Konjungtivitis
Kelompok 3
Dessy Lestari
Muhammad Tezzar Fahrezy
Nabela Jahro
Vena Ayu Rifani Nurrahman
Pengertian
Konjungtivitis adalah inflamasi konjungtiva dan
ditandai dengan pembengkakan, eksudat, mata yang
tampak merah, sehingga sering di sebut penyakit
“mata merah”. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh
berbagai hal dan dapat bersifat infeksius seperti
bakteri, klamidia, virus, jamur dan parasit, oleh
bahan iritatif (kimia, suhu, radiasi) maupun
imunologis (pada reaksi alergi).
Anatomi
 Manifestasi Klinis
Gejala subjektif :
 Rasa gatal
 Kasar (“ngeres/tercakar”)
 Terasa ada benda asing.
Gejala objektif :
 Hiperemia konjungtiva
 Epifora (keluar air mata berlebihan)
 Pseudoptosis (kelopak mata atas seperti akan
menutup)
Patofisiologi
Mikroorganisme (bakteri, virus,
jamur)
Masuk ke dalam mata
Tidak bisa menutup dan
membuka mata dengan
sempurna
Kelopak mata terinfeksi
Mata kering (iritasi)
Konjungtivitis
Klasifikasi Konjungtivitis
1. Alergi 2. Blenore 3. Virus
4.
4. Bakteri 5. Bakteri Purulan
Penatalaksanaan
Kojungtivitis diobati dengan tetes mata atau krim
antibiotik dan dengan kompres hangat. Untuk mencegah
penularan, diperlukan tehnik mencuci tangan yang benar
Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan fisik umum
- pemeriksaan kulit
-pemeriksaan suhu tubuh
2. Pemeriksaan khusus mata
• pembengkakan struktur kelopak
mata
• warna konjungtiva
• adanya struktur jaringan abnormal
pada kornea
• perdarahan /vaskularisasi
konjungtiva
• perubahan warna kulit
• perubahan struktur pertumbuhan
bulu mata.
• jika ada luka, disertai pengeluaran
pus, darah
• gangguan penglihatan
Gonoblenorea
Gonoblenorea merupakan konjungtivitis hiperakut dengan purulen
yang disebabkan oleh neisseria gonorrhoeae. Infeksi dapat terjadi akibat
adanya kontak langsung antara neiseria gonorrhoeae dan konjungtiva.
Manifestasi Klinis :
- Iritasi dan gatal ringan.
- Pandangan menjadi kabur
- Timbul rasa tida nyaman
Trakoma
Trakoma merupakan inflamasi konjungtiva yang akut,
subakut atau kronik yang disebabkan oleh Chalamydia
trachomatis.
Manifestasi Klinis :
- Hiperemia konjungtiva
- Adanya sekret purulen
- Edema kelopak mata
Diagnosis Keperawatan
1. Ansietas yang berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang
penyakit
a. intervensi :
- Kaji pemahaman klien tentang penyakit
- Informasikan fakta - fakta tentang penyakit
-Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan ekspresi
nya
b. Rasional :
- Persepsi yang keliru dari klien mungkin berasal dari informasi yang
salah atau pengalaman yang dipersepsikan kurang tepat oleh klien.
- Informasi tentang persentase kejadian kebutaan pada berbagai
kasus menunjukkan klien yang menderita keluhan yang sama dengan
klien dapat meningkatkan kepercayaan klien dan menambah
keyakinan serta menurunkan ansietas
- Memungkinkan klien mengekspresikan ketakutan kekhawatiran
dan ketidaktahuan
2. potensial komplikasi berhubungan dengan infeksi mata
a. Intervensi :
a) kaji kondisi infalamsi pada mata setiap hari
b) bersihkan sekret sesering mungkin dan sebelum
memberikan obat
c) lakukan perawatan luka
b. Rasional :
a) tanda inflamasi seperti kemerahan konjungtiva, rasa tergaruk,
epifora, dapat memberikan gambaran perkembangan penyakit.
Pengkajian dapat dilakukan sambil melakukan perawatan luka
b) sekret harus dibuang untuk memungkinkan seluruh daerah
mata (konjungtiva) mendapatkan obat dengan baik. Sekret
(pus) dari gonoblenorea harus dibuang secara aman untuk
mencegah penularan
c) perawatan luka dapat dilakukan dengan membersihkan mata
dari sekret dan krista, melakukan irigasi (bila perlu) serta
menutup mata
3. Risiko penularan penyakit yang berhubungan dengan
kontak individual, kurang nya pengetahuan, dan alat
pelindung diri yang kurang
a. Intervensi :
a) Beri instruksi tertulis terhadap kegiatan yang
boleh dan tidak boleh dilakukan untuk
menghindari penularan.
b) Instruksikan untuk memisahkan alat yang
digunakan selama masa perawatan dan tidak
menggunakan alat yang digunakan klien terutama
kain dan handuk
b. Rasional :
a) Instruksi verbal mudah dilupakan
b) Pencegahan penularan melalui kontak
langsung,kontak tidak langsung melalui alat, organ
tubuh (tangan).
Referensi :
Tamsuri, Anas. 2010. Klien Gangguan Mata dan Penglihatan.
Jakarta : EGC.
Konjungtivitis

Konjungtivitis

  • 1.
    Konjungtivitis Kelompok 3 Dessy Lestari MuhammadTezzar Fahrezy Nabela Jahro Vena Ayu Rifani Nurrahman
  • 2.
    Pengertian Konjungtivitis adalah inflamasikonjungtiva dan ditandai dengan pembengkakan, eksudat, mata yang tampak merah, sehingga sering di sebut penyakit “mata merah”. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh berbagai hal dan dapat bersifat infeksius seperti bakteri, klamidia, virus, jamur dan parasit, oleh bahan iritatif (kimia, suhu, radiasi) maupun imunologis (pada reaksi alergi).
  • 3.
  • 4.
     Manifestasi Klinis Gejalasubjektif :  Rasa gatal  Kasar (“ngeres/tercakar”)  Terasa ada benda asing. Gejala objektif :  Hiperemia konjungtiva  Epifora (keluar air mata berlebihan)  Pseudoptosis (kelopak mata atas seperti akan menutup)
  • 5.
    Patofisiologi Mikroorganisme (bakteri, virus, jamur) Masukke dalam mata Tidak bisa menutup dan membuka mata dengan sempurna Kelopak mata terinfeksi Mata kering (iritasi) Konjungtivitis
  • 6.
    Klasifikasi Konjungtivitis 1. Alergi2. Blenore 3. Virus 4. 4. Bakteri 5. Bakteri Purulan
  • 7.
    Penatalaksanaan Kojungtivitis diobati dengantetes mata atau krim antibiotik dan dengan kompres hangat. Untuk mencegah penularan, diperlukan tehnik mencuci tangan yang benar
  • 8.
    Pemeriksaan Fisik 1. Pemeriksaanfisik umum - pemeriksaan kulit -pemeriksaan suhu tubuh 2. Pemeriksaan khusus mata • pembengkakan struktur kelopak mata • warna konjungtiva • adanya struktur jaringan abnormal pada kornea • perdarahan /vaskularisasi konjungtiva • perubahan warna kulit • perubahan struktur pertumbuhan bulu mata. • jika ada luka, disertai pengeluaran pus, darah • gangguan penglihatan
  • 9.
    Gonoblenorea Gonoblenorea merupakan konjungtivitishiperakut dengan purulen yang disebabkan oleh neisseria gonorrhoeae. Infeksi dapat terjadi akibat adanya kontak langsung antara neiseria gonorrhoeae dan konjungtiva. Manifestasi Klinis : - Iritasi dan gatal ringan. - Pandangan menjadi kabur - Timbul rasa tida nyaman
  • 10.
    Trakoma Trakoma merupakan inflamasikonjungtiva yang akut, subakut atau kronik yang disebabkan oleh Chalamydia trachomatis. Manifestasi Klinis : - Hiperemia konjungtiva - Adanya sekret purulen - Edema kelopak mata
  • 11.
    Diagnosis Keperawatan 1. Ansietasyang berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakit a. intervensi : - Kaji pemahaman klien tentang penyakit - Informasikan fakta - fakta tentang penyakit -Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan ekspresi nya b. Rasional : - Persepsi yang keliru dari klien mungkin berasal dari informasi yang salah atau pengalaman yang dipersepsikan kurang tepat oleh klien. - Informasi tentang persentase kejadian kebutaan pada berbagai kasus menunjukkan klien yang menderita keluhan yang sama dengan klien dapat meningkatkan kepercayaan klien dan menambah keyakinan serta menurunkan ansietas - Memungkinkan klien mengekspresikan ketakutan kekhawatiran dan ketidaktahuan
  • 12.
    2. potensial komplikasiberhubungan dengan infeksi mata a. Intervensi : a) kaji kondisi infalamsi pada mata setiap hari b) bersihkan sekret sesering mungkin dan sebelum memberikan obat c) lakukan perawatan luka b. Rasional : a) tanda inflamasi seperti kemerahan konjungtiva, rasa tergaruk, epifora, dapat memberikan gambaran perkembangan penyakit. Pengkajian dapat dilakukan sambil melakukan perawatan luka b) sekret harus dibuang untuk memungkinkan seluruh daerah mata (konjungtiva) mendapatkan obat dengan baik. Sekret (pus) dari gonoblenorea harus dibuang secara aman untuk mencegah penularan c) perawatan luka dapat dilakukan dengan membersihkan mata dari sekret dan krista, melakukan irigasi (bila perlu) serta menutup mata
  • 13.
    3. Risiko penularanpenyakit yang berhubungan dengan kontak individual, kurang nya pengetahuan, dan alat pelindung diri yang kurang a. Intervensi : a) Beri instruksi tertulis terhadap kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menghindari penularan. b) Instruksikan untuk memisahkan alat yang digunakan selama masa perawatan dan tidak menggunakan alat yang digunakan klien terutama kain dan handuk b. Rasional : a) Instruksi verbal mudah dilupakan b) Pencegahan penularan melalui kontak langsung,kontak tidak langsung melalui alat, organ tubuh (tangan).
  • 14.
    Referensi : Tamsuri, Anas.2010. Klien Gangguan Mata dan Penglihatan. Jakarta : EGC.