Kepemimpinan Pendidikan

36,858 views

Published on

Published in: Technology, Business
6 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
36,858
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
126
Actions
Shares
0
Downloads
883
Comments
6
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kepemimpinan Pendidikan

  1. 1. KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN N.A. Suprawoto Pengawas TK/SD Karangsambung Disajikan oleh: Pada Bintek Kepala SD/MI Kecamatan Karangsambung Dan Kecamatan Sadang Dari berbagai sumber
  2. 2. Pengertian Kepemimpinan Pendidikan <ul><li>Kepemimpinan (dalam hal ini KS) merupakan suatu kemampuan dan kesiapan seseorang untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan staf sekolah agar dapat bekerja secara efektif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. Bahkan secara sederhana dpt disebut sebagai layanan bantuan yang diberikan kepala sekolah terhadap penetapan dan pencapaian tujuan. </li></ul><ul><li>Pemberian layanan atau bimbingan terhadap staf dalam rangka penetapan dan pencapaian tujuan. </li></ul>Dari berbagai sumber
  3. 3. Unsur-unsur Kepemimpinan <ul><li>Proses kepemimpinan dapat berjalan jika memenuhi unsur-unsur sbb.: </li></ul><ul><li>Ada yang memimpin </li></ul><ul><li>Ada yang dipimpin </li></ul><ul><li>Ada kegiatan pencapaian tujuan </li></ul><ul><li>Ada tujuan / target sasaran </li></ul>Dari berbagai sumber
  4. 4. Syarat dan Prinsip Proses Kepemimpinan Pendidikan <ul><li>Bahwa seorang pemimpin harus memiliki kepribadian yanng terpuji antara lain: periang, ramah, bersemangat, pemberani, murah hati, spontan, percaya diri, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. </li></ul><ul><li>Paham dan menguasai tujuan yang hendak dicapai (termuat dalam RKS) dan mampu mengkomunikasikan kepada bawahan dan stakeholder. </li></ul><ul><li>Berwawasan lebih luas dibidang tugasnya dan bidang-bidang lain yang relevan. </li></ul>Dari berbagai sumber
  5. 5. Lanjutan……. <ul><li>Berpegang pada prinsip-prinsip umum kependidikan yang meliputi: </li></ul><ul><li>Konstruktif </li></ul><ul><li>Kreatif </li></ul><ul><li>Partisipatif </li></ul><ul><li>Kooperatif </li></ul><ul><li>Pendelegasian yang baik/proporsional </li></ul><ul><li>Memahami dan menerapkan prinsip kepemimpinan Pancasila yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara. </li></ul>Dari berbagai sumber
  6. 6. Aspek personalitas dalam kepemimpinan pendidikan <ul><li>Memiliki kemampuan yang lebih tinggi daripada orang-orang yang dipimpinnya dalam bidang pendidikan (Elsbree, 1967) </li></ul><ul><li>Memiliki keinginan yang terus-menerus untuk belajar menyesuaikan kemampuan dengan perkembangan dan tujuan organisasi yang dipimpinnya. </li></ul>Dari berbagai sumber
  7. 7. Kemampuan Personality Kepemimpinan Pendidikan <ul><li>Beberapa sifat yang dapat mendukung keberhasilan KS dalam menggalang hubungan dengan orang-orang yang dipimpinnya: </li></ul><ul><li>Bersahabat </li></ul><ul><li>Responsif </li></ul><ul><li>Periang </li></ul><ul><li>Antusias </li></ul><ul><li>Berani/bebas dari rasa takut dan bimbang </li></ul><ul><li>Murah hati </li></ul><ul><li>Percaya diri </li></ul><ul><li>Spontan </li></ul><ul><li>menerima </li></ul>Dari berbagai sumber
  8. 8. Sifat Kepribadian Pemimpin yang Efektif <ul><li>Memiliki visi kedepan yang jelas </li></ul><ul><li>Konseptualis </li></ul><ul><li>Memanfaatkan pengalaman yang lalu </li></ul><ul><li>Kesadaran akan segala kemungkinan yang akan terjadi (antisipatif) </li></ul><ul><li>Mengutamakan kebenaran informasi </li></ul><ul><li>Arsitek sosial </li></ul><ul><li>Mengenal dengan baik dirinya sendiri </li></ul>Dari berbagai sumber
  9. 9. Sejumlah sifat lain yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan <ul><li>Berpengalaman luas </li></ul><ul><li>Paham terhadap tujuan organisasi </li></ul><ul><li>Berstamina, memiliki antusiasme tinggi </li></ul><ul><li>Bersikap adil </li></ul><ul><li>Jujur/terbuka </li></ul><ul><li>bijaksana </li></ul><ul><li>Mengayomi </li></ul><ul><li>Mawas diri </li></ul><ul><li>Bersikap wajar </li></ul><ul><li>Berjiwa besar </li></ul><ul><li>Rasional </li></ul><ul><li>Pragmatis </li></ul><ul><li>Objektif </li></ul><ul><li>(Burhanuddin, 1994) </li></ul>Dari berbagai sumber
  10. 10. Sifat Kepemimpinan “HASTA BRATA” <ul><li>Watak matahari : pemberi semangat </li></ul><ul><li>Watak bulan : pemberi terang di kegelapan </li></ul><ul><li>Watak bintang : menjadi pedoman arah dan keteladanan </li></ul><ul><li>Watak angin : pemberi suasana kesejukan </li></ul><ul><li>Watak mendung : berwibawa dan manfaat </li></ul><ul><li>Watak api : pemberi semangat keadilan </li></ul><ul><li>Watak samudera : berpandangan luas dan cinta </li></ul><ul><li>Watak bumi : memberikan kesentosaan, prosperity </li></ul>Dari berbagai sumber
  11. 11. Tipe-tipe dasar kepemimpinan <ul><li>Kepemimpinan otoriter : sangat mengandalkan kedudukannya / kekuasaannya sebagai pemimpin </li></ul><ul><li>Kepemimpinan laizes-faire : pemimpin yang keberadaannya haya sebagai lambang </li></ul><ul><li>Kepemimpinan demokratis : mengutamakan kerjasama antara atasan dan bawahan </li></ul><ul><li>Kepemimpinan pseudo-demokratis : nampak seperti demokratis tetapi semu karena tetap otoriter dan demi kepentingan kelompok tertentu saja. </li></ul>Dari berbagai sumber
  12. 12. Hakekat Kepemimpinan Pendidikan <ul><li>Kepemimpinan pendidikan pada hakekatnya merupakan produk situasional. Kepemimpinan praktik kepemimpinan di sekolah banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor situasi </li></ul><ul><li>Kepemimpinan yang berhasil adala kepemimpinan yang dapat memnuhi kebutuhan situasi dan dapat memilih / menerapkan teknik atau gaya kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan situasi tersebut </li></ul>Dari berbagai sumber
  13. 13. Lanjutan……. <ul><li>Berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan kepemimpinan antara lain: </li></ul><ul><li>Karakteristik orang yang dipimpin </li></ul><ul><li>Pekerjaan lingkungan sekolah </li></ul><ul><li>Kultur atau budaya setempat </li></ul><ul><li>Kepribadian kelompok </li></ul><ul><li>Waktu yang dimiliki oleh sekolah </li></ul>Dari berbagai sumber
  14. 14. Tingkat perkembangan guru yang mempengaruhi keberhasilan keepemimpinan di sekolah <ul><li>P4 = tingkat perkembangan guru tinggi. Mereka memiliki kemampuan dan kemauan melaksanakn tugasnya </li></ul><ul><li>P3 = tingkat perkembangan guru pada taraf sedang ke tinggi. Ditandai dengan adanya kemampuan tetapi tidak mau atau kurang yakin dengan apa yang dikerjakannya. </li></ul><ul><li>P2 = tingkat perkembangan pada taraf rendah ke-sedang. Ditandai dengan tidak adanya kemampuan tetapi ada kemauan untuk bekerja </li></ul><ul><li>P1 = tingkat perkembangan rendah. Tidak adanya kemampuan dan tidak ada kemauan untuk melaksanakan tugas dan selalu merasa kurang yakin dengan apa yang dikerjakannya </li></ul>Dari berbagai sumber
  15. 15. Gaya-gaya Kepemimpinan <ul><li>Gaya 1 = instruktif (untuk P1) </li></ul><ul><li>Perilaku pemimpin ada pada kadar direktif yang tinggi tetapi suporting yang rendah. Ia lebih banyak memberikan arahan dan pengawasan yang ketat kepada bawahan. </li></ul><ul><li>Gaya 2 = Kaonsultasi (untuk P2) </li></ul><ul><li>Pemimpin memberikan arahan tinggi 9intensif0 dan memberi suporting yang tinggi pula untuk mendukung kemauan yang dimiliki orang-orang yang dipimpinnya. </li></ul>Dari berbagai sumber
  16. 16. <ul><li>Gaya 3 = Partisipasi (untuk P3) </li></ul><ul><li>Pemimpin berusaha mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki secara optimal. Seiring dengan meningkatnya kemampuan orang yang dipimpin, pemimpin lebih banyak bertukar pikiran/pandangan dan memberi kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan. </li></ul><ul><li>Gaya 4 = Delegasi (untuk P4) </li></ul><ul><li>Pemimpin sudah lebih banyak memberikan pendelegasian wewenang. Arahan dan dukungan hanya diberikan pada hal-hal tertentu saja jika dianggap perlu saja. </li></ul>Lanjutan……. Dari berbagai sumber
  17. 17. Sekian, terimakasih....

×