Metode Simpleks 
Maksimum 
Nur Asyifa (1113017000032) 
Hanna Ramadhana. W (1113017000040) 
Ana Matofani (1113017000045) 
Jafar as-shodiq Al-jufri (1113017000053) 
Andina Aulia Rachma (1113017000054)
Metode simpleks adalah suatu prosedur 
aljabar yang bukan secara grafik untuk 
mencari nilai optimal dari fungsi tujuan 
dalam masalah optimasi yang terkendala 
Penentuan solusi optimal dilakukan dengan 
memeriksa titik ekstrim satu per satu 
dengan cara perhitungan iteratif 
Penentuan solusi optimal dengan simpleks 
dilakukan tahap demi tahap yang disebut 
dengan iterasi
1. Semua kendala berupa persamaan 
dengan sisi kanan non negatif 
2. Semua variabel non negatif 
3. Fungsi tujuan dapat memaksimumkan 
atau meminimumkan
Langkah 1 : Membuat permodelan dengan: 
a. Menentukan variabel bebas 
b. Menentukan batasan-batasan 
c. Menentukan fungsi tujuan 
Langkah 2 : Menentukan slack atau surplus 
Langkah 3 : Membuat tabel iterasi 
Langkah 4 : Menentukan pivot kolom dengan 
mencari nilai fungsi tujuan (Z) terkecil 
Langkah 5 : Mencari pivot number dengan cara 
membagi kolom i 
Langkah 6 : Melakukan iterasi pada pivot kolom 
sehingga nilai pivot kolom menjadi 1
Bayu furniture memproduksi 2 jenis produk yaitu meja 
dan kursi yang harus diproses melalui perakitan dan 
finishing. Alokasi waktu untuk memproses perakitan 
adalah 60 jam kerja dan alokasi waktu proses finishing 
adalah 48 jam kerja 
Perakitan Finishing Laba/unit 
Meja 4 jam 2 jam Rp. 80.000 
Kursi 2 jam 4 jam Rp. 60.000 
Berapakah jumlah meja dan kursi yang 
harus diproduksi untuk mendapatkan 
keuntungan yang maksimal?
Variabel bebas : 
X1 = banyaknya meja 
X2 = banyaknya kursi 
Fungsi Tujuan : 
Z max = 8X1 + 6X2 
Batasan : 
4X1 + 2X2  60 
2X1 + 4X2  48 
X1, X2 ≥ 0
Menambahkan Slack berupa S1, s2 dst. Untuk 
menjadikan persamaan bertanda “sama dengan” 
4X1 + 2X2 + S1 = 60 
2X1 + 4X2 + S2 = 48 
-8X1 – 6X2 + Z = 0
Initial Visible Basic Solution 
VARIABEL BASIS VARIABEL NON BASIS 
SI = 60 X1 = X2 = 0 
S2 = 40 
Z = 0 
Variabel basis dapat dilihat dari tabel yang kolomnya 
membentuk matriks identitas.
Langkah 4 
X1 X2 S1 S2 Z Solusi 
4 2 1 0 0 60 
2 4 0 1 0 48 
-8 -6 0 0 1 0 
X1 X2 S1 S2 Z Solusi 
4 2 1 0 0 60 
2 4 0 1 0 48 
-8 -6 0 0 1 0 
Variabel 
S1 
S2 
Z 
Variabel 
S1 
S2 
Z 
Kolom pivot dan sebagai variabel masuk 
Penentu kolom pivot
Langkah 6 
X1 X2 S1 S2 Z Solusi 
4 2 1 0 0 60 
2 4 0 1 0 48 
--88 -6 0 0 1 0 
Variabel 
S1 
S2 
Z 
Variabel keluar 
Rasio 
60:4 = 15 
48:2 = 24 
- 
Pivot number
Langkah 7 
X1 X2 S1 S2 Z Solusi 
1 1/2 1/4 0 0 15 
2 4 0 1 0 48 
--88 -6 0 0 1 0 
Variabel 
X1 
S2 
Z 
baris pivot baru
Langkah 8 
X1 X2 S1 S2 Z Solusi 
1 ½ ¼ 0 0 15 
0 3 -1/2 1 0 18 
0 -2 2 0 1 120 
X1 X2 S1 S2 z Solusi 
1 0 1/3 -1/6 0 12 
0 1 -1/6 1/3 0 6 
0 0 5/3 2/3 1 132
Maka diperoleh x1 = 12 dan x2 = 6 
Untuk mendapatkan keuntungan 
maksimum, dengan metode simpleks 
perusahaan dapat memproduksi meja 
sebanyak 12 buah dan kursi sebanyak 6 
buah, sehingga mendapat penghasilan 
Z maks = 80.000x1 + 60.000x2 
= 80.000(12) + 60.000(6) 
= 960.000 + 360.000 
= 1.320.000
Maks Z = 8X1 + 9X2 + 4X3 
Kendala X1 + X2 + 2X3 ≤ 2 
2X1 + 3X2 + 4X3 ≤ 3 
7X1 + 6X2 + 2X3 ≤ 8 
X1, X2, X3 ≥ 0
 Ubah ke dalam bentuk persamaan 
Z = 8X1 + 9X2 + 4X3 
Z – 8X1 – 9X2 – 4X3 = 0 
X1 + X2 + 2X3 + S1 = 2 
2X1 + 3X2 + 4X3 + S2 = 3 
7X1 + 6X2 + 2X3 + S3 = 8 
X1, X2, X3 ≥ 0
Menentukan kolom pivot dan baris pivot 
Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Rasio 
Z -8 -4 0 0 0 0 - 
S1 1 1 2 1 0 0 2 2:1 = 2 
S2 2 3 4 0 1 0 3 3:3 = 1 
S3 7 6 2 0 0 1 8 
8:6 = 
4/3 
-9 
Kolom pivot dan sebagai variabel masuk Penentu kolom pivot
Menentukan kolom pivot dan baris pivot 
Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Rasio 
Z -8 -9 -4 0 0 0 0 - 
S1 1 1 2 1 0 0 2 2:1 = 2 
S2 2 4 0 1 0 3 3:3 = 1 
S3 7 6 2 0 0 1 8 
8:6 = 
4/3 
3 
Pivot number 
BaBriasr ipsi vpoivtot
Merubah nilai garis pivot 
Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK 
Z -8 -9 -4 0 0 0 0 
S1 1 1 2 1 0 0 2 
X2 2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 
S3 7 6 2 0 0 1 8 
Baris Z -8 -9 -4 0 0 0 0 
-9 (2/3 1 4/3 0 1/3 0 1) ___ 
Baris Baru -2 0 8 0 3 0 9
Baris S1 1 1 2 1 0 0 2 
1 (2/3 1 4/3 0 1/3 0 1) __ 
1/3 0 2/3 1 -1/3 0 1 
Baris S3 7 6 -2 0 0 1 8 
6 (2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 __ 
3 0 -6 0 -2 1 2
Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK 
Z -2 0 8 0 3 0 9 
S1 1/3 0 2/3 1 -1/3 0 1 
x2 2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 
S3 3 0 -6 0 -2 1 2 
VB = S1 = 1 VNB = X1=S2=X3=0 
X2 = 1 
S3 = 2 
Z = 9 
Karena nilai bariz Z pada kolom X1 masih terdapat angka negatif, 
maka tabel belum optimal 
Variabel keluar
VB X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Rasio 
Z -2 0 8 0 3 0 9 - 
S1 1/3 0 2/3 1 -1/3 0 1 3 
X2 2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 3/2 
X1 3 0 -6 0 -2 1 2 2/3 
Baris kolom baru
VB X1 X2 X3 S1 S2 S3 Solusi 
Z -2 0 8 0 3 0 9 
S1 1/3 0 2/3 1 -1/3 0 1 
X2 2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 
X1 1 0 -2 0 -2/3 1/3 2/3 
Variabel keluar 
Pada tahap ini kita melihat keoptimalan pada tabel 
karena terdapat nilai negatif pada baris Z, maka harus dilakukan 
pengulangan langkah 2 pada baris selain X2
Baris z -2 0 8 0 3 0 1 
-2 (1 0 -2 0 -2/3 1/3 2/3) __ 
0 0 4 0 5/3 2/3 31/3 
Baris S1 1/3 1 4/3 0 1/3 0 1 
1/3 (1 0 -2 0 -2/3 1/3 2/3) __ 
0 1 8/3 0 7/9 -2/9 5/9
VB X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK 
Z 0 0 4 0 5/3 2/3 31/3 
S1 0 0 4/3 1 -1/9 -1/9 7/9 
X2 0 1 8/3 0 7/9 -2/9 5/9 
X1 1 0 -2 0 -2/3 1/3 2/3 
VB = S1 = 7/9 
X2 = 5/9 VNB = X3 = S2 = S3 =0 
X1 = 2/3 
Z = 31/3 
Tabel optimal dengan Z maks = 31/3 
Baris kolom baru
Simpleks maksimum

Simpleks maksimum

  • 1.
    Metode Simpleks Maksimum Nur Asyifa (1113017000032) Hanna Ramadhana. W (1113017000040) Ana Matofani (1113017000045) Jafar as-shodiq Al-jufri (1113017000053) Andina Aulia Rachma (1113017000054)
  • 2.
    Metode simpleks adalahsuatu prosedur aljabar yang bukan secara grafik untuk mencari nilai optimal dari fungsi tujuan dalam masalah optimasi yang terkendala Penentuan solusi optimal dilakukan dengan memeriksa titik ekstrim satu per satu dengan cara perhitungan iteratif Penentuan solusi optimal dengan simpleks dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan iterasi
  • 3.
    1. Semua kendalaberupa persamaan dengan sisi kanan non negatif 2. Semua variabel non negatif 3. Fungsi tujuan dapat memaksimumkan atau meminimumkan
  • 4.
    Langkah 1 :Membuat permodelan dengan: a. Menentukan variabel bebas b. Menentukan batasan-batasan c. Menentukan fungsi tujuan Langkah 2 : Menentukan slack atau surplus Langkah 3 : Membuat tabel iterasi Langkah 4 : Menentukan pivot kolom dengan mencari nilai fungsi tujuan (Z) terkecil Langkah 5 : Mencari pivot number dengan cara membagi kolom i Langkah 6 : Melakukan iterasi pada pivot kolom sehingga nilai pivot kolom menjadi 1
  • 5.
    Bayu furniture memproduksi2 jenis produk yaitu meja dan kursi yang harus diproses melalui perakitan dan finishing. Alokasi waktu untuk memproses perakitan adalah 60 jam kerja dan alokasi waktu proses finishing adalah 48 jam kerja Perakitan Finishing Laba/unit Meja 4 jam 2 jam Rp. 80.000 Kursi 2 jam 4 jam Rp. 60.000 Berapakah jumlah meja dan kursi yang harus diproduksi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal?
  • 6.
    Variabel bebas : X1 = banyaknya meja X2 = banyaknya kursi Fungsi Tujuan : Z max = 8X1 + 6X2 Batasan : 4X1 + 2X2  60 2X1 + 4X2  48 X1, X2 ≥ 0
  • 7.
    Menambahkan Slack berupaS1, s2 dst. Untuk menjadikan persamaan bertanda “sama dengan” 4X1 + 2X2 + S1 = 60 2X1 + 4X2 + S2 = 48 -8X1 – 6X2 + Z = 0
  • 8.
    Initial Visible BasicSolution VARIABEL BASIS VARIABEL NON BASIS SI = 60 X1 = X2 = 0 S2 = 40 Z = 0 Variabel basis dapat dilihat dari tabel yang kolomnya membentuk matriks identitas.
  • 9.
    Langkah 4 X1X2 S1 S2 Z Solusi 4 2 1 0 0 60 2 4 0 1 0 48 -8 -6 0 0 1 0 X1 X2 S1 S2 Z Solusi 4 2 1 0 0 60 2 4 0 1 0 48 -8 -6 0 0 1 0 Variabel S1 S2 Z Variabel S1 S2 Z Kolom pivot dan sebagai variabel masuk Penentu kolom pivot
  • 10.
    Langkah 6 X1X2 S1 S2 Z Solusi 4 2 1 0 0 60 2 4 0 1 0 48 --88 -6 0 0 1 0 Variabel S1 S2 Z Variabel keluar Rasio 60:4 = 15 48:2 = 24 - Pivot number
  • 11.
    Langkah 7 X1X2 S1 S2 Z Solusi 1 1/2 1/4 0 0 15 2 4 0 1 0 48 --88 -6 0 0 1 0 Variabel X1 S2 Z baris pivot baru
  • 12.
    Langkah 8 X1X2 S1 S2 Z Solusi 1 ½ ¼ 0 0 15 0 3 -1/2 1 0 18 0 -2 2 0 1 120 X1 X2 S1 S2 z Solusi 1 0 1/3 -1/6 0 12 0 1 -1/6 1/3 0 6 0 0 5/3 2/3 1 132
  • 13.
    Maka diperoleh x1= 12 dan x2 = 6 Untuk mendapatkan keuntungan maksimum, dengan metode simpleks perusahaan dapat memproduksi meja sebanyak 12 buah dan kursi sebanyak 6 buah, sehingga mendapat penghasilan Z maks = 80.000x1 + 60.000x2 = 80.000(12) + 60.000(6) = 960.000 + 360.000 = 1.320.000
  • 14.
    Maks Z =8X1 + 9X2 + 4X3 Kendala X1 + X2 + 2X3 ≤ 2 2X1 + 3X2 + 4X3 ≤ 3 7X1 + 6X2 + 2X3 ≤ 8 X1, X2, X3 ≥ 0
  • 15.
     Ubah kedalam bentuk persamaan Z = 8X1 + 9X2 + 4X3 Z – 8X1 – 9X2 – 4X3 = 0 X1 + X2 + 2X3 + S1 = 2 2X1 + 3X2 + 4X3 + S2 = 3 7X1 + 6X2 + 2X3 + S3 = 8 X1, X2, X3 ≥ 0
  • 16.
    Menentukan kolom pivotdan baris pivot Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Rasio Z -8 -4 0 0 0 0 - S1 1 1 2 1 0 0 2 2:1 = 2 S2 2 3 4 0 1 0 3 3:3 = 1 S3 7 6 2 0 0 1 8 8:6 = 4/3 -9 Kolom pivot dan sebagai variabel masuk Penentu kolom pivot
  • 17.
    Menentukan kolom pivotdan baris pivot Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Rasio Z -8 -9 -4 0 0 0 0 - S1 1 1 2 1 0 0 2 2:1 = 2 S2 2 4 0 1 0 3 3:3 = 1 S3 7 6 2 0 0 1 8 8:6 = 4/3 3 Pivot number BaBriasr ipsi vpoivtot
  • 18.
    Merubah nilai garispivot Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Z -8 -9 -4 0 0 0 0 S1 1 1 2 1 0 0 2 X2 2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 S3 7 6 2 0 0 1 8 Baris Z -8 -9 -4 0 0 0 0 -9 (2/3 1 4/3 0 1/3 0 1) ___ Baris Baru -2 0 8 0 3 0 9
  • 19.
    Baris S1 11 2 1 0 0 2 1 (2/3 1 4/3 0 1/3 0 1) __ 1/3 0 2/3 1 -1/3 0 1 Baris S3 7 6 -2 0 0 1 8 6 (2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 __ 3 0 -6 0 -2 1 2
  • 20.
    Variabel X1 X2X3 S1 S2 S3 NK Z -2 0 8 0 3 0 9 S1 1/3 0 2/3 1 -1/3 0 1 x2 2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 S3 3 0 -6 0 -2 1 2 VB = S1 = 1 VNB = X1=S2=X3=0 X2 = 1 S3 = 2 Z = 9 Karena nilai bariz Z pada kolom X1 masih terdapat angka negatif, maka tabel belum optimal Variabel keluar
  • 21.
    VB X1 X2X3 S1 S2 S3 NK Rasio Z -2 0 8 0 3 0 9 - S1 1/3 0 2/3 1 -1/3 0 1 3 X2 2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 3/2 X1 3 0 -6 0 -2 1 2 2/3 Baris kolom baru
  • 22.
    VB X1 X2X3 S1 S2 S3 Solusi Z -2 0 8 0 3 0 9 S1 1/3 0 2/3 1 -1/3 0 1 X2 2/3 1 4/3 0 1/3 0 1 X1 1 0 -2 0 -2/3 1/3 2/3 Variabel keluar Pada tahap ini kita melihat keoptimalan pada tabel karena terdapat nilai negatif pada baris Z, maka harus dilakukan pengulangan langkah 2 pada baris selain X2
  • 23.
    Baris z -20 8 0 3 0 1 -2 (1 0 -2 0 -2/3 1/3 2/3) __ 0 0 4 0 5/3 2/3 31/3 Baris S1 1/3 1 4/3 0 1/3 0 1 1/3 (1 0 -2 0 -2/3 1/3 2/3) __ 0 1 8/3 0 7/9 -2/9 5/9
  • 24.
    VB X1 X2X3 S1 S2 S3 NK Z 0 0 4 0 5/3 2/3 31/3 S1 0 0 4/3 1 -1/9 -1/9 7/9 X2 0 1 8/3 0 7/9 -2/9 5/9 X1 1 0 -2 0 -2/3 1/3 2/3 VB = S1 = 7/9 X2 = 5/9 VNB = X3 = S2 = S3 =0 X1 = 2/3 Z = 31/3 Tabel optimal dengan Z maks = 31/3 Baris kolom baru