LARUTAN
FAIPRIANDA ASSYARI RAHMATULLAH
(1807111319)
DOSEN PENGAMPU : DRA. ZULTINIAR, M.SI
BAGIAN I
DEFINISI LARUTAN
DEFINISI LARUTAN
✘ Larutan merupakan campuran homogen
yang terdiri dari dua zat atau lebih
✘ Suatu larutan terdiri dari zat terlarut (solute)
dan pelarut (solvent)
✘ Fasa larutan dapat digolongkan menjadi
larutan padat, larutan cair, dan larutan gas
3 Takeuchi (2006) dalam Pengantar Kimia
Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
4
Wujud zat
terlarut
Wujud Pelarut Wujud Larutan Contoh
Gas Gas Gas Udara, gas alam
Cair Cair Cair Etanol
Padat Padat Padat Baja Karbon
Gas Cair Cair
Minuman
berkabonat
Padat Cair Cair Air Laut, Air teh
Gas Padat Padat
Hidrogen dalam
platina
WUJUD PELARUT DAN ZAT TERLARUT
YANG MEMBENTUK LARUTAN
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
55
Larutan Padat
Kuningan (CuZn)
Seng (Zn)
Tembaga (Cu)
* Padat - Padat
* Gas - Padat
Platina (Pt)
Ilustrasi Platina (Pt) yang
menyerap gas Hidrogen (H)
Paduan (Alloy) antara Tembaga dan Seng
CONTOH :
6
Larutan Cair
* Padat - Cair
* Cair - Cair
Ikatan antara NaCl dan H2O
Reaksi Etilen / Etena dengan air
CONTOH :
7
Larutan Cair
* Gas - Cair
Gas CO2 dalam
minuman berkabonasi
CONTOH :
8
Larutan Gas
* Gas - Gas
CONTOH :
BAGIAN II
JENIS-JENIS LARUTAN
JENIS-JENIS LARUTAN
✘ Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit
✘ Larutan Jenuh, Tidak Jenuh, dan Lewat
Jenuh
10
Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
Larutan Elektrolit
Larutan yang zat-zatnya
membentuk ion-ion
didalam air sehingga dapat
menghantarkan arus listrik
Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit
Larutan Non-Elektrolit
Larutan yang zat-zatnya
tidak membentuk ion-ion
didalam air sehingga tidak
dapat menghantarkan arus
listrik
11
Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
Lampu menyala menandakan
larutan tersebut adalah
larutan elektrolit.
(Jika nyala lampu redup
maka larutan tersebut
elektrolit kuat) 13
Lampu menyala menandakan
larutan tersebut adalah
larutan elektrolit.
(Jika nyala lampu terang
maka larutan tersebut
elektrolit kuat)
Lampu tidak menyala
menandakan larutan tersebut
adalah larutan non elektrolit
CONTOH :
Larutan Jenuh, Tidak Jenuh, dan Lewat Jenuh
Larutan Jenuh
Larutan yang
didalamnya terdapat
zat terlarut yang
mencapai
kesetimbangan
dengan zat
pelarutnya
(Qsp = Ksp)
Larutan Tidak
Jenuh
Larutan yang zat
terlarutnya memiliki
konsentrasi lebih kecil
daripada larutan
jenuh, sehingga
belum mencapai
kesetimbangan
(Qsp < Ksp)
Larutan Lewat
Jenuh
Larutan yang zat
terlarutnya memiliki
jumlah melebihi
konsentrasi
kesetimbangannya
(Qsp > Ksp)
13
Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
15
CONTOH :
Larutan belum jenuh
(Qsp < Ksp)
Larutan Jenuh
(Qsp = Ksp)
Larutan lewat jenuh
(Qsp > Ksp)
BAGIAN III
KOMPOSISI LARUTAN
JENIS-JENIS LARUTAN
✘ Fraksi Mol (X)
✘ Molalitas (m)
✘ Molaritas (M)
✘ Pengenceran Larutan
16
Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
17
FRAKSI MOL (X)
“Menyatakan perbandingan antara jumlah mol salah satu
komponen larutan terhadap total semua komponen
dalam larutan”
XA =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝐴
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛
Dinotasikan dengan :
Jika dalam larutan tersebut hanya terdiri dari dua
komponen [zat A (terlarut) dan zat B (larutan)], maka
berlaku :
𝑋 𝐵 = 1 − 𝑋𝐴
Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
18
Molalitas (m)
“Didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg
pelarut”
m =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑧𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡
1000 𝑔𝑟𝑎𝑚 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡
Dinotasikan dengan :
Molalitas memiliki satuan :
𝑚𝑜𝑙
𝑘𝑔
Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
19
Molaritas (M)
“Didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut per liter
larutan”
M =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑧𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛
Dinotasikan dengan :
Molalitas memiliki satuan :
𝑚𝑜𝑙
𝐿
Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
20
Pengenceran Larutan
“Untuk mengetahui hubungan antara moralitas larutan
sebelum dan sesudah pengenceran, maka rumus
moralitas ditulis ulang dan disusun menjadi :”
n = M x V
Karena dinyatakan untuk sebelum pengenceran, maka :
n = M1 x V1
Agar larutan encer, maka pelarut ditambahkan. Sehingga
konsentrasi dan volume awal menjadi :
n = M2 x V2
Karena hanya zat pelarut yang ditambahkan, zat terlarut
tidak mengalami perubahan. Sehingga didapatkan
hubungan :
M1 x V1 = M2 x V2Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2
Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2
Sumber :
Terima Kasih
Atas Perhatiannya
21

Larutan - Kimia Dasar

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    DEFINISI LARUTAN ✘ Larutanmerupakan campuran homogen yang terdiri dari dua zat atau lebih ✘ Suatu larutan terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent) ✘ Fasa larutan dapat digolongkan menjadi larutan padat, larutan cair, dan larutan gas 3 Takeuchi (2006) dalam Pengantar Kimia Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 4.
    4 Wujud zat terlarut Wujud PelarutWujud Larutan Contoh Gas Gas Gas Udara, gas alam Cair Cair Cair Etanol Padat Padat Padat Baja Karbon Gas Cair Cair Minuman berkabonat Padat Cair Cair Air Laut, Air teh Gas Padat Padat Hidrogen dalam platina WUJUD PELARUT DAN ZAT TERLARUT YANG MEMBENTUK LARUTAN Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 5.
    55 Larutan Padat Kuningan (CuZn) Seng(Zn) Tembaga (Cu) * Padat - Padat * Gas - Padat Platina (Pt) Ilustrasi Platina (Pt) yang menyerap gas Hidrogen (H) Paduan (Alloy) antara Tembaga dan Seng CONTOH :
  • 6.
    6 Larutan Cair * Padat- Cair * Cair - Cair Ikatan antara NaCl dan H2O Reaksi Etilen / Etena dengan air CONTOH :
  • 7.
    7 Larutan Cair * Gas- Cair Gas CO2 dalam minuman berkabonasi CONTOH :
  • 8.
    8 Larutan Gas * Gas- Gas CONTOH :
  • 9.
  • 10.
    JENIS-JENIS LARUTAN ✘ LarutanElektrolit dan Non-Elektrolit ✘ Larutan Jenuh, Tidak Jenuh, dan Lewat Jenuh 10 Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 11.
    Larutan Elektrolit Larutan yangzat-zatnya membentuk ion-ion didalam air sehingga dapat menghantarkan arus listrik Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit Larutan Non-Elektrolit Larutan yang zat-zatnya tidak membentuk ion-ion didalam air sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik 11 Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 12.
    Lampu menyala menandakan larutantersebut adalah larutan elektrolit. (Jika nyala lampu redup maka larutan tersebut elektrolit kuat) 13 Lampu menyala menandakan larutan tersebut adalah larutan elektrolit. (Jika nyala lampu terang maka larutan tersebut elektrolit kuat) Lampu tidak menyala menandakan larutan tersebut adalah larutan non elektrolit CONTOH :
  • 13.
    Larutan Jenuh, TidakJenuh, dan Lewat Jenuh Larutan Jenuh Larutan yang didalamnya terdapat zat terlarut yang mencapai kesetimbangan dengan zat pelarutnya (Qsp = Ksp) Larutan Tidak Jenuh Larutan yang zat terlarutnya memiliki konsentrasi lebih kecil daripada larutan jenuh, sehingga belum mencapai kesetimbangan (Qsp < Ksp) Larutan Lewat Jenuh Larutan yang zat terlarutnya memiliki jumlah melebihi konsentrasi kesetimbangannya (Qsp > Ksp) 13 Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 14.
    15 CONTOH : Larutan belumjenuh (Qsp < Ksp) Larutan Jenuh (Qsp = Ksp) Larutan lewat jenuh (Qsp > Ksp)
  • 15.
  • 16.
    JENIS-JENIS LARUTAN ✘ FraksiMol (X) ✘ Molalitas (m) ✘ Molaritas (M) ✘ Pengenceran Larutan 16 Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 17.
    17 FRAKSI MOL (X) “Menyatakanperbandingan antara jumlah mol salah satu komponen larutan terhadap total semua komponen dalam larutan” XA = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝐴 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 Dinotasikan dengan : Jika dalam larutan tersebut hanya terdiri dari dua komponen [zat A (terlarut) dan zat B (larutan)], maka berlaku : 𝑋 𝐵 = 1 − 𝑋𝐴 Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 18.
    18 Molalitas (m) “Didefinisikan sebagaijumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut” m = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑧𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡 1000 𝑔𝑟𝑎𝑚 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡 Dinotasikan dengan : Molalitas memiliki satuan : 𝑚𝑜𝑙 𝑘𝑔 Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 19.
    19 Molaritas (M) “Didefinisikan sebagaijumlah mol zat terlarut per liter larutan” M = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑧𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 Dinotasikan dengan : Molalitas memiliki satuan : 𝑚𝑜𝑙 𝐿 Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 20.
    20 Pengenceran Larutan “Untuk mengetahuihubungan antara moralitas larutan sebelum dan sesudah pengenceran, maka rumus moralitas ditulis ulang dan disusun menjadi :” n = M x V Karena dinyatakan untuk sebelum pengenceran, maka : n = M1 x V1 Agar larutan encer, maka pelarut ditambahkan. Sehingga konsentrasi dan volume awal menjadi : n = M2 x V2 Karena hanya zat pelarut yang ditambahkan, zat terlarut tidak mengalami perubahan. Sehingga didapatkan hubungan : M1 x V1 = M2 x V2Khaerunnisa (2008) dalam Kimia Fisika 2 Sunarya (2012) dalam Kimia Dasar 2 Sumber :
  • 21.