Dokumen tersebut membahas tentang sifat cahaya, optik geometrik termasuk lensa dan kesesatannya, serta anatomi dan fungsi mata. Dibahas pula penyimpangan penglihatan dan teknik koreksinya.
•GELOMBANG CAHAYA:
A.Sifat cahaya
B.PembiasanCahaya
C.Hubungan cahaya dengan Gelombang
•OPTIK GEOMETRIK
A.Lensa
B.Kesesatan lensa
•MATA
A.mata sebagai alat optik
B.Konstruksi bola mata
C.Fungsi organ mata
D.Penyimpangan penglihatan dan teknik koreksi
2.
 Sifat gelombangcahaya
1. Dapat dipantulkan ( refleksi)
2. Dapat dibiaskan ( refraksi)
3. Dapat dibelokkan ( difraksi)
4. Dapat digabubgkan ( interfererensi)
5. Dapat disearahkan ( polarisasi )
3.
 Terjadi karenacahaya melalui dua medium yang
berbeda
 Setiap medium mempunyai indeks bias yang berbeda-
beda
 Indeks bias : Perbandingan laju cahaya dalam ruang
hampa ( C ) terhadap laju cahaya dalam suatu medium:
n = C/V
 Pembiasan cahaya terjadi pada lensa, karena cahaya
datang dari udara masuk ke lensa ( kaca )
4.
 Cahaya merupakangelombang elektromagnetik
 Kecepatan merambat cahaya dalam ruang
hampa/udara : m/s
 Persamaan yang berlaku pada cahaya
= panjang gelombang cahaya( m)
C = cepat rambat gelombang cahaya
f = frekuensi( herz)
8
10
8
103X
f
C
=λ
λ
5.
 Lensa
- Berdasarkanbentuk permukaannya, lensa dibagi
menjadi dua:
A. Lensa yang mempunyai permukaan sferis:
1. Lensa Cembung/Konvergen/positip
2. Lensa Cekung/divergen/negatip
B. Lensa yang mempunyai permukaan silindris,
lensa yang mempunyai permukaan silinder, dan
mempunyai focus positip/negatip
6.
 Jarak focusnyapositip
 Persamaan yang berlaku:
S = jarak obyek ke pusat optik (m/cm)
S’= jarak bayangan ke pusat optik (m/cm)
f = jarak focus (m/cm)
P = kuat lensa (dioptri)
h = tinggi obyek(m/cm)
h’=tinggi bayangan (m/cm )
M= perbesaran bayangan
fSS
1
'
11
=+
f
P
1
= h
h
S
S
M
''
==
7.
 Jarak focuslensa negatip
 Persamaan yang berlaku, sama dengan lensa
positip, dengan f negatip, sehingga P juga
negatip
8.
 Aberasi Sferis:
Sinar-sinar paraksial / sinar-sinar dari pinggir lensa
membentuk bayangan di P’. aberasi ini dapat dihilangkan
dengan mempergunakan diafragma yang diletakkan di depan
lensa
 Koma :
Tidak sanggupnya lensa membentuk bayangan dari sinar di
tengah-tengah dan sinar tepi. Berbeda dengan aberasi sferis
pada aberasi koma sebuah titik benda akan terbentuk
bayangan seperti bintang berekor, gejala koma ini tidak dapat
diperbaiki dengan diafragma.
 Astigmatisma: titik benda membentuk sudut besar dengan
sumbu sehingga bayangan yang terbentuk ada dua yaitu
primer dan sekunder
 Kelengkungan medan ( Curvatura of field):titik benda
membentuk sudut besar dengan sumbu sehingga bayangan
yang terbentuk ada dua yaitu primer dan sekunder
9.
Kelengkungan medan (Curvatura of field):
titik benda membentuk sudut besar dengan sumbu sehingga
bayangan yang terbentuk ada dua yaitu primer dan
sekunder
Distorsi
Distorsi atau gejala terbentuknya bayangan palsu.
Terjadinya bayangan palsu ini oleh karena di depan atau di
belakang lensa diletakkan diafragma atau cela. Benda
berbentuk kisi akan tampak bayangan berbentuk tong atau
berbentuk bantal. Gejala distorsi ini dapat dihilangkan
dengan memasang sebuah cela di antara dua buah lensa.
Aberasi kromatis
Prinsip dasar terjadinya aberasi kromatis oleh karena focus
lensa berbeda-beda untuk tiap-tiap warna. Akibatnya
bayangan yang terbentuk akan tampak berbagai jarak dari
lensa.
10.
 Merupakan alatoptik
 Tiga komponen dalam penginderaan
penglihatan:
1. mata memfokuskan bayangan pada retina
2. sistem syaraf mata yang memberikan
informasi ke otak
3. Korteks penglihatan salah satu bagian
yang menganalisa penglihatan
 Salah satu bagian mata terdapat lensa,untuk
mata normal mempunyai kuat lensa +50 D
12.
 Kornea: selaputkuat yang tembus cahaya dan berfungsi
sebagai pelindung bagian dalam bola mata
 Iris: selaput berbentuk lingkaran yang menyebabkan mata
dapat membedakan warna
 Pupil:celah lingkaran pada mata yang dibentuk oleh iris,
berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata
 Lensa: lensa + yang bening, berserat dan kenyal, berfungsi
mengatur pembiasan cahaya
 Retina: lapisan berisi ujung-ujung syaraf yang sangat peka
terhadap cahaya, berfungsi untuk menangkap bayangan
yang dibentuk oleh lensa mata
 Aquaeuos: cairan mata
 Syaraf optik: syaraf yang menyampaikan informasi tentang
kuat cahaya dan warna ke otak
13.
 Mata dapatmelihat benda, jika cahaya dipantulkan benda
sampai pada mata, kemudian lensa mata akan membentuk
bayangan yang sifatnya nyata, terbalik dan diperkecil pada
retina
 Retina berisi struktur indra cahaya yang disebut
batang(rod) dan kerucut ( cone), yang menerima dan
memancarkan informasi sepanjang serat syaraf optik ke
otak
 Kemampuan lensa mata untuk memfokuskan benda/obyek
disebut daya akomodasi
 Usia semakin tua daya akomodasi semakin menurun,
karena keelastisan lensa mata berkurang
 Jarak terdekat dari bneda agar masih dapat dilihat dengan
jelas dikatakan benda terletak pada titik dekat /punktum
proksimum(p)
 Jarak terjauh bneda agar masih dapat dilihat dengan jelas
dikatakan benda terletak pada titik jauh/punktum
remotum (r)
14.
 Kebalikan darititik dekat disebut Aksial
proksimum (Ap)
 Kebalikan dari titik jauh disebut Aksial
remotum ( Ar)
 Selisih Ap dan Ar disebut lebar akomodasi
(Ac)
 Bertambah jauhnya titik dekat mata akibat
umur disebut presbiop
 Mata yang tidak mempunyai lensa mata
disebut mata afasia
 Rabun Jauh( myopia)
- titik jauhnya tertentu
- titik dekat 25 cm
- teknik koreksi : Lensa negatip (-)
 Rabun dekat ( Hipermetropia)
- titik dekat >25 cm
- titik jauh tak terhingga
- teknik koreksi : Lensa positip (+)
 Mata Tua (Presbiop)
- titik dekat >25 cm
- titik jauh pada jarak tertentu
- teknik koreksi kaca mata berlensa rangkap
 Astigmatisma
- kornea mata tidak sferis, lebih melengkung pada satu
sisis
- teknik koreksi kaca mata berlensa silindris
 Mata campuran
21.
Dokter dalam memeriksapenderita yang
titik dekat matanya 0,5 meter dan
penderita ingin membaca pada jarak 0,25
meter.
Pertanyaan :
a. Berapakah daya akomodasinya ?
b. Berapakah kekuatan lensa agar
pemderita dapat membaca pada jarak
0,25 m ?
22.
 Untuk mengetahuibesar kecilnya medan
penglihatan seseorang dipergunakan “alat
perimeter”.
Dengan alat ini diperoleh medan penglihatan
vertical ± 130°; sedangkan medan
penglihatan horizontal ± 155°.
23.
 Bagian matayang tanggap cahaya adalah
retina. Ada dua tipe fotoreseptor pada retina
yaitu Rod (batang) dan Cone(kerucut).
Rod dan Kone tidak terletak pada permukaan
retina melainkan beberapa lapis di belakang
jaringan syaraf.
24.
A KONE (KERUCUT )
Tiap mata mempunyai ± 6,5 juta cone yang
berfungsi untuk melihat siang hari disebut
“fotopik”.
Melalui kone kita dapat mengenal berbagai
warna, tetapi kone tidak sensitive terhadap
semua warna, ia hanya sensitive terhadap
warna kuning, hijau (panjang gelombang 550
nm). Kone terdapat terutama pada fovea
sentralis.
25.
Dipergunakan pada waktumalam atau disebut
penglihatan Skotopik. Dan merupakan ketajaman
penglihatan dan dipergunakan untuk melihat ke
samping. Setiap mata ada 120 juta batang.
Distribusi pada retina tidak merata, pada sudut
20° terdapat kepadatan yang maksimal. Batang
ini sangat peka terhadap cahaya biru, hijau (510
nm).
Tetapi Rod dan Kone sama-sama peka terhadap
cahaya merah (650 – 700 nm), tetapi penglihatan
kone lebih baik terhadap cahaya merah jika
dibandingkan dengan Rod.
 Prinsip pemeriksaandengan opthalmoskop
untuk mengetahui keadaan fundus okuli ( =
retina mata dan pembuluh darah khoroidea
keseluruhannya)
 Ada dua prinsip kerja opthalmoskop
a. Pencerminan mata secara langsung
b. Pencerminan mata secara tak langsung
28.
 Alat inidipakai untuk menentukan reset
lensa demi koreksi mata penderita tanpa
aktivitas penderita, meskipun demikian mata
penderita perlu terbuka dan dalam posisi
nyaman bagi si pemeriksa
 Lensa posistif atau negatif yang dipakai itu
perlu ditambah atau dikurangi agar
pengfokusan bayangan dari retina penderita
terhadap pemeriksa tepat. Suatu contoh,
jarak pemeriksa 67 cm lensa yang diperlukan
1, 5 D.
29.
 Alat iniuntuk mengukur kelengkungan
kornea. Pengukuran ini diperuntukkan
pemakaian lensa kontak; lensa kontak ini
dipakai langsung yaitu dengan cara
menempel pada kornea yang mengalami
gangguan kelengkungan
30.
A.Hard contact lens
Dibuatdari plastic yang keras, tebal 1 mm
dengan diameter 1 cm. sangat efektif bila
dilepaskan dan mudah terlepas oleh air
mata tetapi dapat mengoreksi astigmatisma
a. B. Soft contact lens
Adalah kebalikan dari hard contact lens.
Sangat nyaman tetapi tidak dapat
mengoreksi astigmatisma
31.
 Alat untukmengukur tekanan intraocular
 Tehnik dasar :
Penderita ditelentangkan dengan mata menatap ke atas,
kemudian kornea mata dibius. Tengah-tengah alat ( Plug)
diletakkan di atas kornea menyebabkan suatu tekanan
ringan terhadap kornea. Plug dari tonometer berhubungan
dengan skala sehingga dapat terbaca nilai skala tersebut.
Tonometer dilengkapi dengan alat pemberat 5 5, 7 5 1 0, 0
dan 15,0 gram. Apabila pada pengukur tekanan intraocular
dimana menggunakan alat pemberat 5, 5 gmaka berat
total tonometer =
= Berat plug + alat pemberat
= 11 gram + 5,5 gram
= 16,5 gram.
16,5 gram ini menunjukkan tekanan intraokuler sebesar 17
mm Hg
32.
Tekanan Bola Mata(Tonometer)
Bentuk dan ukuran bola mata dipertahankan
oleh adanya tekanan cairan yang bening
dalam bola mata (Aqueous Humour) yang
menghantarkan cahaya ke retina.
 Untuk mempertahankan suatu penglihatan
yang jelas, dimensi dari mata sangat
menentukan . Dengan perobahan 0,1 mm
saja mengakibatkan efek yang nyata pada
ketajaman penglihatan
33.
 Tekanan bolamata yang normal adalah 12 s/d
23 mm Hg yang diukur dengan alat Tonometer
dari Shiotz atau sinar
 Aqueous Humour sebagian besar terdiri dari
air yang dihasilkan oleh mata terusmenerus
dan suatu sistem drainage.
 Sumbatan dari sistem dranage akan
menyebabkan peninggian tekanan mata,
peningkatan ini akan membatasi aliran darah
sehingga dapat menimbulkan keadaan
glaukoma yang ditandai dengan sakit kepala.
34.
 Suatu alatyang dipakai untuk mengukur
kekuatan lensa baik dipakai si penderita atau
sekedar untuk mengetahui dioptri lensa
tersebut. Prinsip dasar :
Menentukan focus lensa
Memfokuskan bayangan dari suatu objek tak
terhingga misalnya (matahari
Memfokuskan bayangan dari suatu objek
yang telah diketahui jaraknya.