ANALISIS
SENSITIVITAS/ANALISIS POST
OPTIMAL
( METODE SIMPLEKS )
Analisa Sensitivitas
• Bagaimana pengaruh perubahan data
terhadap solusi optimum
• Memberikan jawaban atas : “sampai seberapa
jauh perubahan dibenarkan tanpa mengubah
solusi optimum, atau tanpa menghitung solusi
optimum dari awal
Ada tiga pertanyaan yang ingin dijawab dalam
analisa sensitivitas
1. Kendala mana yang dapat dilonggarkan (dinaikkan) dan
seberapa besar kelonggaran (kenaikan) dapat
dibenarkan, sehingga menaikkan nilai Z tetapi tanpa
melakukan penghitungan dari awal. Sebaliknya, kedala
mana yang dapat dikurangi tanpa menurunkan nilai Z,
dan tanpa melakukan perhitungan dari awal
2. Kendala mana yang mendapatkan prioritas untuk
dilonggarkan (dinaikkan)
3. Seberapa besar koefisien fungsi tujuan dapat dibenarkan
untuk berubah, tanpa mengubah solusi optimal
Contoh :
› Sebagaiman contoh terdahulu :
› Maksimumkan Z = 20.000X1 + 30.000X2
› Dengan kendala : X1 + 2X2 ≤ 400
› X1 + 0,75X2 ≤ 240
› 0X1 + X2 ≤ 180
› X1, X2 ≥ 0
› Dari hasil Iterasi diperoleh nilai optimum sebagaimana dalam
tabel berikut “
Var. Dsr Z X1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 0 0 0 12.000 8.000 0
6.720.000
X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40
S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52
X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128
1
1
1
Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat
diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu:
x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 6.720.000 dan S3 = 52
› Tabel diatas pemecahan maksimisasi kontribusi
( dengan melalui proses iterasi kolom ),
memperlihatkan hasil optimal berikut :
› =
› Matrik optimal peubah dummy Sj adalah sebagai
berikut :
›
›
S1 S2 S3
› Melalui operasi analisis sesnsitivitas (pasca Optimal ):
› Matrik peubah dummy X vector kolom NSK inisial = hasil optimal
NSK inisial ialah NSK fungsi kendala program
› =
› Memeriksa keabsahan Hasil optimal :
› Kontribusi maksimum adalah 6.720.000, hasil ini dapat
diperoleh melalui operasi berikut :
› [20.000 0 30.000 ]
›
› Melalui operasi analisis sesnsitivitas (pasca Optimal ):
› Matrik peubah dummy X vector kolom NSK inisial = hasil optimal
NSK inisial ialah NSK fungsi kendala program
› =
› Memeriksa keabsahan Hasil optimal :
› Kontribusi maksimum adalah 6.720.000, hasil ini dapat
diperoleh melalui operasi berikut :
› [20.000 0 30.000 ]
›
› [12.000 8.000 0 ] = 6.720.000
Operasi diatas menunjukkan, hasil yang diperoleh adalah sama
dengan kontribusi maksimum yang tercantum dalam tabel diatas.
Dengan demikian nilai optimal yang diperoleh tersebut memperlihatkan
hasil yang cermat.
Harga Bayangan ( Shadow Price) Program
Optimasi
› Harga bayangan atau shadow price merupakan himpunan
nilai-nilai optimal program linier, yang menunjukkan
schedule penambahan biaya variable sekarang ini untuk
menambah satu satuan masukan yang menentukan ( pada
program minimisasi biaya) dan menunjukan schedule
pertambahan konstribusi sekarang ini apabila masukan
langka yang menentukan ditambah satu satuan (pada
program maksimisasi kontribusi)
› Harga bayangan dimaksud ditunjukkan oleh nilai-nilai baris
identitas dibawah peubah dummy Sj. Pada tabel diatas
harga bayangan adalah yang ditunjukan(pada kolom S1, S2
dan S3 yaitu ( 12.000 8.000 0 )
› Nilai bayanhg dimaksud dapat dicari melalui operasi
berikut :
› ( 20.000 0 30.000 ) ( 20.000 8.000 0).
[12.000 8.000 0 ] = 6.720.000
› Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi
Maksimum Program Linier.
Jangkauan Konstribusi
› Dari contoh soal diatas konstribusi X1 adalah 20.000
dan kontribusi X2 adalah 30.000.
› Misalkan konstribusi X1 bukan lagi 20.000 tetapi C1 dan
X2 bukan 30.000 tapi C2, maka perubahan tersebut
menghasilkan jangkaian nilai sebagai berikut :
› 1). Kontribusi X1
› Jangkauan kontribusi tersebut dihitung dengan
operasi :
› C’1 x Matriks peubah Dummy Optimal
› ( C1 0 30.000 )
› Kontribusi selalu disyarat kan pisitif maka
› -0,6C1 + 24.000 ≥ 0 dikali dengan (-1) sehingga diperoleh
› 0,6C1 – 24.000 ≤ 0 dan C1 ≤ 24.000/0,6 atau C1 ≤ 40.000
› 1,6C1 – 24.000 ≥ 0
› 1,6 > 24.000 sehingga C1 > 15.000
Jangkau Kontribusi X2
› ( 20.000 0 C2 )
› Kontribusi selalu disyarat kan pisitif maka
› -12.000 + 0,8C2 ≥ 0 sehingga 0,8C2 > 12.000 atau C2 > 15.000
› 32.000 – 0,8C2 > 0 dikali dengan (-1) sehingga diperoleh
› -32.000 + 0,8C2 < 0 atau C2 ≤ 32.000/0,4 atau C2 ≤ 40.000
› Dari hasil perhitungan diatas diperoleh interval C1 dan C2
yaitu 15.000 < C1 < 40.000 dan ,
› 15.000 < C2 < 40.000 dan
› Hasil diatas menunjukkan bahwa jangkau konstribusi untuk
X1 dan X2 adalah sama. Pada perhitungan kontribusi
optimal diatas, kontribusi X1 adalah 20.000 (mendekati
batas bawah) dan konttribusi X2 aalah 30.000 ( mendekati
batas atas),
› Dengan informasi tersebut maka manajemen dapat
merumuskan kebijakan harga yang baru, misalnya
menaikan harga jual X1. Andaikan biaya variable satuan
produk X1 adalah Rp.50.000 dan diinginkan kontribusi
Rp.30.000 maka harga jual X1 adalah Rp. 80.000
(sebelumnya Rp.70.000). Untuk X2 misalan terlalu mahal
kalai 30.000 sehingga perlu menurunkan kontribusi menjadi
hanya 25.000 jika biaya variable Rp.60.000 maka harga jual
produk X2 adalah Rp.85.000 (sebelumnya Rp. 90.000 )
› Implementasi hasil analisis jangkau dimaksud dapat
dibuktikan pada pemecahan optimisasi dengan
kontribusi unit X1 dan X2 masing-masing 15.000 (batas
bawah) dibandingkan dengan kontribusi X1 dan X2
masing-masing 40.000 (batas atas). Hasil optimum
yang dicapai tetap sama. Berikut ini diberikan contoh
apabila X1 dan X2 masing merubah menjadi 15.000
maka hasil nya dapat dilihat pada slide berikut:
› Nilai bayanhg dimaksud dapat dicari melalui operasi
berikut :
› ( 15.000 0 15.000 )
[ 3.000 12.000 0 ] = 4.080.000
› Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi
Maksimum Program Linier.
Langkah Pertama
› Lebih dahulu menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala yang
sesuai .
› Fungsi Tujuan :
› Maksimumkan Z = 15.000X1 + 15.000X2
› Fungsi Kendala : X1 + X2 400
≤
› X1 + 0,75X2 240
≤
› 0X1 + X2 180
≤
› Dengan Syarat Ikatan X1 0
≥
›
Langkah Kedua
› Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala menjadi bentuk
implisit dengan jalan menggeser fungsi tujuan ke Z, yaitu
› Z - 15.000X1 - 15.000X2 = 0. Sedangkan fungsi kendala (selain
kendala non negatif) dirubah menjadi bentuk persamaan
dengan menambah variabel slack, yaitu suatu variabel yang
mewakili tingkat pengangguran kapasitas yang merupakan
batasan.
›
• Fungsi kendala tersebut diatas diubah menjadi :
• Fungsi Kendala : X1 + X2 + 1S1 + OS2 + OS3 = 400
• X1 + 0,75X2 + 0S1 + 1S2 + OS3 = 240
• 0X1 + X2 + 0S1 + 0S2 + 1S3 = 180
• Dengan Syarat Ikatan X1, X2, S1,S2,S3 0
≥
•
LANGKAH KETIGA
Mentabulasi Persamaan-persamaan Fungsi
Tujuan dan Kendala Yang telah dirubah seperti
pada langkah 2 diatas.
Basi
s
Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400
S2 0 1 0.75 0 1 0 240
S3 0 0 1 0 0 1 180
LANGKAH KEEMPAT
Menentukan kolom pivot(entering variabel) dipilih dari
baris Z dengan angka negatif terbesar untuk masalah
maksimisasi.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400 200
S2 0 1 0.75 0 1 0 240 320
S3 0 0 1 0 0 1 180 180
LANGKAH KELIMA
Menentukan baris pivot(leaving variabel). Untuk menentukan baris
mana yang dipilih dapat dilakukan dengan membagi kolom solusi
dengan kolom pivot pada setiap baris, kemudian dipilih angka yang
terkecil.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400
S2 0 1 0.75 0 1 0 240
S3 0 0 1 0 0 1 180
LANGKAH KEENAM
Menentukan persamaan pivot baru adalah = baris pivotlama :
elemen pivot. Elemen pivot adalah perpotongan antara kolom pivot
dengan baris pivot. Sehingga dihasilkan persamaman pivot baru.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1
S1 0
S2 0
X2 0 0 1 0 0 1 180
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivot baru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
0 1 0 0 1 180 Index
Elemen Pivot
(b)
1 1 1 1 1 1
Persamaan
Pivot baru (a/b)
0 1 0 0 1 180
6.Membuat Persamaan Z baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an Z
lama (a)
1 -15.000 -15.000 0 0 0 0
Elemen
kolom
masuk
(b)
-15.000 -15.000 -15.000 -15.000 -15.000 -15.000 -15.000
Persama
an pivot
baru ©
0 0 1 0 0 1 180
D=(bxc) 0 0 -15.000 0 0 -15.000 -2.700.000
Z baru
(a-d)
1 -15.000 0 0 0 15.000 2.700.000
6.Membuat Persamaan S1 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an S1
lama (a)
0 1 2 1 0 0 400
Elemen
kolom
masuk
(b)
2 2 -2 2 2 2 2
Persama
an pivot
baru ©
0 0 1 0 0 1 180
D=(bxc) 0 0 2 0 0 2 360
S1 baru
(a-d)
0 1 0 1 0 -2 40
6.Membuat Persamaan S2 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an S2
lama (a)
0 1 0,75 0 1 0 240
Elemen
kolom
masuk
(b)
0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75
Persama
an pivot
baru ©
0 0 1 0 0 1 180
D=(bxc) 0 0 0,75 0 0 0,75 135
S2 baru
(a-d)
0 1 0 0 1 -0,75 105
Var. Dsr Z X1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1 −15.000 0 0 0 15.000 2.700.000
s1 0 1 0 1 0 -2 40 40
S2 0 1 0 0 1 -0.75 105 105
X2 0 0 1 0 0 1 180
Masukkan nilai baris baru Z, s1, dan s3 ke dalam tabel,
sehingga tabel menjadi seperti berikut:
Var. Dsr Z X1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1
X1 0 1 0 1 0 -2 40 40
x2 0
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivot baru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
1 0 1 0 -2 40 Index
Elemen Pivot
(b)
1 1 1 1 1 1
Persamaan
Pivot baru (a/b)
1 0 1 0 -2 40
6.Membuat Persamaan Z baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an Z
lama (a)
1 -15.000 0 0 0 15.000 2.700.000
Elemen
kolom
masuk
(b)
-15.000 -15.000 --15.000 -15.000 -15.000 -15.000 -15.000
Persama
an pivot
baru ©
0 1 0 1 0 -2 40
D=(bxc) 0 -15.000 0 -15.000 0 30..000 -600.000
Z baru
(a-d)
1 0 0 15.000 0 -15.000 3.300.000
6.Membuat Persamaan X2 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an S1
lama (a)
0 1 0 0 1 -0,75 105
Elemen
kolom
masuk
(b)
1 1 1 1 1 1 1
Persama
an pivot
baru ©
0 1 0 1 0 -2 40
D=(bxc) 0 1 0 1 0 -2 40
S2 baru
(a-d)
0 0 0 -1 1 1,25 65
6.Membuat Persamaan X2 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an S2
lama (a)
0 0 1 0 0 1 180
Elemen
kolom
masuk
(b)
0 0 0 0 0 0 0
Persama
an pivot
baru ©
0 1 0 1 0 -2 40
D=(bxc) 0 0 0 0 0 0 0
x2 baru
(a-d)
0 0 1 0 0 1 180
Var. Dsr Z X1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1 0 0 15.000 0 -15.000 3.300.000
X1 0 1 0 1 0 -2 40 40
S2 0 0 0 -1 1 1,25 65
X2 0 0 1 0 0 1 180
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivot baru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
0 0 -1 1 1,25 65 Index
Elemen Pivot
(b)
1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25
Persamaan
Pivot baru (a/b)
0 0 -0,8 0,8 1 52
6.Membuat Persamaan Z baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an Z
lama (a)
1 0 0 15.000 0 15.000 3.300.000
Elemen
kolom
masuk
(b)
-15.000 -15.000 --15.000 -
15.000
-15.000 -15.000 -15.000
Persama
an pivot
baru ©
0 0 0 -0,8 0,8 1 52
D=(bxc) 0 0 0 12.000 -12.000 -15.000 -780.000
Z baru
(a-d)
1 0 0 3.000 12.000 30.00-0 4.080.000
6.Membuat Persamaan X1 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an
X2lama
(a)
0 0 1 0 0 1 180
Elemen
kolom
masuk
(b)
1 1 1 1 1 1 1
Persama
an pivot
baru ©
0 0 0 -0,8 0,8 1 52
D=(bxc) 0 0 0 -0,8 0,8 1 52
X2 baru
(a-d)
0 1 1 0,8 -0,8 0 144
6.Membuat Persamaan X2baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an
ZX1lama
(a)
0 1 0 1 0 -2 40
Elemen
kolom
masuk
(b)
-2 -2 --2 -2 -2 -2 -2
Persama
an pivot
baru ©
0 0 0 -0,8 0,8 1 52
D=(bxc) 0 0 0 1,6 -1,6 -2 -104
X1 baru
(a-d)
0 1 0 -0,6 1,6 0 128
Var. Dsr Z X1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 0 0 0 3.000
12.00
0
0
4.080.000
X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40
S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52
X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128
1
1
1
Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat
diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu:
x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 4.080.000 dan S3 = 52
› Hasil literasi diatas menunjukkan hasil optimum yang
dicapai tetap sama. Pada saat konstribusi X1 dan X1
masing Rp. 15.000 . Bauran optimum X1 = 144 unit, X2 =
128 unit dan S3 = 53 dengan Nilai /laba optimum
4.080.000.
› Tugas :
› Jika harga dinaikan masing X1 dan X2 sebesar Rp.
40.000. Apakah hasil optimumnya sama, dan berapa
Nilai /Laba optimum yang dicapai.
› Nilai bayanhg dimaksud dapat dicari melalui operasi
berikut :
› ( 40.000 0 40.000 )
[ 8.000 32.000 0 ] = 10.880.000
› Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi
Maksimum Program Linier.
Langkah Pertama
› Lebih dahulu menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala yang
sesuai .
› Fungsi Tujuan :
› Maksimumkan Z = 40.000X1 + 40.000X2
› Fungsi Kendala : X1 + X2 400
≤
› X1 + 0,75X2 240
≤
› 0X1 + X2 180
≤
› Dengan Syarat Ikatan X1 0
≥
›
Langkah Kedua
› Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala menjadi bentuk
implisit dengan jalan menggeser fungsi tujuan ke Z, yaitu
› Z - 40.000X1 - 40.000X2 = 0. Sedangkan fungsi kendala (selain
kendala non negatif) dirubah menjadi bentuk persamaan
dengan menambah variabel slack, yaitu suatu variabel yang
mewakili tingkat pengangguran kapasitas yang merupakan
batasan.
›
• Fungsi kendala tersebut diatas diubah menjadi :
• Fungsi Kendala : X1 + X2 + 1S1 + OS2 + OS3 = 400
• X1 + 0,75X2 + 0S1 + 1S2 + OS3 = 240
• 0X1 + X2 + 0S1 + 0S2 + 1S3 = 180
• Dengan Syarat Ikatan X1, X2, S1,S2,S3 0
≥
•
LANGKAH KETIGA
Mentabulasi Persamaan-persamaan Fungsi
Tujuan dan Kendala Yang telah dirubah seperti
pada langkah 2 diatas.
Basi
s
Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400
S2 0 1 0.75 0 1 0 240
S3 0 0 1 0 0 1 180
LANGKAH KEEMPAT
Menentukan kolom pivot(entering variabel) dipilih dari
baris Z dengan angka negatif terbesar untuk masalah
maksimisasi.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400 200
S2 0 1 0.75 0 1 0 240 320
S3 0 0 1 0 0 1 180 180
LANGKAH KELIMA
Menentukan baris pivot(leaving variabel). Untuk menentukan baris
mana yang dipilih dapat dilakukan dengan membagi kolom solusi
dengan kolom pivot pada setiap baris, kemudian dipilih angka yang
terkecil.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400
S2 0 1 0.75 0 1 0 320
S3 0 0 1 0 0 1 180
LANGKAH KEENAM
Menentukan persamaan pivot baru adalah = baris pivotlama :
elemen pivot. Elemen pivot adalah perpotongan antara kolom pivot
dengan baris pivot. Sehingga dihasilkan persamaman pivot baru.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1
S1 0
S2 0
X2 0 0 1 0 0 1 180
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivot baru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
0 1 0 0 1 180 Index
Elemen Pivot
(b)
1 1 1 1 1 1
Persamaan
Pivot baru (a/b)
0 1 0 0 1 180
6.Membuat Persamaan Z baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an Z
lama (a)
1 -40.000 -40.000 0 0 0 0
Elemen
kolom
masuk
(b)
-40.000 -40.000 --40.000 -40.000 -40.000 -40.000 -40.000
Persama
an pivot
baru ©
0 0 1 0 0 1 180
D=(bxc) 0 0 -40.000 0 0 -40.000 -7.200.000
Z baru
(a-d)
1 -40.000 0 0 0 40.000 7.200.000
6.Membuat Persamaan S1 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an S1
lama (a)
0 1 2 1 0 0 400
Elemen
kolom
masuk
(b)
2 2 -2 2 2 2 2
Persama
an pivot
baru ©
0 0 1 0 0 1 180
D=(bxc) 0 0 2 0 0 2 360
S1 baru
(a-d)
0 1 0 1 0 -2 40
6.Membuat Persamaan S2 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an S2
lama (a)
0 1 0,75 0 1 0 240
Elemen
kolom
masuk
(b)
0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75
Persama
an pivot
baru ©
0 0 1 0 0 1 180
D=(bxc) 0 0 0,75 0 0 0,75 135
S2 baru
(a-d)
0 1 0 0 1 -0,75 105
Var. Dsr Z X1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1 −40.000 0 0 0 40.000 7.200.000
s1 0 1 0 1 0 -2 40 40
S2 0 1 0 0 1 -0.75 105 105
X2 0 0 1 0 0 1 180
Masukkan nilai baris baru Z, s1, dan s3 ke dalam tabel,
sehingga tabel menjadi seperti berikut:
Var. Dsr Z X1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1
X1 0 1 0 1 0 -2 40 40
x2 0
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivot baru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
1 0 1 0 -2 40 Index
Elemen Pivot
(b)
1 1 1 1 1 1
Persamaan
Pivot baru (a/b)
1 0 1 0 -2 40
6.Membuat Persamaan Z baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an Z
lama (a)
1 -40.000 0 0 0 40.000 7.200.000
Elemen
kolom
masuk
(b)
-40.000 -40.000 --40.000 -40.000 -40.000 -40.000 -40.000
Persama
an pivot
baru ©
0 1 0 1 0 -2 40
D=(bxc) 0 -40.000 0 -40.000 0 80..000 -1600.000
Z baru
(a-d)
1 0 0 40.000 0 -40.000 8.800.000
6.Membuat Persamaan s2 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an S1
lama (a)
0 1 0 0 1 -0,75 105
Elemen
kolom
masuk
(b)
1 1 1 1 1 1 1
Persama
an pivot
baru ©
0 1 0 1 0 -2 40
D=(bxc) 0 1 0 1 0 -2 40
S2 baru
(a-d)
0 0 0 -1 1 1,25 65
6.Membuat Persamaan X2 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an S2
lama (a)
0 0 1 0 0 1 180
Elemen
kolom
masuk
(b)
0 0 0 0 0 0 0
Persama
an pivot
baru ©
0 1 0 1 0 -2 40
D=(bxc) 0 0 0 0 0 0 0
x2 baru
(a-d)
0 0 1 0 0 1 180
Var. Dsr Z X1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1 0 0 40.000 0 -40.000 8.800.000
X1 0 1 0 1 0 -2 40 40
S2 0 0 0 -1 1 1,25 65
X2 0 0 1 0 0 1 180
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivot baru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
0 0 -1 1 1,25 65 Index
Elemen Pivot
(b)
1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25
Persamaan
Pivot baru (a/b)
0 0 -0,8 0,8 1 52
6.Membuat Persamaan Z baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an Z
lama (a)
1 0 0 40.000 0 40.000 8.800.000
Elemen
kolom
masuk
(b)
-40.000 -40000 --40.000 -40.000 -40.000 -40.000 -40.000
Persama
an pivot
baru ©
0 0 0 -0,8 0,8 1 52
D=(bxc) 0 0 0 32.000 -32.000 -40.000 -2.080.000
Z baru
(a-d)
1 0 0 7.000 32.000 80.00-0 10.880.000
6.Membuat Persamaan X1 baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an
X2lama
(a)
0 0 1 0 0 1 180
Elemen
kolom
masuk
(b)
1 1 1 1 1 1 1
Persama
an pivot
baru ©
0 0 0 -0,8 0,8 1 52
D=(bxc) 0 0 0 -0,8 0,8 1 52
X2 baru
(a-d)
0 1 1 0,8 -0,8 0 144
6.Membuat Persamaan X2baru
LANGKAH KETUJUH
Persama
an
ZX1lama
(a)
0 1 0 1 0 -2 40
Elemen
kolom
masuk
(b)
-2 -2 --2 -2 -2 -2 -2
Persama
an pivot
baru ©
0 0 0 -0,8 0,8 1 52
D=(bxc) 0 0 0 1,6 -1,6 -2 -104
X1 baru
(a-d)
0 1 0 -0,6 1,6 0 128
Var.
Dsr
Z X1 x2 s1 s2 s3 NK
Ind
ex
Z 0 0 0 7.000 32.000 0
10.880.000
X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40
S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52
X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128
1
1
1
Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat
diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu:
x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 10.880.000 dan S3 = 52

ANALISIS SENSITIVITAS (POST OPTIMUM )SIMPLEKS-NEW.pptx

  • 1.
  • 2.
    Analisa Sensitivitas • Bagaimanapengaruh perubahan data terhadap solusi optimum • Memberikan jawaban atas : “sampai seberapa jauh perubahan dibenarkan tanpa mengubah solusi optimum, atau tanpa menghitung solusi optimum dari awal
  • 3.
    Ada tiga pertanyaanyang ingin dijawab dalam analisa sensitivitas 1. Kendala mana yang dapat dilonggarkan (dinaikkan) dan seberapa besar kelonggaran (kenaikan) dapat dibenarkan, sehingga menaikkan nilai Z tetapi tanpa melakukan penghitungan dari awal. Sebaliknya, kedala mana yang dapat dikurangi tanpa menurunkan nilai Z, dan tanpa melakukan perhitungan dari awal 2. Kendala mana yang mendapatkan prioritas untuk dilonggarkan (dinaikkan) 3. Seberapa besar koefisien fungsi tujuan dapat dibenarkan untuk berubah, tanpa mengubah solusi optimal
  • 4.
    Contoh : › Sebagaimancontoh terdahulu : › Maksimumkan Z = 20.000X1 + 30.000X2 › Dengan kendala : X1 + 2X2 ≤ 400 › X1 + 0,75X2 ≤ 240 › 0X1 + X2 ≤ 180 › X1, X2 ≥ 0 › Dari hasil Iterasi diperoleh nilai optimum sebagaimana dalam tabel berikut “
  • 5.
    Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index Z 0 0 0 12.000 8.000 0 6.720.000 X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40 S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52 X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128 1 1 1 Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu: x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 6.720.000 dan S3 = 52
  • 6.
    › Tabel diataspemecahan maksimisasi kontribusi ( dengan melalui proses iterasi kolom ), memperlihatkan hasil optimal berikut : › = › Matrik optimal peubah dummy Sj adalah sebagai berikut : › › S1 S2 S3
  • 7.
    › Melalui operasianalisis sesnsitivitas (pasca Optimal ): › Matrik peubah dummy X vector kolom NSK inisial = hasil optimal NSK inisial ialah NSK fungsi kendala program › = › Memeriksa keabsahan Hasil optimal : › Kontribusi maksimum adalah 6.720.000, hasil ini dapat diperoleh melalui operasi berikut : › [20.000 0 30.000 ] ›
  • 8.
    › Melalui operasianalisis sesnsitivitas (pasca Optimal ): › Matrik peubah dummy X vector kolom NSK inisial = hasil optimal NSK inisial ialah NSK fungsi kendala program › = › Memeriksa keabsahan Hasil optimal : › Kontribusi maksimum adalah 6.720.000, hasil ini dapat diperoleh melalui operasi berikut : › [20.000 0 30.000 ] ›
  • 9.
    › [12.000 8.0000 ] = 6.720.000 Operasi diatas menunjukkan, hasil yang diperoleh adalah sama dengan kontribusi maksimum yang tercantum dalam tabel diatas. Dengan demikian nilai optimal yang diperoleh tersebut memperlihatkan hasil yang cermat.
  • 10.
    Harga Bayangan (Shadow Price) Program Optimasi › Harga bayangan atau shadow price merupakan himpunan nilai-nilai optimal program linier, yang menunjukkan schedule penambahan biaya variable sekarang ini untuk menambah satu satuan masukan yang menentukan ( pada program minimisasi biaya) dan menunjukan schedule pertambahan konstribusi sekarang ini apabila masukan langka yang menentukan ditambah satu satuan (pada program maksimisasi kontribusi) › Harga bayangan dimaksud ditunjukkan oleh nilai-nilai baris identitas dibawah peubah dummy Sj. Pada tabel diatas harga bayangan adalah yang ditunjukan(pada kolom S1, S2 dan S3 yaitu ( 12.000 8.000 0 )
  • 11.
    › Nilai bayanhgdimaksud dapat dicari melalui operasi berikut : › ( 20.000 0 30.000 ) ( 20.000 8.000 0). [12.000 8.000 0 ] = 6.720.000 › Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi Maksimum Program Linier.
  • 12.
    Jangkauan Konstribusi › Daricontoh soal diatas konstribusi X1 adalah 20.000 dan kontribusi X2 adalah 30.000. › Misalkan konstribusi X1 bukan lagi 20.000 tetapi C1 dan X2 bukan 30.000 tapi C2, maka perubahan tersebut menghasilkan jangkaian nilai sebagai berikut : › 1). Kontribusi X1 › Jangkauan kontribusi tersebut dihitung dengan operasi : › C’1 x Matriks peubah Dummy Optimal
  • 13.
    › ( C10 30.000 ) › Kontribusi selalu disyarat kan pisitif maka › -0,6C1 + 24.000 ≥ 0 dikali dengan (-1) sehingga diperoleh › 0,6C1 – 24.000 ≤ 0 dan C1 ≤ 24.000/0,6 atau C1 ≤ 40.000 › 1,6C1 – 24.000 ≥ 0 › 1,6 > 24.000 sehingga C1 > 15.000
  • 14.
    Jangkau Kontribusi X2 ›( 20.000 0 C2 ) › Kontribusi selalu disyarat kan pisitif maka › -12.000 + 0,8C2 ≥ 0 sehingga 0,8C2 > 12.000 atau C2 > 15.000 › 32.000 – 0,8C2 > 0 dikali dengan (-1) sehingga diperoleh › -32.000 + 0,8C2 < 0 atau C2 ≤ 32.000/0,4 atau C2 ≤ 40.000 › Dari hasil perhitungan diatas diperoleh interval C1 dan C2 yaitu 15.000 < C1 < 40.000 dan , › 15.000 < C2 < 40.000 dan
  • 15.
    › Hasil diatasmenunjukkan bahwa jangkau konstribusi untuk X1 dan X2 adalah sama. Pada perhitungan kontribusi optimal diatas, kontribusi X1 adalah 20.000 (mendekati batas bawah) dan konttribusi X2 aalah 30.000 ( mendekati batas atas), › Dengan informasi tersebut maka manajemen dapat merumuskan kebijakan harga yang baru, misalnya menaikan harga jual X1. Andaikan biaya variable satuan produk X1 adalah Rp.50.000 dan diinginkan kontribusi Rp.30.000 maka harga jual X1 adalah Rp. 80.000 (sebelumnya Rp.70.000). Untuk X2 misalan terlalu mahal kalai 30.000 sehingga perlu menurunkan kontribusi menjadi hanya 25.000 jika biaya variable Rp.60.000 maka harga jual produk X2 adalah Rp.85.000 (sebelumnya Rp. 90.000 )
  • 16.
    › Implementasi hasilanalisis jangkau dimaksud dapat dibuktikan pada pemecahan optimisasi dengan kontribusi unit X1 dan X2 masing-masing 15.000 (batas bawah) dibandingkan dengan kontribusi X1 dan X2 masing-masing 40.000 (batas atas). Hasil optimum yang dicapai tetap sama. Berikut ini diberikan contoh apabila X1 dan X2 masing merubah menjadi 15.000 maka hasil nya dapat dilihat pada slide berikut:
  • 17.
    › Nilai bayanhgdimaksud dapat dicari melalui operasi berikut : › ( 15.000 0 15.000 ) [ 3.000 12.000 0 ] = 4.080.000 › Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi Maksimum Program Linier.
  • 18.
    Langkah Pertama › Lebihdahulu menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala yang sesuai . › Fungsi Tujuan : › Maksimumkan Z = 15.000X1 + 15.000X2 › Fungsi Kendala : X1 + X2 400 ≤ › X1 + 0,75X2 240 ≤ › 0X1 + X2 180 ≤ › Dengan Syarat Ikatan X1 0 ≥ ›
  • 19.
    Langkah Kedua › Mengubahfungsi tujuan dan fungsi kendala menjadi bentuk implisit dengan jalan menggeser fungsi tujuan ke Z, yaitu › Z - 15.000X1 - 15.000X2 = 0. Sedangkan fungsi kendala (selain kendala non negatif) dirubah menjadi bentuk persamaan dengan menambah variabel slack, yaitu suatu variabel yang mewakili tingkat pengangguran kapasitas yang merupakan batasan. ›
  • 20.
    • Fungsi kendalatersebut diatas diubah menjadi : • Fungsi Kendala : X1 + X2 + 1S1 + OS2 + OS3 = 400 • X1 + 0,75X2 + 0S1 + 1S2 + OS3 = 240 • 0X1 + X2 + 0S1 + 0S2 + 1S3 = 180 • Dengan Syarat Ikatan X1, X2, S1,S2,S3 0 ≥ •
  • 21.
    LANGKAH KETIGA Mentabulasi Persamaan-persamaanFungsi Tujuan dan Kendala Yang telah dirubah seperti pada langkah 2 diatas. Basi s Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0 S1 0 1 2 1 0 0 400 S2 0 1 0.75 0 1 0 240 S3 0 0 1 0 0 1 180
  • 22.
    LANGKAH KEEMPAT Menentukan kolompivot(entering variabel) dipilih dari baris Z dengan angka negatif terbesar untuk masalah maksimisasi. Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0 0 S1 0 1 2 1 0 0 400 200 S2 0 1 0.75 0 1 0 240 320 S3 0 0 1 0 0 1 180 180
  • 23.
    LANGKAH KELIMA Menentukan barispivot(leaving variabel). Untuk menentukan baris mana yang dipilih dapat dilakukan dengan membagi kolom solusi dengan kolom pivot pada setiap baris, kemudian dipilih angka yang terkecil. Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0 S1 0 1 2 1 0 0 400 S2 0 1 0.75 0 1 0 240 S3 0 0 1 0 0 1 180
  • 24.
    LANGKAH KEENAM Menentukan persamaanpivot baru adalah = baris pivotlama : elemen pivot. Elemen pivot adalah perpotongan antara kolom pivot dengan baris pivot. Sehingga dihasilkan persamaman pivot baru. Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index Z 1 S1 0 S2 0 X2 0 0 1 0 0 1 180
  • 25.
    LANGKAH KEENAM Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot . Persamaan pivot baru adalah Persamaan Pivot lama (a) 0 1 0 0 1 180 Index Elemen Pivot (b) 1 1 1 1 1 1 Persamaan Pivot baru (a/b) 0 1 0 0 1 180
  • 26.
    6.Membuat Persamaan Zbaru LANGKAH KETUJUH Persama an Z lama (a) 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0 Elemen kolom masuk (b) -15.000 -15.000 -15.000 -15.000 -15.000 -15.000 -15.000 Persama an pivot baru © 0 0 1 0 0 1 180 D=(bxc) 0 0 -15.000 0 0 -15.000 -2.700.000 Z baru (a-d) 1 -15.000 0 0 0 15.000 2.700.000
  • 27.
    6.Membuat Persamaan S1baru LANGKAH KETUJUH Persama an S1 lama (a) 0 1 2 1 0 0 400 Elemen kolom masuk (b) 2 2 -2 2 2 2 2 Persama an pivot baru © 0 0 1 0 0 1 180 D=(bxc) 0 0 2 0 0 2 360 S1 baru (a-d) 0 1 0 1 0 -2 40
  • 28.
    6.Membuat Persamaan S2baru LANGKAH KETUJUH Persama an S2 lama (a) 0 1 0,75 0 1 0 240 Elemen kolom masuk (b) 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 Persama an pivot baru © 0 0 1 0 0 1 180 D=(bxc) 0 0 0,75 0 0 0,75 135 S2 baru (a-d) 0 1 0 0 1 -0,75 105
  • 29.
    Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index Z 1 −15.000 0 0 0 15.000 2.700.000 s1 0 1 0 1 0 -2 40 40 S2 0 1 0 0 1 -0.75 105 105 X2 0 0 1 0 0 1 180 Masukkan nilai baris baru Z, s1, dan s3 ke dalam tabel, sehingga tabel menjadi seperti berikut:
  • 30.
    Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index Z 1 X1 0 1 0 1 0 -2 40 40 x2 0
  • 31.
    LANGKAH KEENAM Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot . Persamaan pivot baru adalah Persamaan Pivot lama (a) 1 0 1 0 -2 40 Index Elemen Pivot (b) 1 1 1 1 1 1 Persamaan Pivot baru (a/b) 1 0 1 0 -2 40
  • 32.
    6.Membuat Persamaan Zbaru LANGKAH KETUJUH Persama an Z lama (a) 1 -15.000 0 0 0 15.000 2.700.000 Elemen kolom masuk (b) -15.000 -15.000 --15.000 -15.000 -15.000 -15.000 -15.000 Persama an pivot baru © 0 1 0 1 0 -2 40 D=(bxc) 0 -15.000 0 -15.000 0 30..000 -600.000 Z baru (a-d) 1 0 0 15.000 0 -15.000 3.300.000
  • 33.
    6.Membuat Persamaan X2baru LANGKAH KETUJUH Persama an S1 lama (a) 0 1 0 0 1 -0,75 105 Elemen kolom masuk (b) 1 1 1 1 1 1 1 Persama an pivot baru © 0 1 0 1 0 -2 40 D=(bxc) 0 1 0 1 0 -2 40 S2 baru (a-d) 0 0 0 -1 1 1,25 65
  • 34.
    6.Membuat Persamaan X2baru LANGKAH KETUJUH Persama an S2 lama (a) 0 0 1 0 0 1 180 Elemen kolom masuk (b) 0 0 0 0 0 0 0 Persama an pivot baru © 0 1 0 1 0 -2 40 D=(bxc) 0 0 0 0 0 0 0 x2 baru (a-d) 0 0 1 0 0 1 180
  • 35.
    Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index Z 1 0 0 15.000 0 -15.000 3.300.000 X1 0 1 0 1 0 -2 40 40 S2 0 0 0 -1 1 1,25 65 X2 0 0 1 0 0 1 180
  • 36.
    LANGKAH KEENAM Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot . Persamaan pivot baru adalah Persamaan Pivot lama (a) 0 0 -1 1 1,25 65 Index Elemen Pivot (b) 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 Persamaan Pivot baru (a/b) 0 0 -0,8 0,8 1 52
  • 37.
    6.Membuat Persamaan Zbaru LANGKAH KETUJUH Persama an Z lama (a) 1 0 0 15.000 0 15.000 3.300.000 Elemen kolom masuk (b) -15.000 -15.000 --15.000 - 15.000 -15.000 -15.000 -15.000 Persama an pivot baru © 0 0 0 -0,8 0,8 1 52 D=(bxc) 0 0 0 12.000 -12.000 -15.000 -780.000 Z baru (a-d) 1 0 0 3.000 12.000 30.00-0 4.080.000
  • 38.
    6.Membuat Persamaan X1baru LANGKAH KETUJUH Persama an X2lama (a) 0 0 1 0 0 1 180 Elemen kolom masuk (b) 1 1 1 1 1 1 1 Persama an pivot baru © 0 0 0 -0,8 0,8 1 52 D=(bxc) 0 0 0 -0,8 0,8 1 52 X2 baru (a-d) 0 1 1 0,8 -0,8 0 144
  • 39.
    6.Membuat Persamaan X2baru LANGKAHKETUJUH Persama an ZX1lama (a) 0 1 0 1 0 -2 40 Elemen kolom masuk (b) -2 -2 --2 -2 -2 -2 -2 Persama an pivot baru © 0 0 0 -0,8 0,8 1 52 D=(bxc) 0 0 0 1,6 -1,6 -2 -104 X1 baru (a-d) 0 1 0 -0,6 1,6 0 128
  • 40.
    Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index Z 0 0 0 3.000 12.00 0 0 4.080.000 X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40 S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52 X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128 1 1 1 Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu: x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 4.080.000 dan S3 = 52
  • 41.
    › Hasil literasidiatas menunjukkan hasil optimum yang dicapai tetap sama. Pada saat konstribusi X1 dan X1 masing Rp. 15.000 . Bauran optimum X1 = 144 unit, X2 = 128 unit dan S3 = 53 dengan Nilai /laba optimum 4.080.000. › Tugas : › Jika harga dinaikan masing X1 dan X2 sebesar Rp. 40.000. Apakah hasil optimumnya sama, dan berapa Nilai /Laba optimum yang dicapai.
  • 42.
    › Nilai bayanhgdimaksud dapat dicari melalui operasi berikut : › ( 40.000 0 40.000 ) [ 8.000 32.000 0 ] = 10.880.000 › Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi Maksimum Program Linier.
  • 43.
    Langkah Pertama › Lebihdahulu menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala yang sesuai . › Fungsi Tujuan : › Maksimumkan Z = 40.000X1 + 40.000X2 › Fungsi Kendala : X1 + X2 400 ≤ › X1 + 0,75X2 240 ≤ › 0X1 + X2 180 ≤ › Dengan Syarat Ikatan X1 0 ≥ ›
  • 44.
    Langkah Kedua › Mengubahfungsi tujuan dan fungsi kendala menjadi bentuk implisit dengan jalan menggeser fungsi tujuan ke Z, yaitu › Z - 40.000X1 - 40.000X2 = 0. Sedangkan fungsi kendala (selain kendala non negatif) dirubah menjadi bentuk persamaan dengan menambah variabel slack, yaitu suatu variabel yang mewakili tingkat pengangguran kapasitas yang merupakan batasan. ›
  • 45.
    • Fungsi kendalatersebut diatas diubah menjadi : • Fungsi Kendala : X1 + X2 + 1S1 + OS2 + OS3 = 400 • X1 + 0,75X2 + 0S1 + 1S2 + OS3 = 240 • 0X1 + X2 + 0S1 + 0S2 + 1S3 = 180 • Dengan Syarat Ikatan X1, X2, S1,S2,S3 0 ≥ •
  • 46.
    LANGKAH KETIGA Mentabulasi Persamaan-persamaanFungsi Tujuan dan Kendala Yang telah dirubah seperti pada langkah 2 diatas. Basi s Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0 S1 0 1 2 1 0 0 400 S2 0 1 0.75 0 1 0 240 S3 0 0 1 0 0 1 180
  • 47.
    LANGKAH KEEMPAT Menentukan kolompivot(entering variabel) dipilih dari baris Z dengan angka negatif terbesar untuk masalah maksimisasi. Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0 0 S1 0 1 2 1 0 0 400 200 S2 0 1 0.75 0 1 0 240 320 S3 0 0 1 0 0 1 180 180
  • 48.
    LANGKAH KELIMA Menentukan barispivot(leaving variabel). Untuk menentukan baris mana yang dipilih dapat dilakukan dengan membagi kolom solusi dengan kolom pivot pada setiap baris, kemudian dipilih angka yang terkecil. Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0 S1 0 1 2 1 0 0 400 S2 0 1 0.75 0 1 0 320 S3 0 0 1 0 0 1 180
  • 49.
    LANGKAH KEENAM Menentukan persamaanpivot baru adalah = baris pivotlama : elemen pivot. Elemen pivot adalah perpotongan antara kolom pivot dengan baris pivot. Sehingga dihasilkan persamaman pivot baru. Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index Z 1 S1 0 S2 0 X2 0 0 1 0 0 1 180
  • 50.
    LANGKAH KEENAM Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot . Persamaan pivot baru adalah Persamaan Pivot lama (a) 0 1 0 0 1 180 Index Elemen Pivot (b) 1 1 1 1 1 1 Persamaan Pivot baru (a/b) 0 1 0 0 1 180
  • 51.
    6.Membuat Persamaan Zbaru LANGKAH KETUJUH Persama an Z lama (a) 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0 Elemen kolom masuk (b) -40.000 -40.000 --40.000 -40.000 -40.000 -40.000 -40.000 Persama an pivot baru © 0 0 1 0 0 1 180 D=(bxc) 0 0 -40.000 0 0 -40.000 -7.200.000 Z baru (a-d) 1 -40.000 0 0 0 40.000 7.200.000
  • 52.
    6.Membuat Persamaan S1baru LANGKAH KETUJUH Persama an S1 lama (a) 0 1 2 1 0 0 400 Elemen kolom masuk (b) 2 2 -2 2 2 2 2 Persama an pivot baru © 0 0 1 0 0 1 180 D=(bxc) 0 0 2 0 0 2 360 S1 baru (a-d) 0 1 0 1 0 -2 40
  • 53.
    6.Membuat Persamaan S2baru LANGKAH KETUJUH Persama an S2 lama (a) 0 1 0,75 0 1 0 240 Elemen kolom masuk (b) 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 Persama an pivot baru © 0 0 1 0 0 1 180 D=(bxc) 0 0 0,75 0 0 0,75 135 S2 baru (a-d) 0 1 0 0 1 -0,75 105
  • 54.
    Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index Z 1 −40.000 0 0 0 40.000 7.200.000 s1 0 1 0 1 0 -2 40 40 S2 0 1 0 0 1 -0.75 105 105 X2 0 0 1 0 0 1 180 Masukkan nilai baris baru Z, s1, dan s3 ke dalam tabel, sehingga tabel menjadi seperti berikut:
  • 55.
    Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index Z 1 X1 0 1 0 1 0 -2 40 40 x2 0
  • 56.
    LANGKAH KEENAM Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot . Persamaan pivot baru adalah Persamaan Pivot lama (a) 1 0 1 0 -2 40 Index Elemen Pivot (b) 1 1 1 1 1 1 Persamaan Pivot baru (a/b) 1 0 1 0 -2 40
  • 57.
    6.Membuat Persamaan Zbaru LANGKAH KETUJUH Persama an Z lama (a) 1 -40.000 0 0 0 40.000 7.200.000 Elemen kolom masuk (b) -40.000 -40.000 --40.000 -40.000 -40.000 -40.000 -40.000 Persama an pivot baru © 0 1 0 1 0 -2 40 D=(bxc) 0 -40.000 0 -40.000 0 80..000 -1600.000 Z baru (a-d) 1 0 0 40.000 0 -40.000 8.800.000
  • 58.
    6.Membuat Persamaan s2baru LANGKAH KETUJUH Persama an S1 lama (a) 0 1 0 0 1 -0,75 105 Elemen kolom masuk (b) 1 1 1 1 1 1 1 Persama an pivot baru © 0 1 0 1 0 -2 40 D=(bxc) 0 1 0 1 0 -2 40 S2 baru (a-d) 0 0 0 -1 1 1,25 65
  • 59.
    6.Membuat Persamaan X2baru LANGKAH KETUJUH Persama an S2 lama (a) 0 0 1 0 0 1 180 Elemen kolom masuk (b) 0 0 0 0 0 0 0 Persama an pivot baru © 0 1 0 1 0 -2 40 D=(bxc) 0 0 0 0 0 0 0 x2 baru (a-d) 0 0 1 0 0 1 180
  • 60.
    Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index Z 1 0 0 40.000 0 -40.000 8.800.000 X1 0 1 0 1 0 -2 40 40 S2 0 0 0 -1 1 1,25 65 X2 0 0 1 0 0 1 180
  • 61.
    LANGKAH KEENAM Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot . Persamaan pivot baru adalah Persamaan Pivot lama (a) 0 0 -1 1 1,25 65 Index Elemen Pivot (b) 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 Persamaan Pivot baru (a/b) 0 0 -0,8 0,8 1 52
  • 62.
    6.Membuat Persamaan Zbaru LANGKAH KETUJUH Persama an Z lama (a) 1 0 0 40.000 0 40.000 8.800.000 Elemen kolom masuk (b) -40.000 -40000 --40.000 -40.000 -40.000 -40.000 -40.000 Persama an pivot baru © 0 0 0 -0,8 0,8 1 52 D=(bxc) 0 0 0 32.000 -32.000 -40.000 -2.080.000 Z baru (a-d) 1 0 0 7.000 32.000 80.00-0 10.880.000
  • 63.
    6.Membuat Persamaan X1baru LANGKAH KETUJUH Persama an X2lama (a) 0 0 1 0 0 1 180 Elemen kolom masuk (b) 1 1 1 1 1 1 1 Persama an pivot baru © 0 0 0 -0,8 0,8 1 52 D=(bxc) 0 0 0 -0,8 0,8 1 52 X2 baru (a-d) 0 1 1 0,8 -0,8 0 144
  • 64.
    6.Membuat Persamaan X2baru LANGKAHKETUJUH Persama an ZX1lama (a) 0 1 0 1 0 -2 40 Elemen kolom masuk (b) -2 -2 --2 -2 -2 -2 -2 Persama an pivot baru © 0 0 0 -0,8 0,8 1 52 D=(bxc) 0 0 0 1,6 -1,6 -2 -104 X1 baru (a-d) 0 1 0 -0,6 1,6 0 128
  • 65.
    Var. Dsr Z X1 x2s1 s2 s3 NK Ind ex Z 0 0 0 7.000 32.000 0 10.880.000 X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40 S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52 X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128 1 1 1 Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu: x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 10.880.000 dan S3 = 52