Presentasi 
Kelompok 9 
Koordinat Kutub 
Jurusan Matematika 
Fakultas MIPA 
Universitas Negeri Manado
A. System koordinat kutub 
Dua orang Perancis yaitu Pierre Fermat dan Rene Descartes, telah 
memperkenalkan system koordinat yang sekarang kita kenal dengan 
sebutan system koordinat Cartesius atau siku- siku. Dasar pemikiran 
mereka ialah untuk menunjukkan kedudukan titik P pada bidang 
dengan dua bilangan yang ditulis dengan lambang (x,y) setiap bilangan 
menggambarkan jarak berarah dari dua sumbu yang tegak lurus 
sesamanya
B. Koordinat Kutub 
Setiap titik P (selain dari kutub) adalah perpotongan antara 
sebuah lingkaran tunggal yang berpusat di 0 dan sebuah sinar 
tunggal yang memancar dari 0. Jika r adalah jari- jari 
lingkaran dan θ adalah salah satu sudut antara sinar dan 
sumbu kutub, maka (r, θ) dinamakan sepasang koordinat kutub 
dari titik P
C. Persamaan Kutub 
Contoh persamaan kutub adalah: 
Grafik persamaan kutub adalah himpunan titik-titik yang 
mempunyai paling sedikit sepasang koordinat kutub yang 
memenuhi persamaan yang bersangkutan.
D. Hubungan dengan Koordinat Cartesius 
Andaikan sumbu kutub berimpit dengan sumbu x positif 
system koordinat Cartesius. Maka koordinat kutub (r, θ) 
sebuah titik P dan koordinat Cartesius (x, y) titik itu 
dihubungkan oleh persamaan :
E. Persamaan Kutub untuk Garis, Lingkaran dan Konik 
GARIS : Apabila P (r, θ) sebuah titik pada garis, maka ; 
cos (θ - θ , atau 0) = 
LINGKARAN : Apabila pusatnya di (r 0, θ0), persamaannya agak 
rumit, kecuali kalau kita pilih r0 = a (Gambar 7.10). Maka menurut 
hukum kosinus, a2 = r2 + a2 – 2ra cos (θ - θ0) yang dapat 
disederhanakan menjadi : Lingkaran : r = 2a cos (θ - θ0) 
KONIK : definisi konik, yaitu PF =e PL kita akan memperoleh 
Atau secara setara : konik :
GAMBAR
F. Grafik Persamaan Kutub 
 Kardiot 
Limason 
Mawar 
Spiral 
Sifat simetri dapat membantu kita menggambar sebuah grafik. 
1. Grafik persamaan kutub simetri terhadap sumbu y (yaitu garis θ = π/2) apabila 
θ diganti dengan π-θ menghasilkan persamaan yang sama (Gambar 7.14). 
2. Grafik persamaan kutub simetri terhadap sumbu x (yaitu sumbu kutub dan 
perpanjangannya ke kiri) apabila θ diganti dengan –θ menghasilkan persamaan 
yang sama (Gambar 7.13). 
3. Grafik persamaan kutub simetri terhadap titik asal, apabila r diganti –r 
menghasilkan persamaan yang sama (Gambar 7.15).
G. Perpotongan Kurva-kurva Dengan Koordinat Kutub 
Untuk dapat memperoleh semua perpotongan dua kurva 
dengan koordinat kutub, selesaikanlah persamaan-persamaan 
bersama-sama; kemudian gambarlah grafiknya secara seksama 
untuk memperoleh titik potong lain yang masih mungkin.
H. Kalkulus Dengan Koordinat Kutub 
Dengan koordinat Cartesius, unsure luas dasar adalah luas persegi 
panjang. Dengan koordinat kutub unsure luas dasar ini adalah luas 
suatu juring (sektor) lingkaran (Gambar 7.23). Oleh karena luas 
lingkaran dengan jari-jari r adalah πr2 , kita dapat menarik 
kesimpulan bahwa luas sektor lingkaran dengan sudut pusat θ 
radian adalah (θ/2π)πr2 . Sehingga :
I. Luas dalam Koordinat Kutub 
Andaikan r = f(θ) menentukan sebuah kurva pada bidang dengan f kontinu 
dan tak negatif untuk α ≤ θ ≤ β dan β-α ≤ 2π. Maka kurva r = f(θ), θ = α’ dan 
θ = β membatasi sebuah daerah R (Gambar 7.24 kiri); kita hendak menentukan 
luas A(R). Kita bagi selang [α, β] menjadi n bagian selang oleh bilangan-bilangan 
θi, I = 0, 1, 2, …n dengan α = θ0 < θ1 < θ2 < …< θn = β dengan demikian daerah R 
terbagi menjadi daerah yang lebih kecil, yaitu R1, R2,…, Rn (Gambar 7.24 
kanan). Maka A(R) = A(R1) + A(R2) + … + A(Rn). 
Kita aproksimasi luas A(Ri) dengan dua jalan. Pada selang ke-I,[θi-1 , θi ], 
f mencapai nilai minimum di ui dan mencapai nilai maksimumnya di vi (Gambar 
4.25). Jadi, apabila Δθi = θi - θi-1, kita peroleh
J. Garis Singgung dalam Koordinat Kutub 
Dengan koordinat Cartesius, kemiringan (slope) m dari garis singgung pada 
sebuah kurva adalah m = dy/dx. Dengan koordinat kutub kemiringan ini 
bukanlah dr/dθ. Apabila r = f(θ) menentukan persamaan kurva, kita tulis 
Rumus di atas menjadi sederhana apabila grafik r = f(θ) melalui kutub. 
Andaikan, sebagai contoh, untuk suatu sudut α, r = f(α) = 0 dan f’(α) ≠ 0. 
Maka di kutub tersebut kita peroleh 
Oleh karena garis θ = α memiliki kemiringan tan α juga, maka kita dapat 
mengatakan bahwa garis tersebut menyinggung kurva di kutub.Jadi dapat 
ditarik kesimpulan bahwa garis singgung kurva di kutub dapat ditemukan 
dengan menyelesaikan persamaan f(θ) = 0.
Nama-Nama Kelompok 
ROY S. MAHAJANI (13 531 115) 
KEVIN TOLOLIU (13 531 049)

Powerpoint koordinat kutub

  • 1.
    Presentasi Kelompok 9 Koordinat Kutub Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Manado
  • 2.
    A. System koordinatkutub Dua orang Perancis yaitu Pierre Fermat dan Rene Descartes, telah memperkenalkan system koordinat yang sekarang kita kenal dengan sebutan system koordinat Cartesius atau siku- siku. Dasar pemikiran mereka ialah untuk menunjukkan kedudukan titik P pada bidang dengan dua bilangan yang ditulis dengan lambang (x,y) setiap bilangan menggambarkan jarak berarah dari dua sumbu yang tegak lurus sesamanya
  • 3.
    B. Koordinat Kutub Setiap titik P (selain dari kutub) adalah perpotongan antara sebuah lingkaran tunggal yang berpusat di 0 dan sebuah sinar tunggal yang memancar dari 0. Jika r adalah jari- jari lingkaran dan θ adalah salah satu sudut antara sinar dan sumbu kutub, maka (r, θ) dinamakan sepasang koordinat kutub dari titik P
  • 4.
    C. Persamaan Kutub Contoh persamaan kutub adalah: Grafik persamaan kutub adalah himpunan titik-titik yang mempunyai paling sedikit sepasang koordinat kutub yang memenuhi persamaan yang bersangkutan.
  • 5.
    D. Hubungan denganKoordinat Cartesius Andaikan sumbu kutub berimpit dengan sumbu x positif system koordinat Cartesius. Maka koordinat kutub (r, θ) sebuah titik P dan koordinat Cartesius (x, y) titik itu dihubungkan oleh persamaan :
  • 6.
    E. Persamaan Kutubuntuk Garis, Lingkaran dan Konik GARIS : Apabila P (r, θ) sebuah titik pada garis, maka ; cos (θ - θ , atau 0) = LINGKARAN : Apabila pusatnya di (r 0, θ0), persamaannya agak rumit, kecuali kalau kita pilih r0 = a (Gambar 7.10). Maka menurut hukum kosinus, a2 = r2 + a2 – 2ra cos (θ - θ0) yang dapat disederhanakan menjadi : Lingkaran : r = 2a cos (θ - θ0) KONIK : definisi konik, yaitu PF =e PL kita akan memperoleh Atau secara setara : konik :
  • 7.
  • 8.
    F. Grafik PersamaanKutub  Kardiot Limason Mawar Spiral Sifat simetri dapat membantu kita menggambar sebuah grafik. 1. Grafik persamaan kutub simetri terhadap sumbu y (yaitu garis θ = π/2) apabila θ diganti dengan π-θ menghasilkan persamaan yang sama (Gambar 7.14). 2. Grafik persamaan kutub simetri terhadap sumbu x (yaitu sumbu kutub dan perpanjangannya ke kiri) apabila θ diganti dengan –θ menghasilkan persamaan yang sama (Gambar 7.13). 3. Grafik persamaan kutub simetri terhadap titik asal, apabila r diganti –r menghasilkan persamaan yang sama (Gambar 7.15).
  • 9.
    G. Perpotongan Kurva-kurvaDengan Koordinat Kutub Untuk dapat memperoleh semua perpotongan dua kurva dengan koordinat kutub, selesaikanlah persamaan-persamaan bersama-sama; kemudian gambarlah grafiknya secara seksama untuk memperoleh titik potong lain yang masih mungkin.
  • 10.
    H. Kalkulus DenganKoordinat Kutub Dengan koordinat Cartesius, unsure luas dasar adalah luas persegi panjang. Dengan koordinat kutub unsure luas dasar ini adalah luas suatu juring (sektor) lingkaran (Gambar 7.23). Oleh karena luas lingkaran dengan jari-jari r adalah πr2 , kita dapat menarik kesimpulan bahwa luas sektor lingkaran dengan sudut pusat θ radian adalah (θ/2π)πr2 . Sehingga :
  • 11.
    I. Luas dalamKoordinat Kutub Andaikan r = f(θ) menentukan sebuah kurva pada bidang dengan f kontinu dan tak negatif untuk α ≤ θ ≤ β dan β-α ≤ 2π. Maka kurva r = f(θ), θ = α’ dan θ = β membatasi sebuah daerah R (Gambar 7.24 kiri); kita hendak menentukan luas A(R). Kita bagi selang [α, β] menjadi n bagian selang oleh bilangan-bilangan θi, I = 0, 1, 2, …n dengan α = θ0 < θ1 < θ2 < …< θn = β dengan demikian daerah R terbagi menjadi daerah yang lebih kecil, yaitu R1, R2,…, Rn (Gambar 7.24 kanan). Maka A(R) = A(R1) + A(R2) + … + A(Rn). Kita aproksimasi luas A(Ri) dengan dua jalan. Pada selang ke-I,[θi-1 , θi ], f mencapai nilai minimum di ui dan mencapai nilai maksimumnya di vi (Gambar 4.25). Jadi, apabila Δθi = θi - θi-1, kita peroleh
  • 12.
    J. Garis Singgungdalam Koordinat Kutub Dengan koordinat Cartesius, kemiringan (slope) m dari garis singgung pada sebuah kurva adalah m = dy/dx. Dengan koordinat kutub kemiringan ini bukanlah dr/dθ. Apabila r = f(θ) menentukan persamaan kurva, kita tulis Rumus di atas menjadi sederhana apabila grafik r = f(θ) melalui kutub. Andaikan, sebagai contoh, untuk suatu sudut α, r = f(α) = 0 dan f’(α) ≠ 0. Maka di kutub tersebut kita peroleh Oleh karena garis θ = α memiliki kemiringan tan α juga, maka kita dapat mengatakan bahwa garis tersebut menyinggung kurva di kutub.Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa garis singgung kurva di kutub dapat ditemukan dengan menyelesaikan persamaan f(θ) = 0.
  • 13.
    Nama-Nama Kelompok ROYS. MAHAJANI (13 531 115) KEVIN TOLOLIU (13 531 049)