STRATEGI PELAYANAN
KEBIDANAN KOMUNITAS
Dr Andi Maryam MKes
Strategi Pelayanan Kebidanan
Komunitas, meliputi :
 Pendekatan Edukatif
 Pelayanan Berorientasi Kebutuhan Masyarakat.
 Pemanfaatan Fasilitas dan Potensi Masyarakat
PENDEKATAN EDUKATIF
Pendekatan edukatif secara umum adalah suatu
rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara
sistematis, terencana, dan terarah dengan
partisipasi aktif dari individu, kelompok,
maupun masyarakat umum, untuk
memecahkan masalah masyarakat dgn
pertimbangan faktor sosial, ekonomi, dan
budaya.
Lanjutan ....
Pendekatan edukatif secara khusus
adalah satu bentuk atau model
pelaksanaan organisasi sosiial
masyarakat dgn pokok penekanan pd
hal2 berikut:
 Pemecahan masalah & proses
pemecahan masalah
 Pengembangan provider merupakan
bagian dari proses pengembangan
masyarakat secara keseluruhan.
Provider adalah sektor yg
bertanggungjawab secara teknis
terhadap program2 yg dikembangkan
dlm pengembangan kemampuan
masyarakat utk dapat memecahkan
masalahnya sendiri secara swadaya
dan gotong royong
NEXT.....
Dalam pendekatan edukatif ini ujung
tombaknya adalah gerakan
pemberdayaan yg memiliki tiga mata
tombak (disebut TRISULA), yaitu :
Konseling
Kunjungan Rumah
Pengorganisasian masyarakat
Lanjutan
Tujuan Pendekatan Edukatif :
 Memecahkan masalah yg dihadapi
masyarakat
 Mengembangkan kemampuan masyarakat
untuk dapat memecahkan masalahnya
sendiri secara swadaya dan gotong royong
Langkah – langkah pendekatan edukatif
1. Pendekatan pada tokoh masyarakat
Nonformal utk penjagaan lahan
Formal dengan surat resmi
Tatap muka antara provider dan tokoh
masyarakat
Kunjungan rumah utk menjelaskan
maksud & tujuan mengumpulkn data.
Menjalin hubungan sosial yg baik dgn
menghadiri upacara agama, perkawinan ,
kematian, dsb
Lanjutan ....
2. Pendekatan kepada provider. Diadakan pd waktu
pertemuan tingkat desa/kelurahan, tingkat
dusun/lingkungan.
3. Pengumpulan data primer dan sekunder. Data umum,
data teknis sesuai dgn kepentingan masing2 sektor, data
perilaku sesuai dengan masalah yg ada, data khusus hasil
pengamatan, data orang lain.
Pelayanan Berorientasi Kebutuhan Masyarakat
Bekerja sebagai bidan di masyarakat
berarti melayani masyarakat dgn memberi
pelyanan kesehatan yg mereka butuhkan.
Keberhasilan bidan yg bekerja di
masyarakat sangat ditentukan oleh
kemampuannya utk mendengarkan dan
memenuhi harapan masyarakat serta
melibatkan masyarakat dalam upaya
memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat.
Prinsip pelayanan kebidanan di
komunitas :
Pelayanan kebidana adalah pelaynana yg didasarkn pd
perhatian trhadap kehamilan sbgai suatu bagian penting
dari kesehatan, utk bayi baru lahir sebagai suatu proses yg
normaldan proses yg ditunggu-tunggu dalam kehidupan
semua wanita.
Informed consent, sebelum melakukan tindakan apapun
diberi informasi kpd klien dan minta persetujuan klien utk
tindakan medis yg akan dilakukan terhadap dirinya.
Informed choice, wanita yg mau melahirkan diberi
pilihan dalam mengambil keputusan ttg proses melahirkan.
Bina hubungan baik dengan ibu yaitu dengan melakukan
berbagai pendekatan sisi kehidupan
Beri asuhan yg berkelanjutan.
Pemanfaatan fasilitas & potensi
masyarakat
• Fasilitas dan potensi yg ada di masyarakat,
yaitu sumber daya alam atau potensi desa dan
sumber daya manusia/kader kesehatan.
• Bidan dalam memberi pelayanan kepada ibu
dan anak di komunitas perlu memperhatikan
faktor lingkungan berikut:
1. Lingkungan Sosial
2. Lingkungan Flora dan Fauna
Lanjutan…
1. Lingkungan Sosial
Masyarakat yg berada di dalam komunitas memiliki ikatan
sosial dan budaya. Dukun penolong persalinan sangat dekat
dengan masyarakat, terutama dikalangan keluarga di desa
karena mereka menggunakan pendekatan sosial-budaya
sewaktu memberi pelayanan. Bidan dalam memberi
pelayanan kpd ibuhamil dan bersalin diupayakan tidak
bertentangan dengan kebiasaan, adat istiadat, kepercayaan
dan agama di masyarakat. Oleh karena itu, peran masyarakat
penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu, anak balita,
keluarga, serta keluarga berencana. Peran serta masyarakat ini
selalu digerakkan dan ditingkatkan melalui kegiatan
penyuluhan kesehatan.
Lanjutan…
2. Lingkungan flora fauna
Kebutuhan gizi manusia bergantung pd keberadaan flora
dan fauna. Masyarakat dianjurkan melakukan
penghijauan. Pemanfaatan pekarangan dgn tanaman
bergizi dan berkhasiat akan mendukung terwujudnya
kesehatan keluarga. Peternakan juga mendukung kondisi
gizi manusia. Bidan yg bekerja di komunitas
memerhatikan pengaruh flora dan fauna ini. Pemanfaatan
tumbuh-tumbuhan dan hewan ternak disampaikan
melalui penyuluhan kesehatan merupakan bantuan bidan
kpd masyarakat terutama pada kaum ibu. Kerja sama dgn
petugas gizi dan pertanian diperlukan di dlm peningkatan
gizi masyarakat.
SELESAI

Strategi Pelayanan Kebidanan Komunitas

  • 1.
  • 2.
    Strategi Pelayanan Kebidanan Komunitas,meliputi :  Pendekatan Edukatif  Pelayanan Berorientasi Kebutuhan Masyarakat.  Pemanfaatan Fasilitas dan Potensi Masyarakat
  • 3.
    PENDEKATAN EDUKATIF Pendekatan edukatifsecara umum adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan terarah dengan partisipasi aktif dari individu, kelompok, maupun masyarakat umum, untuk memecahkan masalah masyarakat dgn pertimbangan faktor sosial, ekonomi, dan budaya.
  • 4.
    Lanjutan .... Pendekatan edukatifsecara khusus adalah satu bentuk atau model pelaksanaan organisasi sosiial masyarakat dgn pokok penekanan pd hal2 berikut:  Pemecahan masalah & proses pemecahan masalah  Pengembangan provider merupakan bagian dari proses pengembangan masyarakat secara keseluruhan.
  • 5.
    Provider adalah sektoryg bertanggungjawab secara teknis terhadap program2 yg dikembangkan dlm pengembangan kemampuan masyarakat utk dapat memecahkan masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong
  • 6.
    NEXT..... Dalam pendekatan edukatifini ujung tombaknya adalah gerakan pemberdayaan yg memiliki tiga mata tombak (disebut TRISULA), yaitu : Konseling Kunjungan Rumah Pengorganisasian masyarakat
  • 7.
    Lanjutan Tujuan Pendekatan Edukatif:  Memecahkan masalah yg dihadapi masyarakat  Mengembangkan kemampuan masyarakat untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong
  • 8.
    Langkah – langkahpendekatan edukatif 1. Pendekatan pada tokoh masyarakat Nonformal utk penjagaan lahan Formal dengan surat resmi Tatap muka antara provider dan tokoh masyarakat Kunjungan rumah utk menjelaskan maksud & tujuan mengumpulkn data. Menjalin hubungan sosial yg baik dgn menghadiri upacara agama, perkawinan , kematian, dsb
  • 9.
    Lanjutan .... 2. Pendekatankepada provider. Diadakan pd waktu pertemuan tingkat desa/kelurahan, tingkat dusun/lingkungan. 3. Pengumpulan data primer dan sekunder. Data umum, data teknis sesuai dgn kepentingan masing2 sektor, data perilaku sesuai dengan masalah yg ada, data khusus hasil pengamatan, data orang lain.
  • 10.
    Pelayanan Berorientasi KebutuhanMasyarakat Bekerja sebagai bidan di masyarakat berarti melayani masyarakat dgn memberi pelyanan kesehatan yg mereka butuhkan. Keberhasilan bidan yg bekerja di masyarakat sangat ditentukan oleh kemampuannya utk mendengarkan dan memenuhi harapan masyarakat serta melibatkan masyarakat dalam upaya memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat.
  • 11.
    Prinsip pelayanan kebidanandi komunitas : Pelayanan kebidana adalah pelaynana yg didasarkn pd perhatian trhadap kehamilan sbgai suatu bagian penting dari kesehatan, utk bayi baru lahir sebagai suatu proses yg normaldan proses yg ditunggu-tunggu dalam kehidupan semua wanita. Informed consent, sebelum melakukan tindakan apapun diberi informasi kpd klien dan minta persetujuan klien utk tindakan medis yg akan dilakukan terhadap dirinya. Informed choice, wanita yg mau melahirkan diberi pilihan dalam mengambil keputusan ttg proses melahirkan. Bina hubungan baik dengan ibu yaitu dengan melakukan berbagai pendekatan sisi kehidupan Beri asuhan yg berkelanjutan.
  • 12.
    Pemanfaatan fasilitas &potensi masyarakat • Fasilitas dan potensi yg ada di masyarakat, yaitu sumber daya alam atau potensi desa dan sumber daya manusia/kader kesehatan. • Bidan dalam memberi pelayanan kepada ibu dan anak di komunitas perlu memperhatikan faktor lingkungan berikut: 1. Lingkungan Sosial 2. Lingkungan Flora dan Fauna
  • 13.
    Lanjutan… 1. Lingkungan Sosial Masyarakatyg berada di dalam komunitas memiliki ikatan sosial dan budaya. Dukun penolong persalinan sangat dekat dengan masyarakat, terutama dikalangan keluarga di desa karena mereka menggunakan pendekatan sosial-budaya sewaktu memberi pelayanan. Bidan dalam memberi pelayanan kpd ibuhamil dan bersalin diupayakan tidak bertentangan dengan kebiasaan, adat istiadat, kepercayaan dan agama di masyarakat. Oleh karena itu, peran masyarakat penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu, anak balita, keluarga, serta keluarga berencana. Peran serta masyarakat ini selalu digerakkan dan ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.
  • 14.
    Lanjutan… 2. Lingkungan florafauna Kebutuhan gizi manusia bergantung pd keberadaan flora dan fauna. Masyarakat dianjurkan melakukan penghijauan. Pemanfaatan pekarangan dgn tanaman bergizi dan berkhasiat akan mendukung terwujudnya kesehatan keluarga. Peternakan juga mendukung kondisi gizi manusia. Bidan yg bekerja di komunitas memerhatikan pengaruh flora dan fauna ini. Pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dan hewan ternak disampaikan melalui penyuluhan kesehatan merupakan bantuan bidan kpd masyarakat terutama pada kaum ibu. Kerja sama dgn petugas gizi dan pertanian diperlukan di dlm peningkatan gizi masyarakat.
  • 15.