KONSEP AWAL STATISTIKA DASAR
( PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA,
STATISTIK DESKRIPTIF DAN INFERENSIAL SERTA
MACAM-MACAM DATA )
Disusun Oleh : Kelompok 4
1. Aisyah Turidho (06081281520073)
2. Reno Sutriono (06081381520044)
3. M. Rizky Tama Putra (06081381419045)
Mata Kuliah : Statistika Dasar
Dosen : Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si
: Puji Astuti, S.Pd., M.Sc
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Matematika
Universitas Sriwijaya
2016
1
DAFTAR ISI
COVER KONSEP AWAL STATISTIKA DASAR................................................................ i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................................1
PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA, STATISTIK DESKRIPTIF DAN
STATISTIK INFERENSIAL, SERTA MACAM - MACAM DATA ...................................2
A. Pengertian Statistik dan Statistika...........................................................................2
B. Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial.......................................................2
a. Statistik Deskriptif ...................................................................................................2
b. Statistik Inferensial ..................................................................................................3
C. Macam-Macam Data .................................................................................................4
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................8
2
PENGERTIAN STATISTIKDAN STATISTIKA, STATISTIKDESKRIPTIF
DAN STATISTIK INFERENSIAL, SERTA MACAM - MACAM DATA
A. Pengertian Statistik dan Statistika
Menurut Sudjana dalam bukunya Metoda Statistika (2002:3), statistik yakni
dipakai untuk menyalurkan ukuran sebagai wakil dari kumpulan data mengenai
suatu hal yang disajikan dalam bentuk daftar atau tabel serta diagram atau grafik
untuk menjelaskan suatu persoalan yang sedang dipelajari. Sedangkan statistika
adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data,
pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan
kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.
Menurut Herrhyanto, N dan Hamid, A.H. dalam bukunya Statistika Dasar
(2007:1.3), statistik dapat diartikan kumpulan angka-angka mengenai suatu
masalah, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai masalah tersebut
contohnya statistik penduduk, statistik pertanian dan sebagainya. Sedangkan
statistika adalah metode ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan,
perhitungan, penggambaran dan penganalisisan data.
Metodologi statistik digunakan oleh lembaga survei dengan sampel pendapat
kita tentang topik mulai dari seni hingga zoologi. Metodologi statistik juga
dimanfaatkan untuk bisnis dan industri untuk membantu mengontrol kualitas
barang dan jasa yang mereka hasilkan. Ilmuwan sosial dan psikolog
menggunakan metodologi statistik untuk mempelajari perilaku kita karenakan
berbagai macam kegiatan penerapan, kursus dalam statistik diperlukan dari
jurusan dalam disiplin ilmu seperti sosiologi, psikologi, peradilan pidana,
keperawatan, ilmu olahraga, farmasi, pendidikan, dan banyak lainnya.
(Stephens, Larry J. 1998:1)
B. Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial
a. Statistik Deskriptif
Statistika deskriptif adalah statistika yang berkenaan dengan metode atau cara
mendeskripsikan, menggambarkan, menjabarkan, atau menguraikan data
3
sehingga mudah dipahami. Statistika deskriptif mengacu pada bagaimana
menata atau mengorganisasi data, menyajikan, dan menganalisis data. Hal
tersebut dapat dilakukan dengan menentukan nilai rata-rata hitung, median,
modus, standar deviasi, dan persen/proporsi.
b. Statistik Inferensial
Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data
sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan (diinferensialkan) untuk populasi di
mana sampel diambil. (Sugiyono, 2014:23).
Statistik inferensial adalah bagian dari statistik yang mempelajari mengenai
penafsiran dan penarikan kesimpulan yang berlaku secara umum dari data yang
telah tersedia. (Iqbal Hasan, 2005:7)
Statistika inferensial terdiri atas statistika parametrik dan nonparametrik.
1. Statistika Parametrik
Statistik parametrik adalah statistik yang digunakan untuk
menganalisis data interval atau rasio, yang diambil dari pupulasi yang
berdistribusi normal. (Sugiyono, 2014:23)
Statistik parametrik adalah bagian statistik yang parameter dari
populasinya mengikuti suatu distribusi tertentu, seperti distribusi normal,
dan memiliki varians yang homogen. (Iqbal Hasan, 2005:9)
Statistik parametrik adalah yaitu ilmu statistik yang
mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data, yaitu apakah data
menyebar secara normal atau tidak. Dengan kata lain, data yang akan
dianalisis menggunakan statistik parametrik harus memenuhi asumsi
normalitas. Data yang dianalisis adalah data interval atau rasio.
4
2. Statistika Nonparametrik
Statistik yang digunakan untuk menganalisis data nominal dan
ordinal dari populasi yang bebas berdistribusi. (Sugiyono, 2014:23)
Statistik nonparametrik adalah bagian statistik yang parameter dari
populasinya tidak mengikuti suatu distribusi tertentu atau memiliki
distribusi yang bebas dari persyaratan, dan variansnya tidak perlu
homogen. (Iqbal Hasan, 2005:9)
Statistik Non-Parametrik adalah yaitu statistik bebas sebaran (tidak
mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau
tidak). Selain itu, statistik non-parametrik biasanya menggunakan skala
pengukuran sosial, yakni nominal dan ordinal yang umumnya tidak
berdistribusi normal.
C. Macam-Macam Data
Menurut J. Supranto dalam bukunya Statistik Teori dan Aplikasi ( 2008:8 ), data
dapat dikelompokkan antara lain menurut sifatnya, sumber, cara memperoleh dan
waktu pengumpulan.
1. Data menurut sifatnya
a. Data kualitatif, adalah data yang tidak berbentuk angka ( nonnumeris ).
Contohnya :
a. Produksi daging sapi meningkat.
b. Harga daging ayam mahal.
c. Penyaluran pupuk berjalan lancar, dan sebagainya.
b. Data kuantitatif, adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka.
Contohnya :
a. Produksi padi meningkat 10 %.
b. Harga daging sapi perkilogram rata-rata adalah Rp. 15.000
c. Sebanyak 99 % pupuk telah disalurkan, penduduk Indonesia pada
tahun 1990 adalah 200 juta, dan sebagainya.
5
Data kuantitatif, dibagi menjadi dua bagian yaitu :
a. Data diskrit, adalah data yang diperoleh dengan cara
menghitung. atau membilang.
Contohnya :
a) Banyak kursi yang ada di ruangan ini ada 75 buah.
b) Jumlah siswa yang mengikuti mata kuliah ini mencapai
110 orang.
b. Data kontinu, adalah data yang diperoleh dengan cara
mengukur.
Contohnya :
a) Panjang benda itu adalah 15 cm.
b) Jarak antara kota Bandung dengan Cirebon adalah 130
km.
c) Berat badan Adi adalah 58 kg.
2. Data menurut sumbernya
a) Data internal, adalah data yang bersumber dari keadaan atau kegiatan
suatu organisasi atau kelompok.
Contohnya :
a. Data penjualan.
b. Data produksi suatu perusahaan.
b) Data eksternal, adalah data yang bersumber dari luar suatu organisasi
atau kelompok.
Contohnya adalah suatu perusahaan mencari data mengenai daya beli
konsumen dari Kantor Badan Statistik setempat, jumlah uang
beredar, dan inflasi.
3. Data menurut cara memperolehnya
a) Data primer, adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu
organisasi atau perorangan langsung dari objeknya,
Contohnya adalah suatu perusahaan ingin mengetahui konsumsi susu
rata-rata penduduk di suatu daerah dengan cara melakukan wawancara
langsung kepada penduduk setempat.
6
b) Data sekunder, adalah data yang diperoleh dalam bentuk jadi dan telah
diolah oleh oleh pihak lain, yang biasanya dalam bentuk publikasi.
Contohnya adalah seorang peneliti memerlukan data mengenai jumlah
penduduk di sebuah kota dari tahun 1960 sampai 1970, maka orang itu
dapat memperolehnya di BPS.
4. Data menurut waktu pengumpulannya
a) Data cross section, adalah data yang dikumpulkan dalam suatu periode
tertentu, biasanya menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam periode
tersebut.
Contohnya adalah hasil sensus penduduk tahun 1990 menggambarkan
keadaan Indonesia tahun 1990 menurut umur, jenis kelamin, agama,
tingkat pendidikan, dan sebagainya.
b) Data berkala, adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu yang
bertujuan menggambarkan perkembangan suatu kegiatan dari waktu ke
waktu.
Contohnya adalah perkembangan produksi padi selama lima tahun
terakhir, perkembangan sembako ( sembilan bahan pokok ) selama 10
bulan terakhir, perkembangan penjualan produk suatu perusahaan selama
lima tahun terakhir, dan sebagainya.
5. Data berdasarkan skala pengukurannya
a) Data nominal. Skala pengukuran data yang paling rendah terjadi apabila
bilangan atau lambang lain digunakan untuk identitas atau
mengklasifikasi objek, orang atau benda-benda lain. Data hasil
klasifikasi tersebut disebut data skala nominal. Misalnya, jenis kelamin
dengan skor 13 untuk laki-laki dan 23 untuk perempuan. Skor 1 dan 2
digunakan untuk membedakan antara kelompok yang satu dan yang
lainnya.
b) Data ordinal adalah data yang menunjukkan urutan(peringkat atau
tingkatan). Misalnya, variabel tingkatan dalam suatu rumah susun
dengan angka 1, 2, 3,...
7
c) Data interval adalah data yang bersifat numerik, yaitu bersifat selisih
antara dua ukuran yang berbeda. Misalnya nilai pelajaran matematika
Badu 50 dan Amat 10 maka dapat dikatakan nilai Badu 40 lebihnya dari
nilai Amat.
d) Data rasio merupakan data perbandingan. Sebagai contoh, variabel umur
dalam bulan, tinggi dalam meter, luas wilayah dalam kilometer persegi,
dan penghasilan dalam rupiah. Misal, uang Ali 300 rb dan uang Bakri
100 rb maka uang Ali 3 kalinya dari uang Bakri.
8
DAFTAR PUSTAKA
Hasan, I. (2005). Pokok-Pokok Materi Statistik: Statistik Inferensial. Jakarta: Bumi
Aksara.Hlm. 7 dan 9
Herrhyanto, N., & Hamid, A. H. (2007). Statistika Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hlm. 1.3 - 1.5
Rohmad, & Supriyanto. (2015). Pengantar Statistika. Yogyakarta: Kalimedia. Hlm 4 - 5
dan 11 - 17
Stephs, Larry J. (1998). Schaum Outlines of Theory and Problems of Beginning Statistics.
United State of America : Library of Congress Cataloging in Publication Data.
Hlm.1
Sudjana. (2002). Metoda Statistika. Edisi 6. Bandung: Tarsito.Hlm.3 - 5
Sugiyono. (2014). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.Hlm. 23
Supranto, J. (2008). Statistik: Teori dan Aplikasi. Jilid 1. Edisi 7. Jakarta: Erlangga. 8 - 11

makalah statistik, statistika, macam data

  • 1.
    KONSEP AWAL STATISTIKADASAR ( PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA, STATISTIK DESKRIPTIF DAN INFERENSIAL SERTA MACAM-MACAM DATA ) Disusun Oleh : Kelompok 4 1. Aisyah Turidho (06081281520073) 2. Reno Sutriono (06081381520044) 3. M. Rizky Tama Putra (06081381419045) Mata Kuliah : Statistika Dasar Dosen : Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si : Puji Astuti, S.Pd., M.Sc Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Matematika Universitas Sriwijaya 2016
  • 2.
    1 DAFTAR ISI COVER KONSEPAWAL STATISTIKA DASAR................................................................ i DAFTAR ISI ..........................................................................................................................1 PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA, STATISTIK DESKRIPTIF DAN STATISTIK INFERENSIAL, SERTA MACAM - MACAM DATA ...................................2 A. Pengertian Statistik dan Statistika...........................................................................2 B. Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial.......................................................2 a. Statistik Deskriptif ...................................................................................................2 b. Statistik Inferensial ..................................................................................................3 C. Macam-Macam Data .................................................................................................4 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................8
  • 3.
    2 PENGERTIAN STATISTIKDAN STATISTIKA,STATISTIKDESKRIPTIF DAN STATISTIK INFERENSIAL, SERTA MACAM - MACAM DATA A. Pengertian Statistik dan Statistika Menurut Sudjana dalam bukunya Metoda Statistika (2002:3), statistik yakni dipakai untuk menyalurkan ukuran sebagai wakil dari kumpulan data mengenai suatu hal yang disajikan dalam bentuk daftar atau tabel serta diagram atau grafik untuk menjelaskan suatu persoalan yang sedang dipelajari. Sedangkan statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan. Menurut Herrhyanto, N dan Hamid, A.H. dalam bukunya Statistika Dasar (2007:1.3), statistik dapat diartikan kumpulan angka-angka mengenai suatu masalah, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai masalah tersebut contohnya statistik penduduk, statistik pertanian dan sebagainya. Sedangkan statistika adalah metode ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran dan penganalisisan data. Metodologi statistik digunakan oleh lembaga survei dengan sampel pendapat kita tentang topik mulai dari seni hingga zoologi. Metodologi statistik juga dimanfaatkan untuk bisnis dan industri untuk membantu mengontrol kualitas barang dan jasa yang mereka hasilkan. Ilmuwan sosial dan psikolog menggunakan metodologi statistik untuk mempelajari perilaku kita karenakan berbagai macam kegiatan penerapan, kursus dalam statistik diperlukan dari jurusan dalam disiplin ilmu seperti sosiologi, psikologi, peradilan pidana, keperawatan, ilmu olahraga, farmasi, pendidikan, dan banyak lainnya. (Stephens, Larry J. 1998:1) B. Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial a. Statistik Deskriptif Statistika deskriptif adalah statistika yang berkenaan dengan metode atau cara mendeskripsikan, menggambarkan, menjabarkan, atau menguraikan data
  • 4.
    3 sehingga mudah dipahami.Statistika deskriptif mengacu pada bagaimana menata atau mengorganisasi data, menyajikan, dan menganalisis data. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menentukan nilai rata-rata hitung, median, modus, standar deviasi, dan persen/proporsi. b. Statistik Inferensial Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan (diinferensialkan) untuk populasi di mana sampel diambil. (Sugiyono, 2014:23). Statistik inferensial adalah bagian dari statistik yang mempelajari mengenai penafsiran dan penarikan kesimpulan yang berlaku secara umum dari data yang telah tersedia. (Iqbal Hasan, 2005:7) Statistika inferensial terdiri atas statistika parametrik dan nonparametrik. 1. Statistika Parametrik Statistik parametrik adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data interval atau rasio, yang diambil dari pupulasi yang berdistribusi normal. (Sugiyono, 2014:23) Statistik parametrik adalah bagian statistik yang parameter dari populasinya mengikuti suatu distribusi tertentu, seperti distribusi normal, dan memiliki varians yang homogen. (Iqbal Hasan, 2005:9) Statistik parametrik adalah yaitu ilmu statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data, yaitu apakah data menyebar secara normal atau tidak. Dengan kata lain, data yang akan dianalisis menggunakan statistik parametrik harus memenuhi asumsi normalitas. Data yang dianalisis adalah data interval atau rasio.
  • 5.
    4 2. Statistika Nonparametrik Statistikyang digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal dari populasi yang bebas berdistribusi. (Sugiyono, 2014:23) Statistik nonparametrik adalah bagian statistik yang parameter dari populasinya tidak mengikuti suatu distribusi tertentu atau memiliki distribusi yang bebas dari persyaratan, dan variansnya tidak perlu homogen. (Iqbal Hasan, 2005:9) Statistik Non-Parametrik adalah yaitu statistik bebas sebaran (tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Selain itu, statistik non-parametrik biasanya menggunakan skala pengukuran sosial, yakni nominal dan ordinal yang umumnya tidak berdistribusi normal. C. Macam-Macam Data Menurut J. Supranto dalam bukunya Statistik Teori dan Aplikasi ( 2008:8 ), data dapat dikelompokkan antara lain menurut sifatnya, sumber, cara memperoleh dan waktu pengumpulan. 1. Data menurut sifatnya a. Data kualitatif, adalah data yang tidak berbentuk angka ( nonnumeris ). Contohnya : a. Produksi daging sapi meningkat. b. Harga daging ayam mahal. c. Penyaluran pupuk berjalan lancar, dan sebagainya. b. Data kuantitatif, adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Contohnya : a. Produksi padi meningkat 10 %. b. Harga daging sapi perkilogram rata-rata adalah Rp. 15.000 c. Sebanyak 99 % pupuk telah disalurkan, penduduk Indonesia pada tahun 1990 adalah 200 juta, dan sebagainya.
  • 6.
    5 Data kuantitatif, dibagimenjadi dua bagian yaitu : a. Data diskrit, adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung. atau membilang. Contohnya : a) Banyak kursi yang ada di ruangan ini ada 75 buah. b) Jumlah siswa yang mengikuti mata kuliah ini mencapai 110 orang. b. Data kontinu, adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur. Contohnya : a) Panjang benda itu adalah 15 cm. b) Jarak antara kota Bandung dengan Cirebon adalah 130 km. c) Berat badan Adi adalah 58 kg. 2. Data menurut sumbernya a) Data internal, adalah data yang bersumber dari keadaan atau kegiatan suatu organisasi atau kelompok. Contohnya : a. Data penjualan. b. Data produksi suatu perusahaan. b) Data eksternal, adalah data yang bersumber dari luar suatu organisasi atau kelompok. Contohnya adalah suatu perusahaan mencari data mengenai daya beli konsumen dari Kantor Badan Statistik setempat, jumlah uang beredar, dan inflasi. 3. Data menurut cara memperolehnya a) Data primer, adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan langsung dari objeknya, Contohnya adalah suatu perusahaan ingin mengetahui konsumsi susu rata-rata penduduk di suatu daerah dengan cara melakukan wawancara langsung kepada penduduk setempat.
  • 7.
    6 b) Data sekunder,adalah data yang diperoleh dalam bentuk jadi dan telah diolah oleh oleh pihak lain, yang biasanya dalam bentuk publikasi. Contohnya adalah seorang peneliti memerlukan data mengenai jumlah penduduk di sebuah kota dari tahun 1960 sampai 1970, maka orang itu dapat memperolehnya di BPS. 4. Data menurut waktu pengumpulannya a) Data cross section, adalah data yang dikumpulkan dalam suatu periode tertentu, biasanya menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam periode tersebut. Contohnya adalah hasil sensus penduduk tahun 1990 menggambarkan keadaan Indonesia tahun 1990 menurut umur, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, dan sebagainya. b) Data berkala, adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu yang bertujuan menggambarkan perkembangan suatu kegiatan dari waktu ke waktu. Contohnya adalah perkembangan produksi padi selama lima tahun terakhir, perkembangan sembako ( sembilan bahan pokok ) selama 10 bulan terakhir, perkembangan penjualan produk suatu perusahaan selama lima tahun terakhir, dan sebagainya. 5. Data berdasarkan skala pengukurannya a) Data nominal. Skala pengukuran data yang paling rendah terjadi apabila bilangan atau lambang lain digunakan untuk identitas atau mengklasifikasi objek, orang atau benda-benda lain. Data hasil klasifikasi tersebut disebut data skala nominal. Misalnya, jenis kelamin dengan skor 13 untuk laki-laki dan 23 untuk perempuan. Skor 1 dan 2 digunakan untuk membedakan antara kelompok yang satu dan yang lainnya. b) Data ordinal adalah data yang menunjukkan urutan(peringkat atau tingkatan). Misalnya, variabel tingkatan dalam suatu rumah susun dengan angka 1, 2, 3,...
  • 8.
    7 c) Data intervaladalah data yang bersifat numerik, yaitu bersifat selisih antara dua ukuran yang berbeda. Misalnya nilai pelajaran matematika Badu 50 dan Amat 10 maka dapat dikatakan nilai Badu 40 lebihnya dari nilai Amat. d) Data rasio merupakan data perbandingan. Sebagai contoh, variabel umur dalam bulan, tinggi dalam meter, luas wilayah dalam kilometer persegi, dan penghasilan dalam rupiah. Misal, uang Ali 300 rb dan uang Bakri 100 rb maka uang Ali 3 kalinya dari uang Bakri.
  • 9.
    8 DAFTAR PUSTAKA Hasan, I.(2005). Pokok-Pokok Materi Statistik: Statistik Inferensial. Jakarta: Bumi Aksara.Hlm. 7 dan 9 Herrhyanto, N., & Hamid, A. H. (2007). Statistika Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka. Hlm. 1.3 - 1.5 Rohmad, & Supriyanto. (2015). Pengantar Statistika. Yogyakarta: Kalimedia. Hlm 4 - 5 dan 11 - 17 Stephs, Larry J. (1998). Schaum Outlines of Theory and Problems of Beginning Statistics. United State of America : Library of Congress Cataloging in Publication Data. Hlm.1 Sudjana. (2002). Metoda Statistika. Edisi 6. Bandung: Tarsito.Hlm.3 - 5 Sugiyono. (2014). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.Hlm. 23 Supranto, J. (2008). Statistik: Teori dan Aplikasi. Jilid 1. Edisi 7. Jakarta: Erlangga. 8 - 11