Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
jurusan perencanaan wilayah dan kota
fakultas teknik universitas brawijaya
struktur ruang
Agus Dwi Wicaksono
jurusan peren...
jurusan perencanaan wilayah dan kota
fakultas teknik universitas brawijaya
Pendahuluan
33
Pendahuluan
Apakah elemen struktur ruang ?
Faktor apakah yang membentuk struktur ruang?
Faktor apakah yang dipengaruh s...
44
Contoh
55
Contoh
66
Contoh
jurusan perencanaan wilayah dan kota
fakultas teknik universitas brawijaya
Definisi
berdasarkan Peraturan Perundangan
88
Definisi Struktur dan Pola Ruang
(peraturan perundangan‐Penataan Ruang)
UU 26/2007 Bab 1 pasal 1:
Struktur ruang adalah...
99
Definisi Struktur dan Pola Ruang
(peraturan perundangan‐Penataan Ruang)
RENCANA TATA
RUANG
RENCANA
STRUKTUR RUANG
RENCA...
1010
STRUKUTUR RUANG
(NODES dan LINKAGES)
WILAYAH & KOTA
TATA RUANG
POLA RUANG
Definisi Struktur dan Pola Ruang (peraturan...
1111
Definisi Struktur dan Pola Ruang
(peraturan perundangan-Penataan Ruang)
UU no 26/2007 pasal 1 ayat 24
Kawasan Agropol...
1212
Definisi Struktur dan Pola Ruang
(peraturan perundangan-Penataan Ruang)
Kawasan Agropolitan
SISTEM AGROPOLITAN terdir...
1313
Definisi Struktur dan Pola Ruang
(peraturan perundangan-Penataan Ruang)
1414
UNIT2
USAHA
BUDIDAYA
UNIT2
USAHA
OLAHAN
X4
X6X7
X9
X8
X
X
X X
UNIT 2
USAHA
TANGKAP
X1
X2
X3
produkproduk
X5
FaktorFak...
1515
Struktur Perwilayahan Destinasi Pariwisata
(UUno 10/2009)
TINGKAT KONSEP ILUSTRASI CONTOH TEMA
I
DESTINASI PARIWISATA...
jurusan perencanaan wilayah dan kota
fakultas teknik universitas brawijaya
Definisi
Teoritis
1717
Teori Klasik
IV – Zona Perumahan Pekerja
V – Zona Perumahan Gol Menenga
VI – Zona Perumahan Penglaju
I - CBD
II – Zon...
1818
4. TEORI ORGANIS (McKenzie, 1929)
Kota (area perkotaan) ≈ organisme hidup
Tata Guna Lahan ≈ Organ Tubuh
Jaringan Tran...
1919
6. TEORI INVERSI ZONA KONSENTRIK (Gideon
Sjoberg, 1960)
7. TEORI LAYOUT KOTA (Pritchard, 1976)
pola jalan dapat digun...
2020
Teori neoklasik tentang struktur ruang kota lebih terfokus pada teori
mengenai proses alokasi pemanfaatan lahan kota....
2121
Teori Perilaku
(Ronald 1982)
menekankan pada perubahan preferensi dan perilaku spasial secara
kolektif yang memberi k...
2222
Teori Institusi
(Harvey, 1973)
Pendekatan Marxist untuk memahami sifat dinamis suatu kota.
struktur ruang kota diarti...
2323
Teori Ketergantungan
(Frank, Slatter, SANTOS)
Teori ini dikembangkan dalam konteks pemahaman pola spasial pada
negara...
2424
Rangkuman Teori Struktur Ruang
Klasifikasi Teori Teori Struktur Ruang Elemen Str Ruang Faktor Pembentuk
TEORI KLASIK ...
2525
ELEMEN
STRUKTUR RUANG KOTA
Sistem Pusat Pelayanan
Jaringan Penghubung (linkage)
Pemanfaatan Lahan
FAKTOR PEMBENTUK
IN...
2626
Definisi Struktur dan Pola Ruang
(secara Teoritis)
NODES dan LINKAGES (Transp)
KOTA
STRUKTUR RUANG
TATA GUNA LAHAN
Su...
jurusan perencanaan wilayah dan kota
fakultas teknik universitas brawijaya
Struktur Ruang
pada berbagai Rencana
2828
Struktur Ruang pada
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)
2929
Struktur Ruang pada
Rencana Tata Ruang Wilayah Prop (RTRWP)
3030
L
TG
J
P
P Terminal Terpadu Penumpang
T
Terminal Terpadu Barang
(Cargo Terminal/ Dry Port)
G Kawasan Pergudangan
L Pe...
3131
SEGMEN 1 SEGMEN 2 SEGMEN 4SEGMEN 3 SEGMEN 5 SEGMEN 6
Konservasi - Komersial Bisnis - Komesial Campuran - Rekreatif Hu...
3232
Sub
Pusat
Kota
Sub
Pusat
Kota
Sub
Pusat
Kota
Sub
Pusat
Kota
KOTA BANDUNG
Pusat
Primer 1
Pusat
Primer2
Hub
Internasion...
3333
3333
KSAKSA
SSASSA
IIII
SSASSA
IIIIII
SSASSA
IVIV
SSASSA
II
Ds. SUKOSARI LORDs. SUKOSARI LOR
Ds. PAKISANDs. PAKISAN
D...
3434
3434
Renc Struktur Ruang dan Zonasi KADO (Kaw.Agropolitan Sidoarjo)
KSAKSA
SSASSA
SSASSA
SSASSA
SSASSA
SSASSA
SSASSA
...
3535
Hinterland
GADING
Hinterland KRUCIL
Hinterland TIRISHinterland
SUMBER
Hinterland
SUKAPURA
Hinterland
LUMBANG
Hinterla...
3636
3636
Struktur Ruang pada Renc Tapak Kawasan
(kaw. Tradisional)
1
2
3
4
7
5
6
8
6 Sarana Sosial Budaya Lokasi Kegiatan...
jurusan perencanaan wilayah dan kota
fakultas teknik universitas brawijaya
Manfaat Struktur Ruang
3838
Manfaat Struktur Ruang
Sebagai pola dasar wujud kota/wilayah
Mengidentifikasi karakteristik wujud kota atau wilayah e...
3939
Struktur Ruang sebagai
Wujud Bentuk Kota/ Wilayah
Kabupaten
Jember
KABUPATEN
LUMAJANG
KABUPATEN
LUMAJANG
KABUPATEN
BO...
4040
Struktur Ruang sebagai
Wujud Bentuk Kota/ Wilayah
SUMBER-
SUKO
KEDUNG
JAJANG
KLAKAH
RANUYOSO
GUCIALIT
RANDUAGUNG
PADA...
4141
TASIKMADU
POLOWIJEN
BALEARJOSARI
ARJOSARI
TANJUNGSEKAR
MOJOLANGU BARU
PURWODADI
TUNGGULWULUNG
TLOGOMAS
DINOYO
JATIMUL...
4242
6
2
3
5
4
1
Contoh Konsep
Renc Struktur Ruang
Kawasan
Alun-alun
dsk
Pasar Gadang
dsk (jl S.Tubun –
Gadang-Bumiayu)
Ka...
4343
1
2
3
4
5
6
6
6 7
7
7
8
8
8
9
1
Klaster Industri
Besi Baja
2
Kompleks Industri
LNG Bontang
3
Simpul Pengolahan
Bauksi...
444444
Sub Pst
Kota
(Mnty
Sbrng)
Sub Pst
Kota
Baru
Pusat
Kota
(MB Hilir)
Sub Pst
Kota
(Baamang
Hulu))
Sub Pst
Kota
Baru
Su...
4545
Hirarki Jalan berdasarkan
Struktur Ruang
Hirarki Jalan dlm Kota
Arteri Primer
Kolektor Primer
Arteri Sekunder
Kolekto...
4646
PAJARAN
ARGOSUKO
NGEBRUK
JAMBESARI
BELUNG
WONOMULYO
WONOREJO
WRINGINANOM
DAWUHAN
NGADIRESOKARANGANYAR
SUMBEREJO
PANDA...
Semoga Bermanfaat
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Struktur ruang

4,596 views

Published on

definisi struktur ruang berdasarkan peraturan perundangan dan teori

Published in: Education

Struktur ruang

  1. 1. jurusan perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas brawijaya struktur ruang Agus Dwi Wicaksono jurusan perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas brawijaya
  2. 2. jurusan perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas brawijaya Pendahuluan
  3. 3. 33 Pendahuluan Apakah elemen struktur ruang ? Faktor apakah yang membentuk struktur ruang? Faktor apakah yang dipengaruh struktur ruang? Manfaat dan penggunaan struktur ruang bagi perencanaan sarana dan prasarana?
  4. 4. 44 Contoh
  5. 5. 55 Contoh
  6. 6. 66 Contoh
  7. 7. jurusan perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas brawijaya Definisi berdasarkan Peraturan Perundangan
  8. 8. 88 Definisi Struktur dan Pola Ruang (peraturan perundangan‐Penataan Ruang) UU 26/2007 Bab 1 pasal 1: Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional. STRUKTUR RUANG POLA RUANG SARANA PRASARANA AKTIVITAS (Ekonomi, Sosbud, Kelembagaan) CONTENT CONTAINER
  9. 9. 99 Definisi Struktur dan Pola Ruang (peraturan perundangan‐Penataan Ruang) RENCANA TATA RUANG RENCANA STRUKTUR RUANG RENCANA POLA RUANG Rencana Sistem Pusat Permukiman Rencana Sistem Jaringan Prasarana Perutukan Kaw Lindung Perutukan Kaw Budidaya Sistem WIlayah Sistem Internal Perkotaan Sistem Jar Transportasi Sistem Jar Energi Sistem Jar Telekomunikasi Sis.Persampahan & Sanitasi Sistem Jar SDA dll Kegiatan Pelestarian Lingk Hidup Kegiatan Sosial Kegiatan Budaya Kegiatan Ekonomi Kegiatan Pertahanan & Keamanan
  10. 10. 1010 STRUKUTUR RUANG (NODES dan LINKAGES) WILAYAH & KOTA TATA RUANG POLA RUANG Definisi Struktur dan Pola Ruang (peraturan perundangan‐Penataan Ruang)
  11. 11. 1111 Definisi Struktur dan Pola Ruang (peraturan perundangan-Penataan Ruang) UU no 26/2007 pasal 1 ayat 24 Kawasan Agropolitan adalah kawasan yang teridiri dari satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah pedesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hirakhi keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agribisnis DPP DPP DPP PASAR/GLOBAL Keterangan: Wilah Penghasil Produk Wilayah Pengumpul Produk Sentra Produksi Kota Kecil/Pusat Regional Kota Sedang/Besar (outlet) Jalan & Dukungan Sapras Batas Kws Lindung, budidaya, dll Batas Kws Agropolitan DPP : Desa Pusat Pertumbuhan
  12. 12. 1212 Definisi Struktur dan Pola Ruang (peraturan perundangan-Penataan Ruang) Kawasan Agropolitan SISTEM AGROPOLITAN terdiri: Kawasan lahan pertanian (hinterland) Kawasan permukiman Kawasan pengolahan dan industri Kawasan pusat prasarana dan pelayanan umum Keterkaitan antara kawasan sentra produksi pangan (agropolitan) dengan kawasan lainnya Konsep agropolitan membagi wilayah-wilayah yg berhubungan secara fungsional dlm satu sistem kegiatan, yakni: agropolitancentre yaitu pusat pengumpul dan pemasaran, agropolitandistrict yaitu kawasan pusat pertumbuhan, dan hinterland atau satuan kawasan pertanian,
  13. 13. 1313 Definisi Struktur dan Pola Ruang (peraturan perundangan-Penataan Ruang)
  14. 14. 1414 UNIT2 USAHA BUDIDAYA UNIT2 USAHA OLAHAN X4 X6X7 X9 X8 X X X X UNIT 2 USAHA TANGKAP X1 X2 X3 produkproduk X5 FaktorFaktor eksternaleksternal PASAR SENTRA PRODUKSI 2 SENTRA PRODUKSI 3 X: Unit Usaha Turunan X LUAR NEGERI DALAM NEGERI Definisi Struktur dan Pola Ruang (UU no 27/2007)
  15. 15. 1515 Struktur Perwilayahan Destinasi Pariwisata (UUno 10/2009) TINGKAT KONSEP ILUSTRASI CONTOH TEMA I DESTINASI PARIWISATA (SKALA WILAYAH) = Keterpaduan sistemik dari destinasi –destinasi pariwisata yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang saling bersinergi membentuk daya tarik kolektif dan daya saing kepariwisataan yang lebih kuat Destinasi GRESIK dskt MULTI TEMA II DESTINASI PARIWISATA (SKALA KAWASAN) = kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan (UU no. 10/ 2009) Kawasan Makam Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim dsk Kawasan Pantai Labuhan, Pantai Mayangkara, dskt TEMA RELIGIUS TEMA BAHARI III DAYA TARIK WISATA Komponen destinasi pariwisata yang berupa sumber daya wisata alam, budaya atau khusus dalam bentuk objek tunggal atau kawasan yang memiliki daya tarik kepariwisataan dan menjadi penggerak motivasi kunjungan wisatawan Makam Sunan Giri Makam Maulana Malik Ibrahim Makam Sunan Prapen Danau Kastoba Pantai Labuhan Pantai Mayangkara dll
  16. 16. jurusan perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas brawijaya Definisi Teoritis
  17. 17. 1717 Teori Klasik IV – Zona Perumahan Pekerja V – Zona Perumahan Gol Menenga VI – Zona Perumahan Penglaju I - CBD II – Zona Industri III – Zona Transisi 1 2 3 4 5 2 3 4 4 5 3 3 1 3 3 3 2 1 2 3 4 5 3 3 6 7 89 1. Teori Konsentrik 2. Teori Sektor 3. Teori Inti Ganda (Burgess, 1925) (Hoyt, 1939) (Harris – Ullman, 1945) model struktur ruang di atas tidak menggambarkan kondisi kota yang riil secara konsepsual menjadi dasar dalam menganalisis struktur ruang kota modern dan menjadi titik tolak dalam perbandingan perkembangan kota secara lintas wilayah dan waktu
  18. 18. 1818 4. TEORI ORGANIS (McKenzie, 1929) Kota (area perkotaan) ≈ organisme hidup Tata Guna Lahan ≈ Organ Tubuh Jaringan Transi ≈ Syaraf & Darah Kapling ≈ Sel 5.TEORI COLBY (1933) setiap struktur ruang kota merupakan hasil dari suatu interaksi dua kekuatan: senntrifugal dan sentripetal lebih banyak membahas aspek fisik & kurang memperhatikan perilaku manusia dan konflik antar kelompok kekuasaan memberikan kontribusi sifat dinamik struktur ruang kota tidak banyak membahas faktor- faktor sosial dan politis Teori Klasik
  19. 19. 1919 6. TEORI INVERSI ZONA KONSENTRIK (Gideon Sjoberg, 1960) 7. TEORI LAYOUT KOTA (Pritchard, 1976) pola jalan dapat digunakan sebagai kerangka untuk mengendalikan persebaran guna lahan. Kota direduksi menjadi Sistem Transportasi dan Aktivitas 1 2 3 4 5 CBD • adanya hubungan kausalitas antara struktur ruang kota dg fungsi kota dan tingkat perkemb kota. • tidak banyak membahas pertimb faktor sosio kultural & juga sistem politik • tidak memperhitungkan faktor yang mengendalikannya (seperti misalnya ketersediaan dana pembangunan, perilaku birokrasi dll) Teori Klasik
  20. 20. 2020 Teori neoklasik tentang struktur ruang kota lebih terfokus pada teori mengenai proses alokasi pemanfaatan lahan kota. Basis yang sama yaitu teori ekonomi neoklasik dari Von Thuenen, Alonso, Walter Chrystaller dan August Losch (Evans, 2004). alokasi beragam penggunaan dan fungsi pada lahan kota yang disesuaikan dengan nilai lahan. nilai lahan ditentukan oleh mekanisme kompetisi pasar, yaitu adanya penawaran dan permintaan. faktor dominan yang menentukan penawaran adalah karakteristik tapak dan lokasi. Teori ini didasarkan atas mekanisme pasar yang kompetetif, sedangkan pada beberapa kasus, alokasi pengggunaan lahan telah ditentukan sebelumnya dan tidak berlaku mekanisme pasar; Masih belum mempertimbangkan faktor lain diluar mekanisme pasar, antara lain faktor perilaku pemilik lahan dan dampak faktor sosial dan politik. Teori NeoKlasik
  21. 21. 2121 Teori Perilaku (Ronald 1982) menekankan pada perubahan preferensi dan perilaku spasial secara kolektif yang memberi kontribusi pada perubahan struktur organisasi geometrik dalam kota (struktur ruang kota). memberi kontribusi terhadap pemahaman pengambilan keputusan secara individual, yang terfolus pada dua arah pengambilan keputusan. teori ini lebih banyak menekankan pada persepsi dan preferensi individu dengan mengabaikan hambatan-hambatan riil yang ada di masyarakat.
  22. 22. 2222 Teori Institusi (Harvey, 1973) Pendekatan Marxist untuk memahami sifat dinamis suatu kota. struktur ruang kota diartikan dan diprediksikan sebagai penerapan konsep dialektika materialis. Dialektika materialis melihat alam semesta sebagai suatu proses dinamis dan berkelanjutan yang perubahannya terjadi secara cepat dari suatu kondisi ke kondisi yang lain. Teori institusi berpendapat bahwa faktor utama dalam penentuan lokasi adalah perilaku kekuatan, lebih khusus lagi kekuatan ekonomi. Konflik dan pertentangan diantara berbagai kekuatan merupakan kata kunci pada pembentukan struktur ruang kota. teori institusi memperlihatkan peran konflik kekuasaan dan pertentangan kelas terhadap struktur ruang kota teori ini mengabaikan dampak intervensi pemerintah dan peran kelas menengah dalam pembentukan struktur ruang kota.
  23. 23. 2323 Teori Ketergantungan (Frank, Slatter, SANTOS) Teori ini dikembangkan dalam konteks pemahaman pola spasial pada negara-negara belum berkembang. Konsep dasar pandangan Frank dan Slater adalah pola spasial yang terjadi pada negara belum berkembang dipengaruhi oleh kepentingan negara- negara maju. Ketergantungan ini membawa pengaruh terhadap struktur ruang spasial, baik pada saat masa kolonial maupun setelah berakhirnya masa kolonial secara formal. Ketergantungan secara ekonomi, kultural dan politis masih menyisakan pengaruh terhadap struktur ruang kota. Teori ketergantungan mengenalkan suatu dimensi baru pada teori struktur ruang kota yaitu struktur ruang kota yang dipengaruhi faktor eksternal dalam perspektif eksploitasi 1. Pelabuhan 2. Zona Perdangan Modern 3. Zona Perdagangan 4. Kawasan Sub Urban 5. Kawasan Kumuh 6. Kawasan Industrial Estate baru 7. Zona Pemerintahan 8. Zona Perumahan mewah 9. Zona Pengembangan Perumahan Mewah 1 2 Zona Perumahan kepadatan menengah Zona Suburban dan kaw kumuh Zona Guna Lahan Campuran Zona Pasar, Pertanian dan Perkebunan 3 3 4 4 5 5 6 7 8 9
  24. 24. 2424 Rangkuman Teori Struktur Ruang Klasifikasi Teori Teori Struktur Ruang Elemen Str Ruang Faktor Pembentuk TEORI KLASIK Teori Konsentrik, Teori Sektor, Teori Inti Ganda, Teori Organis, Teori Colby, Teori Zona Inversi Konsentrik, Teori Layout Kota Guna Lahan Sistem Pusat Linkage Faktor internal fisik kota sebagai pembentuk struktur ruang kota TEORI NEOKLASIK Teori Guna Lahan Komersial dan Industri, Teori Guna Lahan Perumahan. Teori Lokasi Fas Umum Guna Lahan Faktor-faktor yang mempengaruhi mekanisme alokasi lahan TEORI PERILAKU Teori Ronald Guna Lahan Faktor persepsi dan preferensi individu dalam pengambilan keputusan perubahan guna lahan TEORI INSTITUSI Teori Harvey Guna Lahan Sistem Pusat Linkage Peran konflik kekuasaan dan pertentangan kelas (teori Marxist) dalam pembentukan struktur ruang kota TEORI KETERGAN- TUNGAN ”The World Capitalist System”, ”Colonialism and Spatial Structure of Underdevelopment” dan ”Shared Space” Guna Lahan Sistem Pusat Linkage struktur ruang kota yang dipengaruhi faktor eksternal dalam perspektif eksploitasi
  25. 25. 2525 ELEMEN STRUKTUR RUANG KOTA Sistem Pusat Pelayanan Jaringan Penghubung (linkage) Pemanfaatan Lahan FAKTOR PEMBENTUK INTERNAL STRUKTUR RUANG KOTA FISIK EKOLOGIS (Burges, 1925; Sjoberg, 1960 dll)) SOSIAL (Ronald, 1992)) EKONOMI (Thuenen,1926; Alonso, 1964) POLITIK (Tiettz, 1968) FAKTOR PEMBENTUK EKSTERNAL STRUKTUR RUANG KOTA KONDISI KOTA DINEGARA MAJU (Jeon, 2007; Rosa, 2007) KOTA FUNGSIONAL (Hillier, 2007) MIGRASI KAPITAL (Elewa, 1989) MIGRASI PENDUDUK (Elewa, 1989) (Black, 1981) Pemetaan Teori Struktur Ruang
  26. 26. 2626 Definisi Struktur dan Pola Ruang (secara Teoritis) NODES dan LINKAGES (Transp) KOTA STRUKTUR RUANG TATA GUNA LAHAN Sumber :Branch, 1996; Hudson, 1999; Rodrigue, 2008
  27. 27. jurusan perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas brawijaya Struktur Ruang pada berbagai Rencana
  28. 28. 2828 Struktur Ruang pada Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)
  29. 29. 2929 Struktur Ruang pada Rencana Tata Ruang Wilayah Prop (RTRWP)
  30. 30. 3030 L TG J P P Terminal Terpadu Penumpang T Terminal Terpadu Barang (Cargo Terminal/ Dry Port) G Kawasan Pergudangan L Pelabuhan J Rencana Jembatan Timbang RDTR Kawasan Pergudangan dan Peti Kemas Struktur Ruang pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
  31. 31. 3131 SEGMEN 1 SEGMEN 2 SEGMEN 4SEGMEN 3 SEGMEN 5 SEGMEN 6 Konservasi - Komersial Bisnis - Komesial Campuran - Rekreatif Hunian HunianBisnis - Komersial Magnet Mini Dep. Store UFO SAMSAT Komersial Magnet GOR Kertajaya Magnet Utama Pasar Keputran Magnet Utama Kampus ITS Magnet Resto – Salon - Toko KomersialHotel Olimpic Bang. Kuno Hunian HunianMini Dep. Store Hartono DISPENDA Komersial Hunian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 10 11 12 13 14 Superblok Galaxy Struktur Ruang pada Rencana Tata Bangunan & Lingkungan (RTBL)
  32. 32. 3232 Sub Pusat Kota Sub Pusat Kota Sub Pusat Kota Sub Pusat Kota KOTA BANDUNG Pusat Primer 1 Pusat Primer2 Hub Internasional Hub Nasional Hub Nasional Hub Nasional PKW /PKL PKW /PKL PKW /PKL PKW /PKL PKW /PKL PKW /PKL PKW /PKL REGIONAL JABAR NASIONAL StrukturRuangpada RencTranspRegional
  33. 33. 3333 3333 KSAKSA SSASSA IIII SSASSA IIIIII SSASSA IVIV SSASSA II Ds. SUKOSARI LORDs. SUKOSARI LOR Ds. PAKISANDs. PAKISAN Ds.KALIANYARDs.KALIANYAR Ds. NOGOSARI Ds. KERANG Ds. PATEMON Ds. JEBUNG LOR Ds. JEBUNG KIDUL Ds. PEDA Ds. SULEK Ds. TLOGO SARI Ds. TROTOSARI Ds. KEMBANG Ds. TEGALJATI Ds. SUKOSARI Ds. REJO AGUNG Ds. SUKOREJO Ds. KALISAT Ds. SEMPOL Ds. KALI GEDANG Ds. SUMBER REJO Ds. JAMPIT Struktur Ruang Agropolitan Bondowoso Struktur Ruang pada Renc Agropolitan
  34. 34. 3434 3434 Renc Struktur Ruang dan Zonasi KADO (Kaw.Agropolitan Sidoarjo) KSAKSA SSASSA SSASSA SSASSA SSASSA SSASSA SSASSA SSASSA Struktur Ruang pada Renc Agropolitan
  35. 35. 3535 Hinterland GADING Hinterland KRUCIL Hinterland TIRISHinterland SUMBER Hinterland SUKAPURA Hinterland LUMBANG Hinterland TONGAS Renc Struktur Ruang dan Zonasi Agropolitan Probolinggo Agropolitan Centre Bagian Barat Agropolitan Centre Bagian Timur PROBO- LINGGO (Kota Sedang) Struktur Ruang pada Renc Agropolitan
  36. 36. 3636 3636 Struktur Ruang pada Renc Tapak Kawasan (kaw. Tradisional) 1 2 3 4 7 5 6 8 6 Sarana Sosial Budaya Lokasi Kegiatan Sosial Budaya Simpul Aktivitas Sosial Budaya Linkage Aktivitas Sosial Budaya Kehidupan masyarakat di kawasan perencanaan pada dasarnya dilandasi oleh agama Islam. Beberapa bangunan yang digunakan masyarakat dalam kegiatan keagamaan maupun ritual adat antara lain masjid, rumah raja, dan baileu. Ketiga bangunan ini sangat erat dalam keseharian masyarakat Negri Hila – Kaitetu. Struktur Spasial Aktivitas Sosial dan Budaya Hila-Keitetu
  37. 37. jurusan perencanaan wilayah dan kota fakultas teknik universitas brawijaya Manfaat Struktur Ruang
  38. 38. 3838 Manfaat Struktur Ruang Sebagai pola dasar wujud kota/wilayah Mengidentifikasi karakteristik wujud kota atau wilayah eksisting Dapat mengidentifikasikan akar masalah permasalahan kota/wilayah Menentukan rencana pola pemanfaatan lahan Menentukan rencana persebaran sarana Menentukan rencana persebaran prasaranan (jalan, sistem air bersih, telekomunikasi dll) Sebagai dasar bagi analisis lain Evaluasi kota berkelanjutan Evaluasi perkembangan kota dll
  39. 39. 3939 Struktur Ruang sebagai Wujud Bentuk Kota/ Wilayah Kabupaten Jember KABUPATEN LUMAJANG KABUPATEN LUMAJANG KABUPATEN BONDOWOSO KABUPATEN BANYUWANGI SAMUDERA INDOBESIA P. NUSABARUNG SUMBERBARU TANGGUL BANGSALSARI KENCONG JOMBANG UMBULSARI BALUNG PUGER WULUHAN AMBULU JENGGAWAH RAMBIPUJI AJUNG GUMUKMAS JELBUK SUKOWONO SUMBERJAMBE PAKUSARI KALISAT MAYANG SILO MUMBULSARI TEMPUREJO SUKORAMBI LEDOKOMBO SEMBORO Jalan Propinsi
  40. 40. 4040 Struktur Ruang sebagai Wujud Bentuk Kota/ Wilayah SUMBER- SUKO KEDUNG JAJANG KLAKAH RANUYOSO GUCIALIT RANDUAGUNG PADANG PASRUJAMBE SENDURO SUKODONO TEKUNG JATIROTO ROWO- KANGKUNG KUNIR YOSOWILANGUN TEMPEH PASIRIAN CANDI- PURO PRONOJIWO TEMPURSARI LUMAJANG Kabupaten Lumajang
  41. 41. 4141 TASIKMADU POLOWIJEN BALEARJOSARI ARJOSARI TANJUNGSEKAR MOJOLANGU BARU PURWODADI TUNGGULWULUNG TLOGOMAS DINOYO JATIMULYO MERJOSARI TULUSREJO KETAWANG- GEDE KARANGBESUKI GADINGKASRI SUMBERSARI PENANGGUNGAN PISANGCANDI LAMA LOWOKWARU BARU ORO-ORO DOWO SAMAAN BARENG BARU KAUMAN BANDULAN KLOJEN RAMPAL- CELAKET MULYOREJO TANJUNGREJO LAMA BAKALANKRAJAN BANDUNGREJOSARI BARU SUKUN KASIN CIPTOMULYO GADANG BARU BUMIAYU KEBONSARI ARJOWINANGUN WONOKOYO TLOGOWARU MERGOSONO BURING KEDUNGKANDANG POLEHAN JODIPAN KOTALAMA LAMA SUKOHARJO LESANPURO MADYOPURO KIDULDALEM CEMOROKANDANG SAWOJAJARKSATRIAN BUNUL- REJO LAMA PURWANTORO PANDANWANGI LAMA BLIMBING MOJOLANGU LAMA PISANGCANDI BARU BARENG LAMA KOTALAMA BARU TANJUNGREJO BARU BANDUNG- REJOSARI LAMA GADANG LAMA BUNUL- REJO BARU LOWOKWARU LAMA PANDANWANGI BARU Kawasan Alun-alun dsk Kaw Perum Sawojajar Kaw Sekitar Velodrom Unisma, Pasar Dinoyo dsk Unmer, Dieng Plaza dsk Taman Krida Budaya, Griyashanta dsk Terminal Arjosari, VEDC dsk Plaza Araya dsk Pasar Blimbing dsk Pasar Gadang Dsk (jl Sasuit Tubun – Gadang-Bumiayu) TUREN KEPANJEN- BLITAR BATU-KEDIRI TUMPANG SURABAYA-LAWANG Pasar Blimbing, Jl .LA Suciptodsk Struktur Ruang sebagai Wujud Bentuk Kota/Wilayah Kota Malang Masalah kota Disparitas Perkembangan kota Kemacetan
  42. 42. 4242 6 2 3 5 4 1 Contoh Konsep Renc Struktur Ruang Kawasan Alun-alun dsk Pasar Gadang dsk (jl S.Tubun – Gadang-Bumiayu) Kaw Perum Sawojajar Unmer, Dieng Plaza dsk Kaw sekitar GOR Ken Arok Plaza Araya, T.Arjosari dsk Unisma, Pasar Dinoyo dsk T.Krida Budaya dsk Pasar Blimbing, Jl .LA Sucipto dsk KEPANJEN- BLITAR BATU-KEDIRI TUMPANG SURABAYA-LAWANG
  43. 43. 4343 1 2 3 4 5 6 6 6 7 7 7 8 8 8 9 1 Klaster Industri Besi Baja 2 Kompleks Industri LNG Bontang 3 Simpul Pengolahan Bauksit Aluminium 4 Simpul Perkebunan Karet 5 Simpul Kegiatan Migas 6 Simpul Kelapa Sawit 7 Simpul Penambangan Batu Bara 8 Simpul Kehutanan 9 9 Simpul Perikanan Usulan Lokasi KEK Bojonagara & Jakarta Batam & Palembang Struktur Ruang pada MP3EI Koridor Kalimantan
  44. 44. 444444 Sub Pst Kota (Mnty Sbrng) Sub Pst Kota Baru Pusat Kota (MB Hilir) Sub Pst Kota (Baamang Hulu)) Sub Pst Kota Baru Sub Pst Kota Baru Sub Pst Kota Baru Sub Pst Kota Baru P Terminal Terpadu Penumpang T Terminal Terpadu Barang (Cargo Terminal/ Dry Port) G Kawasan Pergudangan L Pelabuhan L T J Rencana Jembatan Timbang G RDTR Kawasan Pergudangan dan Peti Kemas Rencana Jalan Lingkar Luar J Rencana Jalur Kereta Api (Provinsi)Rencana Jalur Kereta Api (Kabupaten) P Contoh Konsep Struktur Ruang
  45. 45. 4545 Hirarki Jalan berdasarkan Struktur Ruang Hirarki Jalan dlm Kota Arteri Primer Kolektor Primer Arteri Sekunder Kolektor Sekunder Lokal Sekunder Lingkungan Sekunder Pusat Kota Sub Pusat Kota Sub Pusat Kota Sub Pusat Kota Sub Pusat Kota Lingkungan Sekunder tapak/kapling Lokal Sekunder perumahan Bagian Wilayah Kota Arteri Sekunder Kolektor Sekunder ArteriSekunder KolektorSekunder KOTA ORDE I (Pusat Kegiatan Nasional) atau ORDE II (Pusat Kegiatan Wilayah) Arteri Primer KOTA ORDE III (Pusat Kegiatan Lokal) Kolektor Primer KOTA ORDE 1
  46. 46. 4646 PAJARAN ARGOSUKO NGEBRUK JAMBESARI BELUNG WONOMULYO WONOREJO WRINGINANOM DAWUHAN NGADIRESOKARANGANYAR SUMBEREJO PANDANSARI PONCOKUSUMO KARANGNONGKO GUBUKKLAKAH NGADAS JABUNG TUMPANG TAJINAN WAJAK AMPELGADING KABUPATEN LUMAJANG ke arah TUMPANG ke arah TUMPANG ke arah TAJINAN ke arah GUNUNG BROMO Contoh Struktur dan Pola Ruang Agropolitan Rencana Struktur Ruang Agropolitan Poncokusumo, Kab Malang KSA 1KSA 1 KSA 2KSA 2 SSA Wringinanom SSA Ngebruk SSA Pakaran SSA Jambesari SSA Dawuhan SSA Ngadireso SSA Pandansari SSA Sumberejo SSA Argosuko SSA Karanganyar SSA Karangnongko SSA Wringinanom SSA Gubujklakah SSA Ngadas Pasar Regional & Nasional
  47. 47. Semoga Bermanfaat

×