0
PedomanUmum EYD
I. Pemakaian Hurufa.   Huruf Abjadb.   Huruf Vokalc.   Huruf Konsonand.   Huruf Diftonge.   Gabungan Huruf Konsonanf.   Pe...
A. Huruf AbjadAbjad yang digunakan dalam ejaan bahasaindonesia terdiri atas huruf yang berikut. Namatiap huruf disertakan ...
Huruf                          NamaKapital           Kecil  A                a        a  B                b      be  C    ...
b. Huruf VokalHuruf yang melambangkan vokal dalam bahasaindonesia terdiri atas huruf a, I, u, e, o.
Contoh Pemakaian Dalam KataHuruf        Posisi Awal    Posisi   Posisi AkhirVokal                      Tengah a         ap...
Keterangan:* Untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen (‘)dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keragua...
C. Huruf KonsonanHuruf yang melambangkan konsonan dalambahasa indonesia terdiri atas huruf b, c, d, f, g, h,j, k, l, m, n,...
Huruf                  Contoh Pemakaian Dalam KataKonsonan   Posisi Awal          Posisi Tengah          Posisi Akhir   b ...
Ketarangan:* Huruf k melambangkan bunyi hamzah.** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri  (seperti Taufiq dan Xerox)...
D. Huruf DiftongDidalam bahasa indonesia terdapat diftong yangdilambangkan dengan ai, au, dan oi.    Huruf                ...
E. Gabungan Huruf KonsonanGabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan symasing-masing melambangkan satu bunyikonsonan. Gabunga...
Catatan:Nama orang, badan hukum, dan nama diri yanglain ditulis sesuai dengan Ejan Bahasa Indonesiayang    Disempurnakan  ...
F. Huruf Kapital1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai   huruf pertama kata pada awal kalimat.   Misalnya: Dia ...
4. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama   nama    gelar   kehormatan,    keturunan,   dan   keagamaan yang diiku...
5. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama   unsur nama jabatan yang diikuti nama orang,   nama instansi, atau nama...
6. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-   unsur nama orang. Misalnya: Amir Hamzah.   Catatan:   (1) Huruf...
7. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama   bangsa, suku bangsa dan bahasa. Misalnya: bangsa   Eskimo.   b. h...
9. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama   unsur-unsur nama diri geografi. Misalnya:   Banyuwangi.   b. Huruf kap...
d. Huruf kapital tidak dipakai sebagai hurufpertama unsur geografi yangtidak diikuti olehnama diri geografi. Misalnya: ber...
10. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua    unsur nama resmi negara, lembaga resmi, kembaga    ketatanegar...
11.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama   setiap unsur bentuk ulang sempurna yang   terdapat pada nama lembaga resm...
13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama   unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan   sapaan yang digunakan dengan ...
b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf  pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan  yang tidak dgunakan dalam pengac...
G. Huruf Miring1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk   menulkskan nama buku, majalah, dan surat   kabar yang dikutip...
2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk   menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian   kata, kata, atau kelompok kata...
H. Huruf Tebal1. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk   menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi,   daftar ta...
Daftar, indeks, dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN
2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan  untuk menegaskan atau mengkhususkan  huruf, bagian kata, kata, atau kelompok k...
3. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai   untuk menuliskan lema dan sublema serta   untuk menuliskan lambang bilangan y...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pedoman Umum EYD Part 1

2,149

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,149
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
137
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pedoman Umum EYD Part 1"

  1. 1. PedomanUmum EYD
  2. 2. I. Pemakaian Hurufa. Huruf Abjadb. Huruf Vokalc. Huruf Konsonand. Huruf Diftonge. Gabungan Huruf Konsonanf. Pemenggalan Katag. Huruf Miringh. Huruf Tebal
  3. 3. A. Huruf AbjadAbjad yang digunakan dalam ejaan bahasaindonesia terdiri atas huruf yang berikut. Namatiap huruf disertakan dikolom ketiga.
  4. 4. Huruf NamaKapital Kecil A a a B b be C c ce D d de E e e F f ef G g ge H h ha I i i J j je K k ka L l el M m em N n en O o o P p pe Q q ki R r er S s es T t te Dst Dst Dst
  5. 5. b. Huruf VokalHuruf yang melambangkan vokal dalam bahasaindonesia terdiri atas huruf a, I, u, e, o.
  6. 6. Contoh Pemakaian Dalam KataHuruf Posisi Awal Posisi Posisi AkhirVokal Tengah a api padi lusa e* enak petak sore emas kena tipe i Itu simpan murni o Oleh kota radio u Udang bumi ibu
  7. 7. Keterangan:* Untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen (‘)dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan.Misalnya:Anak-anak bermain di teras (téras).Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia.Kami menonton film seri (séri).Pertandingan itu berakhir seri.Di mana kécap itu dibuat?Coba kecap dulu makanan itu.
  8. 8. C. Huruf KonsonanHuruf yang melambangkan konsonan dalambahasa indonesia terdiri atas huruf b, c, d, f, g, h,j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
  9. 9. Huruf Contoh Pemakaian Dalam KataKonsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir b bahasa sebut adab c cakap kaca - d dua ada abad f fakir kafan maaf g guna tiga gudeg h hari saham tuah j jalan manja mikraj k kami paksa politik - rakyat* bapak* l lekas alas akal m maka kami diam n nama tanah daun p pasang apa siap q** quran status-quo taufiq r raih bara putar s sampai asli tangkas t tali mata rapat v varia lava - w wanita hawa - x** xerox - sinar-x y yakin payung - Z zeni Lazim Juz
  10. 10. Ketarangan:* Huruf k melambangkan bunyi hamzah.** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar-x).
  11. 11. D. Huruf DiftongDidalam bahasa indonesia terdapat diftong yangdilambangkan dengan ai, au, dan oi. Huruf Contoh Pemakaian Dalam Kata Diftong Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir ai ain malaikat pandai au aula saudara harimau Oi - boikot amboi
  12. 12. E. Gabungan Huruf KonsonanGabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan symasing-masing melambangkan satu bunyikonsonan. Gabungan Huruf Contoh Pemakaian Dalam Kata Konsonan Posisi Awal Posisi Tengah Posisi Akhir kh khusus akhir tarikh ng ngilu bangun senang ny nyata banyak - sy syarat isyarat arasy
  13. 13. Catatan:Nama orang, badan hukum, dan nama diri yanglain ditulis sesuai dengan Ejan Bahasa Indonesiayang Disempurnakan kecuali jika adapertimbangan khusus.
  14. 14. F. Huruf Kapital1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Dia membaca buku itu.2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya: Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk tuhan. Misalnya: Islam, Kristen
  15. 15. 4. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya: Mahaputra Yamin b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
  16. 16. 5. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik. b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya. Misalnya: Sidang itu dipimpin Presiden. c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu. Misalnya: Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu?
  17. 17. 6. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur- unsur nama orang. Misalnya: Amir Hamzah. Catatan: (1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai unsur pertama seperti pada de, van, dan der (dalam bahasa belanda), von (dalam bahasa jerman), atau da (dalam nama portugal). Misalnya: J.J de Hollander. (2) Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti. Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini. b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya: N -> Newton. c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya: mesin diesel.
  18. 18. 7. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa. Misalnya: bangsa Eskimo. b. huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan. Misalnya: ke jawa-jawaan.8. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama, tahun, bulan, hari, dan hari raya. Misalnya: tahun Hijriah. b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur- unsur nama peristiwa sejarah. Misalnya: Perang Candu. c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. Misalnya: Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
  19. 19. 9. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi. Misalnya: Banyuwangi. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi. Misalnya: Bukit Barisan. c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. Misalnya: ukiran Jepara.
  20. 20. d. Huruf kapital tidak dipakai sebagai hurufpertama unsur geografi yangtidak diikuti olehnama diri geografi. Misalnya: berlayar keteluk.e. Huruf kapital tidak dipakai sebagai hurufpertama nama diri geografi yang digunakansebagai penjelas nama jenis. Misalnya: nangkabelanda.
  21. 21. 10. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, kembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk. Misalnya: Republik Indonesia. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi. Misalnya: beberapa badan hukum. Catatan: Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. Misalnya: Pemberian gaji bulan ke-13 sudah disetujui Pemerintah.
  22. 22. 11.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan. Misalnya: Perserikatan Bangsa- Bangsa.12.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya: Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
  23. 23. 13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri. Misalnya: Dr. -> doktor. Catatan: Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam keputusan menteri pendidian dan kebudayaan republik indonesia nomor 036/U/199314.a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. Misalnya: Adik bertanya, “Itu apa, Bu?”
  24. 24. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dgunakan dalam pengacuan atau penyapaan. Misalnya: Kita harus menghirmati bapak dan ibu kita.15.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan. Misalnya: Sudahkah Anda tahu?16.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata, seperti keterangan, catatan, dan misalnya yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu (lihat contoh pada IB, IC, IE, dan II F15).
  25. 25. G. Huruf Miring1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menulkskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Mislanya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Mpu Prapanca. Catatan: Judul skripsi, tesis, atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring, tetapi diapit dengan tanda petik.
  26. 26. 2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata. Misalnya: huruf pertama pada abjad adalah a.3. a. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa indonesia. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis adalah Carcinia mangostana. b. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata indonesia. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yan gakan dicetak miring digarisbawahi.
  27. 27. H. Huruf Tebal1. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab : 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Tujuan
  28. 28. Daftar, indeks, dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN
  29. 29. 2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata; untuk keperluan itu digunakan huruf miring. Misalnya: Akhiran –I tidak dipenggal pada unujg baris. Saya tidak mengambil bukumu. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Saya tidak mengambil bukumu.
  30. 30. 3. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi. Misalnya: kalah v 1 tidak menang… 2 kehilangan atau merugi… 3 tidak lulus… 4 tidak menyamai Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual, huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×