Kurikulum 1984 disusun untuk memperbaiki kurikulum sebelumnya yang dianggap tidak memadai, dengan fokus pada pengalaman belajar siswa sebagai subjek aktif. Perubahan ini mencakup penyesuaian tujuan, struktur program, dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan proses dan cara belajar aktif. Meskipun memiliki kelebihan dalam metode dan keterlibatan siswa, kurikulum ini juga menghadapi tantangan seperti kurangnya kreativitas pengajaran dan ketergantungan pada materi ajar.