
pasien yang mengalami keterbatas gerak
adalah latihan rentang gerak (ROM)
Jenis-jenis latihan ROM
 Passive ROM (PROM)
 Active ROM (AROM)
 Active-Assistive ROM (A-AROM), adalah jenis
AROM yang mana bantuan diberikan melalui
gaya dari luar apakah secara manual atau
mekanik, karena otot penggerak primer
memerlukan bantuan untuk menyelesaikan
gerakan
Latihan ROM mempunyai
beberapa tujuan antara lain :
 Mempertahankan atau meningkatkan
kekuatan dan kelenturan otot
 Mempertahankan fungsi kardiorespirasi
 Menjaga fleksibilitas dari masing-masing
persendian
 Mencegah kontraktur/kekakuan pada
persendian.
Kemampuan toleransi aktivitas Klien perlu
diperhatikan dalam melakukan latihan ROM
Kategori Tingkat Kemampuan Aktivitas
Tingkat Aktivitas
/Mobilitas
Kategori
Tingkat 0 Mampu merawat diri sendiri secara penuh
Tingkat 1 Memerlukan penggunaan alat
Tingkat 2 Memerlukan bantuan atau pengawas orang
lain
Tingkat 3 Memerlukan bantuan, pengawas orang lain,
dan peralatan
Tingkat 4 Sangat tergantung&tidak dapat memerlukan
atau berpartisipasi dalam perawatan
SKALA PERSENTASE
KEKUATAN
NORMAL
KARAKTERISTIK
0 0 Paralisis sempurna
1 10 Tidak ada gerakan, kontraksi otot
dapat dipalpasi / dilihat
2 25 Gerakan otot penuh melawan
gravitasi dengan topangan
3 50 Gerakan yg normal melawan
gravitasi
4 75 Gerakan penuh yg normal melawan
gravitasi & melawan tahanan
minimal
5 100 Kekuatan normal, gerakan penuh yg
normal melawan gravitasi dan
tahanan penuh.
Pengkajian intoleransi aktivitas terhadap
perubahan sistem kardiovaskuler, seperti:
 Nadi dan tekanan darah
 Gangguan sirkulasi perifer,
 Adanya trombus
 Serta perubahan tanda vital setelah
melakukan aktivitas atau perubahan
posisi.
Pengkajian intoleransi aktivitas yg
berhubungan dengan perubahan
pada sistem pernafasan, antara lain :
• suara nafas
• analisis gas darah
• gerakan dinding thorax
• adanya mukus
• batuk yg produktif diikuti panas dan nyeri
saat respirasi.
WARNING .............
 Latihan rentang gerak pasif harus segera
dilakukan pada saat kemampuan klien
menggerakan ekstremitas atau sendi
menghilang
 Pergerakan dilakukan dengan perlahan
dan lembut dan tidak menyebabkan
nyeri
 Setiap gerakan diulang 5 kali setiap
bagian
POSISI FOWLER
 Adalah posisi setengah duduk atau duduk.
 Fungsinya untuk mempertahankan kenyamanan
& memfasilitasi fungsi pernafasan :
1. Posisi fowler rendah: 15-45⁰
2. Posisi fowler tinggi: 60-90⁰
3. Posisi semi fowler: 45-60⁰
POSISI FOWLER
b. Posisi Sim
Adalah posisi miring ke kanan atau ke kiri.
Fungsinya untuk memberi kenyamanan dan
memberikan obat per anus (supositoria).
c. Posisi Trendelenburg
Adalah posisi berbaring di tempat tidur dengan
bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki.
Fungsinya untuk melancarkan peredaran darah ke
otak.
Posisi Sim
d. Posisi Dorsal Recumbent
Adalah posisi pasien berbaring terlentang dengan
kedua lutut fleksi.
Fungsinya untuk merawat dan memeriksa genitalia
serta pada proses persalinan.
e. Posisi Lithotomi
Adalah posisi berbaring terlentang dengan
mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas
bagian perut.
Fungsinya untuk memasang alat KB, memeriksa
genitalia
Posisi Lithotomi
f. Posisi Genu Pectoral
Adalah posisi pasien menungging dengan kedua
kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian
alas tempat tidur.
Fungsinya untuk memeriksa daearah rectum dan
sigmoid
g. Posisi Prone
Adalah posisi telungkup dengan kepala
dipalingkan pada satu sisi
Fungsinya untuk kontraksi fleksi pada pinggul dan
lutut, meningkatkan drainage dari mulut.
h. Posisi Lateral (Posisi Miring)
Adalah posisi pasien miring dengan disangga
bantal
Fungsinya mengurangi tekanan pada daerah
sakrum.
MEMBANTU KLIEN DUDUK DI TEMPAT
TIDUR
PROSEDUR
 Berdiri di samping tempat tidur di sisi pinggul
pasien menghadap kearah kaki tempat tidur.
Lebarkan kaki dengan salah satu kaki di depan.
Condongkan tubuh ke depan, fleksikan pinggul,
lutut dan pergelangan kaki.
 Letakkan salah satu tangan di bawah pinggul
pasien & tangan yang lainnya di bawah kedua
paha dekat dengan lutut
 Angkat paha pasien secara perlahan-lahan
 Putar kaki pasien kearah sampai kedua kaki
menyentai dari tempat tidur, sedangkan tangan
yang satunya memegang bahu yang satunya
 Tetap pegang pasien sampai memperoleh
keseimbangan dan kenyamanan
MEMBANTU KLIEN DUDUK DI SISI TEMPAT TIDUR
TEKNIK MEMINDAHKAN PASIEN DARI
TEMPAT TIDUR KE BRANKAR
PROSEDUR
 Posisikan brankar dan pastikan dalam kondisi
terkunci
 Tiga orang perawat menghadap ke tempat
tidur/pasien
 Silangkan tangan pasien ke depan dada
 Tekuk lutut, kemudian masukkan tangan ke bawah
tubuh pasien
 Perawat pertama meletakkan tangan dibawah
leher/bahu dan bawah pinggang, perawat kedua
meletakkan tangan di bawah pinggang dan
panggul pasien, sedangkan perawat ketiga
meletakkan tangan dibawah pinggul dan kaki
 Pada hitungan ketiga, angkat pasien bersama-
sama dan pindahkan ke brankar dengan irama
jalan teratur
 Mengamankan posisi pasien
MEMINDAHKAN PASIEN DARI
TEMPAT TIDUR KE KURSI RODA
PROSEDUR
 Posisikan kursi roda dan pastikan dalam kondisi
terkunci
 Bantu klien ke posisi duduk di tepi tempat tidur.
 Regangkan kedua kaki & Fleksikan panggul dan lutut,
sejajarkan lutut dengan klien
 Gapai melalui aksila pasien dan letakkan tangam di
skapula pasien
 Berporos pada kaki yang lebih jauh dari kursi,
pindahkan klien secara langsung ke depan kursi
 Instruksikan klien untuk menggunakan penyangga
tangan pada kursi untuk menyokong
 Fleksikan panggul dan lutut saat menurunkan klien ke
kursi
 Merapikan pasien
ROM
ROM
ROM
ROM

ROM

  • 1.
  • 2.
    Latihan  Latihan adalahAktivitas fisik untuk meningkatkan kesehatan tubuh, dan mempertahankan kesehatan jasmani  Digunakan : 1. Sebagai terapi memperbaiki deformitas 2. Mengembalikan seluruh tubuh ke status kesehatan maksimal. 3. Jika seseorang latihan maka akan terjadi perubahan fisiologis dalam sistem tubuh
  • 3.
    PENGARUH LATIHAN  SISTEMKARDIOVASKULER : 1. Meningkatkan curah jantung 2. Memperbaiki kontraksi miokardial, kemudian menguatkan otot jantung 3. Menurunkan tekanan darah istirahat 4. Memperbaiki aluran balik vena
  • 4.
    SISTEM RESPIRATORI  Meningkatkanfrek dan kedalaman pernafasan diikuti oleh laju istirahat – kembali lebih cepat  Meningkatkan ventilasi alveolar  Menurunkan kerja pernafasan  Meningkatkan pengembangan diafragma
  • 5.
    SISTEM METABOLIK  Meningkatkanlaju metabolisme basal  Meningkatkan penggunaan glukosa dan asam laktat  Meningkatkan pemecahan trigliserida  Meningkatkan motilitas lambung  Meningkatkan produksi panas tubuh
  • 6.
    SISTEM MUSKULOSKELETAL  Memperbaikitonus otot  Meningkatkan mobilitas sendi  Memperbaiki toleransi otot untuk latihan  Mungkin meningkatkan massa otot  Mengurangi kehilangan tulang
  • 7.
    TOLERANSI AKTIVITAS  Meningkatkantoleransi  Mengurangi kelemahan
  • 8.
    FAKTOR PSIKOSOSIAL  Meningkatkantoleransi terhadap stress  Perasaan menjadi lebih baik  Meningkatkan kekebalan terhadap penyakit
  • 9.
    MACAM-MACAM LATIHAN  Latihanisotonik dan isometrik dilakukan untuk melatih kekuatan dan ketahanan otot . 1. Latihan isotonik (dynamic exercise) : rentang gerak (ROM: Range Of Motion) secara aktif ataupun pasif. 2. Latihan isometrik (static exercise) : meningkatkan curah jantung ringan dan nadi Latihan ROM dilakukan untuk mengurangi kekakuan pada sendi dan kelemahan pada otot.
  • 10.
    LATIHAN RENTANG GERAK Klien yang mengalami keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan mandiri.  Salah satu intervensi keperawatan bagi pasien yang mengalami keterbatas gerak adalah latihan rentang gerak (ROM)
  • 11.
    Jenis-jenis latihan ROM Passive ROM (PROM)  Active ROM (AROM)  Active-Assistive ROM (A-AROM), adalah jenis AROM yang mana bantuan diberikan melalui gaya dari luar apakah secara manual atau mekanik, karena otot penggerak primer memerlukan bantuan untuk menyelesaikan gerakan
  • 12.
    Latihan ROM mempunyai beberapatujuan antara lain :  Mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot  Mempertahankan fungsi kardiorespirasi  Menjaga fleksibilitas dari masing-masing persendian  Mencegah kontraktur/kekakuan pada persendian. Kemampuan toleransi aktivitas Klien perlu diperhatikan dalam melakukan latihan ROM
  • 13.
    Kategori Tingkat KemampuanAktivitas Tingkat Aktivitas /Mobilitas Kategori Tingkat 0 Mampu merawat diri sendiri secara penuh Tingkat 1 Memerlukan penggunaan alat Tingkat 2 Memerlukan bantuan atau pengawas orang lain Tingkat 3 Memerlukan bantuan, pengawas orang lain, dan peralatan Tingkat 4 Sangat tergantung&tidak dapat memerlukan atau berpartisipasi dalam perawatan
  • 14.
    SKALA PERSENTASE KEKUATAN NORMAL KARAKTERISTIK 0 0Paralisis sempurna 1 10 Tidak ada gerakan, kontraksi otot dapat dipalpasi / dilihat 2 25 Gerakan otot penuh melawan gravitasi dengan topangan 3 50 Gerakan yg normal melawan gravitasi 4 75 Gerakan penuh yg normal melawan gravitasi & melawan tahanan minimal 5 100 Kekuatan normal, gerakan penuh yg normal melawan gravitasi dan tahanan penuh.
  • 15.
    Pengkajian intoleransi aktivitasterhadap perubahan sistem kardiovaskuler, seperti:  Nadi dan tekanan darah  Gangguan sirkulasi perifer,  Adanya trombus  Serta perubahan tanda vital setelah melakukan aktivitas atau perubahan posisi.
  • 16.
    Pengkajian intoleransi aktivitasyg berhubungan dengan perubahan pada sistem pernafasan, antara lain : • suara nafas • analisis gas darah • gerakan dinding thorax • adanya mukus • batuk yg produktif diikuti panas dan nyeri saat respirasi.
  • 41.
    WARNING .............  Latihanrentang gerak pasif harus segera dilakukan pada saat kemampuan klien menggerakan ekstremitas atau sendi menghilang  Pergerakan dilakukan dengan perlahan dan lembut dan tidak menyebabkan nyeri  Setiap gerakan diulang 5 kali setiap bagian
  • 45.
    POSISI FOWLER  Adalahposisi setengah duduk atau duduk.  Fungsinya untuk mempertahankan kenyamanan & memfasilitasi fungsi pernafasan : 1. Posisi fowler rendah: 15-45⁰ 2. Posisi fowler tinggi: 60-90⁰ 3. Posisi semi fowler: 45-60⁰
  • 46.
  • 47.
    b. Posisi Sim Adalahposisi miring ke kanan atau ke kiri. Fungsinya untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). c. Posisi Trendelenburg Adalah posisi berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Fungsinya untuk melancarkan peredaran darah ke otak.
  • 48.
  • 49.
    d. Posisi DorsalRecumbent Adalah posisi pasien berbaring terlentang dengan kedua lutut fleksi. Fungsinya untuk merawat dan memeriksa genitalia serta pada proses persalinan. e. Posisi Lithotomi Adalah posisi berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Fungsinya untuk memasang alat KB, memeriksa genitalia
  • 50.
  • 51.
    f. Posisi GenuPectoral Adalah posisi pasien menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. Fungsinya untuk memeriksa daearah rectum dan sigmoid g. Posisi Prone Adalah posisi telungkup dengan kepala dipalingkan pada satu sisi Fungsinya untuk kontraksi fleksi pada pinggul dan lutut, meningkatkan drainage dari mulut.
  • 53.
    h. Posisi Lateral(Posisi Miring) Adalah posisi pasien miring dengan disangga bantal Fungsinya mengurangi tekanan pada daerah sakrum.
  • 54.
    MEMBANTU KLIEN DUDUKDI TEMPAT TIDUR
  • 55.
    PROSEDUR  Berdiri disamping tempat tidur di sisi pinggul pasien menghadap kearah kaki tempat tidur. Lebarkan kaki dengan salah satu kaki di depan. Condongkan tubuh ke depan, fleksikan pinggul, lutut dan pergelangan kaki.  Letakkan salah satu tangan di bawah pinggul pasien & tangan yang lainnya di bawah kedua paha dekat dengan lutut  Angkat paha pasien secara perlahan-lahan  Putar kaki pasien kearah sampai kedua kaki menyentai dari tempat tidur, sedangkan tangan yang satunya memegang bahu yang satunya  Tetap pegang pasien sampai memperoleh keseimbangan dan kenyamanan
  • 56.
    MEMBANTU KLIEN DUDUKDI SISI TEMPAT TIDUR
  • 58.
    TEKNIK MEMINDAHKAN PASIENDARI TEMPAT TIDUR KE BRANKAR
  • 59.
    PROSEDUR  Posisikan brankardan pastikan dalam kondisi terkunci  Tiga orang perawat menghadap ke tempat tidur/pasien  Silangkan tangan pasien ke depan dada  Tekuk lutut, kemudian masukkan tangan ke bawah tubuh pasien  Perawat pertama meletakkan tangan dibawah leher/bahu dan bawah pinggang, perawat kedua meletakkan tangan di bawah pinggang dan panggul pasien, sedangkan perawat ketiga meletakkan tangan dibawah pinggul dan kaki  Pada hitungan ketiga, angkat pasien bersama- sama dan pindahkan ke brankar dengan irama jalan teratur  Mengamankan posisi pasien
  • 60.
    MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPATTIDUR KE KURSI RODA
  • 61.
    PROSEDUR  Posisikan kursiroda dan pastikan dalam kondisi terkunci  Bantu klien ke posisi duduk di tepi tempat tidur.  Regangkan kedua kaki & Fleksikan panggul dan lutut, sejajarkan lutut dengan klien  Gapai melalui aksila pasien dan letakkan tangam di skapula pasien  Berporos pada kaki yang lebih jauh dari kursi, pindahkan klien secara langsung ke depan kursi  Instruksikan klien untuk menggunakan penyangga tangan pada kursi untuk menyokong  Fleksikan panggul dan lutut saat menurunkan klien ke kursi  Merapikan pasien