KARDINALITAS 
KELOMPOK 
M FAQIH DZULQARNAIN D05111005 
YOVITA NURFARIANTI D05111003 
USWAH HASANAH D05111008 
SITI HADIANTI D05111018 
WAGIMIN D05111034 
SRI HARYANTI D05111048 
U. MERIYANTI D05111020 
ARI RIYADI D05111039
Teori Himpunan 
 Sebelum memasuki materi kardinalitas, terlebih dahulu mengenal sedikit 
teori himpunan. 
 Dalam matematika, himpunan adalah segala koleksi benda-benda tertentu 
yang dianggap sebagai satu kesatuan. Walaupun hal ini merupakan ide 
yang sederhana, tidak salah jika himpunan merupakan salah satu konsep 
penting dan mendasar dalam matematika modern, dan karenanya, studi 
mengenai struktur kemungkinan himpunan dan teori himpunan, sangatlah 
berguna. 
 Himpunan diperkenalkan oleh George Cantor (1845 – 1918), seorang ahli 
matematika Jerman. Ia menyatakan bahwa himpunan adalah kumpulan 
atas objek-objek. Objek tersebut dapat berupa benda abstrak maupun 
kongkret. Pada dasarnya benda-benda dalam suatu himpunan tidak harus 
mempunyai kesamaan sifat/karakter
Apa yang dipelajari ? 
Apa yang akan kita pelajari dalam himpunan ? 
Berikut adalah materi dalam satu ilmu himpunan 
1. Teori Himpunan 
2. Relasi Himpunan 
3. Kelas dalam Himpunan 
4. Kardinalitas 
5. Fungsi karakteristik
Pengertian Kardinalitas 
 Kardinalitas dari sebuah himpunan dapat diartikan sebagai ukuran 
banyaknya elemen yang dikandung oleh himpunan tersebut. 
 Menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan 
entitas pada himpunan entitas yang lain. 
 Kardinalitas merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari 
himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga 
sebaliknya.
Konsep Kardinalitas 
 Bila elemen dari A equivalen dengan elemen dari B, yaitu A ~ B, maka 
dapat dikatakan bahwa A dan B mempunyai bilangan kardinal yang sama 
atau kardinalitasnya sama. Untuk menyatakan bilangan kardinal dari A 
bisa ditulis “# (A)”. Jadi # (A) = # (B) jika dan hanya jika A ~ B. 
 bila A < B, maka kita katakan A mempunyai kardinalitas lebih kecil dari B 
atau kardinalitas B lebih besar dari A, dengan kata lain : 
# (A) < # (B) bila dan hanya bila A < B dan, 
# (A) ≤ # (B) bila dan hanya bila A ≤ B dan sebaliknya
Contoh Pada himpunan relasi biner, pemetaan kardinalitas 
relasi dapat berupa salah satu dari pilihan berikut : 
 Relasi di atas menggambarkan bahwa untuk setiap entitas di himpunan entitas A 
berpasangan dengan maksimal 1 entitas di himpunan entitas B. 
 Asumsi kita akan membuat sebuah tugas yaitu menjadi pj_cuci_piring. 1 Orang di 
tugaskan untuk menjadi pj_cuci_piring di maksimal 1 hari. Begitupun juga jika di 
balik, pada 1 hari, maksimal 1 orang yang menjadi pj_cuci_piring.
 Relasi di atas menggambarkan bahwa untuk setiap entitas di himpunan 
entitas A berpasangan dengan banyak entitas di himpunan entitas B. 
 Asumsi yang berbeda di pakai ketika memandang relasi ini, 1 orang bisa 
memperoleh pj_cuci_piring untuk > 1 hari. Tetapi 1 hari hanya di pj-kan 
hanya untuk maksimal 1 orang.
 Relasi di atas menggambarkan bahwa untuk setiap entitas di himpunan 
entitas A berpasangan dengan maksimal 1 entitas di himpunan entitas B. 
 Asumsikan bahwa untuk 1 hari pj_cuci_piring boleh di berikan pada banyak 
orang, sedangkan 1 orang hanya di berikan tugas untuk menjadi 
pj_cuci_piring sebanyak maksimal 1 hari.
 Relasi di atas menggambarkan bahwa untuk setiap entitas di himpunan 
entitas A berpasangan dengan maksimal banyak entitas di himpunan entitas 
B. 
 Asumsikan bahwa dalam 1 hari pj_cuci_piring bisa di bebankan pada 
banyak orang dan 1 orang bisa di bebankan untuk menjadi pj_cuci_piring 
lebih dari 1 hari.
Bagian Kardinalitas 
 Kardinalitas adalah himpunan bilangan yang menunjukkan banyaknya 
Jumlah Anggota. Himpunan Kardinalitas terdiri dari : 
1. Himpunan Denumerabel dan Nondenumerable 
2. Himpunan Berhingga dan tak berhingga 
3. Himpunan Tercacah 
4. Himpunan Countable dan uncountable
Himpunan Denumerable 
 Jika sebuah himpunan ekivalen dengan himpunan N, yaitu himpunan 
bilangan asli, maka himpunan tersebut disebut denumerabel. Kardinalitas 
dari himpunan tersebut disebut sebagai kardinalitas a. 
 Suatu fungsi tertentu yang memperlihatkan denumerabilitas disebut suatu 
enumerasi. 
Contoh : 
 A = { Himpunan bilangan asli } 
 A = { 1,2,3,4,5,... }
Contoh Denumerable 
 Himpunan semua bilangan genap positif merupakan himpunan 
denumerabel, karena memiliki korespondensi satu-satu antara himpunan 
tersebut dengan himpunan bilangan asli, yang dinyatakan oleh 2n.
Himpunan Non-Denumerable 
 Himpunan yang tidak tercacah disebut himpunan non-denumerabel. 
Contoh dari himpunan ini adalah himpunan semua bilangan riil. 
 Himpunan Nondenumberable adalah jika sebuah himpunan ekuivalen 
dengan himpunan R yaitu himpunan bilangan riil. 
 Contoh : 
A = { Himpunan bilangan riil } 
A = { 1.01,1.001,1.0001,... }
Himpunan Berhingga (Finit) 
 Himpunan A berhingga apabila A memiliki anggota himpunan tertentu 
atau n(A) = a, a bilangan cacah. Dengan perkataan lain, himpunan 
berhingga adalah himpunan yang banyak anggotanya dapat dinyatakan 
dengan suatu bilangan cacah atau dapat dihitung anggota himpunannya 
 Contoh : 
a. A = karena n(A) = 0, 0 bilangan cacah. 
b. B = n(B) = 75, 75 bilangan cacah.
Contoh Finit 
 A = {Himpunan bilangan genap < 10 } => A = ( 2,4,6,8 } 
 B = {Himpunan bilangan ganjil < 10 } => B = { 1,3,5,7,9 } 
 Anggota dari himpunan tersebut berbatas < 10 sehingga jumlah 
anggotanya bisa di ketahui
Himpunan Tak Berhingga (infinit) 
 Himpunan jenis ini adalah himpunan yang anggotanya tidak berbatas atau 
dalam memasukan perintah dan jenis himpunan tidak diberi batas. 
 Contoh : 
 A = { Himpunan bilangan genap } 
 A = { 2,4,6,8,... } 
 B = { Himpunan bilangan ganjil } 
 B = { 1,3,5,7,9,... }
Himpunan Tercacah 
 Himpunan disebut tercacah jika himpunan tersebut adalah berhingga atau 
denumerabel. 
 Dengan kata lain, himpunan denumerable dan berhingga adalah 
himpunan tercacah juga karena bilangan yang digunakan adalah bilangan 
cacah dan dapat diketahui jumlah maks anggotanya
Himpunan Countable 
 Himpunan Countable jika himpunan itu merupakan himpunan finit atau 
denumberable. 
 Artinya Himpunan Countable ini dapat dihitung. 
 Contoh : 
 Dalam kehidupan sehari-hari : Beras , Rambut (memiliki unit ) 
 Dalam bilangan : semua bilangan yang berbatas atau diberikan batas
Himpunan Uncountable 
 Himpunan Uncountable hika himpunan itu merupakan infinit atau non-dumerable. 
 Contoh : 
 Dalam kehidupan sehari-hari : Air, Udara 
 Dalam bilangan : bilangan riil
Summary 
 Kardinalitas adalah maksimum anggota himpunan yang dapat berelasi 
dengan anggota dari himpunan lain. 
 Dalam kardinalitas, bilangan kardinalitas dinyatakan dengan #(A) atau n(A) 
 Dalam kardinalitas dikenal pula beberapa himpunan yang termasuk 
didalamnya seperti denumerable, berbatas, countable. 
 Semua himpunan dalam kardinalitas intinya sama, hanya saja tidak 
memiliki konsep dan ukuran himpunan yang berbeda.
TERIMA KASIH

Kardinalitas

  • 1.
    KARDINALITAS KELOMPOK MFAQIH DZULQARNAIN D05111005 YOVITA NURFARIANTI D05111003 USWAH HASANAH D05111008 SITI HADIANTI D05111018 WAGIMIN D05111034 SRI HARYANTI D05111048 U. MERIYANTI D05111020 ARI RIYADI D05111039
  • 2.
    Teori Himpunan Sebelum memasuki materi kardinalitas, terlebih dahulu mengenal sedikit teori himpunan.  Dalam matematika, himpunan adalah segala koleksi benda-benda tertentu yang dianggap sebagai satu kesatuan. Walaupun hal ini merupakan ide yang sederhana, tidak salah jika himpunan merupakan salah satu konsep penting dan mendasar dalam matematika modern, dan karenanya, studi mengenai struktur kemungkinan himpunan dan teori himpunan, sangatlah berguna.  Himpunan diperkenalkan oleh George Cantor (1845 – 1918), seorang ahli matematika Jerman. Ia menyatakan bahwa himpunan adalah kumpulan atas objek-objek. Objek tersebut dapat berupa benda abstrak maupun kongkret. Pada dasarnya benda-benda dalam suatu himpunan tidak harus mempunyai kesamaan sifat/karakter
  • 3.
    Apa yang dipelajari? Apa yang akan kita pelajari dalam himpunan ? Berikut adalah materi dalam satu ilmu himpunan 1. Teori Himpunan 2. Relasi Himpunan 3. Kelas dalam Himpunan 4. Kardinalitas 5. Fungsi karakteristik
  • 4.
    Pengertian Kardinalitas Kardinalitas dari sebuah himpunan dapat diartikan sebagai ukuran banyaknya elemen yang dikandung oleh himpunan tersebut.  Menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.  Kardinalitas merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya.
  • 5.
    Konsep Kardinalitas Bila elemen dari A equivalen dengan elemen dari B, yaitu A ~ B, maka dapat dikatakan bahwa A dan B mempunyai bilangan kardinal yang sama atau kardinalitasnya sama. Untuk menyatakan bilangan kardinal dari A bisa ditulis “# (A)”. Jadi # (A) = # (B) jika dan hanya jika A ~ B.  bila A < B, maka kita katakan A mempunyai kardinalitas lebih kecil dari B atau kardinalitas B lebih besar dari A, dengan kata lain : # (A) < # (B) bila dan hanya bila A < B dan, # (A) ≤ # (B) bila dan hanya bila A ≤ B dan sebaliknya
  • 6.
    Contoh Pada himpunanrelasi biner, pemetaan kardinalitas relasi dapat berupa salah satu dari pilihan berikut :  Relasi di atas menggambarkan bahwa untuk setiap entitas di himpunan entitas A berpasangan dengan maksimal 1 entitas di himpunan entitas B.  Asumsi kita akan membuat sebuah tugas yaitu menjadi pj_cuci_piring. 1 Orang di tugaskan untuk menjadi pj_cuci_piring di maksimal 1 hari. Begitupun juga jika di balik, pada 1 hari, maksimal 1 orang yang menjadi pj_cuci_piring.
  • 7.
     Relasi diatas menggambarkan bahwa untuk setiap entitas di himpunan entitas A berpasangan dengan banyak entitas di himpunan entitas B.  Asumsi yang berbeda di pakai ketika memandang relasi ini, 1 orang bisa memperoleh pj_cuci_piring untuk > 1 hari. Tetapi 1 hari hanya di pj-kan hanya untuk maksimal 1 orang.
  • 8.
     Relasi diatas menggambarkan bahwa untuk setiap entitas di himpunan entitas A berpasangan dengan maksimal 1 entitas di himpunan entitas B.  Asumsikan bahwa untuk 1 hari pj_cuci_piring boleh di berikan pada banyak orang, sedangkan 1 orang hanya di berikan tugas untuk menjadi pj_cuci_piring sebanyak maksimal 1 hari.
  • 9.
     Relasi diatas menggambarkan bahwa untuk setiap entitas di himpunan entitas A berpasangan dengan maksimal banyak entitas di himpunan entitas B.  Asumsikan bahwa dalam 1 hari pj_cuci_piring bisa di bebankan pada banyak orang dan 1 orang bisa di bebankan untuk menjadi pj_cuci_piring lebih dari 1 hari.
  • 10.
    Bagian Kardinalitas Kardinalitas adalah himpunan bilangan yang menunjukkan banyaknya Jumlah Anggota. Himpunan Kardinalitas terdiri dari : 1. Himpunan Denumerabel dan Nondenumerable 2. Himpunan Berhingga dan tak berhingga 3. Himpunan Tercacah 4. Himpunan Countable dan uncountable
  • 11.
    Himpunan Denumerable Jika sebuah himpunan ekivalen dengan himpunan N, yaitu himpunan bilangan asli, maka himpunan tersebut disebut denumerabel. Kardinalitas dari himpunan tersebut disebut sebagai kardinalitas a.  Suatu fungsi tertentu yang memperlihatkan denumerabilitas disebut suatu enumerasi. Contoh :  A = { Himpunan bilangan asli }  A = { 1,2,3,4,5,... }
  • 12.
    Contoh Denumerable Himpunan semua bilangan genap positif merupakan himpunan denumerabel, karena memiliki korespondensi satu-satu antara himpunan tersebut dengan himpunan bilangan asli, yang dinyatakan oleh 2n.
  • 13.
    Himpunan Non-Denumerable Himpunan yang tidak tercacah disebut himpunan non-denumerabel. Contoh dari himpunan ini adalah himpunan semua bilangan riil.  Himpunan Nondenumberable adalah jika sebuah himpunan ekuivalen dengan himpunan R yaitu himpunan bilangan riil.  Contoh : A = { Himpunan bilangan riil } A = { 1.01,1.001,1.0001,... }
  • 14.
    Himpunan Berhingga (Finit)  Himpunan A berhingga apabila A memiliki anggota himpunan tertentu atau n(A) = a, a bilangan cacah. Dengan perkataan lain, himpunan berhingga adalah himpunan yang banyak anggotanya dapat dinyatakan dengan suatu bilangan cacah atau dapat dihitung anggota himpunannya  Contoh : a. A = karena n(A) = 0, 0 bilangan cacah. b. B = n(B) = 75, 75 bilangan cacah.
  • 15.
    Contoh Finit A = {Himpunan bilangan genap < 10 } => A = ( 2,4,6,8 }  B = {Himpunan bilangan ganjil < 10 } => B = { 1,3,5,7,9 }  Anggota dari himpunan tersebut berbatas < 10 sehingga jumlah anggotanya bisa di ketahui
  • 16.
    Himpunan Tak Berhingga(infinit)  Himpunan jenis ini adalah himpunan yang anggotanya tidak berbatas atau dalam memasukan perintah dan jenis himpunan tidak diberi batas.  Contoh :  A = { Himpunan bilangan genap }  A = { 2,4,6,8,... }  B = { Himpunan bilangan ganjil }  B = { 1,3,5,7,9,... }
  • 17.
    Himpunan Tercacah Himpunan disebut tercacah jika himpunan tersebut adalah berhingga atau denumerabel.  Dengan kata lain, himpunan denumerable dan berhingga adalah himpunan tercacah juga karena bilangan yang digunakan adalah bilangan cacah dan dapat diketahui jumlah maks anggotanya
  • 18.
    Himpunan Countable Himpunan Countable jika himpunan itu merupakan himpunan finit atau denumberable.  Artinya Himpunan Countable ini dapat dihitung.  Contoh :  Dalam kehidupan sehari-hari : Beras , Rambut (memiliki unit )  Dalam bilangan : semua bilangan yang berbatas atau diberikan batas
  • 19.
    Himpunan Uncountable Himpunan Uncountable hika himpunan itu merupakan infinit atau non-dumerable.  Contoh :  Dalam kehidupan sehari-hari : Air, Udara  Dalam bilangan : bilangan riil
  • 20.
    Summary  Kardinalitasadalah maksimum anggota himpunan yang dapat berelasi dengan anggota dari himpunan lain.  Dalam kardinalitas, bilangan kardinalitas dinyatakan dengan #(A) atau n(A)  Dalam kardinalitas dikenal pula beberapa himpunan yang termasuk didalamnya seperti denumerable, berbatas, countable.  Semua himpunan dalam kardinalitas intinya sama, hanya saja tidak memiliki konsep dan ukuran himpunan yang berbeda.
  • 21.