BAB I : KONSEP DASAR GIZI
-Pengertian
-Sejarah
-Penggolongan
-Riwayat Alamiah penyakit Gizi
-Patogenesis Penyakit Gizi
-Akibat Gangguan Gizi Terhadap Fungsi Tubuh
tsp2017
Prodi Kebidanan Magetan 1
PENGERTIAN
 Ilmu Gizi (Nutrition Science) adalah ilmu yang
mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam
hubungannya dengan kesehatan optimal. Kata “gizi”
berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti “makanan”.
Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan makanan dan di
sisi lain dengan tubuh manusia.
 Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan
tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan
energi, membangun dan memelihara jaringan, serta
mengatur proses-proses kehidupan.
 Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung
zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat
diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila
dimasukkan ke dalam tubuh.
Prodi Kebidanan Magetan 2
 Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan
yang dapat dijadikan makanan.
 Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan
mentah. Dalam bahasa Inggris hanya digunakan
satu kata untuk menyatakan kata makanan,
pangan, dan bahan makanan, yaitu food.
 Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat
konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.
Dibedakan antara status gizi kurang, baik, dan
lebih.
Prodi Kebidanan Magetan 3
SEJARAH ILMU GIZI
 Ilmu Gizi merupakan ilmu terapan
 Untuk menguasai Ilmu Gizi secara ahli, harus
menguasai bagian-bagian ilmu dasar tersebut
yang relevan dengan kebutuhan Ilmu Gizi.
 Pada mulanya Ilmu Gizi adalah bagian dari
Ilmu Kesehatan Masyarakat, mula-mula hanya
mencakup ruang lingkup yang sangat sempit,
yang dalam perkembangannya melebar
meliputi suatu kawasan studi yang luas.
 Definisi mula-mulanya adalah Ilmu yang
mempelajari nasib makanan sejak ditelan
sampai diubah menjadi bagian tubuh dan
energi atau diekskresikan sebagai zat sisa.
Prodi Kebidanan Magetan 4
Lanjutan ……
 Tujuan akhir ilmu ini ialah mencapai, memperbaiki
dan mempertahankan kesehatan tubuh melalui
konsumsi makanan.
 Dalam pelaksanaan untuk mencapai tujuan ini,
dirasakan bahwa ruang lingkup studi terlalu
sempit, dan dengan perhatian yang sempit itu,
sukar untuk mencapai tujuan akhir tersebut.
 Ruang lingkup studi Ilmu Gizi kemudian diperlebar
Definisi sekarang menjadi Ilmu yang mempelajari
hal ihwal makanan, dikaitkan dengan kesehatan
tubuh. Definisi inilah yang sekarang dipergunakan
di Indonesia. (Sediaoetama, 1996).
Prodi Kebidanan Magetan 5
PENGELOMPOKAN ZAT GIZI
 KARBOHIDRAT
 LEMAK
 PROTEIN
 VITAMIN
 MINERAL
 AIR
Prodi Kebidanan Magetan 6
Lanjutan
 VITAMIN LARUT LEMAK :
 A, D, E, K
 VITAMIN LARUT AIR :
 B, C
 MINERAL MAKRO :
 natrium, klorida, kalium, kalsium, fosfor,
magnesium dan sulfur.
 MINERAL MIKRO :
 besi, seng, iodium, selenium, tembaga, mangan,
fluor, krom, molibden, dan lain-lain.
Prodi Kebidanan Magetan 7
MENURUT FUNGSI
 Sumber zat tenaga :
 karbohidrat, lemak, dan protein.
 Sumber zat pembangun :
 protein, berbagai macam mineral dan air.
 Sumber pengatur :
 vitamin
Prodi Kebidanan Magetan 8
MENURUT KEBUTUHAN
 Zat-zat gizi makro.
 karbohidrat, lemak, dan protein.
 Zat-zat gizi mikro.
 vitamin dan mineral.
Prodi Kebidanan Magetan 9
 Sungguhpun berbagai zat gizi berdasar fungsinya
telah dikelompokkan menjadi tiga kelompok, namun
masing-masing zat gizi itu juga mempunyai fungsi-
fungsi khusus dalam tubuh.
 Oleh karena itu adanya keseluruhan zat gizi itu
dalam makanan sehari-hari merupakan hal yang
mutlak. Kekurangan satu atau lebih zat gizi
(defisiensi zat gizi) menyebabkan proses faal dan
biokimia dalam tubuh terganggu.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 10
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT GIZI
 Ketidakseimbangan antara pejamu,
agens/penyebab dan lingkungan.
 Idealnya dalam setiap kondisi
lingkungan yang bagaimana pun akan
selalu terjadi keseimbangan antara
pejamu, agens/penyebab, dan
lingkungan.
Prodi Kebidanan Magetan 11
UNSUR PEJAMU
 faktor genetik,
 umur,
 jenis kelamin,
 kelompok etnik,
 keadaan fisiologis,
 keadaan imunologis
 kebiasaan seseorang.
Prodi Kebidanan Magetan 12
UNSUR SUMBER PENYAKIT
 faktor gizi,
 kimia dari luar,
 kimia dari dalam,
 faali/fisiologi,
 genetik,
 psikis,
 tenaga/kekuatan fisisk
 biologis/parasit.
Prodi Kebidanan Magetan 13
UNSUR LINGKUNGAN
 lingkungan fisik,
 lingkungan biologis,
 lingkungan sosial, ekonomi dan budaya.
Prodi Kebidanan Magetan 14
MODEL SEGITIGA
 Kualitas antara pejamu, sumber penyakit dan
lingkungan.
 Menurut model ini, perubahan salah satu faktor
akan merubah keseimbangan antara ketiga
unsur tersebut.
 Interaksi antara ketiga faktor tadi terjadi melalui
suatu proses dari awal sampai akibat akhir yang
pola umumnya disebut Riwayat Alamiah Penyakit
(Natural History of Disease).
Prodi Kebidanan Magetan 15
BAGAN POLA RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT
Prodi Kebidanan Magetan 16
MASA PRAPATOGENESIS
 Masa sebelum terjadinya interaksi antara ketiga faktor.
 Masih terdapat keseimbangan yang serasi dan selaras
antara ketiganya.
 Keadaan keseimbangan tersebut dalam kondisi yang
menunjang dapat dipertahankan.
 Akan tetapi apabila terjadi perubahan lingkungan yang
tidak dikehendaki, akan timbul rangsangan sehingga
perkembangan dan virulensi dari penyebab meningkat
dan daya tahan pejamu menurun.
 Maka diawali dengan terjadinya inokulasi dari agen pada
pejamunya, keseimbangan menjadi hilang dan masuk ke
masa patogenesis.
Prodi Kebidanan Magetan 17
MASA PATOGENESIS
 Masa Inkubasi. Masa perkembangan awal dari
penyakit, dari interaksi antara agens/penyebab
dan pejamu mungkin sudah terjadi perubahan-
perubahan biokimiawi atau metabolisme di dalam
tubuh, akan tetapi belum tampak adanya gejala
klinis secara spesifik (khas). Garis mendatar (lihat
gambar) yang memisahkan antara tahap tidak
tampak (bagian bawah) dan tahap tampaknya
gejala klinis (bagian atas) disebut cakrawalaklinis
(clinical horizon). Titik pertemuan antara kurva
perkembangan penyakit dengan cakrawala klinis
disebut ambang gejala klinis (threshold of clinical
recognition).
Prodi Kebidanan Magetan 18
 Masa sakit perkembangan gejala. Masa penyakit
makin bertambah berat dengan ditandai makin
meningkatnya gejala klinis yang berakhir pada
suatu titik puncak (puncak gejala). Sesudah titik
puncak tercapai, tergantung mana yang lebih
kuat antara pejamu dan agens/penyebab dalam
lingkungan tertentu, maka akan terjadi tiga
kemungkinan yaitu: pejamu mengalami kemtian,
cacat atau kronis dan sembuh.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 19
 Masa penyembuh. Dalam masa penyembuhan
(recovalescent) ini gejala klinis makin berkurang
sampai akhirnya hilang sesudah garis
perkembangannya memotong cakrawala klinis.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 20
MASA PASCAPATOGENESIS
 Ini adalah masa kebalikan dari masa
inkubasi. Pada masa ini gejala klinis telah
hilang akan tatapi tanda-tanda bekas sakit
masih kelihatan sampai akhirnya benar-
benar pulih menjadi sehat kembali. Oleh
karena itu tahap awalnya disebut masa
pemulihan (period of recovery).
Prodi Kebidanan Magetan 21
Konsep Riwayat Alami Penyakit Yang Diterapkan Pada Masalah Gizi
Prodi Kebidanan Magetan 22
Patogenesis Penyakit Kurang Gizi
Prodi Kebidanan Magetan 23
AKIBAT GANGGUAN GIZI TERHADAP
FUNGSI TUBUH
 Komsumsi makanan berpengaruh
terhadap status gizi seseorang.
 Status gizi baik atau status gizi optimal
 Status gizi kurang
 Status gizi lebih
 Baik pada status gizi kurang, maupun
status gizi lebih terjadi gangguan gizi.
Prodi Kebidanan Magetan 24
 Status gizi baik atau status gizi optimal
terjadi bila tubuh memperoleh cukup
zat-zat gizi yang digunakan secara
efisien, sehingga memungkinkan
pertumbuhan fisik, perkembangan otak,
kemampuan kerja dan kesehatan
secara umum pada tingkat setinggi
mungkin.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 25
 Status gizi kurang terjadi bila tubuh
mengalami kekurangan satu atau lebih
zat-zat gizi esensial.
 Status gizi lebih terjadi bila tubuh
memperoleh zat-zat gizi dalam humlah
berlebihan, sehingga menimbulkan efek
toksis atau membahayakan.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 26
PENYEBAB GANGGUAN GIZI
 Faktor primer adalah bila susunan
makanan seseorang salah dalam
kuantitas dan kualitas
 kurangnya penyediaan pangan,
 kurang baiknya distribusi pangan,
 kemiskinan,
 ketidaktahuan,
 kebiasaan makan yang salah, dan
sebagainya.
Prodi Kebidanan Magetan 27
 Faktor sekunder meliputi semua faktor yang
menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh
setelah makanan dikonsumsi.
 faktor-faktor yang menyebabkan terganggunya pencernaa,
seperti gi geligi yang tidak baik, kelainan struktur saluran cerna
dan kekurangan enzim.
 Faktor-faktor yang mengganggu absorpsi zat-zat gizi adalah
adanya parasit, penggunaan laksan/obat cuci perut, dan
sebagainya.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme dan utilisasi zat-
zat gizi adalah penyakit hati, diabetes mellitus, kanker,
penggunaan obat-obatan tertentu, minuman beralkohol, dan
sebagainya.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi ekskresi sehingga
menyebabkan banyak kehilangan zat-zat gizi adalah banyaknya
kencing (polyuria), banyak keringat dan penggunaan obat-obat.
Lanjutan ……
Prodi Kebidanan Magetan 28
Akibat Gizi Kurang Pada Proses Tubuh
 Gizi yang baik merupakan modal bagi pengembangan
sumberdaya manusia.
 Akibat kurang gizi terhadap proses tubuh bergantung
pada zat-zat gizi apa yang kurang.
 Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang
dalam kuantitas dan kualitas) menyebabkan
gangguan pada proses-proses:
 Pertumbuhan
 Produksi Tenaga
 Pertahanan Tubuh.
 Struktur dan Fungsi Otak
 Perilaku
Prodi Kebidanan Magetan 29
Akibat Gizi Lebih Pada Proses Tubuh
 Gizi lebih menyebabkan kegemukan atau
obesitas. Kelebihan energi yang dikonsumsi
disimpan di dalam jaringan dalam bentuk
lemak. Kegemukan merupakan salah satu
faktor resiko dalam terjadinya berbagai
penyakit degeneratif, seperti hipertensi atau
tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit
diabetes, jantung koroner, hati dan kantung
empedu.
Prodi Kebidanan Magetan 30
Terima Kasih
Prodi Kebidanan Magetan 31

Konsep dasar gizi

  • 1.
    BAB I :KONSEP DASAR GIZI -Pengertian -Sejarah -Penggolongan -Riwayat Alamiah penyakit Gizi -Patogenesis Penyakit Gizi -Akibat Gangguan Gizi Terhadap Fungsi Tubuh tsp2017 Prodi Kebidanan Magetan 1
  • 2.
    PENGERTIAN  Ilmu Gizi(Nutrition Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal. Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti “makanan”. Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan makanan dan di sisi lain dengan tubuh manusia.  Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan.  Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh. Prodi Kebidanan Magetan 2
  • 3.
     Pangan adalahistilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.  Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah. Dalam bahasa Inggris hanya digunakan satu kata untuk menyatakan kata makanan, pangan, dan bahan makanan, yaitu food.  Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Dibedakan antara status gizi kurang, baik, dan lebih. Prodi Kebidanan Magetan 3
  • 4.
    SEJARAH ILMU GIZI Ilmu Gizi merupakan ilmu terapan  Untuk menguasai Ilmu Gizi secara ahli, harus menguasai bagian-bagian ilmu dasar tersebut yang relevan dengan kebutuhan Ilmu Gizi.  Pada mulanya Ilmu Gizi adalah bagian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat, mula-mula hanya mencakup ruang lingkup yang sangat sempit, yang dalam perkembangannya melebar meliputi suatu kawasan studi yang luas.  Definisi mula-mulanya adalah Ilmu yang mempelajari nasib makanan sejak ditelan sampai diubah menjadi bagian tubuh dan energi atau diekskresikan sebagai zat sisa. Prodi Kebidanan Magetan 4
  • 5.
    Lanjutan ……  Tujuanakhir ilmu ini ialah mencapai, memperbaiki dan mempertahankan kesehatan tubuh melalui konsumsi makanan.  Dalam pelaksanaan untuk mencapai tujuan ini, dirasakan bahwa ruang lingkup studi terlalu sempit, dan dengan perhatian yang sempit itu, sukar untuk mencapai tujuan akhir tersebut.  Ruang lingkup studi Ilmu Gizi kemudian diperlebar Definisi sekarang menjadi Ilmu yang mempelajari hal ihwal makanan, dikaitkan dengan kesehatan tubuh. Definisi inilah yang sekarang dipergunakan di Indonesia. (Sediaoetama, 1996). Prodi Kebidanan Magetan 5
  • 6.
    PENGELOMPOKAN ZAT GIZI KARBOHIDRAT  LEMAK  PROTEIN  VITAMIN  MINERAL  AIR Prodi Kebidanan Magetan 6
  • 7.
    Lanjutan  VITAMIN LARUTLEMAK :  A, D, E, K  VITAMIN LARUT AIR :  B, C  MINERAL MAKRO :  natrium, klorida, kalium, kalsium, fosfor, magnesium dan sulfur.  MINERAL MIKRO :  besi, seng, iodium, selenium, tembaga, mangan, fluor, krom, molibden, dan lain-lain. Prodi Kebidanan Magetan 7
  • 8.
    MENURUT FUNGSI  Sumberzat tenaga :  karbohidrat, lemak, dan protein.  Sumber zat pembangun :  protein, berbagai macam mineral dan air.  Sumber pengatur :  vitamin Prodi Kebidanan Magetan 8
  • 9.
    MENURUT KEBUTUHAN  Zat-zatgizi makro.  karbohidrat, lemak, dan protein.  Zat-zat gizi mikro.  vitamin dan mineral. Prodi Kebidanan Magetan 9
  • 10.
     Sungguhpun berbagaizat gizi berdasar fungsinya telah dikelompokkan menjadi tiga kelompok, namun masing-masing zat gizi itu juga mempunyai fungsi- fungsi khusus dalam tubuh.  Oleh karena itu adanya keseluruhan zat gizi itu dalam makanan sehari-hari merupakan hal yang mutlak. Kekurangan satu atau lebih zat gizi (defisiensi zat gizi) menyebabkan proses faal dan biokimia dalam tubuh terganggu. Lanjutan …… Prodi Kebidanan Magetan 10
  • 11.
    RIWAYAT ALAMIAH PENYAKITGIZI  Ketidakseimbangan antara pejamu, agens/penyebab dan lingkungan.  Idealnya dalam setiap kondisi lingkungan yang bagaimana pun akan selalu terjadi keseimbangan antara pejamu, agens/penyebab, dan lingkungan. Prodi Kebidanan Magetan 11
  • 12.
    UNSUR PEJAMU  faktorgenetik,  umur,  jenis kelamin,  kelompok etnik,  keadaan fisiologis,  keadaan imunologis  kebiasaan seseorang. Prodi Kebidanan Magetan 12
  • 13.
    UNSUR SUMBER PENYAKIT faktor gizi,  kimia dari luar,  kimia dari dalam,  faali/fisiologi,  genetik,  psikis,  tenaga/kekuatan fisisk  biologis/parasit. Prodi Kebidanan Magetan 13
  • 14.
    UNSUR LINGKUNGAN  lingkunganfisik,  lingkungan biologis,  lingkungan sosial, ekonomi dan budaya. Prodi Kebidanan Magetan 14
  • 15.
    MODEL SEGITIGA  Kualitasantara pejamu, sumber penyakit dan lingkungan.  Menurut model ini, perubahan salah satu faktor akan merubah keseimbangan antara ketiga unsur tersebut.  Interaksi antara ketiga faktor tadi terjadi melalui suatu proses dari awal sampai akibat akhir yang pola umumnya disebut Riwayat Alamiah Penyakit (Natural History of Disease). Prodi Kebidanan Magetan 15
  • 16.
    BAGAN POLA RIWAYATALAMIAH PENYAKIT Prodi Kebidanan Magetan 16
  • 17.
    MASA PRAPATOGENESIS  Masasebelum terjadinya interaksi antara ketiga faktor.  Masih terdapat keseimbangan yang serasi dan selaras antara ketiganya.  Keadaan keseimbangan tersebut dalam kondisi yang menunjang dapat dipertahankan.  Akan tetapi apabila terjadi perubahan lingkungan yang tidak dikehendaki, akan timbul rangsangan sehingga perkembangan dan virulensi dari penyebab meningkat dan daya tahan pejamu menurun.  Maka diawali dengan terjadinya inokulasi dari agen pada pejamunya, keseimbangan menjadi hilang dan masuk ke masa patogenesis. Prodi Kebidanan Magetan 17
  • 18.
    MASA PATOGENESIS  MasaInkubasi. Masa perkembangan awal dari penyakit, dari interaksi antara agens/penyebab dan pejamu mungkin sudah terjadi perubahan- perubahan biokimiawi atau metabolisme di dalam tubuh, akan tetapi belum tampak adanya gejala klinis secara spesifik (khas). Garis mendatar (lihat gambar) yang memisahkan antara tahap tidak tampak (bagian bawah) dan tahap tampaknya gejala klinis (bagian atas) disebut cakrawalaklinis (clinical horizon). Titik pertemuan antara kurva perkembangan penyakit dengan cakrawala klinis disebut ambang gejala klinis (threshold of clinical recognition). Prodi Kebidanan Magetan 18
  • 19.
     Masa sakitperkembangan gejala. Masa penyakit makin bertambah berat dengan ditandai makin meningkatnya gejala klinis yang berakhir pada suatu titik puncak (puncak gejala). Sesudah titik puncak tercapai, tergantung mana yang lebih kuat antara pejamu dan agens/penyebab dalam lingkungan tertentu, maka akan terjadi tiga kemungkinan yaitu: pejamu mengalami kemtian, cacat atau kronis dan sembuh. Lanjutan …… Prodi Kebidanan Magetan 19
  • 20.
     Masa penyembuh.Dalam masa penyembuhan (recovalescent) ini gejala klinis makin berkurang sampai akhirnya hilang sesudah garis perkembangannya memotong cakrawala klinis. Lanjutan …… Prodi Kebidanan Magetan 20
  • 21.
    MASA PASCAPATOGENESIS  Iniadalah masa kebalikan dari masa inkubasi. Pada masa ini gejala klinis telah hilang akan tatapi tanda-tanda bekas sakit masih kelihatan sampai akhirnya benar- benar pulih menjadi sehat kembali. Oleh karena itu tahap awalnya disebut masa pemulihan (period of recovery). Prodi Kebidanan Magetan 21
  • 22.
    Konsep Riwayat AlamiPenyakit Yang Diterapkan Pada Masalah Gizi Prodi Kebidanan Magetan 22
  • 23.
    Patogenesis Penyakit KurangGizi Prodi Kebidanan Magetan 23
  • 24.
    AKIBAT GANGGUAN GIZITERHADAP FUNGSI TUBUH  Komsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang.  Status gizi baik atau status gizi optimal  Status gizi kurang  Status gizi lebih  Baik pada status gizi kurang, maupun status gizi lebih terjadi gangguan gizi. Prodi Kebidanan Magetan 24
  • 25.
     Status gizibaik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin. Lanjutan …… Prodi Kebidanan Magetan 25
  • 26.
     Status gizikurang terjadi bila tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi esensial.  Status gizi lebih terjadi bila tubuh memperoleh zat-zat gizi dalam humlah berlebihan, sehingga menimbulkan efek toksis atau membahayakan. Lanjutan …… Prodi Kebidanan Magetan 26
  • 27.
    PENYEBAB GANGGUAN GIZI Faktor primer adalah bila susunan makanan seseorang salah dalam kuantitas dan kualitas  kurangnya penyediaan pangan,  kurang baiknya distribusi pangan,  kemiskinan,  ketidaktahuan,  kebiasaan makan yang salah, dan sebagainya. Prodi Kebidanan Magetan 27
  • 28.
     Faktor sekundermeliputi semua faktor yang menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh setelah makanan dikonsumsi.  faktor-faktor yang menyebabkan terganggunya pencernaa, seperti gi geligi yang tidak baik, kelainan struktur saluran cerna dan kekurangan enzim.  Faktor-faktor yang mengganggu absorpsi zat-zat gizi adalah adanya parasit, penggunaan laksan/obat cuci perut, dan sebagainya.  Faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme dan utilisasi zat- zat gizi adalah penyakit hati, diabetes mellitus, kanker, penggunaan obat-obatan tertentu, minuman beralkohol, dan sebagainya.  Faktor-faktor yang mempengaruhi ekskresi sehingga menyebabkan banyak kehilangan zat-zat gizi adalah banyaknya kencing (polyuria), banyak keringat dan penggunaan obat-obat. Lanjutan …… Prodi Kebidanan Magetan 28
  • 29.
    Akibat Gizi KurangPada Proses Tubuh  Gizi yang baik merupakan modal bagi pengembangan sumberdaya manusia.  Akibat kurang gizi terhadap proses tubuh bergantung pada zat-zat gizi apa yang kurang.  Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan kualitas) menyebabkan gangguan pada proses-proses:  Pertumbuhan  Produksi Tenaga  Pertahanan Tubuh.  Struktur dan Fungsi Otak  Perilaku Prodi Kebidanan Magetan 29
  • 30.
    Akibat Gizi LebihPada Proses Tubuh  Gizi lebih menyebabkan kegemukan atau obesitas. Kelebihan energi yang dikonsumsi disimpan di dalam jaringan dalam bentuk lemak. Kegemukan merupakan salah satu faktor resiko dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit diabetes, jantung koroner, hati dan kantung empedu. Prodi Kebidanan Magetan 30
  • 31.