Bab 1 membahas konsep dasar gizi, meliputi pengertian gizi, sejarah ilmu gizi, pengelompokan zat gizi, riwayat alamiah penyakit gizi, patogenesis penyakit gizi, dan akibat gangguan gizi terhadap fungsi tubuh.
BAB I :KONSEP DASAR GIZI
-Pengertian
-Sejarah
-Penggolongan
-Riwayat Alamiah penyakit Gizi
-Patogenesis Penyakit Gizi
-Akibat Gangguan Gizi Terhadap Fungsi Tubuh
tsp2017
Prodi Kebidanan Magetan 1
2.
PENGERTIAN
Ilmu Gizi(Nutrition Science) adalah ilmu yang
mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam
hubungannya dengan kesehatan optimal. Kata “gizi”
berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti “makanan”.
Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan makanan dan di
sisi lain dengan tubuh manusia.
Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan
tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan
energi, membangun dan memelihara jaringan, serta
mengatur proses-proses kehidupan.
Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung
zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat
diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila
dimasukkan ke dalam tubuh.
Prodi Kebidanan Magetan 2
3.
Pangan adalahistilah umum untuk semua bahan
yang dapat dijadikan makanan.
Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan
mentah. Dalam bahasa Inggris hanya digunakan
satu kata untuk menyatakan kata makanan,
pangan, dan bahan makanan, yaitu food.
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat
konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.
Dibedakan antara status gizi kurang, baik, dan
lebih.
Prodi Kebidanan Magetan 3
4.
SEJARAH ILMU GIZI
Ilmu Gizi merupakan ilmu terapan
Untuk menguasai Ilmu Gizi secara ahli, harus
menguasai bagian-bagian ilmu dasar tersebut
yang relevan dengan kebutuhan Ilmu Gizi.
Pada mulanya Ilmu Gizi adalah bagian dari
Ilmu Kesehatan Masyarakat, mula-mula hanya
mencakup ruang lingkup yang sangat sempit,
yang dalam perkembangannya melebar
meliputi suatu kawasan studi yang luas.
Definisi mula-mulanya adalah Ilmu yang
mempelajari nasib makanan sejak ditelan
sampai diubah menjadi bagian tubuh dan
energi atau diekskresikan sebagai zat sisa.
Prodi Kebidanan Magetan 4
5.
Lanjutan ……
Tujuanakhir ilmu ini ialah mencapai, memperbaiki
dan mempertahankan kesehatan tubuh melalui
konsumsi makanan.
Dalam pelaksanaan untuk mencapai tujuan ini,
dirasakan bahwa ruang lingkup studi terlalu
sempit, dan dengan perhatian yang sempit itu,
sukar untuk mencapai tujuan akhir tersebut.
Ruang lingkup studi Ilmu Gizi kemudian diperlebar
Definisi sekarang menjadi Ilmu yang mempelajari
hal ihwal makanan, dikaitkan dengan kesehatan
tubuh. Definisi inilah yang sekarang dipergunakan
di Indonesia. (Sediaoetama, 1996).
Prodi Kebidanan Magetan 5
6.
PENGELOMPOKAN ZAT GIZI
KARBOHIDRAT
LEMAK
PROTEIN
VITAMIN
MINERAL
AIR
Prodi Kebidanan Magetan 6
7.
Lanjutan
VITAMIN LARUTLEMAK :
A, D, E, K
VITAMIN LARUT AIR :
B, C
MINERAL MAKRO :
natrium, klorida, kalium, kalsium, fosfor,
magnesium dan sulfur.
MINERAL MIKRO :
besi, seng, iodium, selenium, tembaga, mangan,
fluor, krom, molibden, dan lain-lain.
Prodi Kebidanan Magetan 7
8.
MENURUT FUNGSI
Sumberzat tenaga :
karbohidrat, lemak, dan protein.
Sumber zat pembangun :
protein, berbagai macam mineral dan air.
Sumber pengatur :
vitamin
Prodi Kebidanan Magetan 8
9.
MENURUT KEBUTUHAN
Zat-zatgizi makro.
karbohidrat, lemak, dan protein.
Zat-zat gizi mikro.
vitamin dan mineral.
Prodi Kebidanan Magetan 9
10.
Sungguhpun berbagaizat gizi berdasar fungsinya
telah dikelompokkan menjadi tiga kelompok, namun
masing-masing zat gizi itu juga mempunyai fungsi-
fungsi khusus dalam tubuh.
Oleh karena itu adanya keseluruhan zat gizi itu
dalam makanan sehari-hari merupakan hal yang
mutlak. Kekurangan satu atau lebih zat gizi
(defisiensi zat gizi) menyebabkan proses faal dan
biokimia dalam tubuh terganggu.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 10
11.
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKITGIZI
Ketidakseimbangan antara pejamu,
agens/penyebab dan lingkungan.
Idealnya dalam setiap kondisi
lingkungan yang bagaimana pun akan
selalu terjadi keseimbangan antara
pejamu, agens/penyebab, dan
lingkungan.
Prodi Kebidanan Magetan 11
12.
UNSUR PEJAMU
faktorgenetik,
umur,
jenis kelamin,
kelompok etnik,
keadaan fisiologis,
keadaan imunologis
kebiasaan seseorang.
Prodi Kebidanan Magetan 12
13.
UNSUR SUMBER PENYAKIT
faktor gizi,
kimia dari luar,
kimia dari dalam,
faali/fisiologi,
genetik,
psikis,
tenaga/kekuatan fisisk
biologis/parasit.
Prodi Kebidanan Magetan 13
14.
UNSUR LINGKUNGAN
lingkunganfisik,
lingkungan biologis,
lingkungan sosial, ekonomi dan budaya.
Prodi Kebidanan Magetan 14
15.
MODEL SEGITIGA
Kualitasantara pejamu, sumber penyakit dan
lingkungan.
Menurut model ini, perubahan salah satu faktor
akan merubah keseimbangan antara ketiga
unsur tersebut.
Interaksi antara ketiga faktor tadi terjadi melalui
suatu proses dari awal sampai akibat akhir yang
pola umumnya disebut Riwayat Alamiah Penyakit
(Natural History of Disease).
Prodi Kebidanan Magetan 15
MASA PRAPATOGENESIS
Masasebelum terjadinya interaksi antara ketiga faktor.
Masih terdapat keseimbangan yang serasi dan selaras
antara ketiganya.
Keadaan keseimbangan tersebut dalam kondisi yang
menunjang dapat dipertahankan.
Akan tetapi apabila terjadi perubahan lingkungan yang
tidak dikehendaki, akan timbul rangsangan sehingga
perkembangan dan virulensi dari penyebab meningkat
dan daya tahan pejamu menurun.
Maka diawali dengan terjadinya inokulasi dari agen pada
pejamunya, keseimbangan menjadi hilang dan masuk ke
masa patogenesis.
Prodi Kebidanan Magetan 17
18.
MASA PATOGENESIS
MasaInkubasi. Masa perkembangan awal dari
penyakit, dari interaksi antara agens/penyebab
dan pejamu mungkin sudah terjadi perubahan-
perubahan biokimiawi atau metabolisme di dalam
tubuh, akan tetapi belum tampak adanya gejala
klinis secara spesifik (khas). Garis mendatar (lihat
gambar) yang memisahkan antara tahap tidak
tampak (bagian bawah) dan tahap tampaknya
gejala klinis (bagian atas) disebut cakrawalaklinis
(clinical horizon). Titik pertemuan antara kurva
perkembangan penyakit dengan cakrawala klinis
disebut ambang gejala klinis (threshold of clinical
recognition).
Prodi Kebidanan Magetan 18
19.
Masa sakitperkembangan gejala. Masa penyakit
makin bertambah berat dengan ditandai makin
meningkatnya gejala klinis yang berakhir pada
suatu titik puncak (puncak gejala). Sesudah titik
puncak tercapai, tergantung mana yang lebih
kuat antara pejamu dan agens/penyebab dalam
lingkungan tertentu, maka akan terjadi tiga
kemungkinan yaitu: pejamu mengalami kemtian,
cacat atau kronis dan sembuh.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 19
20.
Masa penyembuh.Dalam masa penyembuhan
(recovalescent) ini gejala klinis makin berkurang
sampai akhirnya hilang sesudah garis
perkembangannya memotong cakrawala klinis.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 20
21.
MASA PASCAPATOGENESIS
Iniadalah masa kebalikan dari masa
inkubasi. Pada masa ini gejala klinis telah
hilang akan tatapi tanda-tanda bekas sakit
masih kelihatan sampai akhirnya benar-
benar pulih menjadi sehat kembali. Oleh
karena itu tahap awalnya disebut masa
pemulihan (period of recovery).
Prodi Kebidanan Magetan 21
22.
Konsep Riwayat AlamiPenyakit Yang Diterapkan Pada Masalah Gizi
Prodi Kebidanan Magetan 22
AKIBAT GANGGUAN GIZITERHADAP
FUNGSI TUBUH
Komsumsi makanan berpengaruh
terhadap status gizi seseorang.
Status gizi baik atau status gizi optimal
Status gizi kurang
Status gizi lebih
Baik pada status gizi kurang, maupun
status gizi lebih terjadi gangguan gizi.
Prodi Kebidanan Magetan 24
25.
Status gizibaik atau status gizi optimal
terjadi bila tubuh memperoleh cukup
zat-zat gizi yang digunakan secara
efisien, sehingga memungkinkan
pertumbuhan fisik, perkembangan otak,
kemampuan kerja dan kesehatan
secara umum pada tingkat setinggi
mungkin.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 25
26.
Status gizikurang terjadi bila tubuh
mengalami kekurangan satu atau lebih
zat-zat gizi esensial.
Status gizi lebih terjadi bila tubuh
memperoleh zat-zat gizi dalam humlah
berlebihan, sehingga menimbulkan efek
toksis atau membahayakan.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 26
27.
PENYEBAB GANGGUAN GIZI
Faktor primer adalah bila susunan
makanan seseorang salah dalam
kuantitas dan kualitas
kurangnya penyediaan pangan,
kurang baiknya distribusi pangan,
kemiskinan,
ketidaktahuan,
kebiasaan makan yang salah, dan
sebagainya.
Prodi Kebidanan Magetan 27
28.
Faktor sekundermeliputi semua faktor yang
menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh
setelah makanan dikonsumsi.
faktor-faktor yang menyebabkan terganggunya pencernaa,
seperti gi geligi yang tidak baik, kelainan struktur saluran cerna
dan kekurangan enzim.
Faktor-faktor yang mengganggu absorpsi zat-zat gizi adalah
adanya parasit, penggunaan laksan/obat cuci perut, dan
sebagainya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme dan utilisasi zat-
zat gizi adalah penyakit hati, diabetes mellitus, kanker,
penggunaan obat-obatan tertentu, minuman beralkohol, dan
sebagainya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ekskresi sehingga
menyebabkan banyak kehilangan zat-zat gizi adalah banyaknya
kencing (polyuria), banyak keringat dan penggunaan obat-obat.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 28
29.
Akibat Gizi KurangPada Proses Tubuh
Gizi yang baik merupakan modal bagi pengembangan
sumberdaya manusia.
Akibat kurang gizi terhadap proses tubuh bergantung
pada zat-zat gizi apa yang kurang.
Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang
dalam kuantitas dan kualitas) menyebabkan
gangguan pada proses-proses:
Pertumbuhan
Produksi Tenaga
Pertahanan Tubuh.
Struktur dan Fungsi Otak
Perilaku
Prodi Kebidanan Magetan 29
30.
Akibat Gizi LebihPada Proses Tubuh
Gizi lebih menyebabkan kegemukan atau
obesitas. Kelebihan energi yang dikonsumsi
disimpan di dalam jaringan dalam bentuk
lemak. Kegemukan merupakan salah satu
faktor resiko dalam terjadinya berbagai
penyakit degeneratif, seperti hipertensi atau
tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit
diabetes, jantung koroner, hati dan kantung
empedu.
Prodi Kebidanan Magetan 30