1
Dr Andi Maryam M.Kes
TERAPI NUTRISI PADA
PASIEN KANKER
Nutrisi yang baik sangat penting untuk pasien
kanker.
Kebiasaan makan yang baik sangat diperlukan
selama pengobatan kanker.
Kanker sendiri dapat mengubah kebutuhan akan
makanan /nutrisi.
Kanker dan pengobatan kanker dapat
mempengaruhi nutrisi.
Anorexia dan cachexia (CCF) paling sering sebagai
penyebab malnutrition pada pasien kanker.
Sangat penting mencegah dan mengobati
penurunan berat badan akibat kanker dan
pengobatannya






 Penurunan berat badan dan malnutrisi sering terjadi
 Sebagai indikator prognosis buruk
 Insiden : 30 – 80%
 15% malnutrisi berat
 97.6% membutuhkan intervensi nutrisi.
 Kebanyakan Pasien rawat jalan sulit makan dengan
jumlah cukup
 Penurunan berat badan berhubungan dengan stres
psikologis dan pe↓ QOL
NS, Tchekmedyian,NS; et al.Oncology.
1002;49(2).3-7
Choudry, HA; et al.The Jopurnal of Nutrition.2006.314S-8S
Clinical Nutrition 2005; 24(5): 801-14
Anorexia, jika tidak diterapi, dapat berkembang
menjadi cancer cachexia
 Rawat inap yang tidak
perlu
 ↑ Komplikasi / infeksi
 ↓ Harapan hidup
 ↓
 ↓
 ↓
Kualitas hidup
Status fungsional
Respon terapi
 Perubahan body image
 ↑ Lama perawatan
“15% weight loss leads to impaired
physiological function, and death
normally occurs when weight loss is
about 30%”
- Tisdale. MJ.Nature Reviews Cancer.2002;2:862-71
 Proses pengambilan dan penggunaan zat gizi
oleh tubuh.
 Ada tiga tahap:
Memasukkan makanan ke dalam tubuh
Pemecahan makanan  unsur gizi
Pendistribusian zat gizi ke seluruh tubuh

 Terapi Nutrisi merupakan terapi Supportive
pada pasien kanker
 Oleh karena kanker sendiri
 Oleh karena pengobatan
Pembedahan
Kemoterapi
Radioterapi
Imunoterapi
Transplantasi
kanker:
Anorexia (loss of appetite)
Mouth sores.
Dry mouth.
Trouble swallowing.
Nausea
Vomiting
Diarrhea
Constipation
Pain.
Depression
Anxiety











 Anorexia dan cachexia merupakan penyebab
tersering malnutrisi pada kanker
 Anorexia (the loss of appetite or desire to eat)
merupakan gejala tersering pada pasien kanker

 Anorexia dapat terjadi baik pada fase awal
maupun lanjut dari pertumbuhan kanker
 Sebagian besar pasien kanker stadium lanjut
mengalami anorexia.
Adalah kondisi yang ditandai dengan:
loss of appetite, weight loss, muscle loss, and general
weakness.
Paling sering didapatkan pada: Kanker paru,
Pancreas, gaster, kolon kanan
Harus dideteksi dan diatasi sejak awal karena
sangat sulit menanganinya
Anorexia dan Cachexia bisa terjadi bersamaan
Weight loss can be caused by eating fewer calories,
using more calories, or both.





TUMOR GROWTH
PATOPHYSIOLOGY MALNUTRITION INDUCED BY
CANCER
Anorexia
Lactate
LIVER
MUSCLE
Glucose Production
Protein Synthesis
FAT
Rombeau, WB saunders, 1990
FFA
Synthesis , Breakdown
Amino Acid
Amino
Acid
HOST CYTOKINE
PRODUCTION
FFA
FFA, Glyserol release
Fat Storage
BRAIN
Hypothalamic
resistance
Glucose,
Amino Acid,
Triglyserides
Inflammation cytokines (TNFα, IL-1, IL-6,
INFƳ)  responsible for cachexia syndrome
Cancers? (20% cancers  caused by inflammation)
Directly or Indirectly through NFkB?
Inflammation  NFkB  cancers

in


 NFkB  2 opposing effects (halts protein
degradation by blocking production of C3 proteosome
subunit >< promotes protein degradation by
preventing muscle differentiation during muscle repair
through supression of “myoD”
PIF (= Proteolysis Inducing Factor) 
important role in protein degradation (in
muscle)  induces “ubiquitin proteosome
proteolytic pathway”

PIF  15 HETE (formed by 15LOX) increase
activity of “ubiquitin-proteasome pathways”

 inhibited by EPA (Eicosapentanoic acid)
EPA does not block protein synthesis
EPA attenuate the binding of NFkB to the
nucleus
EPA in combination with high protein
nutrition?  help cancer cachexia?
EPA in combination with 15LOX inhibitor-
CV6504  treat cancer cachexia?




 Membantu mempertahankanberat badan dan kondisi fit
 Mencegah kerusakan jaringan dan membantu pembentukan
jaringan
 Melawan infeksi
 Mencegah dan memperbaiki defisiensi nutrisi
 Membantu pasien mentoleransi terapi
 Meminimalkan efek samping dan komplikasi terkait nutrisi.
Being well-nourished has been linked to a
better prognosis - National Cancer Institute.2009
Memaksimalkan kualitas hidup dan prognosis
Apa Peran Intervensi Nutrisi bagi Pasien Kanker ?
Memperbaiki kekurangan nutrisi atau
mencegah malnutrisi.
Mencegah komplikasi dan efek samping yang
berhubungan dengan nutrisi.
Mencegah berkurangnya massa otot, tulang,
darah, organ dan massa tubuh yang lain.
Memberikan kekuatan dan energi bagi tubuh.
Mencegah terkena infeksi.
Membantu penyembuhan dan meningkatkan
kualitas hidup.






 First step  Nutrition conselling
 Nutrition Screening tools:
Prognostic Nutrional Index (PNI)
Nutrional Risk Index (NRI)
Patient Generated Subjective Global
Assessment (PG-SGA)
 Pharmacotherapy:
MCA, Anabolic hormon, antiinflamasi, cyproheptadine dll
 Kebutuhan
 Perkiraan :
 Kebutuhan
kalori:
stres berat; malabsorpsi : 35 kkal/kg
protein :
 Pasien kanker  keseimbangan nitrogen negatif
: 1 – 1.2 g/kg
: 1.2 – 1.6 g/kg
: 1.5 – 2.5 g/kg




Pasien kanker tanpa stres
Hiperkatabolik
Stres berat
Transplantasi sel punca hematopoetik : 1.5 – 2 g/kg
Grant, B.Krause’s, Nutrition & Diet Therapy 2007
 Kebutuhan lemak :
± 30% dari total energi
Sobotka Basic in Clinical Nutrition.2007
• Kebutuhan mikronutrien :
Perlu suplementasi vitamin &
mineral
Kesulitan makan / anoreksia
Specific Nutrients
for
Cancer Patients
22
e. Vit C
23
d. Selenium
f. Vit E
a. Omega 3 FA
b. BCAA
c. FOS
Branched Chain Amino Acids :
(Valin, Isoleucine, Leucine)
Asam amino esensial, untuk fungsi sel normal
Memperbaiki sistem imun, morbiditas dan QOL
Memperbaiki keseimbangan nitrogen dan sintesis
protein
-
-
-
Meningkatkan nafsu makan  me↑ kecukupan
• Perbaikan anoreksia : n=25 pasien kanker
BCAA vs plasebo : 55% vs 16%; p<0,05
kalori
-
Choudry, HA; et a.The Journal of Nutrition.2006;136.314S-318S
Calder, Philip.American Society for Nutrition.2006;136.288S-293S
Cangiano, C; et al.Journal of the National Cancer Institute.1996;88(8).550-1
OMEGA 3 : Eicosapentaenoic Acid (EPA)
 EPA : asam lemak tak jenuh ganda (PUFA)

 Menghambat penurunan berat badan,
membantu me↑ berat badan, dan me↑ harapan
respons terapi.

 EPA secara bermakna mengurangi proses
peradangan yang menyebabkan gangguan
nutrisi pada pasien kanker.
National Cancer Institute.Eicosapentaenoic Acid.www.cancer.gov I, Bayram; et al.Pediatr Blood Cancer.2009; 52(5).571-4
Ryan, Aoife; et al.Annals of Surgery.2009; 249(3).355-63
SJ, Wigmore; et al.Clin Sci.1997;92(2).215-21
“The available evidences indicate that increasing the
amount of omega 3 will be beneficial to cancer survival”
– The Journal of Nutrition.2002.3508S-12S -
Beberapa vitamin & mineral terkandung :
“Protein rich supplements containing n-3 PUFA and high levels
of antioxidant vitamins can reverse severe weight loss”
--Grimble. RF.Nutritional Therapy for Cancer Cachexia.Gut.2003;52:1391-2 --
Nutrisi Peran
Selenium -Menghindari kerusakan oksidatif
-Berhubungan terbalik dengan mortalitas kanker
Zinc -Membantu meningkatkan harapan hidup
-Komponen > 200 metaloenzim tubuh
Vitamin C, E -Antioksidan
-Membantu mengembalikan berat badan
B Complex - Diperlukan dalam berbagai proses metabolik
“Berbagai penelitian menunjukan bahwa flora usus normal
merupakan pertahanan yg sangat efektif terhadap patogen
dan
mikroorganisme ooportunistik” – Journal of Nutrition.2000.396S-402S-
Memperbaiki proses pencernaan dan penyerapan
nutrisi; mengurangi gangguan saluran cerna
Meningkatkan jumlah ‘bakteri baik’ di
saluran cerna
Prebiotik , karbohidrat yg tidak dicerna
Anorexia – Cachexia cukup sering didapatkan dan
merupakan salah satu faktor prognostik penting
pasien kanker.
Patofisiologi anoreksia-kaheksia kanker bersifat
multifaktorial.
Diperlukan formula nutrisi khusus untuk
menangani permasalahan nutrisi pasien kanker.



TERAPI NUTRISI PADA PASIEN KANKER1.pptx

TERAPI NUTRISI PADA PASIEN KANKER1.pptx

  • 1.
    1 Dr Andi MaryamM.Kes TERAPI NUTRISI PADA PASIEN KANKER
  • 2.
    Nutrisi yang baiksangat penting untuk pasien kanker. Kebiasaan makan yang baik sangat diperlukan selama pengobatan kanker. Kanker sendiri dapat mengubah kebutuhan akan makanan /nutrisi. Kanker dan pengobatan kanker dapat mempengaruhi nutrisi. Anorexia dan cachexia (CCF) paling sering sebagai penyebab malnutrition pada pasien kanker. Sangat penting mencegah dan mengobati penurunan berat badan akibat kanker dan pengobatannya      
  • 3.
     Penurunan beratbadan dan malnutrisi sering terjadi  Sebagai indikator prognosis buruk  Insiden : 30 – 80%  15% malnutrisi berat  97.6% membutuhkan intervensi nutrisi.  Kebanyakan Pasien rawat jalan sulit makan dengan jumlah cukup  Penurunan berat badan berhubungan dengan stres psikologis dan pe↓ QOL NS, Tchekmedyian,NS; et al.Oncology. 1002;49(2).3-7 Choudry, HA; et al.The Jopurnal of Nutrition.2006.314S-8S Clinical Nutrition 2005; 24(5): 801-14 Anorexia, jika tidak diterapi, dapat berkembang menjadi cancer cachexia
  • 4.
     Rawat inapyang tidak perlu  ↑ Komplikasi / infeksi  ↓ Harapan hidup  ↓  ↓  ↓ Kualitas hidup Status fungsional Respon terapi  Perubahan body image  ↑ Lama perawatan “15% weight loss leads to impaired physiological function, and death normally occurs when weight loss is about 30%” - Tisdale. MJ.Nature Reviews Cancer.2002;2:862-71
  • 5.
     Proses pengambilandan penggunaan zat gizi oleh tubuh.  Ada tiga tahap: Memasukkan makanan ke dalam tubuh Pemecahan makanan  unsur gizi Pendistribusian zat gizi ke seluruh tubuh   Terapi Nutrisi merupakan terapi Supportive pada pasien kanker
  • 6.
     Oleh karenakanker sendiri  Oleh karena pengobatan Pembedahan Kemoterapi Radioterapi Imunoterapi Transplantasi kanker:
  • 7.
    Anorexia (loss ofappetite) Mouth sores. Dry mouth. Trouble swallowing. Nausea Vomiting Diarrhea Constipation Pain. Depression Anxiety           
  • 8.
     Anorexia dancachexia merupakan penyebab tersering malnutrisi pada kanker  Anorexia (the loss of appetite or desire to eat) merupakan gejala tersering pada pasien kanker   Anorexia dapat terjadi baik pada fase awal maupun lanjut dari pertumbuhan kanker  Sebagian besar pasien kanker stadium lanjut mengalami anorexia.
  • 9.
    Adalah kondisi yangditandai dengan: loss of appetite, weight loss, muscle loss, and general weakness. Paling sering didapatkan pada: Kanker paru, Pancreas, gaster, kolon kanan Harus dideteksi dan diatasi sejak awal karena sangat sulit menanganinya Anorexia dan Cachexia bisa terjadi bersamaan Weight loss can be caused by eating fewer calories, using more calories, or both.     
  • 10.
    TUMOR GROWTH PATOPHYSIOLOGY MALNUTRITIONINDUCED BY CANCER Anorexia Lactate LIVER MUSCLE Glucose Production Protein Synthesis FAT Rombeau, WB saunders, 1990 FFA Synthesis , Breakdown Amino Acid Amino Acid HOST CYTOKINE PRODUCTION FFA FFA, Glyserol release Fat Storage BRAIN Hypothalamic resistance Glucose, Amino Acid, Triglyserides
  • 11.
    Inflammation cytokines (TNFα,IL-1, IL-6, INFƳ)  responsible for cachexia syndrome Cancers? (20% cancers  caused by inflammation) Directly or Indirectly through NFkB? Inflammation  NFkB  cancers  in    NFkB  2 opposing effects (halts protein degradation by blocking production of C3 proteosome subunit >< promotes protein degradation by preventing muscle differentiation during muscle repair through supression of “myoD” PIF (= Proteolysis Inducing Factor)  important role in protein degradation (in muscle)  induces “ubiquitin proteosome proteolytic pathway” 
  • 12.
    PIF  15HETE (formed by 15LOX) increase activity of “ubiquitin-proteasome pathways”   inhibited by EPA (Eicosapentanoic acid) EPA does not block protein synthesis EPA attenuate the binding of NFkB to the nucleus EPA in combination with high protein nutrition?  help cancer cachexia? EPA in combination with 15LOX inhibitor- CV6504  treat cancer cachexia?    
  • 13.
     Membantu mempertahankanberatbadan dan kondisi fit  Mencegah kerusakan jaringan dan membantu pembentukan jaringan  Melawan infeksi  Mencegah dan memperbaiki defisiensi nutrisi  Membantu pasien mentoleransi terapi  Meminimalkan efek samping dan komplikasi terkait nutrisi. Being well-nourished has been linked to a better prognosis - National Cancer Institute.2009 Memaksimalkan kualitas hidup dan prognosis Apa Peran Intervensi Nutrisi bagi Pasien Kanker ?
  • 14.
    Memperbaiki kekurangan nutrisiatau mencegah malnutrisi. Mencegah komplikasi dan efek samping yang berhubungan dengan nutrisi. Mencegah berkurangnya massa otot, tulang, darah, organ dan massa tubuh yang lain. Memberikan kekuatan dan energi bagi tubuh. Mencegah terkena infeksi. Membantu penyembuhan dan meningkatkan kualitas hidup.      
  • 15.
     First step Nutrition conselling  Nutrition Screening tools: Prognostic Nutrional Index (PNI) Nutrional Risk Index (NRI) Patient Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA)  Pharmacotherapy: MCA, Anabolic hormon, antiinflamasi, cyproheptadine dll
  • 16.
     Kebutuhan  Perkiraan:  Kebutuhan kalori: stres berat; malabsorpsi : 35 kkal/kg protein :  Pasien kanker  keseimbangan nitrogen negatif : 1 – 1.2 g/kg : 1.2 – 1.6 g/kg : 1.5 – 2.5 g/kg     Pasien kanker tanpa stres Hiperkatabolik Stres berat Transplantasi sel punca hematopoetik : 1.5 – 2 g/kg Grant, B.Krause’s, Nutrition & Diet Therapy 2007
  • 17.
     Kebutuhan lemak: ± 30% dari total energi Sobotka Basic in Clinical Nutrition.2007 • Kebutuhan mikronutrien : Perlu suplementasi vitamin & mineral Kesulitan makan / anoreksia
  • 18.
  • 19.
    e. Vit C 23 d.Selenium f. Vit E a. Omega 3 FA b. BCAA c. FOS
  • 20.
    Branched Chain AminoAcids : (Valin, Isoleucine, Leucine) Asam amino esensial, untuk fungsi sel normal Memperbaiki sistem imun, morbiditas dan QOL Memperbaiki keseimbangan nitrogen dan sintesis protein - - - Meningkatkan nafsu makan  me↑ kecukupan • Perbaikan anoreksia : n=25 pasien kanker BCAA vs plasebo : 55% vs 16%; p<0,05 kalori - Choudry, HA; et a.The Journal of Nutrition.2006;136.314S-318S Calder, Philip.American Society for Nutrition.2006;136.288S-293S Cangiano, C; et al.Journal of the National Cancer Institute.1996;88(8).550-1
  • 21.
    OMEGA 3 :Eicosapentaenoic Acid (EPA)  EPA : asam lemak tak jenuh ganda (PUFA)   Menghambat penurunan berat badan, membantu me↑ berat badan, dan me↑ harapan respons terapi.   EPA secara bermakna mengurangi proses peradangan yang menyebabkan gangguan nutrisi pada pasien kanker. National Cancer Institute.Eicosapentaenoic Acid.www.cancer.gov I, Bayram; et al.Pediatr Blood Cancer.2009; 52(5).571-4 Ryan, Aoife; et al.Annals of Surgery.2009; 249(3).355-63 SJ, Wigmore; et al.Clin Sci.1997;92(2).215-21 “The available evidences indicate that increasing the amount of omega 3 will be beneficial to cancer survival” – The Journal of Nutrition.2002.3508S-12S -
  • 22.
    Beberapa vitamin &mineral terkandung : “Protein rich supplements containing n-3 PUFA and high levels of antioxidant vitamins can reverse severe weight loss” --Grimble. RF.Nutritional Therapy for Cancer Cachexia.Gut.2003;52:1391-2 -- Nutrisi Peran Selenium -Menghindari kerusakan oksidatif -Berhubungan terbalik dengan mortalitas kanker Zinc -Membantu meningkatkan harapan hidup -Komponen > 200 metaloenzim tubuh Vitamin C, E -Antioksidan -Membantu mengembalikan berat badan B Complex - Diperlukan dalam berbagai proses metabolik
  • 23.
    “Berbagai penelitian menunjukanbahwa flora usus normal merupakan pertahanan yg sangat efektif terhadap patogen dan mikroorganisme ooportunistik” – Journal of Nutrition.2000.396S-402S- Memperbaiki proses pencernaan dan penyerapan nutrisi; mengurangi gangguan saluran cerna Meningkatkan jumlah ‘bakteri baik’ di saluran cerna Prebiotik , karbohidrat yg tidak dicerna
  • 24.
    Anorexia – Cachexiacukup sering didapatkan dan merupakan salah satu faktor prognostik penting pasien kanker. Patofisiologi anoreksia-kaheksia kanker bersifat multifaktorial. Diperlukan formula nutrisi khusus untuk menangani permasalahan nutrisi pasien kanker.   