Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Oleh:
Firman Lubis 132103818597
Rima Trianingsih 132103818610
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI...
 Pengertian Moral
 Perkembangan Moral Menurut Piaget
 Perkembangan Moral Menurut Kohlberg
 Pengaruh-pengaruh Teori Per...
PENGERTIAN MORAL
SECARA
ETIMOLOGIS
MENURUT KBBI
SECARA
TERMINOLOGIS
Moral berasal dari kata ‘mos’ dalam bahasa
latin, yang...
Struktur dan
Kemampuan
Kognitif
Pengembangan
Moral
Penyelesaian
Masalah Sosial
Beberapa hal yang perlu dikaji terkait pengamatan
Piaget yaitu:
 Pengembangan aturan permainan
 Intensi dan konsekuensi
...
Berikut ini hasil pengamatan Piaget (dalam Cahyono dan
Suparyo, 1985:28), diketahui bahwa:
• Cenderung menerima aturan tan...
Anak usia lebih muda
(<11-12 tahun)
Anak-anak dengan usia lebih
muda cenderung menilai suatu
perbuatan berdasarkan
konseku...
Hukuman harus atas
pertimbangan yang
wajar antara bobot
kesalahan dan juga
bobot penderitaan si
pelanggar atas
hukuman yan...
Piaget menekankan pada dua bentuk keadilan distributif yaitu equality
dan equatity
3 tahap dari respon anak terhadap masal...
TAHAP HETERONOMOUS
(tahap realisme moral)
Anak usia <11-12 tahun
TAHAP AUTONOMOUS
(tahap independensi moral)
Anak usia ≥11...
Lawrence Kohlberg membagi perkembangan
moral menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat,
tingkat konvensional, dan tingkat
post...
• Konsekuensi menentukan baik-
buruknya tindakana. Tahap Punishment
and Obedience
Orientation
• tindakan dikatakan benar a...
•tindakan yang menyenangkan,
membantu, atau tindakan yang
diakui dan diterima oleh orang
lain.
a. Interpersonal
Concordanc...
• tindakan yang dianggap bermoral
merupakan tindakan-tindakan yang
mampu merefleksikan hak-hak dan
kewajiban masyarakat
a....
Menurut Piaget
 pendidikan sekolah seharusnya menitikberatkan
pada pengembangan kemampuan siswa
mengambil keputusan dan m...
 Menurut Kohlberg
 Kohlberg mengajukan pendekatan pendidikan
nilai dengan menggunakan pendekatan
klasifikasi nilai yang ...
Teori teori perkembangan moral (piaget & kohlberg)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Teori teori perkembangan moral (piaget & kohlberg)

40,536 views

Published on


I. Perkembangan Moral Menurut Jean Piaget
Perkembangan moral dapat pula dipahami melalui pendekatan kognitif. Piaget (dalam Slavin, 2006:51) bahkan mempercayai bahwa struktur kognitif dan kemampuan kognitif anak adalah dasar dari pengembangan moralnya. Kemampuan kognitif itulah yang kemudian akan membantu anak untuk mengembangkan penalaran yang berkaitan dengan masalah sosial. Untuk mempelajari penalaran moral anak-anak, Piaget menghabiskan waktu yang panjang untuk mengamati anak-anak yang sedang bermain kelereng dan menanyakan kepada mereka tentang aturan permainan yang digunakan. Dalam permainan kelereng tersebut Piaget menemukan beberapa hal yaitu anak di bawah usia 6 tahun pada kenyataannya belum mengenal aturan permainan, sedangkan anak mulai usia 6 tahun sudah mengenal adanya aturan dalam permainan, meskipun mereka belum menerapkannya dengan baik dalam permainan. Anak usia 10-12 tahun , anak-anak sudah mampu mengikuti aturan permainan yang berlaku dan mereka sadar bahwa aturan tersebut dibuat untuk menghindari pertikaian antar pemain.
Piaget kemudian membagi tahap perkembangan moral anak menjadi dua tahapan, yaitu tahap heteronomous dan tahap autonomous.

II. Perkembangan Moral Menurut Lawrence Kohlberg
Mengembangkan teori dari Piaget, Lawrence Kohlberg membagi perkembangan moral menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat prekonvensional, tingkat konvensional, dan tingkat postkonvensional (Slavin, 2006:54). Menurut pandangan Kohlberg dari tiga tingkatan tersebut, anak harus melewati enam tahap dalam dirinya. Setiap tahap memberikan jalan untuk menuju ke tahap selanjutnya ketika anak mampu menemukan ‘aturan’ pada tahap itu, kemudian anak harus meninggalkan penalaran moral dari tahap awal menuju ke tahap berikutnya. Dengan cara tersebut, penalaran moral anak berkembang melalui tiga tingkat yang berbeda meskipun tidak semua anak mampu menguasainya (Manning, 1977:108).
Tahapan-tahapan perkembangan moral yang dikemukakan Kohlberg jauh lebih kompleks dibanding dengan tahapan-tahapan perkembangan moral dalam teori Piaget.

  • mbak boleh minta daftar pustaka'a g??
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Teori teori perkembangan moral (piaget & kohlberg)

  1. 1. Oleh: Firman Lubis 132103818597 Rima Trianingsih 132103818610 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR SEPTEMBER 2013
  2. 2.  Pengertian Moral  Perkembangan Moral Menurut Piaget  Perkembangan Moral Menurut Kohlberg  Pengaruh-pengaruh Teori Perkembangan Moral (Piaget & Kohlberg) Dalam Dunia Pendidikan
  3. 3. PENGERTIAN MORAL SECARA ETIMOLOGIS MENURUT KBBI SECARA TERMINOLOGIS Moral berasal dari kata ‘mos’ dalam bahasa latin, yang bentuk jamaknya ‘mores’, yang artinya adalah tata cara atau adat istiadat (http//:staff.uny.ac.id) Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:592), “moral diartikan sebagai aklak, budi pekerti, atau susila”.  Widjaja  Al-Ghazali  Wila Huky (http//:staff.uny.ac.id)
  4. 4. Struktur dan Kemampuan Kognitif Pengembangan Moral Penyelesaian Masalah Sosial
  5. 5. Beberapa hal yang perlu dikaji terkait pengamatan Piaget yaitu:  Pengembangan aturan permainan  Intensi dan konsekuensi  Hukuman-hukuman ekspiatoris dan resiprositas  Antara Equality dan Equity
  6. 6. Berikut ini hasil pengamatan Piaget (dalam Cahyono dan Suparyo, 1985:28), diketahui bahwa: • Cenderung menerima aturan tanpa proses pertimbangan terlebih dahulu Anak-anak disekitar usia 3 tahun • Cenderung memperhatikan aturan dari orang yang lebih dewasa, meskipun mereka sering melanggar Anak-anak usia 3-5 tahun • Cenderung sudah mulai menyeragamkan aturan, meskipun aturan umumnya belum jelas Anak-anak usia 7-8 tahun • Cenderung menentukan dan membuat kesepakatan bersama tentang aturan permainan Anak-anak usia 11- 12 tahun
  7. 7. Anak usia lebih muda (<11-12 tahun) Anak-anak dengan usia lebih muda cenderung menilai suatu perbuatan berdasarkan konsekuensi yang hanya bersifat material Anak-anak yang lebih muda usianya memberi makna bahwa bohong sesuatu yang jelek dan tidak seorangpun sanggup mengatakannya Anak usia lebih tua (≥11-12 tahun) Anak-anak dengan usia yang lebih tua berpikir sebaliknya, mereka sudah mampu memperhatikan intensi kesalahan yang muncul dari suatu perbuatan Anak-anak yang usianya lebih tua memberi makna bohong adalah sesuatu yang tidak dapat dipercaya dan tidak baik untuk diucapkan.
  8. 8. Hukuman harus atas pertimbangan yang wajar antara bobot kesalahan dan juga bobot penderitaan si pelanggar atas hukuman yang ditimpakan Dipilih oleh anak- anak yang lebih muda (<11-12 thn) Hukuman Ekspiatoris Senantiasa membuat keterkaitan antara hukuman dengan tindakan kesalahan yang dibuat, dengan harapan pelanggar sadar akan akibat- akibat perbuatannya Dipilih oleh anak- anak yang lebih tua (≥11-12 thn) Hukuman Resiprositas
  9. 9. Piaget menekankan pada dua bentuk keadilan distributif yaitu equality dan equatity 3 tahap dari respon anak terhadap masalah berdasarkan tingkat usianya:  Equality yaitu pemikiran bahwa tiap manusia harus diperlakukan secara sama  Equity yaitu pemikiran yang lebih mempertimbangkan tiap-tiap individu  Tahap Just  Tahap Equality Orientation  Tahap Equity Dominates
  10. 10. TAHAP HETERONOMOUS (tahap realisme moral) Anak usia <11-12 tahun TAHAP AUTONOMOUS (tahap independensi moral) Anak usia ≥11-12 tahun Tahap moralitas kendala Tahap moralitas kerjasama Aturan dipandang sebagai paksaan dari orang yang lebih dewasa Aturan dipandang sebagai hasil kesepakatan bersama Menilai perilaku moral berdasarkan konsekuensinya Menilai perilaku moral berdasarkan niat pelakunya Hukuman dipandang sebagai konsekuensi otomatis dari pelanggaran Hukuman dipandang sebagai sesuatu halyang tidak serta merta, namun dipengaruhi oleh niat pelakunya
  11. 11. Lawrence Kohlberg membagi perkembangan moral menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat, tingkat konvensional, dan tingkat postkonvensional (Slavin, 2006:54) 1 Pre konvensional 2 Konvensional 3 Post konvensional
  12. 12. • Konsekuensi menentukan baik- buruknya tindakana. Tahap Punishment and Obedience Orientation • tindakan dikatakan benar apabila tindakan tersebut mampu memenuhi kebutuhan untuk diri sendiri maupun orang lain b. Tahap Instrumental- Relativist Orientation atau Hedonistic Orientation
  13. 13. •tindakan yang menyenangkan, membantu, atau tindakan yang diakui dan diterima oleh orang lain. a. Interpersonal Concordance •pandangan anak selalu mengarah pada otoritas, pemenuhan aturan-aturan, dan juga upaya untuk memelihara tertib sosial. b. Law and Order Orientation
  14. 14. • tindakan yang dianggap bermoral merupakan tindakan-tindakan yang mampu merefleksikan hak-hak dan kewajiban masyarakat a. Social- Contract, Legalistic Orientation • kesadaran manusia dengan dilandasi prinsip-prinsip etis • mencakup prinsip-prinsip umum seperti keadilan, persamaan HAM, dan sebagainya b. Orientation of Universal Ethical Principles
  15. 15. Menurut Piaget  pendidikan sekolah seharusnya menitikberatkan pada pengembangan kemampuan siswa mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Pembinaan perkembangan moral dilakukan dengan cara-cara yang menuntut siswa untuk mengembangkan aturan yang adil. Pendidikan nilai menitikberatkan kepada pengembangan perilaku yang dilandasi oleh penalaran moral dalam kehidupan masyarakat
  16. 16.  Menurut Kohlberg  Kohlberg mengajukan pendekatan pendidikan nilai dengan menggunakan pendekatan klasifikasi nilai yang bertolak dari asumsi bahwa tidak ada satu-satunya jawaban yang benar terhadap suatu persoalan moral, tetapi di dalamnya ada nilai yang penting sebagai dasar berpikir dan bertindak

×