1
I Wayan Sudarsa
Sub Bagian Bedah Onkologi , Bagian Bedah FK Unud/
RSUP Sanglah Denpasar
 Nutrisi yang baik sangat penting untuk pasien
kanker.
 Kebiasaan makan yang baik sangat diperlukan
selama pengobatan kanker.
 Kanker sendiri dapat mengubah kebutuhan akan
makanan /nutrisi.
 Kanker dan pengobatan kanker dapat
mempengaruhi nutrisi.
 Anorexia dan cachexia (CCF) paling sering sebagai
penyebab malnutrition pada pasien kanker.
 Sangat penting mencegah dan mengobati
penurunan berat badan akibat kanker dan
pengobatannya
 Penurunan berat badan dan malnutrisi sering terjadi
 Sebagai indikator prognosis buruk
 Insiden : 30 – 80%
 15% malnutrisi berat
 97.6% membutuhkan intervensi nutrisi.
 Kebanyakan Pasien rawat jalan sulit makan dengan
jumlah cukup
 Penurunan berat badan berhubungan dengan stres
psikologis dan pe↓ QOL
Choudry, HA; et al.The Jopurnal of Nutrition.2006.314S-8S
Clinical Nutrition 2005; 24(5): 801-14
Anorexia, jika tidak diterapi, dapat berkembang
menjadi cancer cachexia
NS, Tchekmedyian,NS; et al.Oncology.
1002;49(2).3-7
 ↓ Kualitas hidup
 ↓ Status fungsional
 ↓ Respon terapi
 Perubahan body image
 ↑ Lama perawatan
 Rawat inap yang tidak
perlu
 ↑ Komplikasi / infeksi
 ↓ Harapan hidup
“15% weight loss leads to impaired
physiological function, and death
normally occurs when weight loss is
about 30%”
- Tisdale. MJ.Nature Reviews Cancer.2002;2:862-71
7
14%
38%
14%
10%
14%
15%
26%
30%
38%
Anorexia at point of cancer diagnosis : up to 55%
Sutton, M; et al.Lancet Oncol.2003;4.149-57
 Proses pengambilan dan penggunaan zat gizi
oleh tubuh.
 Ada tiga tahap:
Memasukkan makanan ke dalam tubuh
Pemecahan makanan  unsur gizi
Pendistribusian zat gizi ke seluruh tubuh
 Terapi Nutrisi merupakan terapi Supportive
pada pasien kanker
 Oleh karena kanker sendiri
 Oleh karena pengobatan kanker:
Pembedahan
Kemoterapi
Radioterapi
Imunoterapi
Transplantasi
 Anorexia (loss of appetite)
 Mouth sores.
 Dry mouth.
 Trouble swallowing.
 Nausea
 Vomiting
 Diarrhea
 Constipation
 Pain.
 Depression
 Anxiety
 Anorexia dan cachexia merupakan penyebab
tersering malnutrisi pada kanker
 Anorexia (the loss of appetite or desire to eat)
merupakan gejala tersering pada pasien kanker
 Anorexia dapat terjadi baik pada fase awal
maupun lanjut dari pertumbuhan kanker
 Sebagian besar pasien kanker stadium lanjut
mengalami anorexia.
 Adalah kondisi yang ditandai dengan:
loss of appetite, weight loss, muscle loss, and general
weakness.
 Paling sering didapatkan pada: Kanker paru,
Pancreas, gaster, kolon kanan
 Harus dideteksi dan diatasi sejak awal karena
sangat sulit menanganinya
 Anorexia dan Cachexia bisa terjadi bersamaan
 Weight loss can be caused by eating fewer calories,
using more calories, or both.
13
HOST CYTOKINE
PRODUCTION
Glucose Production
Protein Synthesis
Glucose,
Amino Acid,
Triglyserides
TUMOR GROWTH
BRAIN
Hypothalamic
resistance
FAT
FFA, Glyserol release
Fat Storage
MUSCLE
FFA
LIVER
FFA
Amino Acid
Lactate
Amino
Acid
Anorexia
Synthesis , Breakdown
Rombeau, WB saunders, 1990
PATOPHYSIOLOGY MALNUTRITION INDUCED BY
CANCER
 Inflammation cytokines (TNFα, IL-1, IL-6,
INFƳ)  responsible for cachexia syndrome in
Cancers? (20% cancers  caused by inflammation)
 Directly or Indirectly through NFkB?
 Inflammation  NFkB  cancers
 NFkB  2 opposing effects (halts protein
degradation by blocking production of C3 proteosome
subunit >< promotes protein degradation by
preventing muscle differentiation during muscle repair
through supression of “myoD”
 PIF (= Proteolysis Inducing Factor) 
important role in protein degradation (in
muscle)  induces “ubiquitin proteosome
proteolytic pathway”
 PIF  15 HETE (formed by 15LOX) increase
activity of “ubiquitin-proteasome pathways”
 inhibited by EPA (Eicosapentanoic acid)
 EPA does not block protein synthesis
 EPA attenuate the binding of NFkB to the
nucleus
 EPA in combination with high protein
nutrition?  help cancer cachexia?
 EPA in combination with 15LOX inhibitor-
CV6504  treat cancer cachexia?
 Membantu mempertahankan berat badan dan kondisi fit
 Mencegah kerusakan jaringan dan membantu pembentukan
jaringan
 Melawan infeksi
 Mencegah dan memperbaiki defisiensi nutrisi
 Membantu pasien mentoleransi terapi
 Meminimalkan efek samping dan komplikasi terkait nutrisi.
Apa Peran Intervensi Nutrisi bagi Pasien Kanker ?
Memaksimalkan kualitas hidup dan prognosis
Being well-nourished has been linked to a
better prognosis - National Cancer Institute.2009
 Memperbaiki kekurangan nutrisi atau
mencegah malnutrisi.
 Mencegah komplikasi dan efek samping yang
berhubungan dengan nutrisi.
 Mencegah berkurangnya massa otot, tulang,
darah, organ dan massa tubuh yang lain.
 Memberikan kekuatan dan energi bagi tubuh.
 Mencegah terkena infeksi.
 Membantu penyembuhan dan meningkatkan
kualitas hidup.
 First step  Nutrition conselling
 Nutrition Screening tools:
Prognostic Nutrional Index (PNI)
Nutrional Risk Index (NRI)
Patient Generated Subjective Global
Assessment (PG-SGA)
 Pharmacotherapy:
MCA, Anabolic hormon, antiinflamasi, cyproheptadine dll
 Kebutuhan kalori:
 Perkiraan : stres berat; malabsorpsi : 35 kkal/kg
 Kebutuhan protein :
 Pasien kanker  keseimbangan nitrogen negatif
 Pasien kanker tanpa stres : 1 – 1.2 g/kg
 Hiperkatabolik : 1.2 – 1.6 g/kg
 Stres berat : 1.5 – 2.5 g/kg
 Transplantasi sel punca hematopoetik : 1.5 – 2 g/kg
Grant, B.Krause’s, Nutrition & Diet Therapy 2007
 Kebutuhan lemak :
± 30% dari total energi
Sobotka Basic in Clinical Nutrition.2007
• Kebutuhan mikronutrien :
Kesulitan makan / anoreksia
Perlu suplementasi vitamin &
mineral
22
Specific Nutrients
for
Cancer Patients
23
a. Omega 3 FA
b. BCAA
c. FOS
d. Selenium
e. Vit C
f. Vit E
Branched Chain Amino Acids :
(Valin, Isoleucine, Leucine)
- Asam amino esensial, untuk fungsi sel normal
- Memperbaiki sistem imun, morbiditas dan QOL
- Memperbaiki keseimbangan nitrogen dan sintesis
protein
- Meningkatkan nafsu makan  me↑ kecukupan kalori
• Perbaikan anoreksia : n=25 pasien kanker
BCAA vs plasebo : 55% vs 16%; p<0,05
Choudry, HA; et a.The Journal of Nutrition.2006;136.314S-318S
Calder, Philip.American Society for Nutrition.2006;136.288S-293S
Cangiano, C; et al.Journal of the National Cancer Institute.1996;88(8).550-1
OMEGA 3 : Eicosapentaenoic Acid (EPA)
 EPA : asam lemak tak jenuh ganda (PUFA)
 Menghambat penurunan berat badan,
membantu me↑ berat badan, dan me↑ harapan
respons terapi.
 EPA secara bermakna mengurangi proses
peradangan yang menyebabkan gangguan
nutrisi pada pasien kanker.
National Cancer Institute.Eicosapentaenoic Acid.www.cancer.gov
SJ, Wigmore; et al.Clin Sci.1997;92(2).215-21
I, Bayram; et al.Pediatr Blood Cancer.2009; 52(5).571-4
Ryan, Aoife; et al.Annals of Surgery.2009; 249(3).355-63
“The available evidences indicate that increasing the
amount of omega 3 will be beneficial to cancer survival”
– The Journal of Nutrition.2002.3508S-12S -
Nutrisi Peran
Selenium -Menghindari kerusakan oksidatif
-Berhubungan terbalik dengan mortalitas kanker
Zinc -Membantu meningkatkan harapan hidup
-Komponen > 200 metaloenzim tubuh
Vitamin C, E -Antioksidan
-Membantu mengembalikan berat badan
B Complex - Diperlukan dalam berbagai proses metabolik
Beberapa vitamin & mineral terkandung :
“Protein rich supplements containing n-3 PUFA and high levels
of antioxidant vitamins can reverse severe weight loss”
--Grimble. RF.Nutritional Therapy for Cancer Cachexia.Gut.2003;52:1391-2 --
NaturalTherapy.FOS_Fructooligosaccharides.2009
Wikipedia.Fructooligosaccharide.2009
Prebiotik , karbohidrat yg tidak dicerna
Meningkatkan jumlah ‘bakteri baik’ di
saluran cerna
Memperbaiki proses pencernaan dan penyerapan
nutrisi; mengurangi gangguan saluran cerna
“Berbagai penelitian menunjukan bahwa flora usus normal
merupakan pertahanan yg sangat efektif terhadap patogen dan
mikroorganisme ooportunistik” – Journal of Nutrition.2000.396S-402S-
 Anorexia – Cachexia cukup sering didapatkan dan
merupakan salah satu faktor prognostik penting
pasien kanker.
 Patofisiologi anoreksia-kaheksia kanker bersifat
multifaktorial.
 Diperlukan formula nutrisi khusus untuk
menangani permasalahan nutrisi pasien kanker.
 Nutrican : satu-satunya formula nutrisi khusus
bagi pasien kanker yang diformulasi oleh ahli
Indonesia.
Nutrition For Cancer Patient
 Merk dagang : NutriCan
 Kemasan : Box @ 1 Sachet @ 245 gram untuk
3x pemberian
 Bentuk : Serbuk
 Rasa : Jeruk & Strawberry
 Anjuran : 3x perhari
 Pemberian
81 gram (5 sdk takar) dilarutkan dalam 200mL air
hangat.
Indikasi : “Membantu mencegah penurunan berat
badan yang drastis (kaheksia) akibat penyakit
kronis, salah satunya pada kanker”
BPOM RI MD 813409131006
Petunjuk Pemberian :
 Kalori : 330 kkal/saji
 Rekomendasi : 3 x saji/hari (atau sesuai keperluan)
 Diberikan sebagai makanan pelengkap
 Dapat diberikan per oral atau sonde
 Simpan dalam tempat kering & bersih pada suhu ruangan
 Setelah dibuka, harus dikonsumsi dalam maks 1 bulan
 Jangan dikonsumsi jika ada perubahan bau, warna, atau
rasa
Perhatian khusus:
Gangguan fungsi ginjal
(Gangguan fungsi hati berat)
Z
ZA
AT
T G
GI
IZ
ZI
I
Jumlah % AKG*
Per saji Per hari Per saji Per
hari**
Protein
Isoleusin
Leusin
Valin
Total BCAA
BCAA/protein (%)
Phenylalanine
Triptofan
Histidin
Tyrosin
19 g
1,47 g
2,60 g
1,30 g
4,01 g
0,58 g
0,20 g
0,35 g
1,70 g
57,00 g
4,41 g
7,80 g
3,90 g
12,03 g
21,10 %
1,74 g
0,60 g
1,05 g
1,71 g
31,7 % 95,0 %
Lemak total
DHA
EPA
Lemak jenuh
Lemak tidak jenuh
tunggal
Lemak tidak jenuh ganda
Kolesterol
Omega 3
Omega 6
Rasio ω 3 : ω6
7,00 g
0,49 g
0,29 g
1,30 g
3,00 g
2,20 g
0 g
0,95 g
1,27 g
21,00 g
1,47 g
0,87 g
3,90 g
9,00 g
6,60 g
-
2,85 g
3,81g
1 : 1,27
11,3 %
7 %
33,9 %
21 %
Karbohidrat total (tanpa
FOS)
Serat pangan
Total Gula
Sukrosa
Laktosa
51 g
3 g
10 g
3 g
2,43 g
153 g
9 g
9,00 g
7,29 g
17 %
12 %
51 %
36 %
*
3 kali saji per hari
**
Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2.000 kkal. Kebutuhan energi dapat
berbeda tiap orang
Energy Dense :
1.36 kkal/mL
Kalori / Saji :
330 kkal
Jumlah % AKG*
Z
ZA
AT
T G
GI
IZ
ZI
I
Per saji Per hari Per saji Per hari**
VITAMIN :
Vitamin A 485,19 IU 1.455,6 IU 25 % 75 %
Vitamin C 100,85 mg 302,55 mg 110 % 330 %
Vitamin D3 232,47 IU 697,41 IU 60 % 180 %
Vitamin E 15,80 mg 47,40 mg 105 % 315 %
Vitamin B1 1,32 mg 3,96 mg 130 % 390 %
Vitamin B2 1,28 mg 3,84 mg 105 % 315 %
Niasin 14,44 mg 43,32 mg 95 % 285 %
Vitamin B6 1,34 mg 4,02 mg 105 % 315 %
Vitamin B12 1,45 μg 4 , 3 5 μ g 6 0 % 1 8 0 %
Asam folat 166,31 μg 4 9 8 , 9 3 μ g 4 0 % 1 2 0 %
A s a m p a n t o t e n a t 2 , 0 1 m g 6 , 0 3 m g 3 0 % 9 0 %
B i o t i n 1 7 , 9 3 μ g 5 3 , 7 9 μ g
K o l i n 6 8 , 0 4 m g 2 0 4 , 1 2 m g
MINERAL :
Kalsium 197,62 mg 592,86 mg 25 % 75 %
Besi 5,75 mg 17,25 mg 20 % 60 %
Fosfor 183,06 mg 549,18 mg 30 % 90 %
Magnesium 204,09 mg 612,27 mg 75 % 225 %
Seng / Zinc 6,88 mg 20,64 mg 60 % 180 %
Iodium 42,25 μg 1 2 6 , 7 5 μ g 3 0 % 9 0 %
Selenium 30,78 μg 9 2 , 3 4 μ g 1 0 5 % 3 1 5 %
N a t r i u m 5 3 , 9 4 m g 1 6 1 , 8 2 m g 2 % 6 %
K a l i u m 1 7 8 , 3 1 m g 5 3 4 , 9 3 m g 4 % 1 2 %
K l o r i d a 7 3 , 0 9 m g 2 1 9 , 2 7 m g
K r o m i u m 3 6 , 5 3 μ g 1 0 9 , 5 9 μ g
*
3 kali saji per hari
**
Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2.000 kkal. Kebutuhan energi dapat
berbeda tiap orang

TERAPI_NUTRISI_PADA_PASIEN_KANKER.pdf

  • 1.
    1 I Wayan Sudarsa SubBagian Bedah Onkologi , Bagian Bedah FK Unud/ RSUP Sanglah Denpasar
  • 3.
     Nutrisi yangbaik sangat penting untuk pasien kanker.  Kebiasaan makan yang baik sangat diperlukan selama pengobatan kanker.  Kanker sendiri dapat mengubah kebutuhan akan makanan /nutrisi.  Kanker dan pengobatan kanker dapat mempengaruhi nutrisi.  Anorexia dan cachexia (CCF) paling sering sebagai penyebab malnutrition pada pasien kanker.  Sangat penting mencegah dan mengobati penurunan berat badan akibat kanker dan pengobatannya
  • 4.
     Penurunan beratbadan dan malnutrisi sering terjadi  Sebagai indikator prognosis buruk  Insiden : 30 – 80%  15% malnutrisi berat  97.6% membutuhkan intervensi nutrisi.  Kebanyakan Pasien rawat jalan sulit makan dengan jumlah cukup  Penurunan berat badan berhubungan dengan stres psikologis dan pe↓ QOL Choudry, HA; et al.The Jopurnal of Nutrition.2006.314S-8S Clinical Nutrition 2005; 24(5): 801-14 Anorexia, jika tidak diterapi, dapat berkembang menjadi cancer cachexia NS, Tchekmedyian,NS; et al.Oncology. 1002;49(2).3-7
  • 5.
     ↓ Kualitashidup  ↓ Status fungsional  ↓ Respon terapi  Perubahan body image  ↑ Lama perawatan  Rawat inap yang tidak perlu  ↑ Komplikasi / infeksi  ↓ Harapan hidup “15% weight loss leads to impaired physiological function, and death normally occurs when weight loss is about 30%” - Tisdale. MJ.Nature Reviews Cancer.2002;2:862-71
  • 7.
    7 14% 38% 14% 10% 14% 15% 26% 30% 38% Anorexia at pointof cancer diagnosis : up to 55% Sutton, M; et al.Lancet Oncol.2003;4.149-57
  • 8.
     Proses pengambilandan penggunaan zat gizi oleh tubuh.  Ada tiga tahap: Memasukkan makanan ke dalam tubuh Pemecahan makanan  unsur gizi Pendistribusian zat gizi ke seluruh tubuh  Terapi Nutrisi merupakan terapi Supportive pada pasien kanker
  • 9.
     Oleh karenakanker sendiri  Oleh karena pengobatan kanker: Pembedahan Kemoterapi Radioterapi Imunoterapi Transplantasi
  • 10.
     Anorexia (lossof appetite)  Mouth sores.  Dry mouth.  Trouble swallowing.  Nausea  Vomiting  Diarrhea  Constipation  Pain.  Depression  Anxiety
  • 11.
     Anorexia dancachexia merupakan penyebab tersering malnutrisi pada kanker  Anorexia (the loss of appetite or desire to eat) merupakan gejala tersering pada pasien kanker  Anorexia dapat terjadi baik pada fase awal maupun lanjut dari pertumbuhan kanker  Sebagian besar pasien kanker stadium lanjut mengalami anorexia.
  • 12.
     Adalah kondisiyang ditandai dengan: loss of appetite, weight loss, muscle loss, and general weakness.  Paling sering didapatkan pada: Kanker paru, Pancreas, gaster, kolon kanan  Harus dideteksi dan diatasi sejak awal karena sangat sulit menanganinya  Anorexia dan Cachexia bisa terjadi bersamaan  Weight loss can be caused by eating fewer calories, using more calories, or both.
  • 13.
    13 HOST CYTOKINE PRODUCTION Glucose Production ProteinSynthesis Glucose, Amino Acid, Triglyserides TUMOR GROWTH BRAIN Hypothalamic resistance FAT FFA, Glyserol release Fat Storage MUSCLE FFA LIVER FFA Amino Acid Lactate Amino Acid Anorexia Synthesis , Breakdown Rombeau, WB saunders, 1990 PATOPHYSIOLOGY MALNUTRITION INDUCED BY CANCER
  • 14.
     Inflammation cytokines(TNFα, IL-1, IL-6, INFƳ)  responsible for cachexia syndrome in Cancers? (20% cancers  caused by inflammation)  Directly or Indirectly through NFkB?  Inflammation  NFkB  cancers  NFkB  2 opposing effects (halts protein degradation by blocking production of C3 proteosome subunit >< promotes protein degradation by preventing muscle differentiation during muscle repair through supression of “myoD”  PIF (= Proteolysis Inducing Factor)  important role in protein degradation (in muscle)  induces “ubiquitin proteosome proteolytic pathway”
  • 15.
     PIF 15 HETE (formed by 15LOX) increase activity of “ubiquitin-proteasome pathways”  inhibited by EPA (Eicosapentanoic acid)  EPA does not block protein synthesis  EPA attenuate the binding of NFkB to the nucleus  EPA in combination with high protein nutrition?  help cancer cachexia?  EPA in combination with 15LOX inhibitor- CV6504  treat cancer cachexia?
  • 16.
     Membantu mempertahankanberat badan dan kondisi fit  Mencegah kerusakan jaringan dan membantu pembentukan jaringan  Melawan infeksi  Mencegah dan memperbaiki defisiensi nutrisi  Membantu pasien mentoleransi terapi  Meminimalkan efek samping dan komplikasi terkait nutrisi. Apa Peran Intervensi Nutrisi bagi Pasien Kanker ? Memaksimalkan kualitas hidup dan prognosis Being well-nourished has been linked to a better prognosis - National Cancer Institute.2009
  • 17.
     Memperbaiki kekurangannutrisi atau mencegah malnutrisi.  Mencegah komplikasi dan efek samping yang berhubungan dengan nutrisi.  Mencegah berkurangnya massa otot, tulang, darah, organ dan massa tubuh yang lain.  Memberikan kekuatan dan energi bagi tubuh.  Mencegah terkena infeksi.  Membantu penyembuhan dan meningkatkan kualitas hidup.
  • 18.
     First step Nutrition conselling  Nutrition Screening tools: Prognostic Nutrional Index (PNI) Nutrional Risk Index (NRI) Patient Generated Subjective Global Assessment (PG-SGA)  Pharmacotherapy: MCA, Anabolic hormon, antiinflamasi, cyproheptadine dll
  • 19.
     Kebutuhan kalori: Perkiraan : stres berat; malabsorpsi : 35 kkal/kg  Kebutuhan protein :  Pasien kanker  keseimbangan nitrogen negatif  Pasien kanker tanpa stres : 1 – 1.2 g/kg  Hiperkatabolik : 1.2 – 1.6 g/kg  Stres berat : 1.5 – 2.5 g/kg  Transplantasi sel punca hematopoetik : 1.5 – 2 g/kg Grant, B.Krause’s, Nutrition & Diet Therapy 2007
  • 20.
     Kebutuhan lemak: ± 30% dari total energi Sobotka Basic in Clinical Nutrition.2007 • Kebutuhan mikronutrien : Kesulitan makan / anoreksia Perlu suplementasi vitamin & mineral
  • 22.
  • 23.
    23 a. Omega 3FA b. BCAA c. FOS d. Selenium e. Vit C f. Vit E
  • 24.
    Branched Chain AminoAcids : (Valin, Isoleucine, Leucine) - Asam amino esensial, untuk fungsi sel normal - Memperbaiki sistem imun, morbiditas dan QOL - Memperbaiki keseimbangan nitrogen dan sintesis protein - Meningkatkan nafsu makan  me↑ kecukupan kalori • Perbaikan anoreksia : n=25 pasien kanker BCAA vs plasebo : 55% vs 16%; p<0,05 Choudry, HA; et a.The Journal of Nutrition.2006;136.314S-318S Calder, Philip.American Society for Nutrition.2006;136.288S-293S Cangiano, C; et al.Journal of the National Cancer Institute.1996;88(8).550-1
  • 25.
    OMEGA 3 :Eicosapentaenoic Acid (EPA)  EPA : asam lemak tak jenuh ganda (PUFA)  Menghambat penurunan berat badan, membantu me↑ berat badan, dan me↑ harapan respons terapi.  EPA secara bermakna mengurangi proses peradangan yang menyebabkan gangguan nutrisi pada pasien kanker. National Cancer Institute.Eicosapentaenoic Acid.www.cancer.gov SJ, Wigmore; et al.Clin Sci.1997;92(2).215-21 I, Bayram; et al.Pediatr Blood Cancer.2009; 52(5).571-4 Ryan, Aoife; et al.Annals of Surgery.2009; 249(3).355-63 “The available evidences indicate that increasing the amount of omega 3 will be beneficial to cancer survival” – The Journal of Nutrition.2002.3508S-12S -
  • 26.
    Nutrisi Peran Selenium -Menghindarikerusakan oksidatif -Berhubungan terbalik dengan mortalitas kanker Zinc -Membantu meningkatkan harapan hidup -Komponen > 200 metaloenzim tubuh Vitamin C, E -Antioksidan -Membantu mengembalikan berat badan B Complex - Diperlukan dalam berbagai proses metabolik Beberapa vitamin & mineral terkandung : “Protein rich supplements containing n-3 PUFA and high levels of antioxidant vitamins can reverse severe weight loss” --Grimble. RF.Nutritional Therapy for Cancer Cachexia.Gut.2003;52:1391-2 --
  • 27.
    NaturalTherapy.FOS_Fructooligosaccharides.2009 Wikipedia.Fructooligosaccharide.2009 Prebiotik , karbohidratyg tidak dicerna Meningkatkan jumlah ‘bakteri baik’ di saluran cerna Memperbaiki proses pencernaan dan penyerapan nutrisi; mengurangi gangguan saluran cerna “Berbagai penelitian menunjukan bahwa flora usus normal merupakan pertahanan yg sangat efektif terhadap patogen dan mikroorganisme ooportunistik” – Journal of Nutrition.2000.396S-402S-
  • 28.
     Anorexia –Cachexia cukup sering didapatkan dan merupakan salah satu faktor prognostik penting pasien kanker.  Patofisiologi anoreksia-kaheksia kanker bersifat multifaktorial.  Diperlukan formula nutrisi khusus untuk menangani permasalahan nutrisi pasien kanker.  Nutrican : satu-satunya formula nutrisi khusus bagi pasien kanker yang diformulasi oleh ahli Indonesia.
  • 30.
  • 31.
     Merk dagang: NutriCan  Kemasan : Box @ 1 Sachet @ 245 gram untuk 3x pemberian  Bentuk : Serbuk  Rasa : Jeruk & Strawberry  Anjuran : 3x perhari  Pemberian 81 gram (5 sdk takar) dilarutkan dalam 200mL air hangat. Indikasi : “Membantu mencegah penurunan berat badan yang drastis (kaheksia) akibat penyakit kronis, salah satunya pada kanker” BPOM RI MD 813409131006
  • 32.
    Petunjuk Pemberian : Kalori : 330 kkal/saji  Rekomendasi : 3 x saji/hari (atau sesuai keperluan)  Diberikan sebagai makanan pelengkap  Dapat diberikan per oral atau sonde  Simpan dalam tempat kering & bersih pada suhu ruangan  Setelah dibuka, harus dikonsumsi dalam maks 1 bulan  Jangan dikonsumsi jika ada perubahan bau, warna, atau rasa Perhatian khusus: Gangguan fungsi ginjal (Gangguan fungsi hati berat)
  • 33.
    Z ZA AT T G GI IZ ZI I Jumlah %AKG* Per saji Per hari Per saji Per hari** Protein Isoleusin Leusin Valin Total BCAA BCAA/protein (%) Phenylalanine Triptofan Histidin Tyrosin 19 g 1,47 g 2,60 g 1,30 g 4,01 g 0,58 g 0,20 g 0,35 g 1,70 g 57,00 g 4,41 g 7,80 g 3,90 g 12,03 g 21,10 % 1,74 g 0,60 g 1,05 g 1,71 g 31,7 % 95,0 % Lemak total DHA EPA Lemak jenuh Lemak tidak jenuh tunggal Lemak tidak jenuh ganda Kolesterol Omega 3 Omega 6 Rasio ω 3 : ω6 7,00 g 0,49 g 0,29 g 1,30 g 3,00 g 2,20 g 0 g 0,95 g 1,27 g 21,00 g 1,47 g 0,87 g 3,90 g 9,00 g 6,60 g - 2,85 g 3,81g 1 : 1,27 11,3 % 7 % 33,9 % 21 % Karbohidrat total (tanpa FOS) Serat pangan Total Gula Sukrosa Laktosa 51 g 3 g 10 g 3 g 2,43 g 153 g 9 g 9,00 g 7,29 g 17 % 12 % 51 % 36 % * 3 kali saji per hari ** Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2.000 kkal. Kebutuhan energi dapat berbeda tiap orang Energy Dense : 1.36 kkal/mL Kalori / Saji : 330 kkal
  • 34.
    Jumlah % AKG* Z ZA AT TG GI IZ ZI I Per saji Per hari Per saji Per hari** VITAMIN : Vitamin A 485,19 IU 1.455,6 IU 25 % 75 % Vitamin C 100,85 mg 302,55 mg 110 % 330 % Vitamin D3 232,47 IU 697,41 IU 60 % 180 % Vitamin E 15,80 mg 47,40 mg 105 % 315 % Vitamin B1 1,32 mg 3,96 mg 130 % 390 % Vitamin B2 1,28 mg 3,84 mg 105 % 315 % Niasin 14,44 mg 43,32 mg 95 % 285 % Vitamin B6 1,34 mg 4,02 mg 105 % 315 % Vitamin B12 1,45 μg 4 , 3 5 μ g 6 0 % 1 8 0 % Asam folat 166,31 μg 4 9 8 , 9 3 μ g 4 0 % 1 2 0 % A s a m p a n t o t e n a t 2 , 0 1 m g 6 , 0 3 m g 3 0 % 9 0 % B i o t i n 1 7 , 9 3 μ g 5 3 , 7 9 μ g K o l i n 6 8 , 0 4 m g 2 0 4 , 1 2 m g MINERAL : Kalsium 197,62 mg 592,86 mg 25 % 75 % Besi 5,75 mg 17,25 mg 20 % 60 % Fosfor 183,06 mg 549,18 mg 30 % 90 % Magnesium 204,09 mg 612,27 mg 75 % 225 % Seng / Zinc 6,88 mg 20,64 mg 60 % 180 % Iodium 42,25 μg 1 2 6 , 7 5 μ g 3 0 % 9 0 % Selenium 30,78 μg 9 2 , 3 4 μ g 1 0 5 % 3 1 5 % N a t r i u m 5 3 , 9 4 m g 1 6 1 , 8 2 m g 2 % 6 % K a l i u m 1 7 8 , 3 1 m g 5 3 4 , 9 3 m g 4 % 1 2 % K l o r i d a 7 3 , 0 9 m g 2 1 9 , 2 7 m g K r o m i u m 3 6 , 5 3 μ g 1 0 9 , 5 9 μ g * 3 kali saji per hari ** Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2.000 kkal. Kebutuhan energi dapat berbeda tiap orang