DESA SIAGA
Dr Andi Maryam MKes
DESA SIAGA
desa yang penduduknya memiliki
kesiapan sumber daya dan
kemampuan serta kemauan serta
kemauan untuk untuk mencegah
dan mengatasi masalah kesehatan,
bencana, dan kegawadaruratan,
kesehatan secara mandiri
Pengertian
Lanjutan…
•Kelurahan atau istilah lain bagi kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki batas – batas wilayah, yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan
yang diakui dan dihormati dalam Pemerintah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Desa
•Si (siap), yaitu pendataan dan mengamati seluruh ibu hamil,
siap mendampingi ibu, siap menjadi donor darah, siap
memberi bantuan kendaraanuntuk rujukan, siap membantu
pendanaan, dan bidan wilayah kelurahan selalu siap
memberi pelayanan
•A (antar), yaitu warga desa, bidan wilayah, dan komponen
lainnya dengan cepat dan sigap mendampingi dan mengatur
ibu yang akan melahirkan jika memerlukan tindakan gawat
darurat
•Ga (jaga), yaitu menjaga ibu pada saat dan setelah ibu
melahirkan serta menjaga kesehatan bayi yang baru
dilahirkan
Siaga
Tujuan Desa Siaga
Tujuan umum Terwujudnya masyarakat desa yang
sehat, peduli, dan tanggap
terhadap permasalahan kesehatan
di wilayahnya
Tujuan khusus
•minimal Memiliki pos kesehatan
desa yang berfungsi memberi
pelayanan dasar
•Memiliki sistem gawat darurat
berbasis masyarakat.
•Memiliki sistem pembiayaan
kesehatan secara mandiri
•Masyarakat berperilaku hidup
bersih dan sehat.
Sasaran pengembangan desa siaga
1. Semua individu dan keluarga di desa yang
diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat,
peduli, dan tanggap terhadap permasalahan
kesehatan di wilayah desanya.
2. Pihak- pihak yang mempunyai pengaruh
terhadap perubahan perilaku individu dan
keluarga atau dapat menciptakan iklim yang
kondusif bagi perubahan perilaku tersebut,
seperti tokoh masyarakat termasuk tokoh
agama, tokoh perempuan dan pemuda, kader
serta petugas kesehatan
3. Pihak-pihak yang diharapkan memberi
dukungan memberi dukungan kebijakan,
peraturan perundang –undangan, dana, tenaga,
4 kriteria pengembangan desa siaga
Tahap bina
Tahap tambah
Tahap kembang
Tahap Paripurna (tahap ini,semua indikator
dalam kriteria dengan siaga sudah terpenuhi).
PENGEMBANGAN DESA SIAGA
 Mengidentifikasi masalah, penyebab masalah
 Mendiagnosis masalah dan merumuskan
alternatif pemecahan masalah
 Menetapkan alternatif pemecahan masalah
 Memantau, mengevaluasi, dan membina
kelesatarian upaya yang telah dilakukan
Forum komunikasi desa siaga :
1. Pengembangan tim petugas
Tujuan : persiapan para petugas kesehatan yang
berada di wilayah puskesmas, baik petugas teknis
maupun petugas administrasi.
2. Pengembangan tim di masyarakat
Tujuan : empersiapakan para petugas, tokoh
masyarakat, dan masyarakat (forum masyarakat
desa ) agar mereka mengetahui dan mau bekerja
sama dalam satu tim untuk mengembangkan
desa siaga.
Lanjutan…
3. Survei Mawas Diri
Survei Mawas Diri (SMD) atau telah mawas
diri (TMD) atau Comunity Self Survei (CSS),
Tujuan : agar tokoh masyarakat mampu
melakukan telah mawas diri untuk desanya.
4. Musyawarah masyarakat desa
Tujuan : mencari alternatif
penyelesaian,masalah kesehatan dan upaya
membangun poskesdes di kaitkan dengan
potensi yang dimiliki desa.
Pelaksanaan Kegiatan
Pemilihan pengurus dan kader desa siaga
Orientasi / pelatihan kader siaga
Pengembangan poskesdes
Penyelenggaraan desa siaga.
Pembinaan dan peningkatan.
Indikator Keberhasilaan upaya pembangunan
desa siaga
1.Indicator masukan adalah indicator untuk menukur
seberapa besar masukan telah di berikan dalam rangka
desa siaga. Indicator masukan terdiri dari :
a. Ada / tidaknya forum masyarakat desa
b. Ada/ tidaknya sarana pelayanan kesehatan serta
perlengkapan atau peralatannya
c. Ada/ tidaknya tenaga kesehatan (minimal bidan )
d. Ada/ tidaknya kader aktif.
e. Ada/ tidaknya sarana pembangunan atau
poskesdes sebagai pusat pemberdayaan
masyarakat di bidang kesehatan.
f. Ada/ tidaknya alat komunikasi yang telah lazim di
pakai masyarakat yang di manfaatkan untuk
mendung pergerakan surveilans berbasis
masyarakat ( misalkan kentongan, bedug )
Lanjutan....
2. Indikaor proses adalah indicator untuk menukur seberapa
aktif upaya yang di laksanakan di sutu desa dalam rangka
pengembangan desa siaga. Indicator proses meliputi :
a. Frekuensi pertemuan forum masyarakat desa
b. Ada/tidaknya pembinaan dari puskesmas PONED
c. Berfungsi atau tidaknya system kegawat daruratan
dan penanggulangan kegawaat daruratn dan bencana.
d. Ada/tidaknya kegiatan kunjungan rumah kadarsi dan
PHBS.
e. Ada/ tidaknya deteksi dini gangguan jiwa di tingkat
rumah tangga.
Lanjutan…
3. Indicator keluaran adalah indicator untuk menukur
seberapa besar hasil kegiatan yang di capai di suatu
desa dalam rangka pengembangan desa siaga indicator
keluaran meliputi :
a.Cakupan pelayanan kesehatan dasar ( utamanya KIA )
b. Jumlah kasus kegawatdaruratan dan KLB yang ada
dan di laporkan
c. Cakupan rumah tangga yang mendapat kunjungan
rumah oleh kadarsi dan PHBS.
d. Tertanganinya masalah kesehatan dengan respon
tepat
Lanjutan…
4. Indicator dampak adalah indicator untuk mengukur
seberapa besar dampak dari kegiatan desa dalam
rangka pengembangan desa siaga indicator proses
meliputi :
a. Jumlah penduduk yang menderita sakit
b. Jumlah ibu melahrkan yang meninggal dunia
c. Jumlah bayi dan balita yang meninggal dunia
d. Jumlah balita dengan gizi buruk
e. Tidak terjadinya KLB penyakit
f. Respon cepat masalah kesehatan
TRIMAKA
SIH

DESA SIAGA

  • 1.
    DESA SIAGA Dr AndiMaryam MKes
  • 2.
    DESA SIAGA desa yangpenduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan serta kemauan untuk untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, dan kegawadaruratan, kesehatan secara mandiri Pengertian
  • 3.
    Lanjutan… •Kelurahan atau istilahlain bagi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas – batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan yang diakui dan dihormati dalam Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa •Si (siap), yaitu pendataan dan mengamati seluruh ibu hamil, siap mendampingi ibu, siap menjadi donor darah, siap memberi bantuan kendaraanuntuk rujukan, siap membantu pendanaan, dan bidan wilayah kelurahan selalu siap memberi pelayanan •A (antar), yaitu warga desa, bidan wilayah, dan komponen lainnya dengan cepat dan sigap mendampingi dan mengatur ibu yang akan melahirkan jika memerlukan tindakan gawat darurat •Ga (jaga), yaitu menjaga ibu pada saat dan setelah ibu melahirkan serta menjaga kesehatan bayi yang baru dilahirkan Siaga
  • 4.
    Tujuan Desa Siaga Tujuanumum Terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya Tujuan khusus •minimal Memiliki pos kesehatan desa yang berfungsi memberi pelayanan dasar •Memiliki sistem gawat darurat berbasis masyarakat. •Memiliki sistem pembiayaan kesehatan secara mandiri •Masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat.
  • 5.
    Sasaran pengembangan desasiaga 1. Semua individu dan keluarga di desa yang diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya. 2. Pihak- pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut, seperti tokoh masyarakat termasuk tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda, kader serta petugas kesehatan 3. Pihak-pihak yang diharapkan memberi dukungan memberi dukungan kebijakan, peraturan perundang –undangan, dana, tenaga,
  • 6.
    4 kriteria pengembangandesa siaga Tahap bina Tahap tambah Tahap kembang Tahap Paripurna (tahap ini,semua indikator dalam kriteria dengan siaga sudah terpenuhi).
  • 7.
    PENGEMBANGAN DESA SIAGA Mengidentifikasi masalah, penyebab masalah  Mendiagnosis masalah dan merumuskan alternatif pemecahan masalah  Menetapkan alternatif pemecahan masalah  Memantau, mengevaluasi, dan membina kelesatarian upaya yang telah dilakukan
  • 8.
    Forum komunikasi desasiaga : 1. Pengembangan tim petugas Tujuan : persiapan para petugas kesehatan yang berada di wilayah puskesmas, baik petugas teknis maupun petugas administrasi. 2. Pengembangan tim di masyarakat Tujuan : empersiapakan para petugas, tokoh masyarakat, dan masyarakat (forum masyarakat desa ) agar mereka mengetahui dan mau bekerja sama dalam satu tim untuk mengembangkan desa siaga.
  • 9.
    Lanjutan… 3. Survei MawasDiri Survei Mawas Diri (SMD) atau telah mawas diri (TMD) atau Comunity Self Survei (CSS), Tujuan : agar tokoh masyarakat mampu melakukan telah mawas diri untuk desanya. 4. Musyawarah masyarakat desa Tujuan : mencari alternatif penyelesaian,masalah kesehatan dan upaya membangun poskesdes di kaitkan dengan potensi yang dimiliki desa.
  • 10.
    Pelaksanaan Kegiatan Pemilihan pengurusdan kader desa siaga Orientasi / pelatihan kader siaga Pengembangan poskesdes Penyelenggaraan desa siaga. Pembinaan dan peningkatan.
  • 11.
    Indikator Keberhasilaan upayapembangunan desa siaga 1.Indicator masukan adalah indicator untuk menukur seberapa besar masukan telah di berikan dalam rangka desa siaga. Indicator masukan terdiri dari : a. Ada / tidaknya forum masyarakat desa b. Ada/ tidaknya sarana pelayanan kesehatan serta perlengkapan atau peralatannya c. Ada/ tidaknya tenaga kesehatan (minimal bidan ) d. Ada/ tidaknya kader aktif. e. Ada/ tidaknya sarana pembangunan atau poskesdes sebagai pusat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. f. Ada/ tidaknya alat komunikasi yang telah lazim di pakai masyarakat yang di manfaatkan untuk mendung pergerakan surveilans berbasis masyarakat ( misalkan kentongan, bedug )
  • 12.
    Lanjutan.... 2. Indikaor prosesadalah indicator untuk menukur seberapa aktif upaya yang di laksanakan di sutu desa dalam rangka pengembangan desa siaga. Indicator proses meliputi : a. Frekuensi pertemuan forum masyarakat desa b. Ada/tidaknya pembinaan dari puskesmas PONED c. Berfungsi atau tidaknya system kegawat daruratan dan penanggulangan kegawaat daruratn dan bencana. d. Ada/tidaknya kegiatan kunjungan rumah kadarsi dan PHBS. e. Ada/ tidaknya deteksi dini gangguan jiwa di tingkat rumah tangga.
  • 13.
    Lanjutan… 3. Indicator keluaranadalah indicator untuk menukur seberapa besar hasil kegiatan yang di capai di suatu desa dalam rangka pengembangan desa siaga indicator keluaran meliputi : a.Cakupan pelayanan kesehatan dasar ( utamanya KIA ) b. Jumlah kasus kegawatdaruratan dan KLB yang ada dan di laporkan c. Cakupan rumah tangga yang mendapat kunjungan rumah oleh kadarsi dan PHBS. d. Tertanganinya masalah kesehatan dengan respon tepat
  • 14.
    Lanjutan… 4. Indicator dampakadalah indicator untuk mengukur seberapa besar dampak dari kegiatan desa dalam rangka pengembangan desa siaga indicator proses meliputi : a. Jumlah penduduk yang menderita sakit b. Jumlah ibu melahrkan yang meninggal dunia c. Jumlah bayi dan balita yang meninggal dunia d. Jumlah balita dengan gizi buruk e. Tidak terjadinya KLB penyakit f. Respon cepat masalah kesehatan
  • 15.