Analisa Sensitivitas
• Bagaimanapengaruh perubahan data
terhadap solusi optimum
• Memberikan jawaban atas : “sampai seberapa
jauh perubahan dibenarkan tanpa mengubah
solusi optimum, atau tanpa menghitung solusi
optimum dari awal
3.
Ada tiga pertanyaanyang ingin dijawab dalam
analisa sensitivitas
1. Kendala mana yang dapat dilonggarkan (dinaikkan) dan
seberapa besar kelonggaran (kenaikan) dapat
dibenarkan, sehingga menaikkan nilai Z tetapi tanpa
melakukan penghitungan dari awal. Sebaliknya, kedala
mana yang dapat dikurangi tanpa menurunkan nilai Z,
dan tanpa melakukan perhitungan dari awal
2. Kendala mana yang mendapatkan prioritas untuk
dilonggarkan (dinaikkan)
3. Seberapa besar koefisien fungsi tujuan dapat dibenarkan
untuk berubah, tanpa mengubah solusi optimal
4.
Contoh :
› Sebagaimancontoh terdahulu :
› Maksimumkan Z = 20.000X1 + 30.000X2
› Dengan kendala : X1 + 2X2 ≤ 400
› X1 + 0,75X2 ≤ 240
› 0X1 + X2 ≤ 180
› X1, X2 ≥ 0
› Dari hasil Iterasi diperoleh nilai optimum sebagaimana dalam
tabel berikut “
5.
Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 0 0 0 12.000 8.000 0
6.720.000
X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40
S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52
X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128
1
1
1
Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat
diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu:
x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 6.720.000 dan S3 = 52
6.
› Tabel diataspemecahan maksimisasi kontribusi
( dengan melalui proses iterasi kolom ),
memperlihatkan hasil optimal berikut :
› =
› Matrik optimal peubah dummy Sj adalah sebagai
berikut :
›
›
S1 S2 S3
7.
› Melalui operasianalisis sesnsitivitas (pasca Optimal ):
› Matrik peubah dummy X vector kolom NSK inisial = hasil optimal
NSK inisial ialah NSK fungsi kendala program
› =
› Memeriksa keabsahan Hasil optimal :
› Kontribusi maksimum adalah 6.720.000, hasil ini dapat
diperoleh melalui operasi berikut :
› [20.000 0 30.000 ]
›
8.
› Melalui operasianalisis sesnsitivitas (pasca Optimal ):
› Matrik peubah dummy X vector kolom NSK inisial = hasil optimal
NSK inisial ialah NSK fungsi kendala program
› =
› Memeriksa keabsahan Hasil optimal :
› Kontribusi maksimum adalah 6.720.000, hasil ini dapat
diperoleh melalui operasi berikut :
› [20.000 0 30.000 ]
›
9.
› [12.000 8.0000 ] = 6.720.000
Operasi diatas menunjukkan, hasil yang diperoleh adalah sama
dengan kontribusi maksimum yang tercantum dalam tabel diatas.
Dengan demikian nilai optimal yang diperoleh tersebut memperlihatkan
hasil yang cermat.
10.
Harga Bayangan (Shadow Price) Program
Optimasi
› Harga bayangan atau shadow price merupakan himpunan
nilai-nilai optimal program linier, yang menunjukkan
schedule penambahan biaya variable sekarang ini untuk
menambah satu satuan masukan yang menentukan ( pada
program minimisasi biaya) dan menunjukan schedule
pertambahan konstribusi sekarang ini apabila masukan
langka yang menentukan ditambah satu satuan (pada
program maksimisasi kontribusi)
› Harga bayangan dimaksud ditunjukkan oleh nilai-nilai baris
identitas dibawah peubah dummy Sj. Pada tabel diatas
harga bayangan adalah yang ditunjukan(pada kolom S1, S2
dan S3 yaitu ( 12.000 8.000 0 )
11.
› Nilai bayanhgdimaksud dapat dicari melalui operasi
berikut :
› ( 20.000 0 30.000 ) ( 20.000 8.000 0).
[12.000 8.000 0 ] = 6.720.000
› Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi
Maksimum Program Linier.
12.
Jangkauan Konstribusi
› Daricontoh soal diatas konstribusi X1 adalah 20.000
dan kontribusi X2 adalah 30.000.
› Misalkan konstribusi X1 bukan lagi 20.000 tetapi C1 dan
X2 bukan 30.000 tapi C2, maka perubahan tersebut
menghasilkan jangkaian nilai sebagai berikut :
› 1). Kontribusi X1
› Jangkauan kontribusi tersebut dihitung dengan
operasi :
› C’1 x Matriks peubah Dummy Optimal
13.
› ( C10 30.000 )
› Kontribusi selalu disyarat kan pisitif maka
› -0,6C1 + 24.000 ≥ 0 dikali dengan (-1) sehingga diperoleh
› 0,6C1 – 24.000 ≤ 0 dan C1 ≤ 24.000/0,6 atau C1 ≤ 40.000
› 1,6C1 – 24.000 ≥ 0
› 1,6 > 24.000 sehingga C1 > 15.000
14.
Jangkau Kontribusi X2
›( 20.000 0 C2 )
› Kontribusi selalu disyarat kan pisitif maka
› -12.000 + 0,8C2 ≥ 0 sehingga 0,8C2 > 12.000 atau C2 > 15.000
› 32.000 – 0,8C2 > 0 dikali dengan (-1) sehingga diperoleh
› -32.000 + 0,8C2 < 0 atau C2 ≤ 32.000/0,4 atau C2 ≤ 40.000
› Dari hasil perhitungan diatas diperoleh interval C1 dan C2
yaitu 15.000 < C1 < 40.000 dan ,
› 15.000 < C2 < 40.000 dan
15.
› Hasil diatasmenunjukkan bahwa jangkau konstribusi untuk
X1 dan X2 adalah sama. Pada perhitungan kontribusi
optimal diatas, kontribusi X1 adalah 20.000 (mendekati
batas bawah) dan konttribusi X2 aalah 30.000 ( mendekati
batas atas),
› Dengan informasi tersebut maka manajemen dapat
merumuskan kebijakan harga yang baru, misalnya
menaikan harga jual X1. Andaikan biaya variable satuan
produk X1 adalah Rp.50.000 dan diinginkan kontribusi
Rp.30.000 maka harga jual X1 adalah Rp. 80.000
(sebelumnya Rp.70.000). Untuk X2 misalan terlalu mahal
kalai 30.000 sehingga perlu menurunkan kontribusi menjadi
hanya 25.000 jika biaya variable Rp.60.000 maka harga jual
produk X2 adalah Rp.85.000 (sebelumnya Rp. 90.000 )
16.
› Implementasi hasilanalisis jangkau dimaksud dapat
dibuktikan pada pemecahan optimisasi dengan
kontribusi unit X1 dan X2 masing-masing 15.000 (batas
bawah) dibandingkan dengan kontribusi X1 dan X2
masing-masing 40.000 (batas atas). Hasil optimum
yang dicapai tetap sama. Berikut ini diberikan contoh
apabila X1 dan X2 masing merubah menjadi 15.000
maka hasil nya dapat dilihat pada slide berikut:
17.
› Nilai bayanhgdimaksud dapat dicari melalui operasi
berikut :
› ( 15.000 0 15.000 )
[ 3.000 12.000 0 ] = 4.080.000
› Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi
Maksimum Program Linier.
18.
Langkah Pertama
› Lebihdahulu menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala yang
sesuai .
› Fungsi Tujuan :
› Maksimumkan Z = 15.000X1 + 15.000X2
› Fungsi Kendala : X1 + X2 400
≤
› X1 + 0,75X2 240
≤
› 0X1 + X2 180
≤
› Dengan Syarat Ikatan X1 0
≥
›
19.
Langkah Kedua
› Mengubahfungsi tujuan dan fungsi kendala menjadi bentuk
implisit dengan jalan menggeser fungsi tujuan ke Z, yaitu
› Z - 15.000X1 - 15.000X2 = 0. Sedangkan fungsi kendala (selain
kendala non negatif) dirubah menjadi bentuk persamaan
dengan menambah variabel slack, yaitu suatu variabel yang
mewakili tingkat pengangguran kapasitas yang merupakan
batasan.
›
LANGKAH KETIGA
Mentabulasi Persamaan-persamaanFungsi
Tujuan dan Kendala Yang telah dirubah seperti
pada langkah 2 diatas.
Basi
s
Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400
S2 0 1 0.75 0 1 0 240
S3 0 0 1 0 0 1 180
22.
LANGKAH KEEMPAT
Menentukan kolompivot(entering variabel) dipilih dari
baris Z dengan angka negatif terbesar untuk masalah
maksimisasi.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400 200
S2 0 1 0.75 0 1 0 240 320
S3 0 0 1 0 0 1 180 180
23.
LANGKAH KELIMA
Menentukan barispivot(leaving variabel). Untuk menentukan baris
mana yang dipilih dapat dilakukan dengan membagi kolom solusi
dengan kolom pivot pada setiap baris, kemudian dipilih angka yang
terkecil.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -15.000 -15.000 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400
S2 0 1 0.75 0 1 0 240
S3 0 0 1 0 0 1 180
24.
LANGKAH KEENAM
Menentukan persamaanpivot baru adalah = baris pivotlama :
elemen pivot. Elemen pivot adalah perpotongan antara kolom pivot
dengan baris pivot. Sehingga dihasilkan persamaman pivot baru.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1
S1 0
S2 0
X2 0 0 1 0 0 1 180
25.
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
0 1 0 0 1 180 Index
Elemen Pivot
(b)
1 1 1 1 1 1
Persamaan
Pivot baru (a/b)
0 1 0 0 1 180
Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1 −15.000 0 0 0 15.000 2.700.000
s1 0 1 0 1 0 -2 40 40
S2 0 1 0 0 1 -0.75 105 105
X2 0 0 1 0 0 1 180
Masukkan nilai baris baru Z, s1, dan s3 ke dalam tabel,
sehingga tabel menjadi seperti berikut:
30.
Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1
X1 0 1 0 1 0 -2 40 40
x2 0
31.
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
1 0 1 0 -2 40 Index
Elemen Pivot
(b)
1 1 1 1 1 1
Persamaan
Pivot baru (a/b)
1 0 1 0 -2 40
Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 0 0 0 3.000
12.00
0
0
4.080.000
X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40
S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52
X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128
1
1
1
Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat
diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu:
x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 4.080.000 dan S3 = 52
41.
› Hasil literasidiatas menunjukkan hasil optimum yang
dicapai tetap sama. Pada saat konstribusi X1 dan X1
masing Rp. 15.000 . Bauran optimum X1 = 144 unit, X2 =
128 unit dan S3 = 53 dengan Nilai /laba optimum
4.080.000.
› Tugas :
› Jika harga dinaikan masing X1 dan X2 sebesar Rp.
40.000. Apakah hasil optimumnya sama, dan berapa
Nilai /Laba optimum yang dicapai.
42.
› Nilai bayanhgdimaksud dapat dicari melalui operasi
berikut :
› ( 40.000 0 40.000 )
[ 8.000 32.000 0 ] = 10.880.000
› Harga bayangan X NSK Fungsi Kendala = Kontribusi
Maksimum Program Linier.
43.
Langkah Pertama
› Lebihdahulu menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala yang
sesuai .
› Fungsi Tujuan :
› Maksimumkan Z = 40.000X1 + 40.000X2
› Fungsi Kendala : X1 + X2 400
≤
› X1 + 0,75X2 240
≤
› 0X1 + X2 180
≤
› Dengan Syarat Ikatan X1 0
≥
›
44.
Langkah Kedua
› Mengubahfungsi tujuan dan fungsi kendala menjadi bentuk
implisit dengan jalan menggeser fungsi tujuan ke Z, yaitu
› Z - 40.000X1 - 40.000X2 = 0. Sedangkan fungsi kendala (selain
kendala non negatif) dirubah menjadi bentuk persamaan
dengan menambah variabel slack, yaitu suatu variabel yang
mewakili tingkat pengangguran kapasitas yang merupakan
batasan.
›
LANGKAH KETIGA
Mentabulasi Persamaan-persamaanFungsi
Tujuan dan Kendala Yang telah dirubah seperti
pada langkah 2 diatas.
Basi
s
Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400
S2 0 1 0.75 0 1 0 240
S3 0 0 1 0 0 1 180
47.
LANGKAH KEEMPAT
Menentukan kolompivot(entering variabel) dipilih dari
baris Z dengan angka negatif terbesar untuk masalah
maksimisasi.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400 200
S2 0 1 0.75 0 1 0 240 320
S3 0 0 1 0 0 1 180 180
48.
LANGKAH KELIMA
Menentukan barispivot(leaving variabel). Untuk menentukan baris
mana yang dipilih dapat dilakukan dengan membagi kolom solusi
dengan kolom pivot pada setiap baris, kemudian dipilih angka yang
terkecil.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1 -40.000 -40.000 0 0 0 0
S1 0 1 2 1 0 0 400
S2 0 1 0.75 0 1 0 320
S3 0 0 1 0 0 1 180
49.
LANGKAH KEENAM
Menentukan persamaanpivot baru adalah = baris pivotlama :
elemen pivot. Elemen pivot adalah perpotongan antara kolom pivot
dengan baris pivot. Sehingga dihasilkan persamaman pivot baru.
Basis Z X1 X2 S1 S2 S3 NK Index
Z 1
S1 0
S2 0
X2 0 0 1 0 0 1 180
50.
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
0 1 0 0 1 180 Index
Elemen Pivot
(b)
1 1 1 1 1 1
Persamaan
Pivot baru (a/b)
0 1 0 0 1 180
Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1 −40.000 0 0 0 40.000 7.200.000
s1 0 1 0 1 0 -2 40 40
S2 0 1 0 0 1 -0.75 105 105
X2 0 0 1 0 0 1 180
Masukkan nilai baris baru Z, s1, dan s3 ke dalam tabel,
sehingga tabel menjadi seperti berikut:
55.
Var. Dsr ZX1 x2 s1 s2 s3 NK Index
Z 1
X1 0 1 0 1 0 -2 40 40
x2 0
56.
LANGKAH KEENAM
Persamaan Pivotbaru = persamaan pivot lama/elemen pivot .
Persamaan pivot baru adalah
Persamaan
Pivot lama
(a)
1 0 1 0 -2 40 Index
Elemen Pivot
(b)
1 1 1 1 1 1
Persamaan
Pivot baru (a/b)
1 0 1 0 -2 40
Var.
Dsr
Z X1 x2s1 s2 s3 NK
Ind
ex
Z 0 0 0 7.000 32.000 0
10.880.000
X1 0 1 0 -0,6 1,6 0 144 40
S3 0 0 0 - 0,8 0,8 1 52
X2 0 0 1 0,8 -0,8 0 128
1
1
1
Karena nilai Z sudah tidak ada yang (−), maka sudah dapat
diperoleh hasil solusi maksimum, yaitu:
x1 = 144 ; x2 = 128 ; Zmax = 10.880.000 dan S3 = 52