PERENCANAAN TATA RUANG

43,238 views

Published on

Bimbingan Teknis Perencanaan Bapeda Jabar
Bandung, 17 Juni 2008

6 Comments
47 Likes
Statistics
Notes
  • bagaimana cara mendownloadnya...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • seringkali semua ini hanya merupakan 'tulisan cantik' berderai derai kalimat dan program-program indikasinya tetapi kalau coba dihubungkan dengan RPJP dan dokumen perencanaan laina....sulit bagi kita menemukan 'common denominatornya'. Seharusnya PASTIKAN apa yang menjadi kesamaan antar dok perenanaan tsb dgn tata ruang....turunkan dalam program kunci (yg sama baik di RPJP/RPJM dan Tata Ruang). Dokumen ini TERLALU banyak kalimat yang membuat orang awam tidak dapat terlibat utk mencermati benar dan tidaknya semua rumusan yg ada.....sudah selayaknya sebelum merumuskan apapun (termasuk program indikasinya) perlu memberikan KRITERIA OBYEKTIV sbg basis utk perumusan bukan lainya.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Pak Dadang, file bagus bisa saya download. TQ
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • alo bisa bantu wa..wa rada pusing mengevaluasi proses rencana tata ruang...
    yg saya pusingkan eavluasi proses nya dalam membuat rencana,bagaimana dalam membuat dokumen ini apakah ad kesalahan dalam membuat rencananya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • saya ambil untuk referensi kuliah saya...
    makasih...
    Meilsi
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
43,238
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11,599
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
6
Likes
47
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PERENCANAAN TATA RUANG

  1. 1. Bimbingan Teknis Perencanaan Bapeda Jabar Bandung, 17 Juni 2008 PERENCANAAN TATA RUANG Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah-Bappenas BAPPENAS
  2. 2. MATERI <ul><li>Pendahuluan: </li></ul><ul><li>Amanat UU no. 26 tahun 2007, RTRW nasional dan Rencana Pemb Jangka Panjang/Menengah </li></ul><ul><li>PP 26/2008 RTRWN : </li></ul><ul><li>Pedoman Penataan Ruang Nasional </li></ul><ul><li>RTRW Nasional : </li></ul><ul><li>Dasar Indikasi Program Jangka Panjang/Menengah Nasional </li></ul><ul><li>Pemanfaatan Ruang : </li></ul><ul><li>Indikasi Program Utama Jangka Menengah Lima Tahunan </li></ul><ul><li>Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang </li></ul>www.dadangsolihin.com
  3. 3. 1. Pendahuluan (1) Amanat UUPR (Pasal 20) <ul><li>Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional memuat: </li></ul><ul><li>tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah nasional; </li></ul><ul><li>rencana struktur ruang wilayah nasional yang meliputi sistem perkotaan nasional yang terkait dengan kawasan perdesaan dalam wilayah pelayanannya dan sistem jaringan prasarana utama; </li></ul><ul><li>rencana pola ruang wilayah nasional yang meliputi kawasan lindung nasional dan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis nasional; </li></ul><ul><li>penetapan kawasan strategis nasional; </li></ul><ul><li>arahan pemanfaatan ruang yang berisi indikasi program utama jangka menengah lima tahunan; dan </li></ul><ul><li>arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional yang berisi indikasi arahan peraturan zonasi sistem nasional, arahan perizinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. </li></ul>www.dadangsolihin.com
  4. 4. Pendahuluan (2) Hubungan antara RPJPN/RPJMN dengan RTRWN (UU No 26/2007) RTRWN RPJPN RPJMN Harus memperhatikan Psl 19 UU No 26/2007 Menjadi pedoman Psl 20 ayat 2 UU No 26/2007 Menjadi pedoman Psl 20 ayat 2 UU No 26/2007 www.dadangsolihin.com
  5. 5. Pendahuluan (3) Dasar Hukum Hubungan antara RPJPN/RPJMN dengan RTRWN UU No 26 Tahun 2007 ( Pasal 19 ) <ul><li>RTRWN harus memperhatikan : </li></ul><ul><li>Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional; </li></ul><ul><li>perkembangan permasalahan regional dan global, serta hasil pengkajian implikasi penataan ruang nasional; </li></ul><ul><li>upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan serta stabilitas ekonomi; </li></ul><ul><li>keselarasan aspirasi pembangunan nasional dan pembangunan daerah; </li></ul><ul><li>daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup; </li></ul><ul><li>RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL ; </li></ul><ul><li>rencana tata ruang kawasan strategis nasional; dan </li></ul><ul><li>rencana tata ruang wilayah provinsi dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. </li></ul>www.dadangsolihin.com
  6. 6. Pendahuluan (4) Dasar Hukum Hubungan antara RPJPN/RPJMN dengan RTRWN UU No 26 Tahun 2007 ( Pasal 20 ayat 2 ) <ul><li>RTRWN menjadi pedoman untuk: </li></ul><ul><li>penyusunan RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL ; </li></ul><ul><li>penyusunan RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL ; </li></ul><ul><li>pemanfaatan ruang dan pengendalian </li></ul><ul><li>pemanfaatan ruang di wilayah nasional; </li></ul><ul><li>mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antarwilayah provinsi, serta keserasian antarsektor; </li></ul><ul><li>penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi; </li></ul><ul><li>penataan ruang kawasan strategis nasional; dan </li></ul><ul><li>penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota. </li></ul>www.dadangsolihin.com
  7. 7. Pendahuluan (5) RTRWN sebagai MATRA SPASIAL dari RPJPN <ul><li>Rencana tata ruang disusun untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dengan visi yang lebih jauh ke depan yang merupakan matra spasial dari rencana pembangunan jangka panjang . (Penjelasan Pasal 20 ayat 3 UU No 26 Tahun 2007) </li></ul>www.dadangsolihin.com
  8. 8. 2. (R) PP RTRWN: Pedoman Penataan Ruang Nasional Perencanaan, Pemanfaatan, Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Nasional www.dadangsolihin.com <ul><li>Indikasi arahan peraturan zonasi sistem nasional , </li></ul><ul><li>A rahan perizinan , </li></ul><ul><li>A rahan I nsentif dan Disinsentif , </li></ul><ul><li>A rahan Sanksi . </li></ul>INDIKASI PROGRAM UTAMA jangka menengah lima tahunan <ul><li>Kebijakan Penataan Ruang Nasional </li></ul><ul><li>Rencana struktur ruang wilayah nasional </li></ul><ul><li>Rencana pola ruang wilayah nasional </li></ul>Rencana Tata Ruang Wilayah nasional Arahan Pemanfaatan ruang wilayah nasional Arahan Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional
  9. 9. Pengertian Indikasi Program Utama <ul><li>INDIKASI PROGRAM UTAMA merupakan petunjuk yang memuat usulan program utama, perkiraan pendanaan beserta sumbernya, instansi pelaksana, dan waktu pelaksanaan dalam rangka mewujudkan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang. </li></ul><ul><li>INDIKASI PROGRAM UTAMA merupakan acuan utama dalam penyusunan program pemanfaatan ruang yang merupakan kunci dalam pencapaian tujuan penataan ruang, serta acuan sektor dalam menyusun rencana strategis beserta besaran investasi. </li></ul><ul><li>INDIKASI PROGRAM UTAMA lima tahunan disusun untuk jangka waktu rencana 20 (dua puluh) tahun . </li></ul>www.dadangsolihin.com
  10. 10. <ul><li>Kebijakan Penataan Ruang Nasional </li></ul><ul><ul><li>Kebijakan dan Strategi Pengembangan Struktur Ruang Nasional : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Akses perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang merata dan berhirarkis , dgn strategi: </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Keterkaitan antar kota, dan perkotaan dgn perdesaan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pengembangan pusat pertumbuhan baru </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan prasarana transportasi, telekomunikasi, listrik dan sumberdaya air yang terpadu dan merata di seluruh wilayah nasional , dgn strategi: </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Keterpaduan sistem jaringan transportasi (darat,penyebrangan, laut, udara), didukung sistem jaringan telekomunikasi </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Keterpaduan Sistem Energi dan Ketenagalistrikan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Keterpaduan Sistem Prasarana Sumberdaya Air </li></ul></ul></ul></ul>3. RTRW Nasional sbg Dasar Indikasi Program Utama Jangka Menengah/Panjang www.dadangsolihin.com
  11. 11. RTRW Nasional sbg Dasar Indikasi …(2) <ul><li>Kebijakan Penataan Ruang Nasional (2) </li></ul><ul><ul><li>Kebijakan dan Strategi Pengembangan Pola Ruang Nasional : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pemantapan Kawasan Lindung , dgn strategi: </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Perwujudan Kelestarian fungsi lingkungan hidup </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pencegahan Dampak Negatif Kerusakan Lingkungan Hidup </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pengembangan Kawasan Budidaya , dgn strategi: </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Keterpaduan dan Menguatan Keterkaitan Antar Kegiatan Budidaya untuk Peningkatan Daya Saing dan Nilai Tambah Nasional </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pengendalian Perkembangan Kegiatan Budidaya Berbasis Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pengembangan Kawasan Strategis Nasional , dgn strategi: </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Mempertahankan dan/atau Mengembangkan Fungsi Strategis Nasional secara Berkelanjutan (Lingkungan Hidup, Ekonomi, Hankam, Sosial Budaya, Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Teknologi Tinggi) </li></ul></ul></ul></ul>www.dadangsolihin.com
  12. 12. <ul><li>Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional </li></ul><ul><ul><li>Rencana Pengembangan Sistem Perkotaan Nasional </li></ul></ul><ul><ul><li>Rencana Pengembangan Jalan </li></ul></ul><ul><ul><li>Rencana Pengembangan Jalan Bebas Hambatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Rencana Pengembangan Pelabuhan Sebagai Simpul Transportasi Laut Nasional </li></ul></ul><ul><ul><li>Rencana Pengembangan Bandar Udara Sebagai Simpul Transportasi Udara Nasional </li></ul></ul><ul><ul><li>Rencana Pengembangan Wilayah Sungai (WS) Skala Nasional </li></ul></ul>RTRW Nasional sbg Dasar Indikasi …(2) www.dadangsolihin.com
  13. 13. <ul><li>Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional </li></ul><ul><ul><li>Kawasan Lindung Nasional </li></ul></ul><ul><ul><li>Penetapan Kawasan Andalan </li></ul></ul><ul><ul><li>Penetapan Kawasan Strategis Nasional </li></ul></ul>RTRW Nasional sbg Dasar Indikasi …(3) www.dadangsolihin.com
  14. 14. 4. Pemanfaatan Ruang Wilayah Nasional : Indikasi Program Utama Jangka Menengah 5 tahunan <ul><li>Pemanfaatan ruang nasional dilaksanakan dengan berpedoman pada Rencana Struktur Ruang dan Rencana Pola Ruang Nasional </li></ul><ul><li>Pemanfaatan ruang nasional dilaksanakan melalui penyusunan Indikasi Program Utama Jangka Menengah Lima Tahunan </li></ul><ul><li>Perkiraan Pendanaan Indikasi Program Jangka Menengah Lima Tahunan diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah </li></ul><ul><li>Sumber pendanaan dari APBN, APBD, Investasi Swasta, dan/atau Kerjasama Pendanaan. </li></ul>a. KONSEPSI PEMANFAATAN RUANG WILAYAH NASIONAL www.dadangsolihin.com
  15. 15. <ul><li>Fokus pada Terwujudnya sasaran Fungsi Pengembangan Spasial untuk program 5 (lima) tahunan dalam peride 20 tahun, yg disesuaikan dengan pentahapan RPJPN </li></ul><ul><li>Rincian indikasi program utama diharapkan dapat menjawab arahan ruang yang diperlukan oleh program sektoral </li></ul><ul><li>Fokus pada program utama , diluar kegiatan Persiapan atau kegiatan Pemeliharaan suatu Rencana Pembangunan </li></ul>b. PENDEKATAN INDIKASI PROGRAM UTAMA Pemanfaatan Ruang Wilayah Nasional (2) …. www.dadangsolihin.com
  16. 16. SASARAN PEMBANGUNAN NASIONAL 5 TAHUNAN (RPJMN) DALAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG (UU No 17 TAHUN 2007) www.dadangsolihin.com INDIKATOR TATA RUANG RPJM I RPJM II RPJM III RPJM IV <ul><li>Kawasan Perbatasan Negara </li></ul><ul><li>Memperkokoh kedaulatan NKRI </li></ul><ul><li>Meningkatnya kemampuan Wilayah sbg dasar pertahanan negara </li></ul><ul><li>Makin mantap (Kawasan Perbatasan) seluruh wilayah nasional </li></ul><ul><li>Terciptanya Keutuhan wilayah NKRI </li></ul><ul><li>Kawasan Andalan, </li></ul><ul><li>Kawasan Strategis Nasional (KEK, KAPET, Metropolitan) </li></ul><ul><li>Revitalisasi pusat pertumbuhan, Kaw ekonomi khusus (KEK), KAPET, dan Kawasan Andalan </li></ul><ul><li>Percepatan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial di luar Jawa </li></ul><ul><li>Keterkaitan pusat Pertumbuhan dengan pusat pertumbuhan ekonomi dunia/ Regional/Nasional </li></ul><ul><li>Melanjutkan daya saing ekonomi nasional </li></ul><ul><li>Kawasan Pertanian Abadi, </li></ul><ul><li>Kawasan Kehutanan, </li></ul><ul><li>Kawasan Andalan Laut </li></ul><ul><li>Revitalisasi kawasan lahan pangan pertanian abadi </li></ul><ul><li>Rehabilitasi Kaw hutan dan Kaw lahan Pertanian </li></ul><ul><li>Daya saing ekonomi yang berbasis pertanian dan kelautan </li></ul><ul><li>Daya saing yang makin kuat dengan berbasis pertanian, kelautan, SDA lainnya </li></ul>
  17. 17. www.dadangsolihin.com INDIKATOR TATA RUANG RPJM I RPJM II RPJM III RPJM IV <ul><li>Sistem Transportasi, </li></ul><ul><li>Energi dan Kelistrikan, </li></ul><ul><li>Sistem Jaringan Telekomunikasi </li></ul><ul><li>Sistem Prasarana SDA </li></ul><ul><li>Revitalisasi infrastruktur Wilayah </li></ul><ul><li>Pengembangan infrastruktur baru berbasis penataan ruang </li></ul><ul><li>Peningkatan Kualitas Infrastruktur </li></ul><ul><li>Terciptanya daya saing ekonomi nasional </li></ul><ul><li>Kawasan Rawan Bencana </li></ul><ul><li>Rehabilitasi dan Pengembangan Wilayah berbasis Bencana alam </li></ul><ul><li>Rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati </li></ul><ul><li>Pembangunan Wilayah yang berkelanjutan dan makin mantap </li></ul><ul><li>Pembangunan berkelanjutan berbasis mitigasi bencana dan keanekaragaman hayati </li></ul>
  18. 18. <ul><li>Sistem Perkotaan Nasional ( Peta , Lampiran ) </li></ul><ul><li>Sistem Jaringan Jalan ( Peta , Lampiran ) </li></ul><ul><li>Sistem Jaringan Rel Kereta Api ( Peta , Lampiran) </li></ul><ul><li>Sistem Jaringan Penyeberangan ( Peta , Lampiran) </li></ul><ul><li>Tatanan Bandar Udara ( Peta , Lampiran ) </li></ul><ul><li>Sistem Jaringan SDA ( Peta , Lampiran ) </li></ul><ul><li>Tatanan Kepelabuhanan ( Peta, Lampiran ) </li></ul><ul><li>Sistem Jaringan Ketenagalistrikan (Peta, Lampiran) </li></ul><ul><li>Sistem Jaringan Telekomunikasi ( Peta , Lampiran) </li></ul>Pemanfaatan Ruang Wilayah Nasional (3) …. c.1. INDIKASI PROGRAM UTAMA MEWUJUDKAN FUNGSI STRUKTUR RUANG WILAYAH NASIONAL www.dadangsolihin.com
  19. 19. <ul><li>Kawasan Lindung Nasional </li></ul><ul><li>Kawasan (Budidaya) Andalan untuk pengembangan sektor Pertanian, Perkebunan, Pertambangan, Industri Pengolahan, Pariwisata, Perikanan, Kelautan, Kehutanan </li></ul><ul><li>Kawasan Strategis Nasional (Ekonomi, Lingkungan Hidup, Sosial Budaya, Pendayagunaan SDA dan Teknologi Tinggi, dan Pertahan dan Keamanan </li></ul>Pemanfaatan Ruang Wilayah Nasional (4) …. c.2. INDIKASI PROGRAM UTAMA MEWUJUDKAN POLA RUANG WILAYAH NASIONAL www.dadangsolihin.com
  20. 20. 5. Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Nasional: (i) Indikasi Arahan Zonasi, (ii) Perijinan, (iii) Insentif-Disinsentif, (iv) Sanksi www.dadangsolihin.com
  21. 21. <ul><ul><ul><li>Arahan Perizinan </li></ul></ul></ul><ul><li>merupakan A cuan bagi P ejabat yang B erwenang dalam Pemberian Izin pemanfaatan ruang, </li></ul><ul><li>dilakukan menurut Prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan </li></ul><ul><li>Pemberian Izin pemanfaatan ruang yang berdampak besar dan penting dikoordinasikan oleh Menteri </li></ul><ul><ul><ul><li>c. Arahan Insentif-Disinsentif </li></ul></ul></ul><ul><li>merupakan A cuan bagi pemerintah dalam P emberian I nsentif dan pengenaan D isinsentif </li></ul><ul><li>Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi </li></ul><ul><li>Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatasi, atau dikurangi keberadaannya </li></ul>www.dadangsolihin.com
  22. 22. <ul><ul><ul><li>d. Arahan Sanksi: Sanksi Administratif </li></ul></ul></ul><ul><li>merupakan A cuan bagi P ejabat yang B erwenang dalam Pengenaan Sanksi terhadap: </li></ul><ul><ul><ul><ul><li>P elanggaran rencana struktur ruang dan pola ruang yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini ; dan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pelanggaran Izin pemanfaatan ruang yang diberikan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan Peraturan Pemerintah ini; </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang; </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>pelanggaran ketentuan untuk memberikan akses menuju ruang milik umum . </li></ul></ul></ul></ul>www.dadangsolihin.com
  23. 23. Indikasi Program Utama – Rencana Struktur Ruang Nasional
  24. 24. Sistem Perkotaan Nasional www.dadangsolihin.com
  25. 25. Sistem Jaringan Jalan Arteri Primer (1) www.dadangsolihin.com
  26. 26. Sistem Jaringan Jalan Arteri Primer (2) www.dadangsolihin.com
  27. 27. Sistem Jaringan Jalan Kolektor Primer www.dadangsolihin.com
  28. 28. Sistem Jaringan Jalan Bebas Hambatan www.dadangsolihin.com
  29. 29. Sistem Jaringan Rel KA (1) www.dadangsolihin.com
  30. 30. Sistem Jaringan Rel KA (2) www.dadangsolihin.com
  31. 31. Sistem Jaringan Penyeberangan www.dadangsolihin.com
  32. 32. Tatanan Kepelabuhanan www.dadangsolihin.com
  33. 33. Tatanan Bandar Udara www.dadangsolihin.com
  34. 34. Sistem Jaringan SDA www.dadangsolihin.com
  35. 35. Sistem Jaringan Ketenagalistrikan (1) www.dadangsolihin.com
  36. 36. Sistem Jaringan Ketenagalistrikan (2) www.dadangsolihin.com
  37. 37. Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas/Minyak Bumi Nasional www.dadangsolihin.com
  38. 38. Sistem Jaringan Telekomunikasi (1) www.dadangsolihin.com
  39. 39. Sistem Jaringan Telekomunikasi (2) www.dadangsolihin.com
  40. 40. Indikasi Program Utama – Rencana Pola Ruang Nasional
  41. 41. Kawasan Lindung Nasional (1) www.dadangsolihin.com
  42. 42. Kawasan Lindung Nasional (2) www.dadangsolihin.com
  43. 43. Kawasan Lindung Nasional (3) www.dadangsolihin.com
  44. 44. Kawasan Budidaya (1) www.dadangsolihin.com
  45. 45. Kawasan Budidaya (2) www.dadangsolihin.com
  46. 46. Kawasan Budidaya (3) www.dadangsolihin.com
  47. 47. Kawasan Strategis Nasional (1) www.dadangsolihin.com
  48. 48. Kawasan Strategis Nasional (2) www.dadangsolihin.com
  49. 49. Kawasan Strategis Nasional (3) www.dadangsolihin.com
  50. 50. Definisi RTRWN, RPJPN, dan RPJMN www.dadangsolihin.com RTRWN (RPP RTRWN) RPJPN (UU No 17 Tahun 2007) RPJMN (UU No 17 Tahun 2007) Arahan kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang wilayah negara untuk periode 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tahun 200 7 sampai dengan tahun 202 7 Dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tahun 2005 sampai dengan 2025 Dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahunan , yaitu RPJM Nasional I Tahun 2005–2009, RPJM Nasional II Tahun 2010–2014, RPJM Nasional III Tahun 2015–2019, dan RPJM Nasional IV Tahun 2020–2024.
  51. 51. <ul><ul><li>Substansi Baru (1)-Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang </li></ul></ul>www.dadangsolihin.com
  52. 52. <ul><li>Pemanfaatan ruang untuk Kegiatan Ekonomi Berskala Internasional dan Nasional; dan </li></ul><ul><li>Pengembangan Fungsi Kawasan Perkotaan sebagai Pusat Permukiman dengan Tingkat Intensitas Pemanfaatan Ruang Menengah hingga Tinggi yang kecenderungan pengembangan ruangnya ke arah vertikal . </li></ul>P eraturan zonasi untuk Pusat Kegiatan Nasional (PKN) disusun dengan memperhatikan: <ul><li>Pemanfaatan ruang untuk Kegiatan Ekonomi Berskala Provinsi; dan </li></ul><ul><li>Pengembangan Fungsi Kawasan Perkotaan sebagai Pusat Permukiman dengan Tingkat Intensitas Pemanfaatan Ruang Menengah yang pengembangan ruangnya ke arah Horisontal Dikendalikan . </li></ul>P eraturan zonasi untuk Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) disusun dengan memperhatikan: <ul><ul><li>Contoh: Indikasi Arahan Peraturan Zonasi untuk Sistem Perkotaan Nasional </li></ul></ul>www.dadangsolihin.com
  53. 53. <ul><ul><ul><li>Arahan Perizinan </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Substansi Baru (2) </li></ul></ul><ul><li>merupakan A cuan bagi P ejabat yang B erwenang dalam Pemberian Izin pemanfaatan ruang, </li></ul><ul><li>dilakukan menurut Prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan </li></ul><ul><li>Pemberian Izin pemanfaatan ruang yang berdampak besar dan penting dikoordinasikan oleh Menteri </li></ul><ul><ul><ul><li>c. Arahan Insentif-Disinsentif </li></ul></ul></ul><ul><li>merupakan A cuan bagi pemerintah dalam P emberian I nsentif dan pengenaan D isinsentif </li></ul><ul><li>Insentif diberikan apabila pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana struktur ruang, rencana pola ruang, dan indikasi arahan peraturan zonasi </li></ul><ul><li>Disinsentif dikenakan terhadap pemanfaatan ruang yang perlu dicegah, dibatasi, atau dikurangi keberadaannya </li></ul>www.dadangsolihin.com
  54. 54. <ul><ul><ul><li>d. Arahan Sanksi: Sanksi Administratif </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Substansi Baru (3) </li></ul></ul><ul><li>merupakan A cuan bagi P ejabat yang B erwenang dalam Pengenaan Sanksi terhadap: </li></ul><ul><ul><ul><ul><li>P elanggaran rencana struktur ruang dan pola ruang yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini ; dan </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pelanggaran Izin pemanfaatan ruang yang diberikan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan Peraturan Pemerintah ini; </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang; </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>pelanggaran ketentuan untuk memberikan akses menuju ruang milik umum . </li></ul></ul></ul></ul>www.dadangsolihin.com
  55. 55. TERIMA KASIH
  56. 56. <ul><li>Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. </li></ul><ul><li>He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. </li></ul><ul><li>You can reach Dadang Solihin by email at [email_address] or by his mobile at +62812 932 2202 </li></ul>Dadang Solihin currently is Director for Regional D evelopment Performance Evaluation at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree in Economics from University of Colorado, USA. His previous post is Director for System and Reporting of Development Performance Evaluation at at Bappenas. Dadang Solihin’s Profile www.dadangsolihin.com

×