KONSEP DASAR
INTRANATAL CARE
Dr Andi Maryam MKes
Pengertian
Intranatal adalah kejadian
yang berakhir dengan
pengeluaran bayi yang cukup
bulan/hampir cukup bulan,
disertai dengan pengeluaran
plasenta dan selaput janin
dari tubuh ibu (Sulaiman
Sastrawinata).
Persalinan adalah
suatu proses
pengeluaran hasil
konsepsi (janin)
yang dapat hidup di
dunia luar, dari
rahim melalui jalan
lahir atau jalan lain.
(Rustam Muchtar,
1998).
Beberapa Istilah Yang Ada Hubungan Dengan Persalinan/Partus
Menurut Cara Persalinan
a. Partus normal disebut juga partus spontan yaitu proses lahirnya
bayi dengan tenaga ibu
sendiri, tanpa bantuan alat, serta tidak melukai bayi dan ibu,
yang umumnya berlangsung
kurang dari 24 jam.
b. Partus abnormal, Partus buatan yaitu persalinan pervaginam
dengan bantuan alat atau melalui dinding perut dengan operasi
caesarea
c. Partus anjuran dimana kekuatan yang diperlukan untuk
persalinan ditimbulkan dari luar
dengan jalan rangsangan seperti pemberian pitocin atau
prostaglandin atau pemecahan
ketuban.
Istilah-Istilah Berdasarkan Umur Kehamilan
a. Abortus (keguguran) adalah terhentinya kehamilan sebelum
janin dapat hidup
(viables), Pengeluarannya sebelum kehamilan 22 minggu atau
bayi dengan berat badan
kurang dari 500 gram.
b. Partus Prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada
kehamilan antara 28 – 36
minggu, janin dapat hidup tetapi prematur, berat janin antara
1000 – 2500 gram.
c. Partus maturus atau aterm (cukup bulan) adalah partus pada
kehamilan 37-40 minggu,
janin matur, berat badan diatas 2500 gram
d. Partus post maturus (serotinus) adalah persalinan yang terjadi
2 minggu atau lebih dari
waktu partus yang ditaksir, janin disebut post matur.
a. Gravida adalah seorang wanita yang sedang hamil
b. Primigravida adalah seorang wanita yang pernah
melahirkan bayi yang dapat hidup
(viable)
c. Nulipara adalah seorang wanita yang belum pernah
melahirkan bayi viable
d. Primipara adalah seorang wanita yang pernah
melahirkan bayi hidup untuk pertama kali
e. Multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi
hidup beberapa kali (5 kali)
f. Grandemultipara adalah wanita yang pernah
melahirkan bayi 6 kali atau lebih hidup/mati
Istilah-Istilah Berdasarkan Jumlah Kehamilannya
1. Teori penurunan hormone
1 –2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar
hormon estrogen dan
progesterone. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-
otot polos rahim dan akan
menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul
his bila kadar progesteron turun
2. Teori plasenta menjadi tua
Plasenta tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen
dan progesteron yang
menyebabkan kekejangan pembuluh darah, hal ini akan
menimbulkan kontraksi rahim.
Sebab-sebab yang menimbulkan persalinan.
3. Teori dissensi Rahim
Rahim yang menjadi besar dan merenggang
menyebabkan iskemia otot rahim sehingga
mengganggu sirkulasi uterus-plasenta.
4. Teori iritasi mekanik
Di belakang servix terletak ganglion
servikale (fexus frankenhauser). Bila ganglion ini
di geser dan tekan, misalnya oleh kepala janin,
akan timbul kontraksi uterus.
5. Induksi partus yaitu dengan jalan Gangan
laminaria, Amniotomi, Oksitosin drips.
1. Faktor Hormonal yang Menyebabkan
Peningkatan Kontraksi Uterus
a. Rasio estrogen terhadap progesterone
Progesteron menghambat kontraksi
uterus selama kehamilan, sedangkan estrogen
cenderung meningkatkan derajat
kontraktilitas uterus.Baik estrogen maupun
progesteron
Faktor yang Mempengaruhi Persalinan
b. Pengaruh oksitosin pada uterus
Oksitosin merupakan suatu hormon yang disekresikan
oleh neurohipofise yang secara
khusus menyebabkan kontraksi uterus. 3 alasan
peranan oksitosin :
- Otot uterus meningkatkan jumlah reseptor-reseptor
oksitoksin, oleh karena itu
meningkatkan responnya terhadap dosis oksitosin
yang diberikan selama beberapa
bulan terakhir kehamilan
- Kecepatan sekresi oksitosin oleh neurohipofise sangat
meningkat pada saat persalinan.
- Iritasi oleh regangan pada serviks uteri, dapat
menyebabkan kelenjar hipofise
posterior meningkatkan sekresi oksitosinnya.
c. Pengaruh hormon fetus pada uterus
Kelenjar hipopisis fetus juga
mensekresikan oksitoksin yang jumlahnya
semakin
meningkat, dan kelenjar adrenalnya
mensekresikan sejumlah besar kortisol yang
merupakan suatu stimulan uterus.
Selain itu, membran fetus melepaskan
prostagladin
Tanda-tanda Inpartum
o Rasa sakit oleh adanya his yang datang
lebih kuat, sering, dan teratur
o Keluar lendir bercampur darah (show)
yang lebih banyak robekan kecil pada
serviks
o Kadang-kadang ketuban pecah dengan
sendirinya.
o Pada pemeriksaan dalam : serviks
mendatar dan pembukaan telah ada
Kekuatan mendorong janin keluar (power)
His (kontraksi uterus)
His adalah kontraksi otot-otot Rahim pada
persalinan. Pada waktu kontraksi otot-otot
rahim menguncup sehingga menjadi tebal
dan lebih pendek. Kavum uteri menjadi
lebih kecil serta mendorong janin dan
kantung amnion ke arah segitiga,
bawah rahim dan serviks.
Faktor-Faktor yang Berperan dalam Persalinan
Kontraksi simetris dan terkoordinasi
Fundus dominan kemudian diikuti
dengan relaksasi
Involunter, intermitten
Terasa sakit, kadang-kadang dapat
dipengaruhi dari luar secara fisik, kimia
dan psikis
Sifat- sifat HIS adalah
Dalam mengawasi persalinan hendaknya selalu dibuat
daftar tentang His :
- Frekuensi : adalah jumlah his dalam waktu
tertentu biasanya per 10 menit
- Amplitudo/intensitas : adalah kekuatan his
diukur dalam satuan mmHg
- Aktivitas his : adalah lamanya setiap his
berlangsung diukur dengan detik.
- Durasi his : adalah lamanya setiap his
berlangsung diukur dengan detik
- Datangnya his : apakah datangnya sering,
teratur dan tidak
- Interval : adalah masa relaksasi
Faktor janin
- Janin pada usia kehamilan 36 minggu sudah
masuk PAP (Pintu Atas Panggul)
- Placenta
- Cairan amnion yang mulai dihasilkan usia
kehamilan 10-36 minggu dengan jumlah normal
1000 cc
Faktor jalan lahir
- Panggul
- Otot-otot dasar panggul uterus
Tanda dan gejala persalinan kala I adalah His
sudah adekuat,
Penipisan dan pembukaan serviks sekurang-
kurangnya 3 cm, keluarnya cairan dari vagina
dalam bentuk lendir bercampur darah, sering
BAK, akhir kala I primigravida keluar darah
Tahap Persalinan
KALA I
Kala pembukaan dibagi atas 2 fase yaitu :
a. Fase laten : dimana pembukaan serviks
berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm
berlangsung dalam 7 – 8 jam
b. Fase aktif : berlasung selama 6 jam dan dibagi
atas 3 sub fase :
- Periode akselerasi ; berlangsung 2 jam,
pembukaan menjadi 4 cm
- Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2
jam pembukaan berlangsung cepat
menjadi 9 cm.
- Periode deselarasi : berlangsung lambat, dalam
waktu 2 jam pembukaan menjad
Kala II pada primi : 1 ½ -2 jam,
pada multi 1 ½ -1 jam. Tanda dan
gejala pada kala
ini adalah Ibu ingin
meneran, Perineum menonjol,
Vulva dan anus membuka,
Meningkatnya pengeluaran
darah dan lendir, Kepala telah
turun didasar panggul.
KALA II
Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat
sebentar. Uterus teraba keras dengan
fundus
uteri setinggi pusat, dan berisi
plasenta yang menjadi tebal 2 kali
sebelum Beberapa
saat kemudian, timbul his pelepasan
dan pengeluaran uri. Dalam waktu 5-10
menit seluruh plasenta terlepas, terdorong
ke dalam vagina dan akan lahir spontan
atau dengan sedikit dorongan dari atas
simfisis atau fundus uteri. Seluruh proses
biasanya berlangsung 5-30 menit setelah
bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai
dengan pengeluaran darah kira-kira-kira
100-200 cc.
KALA III
Adalah kala pemulihan masa yang kritis ibu
dan anaknya, bukan hanya proses pemulihan
secara fisik setelah melahirkan tetapi juga
mengawali hubungan yang baru selama satu
sampai dua jam. Pada kala IV ibu masih
membutuhkan pengawasan yang intensive
karena
perdarahan dapat terjadi, misalnya karena
atonia uteri, robekan pada serviks dan
perineum.
Rata-rata jumlah perdarahan normal adalah
100 – 300 cc, bila perdarahan diatas 500 cc
maka dianggap patologi. Perlu diingat ibu
tidak boleh ditinggalkan sendiri dan belum
boleh
dipindahkan kekamarnya
KALA IV
Oleh :
DR. ANDI MARYAM., SST.,SKM.,M.Kes

KONSEP DAASAR INTRANATAL CARE

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Intranatal adalah kejadian yangberakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan/hampir cukup bulan, disertai dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu (Sulaiman Sastrawinata).
  • 3.
    Persalinan adalah suatu proses pengeluaranhasil konsepsi (janin) yang dapat hidup di dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau jalan lain. (Rustam Muchtar, 1998).
  • 4.
    Beberapa Istilah YangAda Hubungan Dengan Persalinan/Partus Menurut Cara Persalinan a. Partus normal disebut juga partus spontan yaitu proses lahirnya bayi dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat, serta tidak melukai bayi dan ibu, yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. b. Partus abnormal, Partus buatan yaitu persalinan pervaginam dengan bantuan alat atau melalui dinding perut dengan operasi caesarea c. Partus anjuran dimana kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan rangsangan seperti pemberian pitocin atau prostaglandin atau pemecahan ketuban.
  • 5.
    Istilah-Istilah Berdasarkan UmurKehamilan a. Abortus (keguguran) adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viables), Pengeluarannya sebelum kehamilan 22 minggu atau bayi dengan berat badan kurang dari 500 gram. b. Partus Prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan antara 28 – 36 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur, berat janin antara 1000 – 2500 gram. c. Partus maturus atau aterm (cukup bulan) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu, janin matur, berat badan diatas 2500 gram d. Partus post maturus (serotinus) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang ditaksir, janin disebut post matur.
  • 6.
    a. Gravida adalahseorang wanita yang sedang hamil b. Primigravida adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang dapat hidup (viable) c. Nulipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi viable d. Primipara adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kali e. Multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi hidup beberapa kali (5 kali) f. Grandemultipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali atau lebih hidup/mati Istilah-Istilah Berdasarkan Jumlah Kehamilannya
  • 7.
    1. Teori penurunanhormone 1 –2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesterone. Progesteron bekerja sebagai penenang otot- otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar progesteron turun 2. Teori plasenta menjadi tua Plasenta tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah, hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim. Sebab-sebab yang menimbulkan persalinan.
  • 8.
    3. Teori dissensiRahim Rahim yang menjadi besar dan merenggang menyebabkan iskemia otot rahim sehingga mengganggu sirkulasi uterus-plasenta. 4. Teori iritasi mekanik Di belakang servix terletak ganglion servikale (fexus frankenhauser). Bila ganglion ini di geser dan tekan, misalnya oleh kepala janin, akan timbul kontraksi uterus. 5. Induksi partus yaitu dengan jalan Gangan laminaria, Amniotomi, Oksitosin drips.
  • 9.
    1. Faktor Hormonalyang Menyebabkan Peningkatan Kontraksi Uterus a. Rasio estrogen terhadap progesterone Progesteron menghambat kontraksi uterus selama kehamilan, sedangkan estrogen cenderung meningkatkan derajat kontraktilitas uterus.Baik estrogen maupun progesteron Faktor yang Mempengaruhi Persalinan
  • 10.
    b. Pengaruh oksitosinpada uterus Oksitosin merupakan suatu hormon yang disekresikan oleh neurohipofise yang secara khusus menyebabkan kontraksi uterus. 3 alasan peranan oksitosin : - Otot uterus meningkatkan jumlah reseptor-reseptor oksitoksin, oleh karena itu meningkatkan responnya terhadap dosis oksitosin yang diberikan selama beberapa bulan terakhir kehamilan - Kecepatan sekresi oksitosin oleh neurohipofise sangat meningkat pada saat persalinan. - Iritasi oleh regangan pada serviks uteri, dapat menyebabkan kelenjar hipofise posterior meningkatkan sekresi oksitosinnya.
  • 11.
    c. Pengaruh hormonfetus pada uterus Kelenjar hipopisis fetus juga mensekresikan oksitoksin yang jumlahnya semakin meningkat, dan kelenjar adrenalnya mensekresikan sejumlah besar kortisol yang merupakan suatu stimulan uterus. Selain itu, membran fetus melepaskan prostagladin
  • 12.
    Tanda-tanda Inpartum o Rasasakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering, dan teratur o Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak robekan kecil pada serviks o Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya. o Pada pemeriksaan dalam : serviks mendatar dan pembukaan telah ada
  • 13.
    Kekuatan mendorong janinkeluar (power) His (kontraksi uterus) His adalah kontraksi otot-otot Rahim pada persalinan. Pada waktu kontraksi otot-otot rahim menguncup sehingga menjadi tebal dan lebih pendek. Kavum uteri menjadi lebih kecil serta mendorong janin dan kantung amnion ke arah segitiga, bawah rahim dan serviks. Faktor-Faktor yang Berperan dalam Persalinan
  • 14.
    Kontraksi simetris danterkoordinasi Fundus dominan kemudian diikuti dengan relaksasi Involunter, intermitten Terasa sakit, kadang-kadang dapat dipengaruhi dari luar secara fisik, kimia dan psikis Sifat- sifat HIS adalah
  • 15.
    Dalam mengawasi persalinanhendaknya selalu dibuat daftar tentang His : - Frekuensi : adalah jumlah his dalam waktu tertentu biasanya per 10 menit - Amplitudo/intensitas : adalah kekuatan his diukur dalam satuan mmHg - Aktivitas his : adalah lamanya setiap his berlangsung diukur dengan detik. - Durasi his : adalah lamanya setiap his berlangsung diukur dengan detik - Datangnya his : apakah datangnya sering, teratur dan tidak - Interval : adalah masa relaksasi
  • 16.
    Faktor janin - Janinpada usia kehamilan 36 minggu sudah masuk PAP (Pintu Atas Panggul) - Placenta - Cairan amnion yang mulai dihasilkan usia kehamilan 10-36 minggu dengan jumlah normal 1000 cc Faktor jalan lahir - Panggul - Otot-otot dasar panggul uterus
  • 17.
    Tanda dan gejalapersalinan kala I adalah His sudah adekuat, Penipisan dan pembukaan serviks sekurang- kurangnya 3 cm, keluarnya cairan dari vagina dalam bentuk lendir bercampur darah, sering BAK, akhir kala I primigravida keluar darah Tahap Persalinan KALA I
  • 18.
    Kala pembukaan dibagiatas 2 fase yaitu : a. Fase laten : dimana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7 – 8 jam b. Fase aktif : berlasung selama 6 jam dan dibagi atas 3 sub fase : - Periode akselerasi ; berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm - Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm. - Periode deselarasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan menjad
  • 19.
    Kala II padaprimi : 1 ½ -2 jam, pada multi 1 ½ -1 jam. Tanda dan gejala pada kala ini adalah Ibu ingin meneran, Perineum menonjol, Vulva dan anus membuka, Meningkatnya pengeluaran darah dan lendir, Kepala telah turun didasar panggul. KALA II
  • 20.
    Setelah bayi lahir,kontraksi rahim istirahat sebentar. Uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 kali sebelum Beberapa saat kemudian, timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 5-10 menit seluruh plasenta terlepas, terdorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira-kira 100-200 cc. KALA III
  • 21.
    Adalah kala pemulihanmasa yang kritis ibu dan anaknya, bukan hanya proses pemulihan secara fisik setelah melahirkan tetapi juga mengawali hubungan yang baru selama satu sampai dua jam. Pada kala IV ibu masih membutuhkan pengawasan yang intensive karena perdarahan dapat terjadi, misalnya karena atonia uteri, robekan pada serviks dan perineum. Rata-rata jumlah perdarahan normal adalah 100 – 300 cc, bila perdarahan diatas 500 cc maka dianggap patologi. Perlu diingat ibu tidak boleh ditinggalkan sendiri dan belum boleh dipindahkan kekamarnya KALA IV
  • 22.
    Oleh : DR. ANDIMARYAM., SST.,SKM.,M.Kes