CURRICULUM VITAE
•   Nama                :   Dr. Ir. Umi Rusilowati, MM
•   Tempat/Tgl. Lahir   :   Jakarta/ 19 Juni 1959
•   Pekerjaan/Jabatan   :   Dosen/Lektor pada Universitas Pamulang
•   Alamat              :   Jl. Surya kencana no.1
•                           Pamulang Tangerang
•   Keluarga
    a. Suami : Dr. Ir. R. Boedi Hasmanto, MS
    b. Anak : 1. Rr. Ayu Metarini. S.Sos, MM
               2. R. Magistra Deni Setiadi
               3. Prili Natasha Yunianti
•   E-mail   : umirusilowati@yahoo.com




                                                          Riwayat Pendidikan >>>
RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL :
 SD Paulus Jayapura 1971
 SMP Negeri XIX Jakarata 1974
 SMA Negeri VI Jakarta 1977
 Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor 1984
 Magister Manajemen Universitas Krisna Dwipayana 2008
 Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pasundan 2012

RIWAYAT PEKERJAAN
 Biro Keuanagan, Setjen departemen Transmigrasi                  :   1986 - 1996
 Dosen tdk tetap Unv Kerta Negara                                :   1989 - 1991
 Manajer Cabang Centre For English Learning                      :   1998 - 2000
 Dosen Fak Teknik Universitas Pamulang                           :   2004 - 2006
 Ketua Program Studi Sekretary D3                                :   2006 – 2012
  1. Trainer Pengembangan Diri dan Keprotokolan                   :   2004 – 2008 Pudiklat Diknas
  2. Nara Sumber Seminar Academic Plus                            :   2007
  3. Nara Sumber Advance Personality Dev Secretary Pro            :   2011 sd sekarang
  4. Narasumber dan Pembahas pada Gender Analysis
     Training GAT pada Balai PMD Se Sumatera                   : 2012 sd sekarang
  5. Trainer Public Speaking pada Diklat Pegawai BATAN Serpong : 2011 sd sekarang

KEGIATAN ORGANISASI
 Dharma Wanita Sub Unit Litbang Kepmendagri             : Sekretaris (2002 – 2010)
 Dharma Wanita Sub Unit PMD Kepmendagri                 : Bid Pendidikan (2010 sd 2014)
 Yayasan Pertiwi PMD Kepmendagri                        : Pengawas (2010 sd sekarang)
Membangun
Budaya Belajar
di Perusahaan,
menuju
Learning Organization
Oleh :
Dr. Ir. Umi Rusilowati, MM
Mengapa Organisasi Perlu
Menciptakan Budaya Belajar?
• Alvin Toffler dalam salah tulisannya
  menyebutkan, “The illiterate of the 21st century
  will not be those who cannot read and write, but
  those who cannot learn, unlearn, and relearn.”

• Ya, buta huruf di zaman modern bukanlah karena
  tidak bisa baca tulis, melainkan karena tidak
  dapat belajar (learn), membuang apa yang sudah
  pernah dipelajari (unlearn) dan mempelajari
  kembali sesuatu karena mungkin sudah
  terlupakan atau diabaikan (relearn).
• Karena itu semangat belajar dan terlebih lagi
  budaya belajar, sangat penting dimiliki oleh
  individu-individu dalam sebuah organisasi
  sehingga menjadi organisasi pembelajar
  (Learning Organization). Hal ini hanya bisa terjadi
  ketika individu dalam organiasi menjadi pribadi
  yang tangguh dan bertanggung jawab atas proses
  belajarnya. Mereka menjadi orang-orang yang
  belajar bukan karena diperintahkan atau diatur
  oleh organisasi, melainkan belajar karena
  kebutuhan dan tanggung jawab pribadi untuk
  mengembangkan diri
Mengapa Organisasi Perlu Belajar?
Kompetisi Yang Semakin Ketat
Sinergi Antar Anggota Tim
Perubahan Yang Sangat Cepat
Mengantisipasi Masa Depan Yang Penuh
 Ketidakpastian
Apakah Learning Organization itu?
Peter Senge dalam karyanya yang terkenal memberi definisi Learning
Organization sebagai ;

      “…organizations where people continually expand their capacity to
      create the results they truly desire, where new and expansive patterns
      of thinking are nurtured, where collective aspiration is set free, and
      where people are continually learning to see the whole together.”

      “..organisasi di mana orang-orang terus-menerus memperluas
      kapasitas mereka untuk menciptakan hasil yang mereka benar-benar
      inginkan, hal-hal baru dan pola berpikir luas tidak dibatasi, dan
      pemberian kebebasan terhadap aspirasi kolektif, di mana orang-orang
      terus-menerus belajar untuk berkembang bersama-sama.”
Komponen Learning Organization
                                  System Thinking
                              Saling ketergantungan antara semua fungsi,
                              bekerja sama sebagai satu kesatuan sistem



      Shared Vision                                                Personal Mastery
  Visi yang dimiliki oleh semua lapisan,                          Komitmen pribadi terhadap proses
Menciptakan fokus dan energi untuk belajar                                    belajar




     Mental Models                                                Team Learning
 Melupakan nilai-nilai yang tidak diinginkan,                 akumulasi pengetahuan dari pembelajaran
     belajar nilai-nilai baru dan berlaku                    setiap individu yang kemudian dibagi kepada
                                                             anggota organisasi lainnya sehingga menjadi
                                                                           pengetahuan tim
PROSES LEARNING




PERSONAL       MENTALS        SHARED           TEAM      SYSTEM
 MASTERY       MODELS          VISION        LEARNING   THINKING




  KOMUNIKASI               MOTIVATION TO LEARN          BUDAYA




                         KEPUASAN PENGGUNA
Lingkungan
      Organisasional                          Mengelola SDM                      Perilaku-perilaku
     untuk Perusahaan                        untukMendukung                      yang Diperlukan
        perusahaan                             Pembelajaran
       yang Belajar


Kepemimpinan                            Pengaturan Staf                      Orientasi Dan Kemampuan
Dipimpin oleh contoh pribadi            Perekrutan, penggajian, dan          Pembelajaran
berdasarkan pengetahuan dan             promosi berdasarkan
pembelajaran berhubungan dengan         pengetahuan aktual dan               •Berfikir Kritis
sasaran strategis dan kepentingan       kemampuan untuk pembelajaran         •Menciptakan pengetahuan baru
penyandang dana.                        di masa mendatang.                   •Bekerja tanpa batas
                                                                             •Belajar dari pengalaman
Strategi                                Pelatihan dan                        •Belajar dari orang lain
Memandang pembelajaran                  Pengembangan                         •Mengubah dan memper-barui
perusahaan sebagai kompetensi           Pengetahuan dalam bidang apa         pengetahuan lama.
utama yang berkontribusi bagi           pun yang bisa diakses oleh siapa     •Menciptakan perubahan dan
keuntungan persaingan.                  saja, dimana saja, kapan saja.       menyesuaikan dengan
                                                                             perubahan
                                        Penilaian Kinerja                    •Berbagi pengetahuan
Budaya                                                                       •Menerapkan pengetahuan
                                        Menilai pertumbungan dan
Nilai-nilai yang mencakup inovasi dan                                        •Mencatat apa yang diketahui.
                                        perkembangan idividu serta
perubahan tanpa henti, melaksanakan
                                        kontribusinya bagi pertumbuhan
praktik terbaik, dan fokus pada
                                        dan perkembangan orang lain.
pembelajaran sebagai sasaran umum.
Rancangan dan Susunan
Selalu berubah, fleksibel, datar;       Penghargaan
berbasis tim, terhubung dalam           Penghargaan uang dan
jaringan dengan mitra-mitra             pengakuan mendorong
persekutuan                             pertumbuhan dan perkembangan
                                        diri serta orang lain dalam jangka
                                        panjang.
Steve Jobs
Kata Kunci :
→ Senantiasa meningkatkan kemampuan
  dan kapasitas
→ Pemikiran baru dan luas diberi
  kesempatan tumbuh
→ Aspirasi bersama diberi kebebasan
  berkembang
→ Orang-orang yang terus menerus
  belajar
Hambatan dalam Proses
Sharing/Belajar
• Hambatan ini bisa muncul dari individu ataupun dari organisasi itu
  sendiri.
   – Hambatan individu diantaranya adanya anggapan umum pengetahuan
     adalah kekuatan. Dengan berbagi pengetahuan berarti ada kekuatan
     yang akan hilang dan diambil oleh orang lain. Ada juga orang yang
     memiliki paradigma jika berasal dari orang lain, maka saya tidak akan
     menerima. Mental not invented here menjadi penghambat yang besar
     ketika segala sesuatu dari luar dianggap tidak perlu dipelajari atau
     diikuti meskipun baik. Hambatan lainnya adalah tidak menyadari
     betapa pentingnya proses berbagai (sharing) dalam pembelajaran,
     keterbatasan waktu, dan sudah berada di zona nyaman (comfort zone)
     sehingga malas untuk belajar atau berubah.

   – Hambatan organisasi diantaranya kurangnya dukungan dari top
     management, budaya organisasi yang tidak bersahabat dengan proses
     pembelajaran serta kegiatan belajar itu sendiri bukan merupakan cara
     kerja organisasi.
Perubahan Paragdima
               CARA LAMA                                      CARA BARU
• Kegiatan pembelajaran/pelatihan hanya ada       • Kegiatan pembelajaran/pelatihan dapat
  di ruang kelas                                    dilakukan kapan saja dan di mana saja
• Pelatihan adalah tanggung jawab bagian          • Setiap orang bertanggung jawab, baik
  Sumber Daya Manusia (HR)                          dalam departemen maupun sebagai
• Pelatihan dan pembelajaran harus serius           individu
  dan formal                                      • Kegiatan belajar harus menyenangkan,
                                                    mudah, dan menarik
• Ilmu yang didapat disimpan untuk diri           • Ilmu untuk dibagi agar tumbuh dan
  sendiri                                           berkembang bersama-sama
• Tergantung pada fasilitator atau trainer dari   • Menciptakan internal trainer dan
  luar organisasi                                   fasilitator di dalam organisasi
• Kegiatan Belajar adalah kewajiban dan           • Proses belajar adalah pilihan pribadi untuk
  ditentukan oleh pimpinan                          pengembangan pribadi
• Kegiatan pelatihan hanya untuk mengatasi        • Belajar untuk menghadapi tantangan di
  kebutuhan saat ini                                masa yang akan datang
                                                  • Belajar dilakukan secara terus menerus
• Kegiatan pelatihan/pembelajaran                   untuk memperkaya diri dengan
  tergantung jadwal dan penugasan yang              pengetahuan baru yang relevan dengan
  telah ditentukan                                  perubahan dan tantangan zaman
• Dengan mengadopsi pendekatan baru tersebut, kegiatan
  belajar gaya lama yang birokratis digantikan dengan
  pendekatan baru yang lebih luwes dan merupakan proses
  perkembangan setiap individu dalam organisasi.

• Peran perusahaan atau organisasi dalam hal ini adalah
  memberikan dukungan dan fasilitasi sehingga proses
  transformasi individu maupun organisasi dapat berjalan
  sebagaimana mestinya.

• Dibutuhkan pemimpin yang visioner sehingga kita tahu
  hendak dibawa kemana Organisasi kedepan (Jangka Panjang)
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS..
  Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR..
   Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR..

        Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata..
        Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan..
          Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit..
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat
                          untuk memberikan yang terbaik..

     Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang
                                    KETULUSAN..
      Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar
                                   KEIKHLASAN..
  Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang
                                   MEMAAFKAN..
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang
                              KESUNGGUHAN..
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang
                              KETANGGUHAN..
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,
        maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI..

              Tetap semangat.. Tetap sabar.. Tetap tersenyum..
       Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN..

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”..
   Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan
                              kenyamanan..
                          MEREKA di bentuk melalui
                   KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA..
                               (Dahlan Ichsan)
Terima Kasih

Learning organization

  • 1.
    CURRICULUM VITAE • Nama : Dr. Ir. Umi Rusilowati, MM • Tempat/Tgl. Lahir : Jakarta/ 19 Juni 1959 • Pekerjaan/Jabatan : Dosen/Lektor pada Universitas Pamulang • Alamat : Jl. Surya kencana no.1 • Pamulang Tangerang • Keluarga a. Suami : Dr. Ir. R. Boedi Hasmanto, MS b. Anak : 1. Rr. Ayu Metarini. S.Sos, MM 2. R. Magistra Deni Setiadi 3. Prili Natasha Yunianti • E-mail : umirusilowati@yahoo.com Riwayat Pendidikan >>>
  • 2.
    RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL:  SD Paulus Jayapura 1971  SMP Negeri XIX Jakarata 1974  SMA Negeri VI Jakarta 1977  Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor 1984  Magister Manajemen Universitas Krisna Dwipayana 2008  Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pasundan 2012 RIWAYAT PEKERJAAN  Biro Keuanagan, Setjen departemen Transmigrasi : 1986 - 1996  Dosen tdk tetap Unv Kerta Negara : 1989 - 1991  Manajer Cabang Centre For English Learning : 1998 - 2000  Dosen Fak Teknik Universitas Pamulang : 2004 - 2006  Ketua Program Studi Sekretary D3 : 2006 – 2012 1. Trainer Pengembangan Diri dan Keprotokolan : 2004 – 2008 Pudiklat Diknas 2. Nara Sumber Seminar Academic Plus : 2007 3. Nara Sumber Advance Personality Dev Secretary Pro : 2011 sd sekarang 4. Narasumber dan Pembahas pada Gender Analysis Training GAT pada Balai PMD Se Sumatera : 2012 sd sekarang 5. Trainer Public Speaking pada Diklat Pegawai BATAN Serpong : 2011 sd sekarang KEGIATAN ORGANISASI  Dharma Wanita Sub Unit Litbang Kepmendagri : Sekretaris (2002 – 2010)  Dharma Wanita Sub Unit PMD Kepmendagri : Bid Pendidikan (2010 sd 2014)  Yayasan Pertiwi PMD Kepmendagri : Pengawas (2010 sd sekarang)
  • 4.
    Membangun Budaya Belajar di Perusahaan, menuju LearningOrganization Oleh : Dr. Ir. Umi Rusilowati, MM
  • 5.
    Mengapa Organisasi Perlu MenciptakanBudaya Belajar? • Alvin Toffler dalam salah tulisannya menyebutkan, “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.” • Ya, buta huruf di zaman modern bukanlah karena tidak bisa baca tulis, melainkan karena tidak dapat belajar (learn), membuang apa yang sudah pernah dipelajari (unlearn) dan mempelajari kembali sesuatu karena mungkin sudah terlupakan atau diabaikan (relearn).
  • 6.
    • Karena itusemangat belajar dan terlebih lagi budaya belajar, sangat penting dimiliki oleh individu-individu dalam sebuah organisasi sehingga menjadi organisasi pembelajar (Learning Organization). Hal ini hanya bisa terjadi ketika individu dalam organiasi menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Mereka menjadi orang-orang yang belajar bukan karena diperintahkan atau diatur oleh organisasi, melainkan belajar karena kebutuhan dan tanggung jawab pribadi untuk mengembangkan diri
  • 7.
    Mengapa Organisasi PerluBelajar? Kompetisi Yang Semakin Ketat Sinergi Antar Anggota Tim Perubahan Yang Sangat Cepat Mengantisipasi Masa Depan Yang Penuh Ketidakpastian
  • 8.
    Apakah Learning Organizationitu? Peter Senge dalam karyanya yang terkenal memberi definisi Learning Organization sebagai ; “…organizations where people continually expand their capacity to create the results they truly desire, where new and expansive patterns of thinking are nurtured, where collective aspiration is set free, and where people are continually learning to see the whole together.” “..organisasi di mana orang-orang terus-menerus memperluas kapasitas mereka untuk menciptakan hasil yang mereka benar-benar inginkan, hal-hal baru dan pola berpikir luas tidak dibatasi, dan pemberian kebebasan terhadap aspirasi kolektif, di mana orang-orang terus-menerus belajar untuk berkembang bersama-sama.”
  • 9.
    Komponen Learning Organization System Thinking Saling ketergantungan antara semua fungsi, bekerja sama sebagai satu kesatuan sistem Shared Vision Personal Mastery Visi yang dimiliki oleh semua lapisan, Komitmen pribadi terhadap proses Menciptakan fokus dan energi untuk belajar belajar Mental Models Team Learning Melupakan nilai-nilai yang tidak diinginkan, akumulasi pengetahuan dari pembelajaran belajar nilai-nilai baru dan berlaku setiap individu yang kemudian dibagi kepada anggota organisasi lainnya sehingga menjadi pengetahuan tim
  • 10.
    PROSES LEARNING PERSONAL MENTALS SHARED TEAM SYSTEM MASTERY MODELS VISION LEARNING THINKING KOMUNIKASI MOTIVATION TO LEARN BUDAYA KEPUASAN PENGGUNA
  • 11.
    Lingkungan Organisasional Mengelola SDM Perilaku-perilaku untuk Perusahaan untukMendukung yang Diperlukan perusahaan Pembelajaran yang Belajar Kepemimpinan Pengaturan Staf Orientasi Dan Kemampuan Dipimpin oleh contoh pribadi Perekrutan, penggajian, dan Pembelajaran berdasarkan pengetahuan dan promosi berdasarkan pembelajaran berhubungan dengan pengetahuan aktual dan •Berfikir Kritis sasaran strategis dan kepentingan kemampuan untuk pembelajaran •Menciptakan pengetahuan baru penyandang dana. di masa mendatang. •Bekerja tanpa batas •Belajar dari pengalaman Strategi Pelatihan dan •Belajar dari orang lain Memandang pembelajaran Pengembangan •Mengubah dan memper-barui perusahaan sebagai kompetensi Pengetahuan dalam bidang apa pengetahuan lama. utama yang berkontribusi bagi pun yang bisa diakses oleh siapa •Menciptakan perubahan dan keuntungan persaingan. saja, dimana saja, kapan saja. menyesuaikan dengan perubahan Penilaian Kinerja •Berbagi pengetahuan Budaya •Menerapkan pengetahuan Menilai pertumbungan dan Nilai-nilai yang mencakup inovasi dan •Mencatat apa yang diketahui. perkembangan idividu serta perubahan tanpa henti, melaksanakan kontribusinya bagi pertumbuhan praktik terbaik, dan fokus pada dan perkembangan orang lain. pembelajaran sebagai sasaran umum. Rancangan dan Susunan Selalu berubah, fleksibel, datar; Penghargaan berbasis tim, terhubung dalam Penghargaan uang dan jaringan dengan mitra-mitra pengakuan mendorong persekutuan pertumbuhan dan perkembangan diri serta orang lain dalam jangka panjang.
  • 12.
  • 13.
    Kata Kunci : →Senantiasa meningkatkan kemampuan dan kapasitas → Pemikiran baru dan luas diberi kesempatan tumbuh → Aspirasi bersama diberi kebebasan berkembang → Orang-orang yang terus menerus belajar
  • 14.
    Hambatan dalam Proses Sharing/Belajar •Hambatan ini bisa muncul dari individu ataupun dari organisasi itu sendiri. – Hambatan individu diantaranya adanya anggapan umum pengetahuan adalah kekuatan. Dengan berbagi pengetahuan berarti ada kekuatan yang akan hilang dan diambil oleh orang lain. Ada juga orang yang memiliki paradigma jika berasal dari orang lain, maka saya tidak akan menerima. Mental not invented here menjadi penghambat yang besar ketika segala sesuatu dari luar dianggap tidak perlu dipelajari atau diikuti meskipun baik. Hambatan lainnya adalah tidak menyadari betapa pentingnya proses berbagai (sharing) dalam pembelajaran, keterbatasan waktu, dan sudah berada di zona nyaman (comfort zone) sehingga malas untuk belajar atau berubah. – Hambatan organisasi diantaranya kurangnya dukungan dari top management, budaya organisasi yang tidak bersahabat dengan proses pembelajaran serta kegiatan belajar itu sendiri bukan merupakan cara kerja organisasi.
  • 15.
    Perubahan Paragdima CARA LAMA CARA BARU • Kegiatan pembelajaran/pelatihan hanya ada • Kegiatan pembelajaran/pelatihan dapat di ruang kelas dilakukan kapan saja dan di mana saja • Pelatihan adalah tanggung jawab bagian • Setiap orang bertanggung jawab, baik Sumber Daya Manusia (HR) dalam departemen maupun sebagai • Pelatihan dan pembelajaran harus serius individu dan formal • Kegiatan belajar harus menyenangkan, mudah, dan menarik • Ilmu yang didapat disimpan untuk diri • Ilmu untuk dibagi agar tumbuh dan sendiri berkembang bersama-sama • Tergantung pada fasilitator atau trainer dari • Menciptakan internal trainer dan luar organisasi fasilitator di dalam organisasi • Kegiatan Belajar adalah kewajiban dan • Proses belajar adalah pilihan pribadi untuk ditentukan oleh pimpinan pengembangan pribadi • Kegiatan pelatihan hanya untuk mengatasi • Belajar untuk menghadapi tantangan di kebutuhan saat ini masa yang akan datang • Belajar dilakukan secara terus menerus • Kegiatan pelatihan/pembelajaran untuk memperkaya diri dengan tergantung jadwal dan penugasan yang pengetahuan baru yang relevan dengan telah ditentukan perubahan dan tantangan zaman
  • 16.
    • Dengan mengadopsipendekatan baru tersebut, kegiatan belajar gaya lama yang birokratis digantikan dengan pendekatan baru yang lebih luwes dan merupakan proses perkembangan setiap individu dalam organisasi. • Peran perusahaan atau organisasi dalam hal ini adalah memberikan dukungan dan fasilitasi sehingga proses transformasi individu maupun organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya. • Dibutuhkan pemimpin yang visioner sehingga kita tahu hendak dibawa kemana Organisasi kedepan (Jangka Panjang)
  • 17.
    Jika semua yangkita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS.. Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR.. Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.. Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata.. Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan.. Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit.. Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.. Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.. Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.. Ketika hatimu terluka sangat dalam.., maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN..
  • 18.
    Ketika kamu lelahdan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.. Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.. Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.. Tetap semangat.. Tetap sabar.. Tetap tersenyum.. Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN.. TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”.. Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.. MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.. (Dahlan Ichsan)
  • 19.