Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pengelolaan kelas

1,173 views

Published on

Slide ini dibuat Untuk Memenuha Salah Satu Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan Prodi. Pend. Matematika FKIP Universitas Singaperbangsa Karawang....

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pengelolaan kelas

  1. 1. PENGELOLAAN KELAS Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan
  2. 2. PENGELOLAAN KELAS Definisi Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata yaitu, pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “ kelola“, ditambah awalan “pe” dan akhiran “an”. Istilah lain dari pengelolaan kelas adalah manajemen. Manajemen adalah kata aslinya dari bahasa inggris, yaitu management. Yang berarti ketatalaksanaan, tatapimpinan, pengelolaan. Secara umum Suharsimi mengatakan bahwa manajemen atau pengelolaan adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan. (Djamarah, 2006:175) Jadi pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas yang dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan belajar-mengajar agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
  3. 3. TUJUAN Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.  Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.  Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.  Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.  Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya. Jadi tujuan pengelolaan kelas adalah untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
  4. 4. LANGKAH-LANGKAH PENGELOLAAN KELAS Persiapan yang cermat  Tetap menjaga dan terus mengembangkan rutinitas  Bersikap tenang dan terus percaya diri  Bertindak dan bersikap professional  Mampu mengenali prilaku yang tidak tepat  Menghindari langkah mundur  Berkomunikasi dengan orang tua siswa secara efektif  Menjaga kemungkinan munculnya masalah 
  5. 5. PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS  Hangat dan Antusias Guru harus menunjukan sikap hangat dan antusias dalam mengajar, apalagi ketika berhubungan dengan siswa. Kehangatan dan keantusiasan yang diperlihatkan oleh guru akan mendatangkan keberhasilan dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.  Tantangan Pengunaan kata-kata, tindakan,atau cara mengajar yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar.  Bervariasi Kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan mengadakan variasi dalam mengajar juga merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
  6. 6.  Keluwesan Guru yang luas dan tidak kaku dalam menerapkan strategi pembelajaran, juga salah satu prinsip pengelolaan yang baik.  Penekanan Pada hal-hal yang Positif Ini berarti bahwa penguatan positif harus lebih didahulukan dari pada penguatan negatif.  Penanaman Disiplin diri Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah agar siswa dapat mengembangkan disiplin diri.
  7. 7. KOMPONEN KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS KETERAMPILAN YANG KETERAMPILAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN BERHUBUNGAN DEGAN PENCIPTAAN DAN PENGEMBALIKAN KONDISI PEMILIHARAAN KONDISI BELAJAR YANG OPTIMAL : BELAJAR YANG OPTIMAL
  8. 8. KETERAMPILAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCIPTAAN DAN PEMILIHARAAN KONDISI BELAJAR YANG OPTIMAL :  Menunjukkan sikap tanggap Sikap tanggap ini dapat ditunjukkan oleh guru untuk membuktikan bahwa ia ada bersama dengan para siswanya, memberikan perhatian, sekaligus mengontrol kepedulian dan ketidakacuan para siswanya. Sikap tanggap ini dapat dilakukan dengan cara memandang secara seksama, gerak mendekati, memberi pernyataan serta memberikan reaksi atas gangguan dan ketidakacuan siswa dalam bentuk teguran.
  9. 9. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemiliharaan kondisi belajar yang optimal : Membagi perhatian Visual, mengalihkan pandangan dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain dengan kontak pandang terhadap kelompok siswa atau seorang siswa secara individual.  Verbal, dengan cara memberikan komentar, penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas seorang siswa sementara ia memimpin kegiatan siswa yang lain. 
  10. 10. KETERAMPILAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCIPTAAN DAN PEMILIHARAAN KONDISI BELAJAR YANG OPTIMAL :  Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas Guru harus seringkali memberikan arahan dan petunjuk yang jelas dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak kebingungan.  Menegur Apabila terjadi penyimpangan dan pelanggaran tingkah laku siswa sehingga mengganggu proses pembelajaran didalam kelas, maka guru hendaknya memberikan teguran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :  Tegas dan jelas teruju kepada siswa yang mengganggu.  Menghindari peringatan yang kasar dan menyakitkan.  Menghindari ocehan atau ejekan, lebih-lebih yang berkepanjangan.
  11. 11. KETERAMPILAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCIPTAAN DAN PEMILIHARAAN KONDISI BELAJAR YANG OPTIMAL :  Memberi penguatan Untuk menanggulangi siswa yang mengganggu atau tidak melakukan tugas, maka penguatan dapat diberikan sesuai dengan masalah yang muncul.
  12. 12. KETERAMPILAN YANG BERHUBUNGAN DEGAN PENGEMBALIKAN KONDISI BELAJAR YANG OPTIMAL  Modifikasi perilaku Modifikasi perilaku menurut Bootzin (dalam Soetarlinah Soekadji, 1983) merupakan usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun prinsip-prinsip psikologi hasil eksperimen lain pada perilaku manusia. Dalam perspektif behaviorist modidifikasi perilaku didefinisikan sebagai penggunaan secara sistematis teknik kondisioning pada manusia untuk menghasilkan perubahan frekuensi perilaku sosial tertentu atau tindakan mengontrol lingkungan perilaku tersebut.  Melakukan pendekatan pemecahan masalah kelompok Memperlancar terjadinya kerjasama yang baik dalam pelaksanaan tugas. Memelihara kegaiatan-kegiatan kelompok  Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. Seorang guru harus memaksimalkan untuk memecahkan masalah tersebut dengan seperangkat cara untuk mengendalikan perilaku siswa tersebut.
  13. 13. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DI DALAM KELAS Murid cepat bosan dan tidak konsentrasi  Lambat dalam menerima pelajaran dan cepat lupa  Tidak konsentrasi terhadap pelajaran atau linglung  Tidak aktif di kelas  Minimnya motivasi  Melalaikan tugas sekolah  Jenuh dan tidak semangat  Hasil ujian kuran memuaskan dan serting tidak naik kelas 
  14. 14. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DI DALAM KELAS  Solusi  Seorang guru haruslah memiliki kecakapan di dalam kelas dengan menciptakan suasana yang kondusif  Apabila permasalahan semakin kompleks, seorang guru hendaknya menentukan jenis persoalan, apakah persoalan tersebut termasuk persoalan pendidikan atau psikologis, sebab tiap-tiap persoalan membutuhkan metode penyelesaikan tersendiri.  Mengubah metode mengajar  Mengubah sarana pendidikan  Menggunakan motivasi yang bervariasi  Mengubah kegiatan pendidikan  Menggunakan kecakapan yang pernah dipraktikkan dan cocok untuk materi baru
  15. 15. TERIMAKASIH...  Semoga Materi ini Bermanfaat Untuk Kita Semua...

×