INDIKATOR ASAM BASA
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
Disusun untuk melengkapi
Praktikum Kimia Semester II

Disusun Oleh :
1) Anggastya DAHP
3) Zidnie Silmi Kafah
2) Dyanti Kastamutuwardhani 4) Fety Fajriyanti

SEKOLAH MENEGAH ATAS NEGERI 9 BANDUNG
TAHUN AJARAN 2013-2014
JLn. LMU I Suparmin no . 1A
Daftar Isi

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………..
Tujuan Pengamatan……………………………………………………………………………….
Dasar Teori ……………………………………………………………………………………………
Alat dan Bahan ………………………………………………………………………………………
Cara Kerja ………………………………………………………………………………………………
Data Pengamatan ………………………………………………………………………………….
Kesimpulan ……………………………………………………………………………………………
Lampiran ……………………………………………………………………………………………..
Tujuan Pengamatan
1) Mempelajari Indikator Alami
2) Mempelajari Indikator Asam Basa meliputi Lakmus Merah, Lakmus Biru, Metil Merah,
Fenolftalen, Bromtimol Biru
3) Mengetahui pH larutan Asam dan Basa dengan indikator universal.

Dasar Teori
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang melarut dan mengion dalam air.
Menghasilkan proton (H+) dan basa adalah zat yang melarut dan mengion dalam air
menghasilkan ion hidroksida (OH-).
Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah zat yang menghasilkan dan mendonorkan
proton (H+) pada zat lain dan basa adalah zat yang dapat menerima proton (H+) dari zat lain.
Lewis juga mengusulkan teori asam basa baru. Lewis yang juga mengusulkan teori oktet,
memikirkan bahwa teori asam basa sebagai masalah dasar yang harus diselesaikan
berlandaskan teori struktur atom, bukan berdasarkan hasil percobaan. Menurut Lewis, asam
adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron dan basa adalah zat yang dapat
mendonorkan pasangan elektron.
Sifat-sifat asam antara lain : korosif, yaitu dapat merusak logam dan marmer,
mempunyai rasa asam, dapat memerahkan kertas lakmus biru, dapat menetralkan larutan
basa, dengan pH < 7. Sedangkan sifat-sifat basa adalah bersifat kaustik yaitu dapat merusak
kulit, memiliki rasa pahit dan licin, dapat membirukan kertas lakmus merah, dapat menetralkan
larutan asam, dengan pH > 7.
Asam, Basa dan Garam merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat
membantu kita untuk membedakannya. Karena pada umumnya asam berasa masam dan basa
berasa agak pahit. Namun kita tidak boleh menguji sifat asam atau basa suatu larutan dengan
hanya mencicipinya saja, karena banyak diantara zat-zat kimia diantaranya bersifat racun atau
bersifat korosif.
Asam
Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+.
Sifat-sifat asam diantaranya adalah :
1. Terasa masam
2. Terionisasi menghasilkan ion H+
3. Memiliki rentang pH 0-6,9
4. Memerahkan lakmus biru
Basa
Basa adalah senyawa yang bila dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion OH-.
Sifat-sifat basa diantaranya adalah :
1. Terasa pahit dan licin.
2. Terionisasi menghasilkan ion OH3. Memiliki rentang pH 7,1-14
4. Membirukan lakmus merah

Alat dan Bahan
-

ALAT

1) Pipet tetes
2) Plat tetes
3) Kertas Lakmus
-

Bahan

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)

Larutan A
Larutan B
Larutan C
Larutan D
Metil Merah (MM)
Metil Jingga (MJ)
Bromtimol Biru (BTB)
Fenolttalein (PP)
Ekstrak
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Kulit Manggis
Bugenvile
Kol Ungu
Bunga Sepatu
Mawar Merah
Wortel
Daun Suji
Bayam Merah
Kunyit
Buah Bit
Cara Kerja
Pengamatan Pertama
1. Siapkan Alat dan Bahan yang diperlukan
2. Berilah nama atau tanda pada setiap banjar plat tetes

BTB
MJ

Larutan A
MM
Larutan B

Larutan D
Larutan C

3. Isilah plat tetes dengan larutan yang telah diberi nama (5 tetes/plat) dengan
menggunakan pipet yang baru ditiap tetesan platnya.
4. Mengisi baris pertama dengan 2 tetes MM per plat dengan memakai pipet yang baru
5. Mengisi baris kedua dengan 2 tetes MJ per plat dengan memakai pipet yang baru
6. Mengisi baris ketiga dengan 2 tetes BTB per plat dengan memakai pipet yang baru
7. Amati perubahan yang terjadi
8. Cucilah plat tetes dan keringkan dengan tissue
9. Lakukan hal yang sama untuk mengamati perubahan warna pada larutan yang diberi
Fenolftalein (PP) kertas lakmus merah dan kertas lamus biru.
Hasil dari percobaan
MJ
MM
BTB

Hasil percobaan
PP

Pengamatan Kedua
1. Siapkan Alat dan Bahan yang diperlukan
2. Berilah nama atau tanda pada setiap banjar plat tetes

ekstrak

eKSTRAK

B
eKSTRAK
A

A
B

3. Isilah plat tetes dengan larutan yang telah diberi nama (5 tetes/plat) dengan
menggunakan pipet yang baru ditiap tetesan platnya.
4. Amati perubahan warna
5. Catatlah hasil pengamatan anda
6. Cuci dan bersihkan peralatan yang sudah digunakan tadi
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum kali ini, didapat beberapa kesimpulan yaitu :
- Larutan yang bersifat asam dapat memerahkan kertas lakmus biru;
- Larutan yang bersifat basa dapat membirukan kertas lakmus merah;
- Sementara larutan yang bersifat netral tidak memberikan perubahan warna pada
kertas lakmus.
- Dari kesepuluh larutan yang diuji semuanya sesuai dengan literatur yang ada.
Untuk menunjukkan larutan bersifat asam dan larutan bersifat basa kita dapat
menggunakan indikator / kertas lakmus. Selain itu kita juga dapat menggunakan
indikator PP (phenol phthalein), metyl merah (MR), dll.
Data hasil percobaan kami menunjukan bahwa, Jeruk Manis, Jeruk Asam, Anti
Septik, Sabun Dettol, Air comberan, Pisang, Apel, susu, Air teh, H2SO4 ,dan HCL adalah
larutan yang bersifat asam. BaOh dan Air sabun bersifat basa. Aquades dan air biasa
merupakan cairan yang netral.
Basa adalah kebalikan dari asam. Kekuatan asam-basa dapat ditentukan pada skala
pH, dimana asam memiliki pH < 7, sedangkan basa memiliki pH > 7.
Lampiran

Praktikum Kimia
@ Laboratorium Kimia SMAN 9 BDG
1. Anggastya Diah Andita HP
Kelas : XI IPA 6
Absen : 02
2. Dyanti Kastamutuwardhani
Kelas :XI IPA 6
Absen : 07
3. Fety Fajriyanti
Kelas : XI IPA 6
Absen : 09
4. Zidnie Silmi Kafah
Kelas : XI IPA 6
Absen : 40

Pengamatan Kimia (Indikator Asam dan Basa)

  • 1.
    INDIKATOR ASAM BASA LAPORANPRAKTIKUM KIMIA Disusun untuk melengkapi Praktikum Kimia Semester II Disusun Oleh : 1) Anggastya DAHP 3) Zidnie Silmi Kafah 2) Dyanti Kastamutuwardhani 4) Fety Fajriyanti SEKOLAH MENEGAH ATAS NEGERI 9 BANDUNG TAHUN AJARAN 2013-2014 JLn. LMU I Suparmin no . 1A
  • 2.
    Daftar Isi Daftar Isi……………………………………………………………………………………………….. Tujuan Pengamatan………………………………………………………………………………. Dasar Teori …………………………………………………………………………………………… Alat dan Bahan ……………………………………………………………………………………… Cara Kerja ……………………………………………………………………………………………… Data Pengamatan …………………………………………………………………………………. Kesimpulan …………………………………………………………………………………………… Lampiran ……………………………………………………………………………………………..
  • 3.
    Tujuan Pengamatan 1) MempelajariIndikator Alami 2) Mempelajari Indikator Asam Basa meliputi Lakmus Merah, Lakmus Biru, Metil Merah, Fenolftalen, Bromtimol Biru 3) Mengetahui pH larutan Asam dan Basa dengan indikator universal. Dasar Teori Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang melarut dan mengion dalam air. Menghasilkan proton (H+) dan basa adalah zat yang melarut dan mengion dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-). Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah zat yang menghasilkan dan mendonorkan proton (H+) pada zat lain dan basa adalah zat yang dapat menerima proton (H+) dari zat lain. Lewis juga mengusulkan teori asam basa baru. Lewis yang juga mengusulkan teori oktet, memikirkan bahwa teori asam basa sebagai masalah dasar yang harus diselesaikan berlandaskan teori struktur atom, bukan berdasarkan hasil percobaan. Menurut Lewis, asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron dan basa adalah zat yang dapat mendonorkan pasangan elektron. Sifat-sifat asam antara lain : korosif, yaitu dapat merusak logam dan marmer, mempunyai rasa asam, dapat memerahkan kertas lakmus biru, dapat menetralkan larutan basa, dengan pH < 7. Sedangkan sifat-sifat basa adalah bersifat kaustik yaitu dapat merusak kulit, memiliki rasa pahit dan licin, dapat membirukan kertas lakmus merah, dapat menetralkan larutan asam, dengan pH > 7. Asam, Basa dan Garam merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya. Karena pada umumnya asam berasa masam dan basa berasa agak pahit. Namun kita tidak boleh menguji sifat asam atau basa suatu larutan dengan hanya mencicipinya saja, karena banyak diantara zat-zat kimia diantaranya bersifat racun atau bersifat korosif. Asam Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+. Sifat-sifat asam diantaranya adalah : 1. Terasa masam 2. Terionisasi menghasilkan ion H+ 3. Memiliki rentang pH 0-6,9
  • 4.
    4. Memerahkan lakmusbiru Basa Basa adalah senyawa yang bila dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion OH-. Sifat-sifat basa diantaranya adalah : 1. Terasa pahit dan licin. 2. Terionisasi menghasilkan ion OH3. Memiliki rentang pH 7,1-14 4. Membirukan lakmus merah Alat dan Bahan - ALAT 1) Pipet tetes 2) Plat tetes 3) Kertas Lakmus - Bahan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Larutan A Larutan B Larutan C Larutan D Metil Merah (MM) Metil Jingga (MJ) Bromtimol Biru (BTB) Fenolttalein (PP) Ekstrak a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Kulit Manggis Bugenvile Kol Ungu Bunga Sepatu Mawar Merah Wortel Daun Suji Bayam Merah Kunyit Buah Bit
  • 5.
    Cara Kerja Pengamatan Pertama 1.Siapkan Alat dan Bahan yang diperlukan 2. Berilah nama atau tanda pada setiap banjar plat tetes BTB MJ Larutan A MM Larutan B Larutan D Larutan C 3. Isilah plat tetes dengan larutan yang telah diberi nama (5 tetes/plat) dengan menggunakan pipet yang baru ditiap tetesan platnya. 4. Mengisi baris pertama dengan 2 tetes MM per plat dengan memakai pipet yang baru 5. Mengisi baris kedua dengan 2 tetes MJ per plat dengan memakai pipet yang baru 6. Mengisi baris ketiga dengan 2 tetes BTB per plat dengan memakai pipet yang baru 7. Amati perubahan yang terjadi 8. Cucilah plat tetes dan keringkan dengan tissue 9. Lakukan hal yang sama untuk mengamati perubahan warna pada larutan yang diberi Fenolftalein (PP) kertas lakmus merah dan kertas lamus biru.
  • 6.
    Hasil dari percobaan MJ MM BTB Hasilpercobaan PP Pengamatan Kedua 1. Siapkan Alat dan Bahan yang diperlukan
  • 7.
    2. Berilah namaatau tanda pada setiap banjar plat tetes ekstrak eKSTRAK B eKSTRAK A A B 3. Isilah plat tetes dengan larutan yang telah diberi nama (5 tetes/plat) dengan menggunakan pipet yang baru ditiap tetesan platnya. 4. Amati perubahan warna 5. Catatlah hasil pengamatan anda 6. Cuci dan bersihkan peralatan yang sudah digunakan tadi
  • 8.
    Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikumkali ini, didapat beberapa kesimpulan yaitu : - Larutan yang bersifat asam dapat memerahkan kertas lakmus biru; - Larutan yang bersifat basa dapat membirukan kertas lakmus merah; - Sementara larutan yang bersifat netral tidak memberikan perubahan warna pada kertas lakmus. - Dari kesepuluh larutan yang diuji semuanya sesuai dengan literatur yang ada. Untuk menunjukkan larutan bersifat asam dan larutan bersifat basa kita dapat menggunakan indikator / kertas lakmus. Selain itu kita juga dapat menggunakan indikator PP (phenol phthalein), metyl merah (MR), dll. Data hasil percobaan kami menunjukan bahwa, Jeruk Manis, Jeruk Asam, Anti Septik, Sabun Dettol, Air comberan, Pisang, Apel, susu, Air teh, H2SO4 ,dan HCL adalah larutan yang bersifat asam. BaOh dan Air sabun bersifat basa. Aquades dan air biasa merupakan cairan yang netral. Basa adalah kebalikan dari asam. Kekuatan asam-basa dapat ditentukan pada skala pH, dimana asam memiliki pH < 7, sedangkan basa memiliki pH > 7.
  • 9.
    Lampiran Praktikum Kimia @ LaboratoriumKimia SMAN 9 BDG 1. Anggastya Diah Andita HP Kelas : XI IPA 6 Absen : 02 2. Dyanti Kastamutuwardhani Kelas :XI IPA 6 Absen : 07 3. Fety Fajriyanti Kelas : XI IPA 6 Absen : 09 4. Zidnie Silmi Kafah Kelas : XI IPA 6 Absen : 40