Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Powerpoint strategi pembelajaran

42,532 views

Published on

  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/2Qu6Caa ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ❤❤❤ http://bit.ly/2Qu6Caa ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • OK
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • ok
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Powerpoint strategi pembelajaran

  1. 1. STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD Lukman Arhami, S.Pd,MT Universitas Terbuka 2010
  2. 2. MODUL 1 HAKEKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Lukman Arhami, S.Pd,MT Universitas Terbuka 2010
  3. 3. BELAJAR
  4. 4. PERBEDAAN PENDEKATAN, STRATEGI, METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN
  5. 5. KETERANGAN: Metode : Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dengan demikian suatu strategi dapat dilaksanakan dengan berbagai metode. Pendekatan (Approach) : Pendekatan (approach) merupakan titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu. Roy Killen (1998) misalnya, mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teachercentred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centred approaches). Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif. Teknik : Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, cara yang harus dilakukan agar metode ceramah berjalan efektif dan efisien. Dengan demikian, sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi. Misalnya, berceramah pada siang hari setelah makan siang dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas Taktik : Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Taktik sifatnya lebih individual, walaupun dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah dalam situasi dan kondisi yang sama, sudah pasti mereka akan melakukannya secara berbeda, misalnya dalam taktik menggunakan ilustrasi atau menggunakan gaya bahasa agar materi yang disampaikan mudah dipahami Kesimpulan : Strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran guru dapat menentukan teknik yang dianggapnya relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain.
  6. 6. Penentu Pemilihan Strategi Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Bahan Pelajaran 1.Keterampilan Intelektual 1.Keterampilan Intelektual Bahan ajar atau materi Bahan ajar atau materi pembelajaran pembelajaran (instructional materials) (instructional secara garis besar terdiri secara garis besar terdiri dari pengetahuan, dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap keterampilan, yang harus dipelajari yang harus dipelajari siswa dalam rangka siswa dalam rangka mencapai standar mencapai standar kompetensi yang telah kompetensi ditentukan. Secara ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, (fakta, konsep, prinsip, prosedur),keterampilan, prosedur),keterampilan, dan sikap atau nilai. dan sikap Prinsip dalam memilih Prinsip dalam memilih bahan ajar: (1) relevansi; bahan ajar: (1) relevansi; (2) konsistensi; (3) (2) konsistensi; (3) kecukupan kecukupan a. a. DiskriminasiDiskriminasidiskriminasi diskriminasi b. b. Konsep-konsep Konsep-konsep konkret konkret c. c. Konsep Konsep Terdefinisi Terdefinisi d. d. Aturan-aturan Aturan-aturan e. e. Aturan-aturan Aturan-aturan tingkat tinggi – tingkat tinggi – pemecahan pemecahan masalah masalah 2 Strategi Kognitif 2 Strategi Kognitif 3Informasi Verbal 3Informasi Verbal 4Keterampilan Motorik 4Keterampilan Motorik Siswa 1. Perkembangan Intelektual dan Emosional 2. Perkembangan Bahasa 3. Perkembangan Moral, Sosial, dan Sikap 4. Pertumbuhan Fisik atau Jasmani Guru Sarana dan Prasasaran Guru merupakan pendidik Guru merupakan pendidik professional dengan tugas professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan dasar dan pendidikan menengah (UU pendidikan menengah (UU tentang Guru dan Dosen, tentang Guru dan Dosen, Bab I Pasal 1 ayat 1). Dari Bab I Pasal 1 ayat 1). Dari pengertian di atas jelas pengertian di atas jelas bahwa guru itu memiliki bahwa guru itu memiliki peranan yang strategis dan peranan yang strategis dan merupakan kunci merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai keberhasilan untuk mencapai tujuan kelembagaan sekolah, tujuan kelembagaan sekolah, karena guru adalah pengelola karena guru adalah pengelola KBM bagi para siswanya. KBM bagi para siswanya. Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar akan efektif apabila tersedia akan efektif apabila tersedia guru yang sesuai dengan guru yang sesuai dengan kebutuhan sekolah baik kebutuhan sekolah baik jumlah, kualifikasi maupun jumlah, kualifikasi maupun bidang keahliannya. bidang keahliannya. alat bantu pendidikan alat bantu (teaching aids), yaitu (teaching aids), yaitu segala macam peralatan segala yang dipakai guru untuk yang dipakai guru untuk membantunya membantunya memudahkan melakukan memudahkan melakukan kegiatan mengajar. Jadi, kegiatan mengajar. Jadi, sarana pendidikan sarana pendidikan adalah segala macam adalah segala macam peralatan yang digunakan peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan guru untuk memudahkan penyampaian materi penyampaian materi pelajaran. prasarana pelajaran. prasarana pendidikan adalah segala pendidikan adalah segala macam peralatan, macam kelengkapan, dan bendakelengkapan, benda yang digunakan benda yang digunakan guru untuk memudahkan guru untuk memudahkan penyelenggaraan penyelenggaraan pendidikan. pendidikan.
  7. 7. MODUL II [PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR] Lukman Arhami, S.Pd,MT Universitas Terbuka 2010
  8. 8. EMPAT PILAR BELAJAR UNESCO (NANA SYAODIH SUKMADINATA, 2005) 1. 2. 3. 4. Belajar mengetahui (learning to know) Belajar berkarya (learning to do) Belajar hidup bersama (learning to live together) Belajar berkembang utuh (learning to be)
  9. 9. FAKTOR PENENTU YANG MEMPENGARUHI BELAJAR Internal Siswa kecakapan, minat, bakat, usaha, motivasi, perhatian, kelemahan dan kesehatan serta kebiasaan siswa.  Eksternal Siswa lingkungan, baik fisik maupun non fisik. 
  10. 10. KARAKTERISTIK DAN TAHAPAN PERKEMBANGAN SISWA SD  Teori Belajar Disiplin Mental Manusia Punya kemampuan belajar yang dapat dilatih dan didisiplinkan Asosiasi Penekanan pola prilaku diulang-ulang sehingga menjadi aktivitas yang otomatis (Behavioristik) Insight Memberikan kesempatan siswa untuk belajar yang bersifat eksploratif, imajinatif dan kreatif. Gestalt Kajian yang dilakukan siswa dengan pendekatan disiplin ilmu terpadu dan menyeluruh. Mis: PBL, CTL, belajar konstruktivis
  11. 11. LANJ  Tipe belajar 1. Signal Learning 2. Stimulus-Respon Learning 3. Chaining Learning 4. Verbal Association Learning 5. Discrimination Learning 6. Concept Learning 7. Rule Learning 8. Problem Solving Learning
  12. 12. HASIL BELAJAR Skema Kemampuan yang Dapat Menunjukkan Hasil Belajar Kognitif : Kemampuan membuat keputusan memecahkan masalah dan berpikir logis Afektif : Psikomotorik : Kemampuan tindak fisik dan kegiatan perseptual interaktif : Kemampuan sosial dan kepemimpinan Keterampilan reaktif berhubungan dengan sikap, kebijaksanaan dan self control 5 tipe Hasil Belajar 1.Motor Skills 2.Verbal Information 3.Intelectual skills 4.Attitudes 5.Cognitif
  13. 13. TAHAPAN PERKEMBANGAN SISWA SD Fisik  refined motor skills  Sosial  separation of the sexes  Bahasa egocentric style ke social speech  Kognitif  concrete operationalperforming operation  Moral  tingkat konvensional  Ekspresif  berdasarkan gander  Intelegensi linguistik, logis-matematis, spasial, musikal, fisik-kinestetik, interpersonal, intrapersonal  Kebutuhan Siswa  psiko-biologis dan sosial 
  14. 14. KARAKTERISTIK PEMBELAJARA DI SD  Kelas Rendah  Prioritas Pembelajaran Tematik Menciptakan stimulus-respon agar siswa menyadari kejadian di sekitar lingkungan  Kelas Tinggi (kelas 4,5 dan6)  operasi formal Secara logis dan sistematis untuk pembelajaran siswa tentang konsep dan generalisasi sehingga penerapannya (menyelesaikan soal, menggabungkan, menghubungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat dan membagi)
  15. 15. MODUL 3: MODEL DAN RUMPUN MODEL BELAJAR MODEL BELAJAR  Belajar Kolaboratif  Tujuan sama dan ketergantungan positif  Belajar Quantum belajar efektif dan menyenangkan dengan secepat cahaya  Belajar Kooperatif  bekerasama tujaun bisa beda dan ketergatungan positif.  Belajar Tematik Tema sama dengan melibatkan lebih dari 1 mata pelajaran dan tujuan pembelajaran
  16. 16. RUMPUN MODEL MENGAJAR Sosial Pemrosesan Informasi Personal 1. Patner dalam Belajar 2. Investigasi Kelompok 3. Bermain Peran 4. Inkuiri Yurisprudensi 5. Kepribadian dan Gaya Belajar 6. Inkuiri Sosial 1. Induktif 2. Pencapaian Konsep 3. Inkuiri ilmiah 4. Mneumonic 5. Sinektik 6. Pengorganisasi awal 7. Latihan inkuiri 8. Penyesuaian pebelajar 1. Pembelajaran Nondirektif 2. Peningkatan Harga diri Sistem Prilaku 1. Belajar Tuntas dan Pembelajaran terprogram 2. Pembelajaran langsung 3. Belajar melalui simulasi: latihan dan latihan mandiri
  17. 17. MODUL 4:PROSEDUR PEMBELAJARAN Kegiatan Pra Pembelajaran 1. 2. 3. 4. Menciptakan Sikap dan Suasa na kelas yang menarik Memeriksa Kehadiran siswa Menciptakan kesiapan belajar siswa Menciptakan suasana belajar yang demokratis Kegiatan Awal Pembelajaran 1. 2. a. b. 3. Membimbulkan motivasi dan perhatian siswa Memberi acuan Memberitahukan tujuan pembelajaran Menyampaikan alternatif KB yang akan ditempuh siswa Membuat kaitan a. mengajukan pertanyaan b. Menunjukkan mafaat materi c. Meminta siswa mengutarakan pengalaman berhubungan dengan materi yg akan dibahas 3. Melakukan tes awal
  18. 18. KEGIATAN INTI DALAM PEMBELAJARAN  o Pembelajaran Klasikal Prinsip: 1. Sistematis 2. Perhatian dan aktifitas Prosedur 3. Media Pembelajaran 4. Latihan atau penugasan Kegiatan Inti Pembelajaran Klasikal 1. Presentasi bahan pelajaran 2. Asosiasi dan memberikan ilustrasi 3. Pada akhir pembelajaran, diharapkan siswa untuk: menyimpulkan dan mengaplikasikan apa yang dipelajari baik lisan maupun tulisan.
  19. 19. PEMBELAJARAN KELOMPOK (KOOPERATIF LEARNING)  Prinsip 1. Adanya Topik dan Permasalahan 2. Pembentukkkan Kelompok 3. Kerjasama 4. Perhatian 5. Motivasi 6. Sumber Belajar dan Fasilitas 7. Latihan dan Tugas
  20. 20. LANJ  1. 2. 3. 4. 5. Kegiatan Inti Merumuskan masalah berdasarkan Topik Pembahasan dan Tujuan Pembelajaran Mengindentifikasi masalah atau submasalah Analisis masalah berdasarkan submasalah Menyusun laporan masing-masing kelompok Presentasi Kelompok Prosedur Pembelajaran Kelompok
  21. 21. PEMBELAJARAN PERSEORANGAN 1. 2. 3. Menjelaskan secara singkat tentang materi pelajaran yang akan ditugaskan/dilatihkan Memberikan lembaran kerja/tugas Memantau dan menilai kegiatan siswa Presedur Pembelajaran Perorangan
  22. 22. KEGIATAN AKHIR DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN A. B. Kegiatan akhir pembelajaran 1. Meninjau kembali penguasaan siswa 2. melaksanakan penilaian Melaksanakan Kegiatan Tindak Lanjut 1. 2. 3. 4. 5. Memberikan tugas/latihan yang harus dikerjakan Membahas kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai Membaca materi pelajaran tertentu Memeberikan motivasi/bimbingan belajar Mengemukakan tentang topik yang akan dibahas pada waktu yag akan datang
  23. 23. MODUL 5: PEMILIHAN METODE MENGAJAR Hakikat: 1. Curipsity 2. Memberikan peluang berekspresi yang kreatif dalam asoek seni 3. Memungkinkan siswa memecahkan maslah 4. Menguji kebenaran sesuatu 5. Melakukan penemuan (inkuiri) 6. Memungkinkan mampu menyimak 7. Belajar mandiri 8. Belajar bekerjasama 9. Memungkinkan siswa lebih termtivasi
  24. 24. LANJ  1. 2. 3. 4. Prinsip Alat mencapai tujuan Gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dala kegiatan pembelajaran Menentukan bahan perteimbangan dalam evaluasi pembelajaran Menentukan bimbingan kegiatan pembelajaran
  25. 25. LANJ  Faktor yang perlu diperhatikan 1. Tujuan pembelajaran 2. Karakteristik bahan pelajaran 3. Waktu yang digunakan 4. siswa 5. Fasilitas, media dan sumber belajar
  26. 26. HUBUNGAN PENGALAMAN BELAJAR DENGAN METODE MENGAJAR Ceramah Diskusi Simulasi Demostrasi Eksperimen Karyawisata PBL Memerlukan Perhatian Memerlukan Motivasi Memerlukan aktivitas yang maksimal Feedback Belajar secara bertahap Terjadi secara Individual
  27. 27. MEDIA PEMBELAJARAN  Hubungan media dengan pesan dan metode pembelajaran Guru Media  Pesan Siswa
  28. 28. UNSUR MEDIA PEMBELAJARAN Informasi yang diperoleh manusia: 3 jam Penciuman, Sentuhan  6% Pendengaran  13% Pengelihatan  75% Software Pesan Audio Media Pembelajaran Visual Hardware [Peralatan] AudiVisual
  29. 29. MANFAAT MEDIA Membuat konkret konsep yang abstrak  Menghadirkan obyek-obyek yang sukar didapat dalam lingkungan belajar  Menampilkan obyek yang terlalu besar/kecil menjadi nyata  Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat/lamban 
  30. 30. PENGELOMPOKKAN MEDIA PEMBELAJARAN Diam Diproyeksikan MEDIA VISUAL Gerak Non Proyeksi Kaset Audio MEDIA PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO Radio CD Audio MEDIA AUDIOVISUAL Diam Bergerak
  31. 31. PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN Tujuan pemilihan media pembelajaran  Karakteritik Media Pembelajaran  Aternatif Media Pembelajaran - Rencana pembelajaran - Sasaran Belajar - Realibility - Situasi dan kondisi - Obyektifitas 
  32. 32. PEMANFAATAN LINGKUNAGN SEBAGAI SUMBER BELAJAR  Teknik Menggunakan Lingkungan       karyawisata, perkemahan; survei, praktek kerja, proyek pelayanan kepada masyarakat Prosedur Perencanaan  tentukan tujuan pembelajarn Obyekrumuskan cara belajarteknis  Pelaksanaan  Tindak Lanjut  evaluasi 
  33. 33. MODUL 7: KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 1         Komponen-komponen keterampilan bertanya?? 1. keterampilan Bertanya dasar pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat Pemberian acuan Pemusatan Pemindahan giliran Penyebaran Pemberian waktu berpikir Pemberian tuntunan
  34. 34. LANJ 2. Keterampilan bertanya lanjut Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan  Pengaturan urutan pertanyaan  Penggunaan pertanyaan pelacak  Peningkatan terjadinya interaksi 
  35. 35. PRINSIP PENGUATAN PERTANYAAN Kehangatan dan keantusiasan  Menghindari kebiasaan-kebiasaan berikut  Memberikan waktu berpikir  Menyiapkan pertanyaan pokok yang akan diajukan  Menilai pertanyaan yang telah diajukan 
  36. 36. PENGUATAN  1. 2. 3. Komponen penguatan Penguatan verbal kata-kata bagus Penguatan Nonverbal mimik dan gerakan tubuh, gerakan mendekati, sentuhan, kegiatan yang menyenangkan, Penguatan tak penuh
  37. 37. PRINSIP PENGUATAN Kehangatan dan antusias  Kebermaknaan  Menghindari penggunaan respon negatif - sasaran penguatan - penguatan harus diberikan segera - variasi dalam penggunaan 
  38. 38. KETERAMPILAN VARIASI  o Tujuan - menghilangkan kebosanan - meningkatkan motivasi - mengembangkan keinginan siswa - melayani gaya belajar yang variatif - meningkatkan kadar keaktifan siswa Komponen keterampilan mengadakan variasi • • • gaya mengajar  suara, pemusatan perhatian, kesenyapan, kontak pandang, gerakan badan dan mimik, perubahan posisi guru pola interaksi  kalsikal, kelompok kecil, perorangan, dll penggunaan alat bantu pembelajaran auido, visual, audio-visual
  39. 39. PRINSIP PENGGUNAAN Bermakna  Wajar  Berlangsung secara lancar  Perlu perencanaan dan perorganisasian yang baik 
  40. 40. KOMPONEN KETERAMPILAN MENJELASKAN  Keterampilan merencanakan penjelasan Merencanakan isi pesan (materi)  Menganalisis karakteristik penerima pesan   Keterampilan menyajikan penjelasan Kejelasan  Penggunaan contoh dan ilustrasi  Pemberian tekanan  balikan 
  41. 41. PRINSIP PENGGUNAAN Memperhatikan hubungan antara guru dengan murid  Penjelasan dapat diberikan pada awal, tengah dan akhir  Penjelasan harus bermakna dan sesuai dengan tujuan pembelajaran  Penjelasan dapat disajikan sesuai dengann rencana guru 
  42. 42. MODUL 8: KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 2 Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil  Memusatkan perhatian  Memperjelas masalah dan uraian pendapat  Menganalisis pandangan  Meningkatkan urutan  Menyebarkan kesempatan berpartisipasi  Menutup diskusi
  43. 43. LANJ  Prinsip penggunaan       Kesiapan siswa mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan Topik/masalah memerlukan informasi/pendapat dari banyak orang untuk membahasnya/memecahkannya Guru harus mampu memodelkan fungsi pimpinan diskusi kelompok sehingga dapat memberikan contoh kepada siswa Berlangsung dalam iklim terbuka dan saling menghargai Diskusi harus direncanakan Memberikan manfaat secara maksimal
  44. 44. LANJ  Keterampilan      mengelola kelas Pendekatan otoriterpengelolaan kelas sebagai proses kontrol Pendekatan permisif  antithesis otoriter Pendekatan modifikasi tingkah laku Penciptaan iklim sosioemosional yang psositif Prilaku siswa sebagai kelompok kelas mempunyai pengaruh pada terjadinya pembelajaran
  45. 45. LANJ  Komponen Keterampilan  Keterampilan bersifat preventif        Menunjukkan sikap tanggap Membagi perhatian Memusatkan perhatian kelompok Memberikan petunjuk yang jelas Menegur Memberi penguatan Ketrampilan bersifat Represif   Memodifikasi tingkah laku Pengelolaan kelompok
  46. 46. LANJ  Hal-hal yang perlu diperhatikan Kehangatan dan keantusiasan guru  Contoh guru yang dapat menggugah siswa u/ berprilaku baik dan mengurangi prilaku menyimpang  Penggunaan variasi dalam mengajar dapat mengurangi terjadinya gangguan  Keluwesan dalam kegiatan pembelajaran dapat mencegah terjadinya gangguan  Menekankan hal-hal positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif  Mempu menjadi contoh dalam menanamkan disiplin diri sendiri 
  47. 47. KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN  Terjadi interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa S G S Keterangan: S: Siswa G : Guru S S
  48. 48. LANJ  Peran Guru       Organisator kegiatan pembelajaran; Sumber informasi bagi siswa; Pendorong bagi siswa untuk belajar Penyedia materi dan kesembatan belajar siswa Orang yang mendiagnosis kesulitan siswa dan memberi bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya Peserta kegiatan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan peserta lainnya
  49. 49. VARIASI PENGORGANISASIAN Model A Kelas Besar Kel 1 Kel 3 Kel 2 Kelas Besar Diagram Variasi Pengorganisasian A Kel n
  50. 50. MODEL B Kelas Besar Kel Kel Kel Kelas Besar S S S
  51. 51. VARIASI PENGORGANISASIAN Model C Kelas Besar Kel 1 Kel 2 Kel 3 Diagram Variasi Pengorganisasian C Kel n
  52. 52. MODEL D Kelas Besar S S Kel S S S Kel S S Kel
  53. 53. KOMPONEN KETERAMPILAN Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi  Keterampilan mengorganisasian kegiatan pembelajaran  Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar 
  54. 54. Kegiatan Awal: 1.Penjelasan Tugas 2.Pembagian Tugas Kegiatan Berlangsung sesuai dengan pengarahan antara lain: -Kegatan paralel -Kegiatan komplementer -Kegiatan berbeda penuh Supervisi Proses Awal Supervisi Proses Lanjut Menyiapkan siswa untuk kegiatan akhir: -Kesetiaan pada tujuan -Pengevekkan kemajuan Supervisi Pemanduan Kegiatan akhir -Laporan dan tanya jawab -Rangkuman -Pemantapan Diagram Pemunculan supervisi awal, sipervisi lanjut dan supervisi panduan
  55. 55. MODUL 9: KEGIATAN REMIDIAL DAN PENGAYAAN  Tujuan dan Fungsi Remedial
  56. 56. REMEDIAL VS PEMBELAJARAN BIASA Komponen Pembelajaran Biasa Pembelajaran Kegiatan Remidial Tujuan Berlaku bagi semua siswa (klasikal) Bersifat individual Materi Sama untuk semua siswa Sesuai dengan kesulitan siswa Kegiatan Pembelajaran Diikuti semua siswa Metode dan media bersifat klasikal Diikuti oleh siswa yang bermasalah Metode dan media bersifat individual atau kelompok Evaluasi Sama untuk semua siswa Bersifat individual atau kelompok
  57. 57. PENDEKATAN DALAM KEGIATAN REMIDIAL Pendekatan bersifat preventif  Pendekatan bersifat kuratif  Pendekatan bersifat pengembangan 
  58. 58. JENIS-JENIS KEGIATAN REMIDIAL Mengajarkan kembali  Menggunakan alat peraga  Kegiatan kelompok  Tutorial  Sumber belaja yang relevan 
  59. 59. PRINSIP PELAKSANAAN KEGIATAN REMIDIAL Apabila terdapat beberapa orang siswa yang mangalami kesulitan yang sama, hendaknya diberikan secara bersama-sama  Proporsi bantuan yang diberikan disesuaikan dengan proposinya  Kegiatan dilaksanakan sendiri oleh guru  Metode disesuaikan dengan kemampuan siswa dan membangkitkan motivasi 
  60. 60. PRINSIP PEMILIHAN REMIDIAL Memanfaatkan latihan khusus  Menekankan pada segi kekuatan siswa  Memanfaatkan penggunaan media yang multisensori  Memanfaatkan permainan sebagai sarana belajar 
  61. 61. PROSEDUR KEGIATAN REMIDIAL Analisis hasil diagnosis  Menemukan penyebab kesulitan  Menyusun rencana kegiatan remidial  Melaksanakan kegiatan remidial  Menilai kegiatan remidial 
  62. 62. KEGIATAN PENGAYAAN  Jenis kegiatan pengayaan  Tutor sebaya  Mengembangkan latihan  Mengembangkan media dan sumber belajar  Melakukan proyek  Memberikan permainan, masalah atau kompetisi antar siswa
  63. 63. FAKTOR YANG DIPERHATIKAN DALAM KEGIATAN PENGAYAAN Siswa  memperhatikan minat dan psikologi lainnya.  Manfaat edukasi  memberikan kesempatan kepada siswa berkembang secara optimal maka kegiatan harus memiliki manfaat untuk siswa  Waktu  memanfaatkan kelebihan waktu, jangan sampai mengorbankan alokasi waktu lainnya 
  64. 64. MODUL 10: PENGELOLAAN KELAS Tiga pengertian pengelolaan kelas (Webber) 1. Serangkaian kegiatan yang dilakukan guru untuk mendorong munculnya tingkahlaku yang diharapkan dan menghilangkan yang tipositifdak diharapkan 2. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif 3. Serangkaian kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan dan memelihara organisasi kelas yang efektif
  65. 65. DEFINISI PENGELOLAAN KELAS  Serangkaian tindakan guru yang ditujukan untuk mendorong munculnya tingkahlakun siswa yang diharapkan dengan mencipkatakan hubungan yang inerpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional yang positif, efektif
  66. 66. PENATAAN LINGKUNGAN KELAS  Hal-hal yang dipertimbangkan - keleluasaan pandangan (visibility) - mudah dicapai (accessibility) - kelewesan (fleksibility) - kenyamanan - keindahan
  67. 67. PENATAAN LINGKUNGAN PSIKOSOSIAL KELAS  Karakteristik guru       Disukai oleh siswanya Memiliki persepsi yang realistik tentang dirinya dan siswanya Akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa Bersikap positif terhadap pertanyaan/respons siswa Sabar, teguh dan tegas Hubungan sosial antar siswa       Perilaku yang diharapkan Fungsi kepemimpinan Pola persahabatan siswa Norma/aturan Kemampuan berkomunikasi kebersamaan
  68. 68. MODUL 11: DISIPLIN KELAS Tingkat keteraturan yang terdapat pada satu kelompok  Sebagai teknik yang digunakan oleh guru untuk membangun atau memelihara keteraturan di dalam kelas  Tingkat keteraturan yang terjadi didalam kelas 
  69. 69. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Faktor fisik  Faktor sosial  Faktor psikoligis 
  70. 70. STRATEGI PENANAMAN DAN PENANGANAN DISIPLIN KELAS  Strategi penanaman  Modelkan tata tertib yang sudah ditetapkan sekolah  Adakan pertemuan secara berkala, terutama jika ada aturan yang perlu ditinjau kembali  Terapkan aturan secara fleksibel  Sesuaikan penerapan aturan dengan tingkat perkembangan anak  Libatkan siswa dalam membuat aturan kelas
  71. 71. LANJ  Strategi penanganan  Menagani ganguan ringan  mengabaikan, menatap agak lama, menggunakan tanda nonverbal, mendekati, memanggil nama, mengabaikan secara sengaja  Gangguan berat  memberi hukuman, melibatkan orangtua  Menangani perilaku agresif mengubah/menukar teman duduk, jangan terjebak dalam konfrontatif atau perselisihan yang tidak perlu, jangan melayani siswa yang agresif ketika hati sedang panas, hindarkan diri dari mengucapkan kata-kata yang kasar atau yang bersifat menghina, konsultasikan dengan pihak lainnya
  72. 72. MODUL 12: PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF  Definisi

×