ASUHAN KEPERAWATAN
KONJUNGTIVITIS
Ns.Teguh Purwanto,S.Kep,M.Kep,Sp.KMB
Dipersembahkan ;
Perkulihan Zoominar
Universitas Kusuma Husada Surakarta
ANATOMI Konjungtiva
• Konjungtiva merupakan
membran mukosa yang
transparan dan tipis yang
membungkus permukaan
posterior kelopak mata
(konjungtiva palpebralis)
dan permukaan anterior
sklera (konjungtiva
bulbaris).
• Merupakan struktur luar
mata
Evaluasi
KONJUNGTIVITIS
• Konjungtivitis merupakan suatu keadaan
dimana terjadi inflamasi atau peradangan
pada konjungtiva.
• Konjungtiva memiliki pertahanan berupa
tear film yang berfungsi untuk melarutkan
kotoran-kotoran dan bahan-bahan toksik
yang kemudian dialirkan melalui sulkus
lakrimalis ke meatus nasi inferior.
• Tear film juga mengandung beta lysine,
lisozim, Ig A, Ig G yang berfunsi untuk
menghambat pertumbuhan kuman
JENIS KONJUNGTIVITIS
• 1. Konjungtivitis BAKTERI
• Inflamasi konjungtiva yang terjadi akibat
paparan bakteri.
• Terjadi pada anak-anak dan dewasa.
• Konjungtivitis akut/mukopurulen disebabkan
oleh Streptococcus pneumoniae dan
haemophillus aegyptius.
• Konjungtiva subakut o/H influenzae dan
Escherichia coli.
• Konjungtivitis hiperakut/ purulen oleh N
Gonorrhoeae, Neisseria kochii, dan
N.meningitidis.
Konjungtivitis Bakteri lanjutan…
Faktor resiko
• kontak dengan individu yang terinfeksi.
• Kelainan atau gangguan pada mata, seperti obstruksi saluran
nasolakrimal, kelainan posisi kelopak mata dan defisiensi air mata
• Penyakit dengan supresi imun dan trauma
Tanda dan gejala
• Pelebaran pembuluh darah (injeksi) bilateral, eksudat purulen,
eksudat purulen dengan palpebra saling melengket saat bangun
tidur, dan kadang-kadang edema palpebra. Infeksi biasanya mulai
pada satu mata dan melalui tangan menular ke sisi lainnya.
Penatalaksanaan
Antibiotik topikal dan sistemik ;bacitracin, chloramphenicol, ciprofloxacin,
gatifloxacin, gentaicin, levofloxacin, moxifloxacin, neomycin dan lainnya.
2. Konjungtiva virus
• Virus paling sering adalah adenovirus.
• Infeksi ini akan cenderung terkena infeksi saluran
pernafasan atas.
• Manifestasi klinis hiperemia akut, fotofobia, mata
berarir, edema pada kelopak mata.
• Limfadenopati preaurikular (tidak nyeri tekan)
merupakan tanda yang khas
• Penatalaksanaan menggunakan kompres dingin,
antihistamin. (Azari, 2013). Pada debridemen,
penetesan obat antivirus
3. Konjungtiva alergi
• Disebabkan karena adanya reaksi humoral dari dalam
tubuh, terutama reaksi hipersensitivitas tipe 1.
• Dibagi 4 macam;
1. Konjungtivitis Alergi Seasonal / musim
2. Konjungtivitis Alergi Parennial
3. Keratokonjungtivitis Vernal, ada riwayat keluarga
4. Keratokonjungtivitis Atopik,
Penanganan ;
Kompres dingin pindah ke tempat beriklim sejuk sehingga
pasien merasa nyaman, obat steroid sistemik atau topikal
jangka pendek dan obat antiinflamasi
3. Konjungtiva Jamur
• Disebabkan oleh Candida albicans,
• Umumnya terdapat bercak putih dan pada kerokan
konjungtiva akan ditemukan sel radang
polimorfonuklear.
4. Konjungtivitis kimiawi/ iritatif
• Konjungtivitis kimia-iritatif disebabkan adanya pajanan
substansi iritan.
• Penanganan ;penghentian substansi penyebab dan
pemberian tetes mata ringan.
Faktor resiko terjadinya
konjungtivitis
1. Bersentuhan dengan benda yang menyebabkan
alergi
2. Bersentuhan dengan penderita konjungtivitis virus
dan bakteri
3. Mengunakan lensa kontak, sehingga mata dapat
memberikan reaksi peradangan mata.
4. Penggunaan handuk secara bersama-sama
5. Penggunaan sapu tangan atau tisu secara
bergantian.
6. Penggunaan bantal atau sarung bantal secara
bersama-sama
Diagnosa keperawatan
1. Nyeri berhubungan dengan peradangan
konjungtiva, edema
2. Gangguan body image berhubungan
dengan hiporemi
3. Resiko terjadinya penyebaran infeksi
berhubungan dengan proses
peradangan.
Intervensi
NYERI
1. Kaji tingkat nyeri yang dialami oleh klien.
2. Ajarkan klien metode distraksi selama nyeri,
seperti nafas dalam dan teratur.
3. Kompres tepi palpebra ( mata dalam keadaan
tertutup ) dengan larutan salin selama kurang
lebih 3 menit.
4. Usap eksudat secara perlahan dengan kapas
yang sudah dibasahi salin dan setiap pengusap
hanya dipakai satu kali.
5. Anjurkan klien menggunakan kacamata ( gelap ).
Kolaborasi dalam pemberian Antibiotik dan
analgesik.
TERIMA KASIH

ASKEP KONJUNTIVITIS 1-converted.pdf1245666

  • 1.
    ASUHAN KEPERAWATAN KONJUNGTIVITIS Ns.Teguh Purwanto,S.Kep,M.Kep,Sp.KMB Dipersembahkan; Perkulihan Zoominar Universitas Kusuma Husada Surakarta
  • 2.
    ANATOMI Konjungtiva • Konjungtivamerupakan membran mukosa yang transparan dan tipis yang membungkus permukaan posterior kelopak mata (konjungtiva palpebralis) dan permukaan anterior sklera (konjungtiva bulbaris). • Merupakan struktur luar mata Evaluasi
  • 3.
    KONJUNGTIVITIS • Konjungtivitis merupakansuatu keadaan dimana terjadi inflamasi atau peradangan pada konjungtiva. • Konjungtiva memiliki pertahanan berupa tear film yang berfungsi untuk melarutkan kotoran-kotoran dan bahan-bahan toksik yang kemudian dialirkan melalui sulkus lakrimalis ke meatus nasi inferior. • Tear film juga mengandung beta lysine, lisozim, Ig A, Ig G yang berfunsi untuk menghambat pertumbuhan kuman
  • 5.
    JENIS KONJUNGTIVITIS • 1.Konjungtivitis BAKTERI • Inflamasi konjungtiva yang terjadi akibat paparan bakteri. • Terjadi pada anak-anak dan dewasa. • Konjungtivitis akut/mukopurulen disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan haemophillus aegyptius. • Konjungtiva subakut o/H influenzae dan Escherichia coli. • Konjungtivitis hiperakut/ purulen oleh N Gonorrhoeae, Neisseria kochii, dan N.meningitidis.
  • 6.
    Konjungtivitis Bakteri lanjutan… Faktorresiko • kontak dengan individu yang terinfeksi. • Kelainan atau gangguan pada mata, seperti obstruksi saluran nasolakrimal, kelainan posisi kelopak mata dan defisiensi air mata • Penyakit dengan supresi imun dan trauma Tanda dan gejala • Pelebaran pembuluh darah (injeksi) bilateral, eksudat purulen, eksudat purulen dengan palpebra saling melengket saat bangun tidur, dan kadang-kadang edema palpebra. Infeksi biasanya mulai pada satu mata dan melalui tangan menular ke sisi lainnya. Penatalaksanaan Antibiotik topikal dan sistemik ;bacitracin, chloramphenicol, ciprofloxacin, gatifloxacin, gentaicin, levofloxacin, moxifloxacin, neomycin dan lainnya.
  • 7.
    2. Konjungtiva virus •Virus paling sering adalah adenovirus. • Infeksi ini akan cenderung terkena infeksi saluran pernafasan atas. • Manifestasi klinis hiperemia akut, fotofobia, mata berarir, edema pada kelopak mata. • Limfadenopati preaurikular (tidak nyeri tekan) merupakan tanda yang khas • Penatalaksanaan menggunakan kompres dingin, antihistamin. (Azari, 2013). Pada debridemen, penetesan obat antivirus
  • 8.
    3. Konjungtiva alergi •Disebabkan karena adanya reaksi humoral dari dalam tubuh, terutama reaksi hipersensitivitas tipe 1. • Dibagi 4 macam; 1. Konjungtivitis Alergi Seasonal / musim 2. Konjungtivitis Alergi Parennial 3. Keratokonjungtivitis Vernal, ada riwayat keluarga 4. Keratokonjungtivitis Atopik, Penanganan ; Kompres dingin pindah ke tempat beriklim sejuk sehingga pasien merasa nyaman, obat steroid sistemik atau topikal jangka pendek dan obat antiinflamasi
  • 9.
    3. Konjungtiva Jamur •Disebabkan oleh Candida albicans, • Umumnya terdapat bercak putih dan pada kerokan konjungtiva akan ditemukan sel radang polimorfonuklear. 4. Konjungtivitis kimiawi/ iritatif • Konjungtivitis kimia-iritatif disebabkan adanya pajanan substansi iritan. • Penanganan ;penghentian substansi penyebab dan pemberian tetes mata ringan.
  • 11.
    Faktor resiko terjadinya konjungtivitis 1.Bersentuhan dengan benda yang menyebabkan alergi 2. Bersentuhan dengan penderita konjungtivitis virus dan bakteri 3. Mengunakan lensa kontak, sehingga mata dapat memberikan reaksi peradangan mata. 4. Penggunaan handuk secara bersama-sama 5. Penggunaan sapu tangan atau tisu secara bergantian. 6. Penggunaan bantal atau sarung bantal secara bersama-sama
  • 12.
    Diagnosa keperawatan 1. Nyeriberhubungan dengan peradangan konjungtiva, edema 2. Gangguan body image berhubungan dengan hiporemi 3. Resiko terjadinya penyebaran infeksi berhubungan dengan proses peradangan.
  • 13.
    Intervensi NYERI 1. Kaji tingkatnyeri yang dialami oleh klien. 2. Ajarkan klien metode distraksi selama nyeri, seperti nafas dalam dan teratur. 3. Kompres tepi palpebra ( mata dalam keadaan tertutup ) dengan larutan salin selama kurang lebih 3 menit. 4. Usap eksudat secara perlahan dengan kapas yang sudah dibasahi salin dan setiap pengusap hanya dipakai satu kali. 5. Anjurkan klien menggunakan kacamata ( gelap ). Kolaborasi dalam pemberian Antibiotik dan analgesik.
  • 14.