BAB 4
KONSEP WILAYAH,
PEWILAYAHAN, DAN
PENGEMBANGANAN WILAYAH
Standar Kompetensi:
Menganalisis wilayah dan pewilayahan
Kompetensi Dasar:
Menganalisis kaitan antara konsep wilayah dan
pewilayahan dengan perencanaan pembangunan
wilayah
Peta Konsep
A. Pengertian Wilayah dan Pewilayahan
• Menurut Hartsthorne, wilayah merupakan suatu area
dengan lokasi spesifik dan dalam beberapa aspek
tertentu berbeda dengan yang lain.
• Pewilayahan merupakan suatu proses pembatasan
(delineasi) suatu wilayah, untuk menentukan area yang
termasuk ke dalam wilayah tersebut.
B. Klasifikasi Wilayah
1. Wilayah formal
• Wilayah formal (formal region) adalah wilayah yang
mempunyai beberapa kesamaan dalam beberapa
kriteria tertentu.
• Wilayah formal juga sering disebut wilayah homogen
(homogenous region) atau wilayah seragam (uniform
region).
2. Wilayah fungsional
•Wilayah fungsional adalah wilayah yang menunjukkan
suatu kekompakan fungsional, saling tergantung dalam
kriteria tertentu.
•Wilayah fungsional juga sering disebut wilayah nodal
(nodal region) yang terdiri atas unit-unit yang heterogen
meliputi kota besar dan wilayah di sekitarnya (hinterland)
yaitu kota kecil dan desa.
C. Permasalahan Wilayah
1. Ketimpangan antarwilayah yang disebabkan oleh
potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia
yang tidak sama.
2. Wilayah-wilayah yang mati karena ditinggalkan oleh
penduduknya dan tidak ada upaya pengembangan lagi
di wilayah tersebut.
3. Urbanisasi
D. Konsep - konsep Pengembangan
Wilayah
1. Konsep Pengembangan Wilayah Berbasis Karakter
Sumberdaya yang Dimiliki
a. Pengembangan wilayah berbasis sumberdaya
b. pengembangan wilayah berbasis komoditas
unggulan
c. pengembangan wilayah berbasis efisiensi
d. pengembangan wilayah berbasis pelaku
pembangunan
Dalam konsep pengembangan wilayah berbasis
sumberdaya terdapat beberapa strategi pengembangan
yang dapat dilakukan antara lain:
a. Wilayah yang memiliki banyak sumberdaya manusia
namun sumberdaya alamnya terbatas, strategi
pengembangan adalah dengan menciptakan
lapangan kerja yang bersifat padat karya dan ekspor
tenaga kerja ke wilayah lain.
b. Wilayah yang memiliki surplus sumberdaya alam,
diarahkan untuk melakukan ekspor ke wilayah lain
baik berupa bahan mentah ataupun setengah jadi.
c. Wilayah yang memiliki keterbatasan modal dan
manajemen diarahkan membangun sistem
kelembagaan yang kuat dan manajemen yang
baik.
d. Wilayah yang memiliki alam indah serta seni
budaya yang
menarik diarahkan untuk mengembangkan
sektor kepariwisataan beserta sarana dan
prasarana pendukungnya.
2. Konsep Pengembangan Wilayah Berbasis Penataa
Ruang
• Konsep ini didasarkan pada penataan ruang
wilayah yang dapat dirinci ke dalam wilayah provinsi
dan kabupaten.
• Penataan ruang wilayah dapat dibedakan menjadi
pusat pertumbuhan dan integrasi fungsional.
• Konsep pusat pertumbuhan menekankan pada
perlunya melakukan investasi pada suatu wilayah
yang memiliki infrastruktur yang baik.
3. Konsep Pengembangan Wilayah Terpadu
• Konsep pengembangan wilayah terpadu
dilaksanakan melalui berbagai program
pengembangan wilayah terpadu yang merupakan
upaya pembangunan wilayah-wilayah khusus yang
bersifat lintas sektoral dan sekaligus meningkatkan
kesejahteraan masyarakat serta penanggulangan
kemiskinan di daerah-daerah yang relatif tertinggal.
• Program ini berorientasi pada strategi pemerataan
pembangunan yang dapat berorientasi sektoral
ataupun regional.
4. Konsep Pengembangan Wilayah Berdasarkan
Klaster
• Klaster diartikan sebagai konsentrasi dari suatu
kelompok kerjasama bisnis atau unit-unit usaha dan
lembaga-lembaga, yang bersaing, bekerjasama,
dan saling tergantung satu samalain, terkonsentrasi
dalam satu wilayah tertentu, dalam bidangaspek
unggulan tertentu.
Tujuan dari pengembangan wilayah model klaster:
• diperoleh manfaat kesejahteraan, kesempatan kerja,
dan ekspor
• diperoleh kesempatan untuk mengembangkan inovasi
dan perdagangan melalui jaringan kerja yang kuat
• berkembangnya pasar dan jaringan kerja internasional
• berkembangnya infrastruktur pendukung
• berkembangnya budaya baru dalam upaya-upaya
kerjasama dengan biaya transaksi yang rendah
• tumbuhnya generasi pengusaha-pengusaha lokal baru
industri yang memiliki sendiri usaha bisnisnya
• berkembangnya kemitraan dengan pemerintah
• didasarkan atas saling ketergantungan
E. Konsep Pusat Pertumbuhan
• Salah satu konsep penting yang banyak diterapkan
dalam upaya pengembangan wilayah adalah konsep
kutub pertumbuhan dan pusat pertumbuhan atau lebih
dikenal dengan istilah “growth pole and growth center”.
• Konsep kutub pertumbuhan dan pusat pertumbuhan
didasarkan pada beberapa hal, antara lain: (1) Konsep
keunggulan industri, (2) Konsep polarisasi, (3) Konsep
efek sevar
F. Peran Pengembangan Wilayah
bagi Pembangunan Nasional
1. Pengembangan Wilayah sebagai Upaya
Mengurangi Kesenjangan Wilayah
Kesenjangan antarwilayah ini terjadi karena pengaruh
beberapa faktor yaitu:
• faktor geografis suatu wilayah
• faktor sejarah
• faktor politik
• faktor administratif
• faktor sosial
2. Pengembangan Wilayah sebagai Antisipasi
Globalisasi dan Perdagangan Bebas
• Untuk menghadapi globalisasi setiap wilayah harus
dapat mengevaluasi daya saing perekonomiannya,
sebab wilayah tersebut pada akhirnya diharapkan
memiliki peranan besar dalam pembangunan
ekonomi.
G. Tant angan Pengembangan
Wilayah
1. Tantangan Pengembangan Wilayah dalam Era
Otonomi Daerah
• Dalam otonomi daerah, dengan berbagai
kewenangan yang dimilikinya maka daerah
diharapkan akan sangat berperan didalam
menciptakan iklim yang menunjang
tumbuhkembangnya kegiatan perekonomian di
daerahnya sendiri.
2. Tantangan Pengembangan Wilayah di Masa Depan
Prinsip-prinsip pengembangan wilayah berbasis
otonomi daerah harus dipertahankan dalam ruang
lingkup berikut ini:
a. Pengembangan wilayah harus berbasis pada
sektor unggulan.
b. Pengembangan wilayah dilakukan atas dasar
karakteristik daerah yang bersangkutan, baik aspek
ekonomi, sosial, budaya, dan politik.
c. Pengembangan wilayah harus dilakukan secara
komprehensif dan terpadu.
d. Pengembangan wilayah mutlak harus mempunyai
keterkaitan ke depan dan ke belakang (forward
and backward linkage) secara kuat.
e. Pengembangan wilayah dilaksanakan sesuai
dengan prinsip-prinsip otonomi dan desentralisasi.

Bab 1 (1) konsep wilayah

  • 1.
    BAB 4 KONSEP WILAYAH, PEWILAYAHAN,DAN PENGEMBANGANAN WILAYAH
  • 2.
    Standar Kompetensi: Menganalisis wilayahdan pewilayahan Kompetensi Dasar: Menganalisis kaitan antara konsep wilayah dan pewilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah
  • 3.
  • 4.
    A. Pengertian Wilayahdan Pewilayahan • Menurut Hartsthorne, wilayah merupakan suatu area dengan lokasi spesifik dan dalam beberapa aspek tertentu berbeda dengan yang lain. • Pewilayahan merupakan suatu proses pembatasan (delineasi) suatu wilayah, untuk menentukan area yang termasuk ke dalam wilayah tersebut.
  • 5.
    B. Klasifikasi Wilayah 1.Wilayah formal • Wilayah formal (formal region) adalah wilayah yang mempunyai beberapa kesamaan dalam beberapa kriteria tertentu. • Wilayah formal juga sering disebut wilayah homogen (homogenous region) atau wilayah seragam (uniform region).
  • 6.
    2. Wilayah fungsional •Wilayahfungsional adalah wilayah yang menunjukkan suatu kekompakan fungsional, saling tergantung dalam kriteria tertentu. •Wilayah fungsional juga sering disebut wilayah nodal (nodal region) yang terdiri atas unit-unit yang heterogen meliputi kota besar dan wilayah di sekitarnya (hinterland) yaitu kota kecil dan desa.
  • 7.
    C. Permasalahan Wilayah 1.Ketimpangan antarwilayah yang disebabkan oleh potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang tidak sama. 2. Wilayah-wilayah yang mati karena ditinggalkan oleh penduduknya dan tidak ada upaya pengembangan lagi di wilayah tersebut. 3. Urbanisasi
  • 8.
    D. Konsep -konsep Pengembangan Wilayah 1. Konsep Pengembangan Wilayah Berbasis Karakter Sumberdaya yang Dimiliki a. Pengembangan wilayah berbasis sumberdaya b. pengembangan wilayah berbasis komoditas unggulan c. pengembangan wilayah berbasis efisiensi d. pengembangan wilayah berbasis pelaku pembangunan
  • 9.
    Dalam konsep pengembanganwilayah berbasis sumberdaya terdapat beberapa strategi pengembangan yang dapat dilakukan antara lain: a. Wilayah yang memiliki banyak sumberdaya manusia namun sumberdaya alamnya terbatas, strategi pengembangan adalah dengan menciptakan lapangan kerja yang bersifat padat karya dan ekspor tenaga kerja ke wilayah lain. b. Wilayah yang memiliki surplus sumberdaya alam, diarahkan untuk melakukan ekspor ke wilayah lain baik berupa bahan mentah ataupun setengah jadi.
  • 10.
    c. Wilayah yangmemiliki keterbatasan modal dan manajemen diarahkan membangun sistem kelembagaan yang kuat dan manajemen yang baik. d. Wilayah yang memiliki alam indah serta seni budaya yang menarik diarahkan untuk mengembangkan sektor kepariwisataan beserta sarana dan prasarana pendukungnya.
  • 11.
    2. Konsep PengembanganWilayah Berbasis Penataa Ruang • Konsep ini didasarkan pada penataan ruang wilayah yang dapat dirinci ke dalam wilayah provinsi dan kabupaten. • Penataan ruang wilayah dapat dibedakan menjadi pusat pertumbuhan dan integrasi fungsional. • Konsep pusat pertumbuhan menekankan pada perlunya melakukan investasi pada suatu wilayah yang memiliki infrastruktur yang baik.
  • 12.
    3. Konsep PengembanganWilayah Terpadu • Konsep pengembangan wilayah terpadu dilaksanakan melalui berbagai program pengembangan wilayah terpadu yang merupakan upaya pembangunan wilayah-wilayah khusus yang bersifat lintas sektoral dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta penanggulangan kemiskinan di daerah-daerah yang relatif tertinggal. • Program ini berorientasi pada strategi pemerataan pembangunan yang dapat berorientasi sektoral ataupun regional.
  • 13.
    4. Konsep PengembanganWilayah Berdasarkan Klaster • Klaster diartikan sebagai konsentrasi dari suatu kelompok kerjasama bisnis atau unit-unit usaha dan lembaga-lembaga, yang bersaing, bekerjasama, dan saling tergantung satu samalain, terkonsentrasi dalam satu wilayah tertentu, dalam bidangaspek unggulan tertentu.
  • 14.
    Tujuan dari pengembanganwilayah model klaster: • diperoleh manfaat kesejahteraan, kesempatan kerja, dan ekspor • diperoleh kesempatan untuk mengembangkan inovasi dan perdagangan melalui jaringan kerja yang kuat • berkembangnya pasar dan jaringan kerja internasional • berkembangnya infrastruktur pendukung • berkembangnya budaya baru dalam upaya-upaya kerjasama dengan biaya transaksi yang rendah • tumbuhnya generasi pengusaha-pengusaha lokal baru industri yang memiliki sendiri usaha bisnisnya • berkembangnya kemitraan dengan pemerintah • didasarkan atas saling ketergantungan
  • 15.
    E. Konsep PusatPertumbuhan • Salah satu konsep penting yang banyak diterapkan dalam upaya pengembangan wilayah adalah konsep kutub pertumbuhan dan pusat pertumbuhan atau lebih dikenal dengan istilah “growth pole and growth center”. • Konsep kutub pertumbuhan dan pusat pertumbuhan didasarkan pada beberapa hal, antara lain: (1) Konsep keunggulan industri, (2) Konsep polarisasi, (3) Konsep efek sevar
  • 16.
    F. Peran PengembanganWilayah bagi Pembangunan Nasional 1. Pengembangan Wilayah sebagai Upaya Mengurangi Kesenjangan Wilayah Kesenjangan antarwilayah ini terjadi karena pengaruh beberapa faktor yaitu: • faktor geografis suatu wilayah • faktor sejarah • faktor politik • faktor administratif • faktor sosial
  • 17.
    2. Pengembangan Wilayahsebagai Antisipasi Globalisasi dan Perdagangan Bebas • Untuk menghadapi globalisasi setiap wilayah harus dapat mengevaluasi daya saing perekonomiannya, sebab wilayah tersebut pada akhirnya diharapkan memiliki peranan besar dalam pembangunan ekonomi.
  • 18.
    G. Tant anganPengembangan Wilayah 1. Tantangan Pengembangan Wilayah dalam Era Otonomi Daerah • Dalam otonomi daerah, dengan berbagai kewenangan yang dimilikinya maka daerah diharapkan akan sangat berperan didalam menciptakan iklim yang menunjang tumbuhkembangnya kegiatan perekonomian di daerahnya sendiri.
  • 19.
    2. Tantangan PengembanganWilayah di Masa Depan Prinsip-prinsip pengembangan wilayah berbasis otonomi daerah harus dipertahankan dalam ruang lingkup berikut ini: a. Pengembangan wilayah harus berbasis pada sektor unggulan. b. Pengembangan wilayah dilakukan atas dasar karakteristik daerah yang bersangkutan, baik aspek ekonomi, sosial, budaya, dan politik. c. Pengembangan wilayah harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu.
  • 20.
    d. Pengembangan wilayahmutlak harus mempunyai keterkaitan ke depan dan ke belakang (forward and backward linkage) secara kuat. e. Pengembangan wilayah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip otonomi dan desentralisasi.