Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Dewi Setiyana / 4401411058 / 22
Perlunya  Manajemen  kelasPerlunya  Manajemen  kelas
Manajemen kelas merupakan kegiatan
menciptakan dan mempertahankan kon...
FUNGSIFUNGSI DADANN TUJUANTUJUAN MANAJEMEN KELASMANAJEMEN KELAS
Fungsi :Fungsi : Menciptakan lingkungan belajarMenciptakan...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
1. Pendekatan otoriter
2. Pendekatan intimidasi
3. Pendekatan perm...
Tidak  ada  satu  pendekatan  pun  yang dianggap  sebagai  pendekatan 
terbaik dalam management  kelas. Oleh karena itu, s...
-guru dalam peranannya, menciptakan dan memelihara ketertiban di dalam
kelas dengan menggunakan strategi pengendalian.
-Pe...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
2. Pendekatan intimidasi
Pendekatan ini juga memandang menejemen k...
Contoh Pendekatan intimidasi
Misal, guru memergoki dua peserta didik berkelahi. Kemudian guru
berteriak "berhenti" dengan ...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
3. Pendekatan permisif
Pendekatan ini bertentangan langsung dengan...
Contoh Pendekatan permisif
Misalnya : siswa memperoleh kesempatan secara psikologis
memikul resiko yang aman, mengembangka...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
4. Pendekatan buku masak
Pedekatan ini disebut pendekatan buku mas...
Contoh Pendekatan buku masak
Yang sering dijumpai dalam daftar “buku masak” yaitu :
-Selalulah menegur siswa secara empat ...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
5. Pendekatan instruksional
Pendekatan ini didasarkan pada suatu k...
Contoh Pendekatan instruksional
guru dalam mengembangkan strategi menajemen kelas memperhatikan
hal-hal berikut ini: 1) me...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
6. Pendekatan modifikasi perilaku
Pendekatan ini memandang manajem...
Contoh Pendekatan modifikasi perilaku
siswa membuat karya tulis. Karya tulis itu sangat rapi. Kemudian karya
tulis itu dis...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
7. Pendekatan sosio emosional
Pendekatan ini memangdang manajemen ...
Contoh Pendekatan sosio emosional
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah
hendaknya tetap sabar...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
8. Pendekatan kelompok
Dalam pendekatan ini menempatkan kelas seba...
99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
9. Pendekatan pluralistic ( james M. cooper ed,
1990 )
Pendekatan ...
Contoh Pendekatan pluralistic
Contoh Pendekatan ini : guru bisa menangani masalah yang terjadi di
dalam kelas dengan mudah...
• --Fungsi preventifFungsi preventif, mencegah munculnya perilaku, mencegah munculnya perilaku
bermasalah;bermasalah;
--Fu...
Manajemen kelas adalah prasyarat dan sekaligus menjadi
aspek penting bagi terjadinya proses pembelajaran yang
efektif. Ber...
Keragaman individu dan kelompok di antara peserta didik membawa implikasi terhadap
manajemen kelas. Keragaman usia, gender...
Tahap-tahap proses manajemen kelas
Dalam pendekatan ini ada 4 langkah yang harus
ditempuh guru untuk melaksanakan manajeme...
1. Merumuskan spesifikasi kondisi
kelas yang dikehendaki
Manajemen kelas adalah proses yang bertujuan, yaitu
guru mengguna...
2. Menganalisis kondisi
kelas aktual
Analisis kondisi kelas pada saat ini penting dilakukan untuk
dibandingkan dengan kond...
3. Manilai efektivitas
manajerial
Beberapa lembar pengamatan strategi penilaian
efektivitas manajerial:
1.Lembar pengamata...
2. lembar pengamatan perilaku peserta didik
a.peserta didik mempelajari mata pelajaran
b.peserta didik bekerja sama dengan...
Penataan Lingkungan Fisik Kelas
 Dilihat dari sisi ukuran kelas:
1.kelas kecil
   kelas kecil lebih mudah dikelola daripa...
Pengelompokan peserta didik ke dalam kelompok harus dilakukan dengan hati-
hati, sesuai dengan tujuan pembelajaran:
-     ...
HUBUNGAN GURU DAN SISWA AKAN BAIK BILA:HUBUNGAN GURU DAN SISWA AKAN BAIK BILA:
Thomas Gordon (1990-29)Thomas Gordon (1990-...
Guru yang memahami kedudukan dan fungsinya sebagai
pendidik, akan selalu terdorong untuk tumbuh dan
berkembang dalam prose...
Peran Guru dalam Manajemen Kelas
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Peran Guru dalam Manajemen Kelas

8,371 views

Published on

Manajemen Sekolah_dewi

Published in: Education
  • Login to see the comments

Peran Guru dalam Manajemen Kelas

  1. 1. Dewi Setiyana / 4401411058 / 22
  2. 2. Perlunya  Manajemen  kelasPerlunya  Manajemen  kelas Manajemen kelas merupakan kegiatan menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya suatu proses pembelajaran di kelas.
  3. 3. FUNGSIFUNGSI DADANN TUJUANTUJUAN MANAJEMEN KELASMANAJEMEN KELAS Fungsi :Fungsi : Menciptakan lingkungan belajarMenciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik untukyang kondusif bagi peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif danmencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisienefisien.. Tujuan Pengelolaan KelasTujuan Pengelolaan Kelas : Agar setiap anak: Agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib, sehinggadi kelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dantercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisienefisien
  4. 4. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 1. Pendekatan otoriter 2. Pendekatan intimidasi 3. Pendekatan permisif 4. Pendekatan buku masak/resep 5. Pendekatan instruksional 6. Pendekatan modifikasi perilaku 7. Pendekatan sosio emosional 8. Pendekatan kelompok 9. Pendekatan pluralistic ( james M. cooper ed, 1990 )
  5. 5. Tidak  ada  satu  pendekatan  pun  yang dianggap  sebagai  pendekatan  terbaik dalam management  kelas. Oleh karena itu, seorang  guru  perlu  memahami  berbagai pendekatan , yang secara  ringkas akan diuraikan sebagai berikut : 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 1.Pendekatan otoriter Pendekatan ini memandang bahwa menejemen kelas adalah proses mengendalikan perilaku peserta didik. Dalam posisi ini, peranan guru adalah mengembangkan dan memelihara aturan atau kedisiplinan didalam kelas. Dalam pendekatan ini, disiplin sama dengan menejemen kelas.
  6. 6. -guru dalam peranannya, menciptakan dan memelihara ketertiban di dalam kelas dengan menggunakan strategi pengendalian. -Pendekatan otoriter menawarkan lima strategi yang dapat diterapkan dalammemanajemeni kelas yaitu : (1)menetapkan dan menegakkan peraturan, (2) memberikan perintah, pengarahan, dan pesan (3) menggunakan teguran, (4) menggunakan pengendalian dengan mendekati, dan (5) menggunakan pemisahan dan pengucilan. Contoh Pendekatan Otoriter
  7. 7. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 2. Pendekatan intimidasi Pendekatan ini juga memandang menejemen kelas sebagai proses mengendalikan perilaku peserta didik hanya saja pada pendekatan ini tampak lebih dilandasi oleh asumsi bahwa perilaku peserta didik paling baik dikendalikan oleh perilaku buruk. Peran guru disini adalah menggiring peserta didik berperilaku sesuai dengan keinginan guru sehingga meteka merasa takut untuk melanggaranya.
  8. 8. Contoh Pendekatan intimidasi Misal, guru memergoki dua peserta didik berkelahi. Kemudian guru berteriak "berhenti" dengan harapan setelah mendengar suara guru kedua peserta didik itu akan berhenti berkelahi. Kehadiran guru membuat mereka takut, takut karena merekamembayangkan akan memperoleh hukuman yang sangat berat. Dengan demikian, pendekatan intimidasi hanya baik untuk menghentikan perbuatan yang salah berat dengansegera. Apabila perbuatan salah itu selesai atau berhenti maka tindakan intimidasi tidak akan seproduktif strategi lain.Kendatipun pendekatan intimidasi telah dipakai secara luas dan ada manfaatnya,terdapat ·banyak kecaman terhadap pendekatan ini. Penggunaan pendekatan ini hanya bersifat pemecahan masalah secara sementara dan hanya menangani gejala- gejalamasalahnya, bukan masalahnya itu sendiri. Kelemahan lain yang timbul dari penerapan pendekatan ini adalah tumbuhnya sikap bermusuhan dan hancurnya hubungan antara guru dan peserta didik.
  9. 9. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 3. Pendekatan permisif Pendekatan ini bertentangan langsung dengan pendekatan intimidatif. Esensi pendekatan terletak pada peran guru memaksimalkan kebebasan peserta didik, membantu peserta didik merasa bebas melakukan apa yang mereka mau. Jika hal itu tidak dilakukan maka yang terjadi adalah proses menghambat perkembangan peserta didik.
  10. 10. Contoh Pendekatan permisif Misalnya : siswa memperoleh kesempatan secara psikologis memikul resiko yang aman, mengembangkan kemampuan diri sendiri, tanggung jawab sendiri. Dan guru sebaiknya memberikan kebebasan kepada siswa dibarengi rasa tanggung jawab, tidak kebablasan.
  11. 11. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 4. Pendekatan buku masak Pedekatan ini disebut pendekatan buku masak karena berisikan rakitan daftar tahap apa yang harus dilakukan guru dan tidak dilakukan guru didalam bereaksi atas berbagai situasi bermasalah, dan peran guru adalah mengikuti peran itu.
  12. 12. Contoh Pendekatan buku masak Yang sering dijumpai dalam daftar “buku masak” yaitu : -Selalulah menegur siswa secara empat mata,Jangan sekali-kali meninggikan suara pacta saat/waktu memperingatkan siswa,..Tegas dan bertindak adil sewaktu berurusan dengan Siswa ,dan Jangan pandang bulu dalam memberikan penghargaan -Senantiasalah menyakinkan diri lebih dahulu akan kesalahan siswa sebelum menjatuhkan hukuman -Selalulah meyakinkan diri bahwa siswa mengetahui semua peraturan yang ada -dan Tetaplah konsekuen dalam mengakkan peraturan.
  13. 13. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 5. Pendekatan instruksional Pendekatan ini didasarkan pada suatu keyakinan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang cermat ( carefull ) akan mencegah muncul prilaku bermasalah. Pendekatan ini menekankan bahwa perilaku guru dalam pembelajaran ialah mencegah atau menghentikan perilaku peserta didik yang tidak tepat.
  14. 14. Contoh Pendekatan instruksional guru dalam mengembangkan strategi menajemen kelas memperhatikan hal-hal berikut ini: 1) menyampaikan kurikulum dan pelajaran yang menarik, relevan, dan sesuai, 2) menerapkan kcgiatan yang cfcktif, 3) mcnycdiakan daftar kegiatan rutin kelas, 4) memberikan pcngarahan yang jelas, 5) mcnggunakan doronganyang bermakna, 6) memberikan bantuan mengatasi rintangan, 7) merencanakan perubahan lingkungan
  15. 15. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 6. Pendekatan modifikasi perilaku Pendekatan ini memandang manajemen kelas sebagai proses modifikasi perilaku peserta didik. Peran guru adalah mempercepat tercapainya perilaku yang dikehendaki dan mengurangi atau menekankan perilaku yang tidak dikehendaki. Dengan kata lain, guru membantu peserta didik mempelajari perilaku yang tepat dengan menggunakan prinsip – prinsip pengkondisian dan penguatan.
  16. 16. Contoh Pendekatan modifikasi perilaku siswa membuat karya tulis. Karya tulis itu sangat rapi. Kemudian karya tulis itu diserahkan kepada guru (=perbuatan, tingkah laku). Guru memuji karya tulis itu dan mengatakan bahwa karya tulis yang rapi lebih mudah dan enak dibaca,,sehingga siswa tersebut akan termotivasi untuk tetap mempertahankan kerapiannya itu dan apa yang dikehendaki oleh guru tersebut dapat tercapai.
  17. 17. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 7. Pendekatan sosio emosional Pendekatan ini memangdang manajemen kelas sebagai proses menciptakan iklim sosio – emosional yang positif didalam kelas, peran guru disini adalah mengembangkan iklim sosio emosional kelas yang positif melalui pengembangan hubungan antar pribadi yang sehat. Dalam pendekatan ini juga terkandung peran guru sebagai fasilitator dan motifator bagi peserta didik untuk lebih berkembang dengan optimal.
  18. 18. Contoh Pendekatan sosio emosional Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah laku siswa dan bukan membenci siswanya iu sendiri. Terimalah siswa dengan hangat, siehingga ia insyaf dengan akan sesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswasadr akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.
  19. 19. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 8. Pendekatan kelompok Dalam pendekatan ini menempatkan kelas sebagai suatu sistem social dimana proses kelompok dalam sistem tersebut menjadi hal penting yang paling utama, asumsi dasarnya ialah bahwa pembelajaran itu terjadi didalam kelompok oleh karena itu, hakekat dan perilaku kelompok kelas dipandang sebagai faktor yang memiliki pengaruh berarti (signifikan) terhadap belajar, bahkan dalam proses belajar indifidual sekalipun. Peran guru ialah mempercepat perkembangan dan terwujudnya kelompok kelas yang efektif.
  20. 20. 99 PENDEKATAN MANAJEMEN KELASPENDEKATAN MANAJEMEN KELAS 9. Pendekatan pluralistic ( james M. cooper ed, 1990 ) Pendekatan jamak / pluralistic ini tidak mengikat guru kepada strategi managerial tunggal melainkan member peluang kepada guru untuk mempertimbangkan seluruh strategi yang dapat dan tepat dilakukan, defenisi managemen kelas yang merefeksikan kejamakan pendekatan itu, kiranya dapat dirumuskan sebagai perangkat kegiatan dimana guru mengembangkan dan memelihara kondisi kelas yang dapat mendorong terjadinya pembelajaran yang efektif dan efisien. Brophy putnan ( good dan brophy 1990 ) menyebutnya sebagai pendekatan optimal yaitu sebagi proses pengembangan lingkungan belajar yang dikehendaki dan menekankan sekecil mungkin pembatasan – pembatasan.
  21. 21. Contoh Pendekatan pluralistic Contoh Pendekatan ini : guru bisa menangani masalah yang terjadi di dalam kelas dengan mudah, seperti anak yang nakal, berkelahi, pemalu dll, karena dalam pendekatan analitik pluralistik guru bisa memilih strategi manajemen kelas yang dianggapnya paling berpotensi untuk pembelajaran.
  22. 22. • --Fungsi preventifFungsi preventif, mencegah munculnya perilaku, mencegah munculnya perilaku bermasalah;bermasalah; --Fungsi kuratifFungsi kuratif, menyembuhkan perilaku, menyembuhkan perilaku bermasalah;bermasalah; --Fungsi pemeliharaanFungsi pemeliharaan, memelihara kondisi yang, memelihara kondisi yang positif;positif; --Fungsi pengembanganFungsi pengembangan, mengembangkan kondisi, mengembangkan kondisi yang kondusif;yang kondusif; --Fungsi fasilitatorFungsi fasilitator, memfasilitasi kebutuhan –, memfasilitasi kebutuhan – kebutuhan untuk berkembang;kebutuhan untuk berkembang; --Fungsi motivatorFungsi motivator, memberikan dorongan untuk, memberikan dorongan untuk berprestasi dan berkembang.berprestasi dan berkembang. Dari kesembilan pendekatan diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi – fungsi pokok manajemen kelas sebagai berikut :
  23. 23. Manajemen kelas adalah prasyarat dan sekaligus menjadi aspek penting bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Berbagai hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara perilaku manajemen kelas yang dilakukan guru dengan perilaku yang diharapkan dari peserta didik (James M. Cooper, ed. 1990). Beberapa contoh strategi manajemen kelas yang efektif untuk mengembangkan perilaku peserta didik ialah : 1.Strategi otoriter efektif untuk mengikuti perilaku yang keliru. 2.Strategi modifikasi perilaku efektif untuk meningkatkan perilaku yang tepat. 3.Strategi iklim sosio-emosional efektif untuk mempercepat hubungan antarpribadi yang positif. 4.Strategi proses kelompok efektif untuk menumbuhkan norma kelompok kelas.
  24. 24. Keragaman individu dan kelompok di antara peserta didik membawa implikasi terhadap manajemen kelas. Keragaman usia, gender (identitas jenis), etnik kecakapan, dan kesiapan belajar adalah faktor-faktor yang harus dipertimbangkan di dalam manajemen kelas. Faktor keragaman dan perkembangan di dalam manajemen kelas Menurut Brophy dan Evertson bagaimana guru berperan dalam setiap golongan kelas yang dimaksud, antara lain: Pada tingkat taman kanak-kanak dan kelas awal Pada tingkat kelas tengah Pada tingkat kelas tinggi Pada tingkat kelas lanjutan
  25. 25. Tahap-tahap proses manajemen kelas Dalam pendekatan ini ada 4 langkah yang harus ditempuh guru untuk melaksanakan manajemen kelas. (James and Cooper, ed. 1990) : 1.Merumuskan kondisi kelas yang dikehendaki 2.Menganalisis kondisi kelas yang ada pada saat ini 3.Memilih dan menggunakan strategi manajerial 4.Menilai efektivitas manajerial Dalam pendekatan ini ada 4 langkah yang harus ditempuh guru untuk melaksanakan manajemen kelas. (James and Cooper, ed. 1990) : 1.Merumuskan kondisi kelas yang dikehendaki 2.Menganalisis kondisi kelas yang ada pada saat ini 3.Memilih dan menggunakan strategi manajerial 4.Menilai efektivitas manajerial
  26. 26. 1. Merumuskan spesifikasi kondisi kelas yang dikehendaki Manajemen kelas adalah proses yang bertujuan, yaitu guru menggunakan berbagai strategi manajerial untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dan diidentifikasikan dengan baik. Secara konkret kondisi kelas yang diharapkan terjadi pada saat proses pembelajaran, sebagai berikut : 1.Siswa menampilkan perilaku berorientasi tugas 2.Siswa memahami harapan guru dan perilaku sesuai dengan harapan kita. 3.Siswa menampilkan perilaku belajar yang produktif 4.Mengikuti aturan yang ditetapkan 5.Berkomunikasi terbuka dan jujur dan sebagainya
  27. 27. 2. Menganalisis kondisi kelas aktual Analisis kondisi kelas pada saat ini penting dilakukan untuk dibandingkan dengan kondisi ideal yang telah dirumuskan pada tahap satu. Analisis ini akan membentuk guru untuk mengidentifikasi hal-hal sebagai berikut: kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, dan menetapkan hal-hal yang segera memerlukan perhatian. masalah-masalah potensial yang bisa muncul sekiranya guru tidak berhasil mencegahnya. kondisi nyata yang perlu dipelihara, ditingkatkan, dan diperhatikan karena merupakan kondisi yang dikehendaki.
  28. 28. 3. Manilai efektivitas manajerial Beberapa lembar pengamatan strategi penilaian efektivitas manajerial: 1.Lembar pengamatan guru a.guru mendorong peserta didik berkomunikasi secara terbuka b.guru berbicara tentang situasi, pada saat menangani suatu masalah c.guru mengekspresikan peranan dan sikap yang sebenarnya pada peserta didik d.guru menyatakan harapan secara jelas dan eksplsit kepada peserta didik
  29. 29. 2. lembar pengamatan perilaku peserta didik a.peserta didik mempelajari mata pelajaran b.peserta didik bekerja sama dengan baikdalam kelompok c.peserta didik bebas mengekspresikan pikiran dan perasaannya. d.peserta didik memandang gurunya secara obyektif
  30. 30. Penataan Lingkungan Fisik Kelas  Dilihat dari sisi ukuran kelas: 1.kelas kecil    kelas kecil lebih mudah dikelola daripada kelas besar. Keuntungan bekerja dengan kelas kecil (20 – 25 orang): -          peserta didik lebih banyak dilibatkan di dalam proses kerja -          peserta didik dapat dengan cepat mendapat bantuan dari guru jika menghadapi permasalahan -          peserta didik tidak banyak mengalami kevakuman karena tidak adanya tugas atau latihan  Dilihat dari sisi ukuran kelas: 1.kelas kecil    kelas kecil lebih mudah dikelola daripada kelas besar. Keuntungan bekerja dengan kelas kecil (20 – 25 orang): -          peserta didik lebih banyak dilibatkan di dalam proses kerja -          peserta didik dapat dengan cepat mendapat bantuan dari guru jika menghadapi permasalahan -          peserta didik tidak banyak mengalami kevakuman karena tidak adanya tugas atau latihan 2. ukuran kelas besar (3 – 40 orang) pada umumnya pada ukuran kelas yang seperti ini seorang guru tentunya tidak dapat mendistribusikan perhatiannya secara menyeluruh, oleh karenanya di bagi menjadi kelompok- kelompok kecil.
  31. 31. Pengelompokan peserta didik ke dalam kelompok harus dilakukan dengan hati- hati, sesuai dengan tujuan pembelajaran: -          kelompok homogen: kelompok yang terdiri dari peserta didik dengan kemampuan dan kebutuhan yang relatif sama. -          Kelompok heterogen: kelompok yang terdiri dari peserta didik dengan kemampuan dan kebutuhan yang beragam. Pengelompokan peserta didik ke dalam kelompok harus dilakukan dengan hati- hati, sesuai dengan tujuan pembelajaran: -          kelompok homogen: kelompok yang terdiri dari peserta didik dengan kemampuan dan kebutuhan yang relatif sama. -          Kelompok heterogen: kelompok yang terdiri dari peserta didik dengan kemampuan dan kebutuhan yang beragam. Beberapa keuntungan baik dari peserta didik maupun guru dengan bekerja dalam kelompok kecil : 1.pembelajaran dapat di sesuaikan dengan kebutuhan khusus peserta didik dalam kelompok 2.guru dapat memantau pekerjaan peserta didik secara langsung 3.peserta didik yang lamban dan pemalu akan lebih berani bertanya dalam kelompok kecil 4.peserta didik lebih mampu bertahan menghadapi tugas, karena selalu tersentuh kendali guru 5.peserta didik merasa lebih bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya di dalam kelomppok kecil
  32. 32. HUBUNGAN GURU DAN SISWA AKAN BAIK BILA:HUBUNGAN GURU DAN SISWA AKAN BAIK BILA: Thomas Gordon (1990-29)Thomas Gordon (1990-29) 1.1. Keterbukaan, baik guru ataupun siswaKeterbukaan, baik guru ataupun siswa saling bersikap jujur dan membuka dirisaling bersikap jujur dan membuka diri satu sama lainsatu sama lain 2.2. Tanggap bila mana seseorang tahuTanggap bila mana seseorang tahu bahwa dia dinilai oleh orang lainbahwa dia dinilai oleh orang lain 3.3. Saling ketergantungan satu sama lainSaling ketergantungan satu sama lain 4.4. Kebebasan, memperbolehkan setiapKebebasan, memperbolehkan setiap orang tumbuh dan mengembangkanorang tumbuh dan mengembangkan keunikanya, kreativitasnya, dankeunikanya, kreativitasnya, dan kepribadianyakepribadianya 5.5. Saling memenuhi kebutuhan, sehinggaSaling memenuhi kebutuhan, sehingga tidak ada kebutuhan satu orangpun yangtidak ada kebutuhan satu orangpun yang tidak terpenuhitidak terpenuhi
  33. 33. Guru yang memahami kedudukan dan fungsinya sebagai pendidik, akan selalu terdorong untuk tumbuh dan berkembang dalam proses mengajarnya,dan beranggapan bahwa murid merupakan potensi kelas yang harus dimanfaatkan guru dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif.

×